Rabu, 03 Mei 2023
Home »
epidemi corona 11
» epidemi corona 11
epidemi corona 11
Mei 03, 2023
epidemi corona 11
menambahkan keterangan yang menyebut hanya gelang itu lah yang dapat
menyelamatkan kita dari Virus Corona.
Faktanya, dilansir dari BBC.com, Badan Pengawas Konsumen Australia
(ACCC/Australian Competition and Consumer Commission) mengatakan
manfaat gelang Power Balance adalah palsu. ACCC memerintahkan Power
Balance Australia untuk menarik seluruh gelang yang sudah terjual di konsumen
karena telah disesatkan manfaatnya. Kebijakan dari Australia ini akhirnya
berdampak ke seluruh Power Balance dunia termasuk di Indonesia. Power
Balance akhirnya mengakui bahwa tidak ada dasar ilmiah yang kredibel untuk
menguatkan klaim manfaat ini. Dengan demikian klaim bahwa gelang
power balance dapat menyelamatkan dari Virus Corona adalah salah.
terbit informasi melalui Broadcast WhatsApp yang berisi daftar hotel yang dijadikan tempat
isolasi mandiri di provinsi DKI Jakarta. Dalam pesan berantai ini terdapat 32 hotel yang
dijadikan tempat untuk isolasi mandiri. Daftar hotel itu tersebar di lima wilayah mulai dari Jakarta
Selatan hingga Jakarta Utara.
Faktanya, berdasarkan hasil koordinasi Tim Jalahoaks dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 19 Januari 2021, disampaikan klarifikasi bahwa
terdapat 5 hotel di Provinsi DKI Jakarta yang menjadi tempat isolasi mandiri pada masa pandemi
Covid-19 hingga saat ini. Adapun 5 hotel yang menjadi tempat isolasi mandiri ini adalah Hotel
Grand Asia Penjaringan, Hotel IBIS Senen, Hotel IBIS Style Mangga Dua, Hotel Twin Plaza - Slipi dan
Hotel U-Stay Mangga Besar. Pembiayaan isolasi mandiri pada 5 hotel ini ditanggung oleh
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta.
terbit di media sosial sebuah tangkapan
layar yang menyebut Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna
Laoly menghapus sanksi pidana bagi
penolak vaksinasi Covid-19. Hal itu
dilatarbelakangi penolakan vaksin oleh
salah satu kader PDIP (Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan) yang bernama
Ribka Tjiptaning.
Faktanya, dikutip dari Medcom.id klaim
pemerintah menghapus sanksi pidana
penolak vaksinasi Covid-19 adalah salah.
Sejak awal pemerintah tidak
mengeluarkan aturan sanksi pidana
penolak vaksinasi Covid-19. Menteri Hukum
dan HAM Yasonna Laoly diketahui pernah
membantah adanya sanksi pidana bagi
warga masyarakat yang menolak vaksin.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau
untuk ikut program vaksinasi Covid-19.
terbit sebuah foto pada postingan di sosial media Twitter yang diklaim
sebagai diagram chip 5G pada vaksin Covid-19.
Setelah ditelusuri, foto yang diklaim sebagai diagram chip 5G pada vaksin
Covid-19 adalah tidak benar. Faktanya dikutip dari Inet.detik.com, foto
ini merupakan skema untuk pedal Boss Metal Zone MT-2, yang biasa
digunakan gitaris untuk menambah efek dan distorsi pada suara gitar.
Gambar ini telah diedit untuk menambahkan tulisan 'COVID-19 5G
CHIP DIAGRAM' dan '5G frequency'. Padahal frekuensi 5G berbeda
tergantung pada spektrum radionya.
terbit narasi di media sosial yang mengklaim bahwa virus mati yang terdapat di
dalam vaksin Sinovac bisa hidup lagi.
Dilansir dari health detik.com, vaksin COVID-19 Sinovac dikembangkan dengan
metode inactivated. Artinya virus yang berada dalam vaksin sudah dimatikan dan
tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan. Sementara itu, vaksin
Sinovac menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yakni virus Corona penyebab
Covid-19, yang telah dimatikan, atau genomnya telah dirusak. Partikel virus yang
sudah dimatikan ini nantinya akan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh
tanpa risiko penyakit serius. WHO juga menyebut metode inactivated virus ini
sebagai salah satu dari tujuh teknologi pengembangan vaksin.
terbit sebuah surat terbuka yang meminta vaksinasi Covid-19 untuk presiden Joko Widodo
diulang, karena dianggap gagal. Dalam surat itu disebut suntikan vaksin seharusnya menembus
otot dan dilakukan dengan tegak lurus 90 derajat. Terdapat juga klaim resiko terjadinya Antibody
Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke
jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan.
Dilansir dari Republika.co.id, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban mengatakan “Menyuntik
itu tidak harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular," dalam laman National Library of
Medicine, buku teks yang menjelaskan persyaratan sudut 90 derajat untuk injeksi intramuskular
tidak realistis. Trigonometri menunjukkan suntikan yang diberikan pada 72 derajat mencapai 95
persen dari kedalaman suntikan yang diberikan pada derajat 90. Selain itu Ketua PB IDI dr Daeng
Mohammad Faqih mengatakan, surat ini merupakan opini penulis dan bukan berdasarkan
data serta kajian ilmiah. dr Daeng menegaskan bahwa penyuntikkan yang dilakukan oleh Prof
Abdul Muthalib sudah benar. Terkait dengan reaksi ADE yang bisa muncul usai vaksinasi virus
Corona, dr Daeng menjelaskan bahwa vaksin Sinovac sudah diuji klinis oleh PT Bio Farma dan
peneliti dari Universitas Padjajaran. Dalam hasil penelitian yang dilaporkan ke BPOM, tidak
ditemukan adanya reaksi ini.
terbit sebuah foto yang menyebut Singapura menghentikan program Vaksinasi
karena ada kasus yang meninggal dunia. Ada banyak netizen pada platform
Facebook yang mengunggah foto serupa.
Faktanya, klaim Singapura menghentikan Vaksinasi setelah 48 orang meninggal
dunia merupakan informasi yang salah. Hal ini merupakan pemberitaan pada
26 Oktober 2020 lalu, yaitu kasus kematian di Korea Selatan terkait dengan Vaksin
influenza. Singapura juga sudah melanjutkan program Vaksinasi pada 31 Oktober
2020 yang lalu setelah tidak ada bukti yang kuat penyebab antara Vaksin dengan
kematian.
terbit di media sosial informasi yang berbunyi "Buat anggota group yg sudah
diVaksin karena dapat undangan, mohon siapkan kelapa ijo… jgn lupa, Bagi
yang belum diVaksin persiapkan diri, Insya ALLAH air klapa ijob bisa jadi
penawar effect racun Vaksin, Aamiin Ya Robbbal Alamin🤲🤲🤲".
Humas Polda Kalteng melalui Instagram resminya mengklarifikasi bahwa
informasi yang terbit ini tidak benar atau hoaks. Selain itu, klaim air
kelapa hijau dapat menetralkan atau menjadi penawar dari Vaksin juga tidak
tepat, sebab tidak ada penelitian yang membuktikan air kelapa dapat
menetralkan atau mengganggu fungsi dari Vaksin.
terbit di Facebook postingan sebuah
video berdurasi 1 menit 56 detik. Pada
postingan ini terdapat narasi
bahwa seseorang yang ada di video
ini adalah ketua Fraksi PDIP yang
tidak mau divaksin.
Setelah ditelusuri, perempuan dalam
video ini bernama Ribka
Tjiptaning. Ribka Tjiptaning adalah
anggota DPR Komisi IX dari Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP). Video ini diambil saat
rapat kerja Komisi IX pada Selasa
(12/1/21). Dia menyatakan menolak
untuk divaksin Covid-19 dan memilih
membayar denda ketimbang disuntik
Vaksin Covid-19.
terbit sebuah video yang memperlihatkan warga yang bergelimpangan usai disuntik.
Video ini disertai dengan narasi "Ratusan Warga bergelimpangan menjadi korban
usai disuntik vaksin. HATI HATI! Usahakan menghindari suntikan vaksin. Jika ada yang
bertanya/menegor, tunjukan video ini sebagai bukti." Pada video itu terdapat narasi
bahwa ratusan korban itu bergelimpangan usai disuntik vaksin Sinovac.
Setelah ditelusuri, klaim narasi pada unggahan video ini adalah salah. Faktanya,
dikutip dari cek fakta Medcom.id, video itu sebenarnya merupakan video lama. Video
ini memperlihatkan suasana di kawasan Kadur, Pamekasan, Jawa Timur. Kala itu,
Minggu 11 Februari 2018, sejumlah santri dan santriwati mendapatkan imunisasi suntik
Difteri. Namun sejumlah santri ini diduga mengalami keracunan. Video itu sama
sekali tidak terkait dengan Vaksin Sinovac atau Covid-19.
terbit sebuah tangkapan layar dari
pesan berantai di Whatsapp yang
mengklaim bahwa Danramil Kebomas
Kodim 0817 Gresik, Mayor Kav Gatot
Supriyono meninggal dunia akibat
disuntik Vaksin Covid-19. Pada tangkapan
layar ini juga diiringi narasi yang
menyinggung nama Kasdim 0817/Gresik,
Mayor Sugeng Riyadi.
Klarifikasi langsung yang disampaikan
oleh WaAsops Kasad TNI AD, Brigadir
Jenderal Supriyono, klaim yang
menyebutkan bahwa Danramil Kebomas,
Gresik meninggal dunia akibat disuntik
Vaksin Covid-19 adalah tidak benar,
Faktanya Danramil Kebomas, Mayor Kav
Gatot Supriyono meninggal dunia dengan
indikasi serangan jantung dan belum
pernah divaksin. Mayor Kav Gatot
Supriyono melaksanakan rapid antigen di
Poskes Gresik pada hari Kamis, 14 Januari
2021 dengan hasil negatif. Di sisi lain,
Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng
Riyadi masih dalam keadaan sehat
walafiat per Minggu 17 Januari 2021.
Sugeng menjadi salah satu dari 7 orang
yang mendapatkan vaksin perdana di
Gresik
terbit unggahan di media sosial Facebook yang
mengklaim bahwa vaksin dibuat untuk membuat
kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu
sehingga orang yang telah menjalani vaksinasi
Covid-19 tidak perlu lagi mematuhi protokol
kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci
tangan karena sudah kebal terhadap Virus Covid-19.
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id, klaim
yang terbit ini adalah tidak benar. Meskipun
vaksin dapat memberikan manfaat berupa
menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui
efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau
penularan terhadap orang lain. Oleh karena itu,
seseorang yang telah divaksin harus tetap mematuhi
protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci
tangan dan Menjaga Jarak). Epidemiolog dari
Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat,
Defriman Djafri mengatakan usai vaksinasi Covid-19,
seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari
untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan
telah terbentuk di dalam tubuh. Sehingga, dalam
kurun waktu ini peluang terinfeksi virus masih
ada, apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan
dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah.
terbit sebuah postingan di media sosial Facebook, video yang memperlihatkan seorang
pria mengenakan kemeja putih yang awalnya diberi suntikan Vaksin Covid-19 oleh tenaga
kesehatan. Setelah itu, orang ini berpindah ke meja tenaga kesehatan lainnya untuk
diwawancarai. Tenaga kesehatan ini seperti bertanya mengenai efek samping usai
disuntik Vaksin Covid-19. Kemudian pria berkemeja putih ini pingsan sebelum
berbaring di ambulance stretcher. Video ini diiringi narasi yang mengklaim bahwa
kejadian ini di NTT (Nusa Tenggara Timur).
