Minggu, 07 Juni 2026

penyakit menular

 




Penyakit yaitu  kondisi abnormal yang mempengaruhi 

fungsi tubuh atau pikiran manusia, seringkali memicu  

ketidaknyamanan atau gangguan dalam aktivitas hidup sehari-

hari. 

Penyakit merupakan fenomena kompleks yang 

melibatkan interaksi antara berbagai faktor genetik, lingkungan, 

gaya hidup, dan psikologis yang berkontribusi pada kesehatan 

individu dan populasi secara keseluruhan. Sejak zaman kuno, 

manusia telah mencoba untuk memahami pemicu  serta 

mekanisme terjadinya penyakit dengan tujuan mengembangkan 

strategi pencegahan yang lebih efektif dan pengobatan yang 

lebih canggih. Konsep ini terus berkembang seiring dengan 

kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang biologi molekuler, 

epidemiologi dan ilmu kedokteran. 

Pemahaman tentang pemicu  penyakit berkontribusi 

pada pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat. Data 

tentang pemicu  penyakit dapat memandu pembuat kebijakan 

dalam merancang program pencegahan dan intervensi yang 

lebih efektif. Misalnya, kebijakan untuk mengurangi paparan 

terhadap bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja atau 

regulasi tentang polusi udara yang dapat dikembangkan 

berdasar  berbagai bukti yang ada. Melalui rancangan 

kebijakan berdasar  pemahaman yang mendalam tentang 


2 PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT 


Epidemiologi yaitu  sebuah metode untuk memahami 

bagaimana penyakit bisa terjadi dengan mempelajari pemicu  

dan faktor risikonya, penyebarannya di populasi atau 

masyarakat beserta dampaknya, hingga bagaimana cara 

pencegahan dan pengendaliannya. Metode epidemiologi 

awalnya identik sebagai pendekatan untuk mempelajari 

penyakit menular saja, namun dalam perkembangannya 

terbukti dapat diaplikasikan pada semua aspek dan masalah 

kesehatan lainnya, seperti penyakit tidak menular, gizi, 

kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental, kecelakaan atau 

cedera, bencana, hingga perencanaan dan kebijakan kesehatan. 

Memahami penyakit dan masalah kesehatan menggunakan 

sudut pandang ilmu epidemiologi penting dilakukan untuk 

menemukan cara pencegahan dan pengendalian penyakit atau 

masalah kesehatan secara efektif. 

Pencegahan yaitu  serangkaian upaya yang harus 

dilakukan sebelum penyakit atau masalah kesehatan yang tidak 

diinginkan terjadi. Sedangkan pengendalian mencakup makna 

yang lebih luas dan dilakukan mulai dari sebelum kejadian, saat 

kejadian bahkan setelah penyakit atau masalah kesehatan itu 

terjadi. Sebelum terjadi penyakit atau masalah kesehatan dapat 

dilakukan upaya-upaya pencegahan. Pada saat penyakit atau 

masalah kesehatan sudah terjadi dilakukan upaya-upaya 


3 DEMAM BERDAR AH DENGUE 


Salah satu penyakit tropis yang banyak menyerang 

manusia yaitu  demam berdarah dengue. Penyakit demam 

berdarah dengue tidak hanya menjadi masalah kesehatan 

sederhana yang menyerang kelompok kecil manusia, namun 

demam berdarah dengue telah menjadi masalah kesehatan yang 

sangat serius dan menjadi perhatian warga dunia dalam 

beberapa waktu terakhir. World Health Organization (WHO) 

