kan orang kulit putih.
Kimia
Secara kimiawi, protein yaitu polipeptida
yang terdiri atas puluhan sampai ratusan
asam amino. Dengan merangkaikan asam-
asam ini, sesuai urutan yang bervariasi, dapat
dibangun banyak sekali jenis protein. Dalam
usus, protein pertama-tama dipecah menjadi
peptida dan akhirnya menjadi komponennya
tersendiri, yaitu asam amino. Unsur-unsur ini
oleh hati dipakai sebagai bahan pangkal
untuk sintesis protein baru bagi jaringan dan
otot.
Asam amino alamiah dalam makanan dan
tubuh semuanya berbentuk levo, sedang
bentuk dekstronya tidak aktif. Seluruhnya di-
kenal 22 asam amino alamiah, yang dapat
digolongkan sebagai berikut:
– 7 asam amino esensial (EA): (iso)leucin,
lisin, fenil alanin, metionin, treonin, triptofan
dan valin. Zat-zat ini tidak dapat disintesis
oleh hati manusia.
– 2 asam amino semi-esensial: arginin dan
histidin, yang khusus bersifat esensial
bagi bayi dan selama pertumbuhannya
sebab belum dibentuk secukupnya oleh
tubuhnya.
– 12 asam amino non-esensial: alanin, aspa-
ragin / aspara gi nat, karnitin, sitrulin, sis-
tein/ sistin, glutamin / asam glutami nat,
glisin, ornitin, prolin, serin, taurin dan
tirosin. Sistein dapat dibentuk in vivo
dari metionin, tirosin dari fenilala nin,
karnitin dibentuk dari lisin dan metionin
melalui proses transaminasi. Juga asam
amino lainnya dapat saling dirubah.
Alanin dilepaskan oleh otot dan sesudah
deaminasi dan pengubahan menjadi
asam piruvat, lalu masuk ke dalam siklus
asam sitrat untuk pembentukan energi.
Awal tahun 2002 para penyelidik telah
menemukan asam amino baru dalam suatu
mikroorganisme yang membentuk metan.
Pirolisin ini merupakan asam amino alamiah
ke–22. (Science 2002;296: 1459-62, 1462-
66). Mungkin sekali di masa depan akan
ditemukan beberapa asam amino baru lagi.
Penggolongan lain yaitu menurut struktur
kimianya, sebagai berikut:
a. zat-zat aromatik: fenilalanin, tirosin dan
triptofan
b. zat-zat dengan sulfur: sistein, glutathion,
metionin dan taurin
c. zat-zat siklus urea: arginin, sitrulin dan
ornitin
d. zat-zat glutamin: GABA, glutamin dan
prolin
e. zat-zat treonin: alanin, glisin, serin dan
treonin
f. zat-zat berantai pendek: leucin dan valin
g. zat-zat lain: asam asparaginat, karnitin,
histidin dan lisin
Nilai gizi
Daging, telur, susu dan kacang-kacangan
mengandung protein dengan nilai gizi ter-
tinggi, yaitu 5-10 g/100 kcal. Produk-produk
nabati lainnya hanya mengandung sedikit
protein, misalnya singkong dan pisang ±1
g/100 kcal.
Nilai biologi (NB) protein didefinisikan
sebagai bagian yang dipergunakan oleh
tubuh (dari jumlah yang diserap). Hal ini
terutama tergantung dari kandungan EA-
nya, perbandingan asam-asam amino yang
seimbang dan kemudahan pencernaannya.
Telur dan susu memiliki NB tinggi,
sedang protein nabati bernilai NB relatif
rendah, ±80%, sebab mengandung hanya
sedikit EA tertentu. Keberatan ini dapat
diatasi dengan mengkombinasi beberapa
bahan pangan dengan protein NB rendah,
misal nya kacang-kacangan dan jagung atau
produk-produk gandum.
Sumber protein
Kebutuhan protein dipenuhi oleh terutama
makanan sebagai sumber, yakni daging, telur
dan susu/yoghurt, keju, dengan tambahan
roti, gandum, kedele (tahu, tempe) dan
kacang-kacangan lain.
a. Daging. Daging dari jaringan otot dan
organ terdiri dari 20-25% protein dan 75-80%
air.
* Gelatin yaitu protein yang ada
dalam kolagen (bahan penunjang utama da-
lam kulit, tulang rawan dan jaringan ikat).
Gelatin terdiri dari semua asam amino,
terkecuali triptofan, karnitin, sitrulin dan
ornitin. Gelatin diperoleh dengan jalan me-
masak tulang, kulit dan urat sapi.
b. Telur mengandung banyak zat gizi pen-
ting, khususnya protein, namun juga asam
lemak tak-jenuh ganda (PUFA), kolesterol
dan vitamin B1, B2, B6, beta-karoten, vitamin
D, vitamin E serta mineral kalium, natri um,
kalsium, fosfor dan besi.
Kuning telur mengandung kolesterol dan
lemak. Sejak lama diperkirakan bahwa
telur bersifat sangat meningkatkan kadar
kolesterol darah dan juga memperbesar ri-
siko PJP. Akan namun , berbagai penelitian
besar-besaran telah memastikan bahwa per-
kiraan ini tidaklah benar. Orang sehat
yang selama 10 tahun setiap hari makan
telur tidak dipengaruhi risiko akan PJP
atau stroke. Risiko meningkat sedikit pada
penderita diabetes (JAMA 1999; 281: 1387-
94 dan BMJ 1999; 318: 1094). Bila makanan
mengandung terlalu banyak kolesterol, tu-
buh ternyata dapat meregulasinya sendiri
dengan mengurangi absorpsinya oleh usus
dan menurunkan produksinya oleh hati.
Bila pemasukannya berkurang, hati akan
membentuk lebih banyak kolesterol.
Oleh sebab fakta ini, pola hidup sehat
(diet sehat, tidak merokok, gerak badan
teratur) dianggap lebih penting daripada
mengonsumsi 3 atau 7 telur seminggu. Tu-
buh sendiri membentuk 5-6 x lebih banyak
kolesterol daripada jumlah yang diserap
dari makanan. Diketahui pula bahwa me-
ngonsumsi banyak asam lemak jenuh meru-
pakan faktor risiko untuk PJP yang 10 x lebih
besar daripada koleste rol dari diet. Lemak di
dalam telur bukanlah faktor risiko untuk PJP,
sebab lebih dari 50% terdiri dari PUFA, yang
justru memperkecil risiko akan PJP. Faktor-
faktor risiko yang lebih penting yaitu antara
lain merokok, kurang gerak badan dan
hipertensi.
c. Susu dan yoghurt mengandung ±3,3%
protein, keju 25-50% dan dengan demikian
merupakan sumber protein yang baik sekali.
* Kasein yaitu protein yang ada
dalam susu dan keju, terdiri dari semua asam
amino dengan kadar EA tinggi.