Faktanya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi saat dimintai
konfirmasi, mengatakan bahwa video yang terbit ini merupakan simulasi Vaksinasi
Covid-19 di NTT. Lokasinya di halaman kantor Gubernur NTT di Kupang. Kemenkes saat ini
belum mendapatkan laporan mengenai Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) usai vaksin
Covid-19 di NTT. "Sampai saat ini kami tidak menerima laporan dari NTT terkait adanya efek
samping atau KIPI dari NTT," terang Nadia.
Telah terbit di media sosial YouTube sebuah unggahan video yang mengklaim bahwa
Kepala BPOM ditekan dan diancam keluarkan izin Vaksin Sinovac. Video ini
memperlihatkan pernyataan dari anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi PKS, H. Ansori Siregar
yang terlihat sedang memarahi Kepala BPOM. Dalam pernyataannya, Kepala BPOM dituduh
bahwa adanya tekanan dan ancaman dari Pemerintahan mengenai izin darurat Vaksin
Sinovac.
Faktanya, dilansir dari Detik.com, Kepala BPOM Penny K. Lukito menegaskan bahwa isu terkait
adanya penekanan terhadap BPOM untuk mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA)
Vaksin Sinovac lebih cepat tidaklah benar. Penny menjelaskan, “ada beberapa data yang harus
dikumpulkan untuk dapat menerbitkan EUA. Pertama data uji klinis fase 1 dan 2 dalam
pemantauan yang full 6 bulan untuk menunjukkan keamanan dan imunogenitas vaksin. Ini
untuk melengkapi, karena kita akan menerbitkan use authorization dengan data uji klinis fase
III. Dengan analis pemantauan 3 bulan untuk menunjukkan keamanan, imunogenitas plus
efikasi vaksin. Di mana standarnya dibolehkan minimal 50%,” paparnya
terbit sebuah video pada pesan berantai
WhatsApp yang menampilkan Presiden Jokowi
sedang disuntik vaksin. Video ini berisi klaim
bahwa cairan vaksin masih utuh saat alat suntik
dicabut dari tubuh Presiden Joko Widodo.
Setelah ditelusuri, klaim yang menyebutkan cairan
pada suntikan ini masih utuh dan tidak
masuk ke dalam tubuh Presiden Jokowi adalah
salah. Faktanya, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan,
Prof dr Abdul Muthalib bertugas sebagai
vaksinator yang menyuntikkan vaksin produk
Sinovac ke tubuh Presiden Jokowi. Terkait isu
bahwa cairan vaksin Covid-19 tidak masuk ke
tubuh Presiden Jokowi, itu juga terbantahkan. Hal
itu bisa diperhatikan pada bagian berwarna hitam
yang ada pada suntik ini. Menit ke-32 detik
ke-04 pada video terlihat bagian hitam suntik
masih jauh dari jarum suntik atau bagian
berwarna tosca. Cairan vaksin berada di antara dua
bagian itu. Kemudian pada menit ke-32 detik ke-13,
bagian hitam pada suntik itu menempel atau
dekat sekali dengan bagian tosca. Artinya, cairan
vaksin sudah keluar dari suntik dan masuk ke
tubuh Presiden Jokowi.
Telah terbit sebuah video berdurasi 2.04 Menit pada platform media sosial, video ini
menampilkan cuplikan video penjelasan Ketua Tim Pelaksana Penanganan Covid-19 dan
Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir terkait Barcode vaksin Covid-19, beserta cuplikan
video lain yang mengklaim bahwa vaksin Covid-19 yang menjadi program Pemerintah
Indonesia saat ini memiliki komponen manajemen sistem yang bisa melacak lokasi
keberadaan setiap orang yang telah disuntikan vaksin Covid-19.
Faktanya, klaim narasi pada video ini yang menyebutkan bahwa orang yang telah
disuntik Vaksin dapat dilacak keberadaannya adalah tidak benar. Juru Bicara Kementerian
Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyatakan bahwa informasi vaksin Covid-19
mengandung chip atau komponen yang mampu mendeteksi keberadaan orang setelah
disuntikkan adalah berita bohong alias Hoaks. Barcode yang ada di produk vaksin Covid-19
merupakan kode untuk pelacakan distribusi produk vaksin, dan tidak menempel di dalam
orang yang menerima suntik vaksin ini
terbit postingan di media sosial Facebook, tentang bahaya Vaksin karena
mengandung Polisorbat 80. Dalam postingannya terdapat gambar dengan narasi
"Rahasia kotor Vaksin!! Polysorbate 80. Pengemulsi kimiawi ini menekan sistem
kekebalan dan melewati sawar darah otak yang dapat menyebabkan anafilaksis, radang
otak dan kemandulan."
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim postingan yang menyebutkan Vaksin Covid-19
yang mengandung polisorbat berbahaya adalah tidak benar. Faktanya isu ini
sudah pernah terbit sejak 2017. Namun postingan serupa marak kembali dibagikan
setelah Vaksin Covid-19 mendapat izin darurat (EUA) di beberapa negara. Menurut data
dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Vaksin Covid-19 buatan
Pfizer dan Mordena tidak mengandung Polisorbat 80.
Telah terbit informasi di media sosial yang mengatakan bahwa Presiden
Joko Widodo mengalami kejang-kejang usai diberikan Vaksin Sinovac
Covid-19 kemudian meninggal dunia.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, klaim Presiden Joko Widodo mengalami
kejang-kejang dan meninggal usai diberikan Vaksin Sinovac Covid-19 adalah
salah. Faktanya, Presiden Joko Widodo masih beraktivitas normal seperti
biasanya.
terbit sebuah pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp, sebuah informasi
yang menyebutkan bahwa pedagang nasi goreng di 3 mall besar di Kota Solo terinfeksi
Covid-19.
Menanggapi kabar ini, Head of Marcomm Department Solo Paragon Lifestyle
Mall, Veronica Lahji, menyebutkan bahwa karyawan yang disebut dalam broadcast
yang terbit itu tidak bekerja di Kota Solo. Veronica mengatakan bahwa posisinya
bukan karyawan yang bekerja di Solo Paragon maupun di mall lain, tetapi manager
area Jawa Tengah dan sudah lama tidak di Solo. Karyawan ini, imbuh Veronica
selalu berpindah - pindah dan tidak menetap di satu tempat
terbit kembali informasi terkait penetapan zona hitam Covid-19 di Jakarta. Unggahan ini
mengklaim bahwa Jakarta zona hitam Covid-19 dan tidak bisa kemana-mana. Adapun narasi
unggahannya adalah "Jakarta zona hitam coy tak bisa kmna mana di isolasi euy hade".
Faktanya, informasi ini dibantah oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Lies Dwi Oktavia dengan mengatakan bahwa narasi
yang menyebut DKI Jakarta zona hitam adalah tidak benar atau hoaks. Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta tidak pernah menggunakan parameter dengan istilah "zona hitam". Saat ini 16 Januari 2021
berdasarkan peta sebaran Covid-19 di DKI Jakarta di situs corona.jakarta.go.id, peta ini tidak
menampilkan warna hitam, melainkan berwarna biru.
Sebuah pesan di media sosial Facebook yang menyebut vaksin yang digunakan Presiden
Jokowi bukan Sinovac asli karena vaksin harus dimasukkan ke dalam alat suntik.
Unggahan yang menyebut vaksin yang dipergunakan Presiden Jokowi bukanlah Sinovac asli
karena Sinovac yang asli jarum dan vaksin seharusnya jadi satu, adalah tidak benar. Faktanya
menurut PT Bio Farma Bambang Herianto bahwa informasi ini salah. Lebih lanjut
Bambang menjelaskan bahwa vaksin yang dikemas menggunakan prefilled syringe (vaksin dan
alat suntik dikemas dalam satu wadah dosis tunggal) adalah vaksin yang digunakan dalam uji
klinis.
terbit sebuah video di Youtube dengan narasi Syekh Ali Jaber meninggal setelah
diberikan vaksin Sinovac. Video ini diberi judul "BERITA TERBARU ~APAKAH KARNA
VAKSIN INI BELIAU WAFAT??? ~NEWS TERKINI SYEKH ALI JABER UMAT ULAMA". Dalam
halaman muka video ini, mencatut foto Syekh Ali Jaber yang tengah terbaring di ranjang
rumah sakit dengan foto kemasan vaksin Sinovac. Terdapat tulisan dalam halaman muka
video "Kronologi Syekh Ali Jaber Wafat 2 jam sebelum beliau wafat tak disangka ternyata
karna vaksin ini??".
Dilansir dari cek fakta medcom.id, klaim Syekh Ali Jaber meninggal setelah diberikan vaksin
Sinovac adalah salah. Faktanya, Syekh Ali Jaber meninggal setelah beberapa hari dirawat
karena sakit paru-paru. Belum ada penjelasan resmi soal penyebab wafatnya pendakwah
ini. Namun sebelumnya, Syekh Ali Jaber sempat menjalani perawatan akibat terpapar
covid-19 pada Selasa, 29 Desember 2020
terbit sebuah narasi pemerintah
akan memblokir nomor rekening dan
ponsel warga yang menolak vaksinasi
covid-19. Narasi ini terbit di media
sosial Facebook.
Faktanya, klaim pemerintah akan
memblokir nomor rekening dan ponsel
warga yang menolak vaksinasi covid-19
adalah salah. Tidak ada pernyataan
resmi dari pemerintah terkait sanksi
pemblokiran ini
terbit postingan di media sosial Facebook, yang mengklaim bahwa
Presiden Joko Widodo tidak divaksin menggunakan vaksin Covid-19 buatan
China, Sinovac, melainkan di vaksin buatan Eropa.
Dilansir dari Liputan6.com, klaim Presiden Joko Widodo disuntik vaksin
Covid-19 bukan buatan China, Sinovac merupakan informasi yang hoaks.
Karena tidak ada bukti mendasar atas klaim ini.
terbit postingan di media sosial Facebook, sebuah artikel berjudul "Viral
Video Dokter dan Perawat di RS Purwakarta Tolak Disuntik Vaksin"
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Kabar dokter dan perawat di salah satu
rumah sakit di Purwakarta menolak disuntik vaksin ternyata tidak benar.