memaparkan bahwa 2,5 hingga 3 miliar warga dunia saat ini 

mendiami tempat yang berada pada zona penularan demam 

berdarah dengue. Demam berdarah dengue yaitu  masalah 

kesehatan berupa demam akut yang disebabkan oleh virus 

dengue (DENV) yang merupakan flavivirus RNA beruntai 

positif tunggal dan merupakan bagian dari keluarga 

flaviviridae. DENV memiliki empat serotipe yaitu DENV-1, 

DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Manusia yang terjangkit 

demam berdarah dengue disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes 

betina yang membawa DENV, nyamuk yang termasuk ke 

dalamnya yaitu  jenis Aedes albopictus dan Aedes aegypti 

Seratus dua puluh sembilan negara berpotensi memiliki 

resiko demam berdarah dengue yang tinggi, 70% diantaranya 

berada di benua Asia. Saat ini delapan negara dari benua Asia 

memiliki angka kasus demam berdarah yang sangat tinggi, 


4 MALAR IA 


Istilah malaria berasal dari bahasa Italia 'mal'aria', yang 

berarti 'udara yang buruk', yang berasal dari hubungan awal 

penyakit ini dengan daerah berawa-rawa. Menjelang akhir abad 

ke-19, Charles Louis Alphonse Laveran, seorang ahli bedah 

tentara Prancis, menemukan parasit dalam darah seorang pasien 

yang menderita malaria, dan Dr Ronald Ross, seorang petugas 

medis Inggris di Hyderabad, India, menemukan bahwa 

nyamuklah yang menularkan malaria. Profesor Giovanni 

Battista Grassi dari Italia kemudian menunjukkan bahwa 

malaria pada manusia hanya dapat ditularkan oleh nyamuk 

Anopheles. Malaria menyerang sejumlah besar negara dan telah 

dilaporkan bahwa insiden penyakit ini pada tahun 2004 yaitu  

antara 350 dan 500 juta kasus. Lebih dari dua miliar orang, yang 

mewakili lebih dari 40% populasi dunia, berisiko tertular 

malaria, dan jumlah kematian akibat malaria di seluruh dunia 

diperkirakan mencapai 1,1-1,3 juta per tahun berdasar  

laporan Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization 

(WHO) tahun 1999-2004. Malaria memiliki distribusi yang luas 

baik di daerah subtropis maupun tropis, dengan banyak daerah 

di daerah tropis yang merupakan daerah endemis penyakit ini. 

Negara-negara di Afrika sub-Sahara merupakan mayoritas dari 

semua kasus malaria, dengan sisanya sebagian besar 

mengelompok di India, Brasil, Afganistan, Sri Lanka, Thailand, 


5 FILAR IASIS  


Dari sekian banyak penyakit tropis terabaikan atau 

neglected tropical diseases (NTDs), etiologi terbanyak yaitu  

parasit. Filariasis limfatik (FL) dikelompokkan dalam NTDs 

bersama dengan penyakit Chagas, drakunkuliasis, ekinokokosis, 

trematodiasis, tripanosomiasis Afrika, leismaniasis, 

onkoserkosis, skistosomiasis, soil-transmitted helminths (STH) dan 

taeniasis/sistiserkosis  Filariasis limfatik 

yaitu  infeksi parasit nematoda yang ditularkan oleh vektor 

nyamuk (Local Burden of Disease Neglected Tropical Diseases 

Collaborators 2020). Penyakit ini  menjadi target eliminasi 

oleh badan kesehatan dunia atau World Health Organization 

(WHO) untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat oleh 

karena terjadi peningkatan morbiditas dan disabilitas di seluruh 

dunia , Filariasis limfatik disebabkan oleh tiga 

spesies nematoda jaringan yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia 

malayi dan B. timori melalui gigitan salah satu nyamuk dari 

genus Aedes, Anopheles, Mansonia dan Culex . Sebanyak 90% kasus filariasis limfatik disebabkan oleh 

Wuchereria bancrofti , Manifestasi klinis filariasis 

dapat bersifat akut, kronis atau mikrofilaremia tanpa gejala 

klinis walaupun dapat terjadi gejala klinis yang tumpang tindih Akibat dari gejala klinis 

ini  memicu  penderita filariasis mengalami 


6 TUBERCULOSIS 


Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang 

bersifat kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium 

Tuberkulosis. Bakteri ini memiliki bentuk batang atau basil dan 

memiliki sifat tahan asam sehingga sering disebut juga dengan 

Basil Tahan Asam (BTA). Bakteri TB sebagian besar ditemukan 

menginfeksi parenkim paru dan memicu  TB paru, namun 

bakteri ini juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya (TB 

ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfe, tulang, dan organ 

ekstra paru lainnya  

 

B. Epidemiologi 

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular 

yang menjadi permasalahan kesehatan utama di seluruh dunia. 

Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium 

tuberculosis. Menurut data WHO, sekitar 1,6 juta orang 

meninggal karena TB pada tahun 2021. Di seluruh dunia, TB 

menjadi pemicu  kematian ke-13 dan merupakan pembunuh 

nomor dua di kelompok penyakit menular setelah COVID-19. 

Pada tahun 2021, penderita TB di seluruh dunia diperkirakan 

sebesar 10,6 juta orang yang terdiri dari 6 juta penderita berjenis 

kelamin laki-laki dan 1,2 juta penderita berjenis kelamin 

perempuan serta 3,4 juta merupakan penderita TB anak. Secara 

global, 1,2 juta anak jatuh sakit karena TB pada tahun 2021. TB 



7 CAMPAK 


Campak merupakan penyakit infeksius yang disebabkan 

oleh virus campak, yang termasuk dalam genus Morbillivirus 

dan famili Paramyxoviridae . Campak menyebar melalui aerosol atau droplet dan dapat 

memicu  infeksi sistemik, supresi sistem imun yang 

berkepanjangan, dan komplikasi berat, terutama pada anak-

anak yang kekurangan gizi di negara-negara berkembang. 

Meskipun prevalensinya menurun secara signifikan, campak 

telah muncul kembali di negara-negara maju dengan wabah 

baru-baru ini. World Health Organization (WHO) memperkirakan 

bahwa dari tahun 2012 hingga 2014, sekitar 115.000 orang, 

terutama anak-anak di bawah lima tahun, meninggal atau 

menderita akibat sequelae campak setiap tahunnya. Masa 

inkubasi sekitar 7–21 hari, dan pasien menjadi sangat menular 

dari empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul . Gejala prodromal, 