Sumber protein nabati
Di samping sumber protein hewani, juga
dikenal sejumlah produk nabati yang di-
buat dari tumbuhan yang mengandung ka-
dar protein tinggi, seperti kacang kedele/
tanah/merah/hijau, lopino, taro dan quorn.
Untuk negara kita khususnya tahu, tempe,
(oncom) dan kacang-kacangan sangat penting
sebagai sumber protein. Pengganti daging
nabati ini tidak memberikan nilai protein
dan jumlah vitamin yang sama dengan da-
ging hewan. Misalnya, zat besi dari pro-
duk-produk ini kurang baik resorpsinya
dibandingkan daging hewan, sebab untuk
penyerapan baik diperlukan vitamin C.
Kadar lemaknya tidak berbeda, yakni 0-20%,
namun keuntungan besar yaitu lemaknya
mengandung terutama asam lemak tak-
jenuh yang bersifat baik bagi kesehatan.
Gluten yaitu protein nabati yang ada
dalam berbagai jenis gandum, seperti terigu,
barley dan oats. Beras dan rye (rogge) tidak
mengandung gluten. Gluten terdiri dari asam
glutamat (43%), kasein (23%) dan gelatin
(12%). Intoleransi gluten dari orang yang pe-
ka memicu penyakit coeliakie, yang ber-
cirikan dirusaknya jonjot (villi) usus halus
oleh gluten melalui sistem tangkis imun.
Diduga bahwa pemicu nya yaitu terlalu
banyak gluten utuh yang melintasi dinding
usus.
a. Kedele (soya)
Kedele dan produk-produknya, seperti
tahu (tofu), tempe dan miso, merupakan sum-
ber protein yang baik, juga sumber kalsium,
serat, tiamin, riboflavin, niasin, asam folat,
seng, magnesium dan fosfat. Susu kedele
dan tahu tidak mengandung kalsium dan
serat. Kedele juga mengandung sejumlah
zat lain, yakni isoflavon (genist ein, dan lain-
lain), fitoste rol, protease-inhibitors, asam
fitat, asam fenol dan saponin. Genistein
berkhasiat antioksidan dan antitumor kuat.
Sejak dasawarsa terakhir zat ini dipakai
sebagai obat alternatif untuk prevensi dan
penanganan kanker payudara dan prostat,
lihat Bab 14 Sitostatika.
*Tahu (tofu) dibuat dari sari kedele, yang
diasamkan sehing ga proteinnya menggum-
pal. sesudah dipisahkan dari cairannya gum-
palan protein-hidratarang dipadatkan. Me-
ngandung ±11,3% protein, 5,0 % lemak dan
0,3 g hidratarang. Protein kedele memenga-
ruhi lipida darah dengan baik.
* Tempe dibuat dari ampas kacang kedele
yang sudah dihilangkan kulit luarnya, lalu
disemaikan dengan suatu jamur tertentu
(Rhizopus oryzae). Rasanya sedikit asam
dan mengandung lebih banyak serat gizi
daripada tahu, namun lebih sedikit protein.
Suatu produk fermentasi lainnya yaitu on-
com yang dibentuk oleh persemaian jamur
Monilia sitophila pada ampas kelapa. Oncom
praktis tidak mengandung protein.
b. Taro yaitu sejenis kentang, yang digiling
menjadi pasta dan dicampur dengan ekstrak
kedele, sampinyon, minyak serta ramuan.
Dijual sebagai produk-produk vegetaris (de-
ngan rasa daging, udang, ikan, cumi, dan
sebagainya).
c. Lopino dibuat dari biji tumbuhan Lupine,
yaitu suatu tanaman dari famili Legumi nosae
(1992). Lopino mirip tahu, namun strukturnya
lebih kasar dan kering. Rasanya sedikit ma-
nis. Diolah dalam sup, saus dan berbagai
makanan lain.
d. Quorn(1992) diperoleh dari jamur Fusa-
rium graminearum, yang sejenis dengan sam-
pinyon. sesudah digiling, quorn dicampur
dengan zat-zat perasa nabati dan putih telur
untuk mengikatnya, lalu dimasak dengan air.
Struktur dan warnanya mirip daging ayam,
hampir tidak memiliki rasa.
pemakaian medis asam amino
Kebanyakan asam amino dipakai dalam
bentuk sediaan kombinasi sebagai infus
intravena untuk penanganan atau prevensi
balans nitrogen negatif pada penderita penyakit
berat dengan kehilangan berat badan. Dengan
demikian, asam amino dapat langsung di-
gunakan oleh tubuh untuk membangun
protein. Senyawa sulfur dipakai sebagai
antioksidan untuk menetralkan radikal bebas
dan sebagai antidotum pada keracunan
(glutation, sistein, metionin). Di samping
itu, senyawa ini juga dipakai sebagai
supplemen bagi olahragawan dan dalam
pengobatan alternatif untuk mengatasi defisi-
ensi pada gangguan tertentu.
MONOGRAFI ASAM AMINO
1. Alanin: CH3–CH(NH2)-COOH.
Alanin diperoleh dari zat putih telur dan
memegang peranan sangat penting pada
metabolisme triptofan dan piridoksin. Pada
hewan, alanin yang terkombinasi dengan
arginin dan glisin, dapat menurunkan koles-
terol darah. Dosis: sebagai suplemen 200-600
mg sehari.
2. Arginin: HN=CH(NH2)-NH–C-C-C
CH(NH2)– COOH
Asam amino semi-esensial ini memper-
baiki toleransi glukosa dan menstimulisasi
produksi insulin dan hormon pertumbuhan
(GH). Arginin meningkatkan sintesis hormon
timus (thymosin) dan dengan demikian mem-
perkuat daya tahan. Senyawa ini juga meng-
hambat absorpsi lemak dan memperbaiki
metabolisme dan mempercepat penyembuh-
an luka. Arginin dipakai pada hiperammo-
niemia untuk menstimulisasi pengubahan
amoniak menjadi urea dalam darah, namun
efektivitasnya disangsikan. Asam amino ini,
bersama ornitin, dipakai pula sebagai
diagnostikum untuk menentukan defisiensi
somatropin (tes provokasi GH) Efek samping
jarang terjadi dan berupa reaksi alergi dan
mual.
RDA: 18 mg/hari.
Dosis: sebagai suplemen 1-2 dd 250 mg
3. Asam asparaginat: HOOC-CH2–CH(NH2)-
COOH, aspartic acid, aspartat
Berfungsi mengangkut kalium dan mag-
nesium ke dalam sel, juga berperan penting
pada produksi energi. Asam asparaginat di-
gunakan sebagai obat anti letih dan penguat
(roborans).
Dosis: 1-2 dd 500 mg (KMg-aspartat)
*Asparagin yaitu amida dari asparaginat,
yang banyak ada dalam protein nabati,
terutama dalam biji-bijian yang sedang
tumbuh.