Faktanya, video dokter dan perawat yang itu hanya sebatas candaan dan tidak
ada niat menolak vaksin. Konten yang disebarkan akun ini adalah tidak
benar.
terbit unggahan di Facebook 2 foto dengan
narasi sebagai berikut : "Kemasan vaksin
Sinovac setau saya ga pake ampulan. Didalam
box vaksin sudah ada spuit khusus yg sdh ada
vaksin nya...Jd tenaga medis tinggal tusuk
aja...Jadi yang Jokowi pake apa ?". Pada foto
pertama adalah foto ketika Presiden Joko
Widodo (Jokowi) sedang disuntik vaksin
Sinovac. Foto kedua adalah foto kemasan
vaksin Sinovac.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa
kemasan vaksin Sinovac tidak memakai
ampulan karena di dalam box vaksin sudah ada
spuit khusus yang ada vaksinnya dan dikaitkan
dengan vaksin yang disuntikkan ke Presiden
Joko Widodo (Jokowi) adalah klaim yang keliru.
Faktanya, kemasan vaksin Sinovac di foto yang
diunggah sumber klaim adalah kemasan uji
klinis. Dalam kemasan vaksin uji klinis,
memang terdapat wadah vaksin sekaligus
jarum suntik. Sementara dalam kemasan
vaksinasi, hanya terdiri dari vial single dose atau
botol dosis tunggal / sekali pakai.
Telah terbit di media sosial Facebook
sebuah unggahan foto yang
memperlihatkan Presiden Joko Widodo (
Jokowi ) sedang disuntik. Unggahan
ini berisikan narasi yang
bertuliskan "Kepengen ketawa tapi takut
dosa liat foto ini :grin: Kombi vitamin B
complex raupa suntik pak de ke atau gk
suntik rematik na :joy: ".
Faktanya, klaim yang mengatakan
bahwa Presiden Jokowi sedang disuntik
vitamin B kompleks adalah salah. Foto
yang terlihat pada unggahan ini
adalah saat dimana Presiden Jokowi
pada hari Rabu 13 Januari 2021 menerima
vaksin Covid-19, Sinovac. Vaksinasi
dilakukan di beranda Istana Merdeka dan
disiarkan langsung.
terbit unggahan di media sosial Facebook berupa tangkapan layar yang berisi klaim bahwa para
ulama Aceh mengharamkan Vaksin Covid-19. Unggahan tangkapan layar ini disertai narasi
"Kalau masih berani paksin aku rampas suntik yg paksin, ku tusuk dia pake suntik itu sampe
tembus ke tulang nya, ini sepakat rakyat aceh".
Faktanya, berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim yang menyebut bahwa ulama
Aceh mengharamkan Vaksin Covid-19 adalah tidak benar. Ulama Aceh melalui MPU Aceh justru
meminta masyarakat tidak meragukan Vaksin Covid-19 karena MUI sudah menyatakan vaksin yang
diproduksi Sinovac ini halal dan tidak ada unsur najis mughallazah. Dikutip dari laman
News.detik.com, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali
mengatakan, MUI telah melakukan audit ke China dan Bio Farma sebelum mengeluarkan fatwa
tentang Vaksin Covid-19. Vaksin ini dinyatakan tidak tersentuh najis mughallazah, yakni
anjing, babi, dan unsur manusia
Sebuah akun Facebook mengunggah informasi berkaitan dengan vaksin dengan menulis narasi
“AMERIKA melakukan SUNTIK VAKSIN 130,000RAKYATNYA, 3250 SAKIT PARAH, DAN CACAT
SEUMUR HIDUP. CACAT DAN SAKIT PARAH YG TAK BISA DI OBATI, believe or not for more
information cek CDC website gimana dgn INDONESIA UDAH SIAP?”.
Berdasarkan hasil penelusuran pada indeks pencarian di website CDC, tidak ditemukan adanya
tulisan yang menyebut 3.250 warga Amerika cacat seumur hidup dan sakit parah pasca menerima
vaksin. Adapun pada tanggal 31 Desember 2020, CDC merilis tulisan dengan judul “COVID-19
Vaccines and Allergic Reactions” atau “Vaksin COVID-19 dan Reaksi Alergi”. Tulisan ini
membahas rekomendasi tentang apa yang harus dilakukan masyarakat Amerika jika mengalami
reaksi alergi setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19
terbit unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan cara
mencegah Covid-19 dengan meningkatkan antibodi. Salah satu cara yang
dianjurkan adalah berkumur dengan air panas, air garam hangat, listerin,
dan teh hijau.
Faktanya, dikutip dari Liputan6.com Dr RA Adaninggar, SpPD dalam
penjelasannya menyebutkan bahwa isi pesan ini tidak benar.
Menurutnya antibodi itu tidak bisa terbentuk sendiri tanpa adanya infeksi
atau vaksin. Antibodi hanya terbentuk jika ada infeksi atau vaksin karena
antibodi sendiri sifatnya sangat spesifif, jadi tidak ada orang yang tiba-tiba
punya antibodi.
terbit postingan di media sosial Facebook, sebuah foto sejumlah katak yang
sedang dijajarkan terlentang akibat divaksin. Kemudian foto ini diberi
keterangan "kondisi cebong setelah divaksin.....kasihan bong".
Berdasarkan hasil penelusuran, melalui kanal Liputan6.com, klaim foto kondisi katak
setelah divaksin adalah tidak benar. Faktanya foto ini telah terbit dua tahun
sebelum vaksin mulai diperbincangkan. Salah satunya artikel berjudul "The benefits
of frogs are very much for the health of the human body" yang dimuat situs
Steemit.com. Dalam artikel ini membahas tentang beberapa keunggulan
katak yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai kepentingan.
terbit sebuah postingan yang berisi informasi akibat suntik vaksin korban dilarikan ke
Rumah Sakit Pamekasan yang dikaitkan dengan Vaksin Covid-19. Berikut narasi
postingan ini “Apakah tujuan vaksin untuk mencegah virus COVID 19...?Atau
mungkin tujuan dari vaksin ini adalah penguranagn penduduk di negara ini...".
Faktanya, video ini merupakan video lama yang sudah diunggah sejak 2018.
Dilansir dari Kumparan.com, Santri Pondok Pesantren (PP) Al Falah, Kecamatan Kadur,
Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang menjadi korban vaksinasi difteri
hingga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit (RS) yakni sebanyak 34 orang, sementara
sebagian lainnya dibawa pulang oleh orang tuanya dan dirawat di rumahnya
masing-masing. Hal ini tidak ada kaitannya dengan Vaksin Covid-19.
terbit di media sosial Facebook, sebuah video berdurasi 2 menit 47 detik dari sebuah
stasiun televisi yang mengklaim bahwa asap batok kelapa yang sudah dikondensasi bisa
menyembuhkan pasien Covid-19.
Faktanya, dilansir dari Liputan6.com, dr Samuel P.K. Sembiring menjelaskan bahwa klaim
dalam video ini tidak benar. Dr. Samuel mengingatkan bahwa satu-satunya
pengobatan terbaik adalah dengan mencegahnya, karena sampai saat ini obat Covid-19
masih belum ditemukan. Dikutip dari laman Covid-19.go.id, terdapat penjelasan bahwa
“Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau
mengobati penyakit yang disebabkan Virus Corona baru (Covid-19). Mereka yang terinfeksi
virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan
mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.”
terbit di media sosial video sejumlah
mobil ambulans berjejer di kawasan TPU
Tegal Alur yang diklaim sebagai antrean
pemakaman jenazah Covid-19.
Setelah ditelusuri, Kepala Satuan Pelaksana
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal
Alur, Wawin Wahyudi memastikan tidak ada
antrean pemakaman di TPU Tegal Alur.
Pihak TPU Tegal Alur menjelaskan bahwa
deretan ambulan ini merupakan
ambulan kosong yang sopirnya sedang
berteduh setelah selesai bertugas
memakamkan jenazah Covid-19 karena pada
saat itu turun hujan disertai petir.
terbit unggahan potongan video di media sosial Facebook dan Broadcast WhatsApp
yang memperlihatkan sejumlah anak menggunakan masker sedang terbaring di lantai.
Terlihat sejumlah petugas dan seseorang berseragam polisi memeriksa anak-anak dalam
video ini. Video itu disertai keterangan yang menyebut puluhan santri mengalami
panas tinggi dan pingsan usai disuntik vaksin Covid-19.
Faktanya, dilansir melalui Kumparan.com, diketahui video ini merupakan kejadian
vaksinasi difteri yang dilakukan di Puskesmas Jenggawah, Jember, pada 28 Februari 2018
dan tidak terkait sama sekali dengan vaksin Covid-19.
terbit di media sosial informasi berupa slide nama-nama penerima vaksin yang
menggunakan logo Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dari nama-nama pada
gambar itu disebutkan akan mulai divaksinasi pada 13-15 Januari 2021 dan terdapat
dua batch vaksinasi dengan 3 kelompok.
Faktanya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa hal
ini tidak benar. Pihaknya sama sekali belum mengedarkan nama-nama yang
akan divaksinasi Covid-19. Terkait dengan para tokoh yang namanya tercantum
ini masih dalam pembahasan tim internal. Begitu juga dengan terbitnya
Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM). Atas hal ini, pihaknya meminta agar masyarakat tidak
menyebarluaskan lagi terkait dengan slide yang saat ini terbit ini. Di mana
nanti pihaknya akan merilis secara resmi siapa saja yang akan divaksinasi pertama
kali.
terbit unggahan video di media sosial Facebook yang memperlihatkan antrean orang-orang yang
keluar dari sebuah gedung. Unggahan ini disertai narasi yang mengklaim bahwa video itu adalah
suasana di dalam Wisma Atlet yang selama ini dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Jakarta.
Faktanya, berdasarkan penelusuran Antaranews.com, diketahui video singkat ini bukan diambil di
Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, melainkan di Malaysia. Dari video ini, terlihat beberapa kata
Melayu yang digunakan oleh Malaysia seperti kata amaran yang artinya peringatan, dan juga tulisan
"kaunter pertanyaan". Dalam video itu juga terdengar suara seorang perempuan yang berbicara dalam
bahasa Melayu. Dikutip dari laman Megapolitan Kompas.com, Komandan RSD Wisma Atlet, Letnan
Kolonel Laut drg M Arifin juga membantah informasi yang terbit ini. Arifin menegaskan bahwa
itu bukan di Wisma Atlet, dan kondisi di rumah sakit Wisma Atlet berbeda jauh dengan yang ada di
video ini.
terbit postingan di media sosial Facebook, sebuah video pendek berisikan berita Corona di
Kota Prabumulih, narasi postingan ini berbunyi “wali kota mantul” dan videonya disertai
dengan tulisan “kota tanpa corona”.
Dilansir dari Turnbackhoax.id, Klaim tentang Kota Prabumulih, Kota Tanpa Corona adalah
tidak benar, Menurut laman website resmi Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, diketahui
bahwa total kasus yang terkonfirmasi positif ada 261 orang, baik tanpa gejala (Asimptomatik)
maupun dengan gejala (Simptomatik), pengumuman ini terakhir diupdate pada 19
Oktober 2020, pukul 19.00 WIB. Dilansir dari sumsel.inews.id, total kasus positif Covid-19 di
Kota Prabumulih sejak 23 Maret hingga 23 Desember mencapai 442 kasus. 349 kasus di
antaranya sudah sembuh dan 21 kasus meninggal serta total 72 kasus yang masih dalam
perawatan. Kota Prabumulih bahkan menjadi satu-satunya kota zona merah di Sumatera
Selatan, per 20 Desember 2020. Lonjakan ini salah satunya disebabkan momen libur akhir
tahun.
terbit informasi di media sosial Facebook yang menarasikan bahwa Pulau Jawa dan
Bali akan lockdown pada 11-25 Januari 2021.