yang berlangsung 2 hingga 4 hari, termasuk demam tinggi, 

batuk, pilek, dan konjungtivitis. Koplik spot muncul 1 hingga 2 

hari sebelum ruam sebagai bintik biru-putih pada mukosa mulut 

yang merah. Ruam campak berlangsung 5 hingga 6 hari, dimulai 

dari garis rambut dan menyebar ke bawah. Pada awalnya 

memudar dengan tekanan, ruam berhenti memudar pada hari 


8 HIV/AIDS 


HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired 

Immunodeficiency Syndromme) semakin berkembang cepat dan 

merupakan salah satu tantangan terbesar dimasa kini sekalipun 

telah dilakukan berbagai upaya untuk mengendalikan dan 

menekan penularannya. Menurut data WHO (World Health 

Organization) tahun 2012, penemuan kasus HIV (Human 

Immunodeficiency Virus) di dunia pada tahun 2012 mencapai 2,3 

juta kasus, dimana sebanyak 1,6 juta penderita meninggal 

karena AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan 

210.000 penderita berusia di bawah 15 tahun 

Jumlah kasus HIV/AIDS terus meningkat meskipun berbagai 

Upaya preventif telah dilakukan. berdasar  data dari WHO 

pada tahun 2015, ada  36,7 juta orang yang hidup dengan 

HIV/AIDS dengan 2,1 juta infeksi baru dan 1 juta orang yang 

meninggal dunia akibat penyakit ini. Indonesia sendiri berada 

pada urutan ke-68 negara dengan jumlah penderita HIV/AIDS 

terbanyak di dunia dengan total mencapai 610.000 jiwa. Di 

Indonesia, jumlah penderita diperkirakan akan terus bertambah, 

12-19 juta orang berada dalam kondisi rawan terkena HIV dan 

diperkirakan ada 184.929 penduduk yang telah tertular HIV 

 Penularan dan perkembangan 

kasus HIV/AIDS yang paling cepat terkonsentrasi di negara-

negara dunia ketiga, dimana masyarakatnya masih bergelut 


9 DIARE 


Diare masih menjadi salah satu kasus terbesar yang terjadi 

pada kesehatan masyarakat di Indonesia yang memicu  

tingginya morbiditas dan mortalitas (Setiyono, 2019). Penyakit 

diare merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dengan 

angka kesakitan dan kematian yang masih tinggi. Diare juga 

merupakan salah satu pemicu  paling umum dari morbiditas 

dan mortalitas pada anak, diperburuk oleh air yang tidak 

memadai, layanan sanitasi dan kebersihan dan kekurangan gizi, 

terutama di negara-negara berkembang. Lingkungan yang tidak 

sehat dan perilaku tidak higienis sangat erat kaitannya dengan 

penyakit diare (Qisty, et al, 2021). Tingginya kasus kematian 

pertahun yang disebabkan oleh diare menjadikan kasus diare 

sebagai penyakit endemis dan juga merupakan penyakit yang 

berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di negara berkembang 

terkhusus Indonesia 

Diare yaitu  Buang Air Besar (BAB) encer atau bahkan 

dapat berupa air saja (mencret) biasanya lebih dari 3 kali dalam 

sehari. Diare atau penyakit diare (Diarrhead Disease) berasal dari 

bahasa yunani yaitu Diarroi yang artinya mengalir terus, yaitu  

keadaan abnormal dari pengeluaran tinja yang frekuensinya 

berlebih. Angka kejadian diare dari tahun 2015- 2019 masuk 10 

penyakit utama untuk semua golongan umur. Pada Tahun 2015 

hingga tahun 2016 kejadian diare menurun, tetapi, dari tahun 


10 SALMONELLOSIS 


Salmonellosis yaitu  penyakit menular yang disebabkan 

oleh infeksi bakteri Salmonella. Penyakit ini menjadi perhatian 

utama dalam kesehatan masyarakat karena tingkat 

penyebarannya yang luas dan dampaknya yang signifikan 

terhadap kesehatan individu dan komunitas. Salmonella dapat 

ditemukan di lingkungan, dalam usus hewan dan manusia, dan 

seringkali menyebar melalui konsumsi makanan atau air yang 

terkontaminasi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi 

kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan individu 

dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko 

mengalami komplikasi serius. 

Salmonellosis memiliki dampak yang luas tidak hanya 

pada kesehatan individu, tetapi juga pada ekonomi dan 

kesejahteraan masyarakat. Wabah Salmonellosis dapat 

memicu  kerugian ekonomi yang besar, termasuk biaya 

perawatan medis, kehilangan produktivitas, dan biaya yang 

terkait dengan pengendalian wabah. Oleh karena itu, 

pemahaman yang mendalam tentang epidemiologi, dampak 

dan strategi pengendalian penyakit ini sangat penting bagi para 

profesional kesehatan masyarakat. 

Penyebaran Salmonellosis melalui beberapa rute, termasuk 

makanan dan air yang terkontaminasi serta kontak langsung 

dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, menjadikan 

pencegahan dan pengendalian penyakit ini sebagai tantangan 


11 HEPATITIS 


Hepatitis yaitu  suatu peradangan pada organ hati. 

Infeksi hepatitis biasanya disebabkan oleh virus hepatitis, yang 

terdiri dari virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), 

virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV) dan virus 

hepatitis E (HEV). Setiap jenis virus berasal dari famili yang 

berbeda-beda sehingga menpunyai tingkat keganasannya 

masing-masing saat  menginvasi dan berkembangbiak pada 

tubuh manusia 

Menurut World Health Organization (WHO), ada  2 

milyar penduduk dunia yang mengidap penyakit hepatitis dan 

1,4 juta diantaranya mengalami kematian. Sehingga penyakit ini 

dapat dikategorikan penyakit menular berbahaya  Penularan virus hepatitis bergantung pada jenisnya. 