4. Karnitin: (CH3)3 N-C–CH(OH)-CH2-
COOH, Carnitene ST
Karnitin dibentuk dalam tubuh dari li-
sin dan metionin, namun juga ada dalam
makanan. Berperan esensial pada metabo-
lisme lipida dan senyawa keton, penting pada
transpor asam amino long-chain ke dalam sel-
sel inti mitochondria, tempat berlangsungnya
oksidasi dan produksi ATP. Asam amino ini
merupakan konstituen dari antara lain, otot
dan hati. Defisiensi karnitin biasanya
timbul pada usia sangat muda (1-3 tahun) dan
bercirikan gejala encefalopati (muntah-muntah
akut, penurunan kesadaran (stupor), perasaan
kacau dan koma) serta semakin mundurnya
fungsi otot dan penimbunan lemak dalam
otot, hati, ginjal dan jaringan lain.
Resorpsi dari usus lambat dan rendah sekali,
±10%, ekskresi melalui urin.
pemakaian nya pada defisiensi karnitin
dan sebagai obat antilipidemik (bentuk levo);
bentuk rasemis-nya (dl) untuk menstimulisasi
sekresi getah lambung dan pankreas.
Efek samping pada dosis tinggi berupa diare
ringan, sedang overdosis memicu
gangguan fungsi hati.
Dosis: pada defisiensi, di atas 12 tahun 20-
40 mg/kg, rata-rata 2-4 g/hari dalam 2-3
dosis. Sebagai suplemen 2 dd 250 mg a.c.
5. Sitrulin: H2N-CO(NH)-C-C-C-CH(NH2)-
COOH
Sitrulin banyak ada di hati dan ma-
kanan nabati (semangka, bawang merah
dan putih). Sebagai precursor dari arginin
maupun ornitin, asam ini mampu meme-
ngaruhi produksi somatropin (GH). Peran-
annya penting pada siklus urea (detoksi-
fikasi amoniak).
Dosis: sebagai suplemen 1 dd 50-100 mg a.c.
6. Sistein: HS-CH2-CH(NH2)-COOH
Antioksidan kuat ini merupakan bahan
bangun bagi rambut, juga bagi tripeptida
glutathion dan Faktor Toleransi Glukosa
(GTF) (bersama glisin, glutamat, asam niko-
tinat dan krom). Sistein dapat dibentuk da-
ri metionin, namun ketersediaannya pada
penyakit kronis terhalang, sehingga perlu
disuplesi dari luar sebagai food supplement.
Dalam tubuh, senyawa ini ada dalam
rambut serta urin dan dapat diubah menjadi
sistin. Berkat sifat antioksidannya, asam
amino ini dipakai dalam terapi sebagai
derivatnya N-acetylcistein (NAC), yang
dalam tubuh membebaskan sistein, terutama
pada bronchitis dan emfisema (COPD),
lihat Bab 40 Obat Asma dan COPD. Pada
intoksikasi parasetamol NAC dipakai
sebagai zat penawar.Sistein dan sistin penting
sekali untuk daya kerja piridoksin.
Dosis: 3 dd 1 g p.c. selama 4 minggu.
* Homosistein [SH-CH2–CH2–CH(NH2)-
COOH] terbentuk sebagai zat-antara pada
biosintesis sistein dari methionin, yaitu:
methionin ––> homosistein ––> sistein
Bila pengubahan ini terhambat, maka ka-
dar homosistein darah akan naik. Hal ini
merupakan suatu faktor risiko bagi PJP,
lihat Bab 37, Obat-obat Jantung. Minum
kopi lebih dari 5 cangkir sehari ternyata
meningkatkan homosistein darah, terutama
bila juga merokok lebih dari 10 sigaret se-
hari. Sebaliknya, minum teh menurunkan
kadarnya (Hordalund: Homosistein Study.
Am J Clin Nutr 1997; 65: 136-43).
*Dimetilsistein[ penisilamin, Cuprimin),(CH3)2-
C(SH)-C(NH2)-COOH ] yaitu zat chelasi yang
dapat mengikat logam berat (Cu, Hg, Pb dan
Zn) dan melancarkan ekskresinya. Senyawa
ini berkhasiat antiradang dan dipakai
pada rema, lihat selanjutnya Bab 21.
7. Sistin:[-S-CH2-CH(NH2)–COOH]2
Dalam tubuh, sistin dibentuk dari sistein
melalui oksidasi. Asam amino ini diperoleh
melalui demetilasi metionin.
8. Fenilalanin: C6H5-CH2–CH(NH2)-COOH.
Asam amino esensial ini ada da-
lam jumlah banyak di telur (5,4%) dan su-
su. Dalam tubuh fenilalanin diubah menja-
di tirosin dan juga meningkatkan pemben-
tukan katecholamin di otak (dopamin, nora-
drenalin). Zat ini juga bekerja antidepresif,
berperan pada sintesis insulin dan merang-
sang perasaan kenyang yang penting pa-
da penanganan kegemukan (overweight).
Oleh sebab itu fenilalanin berguna untuk
membantu menurunkan berat badan, juga
dipakai sebagai obat vitiligo (penyakit kulit
dengan bercak-bercak putih tanpa pigmen) dalam
kombinasi dengan sinar UVA. pemakaian
lain yaitu kadangkala sebagai obat anti-
depresi ringan.
Efek samping berupa mual. Penderita fenil-
ketonuria tidak boleh memakai nya,
begitu juga wanita hamil dan yang menyusui.
Dosis: pada vitiligo oral 100 mg /kg/hari 1
jam a.c. dengan 2 x seminggu penyinaran
UVA. Pada depresi 100-500 mg/hari selama
2 minggu, pada kelebihan berat badan 100-
500 mg sebelum tidur (perut kosong). Sebagai
analgetik (bentuk-dl) 3 dd 750 mg a.c., maks.
4,5 g sehari, bila sesudah 2 minggu tidak ber-
hasil, terapi dihentikan. RDA: 24 mg/hari.
9. GABA: NH2–C-C-C-COOH, gamma-amino-
butyric acid
Neurotransmitter inhibitor ini berperan pen-
ting bagi metabolisme otak. Bekerja anti
hiperaktivitas (sedatif) dan dalam otak meru-
pakan suatu keseimbangan dengan neuro-
transmitter stimulator asam glutamat yang
daya kerjanya ditekan olehnya.GABA dapat
dibentuk oleh tubuh dari asam glutamat
dengan bantuan piridoksin dan mangan.
Juga berdaya menstimulasi sintesis hormon
prolaktin dan GHB (gamma-hydroxybutyrate),
yaitu suatu zat dalam otak yang memicu
rasa kantuk. Adakalanya GABA dipakai
sebagai zat pereda, terutama pada hiper-
aktivitas anak.
Dosis: 20-40 mg sehari sublingual.