Dilansir dari Kompas.com, informasi Pulau Jawa dan Bali akan lockdown pada 11-25
Januari 2021 tidak benar. Faktanya pemerintah tidak melakukan lockdown, melainkan
pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021. Menurut
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, ia
mengatakan bahwa pembatasan itu akan diterapkan secara terbatas dengan tujuan
meminimalisasi penularan Covid-19.
terbit sebuah cuplikan video saat Tri Rismaharini bersama para pejabat diantaranya Mahfud
MD dan Tito Karnavian tengah berjoget bersama dalam sebuah acara dengan narasi yang
menyebut para pejabat tidak menerapkan protokol kesehatan, dan dikaitkan dengan Corona.
Berdasarkan hasil penelusuran, video ini ternyata merupakan video lama. Video itu
adalah momen dimana Tri Rismaharini yang saat itu masih menjabat Wali Kota Surabaya
berjoget Maumere diiringi nyanyian lagu berjudul "Gemu Famire" oleh Menteri Dalam Negeri
Tito Karnavian di sela Rapat Koordinasi Pemerintahan Provinsi Jawa Timur pada Januari 2020.
Sebagaimana yang diketahui, Covid-19 baru masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 dan
ditetapkan sebagai bencana Nasional pada 13 April 2020.
terbit di media sosial Facebook
unggahan yang mengklaim bahwa vaksin
Covid-19 yang akan diberikan kepada
Presiden Joko Widodo berbeda dengan
yang tersebar di masyarakat. Pengunggah
melengkapi klaim yang ditulisnya dengan
gambar tangkapan sebuah artikel yang
berisi tentang pernyataan Kepala Kantor
Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Dilansir dari Cekfakta.tempo.co, klaim
bahwa "Moeldoko menyebut vaksin
Covid-19 untuk Jokowi berbeda dengan
yang tersebar di masyarakat" keliru. Judul
artikel yang menjadi rujukan dari klaim
itu berupa kalimat pertanyaan. Artikel
ini pun berisi jawaban Moeldoko
soal pertanyaan tentang isu bahwa vaksin
yang bakal diberikan kepada Presiden
Jokowi berbeda dengan yang akan
diterima masyarakat. Menurut Moeldoko,
prosedur vaksinasi yang akan dijalani oleh
Presiden Jokowi tidak berbeda dengan
yang akan dilakukan oleh masyarakat.
terbit informasi melalui media sosial Facebook dan Broadcast WhatsApp yang berisi
beberapa klaim terkait Virus Corona (Covid-19) yang mengatasnamakan jurnalis dan
presenter Najwa Shihab. Dalam informasi ini secara tersirat meragukan efektivitas
rapid test yang selama ini diandalkan untuk mendeteksi pasien positif Covid-19.
Faktanya, informasi ini dibantah oleh Najwa Shihab melalui unggahan Instagram
stories di laman Instagram resminya @najwashihab, pada 6 Januari 2021. Najwa
menyebut bahwa informasi yang mengatasnamakan dirinya ini adalah tidak benar.
Ia menegaskan, dirinya tidak pernah membuat tulisan seperti pada unggahan yang
terbit .
terbit sebuah informasi yang menyatakan hampir setengah dari pegawai di BTC
(Bangka Trade Center) hasil swab nya terkonfirmasi positif Covid-19.
Faktanya, hal ini telah dibantah oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno. Beliau memberikan
pernyataan hampir setengah pegawai toko di BTC swab-nya positif itu menyesatkan
dan tidak bisa dipertanggungjawabkan dan memastikan informasi ini adalah
hoaks.
terbit sebuah unggahan yang mencatut nama mantan Menteri Kesehatan dan
dokter jantung Siti Fadilah Supari terkait pengobatan Covid-19. Dalam unggahan
ini terdapat narasi yang membahas tujuh langkah pengobatan ampuh apabila
terinfeksi Covid-19. Salah satu cara penanganan Covid-19 yang sangat ampuh
menurut narasi yang terbit itu adalah istirahat selama tujuh hari.
Faktanya, informasi atau narasi yang terbit mencatut nama Siti Fadilah Supari
terkait pengobatan Covid-19 tidak benar. Kuasa hukum dr Siti Fadillah, Ahmad
Cholidin memastikan bahwa narasi yang tersebar soal pengobatan Covid-19 itu
bukanlah tulisan Siti Fadilah Supari.
terbit iklan sebuah produk kosmetik di Marketplace Facebook yang
mengklaim bisa mencegah Virus Corona Covid-19 sudah bersertifikasi BPOM.
Dalam postingan juga dijelaskan tatacara penggunaannya.
Dilansir dari Liputan6.com, klaim produk kosmetik yang bisa mencegah dan
menyembuhkan Covid-19 telah mendapat izin BPOM adalah tidak benar.
Faktanya hingga saat ini belum ada pencegah maupun obat khusus untuk
penyakit ini dan BPOM tak memberikan izin produk ini sebagai
pencegah dan penyembuh Covid-19.
terbit di media sosial Facebook sebuah gambar hasil tangkapan layar dari siaran
langsung berjudul "Vaksin Covid-19 Memperbesar Ukuran Penis" (Covid Vaccine Enlarges
Penis!). Disebutkan pula bahwa penelitian menunjukkan rata-rata panjang penis
meningkat 23 persen.
Dikutip dari Antaranews.com, menurut pemeriksaan fakta Pesacheck.org, unggahan yang
terbit di Facebook ini adalah hoaks. Foto itu pertama kali dibuat dengan
menggunakan "Break Your Own News" dengan tujuan parodi saja. "Break Your Own
News" adalah situs untuk membuat meme yang menggunakan format "breaking news".
Pengguna dengan mudah tinggal menempelkan foto serta membuat judul yang
diinginkan. Situs itu sebelumnya telah mengimbau penggunanya untuk berhati-hati atas
apa yang dibuat dan kemungkinan unggahan ini disebarluaskan.
terbit unggahan di media sosial Facebook sebuah tangkapan layar berita dengan logo media
CNN.com yang berjudul “Doctors encourage covid-19 vaccine injections in penis”. Pada sampul
artikel ini tampak foto seorang dokter dan ilustrasi injeksi di alat kelamin pria.
Faktanya, berdasarkan penelusuran Snopes.com, artikel yang mencatut nama CNN.com itu adalah
palsu. Berdasarkan pencarian pada index berita di kanal CNN.com, tidak ditemukan artikel dengan
judul dan sampul seperti pada unggahan tangkapan layar yang terbit . Foto ilustrasi yang
menunjukkan “area aman untuk injeksi” ke penis sebenarnya berasal dari instruksi manual untuk
injeksi penis sebagai pengobatan untuk disfungsi ereksi, diambil dari situs Kansas City,
Missouri-area St. Luke’s Health System. Sedangkan foto dokter yang ditampilkan ini bernama
Mohitkumar Ardeshana, seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Claremont, California.
Kepada situs pengecekan fakta India Boom, Ardeshana mengatakan belum pernah berkomentar
soal penelitian ini.
terbit di media sosial Facebook sebuah klaim
yang menyebutkan bahwa vaksin Sinovac
mengandung Vero Cell atau sel kera hijau Afrika.
Dalam unggahannya, disertakan foto kemasan
vaksin Sinovac serta foto hasil tangkapan layar
definisi Sel Vero menurut situs Wikipedia.
Faktanya, Dilansir dari Tribunnews.com, Juru
Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, Bambang
Heriyanto membantah hal ini dengan
menegaskan bahwa Vero Cell yang telah
diinokulasi dengan SARS-CoV-2 itu tidak akan
terbawa hingga proses akhir pembuatan vaksin. Ia
menambahkan, vaksin corona produksi Sinovac
merupakan jenis in activated virus atau virus yang
dimatikan. In activated virus merupakan cara
umum yang biasa digunakan dalam pembuatan
vaksin. Bambang memastikan, vaksin yang akan
digunakan di masyarakat benar-benar terjamin
mutu dan kualitasnya.
terbit postingan yang menyatakan bahwa resep teh hijau dicampur dengan lemon dapat
mengatasi Covid-19. Dalam narasi itu disebutkan pula bahwa resep ini merupakan resep rahasia
dari Vietnam yang membuat negara itu mampu mengatasi Covid-19.
Faktanya, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa campuran teh hijau dengan
lemon dapat mengatasi Covid-19. Dilansir dari Unair.ac.id, Ahli Gizi Stefania Widya Setyaningtyas S.Gz.
M.PH., mengatakan bahwa lemon dapat mengubah pH tubuh sehingga virus tidak dapat bertahan
merupakan hal yang tidak benar. Ia menyebut pH tubuh diatur oleh suatu mekanisme kompleks yang
tidak akan berubah hanya karena mengonsumsi makanan. Terkait teh hijau yang juga dianggap
dapat mencegah infeksi Covid-19, menurut Stefania hal itu belum sepenuhnya terbukti.
terbit informasi yang berasal dari sebuah artikel berjudul "Penerima perdana
suntikan vaksin covid 19 sinovac cina, meninggal dunia". Pada artikel ini
terdapat narasi yang berbunyi "Pekerja kesehatan dan sukarelawan Fabiana Souza
menerima vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac
Biotech di Rumah Sakit Sao Lucas, di Porto Alegre, Brasil selatan, meninggal
dunia."
Dilansir dari Merdeka.com, informasi penerima pertama vaksin Sinovac meninggal
dunia adalah tidak benar. Tidak ditemukan informasi tentang hal ini. Selain
itu, klaim bahwa pekerja kesehatan dan sukarelawan Fabiana Souza yang
menerima vaksin Covid-19 meninggal dunia juga tidak benar dan informasi terkait
hal itu juga tidak ditemukan.
terbit kabar melalui broadcast WhatsApp yang menyebutkan Warung Kopi Purnama
yang beralamat di Jalan Alkateri No.22, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota
Bandung tutup karena adanya kasus positif Virus Corona (Covid-19).
Setelah dilakukan penelusuran, diketahui informasi yang terbit ini merupakan
kabar bohong alias hoaks. Pihak Manajemen Warung Kopi Purnama menyatakan sampai
saat ini seluruh staf Warung Kopi Purnama tidak ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif
Virus Corona. Dikutip dari laman Prfmnews.pikiran-rakyat.com, ketika dikonfirmasi via
telepon pada Minggu, 3 Januari 2021, Manajemen Warung Kopi Purnama menjelaskan
bahwa Warung Kopi Purnama masih tetap buka seperti biasa. Sementara itu, Camat Sumur
Bandung, Sri Mayaningsih menyatakan pihaknya tidak menerima laporan adanya kasus
terkonfirmasi positif Virus Corona di Warung Kopi Purnama.