Hepatitis A dan E biasanya menular melalui makanan atau air, 

sedangkan hepatitis B, C, dan D umumnya menyebar melalui 

kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi 

Virus Hepatitis telah lama dikenal sebagai agen etiologi 

penting penyakit yang ditularkan melalui air. Virus patogen 

yang umum termasuk virus hepatitis A (HAV), di antara virus 

lainnya. 

Hav yaitu  picornavirus tak berselubung dengan genom 

RNA 7478 nt yang memicu  hepatitis A. Anak-anak yang 

terinfeksi sering kali tidak menunjukkan gejala, sedangkan 


12 INFEKSI SALURAN PERN APAS AN AKUT 


Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yaitu  penyakit 

menular yang menyerang saluran pernapasan baik atas maupun 

bawah dalam kurun waktu singkat dan cepat. 

Menurut WHO tahun 2007, penyakit ISPA setiap tahun 

mencapai angka kematian hampir empat juta orang dengan 

dominasi 98 % oleh infeksi saluran pernapasan bawah. 

Ketua Unit Kerja Koordinasi Respiratory Ikatan Dokter 

Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani mengatakan pada 

tahun 2016 WHO bahwa hampir enam juta anak balita 

meninggal dunia dan pemicu  kematiannya sebanyak 16% 

disebabkan oleh ISPA.  Penelitian 

yang dilakukan oleh Survei Institute for Health Metrics and 

Evaluation (IHME) pada tahun 2019, penyakit pernapasan 

termasuk ke dalam 10 penyakit terbanyak di Indonesia. Bahkan, 

penurunan kualitas udara dinyatakan sebagai faktor risiko 

kematian kelima tertinggi di Indonesia, setelah hipertensi, gula 

darah tinggi, merokok, dan obesitas. 

Penyakit ISPA dapat menyerang siapa saja, terutama 

orang-orang dengan daya tahan tubuh yang rendah seperti 

lansia, bayi, dan balita. Infeksi saluran pernapasan akut 

merupakan golongan penyakit yang menyerang organ 

pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Ada 

pun penyakitnya yaitu  sinusitis, batuk pilek, faringitis akut, 

laryngitis akut, dan pneumonia. 


13 PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CO VID-19 


Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit 

infeksius yang menimbulkan penyakit pada sistem pernapasan, 

penyakit ini diakibatkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome 

Coronavirus 2 (SARS CoV-2). SARS CoV-2 yaitu  strain baru dari 

coronavirus yang sebelumnya tidak pernah diketahui. ada  

2 varian coronavirus yang dapat menimbulkan gejala berat, 

kedua varian ini  yaitu  MERS (Middle East Respiratory 

Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). 

COVID-19 ditandai dengan keluhan pada saluran nafas akut 

yang ditandai dengan batuk, sesak, dan demam. Masa inkubasi 

virus ini berkisar antara 5 - 6 hari dengan masa 14 hari sebagai 

inkubasi terpanjang. Pada gejala COVID-19 berat ditandai 

dengan inflamasi paru, cedera ginjal akut, sindrom pernapasan 

akut, serta dapat menimbulkan kematian. 

Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-

CoV-2 telah menjadi tantangan global yang signifikan sejak awal 

muncul di Wuhan, Tiongkok pada akhir 2019. Penyakit ini 

meluas secara masif ke berbagai belahan dunia, memicu  

jutaan kematian dan berdampak luas pada masyarakat baik 

aspek sosial maupun ekonomi. COVID-19 banyak membuat 

perubahan pada aspek kehidupan diantaranya yaitu  

kesehatan. Beberapa gelombang peningkatan kasus akibat strain 

baru pada virus SARS CoV-2 yang bermunculan. Beberapa 

upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan 


14 PENYAKIT KULIT MEN ULAR  


Kulit merupakan organ pada tubuh manusia yang 

berperan penting menjaga bagian dalam tubuh dari segala 

bentuk gangguan dari luar tubuh karena terletak pada bagian 

luar tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsangan seperti 

sentuhan, rasa sakit dan pengaruh lainnya dari luar seperti 

gangguan fisis, mekanis, kimiawi maupun infeksi bakteri, virus, 

jamur dan sebagainya  Kulit yang 

tidak terjaga kesehatannya dapat menimbulkan berbagai 

penyakit kulit sehingga perlu menjaga Kesehatan  Masalah kulit yang umum antara lain kulit 