10. Asam glutamat: HOOC-C–C-CH(NH2)-
COOH, MSG=Mono Sodium Glutamate, Vetsin
Asam amino ini ada paling banyak
dalam cairan otak serta sumsum tulang
belakang dan bekerja sebagai neurotrans-
mitter. Dalam makanan, asam glutamat
terutama ada dalam gluten terigu,
lihat di atas. Zat ini diperoleh melalui fer-
mentasi dari larutan hidratarang dengan
Micrococcus glutamicus atau hidrolisis dari
protein nabati, seperti gluten dan tahu. Asam
glutamat yaitu komponen dari asam folat
dan GTF (Faktor Toleransi Glukosa) dan
merupakan precursor dari GABA. Kedua ne-
urotransmitter (bersama glutamin) yaitu
esensial bagi kelancaran reaksi otak; antara
kedua zat ada keseimbangan. Dalam
usus, glutamat dirombak menjadi citrulin
dan arginin, suatu regulator penting dari sist-
em imun. Dengan demikian, glutamat yaitu
esensial pula bagi berfungsi baiknya usus
dan pemeliharaan barrier mukosanya.
pemakaian nya terutama sebagai garam
natrium (MSG) untuk memperkuat rasa
(daging) pada makanan. Lagi pula sebagai
suplemen pada keadaan stres untuk mem-
perbaiki kondisi lambung-usus dan sistem
imun, juga untuk memperbaiki fungsi otak.
Efek samping pada dosis tinggi berupa sakit
kepala, mual, muka memerah dan perasaan
panas yang disebut Sindroma restoran Cina.
Selama kehamilan dan laktasi tidak boleh
dipakai .
Dosis:sebagai garam diet 10-50 mg, seba-
gai suplemen 1 dd 500 mg 1 jam a.c. RDA: 40
mg/hari.
*Glutamin: (levo-glutamide, HOOC-CH(NH2)–
CH2-CH2-CONH2) yaitu amida dari asam
glutaminat yang diperoleh dari perasan tebu.
Berbeda dengan glutamat, zat non-esensial
ini dapat melintasi rintangan darah-otak
(CCS) dan di dalam otak segera dirubah
menjadi glutamat. Glutamin yaitu bahan
bangun bagi sel-sel yang membelah cepat
seperti eritrosit, limfosit dan makrofag. Juga
berfungsi sebagai regulator dari interaksi
glutamat - GABA dan berkhasiat menekan
hasrat terhadap alkohol dan gula. Sel-sel
otak dapat memakai asam ini –bila
tidak tersedia glukosa– sebagai bahan bakar
(sumber energi). Defisiensi memicu
atrofi dari dinding usus. RDA 12 mg sehari.
Dosis: sebagai suplemen 1 dd 500 mg a.c.
11. Gluta thion: GSH
Tripeptida ini dibentuk oleh tubuh dari
glutamat, sistein dan glisin. Berkhasiat anti-
oksidan kuat dan berfungsi menetralkan
radikal bebas ganas, baik di luar maupun
di dalam sel. Di samping itu, juga berdaya
mengikat logam berat dan sebagai zat
penawar keracunan hati, misalnya oleh
parasetamol. Pada reaksi antara GSH dan
radikal bebas, enzim glutathion-peroksidase
(GPx, yang mengandung selenium) bekerja
sebagai katalisator. Enzim lainnya, yaitu glu-
tathionreduktase, mereduksi kembali GSH
yang sudah dipakai (dioksidasi), sehi-
ngga GSH diaktifkan lagi (recycling). Ban-
dingkan dengan mekanisme antioksidan
dari asam liponat. LihatBab 53, Vitamin dan
Mineral.
14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd 891 25/04/2015 10:43:23
Seksi IX: Lain-lain892
12. Glisin: NH2-CH2-COOH.
Asam amino paling sederhana ini yaitu
komponen dari GTF (Glucose Tolerance Factor)
dan glutathion. Glisin merupakan bahan
pangkal penting dari kolagen dan betain
[(CH3)3–N+CH-COO-], juga dari kreatin
dan protein inti (nucleotida). Dalam susunan
saraf, glisin bekerja sebagai neurotransmitter
inhibitor (seperti GABA) dan bersifat men-
detoksifikasi hati melalui pengikatan radi-
kal bebas dan toksin, serta mempercepat
penyembuhan luka. RDA: 55 mg/hari.
Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 250 mg a.c.
13. Histidin
Derivat imidazol ini termasuk kelompok
asam amino semi-esensial (bagi bayi) dan
merupakan precursor histamin. Histidin
berperan pada pemeliharaan selaput saraf
myelin dan bersifat melindungi terhadap
efek penyinaran, serta memperbaiki sekresi
asam lambung di samping sangat penting
untuk regulasi keseimbangan sistem imun.
Asam amino ini di kalangan alternatif digu-
nakan pada rema dan untuk melindungi
tubuh terhadap radiasi (seperti larutan kali-
um iodida). RDA: 20 mg/hari.
Dosis: pada rema 1-6 g sehari, bersama
vitamin C 2 dd 500 mg.
Pada defisiensi 1 dd 500 mg,
14. Leucin: (CH3)2-C-C-CH(NH2)-COOH
Asam amino esensial ini diperoleh dari
gluten, kasein dan keratin. Isoleucine, juga
suatu AE, yaitu isomer dari leucin. Zat ini
berperan pada pertumbuhan dan reparasi
jaringan otot. Pada orang yang sakit badaniah
dan rohaniah ada kekurangan akan ke-
dua asam amino ini. RDA leucin: 48 mg, iso-
leucin : 36 mg.
Dosis: pada defisiensi 1 dd 500 mg a.c.
15. Lisin: NH2-C-C-C-C-CH(NH2)-COOH
Asam amino esensial ini yaitu precursor
dari karnitin dan berkhasiat menghambat
pertumbuhan virus Herpes simplex/zoster de-
ngan diet yang mengandung lebih banyak
lisin daripada arginin. Contohnya yaitu
ayam, daging sapi/anak domba, susu, keju,
kacang-kacangan dan tauge, sedang ma-
kanan dengan ratio arginin/lisin tinggi perlu
dihindari (kelapa, gelatin, cokelat, tepung
terigu, kacang tanah/polong dan kedele).
Khasiat anti Herpes ini diperkirakan ber-
dasarkan penyerapan lisin oleh virus sebagai
pengganti arginin, yang rumus kimianya
sangat mirip. Lagipula adanya kelebihan li-
sin dapat menurunkan resorpsi arginin di
usus. Dosis: pada infeksi herpes 3 dd 0,5-1
g, bersama vitamin C 3 dd 300 mg dan diet
rendah arginin. Sebagai suplemen 1-2 dd 250
mg a.c.
16. Metionin: CH3–S–CH2–CH2–CH(NH2)-
COOH
Asam amino esensial ini berkasiat men-
detoksifikasi hati terhadap racun/logam dan
melindunginya terhadap cirrosis (pengerasan).