Telah terbit pesan berantai di WhatsApp yang berisi informasi mengenai Surabaya kembali
masuk zona merah. Disebutkan pula bahwa sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 penuh pasien
Corona dan pelanggar razia masker akan didenda Rp 250 ribu.
Dilansir dari laman Suarasurabaya.net, Informasi yang terbit ini adalah tidak benar.
Faktanya, Surabaya saat ini termasuk zona kuning dan juga rumah sakit rujukan Covid-19
Surabaya tidak semuanya penuh. Adapun mengenai razia, Detikcom mengkonfirmasi kebenaran
broadcast ini kepada Kabagbinops Ditlantas Polda Jatim. Kompol Gathot Bowo. Gathot
memastikan pesan berantai itu tidak benar.
terbit akun palsu mengatasnamakan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf akun
ini terlihat menawarkan salah satu produk asuransi dengan
mengunggah status terkait penawaran produk multifinance SinarMas bertajuk
“Pinjaman Dana Dari Bantuan Pemerintah Peduli Covid-19”.
Setelah ditelusuri, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menegaskan bahwa akun
ini palsu. Ia menjelaskan bahwa selama ini tidak pernah aktif bermain
media sosial Facebook apalagi Messenger. Bupati menghimbau kepada
siapapun yang dihubungi akun palsu ini agar mengabaikannya, sekaligus
berhati-hati dengan modus penipuan serupa yang mengatasnamakan dirinya.
Telah terbit pesan berantai dalam Bahasa Inggris di WhatsApp yang berisi pesan
berantai dari Pemerintah Inggris mengenai bahaya penggunaan vaksin Covid-19
Pfizer/Biontech.
Dilansir dari laman situs Medcom.id, klaim peringatan bahaya penggunaan vaksin
Pfizer/Biontech dari Pemerintah Inggris adalah salah. Faktanya, Pemerintah Inggris
hanya mengeluarkan informasi dan saran untuk penerima vaksin Pzifer/Biontech
terbit unggahan video di media sosial Twitter terkait pernyataan pejabat partai
komunis di China yang mengkritik kualitas vaksin dari China. "Haha, Partai Komunis
China mengakui kepada publik bahwa kualitas vaksin buatan China tidak memenuhi
standar. Saya pikir mereka sendiri takut menggunakan vaksin ini, karena takut
membunuh orang dan kehilangan muka", bunyi narasi unggahan yang diterjemahkan
ke dalam Bahasa Indonesia.
Faktanya, video ini adalah wawancara lama yang ditayangkan pertama kali pada 7
Maret 2010 oleh stasiun TV lokal China, SMGBB. Video yang digunakan pengunggah
konten ini sebenarnya menampilkan sosok profesor bernama Wang Yu yang
tengah diwawancara media terkait perkembangan vaksin. Dalam video itu, Wang Yu
berkata vaksin yang dikerjakan timnya masih dalam perbaikan kualitas. Dalam video asli
ini tidak disebutkan vaksin yang sedang diperbaiki kualitasnya adalah vaksin
Covid-19. Pasalnya, Virus Corona baru dideteksi pertama kali di China pada akhir 2019
terbit sebuah pesan berantai pada platform
WhatsApp Vaksin Sinovac hanya untuk kelinci
percobaan, tidak untuk disebarluaskan karena
mengandung bahan-bahan berbahaya seperti boraks,
formalin dan merkuri. Vaksin Sinovac juga disebut tidak
halal karena berasal dari jaringan kera hijau Afrika.
Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Vaksin Sinovac
hanya untuk kelinci percobaan, tidak untuk
disebarluaskan adalah tidak berdasar. Faktanya,
Manager Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19
dari Universitas Padjadjaran Eddy Fadlyana
mengkonfirmasi klaim dalam pesan ini adalah
hoaks. Kepada antaranews.com di Jakarta, pada Sabtu 2
Januari 2021, Eddy mengatakan pesan itu mengandung
hasutan dan kebohongan sehingga berpotensi
membuat kekacauan di masyarakat. Kemasan yang
ditampilkan dalam pesan yang terbit adalah
kemasan vaksin yang khusus digunakan untuk uji klinis
seperti yang dilakukan di bandung. Sementara klaim
tidak halal, dijelaskan bahwa yang menentukan halal
adalah Majelis Ulama Indonesia. Namun, Eddy
menyatakan vaksin Sinovac tidak menggunakan enzim
tripsin babi dimana sejumlah vaksin juga
menggunakan sel vero seperti vaksin DPT yang
mengantongi sertifikat halal.
terbit di media sosial Facebook video yang
memperlihatkan ribuan jamaah tanpa masker
menyambut pendakwah Ustaz Abdul Somad
(UAS) yang dipublikasikan pada 02 Januari
2021.
Faktanya, klaim video yang memperlihatkan
ribuan jamaah tanpa masker menyambut
pendakwah UAS adalah disinformasi. Video
ini merupakan video lama yang terjadi
sebelum musim pandemi Covid-19. Dilansir
dari Turnbackhoax.id, video ini
merupakan momen UAS menghadiri tabligh
akbar di Dayah Serambi Aceh, Kawasan Desa
Meunasah Rayeuk pada 8 Maret 2019. Video
identik diunggah kanal YouTube FADHILLAH
STUDIO berjudul "USTADZ ABDUL SOMAD DI
SERAMBI ACEH 2019,+ RIBUAN
JAMAAH_FULHD" pada 9 Maret 2019.
terbit sebuah postingan di media sosial
Facebook berupa pengumuman berbentuk
flyer yang menggunakan logo Jasa Marga.
Dalam flyer yang terbit ini terlihat
informasi tentang penutupan pintu akses
masuk tol di Surabaya.
Faktanya, ketika tampilan awal flyer itu
diklik, informasi ini hanyalah lelucon.
Di bagian bawah terdapat catatan bahwa
pintu tol akan terbuka kembali setelah kartu
elektronik tol ditempelkan untuk akses
pembayaran. Operations Department Head
Jasa Marga Surabaya–Gempol Ahmad
Basuni menegaskan, penutupan jalan tol
secara total merupakan informasi yang
keliru. Tol merupakan akses jalur nasional,
sehingga tidak mungkin ditutup secara
total. Ahmad Basuni mengatakan bahwa
tidak ada kebijakan ini dan
memastikan informasi ini adalah
palsu
terbit kabar dalam sebuah percakapan grup Whatsapp berisi informasi terkait kondisi terkini
Syekh Ali Jaber yang tengah terkonfirmasi positif Covid-19. Dalam percakapan disebutkan bahwa
Syekh Ali Jaber mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan diantaranya tidak
sadarkan diri, paru-paru pecah, dipasang selang di rongga dada dan di intubasi dengan ventilator.
Menanggapi informasi yang terbit , melalui Story akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber
menyebut bahwa informasi ini hoaks alias tidak benar. Dalam postingannya, pengelola akun
juga meminta agar warganet ikut mendoakan kesembuhan Syekh Ali Jaber. "Saat ini guru kita
@syekh.alijaber diistirahatkan total diruang ICU dengan harapan segera stabil.Mohon doa dari para
jamaah untuk kesembuhan guru kita @syekh.alijaber dan orang-orang yg saat ini sakit semoga
Allah Subhanahuwata'ala segera sembuhkan. Aamiin,". Unggahan ini kemudian dibagikan kembali
oleh Syekh Ali Jaber di akun pribadinya.
Telah terbit sebuah surat edaran yang mengatasnamakan Bupati Temanggung
tentang dana kompensasi zona merah Covid-19. Surat edaran bertandatangan Bupati
Temanggung, H. Muhammad Al Khadziq tertanggal 31 Desember 2020 ini
ditujukan kepada seluruh kepala badan/dinas/kantor, kepala instansi vertikal, camat
dan kepala desa se-Kabupaten Temanggung, pimpinan BUMD atau BUMN, pimpinan
perbankan dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Temanggung.
Faktanya, surat edaran tentang dana kompensasi zona merah Covid-19 itu dibantah
oleh Kepala Bagian Humas Setda Pemkab Temanggung, Sumarlinah. Ia memastikan
bahwa surat edaran ini adalah palsu atau hoaks. Sumarlinah menuturkan bahwa
Bupati Temanggung tidak pernah mengeluarkan surat edaran terkait dana
kompensasi ini.
terbit pesan berantai di aplikasi
perpesanan Whatsapp berisi sebuah
informasi yang mengklaim bahwa
Vaksin Pfizer buatan China. Dalam
pesan ini disebutkan bahwa
penemu dan pembuatnya juga China.
Dilansir dari laman Medcom.id, klaim
bahwa vaksin Pfizer buatan China
adalah salah. Faktanya, Vaksin Pfizer
merupakan produk gabungan
perusahaan Amerika Serikat dan
Jerman. Pfizer merupakan
perusahaan farmasi Amerika Serikat
yang menggandeng BioNTech,
perusahaan asal Jerman.
terbit sebuah pesan berantai yang disertai potret tenda oranye di depan RSUD Dr Moewardi
pada platform WhatsApp, pesan ini memberikan keterangan bahwa lima bangsal isolasi
pasien Covid-19 di RSUD Dr Moewardi telah penuh dan tidak bisa lagi menampung pasien
Covid-19, disebutkan pula bahwa akhirnya RSUD Dr Moewardi membuat dua tenda darurat guna
penanganan pasien Covid-19 di Wilayah Solo, Jawa Tengah.
Faktanya, klaim pada pesan berantai ini adalah salah. Direktur RSUD Dr Moewardi Solo,
Cahyono Hadi mengklarifikasi pesan ini dengan menjelaskan bahwa bangsal isolasi RSUD
Dr Moewardi masih tersedia tempat tidur kosong untuk pasien Covid-19, bahkan sesuai dengan
adanya instruksi Kementerian Kesehatan tempat tidur pada bangsal isolasi RSUD Dr Moewardi
bisa bertambah. Adapun potret tenda oranye bertuliskan BNPB di depan RSUD Dr Moewardi
ini dimanfaatkan untuk keluarga yang mengantar pasien umum bukan sebagai tenda
darurat isolasi pasien Covid-19.
terbit informasi mengunggah di media sosial sebuah klaim yang menyebut Bill
Gates melarang keluarganya untuk disuntik vaksin covid-19. Akun ini juga
menyebut CEO Pfizer, Albert Bourla tidak mau divaksin covid-19.
Dilansir dari Liputan6.com, Klaim yang menyebut Bill Gates dan CEO Pfizer, Albert
Bourla menolak disuntik vaksin covid-19 merupakan informasi yang tidak benar.
Faktanya, Bill Gates dan Albert Bourla siap untuk disuntik vaksin covid-19.
terbit sebuah edaran yang
mengatasnamakan Dinas Kesehatan
Pemerintah Kota Palembang. Surat edaran
ini menggunakan kop surat layaknya
surat resmi dan dibubuhkan tanda tangan
Plt Kepala Dinas Kota Palembang.
Dilansir dari situs resmi
dinkes.palembang.go.id, surat edaran
ini telah ditambahkan stempel hoaks.