kering, kulit kasar, tangan, kaki, wajah, jerawat, ruam, dermatitis 

kontak/iritasi kulit, lecet/kehilangan lapisan epidermis, dll 

Penyakit kulit yaitu  kondisi yang mempengaruhi 

lapisan luar tubuh dengan gejala seperti gatal, nyeri, mati rasa, 

dan kemerahan yang disebabkan oleh bahan kimia, sinar 

matahari, virus, imun tubuh yang lemah, mikroorganisme, 

mikroba, jamur, dan faktor personal hygiene 

Penyakit kulit menular yaitu  kelompok infeksi yang 

menyerang kulit yang sangat sering terjadi karena dapat 

menginfeksi dari satu individu ke individu lain, baik melalui 

kontak langsung maupun tidak . Penyakit infeksi kulit menular disebabkan oleh bakteri, 

virus, jamur, parasite, parasit dan reaksi alergi terhadap faktor 


15 TETANUS 


Tetanus didapat melalui infeksi pada sayatan atau luka 

dengan spora bakteri Clostridium tetani. Tetanus tidak dapat 

menular dari orang ke orang dan dapat dicegah melalui 

imunisasi dengan vaksin yang mengandung tetanus-toksoid 

(TTCV). Namun, orang yang sembuh dari tetanus tidak memiliki 

kekebalan alami dan dapat tertular kembali. 

Mayoritas kasus tetanus yang dilaporkan terkait dengan 

kelahiran terjadi pada bayi baru lahir dan ibu yang belum 

mendapatkan vaksinasi TTCV secara memadai. Pada tahun 

2018, sekitar 25.000 bayi baru lahir meninggal karena tetanus 

neonatal, penurunan sebesar 97% sejak tahun 1988, sebagian 

besar disebabkan oleh peningkatan imunisasi dengan TTCV. 

Pada tahun 2023, 84% bayi di seluruh dunia menerima vaksinasi 

dengan 3 dosis vaksin yang mengandung difteri-tetanus-

pertusis (DTP).

 

B. Definisi  

Tetanus is a nervous system disease caused by a toxin 

(tetanospasmin) produced by Clostridium tetani. Dengan kata lain 

Tetanus yaitu  penyakit sistem saraf yang disebabkan oleh 

racun (tetanospasmin) yang diproduksi oleh Clostridium tetani. 


16 CACINGAN 


Cacingan biasa disebut sebagai infeksi yang disebabkan 

oleh cacing yang hidup didalam usus manusia.  Gejala yang paling sering muncul pada penderita 

cacingan yaitu  nyeri perut, diare, rasa gatal di anus, mual, dan 

muntah. 

Orang yang terkena cacingan berdasar  kelompok 

umur, orang dewasa lebih sedikit dibandingkan pada anak-

anak. Faktor pendukung untuk terjadinya cacingan antara lain 

kurangnya sanitasi air bersih dan lingkungan tempat tinggal 

yang masih sangat sederhana , Tubuh manusia 

yang terinfeksi cacing akan memicu  gangguan 

pencernaan, gangguan pada kulit, serta anemia jika tidak 

ditangani dengan tepat.

berdasar  transmisi penularannya cacing terdiri dari 

dua yaitu cacing (soil transmitted helminths/STH) membutuhkan 

tanah untuk berkembang menjadi bentuk infektif sedangkan 

cacing Non STH dalam proses siklus hidupnya tidak 

membutuhkan tanah untuk berkembang menjadi bentuk 

infektif.

Penyakit ini merupakan penyakit yang terabaikan karena 

tidak menimbulkan kematian akan tetapi dampak cacingan 

secara tidak langsung akan memicu  penurunan sumber 

daya manusia. Karena cacing didalam usus kita memerlukan 

sari-sari makanan untuk bertahan hidup, sehingga penderita