Sebagai antioksidan juga sangat penting
untuk metabolisme lemak. Di samping itu,
metionin mengeluarkan kelebihan histamin
dari otak. Senyawa ini penting bagi vitamin
B3 dan selenium agar berfungsi baik, lagi
pula memperbaiki kesehatan kulit dan foli-
kel rambut dengan mencegah cross-linking
pemakaian nya pada detoksifikasi hati dan
sebagai antidotum pada keracunan para-
setamol (seperti asetilsistein), serta alternatif
pada schizofrenia akibat kelebihan histamin.
Efek samping pada dosis tinggi berupa mual
dan muntah-muntah. RDA: 15 mg sehari.
Dosis: untuk mendetoksifikasi hati 200-
1.000 mg sehari.
17. Ornitin: NH2-CH2-CH(NH2)-COOH.
Ornitin dapat membentuk arginin dan
berfungsi menstimulasi produksi hormon
pertumbuhan (GH), memperbaiki fungsi ha-
ti dan berperan penting pada detoksifikasi
amoniak (siklus urea). Senyawa ini juga di-
gunakan sebagai obat anti kolesterol. RDA
tak diketahui.
Dosis: pada defisiensi 1 dd 500 mg.
18. Prolin.
Derivat pirolidin ini diperoleh dari ge-
latin. Berperan penting pada sintesis dan pe-
meliharaan kolagen, juga berkhasiat meng-
hambat degenerasi jaringan pengikat sebe-
lum waktunya.RDA: 21 mg/hari.
14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd 892 25/04/2015 10:43:23
Bab 54: Dasar-dasar Diet Sehat 893
mon tidur” melatonin. Oleh sebab itu ber-
khasiat antide presif dan hipnotik melalui
perbaikan ritme tidur, terutama bila dikom-
binasi dengan piridoksin dan magnesium.
Triptofan juga mengurangi rasa lapar dan
menstimulasi sekresi hormon pertumbuhan
(GH) oleh hipofisis.
Gambar 54-1: Pembentukan serotonin
dan melatonin dari triptofan.
pemakaian nya sebagai antidepresivum
dan obat tidur, adakalanya dikombinasi
dengan piridoksin, yang memegang peranan
pada sintesis serotonin. sebab efeknya tidak
menentu, maka zat ini hanya dipakai
sebagai obat antidepresi bila obat-obat lain
kurang berhasil. Pada schizofrenia ada
kekurangan enzim NAD di otak yang di-
bentuk di bawah pengaruh niasinamida. Bagi
pengubahan triptofan mutlak diperlukan
vitamin B3dan piridoksin, yang merupakan
ko-enzim bagi hidroksilase; penumpukan
triptofan di otak dapat memicu kelainan
suasana jiwa dan gangguan pancaindra.
Tubuh sendiri juga mampu membentuk
niasinamida dari triptofan, yang prosesnya
diperkuat oleh perasan grapefruit. Wanita
selama kehamilan supaya waspada. Lihat
juga Bab 29, 30 dan 53.
Efek samping dapat berupa mual, ano-
reksia dan termenung-menung. Triptofan
dalam dosis besar dilaporkan memicu
neurotoksisitas, sakit persendian, sesak, de-
mam dan reaksi kulit, juga kelainan hema-
tologi. Berhubung beberapa kasus fatal akibat
gangguan darah, maka pada akhir 1989 se-
mua sediaan triptofan telah ditarik dari pe-
redaran.
Dosis: sebagai obat tidur 1-5 g a.n, pada
depresi 3 dd 1 g a.c., berang sur-angsur di-
naikkan sampai maks. 3 dd 2 g, sebaiknya
bersama 1 g nikotinamida (vit B3). Untuk
meringankan rasa sakit 2 dd 1 g a.c.
Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 250mg ber-
sama vitamin C.
19. Serin: HO-CH2-CH(NH2)–COOH
Berfungsi pada pengubahan homosistein
menjadi sistein, sehingga homosistein tidak
menumpuk. Menstimulasi pembentukan en-
dorfin di otak dengan efek analgetik. Fos-
fatidilserin yaitu komponen penting da-
ri dinding sel otak dan pada pengobatan
alternatif dianjurkan untuk memperkuat da-
ya konsentrasi dan ingatan.
Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 250 mg, RDA
30 mg/hari
20. Taurin: 2-amino-ethanesulfonic acid, NH2-
CH2-CH2-SO3H
Asam amino yang mengandung belerang
ini diperoleh dari empedu sapi. ada
dalam ikan dan otak hewan, hanya sedikit
dalam susu sapi. Kadarnya dalam sel-sel
tangkis tinggi sekali, di limfosit 50% dan
di granulosit neutrofil bahkan 75% lebih.
Berkhasiat antioksidan dan memperbaiki tole-
ransi glukosa, juga meningkatkan ekskresi ko-
lesterol melalui pengikatan garam empedu.
Selain menurunkan kolesterol darah, taurin
juga memperkuat detak jantung (efek ino-
trop positif), berkhasiat antiaritmia dan me-
nurunkan tekanan darah tinggi.19 Pangan
dengan 3 g taurin sehari ternyata aman dan
dapat memperbaiki fungsi sistolis jantung.
Taurin tidak dipakai untuk sintesis pro-
tein.
Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 500 mg,
sebagai suplemen 1 dd 50-100 mg.
RDA 20 mg sehari.
21. Treonin: CH3-CH(OH)-CH(NH2)–COOH
Asam amino esensial ini berperan pada
pencernaan dan absorpsi bahan gizi dari
makanan, juga menstimulasi pertumbuhan timus
dan pembentukan timosin. Tidak ada
dalam protein nabati (gandum, kacang-
kacangan); defisiensi dapat memicu
gangguan mental. Dosis: vegetarian150-500
mg sehari.
22. Triptofan: R–CH2–CH(NH2)-COOH
Asam amino esensial ini yaitu precursor
dari hormon antidepresi serotonin dan “hor-
triptofan ––> okstriptan ––> serotonin ––> melatonin
a : hidroksilase (dgn niasinamida dan
vit.B6 sebagai ko-enzim)
b : dekarboksilase
a
23. Tirosin: HO-C6H4–CH2-CH(NH2)-COOH.
Tirosin dapat dibentuk dari fenilalanin dan
merupakan bahan pangkal untuk sintesis
hormon tiroid dan hormon anak ginjal, juga
neurohormon otak dopa, dopamin, adrenalin
dan NA. Adakalanya tirosin dipakai se-
bagai antidepresivum, bila triptofan tidak
efektif. Dianjurkan sebagai obat tambahan
pada penyakit Parkinson.
Dosis: sebagai suplemen 1 dd 100-200 mg.
24. Valin: (CH3)2–CH2-CH(NH2)–COOH
Asam amino esensial ini penting bagi
susunan saraf dan jaringan otot agar dapat
berfungsi dengan baik. Dosis: sebagai suple-
men 1 dd 250 mg a.c.