Dalam situs ini juga dihimbau kepada
masyarakat untuk berhati- hati terhadap
berita hoaks atau penipuan. Apapun berita
yang berkaitan yang mengatasnamakan
Dinas Kesehatan Kota Palembang agar
dapat dikonfirmasikan terlebih dahulu
datang langsung ke alamat kami atau
melalui via telepon terima kasih.
terbit pesan berantai terkait sambal bawang
yang dapat mencegah Covid-19. Dalam pesan
berantai disebutkan orang Indonesia kebal pada
Covid-19 karena sering mengonsumsi sambal
bawang. Klaim bahwa bawang harus
dikonsumsi dengan cabai karena mengandung
vitamin C dosis tinggi untuk mencegah virus,
kuman, maupun bakteri.
Dilansir dari Liputan6.com, klaim yang
menyebutkan sambal bawang bisa mencegah
Covid-19 adalah tidak benar. Menurut dr Putu
Eka Prayastiti Kefani, Dokter keluarga sekaligus
Co-founder Sadar Sehat menjelaskan bahwa
klaim yang menyebut bawang harus
dikonsumsi dengan cabai karena mengandung
vitamin C dosis tinggi untuk mencegah Covid-19
tidak tepat, sebab jumlah vitamin C yang
dibutuhkan sebagai dosis terapeutik
(membantu tubuh melawan virus pada
umumnya) adalah 1000-2000 mg, yakni setara
dengan 2 kg cabai. Hal ini tidak rasional
karena dalam 100 gram cabai hanya
mengandung 50 mg vitamin C. Ia juga
menyebut pencegahan efektif untuk
menangkal Covid-19 adalah dengan penerapan
protokol kesehatan.
Telah terbit unggahan di media sosial yang memuat tautan dari
Youtube berjudul "HEB0H! GIBRAN SERAHKAN DIRI KE KPK DEMI
IST4NA ! KENAPA LURR". Sedangkan dalam thumbnail video ini
terdapat narasi yang berbunyi "GIBRAN MENYERAH !!! DEMI ISTANA".
Dilansir dari Medcom.id, Klaim Gibran menyerahkan diri ke KPK adalah
salah. Faktanya, tidak ada informasi valid dari media arus utama terkait
hal itu.
Telah terbit sebuah video di media sosial yang diklaim puluhan ribu paket
bansos terbengkalai yang sudah kedaluwarsa di kawasan industri Pulogadung.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, faktanya klaim ini tidak benar. Kanit
Reskrim Polsek Cakung, Iptu Stevanus Leonard Johannes memastikan bahwa
paket bansos ini belum kadaluarsa. Di mana masa kadaluarsa masa
cukup lama, yakni pada 2023 mendatang.
terbit sebuah video di media sosial Facebook yang menyebut petugas medis
menggunakan jarum palsu saat vaksinasi. Dengan narasi "Sudah diketahui bahwa mereka
menggunakan jarum suntik palsu untuk orang yang disuntik. Tapi, tolong jangan terlalu
kelihatan di TV. Mereka menunjukkannya, bahkan lebih dari sekali? Hampir seperti mereka
ingin kau melihat ini... oh...".
Dilansir dari Liputan6.com, klaim jarum palsu dalam pemberitaan video di situs BBC News
adalah tidak benar. Faktanya, itu merupakan jarum suntik yang bisa ditarik (retractable
needles). BBC menjelaskan, petugas medis ini menggunakan safety syringe. Jarum ini
akan masuk ke perangkat secara otomatis setelah digunakan. Masih dalam penjelasan BBC,
safety syringe sudah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade. Alat ini berfungsi
untuk melindungi staf medis dan pasien dari cedera hingga infeksi.
terbit sebuah unggahan yang menampilkan dua buah foto dimana terdapat beberapa
wanita bersama dengan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. Dalam
keterangannya, nama akun Deni ini menyatakan bahwa foto ini merupakan foto
bintang iklan untuk jamu Covid-19.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, unggahan ini ternyata hoaks. Wanita yang
terdapat dalam gambar bukan merupakan bintang iklan untuk jamu Covid-19. Foto
pertama merupakan foto dari pasien 01,02, dan 03 Covid-19 yang berhasil sembuh. Dilansir
dari detiknews, Menteri Kesehatan pada saat itu, Terawan Agus Putranto pun secara
langsung memberikan jamu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai buah tangan.
Sementara foto kedua adalah foto dari ketiga orang yang sama yaitu pasien 01,02 dan 03
Covid-19 yang berhasil sembuh. Melansir dari Kumparan.com, Juru bicara pemerintah
untuk penanganan Corona pada saat itu, Achmad Yurianto, untuk pertama kali
memperkenalkan ketiga pasien ini di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
terbit sebuah video berdurasi 24 detik
yang dinilai dapat meresahkan masyarakat,
menunjukkan kondisi isolasi yang diduga
pasien Covid-19 dengan keterangan video
yang mengatakan bahwa isolasi itu
berlokasikan di GOR Jayabaya Kediri.
Faktanya, dilansir dari laman resmi
Kedirikota.go.id, Kepala Dinas Kesehatan
Kota Kediri, dr. Fauzan Adima membantah
bahwa kondisi ini terjadi di Kota
Kediri. Menurut pihaknya, GOR Jayabaya
memang sempat difungsikan untuk
observasi pemudik lebaran lalu. Namun,
tercatat sejak 1 Oktober 2020 GOR
Jayabaya sudah tidak difungsikan untuk
tempat observasi bagi pemudik lagi.
Adapun video serupa sempat terbit di
daerah lain seperti di Istora Senayan
Jakarta dan GOR Lembupeteng, tentu saja
hal ini dibantah oleh pemerintah setempat.
terbit sebuah unggahan video berdurasi 33 detik dengan menampilkan para pasien
Covid-19 sedang menjalani perawatan atau karantina di sebuah tempat yang sekilas mirip
dengan gedung olahraga, unggahan ini mengklaim bahwa lokasi karantina pada video
ini adalah di Istora Senayan Jakarta, bahkan sebagian unggahan menyebutkan pula
bahwa video ini adalah potret karantina pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet.
Faktanya, klaim bahwa lokasi karantina pasien Covid-19 pada video ini adalah di Istora
Senayan atau di Wisma Atlet merupakan klaim yang salah. Kepala Unit Istora Senayan Jujuk
Bandung Windargo mengatakan bahwa video ini hoaks, dan bukan merupakan salah
satu gedung yang berada di Istora Senayan. Dalam kesempatan lain Kabid Humas Polda
Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus mengemukakan pihaknya sudah melakukan
pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan video yang viral di media sosial. Namun,
hasilnya tidak ada satupun pasien Covid-19 yang ditaruh di Istora Senayan, Jakarta Selatan.
Diketahui bahwa gedung yang digunakan untuk karantina pada video ini adalah
Stadion Indoor Kompleks Olahraga (Sukpa) Pahang, Malaysia.
terbit postingan di Facebook terkait informasi varian baru dari Virus Covid-19. Dimana
Virus jenis baru ini telah bermutasi secara meluas serta penyebarannya sudah
sampai di Singapura. Dalam postingan disebutkan bahwa varian baru dari Virus Covid-19
ini tidak dapat terdeteksi melalui tes PCR dan Rapid Test Antigen.
Dilansir dari Tasikmalaya.pikiran-rakyat.com, dr. Zubairi Djoerban, selaku Ketua Satgas
Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membantah melalui cuitan dalam akun Twitternya
yang menyatakan bahwa "Ada yang bilang varian baru ini tidak bisa terdeteksi tes PCR.
Itu tidak benar". dr Zubair menjelaskan, Tes PCR ini bisa mendeteksi tiga spike (seperti
paku-paku yang menancap pada permukaan virus korona) berbeda. Sehingga, varian
baru ini masih tetap bisa dideteksi tes PCR.
terbit pesan berantai di Whatsapp yang
berisi sebuah artikel yang berjudul "Progja
Presiden Jokowi mulai Januari 2021: Rekayasa
Pandemi Covid-19, Perwujudan Industri dari
China Tiongkok" dengan menyebut Prof
Bambang Sudibyo, Guru Besar UGM dan Ketua
BAZNAS RI, sebagai penulisnya.
Dilansir dari Republika.co.id, Prof Bambang
Sudibyo menegaskan tulisan pada artikel yang
terbit itu tidak benar atau hoaks. Prof
Bambang Sudibyo juga menegaskan bahwa
tulisan ini bukan darinya.
Telah terbit pesan berantai WhatsApp
sebuah informasi yang mengatakan adanya
rapid test antigen di beberapa titik di rest
area atau tempat istirahat jalan tol Jawa
Timur.
Faktanya, informasi yang mengatakan
bahwa ada rapid test antigen di jalan tol
adalah salah. Menurut Kanit 2 Sat PJR Jatim
Iptu Roni Faslah menegaskan bahwa saat
ini tidak ada layanan rapid test antigen di
jalan tol di Jatim seperti kabar yang terbit .
Roni mengatakan bahwa memang ada
layanan rapid test antigen di jalan dan itu
ada di Kota Malang yang digelar Pemkot
Malang. Tetapi tidak ada layanan rapid test
antigen di tol di Jatim. Kalau di Kota Malang
ada. Infonya dari wali kota Malang, tapi
bukan di jalan tol.
terbit di media sosial Facebook sebuah postingan yang berisi sebuah gambar tangkapan layar dari
sebuah media online yang berjudul "HOSPITALS ON LOCKDOWN AS FIRST COVID VACCINE PATIENTS
START EATING OTHER PATIENTS" yang bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia "RUMAH SAKIT DI
LOCKDOWN KARENA PASIEN VAKSIN COVID PERTAMA MULAI MAKAN PASIEN LAIN”.
Setelah dilakukan penelusuran, klaim adanya berita yang menyatakan ada rumah sakit di lockdown
karena pasien vaksin Covid-19 pertama mulai memakan pasien lain adalah klaim yang salah. Foto
ini merupakan foto editan yang menggabungkan tampilan berita dari media online dengan
foto asli yang sudah diunggah sejak Februari tahun 2019 dan tidak ada hubungan dengan pasien
vaksin Covid-19". Foto asli, dimuat pada artikel berjudul “I Remember the First Time I Saw a Teenager
Die” yang tayang di situs The New York Times pada 14 Februari 2019 dengan keterangan “The trauma
bay in the emergency department at Temple University Hospital after resuscitation efforts failed” atau
jika diterjemahkan “Tempat trauma di unit gawat darurat di Temple University Hospital setelah upaya
resusitasi gagal”.
terbit sebuah gambar di berbagai platform media sosial yang menampilkan sebuah tabel yang
diklaim sebagai data "The highest covid case", gambar ini disertai narasi yang mengklaim bahwa
Kabupaten Purworejo merupakan kabupaten dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Jawa Tengah.