C. LEMAK
Lemak/minyak atau trigliserida yaitu se-
nyawa dari gliserin dengan tiga asam le-
mak, yang dalam usus dihidrolisis menjadi
komponennya. Asam lemak diserap oleh
usus dan mensuplai sebagian bahan bakar
untuk tubuh. Sifat lemak ditentukan oleh
jenis asam lemaknya, yaitu asam lemak jenuh
atau tak jenuh. Lemak tubuh terdiri dari 87%
lemak dan 13% air.
Asam lemak
berdasar ada tidaknya ikatan ganda
dalam struktur kimianya, asam lemak dapat
dibagi dalam asam jenuh dan asam tak jenuh.
1. Asam lemak jenuh tidak mengandung
ikatan ganda, misalnya asam palmitat (C16
H31 COOH) dan asam stearat (C17 H35 COOH).
Asam lemak ini berbentuk padat pada suhu
rendah (suhu lemari es, < 8oC) dan terutama
ada dalam lemak hewan, seperti lemak
daging sapi/babi/ayam/domba dan men-
tega. Asam lemak jenuh juga ada dalam
jumlah agak besar di beberapa jenis minyak
nabati, seperti minyak kelapa, minyak sawit dan
lemak kakao (dalam cokelat) dan banyak dalam
margarin biasa (bukan margarin diet). Pada
proses pembuatan margarin, minyak nabati
tak-jenuh menjalani proses “pengerasan” me-
lalui pemanasan dengan gas hidrogen di
bawah tekanan tinggi dan menjadi lemak
jenuh yang bersifat lebih padat dan lebih
mudah dioleskan pada roti. Pada proses itu
juga terbentuk sedikit asam lemak trans dari
asam tak jenuh yang selalu ada dalam
jumlah kecil pada semua minyak itu di
atas, lihat di bawah.
2. Asam lemak tak jenuh bersifat cair, juga
pada suhu lemari es (t < 8o C), sedang
minyak dengan banyak asam jenuh berben-
tuk padat pada suhu di bawah ±15o C.
Dikenal dua kelompok asam lemak tak-jenuh
berdasar jumlah ikatan tak-jenuhnya,
yaitu dengan satu ikatan ganda atau dengan
lebih banyak ikatan ganda. Juga letaknya
C=C yaitu penting, di posisi C3, C6 atau C9
dari rantai asam lemak, terhitung dari ujung
dengan gugusan metil (= ujung omega). Posisi
ini lazimnya digambarkan dengan w(= omega)
atau n, misalnya w-3 (= n-3) dan w-6 (= n-6).
Lihat Tabel 54-5. Kedua atom H pada ikatan
ganda (C=C) bisa dalam posisi cis atau trans
(Gamb 54-2).
a. Asam mono unsaturated (juga disebut
oleat), memiliki hanya satu ikatan tak
jenuh, khususnya asam oleat (oleic acid)
yang banyak ada dalam minyak
zaitun, minyak wijen dan minyak kacang
(oleum arachidis). Asam oleat termasuk
asam lemak omega-9.
b. Asam poly unsaturated (PUFA), juga
disebut linolat, yaitu asam dengan 2
atau lebih ikatan tak-jenuh dan merupakan
asam lemak esensial, artinya tidak bisa
dibentuk oleh tubuh sendiri. Asam-asam
ini terbagi lagi dalam dua jenis, yaitu
asam lemak:
– omega-3 (n-3): EPA, DHAdan ALA (asam
alfa-linolenat). Yang pertama khusus terda-
pat dalam minyak ikan, α-linolenat antara
lain di oleum lini (linseed oil).
– omega-6 (n-6): asam linolat, asam gama-
linolenat (GLA) dan asam arachidonat.
Asam-asam ini dengan kadar tinggi (60-
65%) ada dalam banyak jenis minyak
nabati terutama dalam minyak bunga
matahari, kedele dan jagung, juga dalam
margarin diet.
14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd 894 25/04/2015 10:43:23
Bab 54: Dasar-dasar Diet Sehat 895
H H H
| | |
– C = C – –––– P,t–––––> – C = C –
|
cis H trans
(alamiah) (buatan)
P: tekanan, t: temp
Gambar 54-2: Rumus bangun asam
cis dan trans
* Asam lemak trans yaitu asam tak jenuh
yang akibat proses pengerasan atau pema-
nasan pada suhu tinggi (selama penggo-
rengan di atas 180o C) diubah posisi atom-
H-nya, yaitu dari sisi yang sama dari atom-C
pada ikatan ganda (-cis) ke sisi berlainan,
lihat Gamb 54-2.
Trans fat ada alamiah dengan jumlah
kecil dalam lemak daging dan susu. namun
sebagian besar akibat penambahan oleh pe-
rusahaan makanan pada berbagai makan-
an seperti snack, deep-fried food, gorengan,
margarin dan cracker, berdasar sifat-sifat
komersial yang menguntungkan seperti ta-
han lama (long shelf life), stabilitas selama
pembuatan dan rasanya yang enak. Sejak
tahun 1990 telah ditemukan efek negatif dari
trans fat terhadap kesehatan dan kemudian
dipastikan bahwa bahan ini meningkatkan
risiko penyakit jantung koroner, mungkin
akibat efek buruknya terhadap low-density
lipoprotein (LDL) dan high-density lipopro-
tein (HDL) kolesterol.
Oleh sebab itu sejak beberapa tahun di
negara Barat produk susu dan lemak di-
syaratkan/diharuskan mengandung kurang
dari 1% asam lemak trans. FDA di A.S.
pada bulan December 2006 bahkan telah
mengharuskan rantaian restoran cepat saji
(McDonald, Kentucky, dan lain-lain) untuk
memakai minyak goreng tanpa lemak
yang merugikan ini.
*Asam lemak esensial
Asam oleat,linolat dan linolenat tidak dapat
disintesis oleh tubuh, maka disebut asam lemak
esensial. Dari kedua asam terakhir, jaringan
tubuh dapat membentuk asam arachidonat,
EPA dan DHA dalam jumlah terbatas.
Penggolongan lain
Kadangkala asam lemak juga digolongkan
atas dasar panjang rantai-karbonnya, yaitu
sebagai asam dengan rantai pendek (C4-6),
sedang (C8-12) dan panjang (C16-22).
a. Asam rantai pendek/sedang (Short/Middle
Chain Triglycerides, SCT/MCT) dengan jumlah
atom-C di bawah 15. ada dalam jumlah
kecil sekali dalam lemak susu dan mentega.
Asam-asam ini dapat diserap oleh usus tanpa
dihidrolisis oleh lipase dan diemulgir oleh empedu.
sesudah resorpsi, zat-zat ini diangkut melalui
vena portae ke hati. Dalam tubuh, asam ini
dapat menggantikan lemak biasa (LCT) bila
ada kekurangan akibat resorpsi buruk.
b. Asam rantai panjang (Long Chain Tg, LCT)
dengan jumlah atom-C di atas 15 memerlukan
lipase dan empedu untuk resorpsinya. Terda-
pat dalam minyak kelapa dan minyak sawit,
transpornya melalui pembuluh limfe.
Pengganti lemak
Lemak penting bagi cita rasa makanan, kare-
na lemak di dalam pangan memberikan
sensasi rasa khas yang tidak dapat diberikan
oleh zat gizi lain. Sebaliknya, efek buruk
akibat terlalu banyak lemak (jenuh) untuk
kesehatan (overweight, PJP dan kanker) sa-
ngat meresahkan, sehingga di banyak nega-
ra telah dilancarkan kampanje besar-besaran
agar para konsumen mengurangi peng-
gunaan lemak dari ±14 sampai ±10 En%.
Dalam konteks ini, sejak tahun 1996 di
Amerika dipakai secara terbatas suatu
pengganti lemak, yang disebut Olestra. Pro-
duk ini hanya boleh dipakai untuk meng-
goreng kudapan, seperti crackers/chips dan
diwajibkan menambah nambahkan vitamin yang la-
rut dalam minyak (A,D,E dan K).
* Olestra yaitu polyester dari sukrosa (gula
putih), yang di usus tidak difermentasi, se-
hingga tidak diabsorpsi dan tidak meng-
hasilkan energi. Sifat baik lainnya yaitu
Asam lemak jenuh
asam kapronat , C6 : (C5 H11 COOH) asam miristat C14 : C13 H27 COOH
asam kaprilat , C8 : (C7 H15 COOH) asam palmitat, C16 : (C15H31 COOH)
asam kaprinat, C10 : (C9 H19 COOH) asam stearat , C18 : (C17 H35 COOH)
asam laurat , C12 : C11 H23 COOH
Asam tak-jenuh posisi C=C
omega-9
- asam oleat C18:1 (9)
omega-6
- asam linolat C18:2 (9,12)
- asam gama-linolenat (GLA) C18:3 (9,12,15 )
- asam arachidonat C20:4 (5,8,11,14)
omega-3
- asam alfa-linolenat (ALA) C18:3 (9,12,15)
- EPA, asam timno dat C20:5 (5,8,11,14,17)*
- DHA C22:6 (4,7,10,13,16,19)
* Penjelasan: EPA yaitu asam omega-3, yaitu ikatan ganda pertama mulai pada C3, terhitung dari
akhir molekul (CH3).
Juga rumusnya memiliki 20 atom C dan 5 ikatan ganda, pada C5=6, C8-9, C11=12, dstnya terhitung
dari awal molekul (COOH) .
Tabel 54-4: Asam-asam lemak yang ada dalam bahan makanan
efek menurunkan kadar kolesterol (ringan). Ke-
beratannya berupa pengurangan resorpsi
vitamin A, D, E dan K, juga tidak menghambat
produksi asam lambung seperti lemak biasa.
Lagi pula senyawa ini tidak mengkontraksi
kandung empedu, sehingga empedu tidak
tersalurkan; hal ini meningkatkan risiko akan
pembentukan batu empedu. Mengonsumsi
sesuatu dengan Olestra tidak memicu
perasaan kenyang (saturasi), seperti yang
terjadi sesudah makan sesuatu dengan lemak
alamiah.
Efek samping pada pemakaian berlebihan
berupa keluhan lambung-usus, khususnya
sakit perut dan diare.
sebab semua efek negatif ini, manfaatnya
untuk mengurangi konsumsi makanan demi
kesehatan yang lebih baik, agak disangsikan.
MONOGRAFI
1. Asam oleat: C18:1, n-9
Oleat bersama linolat dan linolenat, yang
memiliki masing-masing 1 dan 2 ikatan tak-
jenuh, merupakan asam lemak esensial,
yang tidak dapat disintesis oleh tubuh kita.
Penelitian dari dasawarsa terakhir menun-
jukkan bahwa sama dengan asam PUFA,
oleat juga berkhasiat menurunkan kadar
kolesterol dan trigliserida darah. Menu seha-
ri-hari penduduk negara di sekitar Lautan
Tengah (Spanyol, Italia, Yunani, Algeria, Tu-
nisia, dan lain-lain) biasanya mengandung
minyak zaitun, yang kadar oleatnya tinggi,
dan sering kali dikombinasi dengan ikan
sebagai sumber protein, banyak buah-buah-
an dan sayur mayur serta tentu anggur me-
rah (Mediterranean diet). berdasar pola
makan inilah dapat dijelaskan mengapa me-
reka lebih jarang menderita dan meninggal
akibat PJP dan kanker (Arch.Internal Med
1998; 158: 1189-94).
* Minyak zaitun dibuat dari buah zaitun yang
sangat kaya akan minyak yang mengandung
sejumlah difenol, seperti hidroksitirosol (HT)
dan oleuropein (OE), dalam jumlah sam-
pai 800 mg per liter. Antioksidan kuat ini
berperan bagi stabilitas dan shelf- life yang
panjang dari minyak zaitun, artinya tidak
mudah teroksidasi maupun menjadi tengik
Jenis lemak susunan (%)
peng-
gunaan
sifat2
AJ mono poli
m. kelapa 40 50 1 Goreng minyak nabati terstabil
m. kedele 5 30 60 Goreng t >180o C:membentuk asam-trans
m. saflur 5 25 70 Dingin jangan dipanasi
m. zaitun 15 80 5 Goreng stabil sampai 220o C
m. babi,sapi 40 50 5 Goreng stabil (banyak asam jenuh)
oleum lini 10 20 70 Dingin jangan dipanasi
mentega 50 50 2 roti, gor. agak stabil, mudah dicernakan
(SCT))
margarin diet 60 Dingin kadar asam-trans harus maksi-
mal 1%
AJ : asam lemak jenuh
M : asam mono-unsaturated
P : asam polyunsaturated
Persentase rata-rata telah dibulatkan.
Tabel 54-5: Susunan beberapa jenis lemak/minyak dengan pemakaian dan sifat-
sifatnya. Persentase rata-rata telah dibulatkan.
seperti minyak nabati lainnya bila disimpan
lama. Selain itu juga diketemukan zat anti-
radang oleocanthal, yang menghambat en-
zim COX-1 dan COX-2 seperti NSAIDs. Efek
dua sendok makan minyak zaitun setara
dengan efek ibuprofen 400 mg (Nature 2005;
437: 45-6). Minyak zaitun dapat dipanaskan
sampai 220ºC sebelum diubah menjadi bentuk
transny a, sedang minyak lain sudah di-
rombak pada suhu 180-190ºC. Zat-zat fenol
itu juga menghindari oksidasi dari LDL-
kolesterol dan terjadinya aterosklerosis.
2. Asam linolat: oleum lini, C18:2, n-6
Linolat ada sebagai gliserida dalam
banyak minyak nabati, misalnya minyak ka-
cang, minyak jagung, minyak kedele, mi-
nyak kembang matahari dan minyak saflur.