Faktanya, klaim bahwa Purworejo adalah Kabupaten dengan kasus Covid-19 tertinggi di Jawa Tengah,
dan keempat tertinggi di Indonesia adalah salah, juga tidak sesuai dengan data Covid-19 yang dimiliki
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Data Pemerintah Indonesia. Dinas Komunikasi dan
Informatika Kabupaten Purworejo mengklarifikasi bahwa saat ini jumlah kasus Covid-19 di kabupaten
Purworejo relatif terkendali dan secara kumulatif bukan berada pada posisi tertinggi di Jawa Tengah,
Purworejo sendiri sudah masuk kategori orange, dengan risiko sedang. Adapun tabel gambar yang
diklaim sebagai "The highest covid case" adalah tidak benar. Tabel ini adalah tabel Grafik Rate of
Transmission kasus Covid-19 yang didasarkan pada rata-rata penyebaran kasus dari satu orang ke
orang yang lainnya hasil testing dan tracing dalam penanganan pandemi Covid-19
Telah terbit unggahan di media sosial yang memuat foto dengan klaim bahwa kebijakan
lockdown dan menjaga jarak yang diterapkan oleh pemerintah dunia di masa pandemi
Covid-19 ini bukan merupakan usaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga,
melainkan merupakan strategi pemerintah untuk mencegah revolusi.
Dilansir dari laman situs Covid19.go.id, klaim dalam unggahan ini adalah tidak benar.
Ditemukan penjelasan dari situs Who.int yang menyatakan bahwa kebijakan lockdown dan
menjaga jarak merupakan cara paling efektif untuk menekan angka persebaran Covid-19. Hal
ini dikarenakan virus penyebab Covid-19 ditularkan melalui percikan air liur yang berasal dari
saluran pernapasan dan keluar melalui hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi
Covid-19 batuk, bersin, maupun berbicara. Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
juga menegaskan pentingnya menjaga jarak untuk mengurangi resiko penularan Covid-19
Telah terbit sebuah video yang merekam satu keluarga di Kota Depok, Jawa Barat, hanya
makan tepung goreng selama satu pekan, karena terdampak pandemi Covid-19. Dalam
postingan video ini, dijelaskan jika keluarga ini tidak pernah mendapatkan bantuan
sosial sembako dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Setelah ditelusuri, informasi ini tidak benar. Kabar itu pun langsung direspon petugas
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Kelurahan PGS, Kecamatan Cimanggis, Polsek Cimanggis,
dan Polrestro Depok. Lurah PGS, Supriyatun mengklarifikasi perihal video ini. Menurutnya,
keluarga ini terdaftar mendapatkan bansos. Kasat Binmas Polrestro Depok, Kompol
Lumban mengaku, sudah terjun ke lokasi memberikan bantuan ke keluarga ini. Ia
mengutarakan, keluarga ini pernah mendapat bantuan dari Gubernur Jabar Ridwan
Kamil sebanyak dua kali.
Telah terbit di media sosial Facebook
sebuah unggahan terkait klaim bahwa
anggota Parlemen Austria yang menguji
alat rapid test antigen dengan Coca-Cola.
Berikut adalah narasinya "Parlemen di
Austria membuktikan ngawurnya hasil
rapid test dgn memberi contoh segelas
Coke yg dites dan hasilnya positif. Yg bikin
gw trenyuh, marah sekaligus bingung,
udah ada ribuan bukti dari hampir seluruh
dunia bahkan dokter2 patologi Indonesia
juga sependapat, tapi kenapa rapid masih
DIWAJIBKAN sampai memakan banyak
korban jiwa? Lu psikopat apa gimana?
Demi lindungin bisnis iblis kayak gini lu
sampai penjarain orang ya IKATAN DOKTER
INDONESIA. Mana sumpah dokter lu?".
Dilansir dari Liputan6.com, klaim yang
menyebut bahwa anggota Parlemen
Austria, Michael Schnedlitz yang menguji
alat rapid test antigen dengan Coca-Cola
dan hasilnya positif adalah salah. Faktanya
Schnedlitz melakukan test tidak sesuai
dengan instruksi yang diberikan dan itu
membuat hasilnya rusak
Telah terbit pesan berantai di WhatsApp yang berisi sebuah informasi Bansos dalam
bentuk uang tunai Rp300 ribu/bulan selama 6 bulan mulai Januari 2021. Dalam pesan
ini disertai link https://corona.jakarta.go.id/id/informasi-bantuan-sosial.
Dilansir dari Data.jakarta.go.id, informasi yang terbit ini adalah tidak benar.
Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa link yang dicantumkan dalam
pesan adalah link informasi penerima Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta Tahap 2 yang telah disalurkan pada tanggal 14 s/d 22 Mei 2020.
terbit di sosial media Facebook sebuah unggahan narasi dengan klaim bahwa
vaksin Pfizer dipersiapkan untuk Presiden Joko Widodo beserta jajarannya sedangkan
vaksin Sinovac dipersiapkan untuk masyarakat sebagai kelinci percobaan.
Faktanya, berdasarkan penelusuran dari Turnbackhoax.id, tidak ditemukan informasi
resmi mengenai hal itu. Presiden Jokowi sampai saat ini belum menentukan vaksin
apa yang akan dipakai. Pasalnya, hingga kini pemerintah Indonesia belum
mengumumkan jenis vaksin yang akan digunakan. Menurut Juru Bicara Satgas
Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, pemerintah masih menunggu hasil uji
kelayakan dan keamanan vaksin, serta emergency use of authorization, atau otorisasi
penggunaan darurat.
terbit pesan berantai di WhatsApp informasi yang diklaim merupakan hasil dari rapat gugus tugas
bahwa Purworejo akan diberlakukan lockdown per 24 Desember 2020.
Faktanya, berdasarkan klarifikasi dari Asisten II Sekda Purworejo, Drs. Boedhi Harjono, menyampaikan
bahwa tidak benar bila Pemerintah Kabupaten Purworejo akan mengambil kebijakan lockdown di
tanggal 24 Desember. Namun, menurut Boedhi untuk mengantisipasi dan menekan eskalasi Pandemi
Covid-19, Pemkab Purworejo mengambil beberapa kebijakan menghadapi libur natal dan tahun baru
yaitu, antara lain:
1. Diberlakukan Protokol Kesehatan yang lebih ketat di seluruh Destinasi Pariwisata Kabupaten
Purworejo.
2. Bagi pemilik Cafe jam tutup beroperasi maksimal pukul 22.00 WIB
3. Bagi penyelenggara Event, tidak diperbolehkan menyelenggarakan event pada pergantian tahun
baru 2021.
4. Bagi masyarakat agar merayakan pergantian tahun baru 2021 di rumah saja.
5. Tidak ada acara perayaan pergantian tahun baru 2021 di Alun-Alun Purworejo, Alun-Alun Kutoarjo
maupun semua Alun-Alun di Kecamatan.
6. Diberlakukan penutupan kawasan Alun-Alun Purworejo dan Alun-Alun Kutoarjo mulai pukul 18.00
WIB pada akhir tahun.
7. Larangan konvoi kendaraan untuk perayaan pergantian tahun baru 2021.
8. Satgas Covid-19 Kabupaten Purworejo untuk melakukan monitoring.
9. Seluruh obyek wisata di Kabupaten Purworejo ditutup mulai tanggal 24 Desember 2020 s/d tanggal
4 Januari 2021 untuk mengurangi penyebaran Covid-19.
Telah terbit sebuah pesan berantai WhatsApp berisi petunjuk dari DR.dr.Erlina Burhan,MSc,
Sp. P (K) tentang bukti ilmiah terkait penularan Covid-19.
Faktanya, dilansir dari Liputan6.com, DR.dr.Erlina Burhan, MSc, Sp. P (K) mengklarifikasi
bahwa isi dalam pesan ini adalah bukan tulisannya. Terkait hubungan golongan darah
dengan Covid-19, Cek Fakta Liputan6.com meminta penjelasan dari dr RA Adaninggar, SpPD.
Dia menyebut penjelasan dalam pesan berantai ini tidak benar. Dalam pesan berantai
ini ada kata-kata 'pasti selamat', 'akan aman-aman saja', atau 'paling kuat' itu jelas salah.
Semua golongan darah punya risiko yang sama untuk terkena Covid-19, lagipula itu baru
faktor genetik saja dan faktor genetik itu merupakan faktor kecil dalam mempengaruhi
manifestasi penyakit. Masih ada faktor virus, lingkungan, dan sistem imun lain yang
kompleks. Jadi faktor golongan darah saja tidak cukup untuk menentukan kebal tidaknya
seseorang pada suatu penyakit. Terkait isi pesan berantai soal seberapa banyak virus Covid-19
yang bisa membuat seseorang terjangkit juga tidak benar. Penjelasan di atas merupakan
tingkat penyebaran untuk virus influenza. Hal ini dijelaskan dalam link yang disertakan dalam
pesan berantai ini.
Telah terbit unggahan di media
sosial yang memuat gambar sebuah
alat yang diklaim sebagai vaksin
Covid-19 yang diklaim buatan Pfizer
yang berbentuk vape atau rokok
elektrik. Dalam unggahan ini
terdapat vape yang masih dibungkus
dengan logo dan kemasan mirip Pfizer.
Terdapat juga tulisan Coronavirus
Vaccine Covid-19 dan Vaporizer
Cartridge.
Dilansir dari laman situs Merdeka.com,
klaim terkait vaksin Covid-19 Pfizer
berbentuk vape adalah tidak benar.
Vaksin Pfizer yang asli disuntikkan ke
lengan atas dan diberikan sebagai dua
dosis dengan selang waktu 21 hari.
terbit postingan di media sosial Facebook, sebuah gambar tangkapan layar sebuah artikel
yang berjudul "Pope Francis Says Covid Vaccine Will Now Be Required To Enter Heaven".
Dalam tangkapan layar ini disertai narasi yang menyatakan “Selain digunakan sebagai
tiket masuk pertunjukkan, pesawat dan kegiatan sosial lainnya, vaksin juga bisa dipakai
sebagai tiket masuk surga .. OMG”.
Dilansir dari Cekfakta.tempo.co, klaim bahwa Paus Fransiskus menyebut vaksin Covid-19
adalah tiket masuk surga adalah tidak benar. Klaim ini berasal dari artikel yang ditulis oleh
situs The Babylon Bee, yang merupakan situs satire. Tidak ditemukan pemberitaan dari
media kredibel maupun Kantor Pers Takhta Suci Vatikan bahwa Paus Fransiskus pernah
menyatakan hal ini.
terbit informasi di media sosial WhatsApp dengan narasi sebagai berikut: "hanya
Indonesia yang beli vaksin sinovac, padahal China sendiri beli vaksin dari Inggris
sebanyak 200 juta unit".
Dilansir dari Medcom.id, klaim bahwa hanya Indonesia yang membeli vaksin Sinovac
asal Tiongkok adalah salah. Faktanya, sejumlah negara lain juga membeli vaksin
Sinovac, sebanyak empat negara lainnya telah memesan vaksin Sinovac. Katadata.co.id
mengutip Duke Global Health Innovation Center per 4 Desember 2020. Adapun negara
ini adalah Chili dengan pesanan 60 juta dosis, Turki (50 juta dosis), Brasil (46 juta
dosis) dan Bangladesh 100 ribu dosis. Sementara Indonesia disebutkan memesan
sebanyak 128 juta dosis.
Telah terbit informasi di media sosial terkait WHO yang menyebut vaksin
Covid-19 buatan Sinovac punya respon imun paling rendah dibanding 10
vaksin lainnya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, faktanya klaim itu salah. Dikutip dari
Covid19.go.id, menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada dokumen dan
informasi resmi dari WHO yang membandingkan respon imunitas 10 kandidat
vaksin, atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac rendah sebagaimana
ditampilkan dalam pemberitaan.
Telah terbit narasi di media sosial yang
menyebutkan bahwa Covid-19 adalah tipuan terbesar
yang menimpa publik yang tidak menaruh curiga.
Narasi itu diutarakan ahli patologi Dr. Roger Hodkinson
yang memuat sejumlah klaim. Hodkinson mengaku
dirinya mantan pimpinan Royal College of Physicians
and Surgeons of Canada. Ia menyebut bahwa Covid-19
tidak lebih dari musim flu yang buruk. Memakai
masker dan menjaga jarak sosial disebutnya tidak
berguna. Ia juga mengklaim bahwa hasil tes positif
Covid-19 tidak berarti infeksi klinis.
Dilansir dari laman situs Kompas.com, klaim seputar
Covid-19 yang disampaikan Dr. Roger Hodkinson
ini adalah tidak benar. Beliau tidak pernah
duduk sebagai pimpinan Royal College of Physicians
and Surgeons of Canada. Klaimnya bahwa Covid-19
tidak lebih dari musim flu yang buruk keliru. Selain itu,
klaim bahwa masker dan jaga jarak tidak berguna
dibantah WHO dan penelitian ilmiah. Begitu juga,
klaimnya bahwa hasil tes positif tidak berarti infeksi
klinis pun disanggah pakar kesehatan.
terbit di media sosial Facebook
informasi yang menyebutkan bahwa
Gubernur Riau Syamsuar dilarikan ke
ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD
Arifin Achmad.
Faktanya, dilansir dari Kompas.com,
klaim bahwa Gubernur Riau
Syamsuar dilarikan ke ICU adalah
tidak benar. Juru Bicara Satgas
Penanganan Covid-19 Riau dr Indra
Yovi membantah isu ini dengan
menjelaskan bahwa Gubernur Riau
dan juga istrinya memang tengah
menjalani perawatan di RSUD Arifin
Ahmad Pekanbaru karena Covid-19,
namun kondisi Gubernur Riau
beserta istri saat ini masih stabil, baik,
tidak demam dan tidak di ICU.
Telah terbit di media sosial Twitter sebuah
unggahan video yang meresahkan masyarakat,
berisi seorang perawat yang tidak sadarkan diri
usai disuntik vaksin Covid-19.
Faktanya, klaim yang menyebut seorang
perawat pingsan karena vaksin Covid-19 adalah
salah. Perawat ini memang memiliki
riwayat pingsan bukan karena vaksinnya.
Dilansir dari channel YouTube saluran TV WRCB
Chattanooga, perawat ini yang bernama
Tiffany Dover memberikan penjelasan dengan
mengatakan “Saya memang memiliki respons
vagal yang terlalu aktif. Akibatnya jika saya
merasa sakit apapun seperti tersandung atau
terinjak saya bisa pingsan. Saya mungkin
pingsan enam kali dalam enam pekan terakhir,
jadi itu biasa bagi saya, Saya merasa baik-baik
saja sekarang. Sakit yang saya rasakan di
lengan saya sebenarnya sangat minimal,
namun saya memang punya riwayat pingsan"
terbit pesan berantai melalui WhatsApp berisi informasi bahwa
Kabupaten Gowa akan lockdown mulai tanggal 19 hingga 27 Desember
2020.
Faktanya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian
Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni menegaskan informasi ini tidak
benar atau hoaks.
terbit di media sosial Twitter informasi yang menyebutkan bahwa penerima vaksin
Covid-19 gratis hanya peserta BPJS Kesehatan yang aktif.
Faktanya, dilansir dari Kompas.com, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan
Siti Nadia Tarmizi menegaskan, program vaksin gratis Covid-19 tidak ada hubungannya
dengan BPJS Kesehatan. Penegasan ini sekaligus membantah adanya kabar bahwa
penerima vaksin gratis Covid-19 harus menjadi peserta BPJS Kesehatan secara aktif. Nadia
menjelaskan, pihaknya menggandeng BPJS Kesehatan hanya untuk saling berbagi data
sebelum nantinya diintegrasikan dengan data yang pihaknya miliki. Lebih lanjut, Nadia
menjelaskan bahwa nantinya mekanisme pemberian vaksin Covid-19 akan dimulai dari
dikirimkannya notifikasi melalui SMS ke orang yang akan diberikan vaksin. Kemudian,
penerima SMS tadi harus mengisi formulir yang sudah terlampir.
terbit narasi mengenai penemuan vaksin Covid-19 yang begitu cepat ketimbang penemuan
vaksin HIV, kanker dan flu biasa. Narasi yang terbit ini berbunyi: "Tidak ada vaksin selama
HIV setelah 40 tahun penelitian. Tidak ada vaksin untuk flu biasa. Tidak ada vaksin untuk kanker
setelah 100 tahun penelitian. Tidak ada. Sebuah virus muncul secara misterius dan dalam waktu
satu tahun vaksin dibuat dan kita semua diharapkan untuk menerimanya".
Faktanya, narasi mengenai cepatnya penemuan vaksin Covid-19 dibandingkan dengan penemuan
vaksin HIV, kanker, dan flu biasa adalah keliru. Dilansir dari Kompas.com, menurut Ahli virologi,
vaksin mRNA untuk Covid-19 dikembangkan relatif cepat karena teknologi yang digunakan di
dalamnya dikembangkan sejak 2003 untuk Virus Corona lain seperti MERS dan SARS. Kolaborasi
kuat antara kemajuan teknologi, sumber daya dan para ilmuwan juga mempercepat penemuan
vaksin Covid-19. Penemuan vaksin untuk HIV, kanker dan flu biasa menghadapi sejumlah kendala
yang berbeda dari penemuan vaksin Covid-19.
terbit sebuah narasi di media sosial WhatsApp bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi)
akan disuntik vaksin selain Sinovac. Disebutkan pula bahwa warga Negara Tiongkok
tempat Vaksin Sinovac dibuat, enggan disuntik Vaksin Sinovac dan mereka hanya mau
disuntik Vaksin buatan Jerman.
Faktanya, dikutip dari Medcom.id klaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan
disuntik vaksin selain Sinovac, tidak berdasar. Tidak ditemukan informasi resmi
mengenai hal itu. Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten
menyesatkan).
Telah terbit di media sosial sebuah gambar
tangkapan layar siaran pers mengatasnamakan Badan
Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)
Kemenkeu RI terkait rencana Pelaksanaan Seleksi
Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Politeknik
Keuangan Negara (PKN) STAN Tahun 2021. Disebutkan
bahwa SPMB PKN STAN direncanakan akan
diselenggarakan pada 2021 untuk program reguler
maupun afirmasi. Hal lain yang disampaikan adalah
adanya penyesuaian jumlah mahasiswa yang diterima
dan tahapan seleksi awal yang akan menggunakan
hasil Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) untuk
meminimalkan dampak pandemi Covid-19.
Faktanya, informasi pada siaran pers
mengatasnamakan BPPK Kemenkeu RI ini
adalah salah. BPPK Kemenkeu RI melalui laman media
sosialnya, mengklarifikasi bahwa informasi terkait
SPMB PKN STAN ini bukan dikeluarkan oleh
BPPK. Informasi resmi tentang SPMB PKN STAN dapat
diakses melalui website resmi kemenkeu.go.id,
bppk.kemenkeu.go.id dan pknstan.ac.id.
terbit unggahan tangkapan layar di media sosial Facebook dengan narasi yang
menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mau disuntik vaksin Covid-19
duluan. Tangkapan layar broadcast WhatsApp ini juga disertai tautan sebuah artikel
berita.
Setelah ditelusuri, klaim yang menyebutkan Presiden Jokowi tak mau disuntik vaksin
duluan adalah tidak benar. Faktanya, dilansir dari kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden
pada Rabu, 16 Desember 2020, dalam konferensi pers-nya, Presiden Jokowi menegaskan
bahwa dirinya selaku Kepala Negara akan menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama.
Keputusan ini diambil untuk menepis keraguan masyarakat terkait keamanan vaksin
Covid-19 yang disediakan.
terbit sebuah video yang memperlihatkan
kumpulan foto Wali Kota Solo terpilih, Gibran
Rakabuming Raka sedang berjalan dengan
menggunakan kemeja berwarna merah.
Video ini telah terbit di media sosial
Facebook dan memiliki narasi bahwa
kerumunan Gibran bebas hukuman.
Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa
sejumlah foto pada video itu memperlihatkan
kerumunan Gibran di masa pandemi Covid-19
adalah tidak benar atau hoaks. Faktanya,
suasana kerumunan itu merupakan peristiwa
sebelum pandemi. Video itu sebenarnya
memperlihatkan suasana Gibran saat
mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali
Kota Solo di kantor DPD PDIP Jawa Tengah
pada Kamis 12 Desember 2019 lalu. Pada saat
itu, Gibran berorasi di depan sejumlah
pendukungnya.
terbit sebuah artikel berita di blog yang berjudul "Belajar Tatap Muka Resmi Januari 2021, Anak
Wajib Swab Test Sebelum Sekolah" yang diunggah pada tanggal 14 Desember 2020. Dalam artikel
ini terdapat informasi bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
merencanakan mulai Januari 2021, rencananya sekolah sudah bisa melakukan pembelajaran tatap
muka dan anak wajib swab test sebelum sekolah.
Melalui surat resmi yang dikirimkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Kementerian
Komunikasi dan Informatika, mengklarifikasi bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa masuk sekolah
wajib swab PCR. Selain itu, judul dan penggunaan foto Mendikbud menimbulkan kesalahpahaman di
masyarakat. Terkait pembelajaran tatap muka tahun 2021, Pemerintah mengumumkan Surat
Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri
Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan
Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi
Covid-19. Mendikbud menegaskan bahwa keputusan pemerintah pusat ini adalah berdasarkan
permintaan daerah. “Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk mengizinkan
pembelajaran tatap muka merupakan permintaan daerah. Kendati kewenangan ini diberikan, perlu
saya tegaskan bahwa pandemi belum usai. Pemerintah daerah tetap harus menekan laju penyebaran
virus korona dan memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Mendikbud mengingatkan agar
pemerintah daerah menimbang situasi pandemi dengan matang sebelum memberikan izin
pembelajaran tatap muka.
terbit sebuah pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp yang berisi
Related Posts:
epidemi corona 11 akun Twitter mengunggah foto gelang Power Balance denganmenambahkan keterangan yang menyebut hanya gelang itu lah yang dapatmenyelamatkan kita dari Virus Corona.Faktanya, dilansir dari BBC.… Read More