Oleum lini terdiri sebagian besar dari asam
linolat dan linolenat, yang bersifat sangat
”mengeringkan”, yaitu mengeras bila dibiar-
kan pada udara (teroksidasi). Dahulu senya-
wa ini banyak dipakai dalam industri cat
dan pernis. Di apotik, decoctum Lini dibuat
dari bijinya (Semen lini) yang mengandung
minyak dan zat lendir, untuk dipakai
sebagai laksans lembut.
3.Asam gama-linolenat: GLA, C18:3, n-6
Asam esensial ini ada dalam minyak
borage (20%), minyak evening primrose
(Oenothera, 9%) dan minyak black currant
(zwarte bes,17%), juga dalam air susu ibu.
Minyak nabati lainnya dan minyak hewani
hanya mengandung sedikit sekali GLA, ke-
cuali dalam lemak domba. GLA merupakan
precursor dari eicosanoida dari seri-1 (PgE1,
TXA1), yang khasiatnya bertentangan de-
ngan PGE2 dan TXA2. Berkhasiat antira-
dang maupun vasodilatasi dengan mengu-
rangi agregasi trombosit dan juga tidak
menghasilkan leukotriën, yang memper-
kuat proses peradangan. Senyawa ini di-
gunakan pada eksim atopik. Tidak bisa disin-
tesis sendiri oleh tubuh, sehingga diperlu-
kan dalam diet.
Fungsinya yang terpenting dalam tubuh
bervariasi, yaitu:
a. mengikat dan mentranspor O2dan CO2..
GLA mengikat oksigen pada permukaan
paru dan mentranspornya melalui mem-
bran ke darah dan seterusnya ke dalam
eritrosit. Di sini O2 diikat oleh hemoglo bin
untuk kemudian “diserahkan” pada jarin-
gan. Kemudian GLA men gang kutnya lagi
melalui dinding pembuluh dan membran
sel ke dalam sel. Dengan cara yang sama,
CO2 diangkut dari sel untuk dikelu arkan
di paru-paru.
b. menyalurkan energi ke molekul sel.
GLA berdaya mengikat diri (tidak erat)
pada asam amino yang mengandung
belerang (sistin, sistein, metionin), yaitu
yang memiliki gugus-SH. Reaksi ini
memicu aliran energi listrik yang
dibutuhkan tubuh untuk impuls pukulan
jantung, sinyal saraf, kontraksi otot, dan
sebagainya.
c. menahan O2 dalam sel untuk melin-
dunginya terhadap kuman, virus dan
fungi anaerob yang tak dapat hidup bila
ada oksigen.
pemakaian nya terutama sebagai obat ku-
lit pada eksim, kulit kasar dan kering, ruam,
akne dan peradangan. Senyawa ini juga efek-
tif pada eksim popok pada bayi yang tidak
diberikan air susu ibu (yang mengandung
GLA). Disamping itu, GLA ternyata efek-
tif dan sering kali dipakai untuk meri-
ngankan gejala PMS (Premenstrual Syndrome).
Dosis: oral 1 dd 150- 250 mg, untuk PMS
dimulai beberapa hari sebelum haid sampai
2 hari sesudahnya.
* Asam alfa-linolenat(ALA, C18:3, n-3) meru-
pakan isomer yang sebagai gliseridanya
ada dalam banyak minyak mengering
(Oleum Lini), juga dalam kedele, walnut dan
banyak sayuran. Dalam tubuh, ALA dapat
diubah menjadi EPA dan DHA. Asam ini
dipakai sebagai nutrien.
4. Asam arachidonat: C20:4, n-6., docosate-
traenoic acid
Asam ini antara lain ada dalam mi-
nyak kacang tanah (Oleum arachidis), kuning
telur, lumut laut, ikan dan daging merah/
unggas. Lihat tabel di bawah ini:
daging ikan
bistik 130 makril 45
babi 53 salem 30
ayam 150 sardencis 50
kalkun 100 cod 150
ham 100 tongkol 180
daging organ 600 kerang 40
Tabel 54-6: Kadar arachidonat (mg)
dalam 100 g daging dan ikan
Selain itu, dalam tubuh arachidonat dapat
disintesis dari linolat, yang juga banyak ter-
dapat dalam makanan sehari-hari. Kebanya-
kan jaringan mengandung 2-3 kali lebih ba-
nyak arachidonat daripada EPADHA. Seba-
gai komponen dari dinding sel, arachidonat
dapat diubah menjadi eicosanoida (prosta-
glandin PGE2, tromboksan TXA2, dan leuko-
triën LTB4). Eikosanoida (Yun. eikosi = 20)
mencakup PGs, LTs dan derivat-derivatnya.
Lihat skema di Bab 21, Prostaglandin. Bebe-
rapa zat ini terlibat pada reaksi imun mau-
pun peradangan serta pada regulasi bila ter-
dapat kecenderungan trombosis dan hiper-
tensi. Prostaglandin E2 menstimulasi pera-
dangan dan pertumbuhan tumor, oleh kare-
Gambar 54-3: Rute pembentukan oksidatif eicosanoida dari asam lemak tak-jenuh
na itu penderita penyakit radang dan kanker
sedapat mungkin menghindari makanan
yang mengandung arachidonat (semua da-
ging hewan dan kacang tanah).
5. EPA : timnodonic acid, eicosapentaenoic acid,
(20:5, n-3).
DHA : cervonic acid, docosahexaenoic acid
(22:6, n-3)
Minyak ikan mengandung kedua asam
lemak omega-3 ini (Yun. eicosa = 20, docosa
= 22), yang terdiri dari masing-masing 20
dan 22 atom C serta 5 dan 6 ikatan tak-jenuh.
EPA dan DHA praktis tidak dapat disintesis
oleh tubuh, hanya dalam jumlah kecil sekali
terjadi pengubahan dari asam alfa-linolenat
(ALA). Dalam tubuh EPA dirubah menjadi
DHA, yang merupakan zat paling aktif,
yang melalui beberapa tingkat akhirnya
menghasilkan eicosanoida dari seri-3, yaitu
prostaglandin (PGE3) dan leukotriën (LT5),
yang seperti PGE1 dan LT5 berkhasiat anti
radang dan anti tumor.. Lihat Gambar 54-2.
Asam-asam ini paling banyak ada
dalam minyak ikan laut dingin seperti
herring, salem, makril, belut, sardencis dan
tongkol. Daging merah, daging organ dan
telur mengandung hanya sedikit asam ini.
Di membran sel ikan-ikan itu , asam
arachi donat digantikan oleh EPA dan DHA,
sehingga terpelihara fleksibilitasnya pada
suhu rendah (lautan dingin). Akibatnya,
pembentukan eicosanoida peradang (PgE2,
LTB4, interleukin IL1,) terhalang, begitu pula
pembentukan TNF dan fibrinogen. Sebagai
gantinya, terbentuklah eicosanoida dari seri-
3 itu di atas, yang praktis tidak bersifat
meradang.
Khasiat. Minyak ikan berkhasiat melin-
dungi pasien jantung terhadap meninggal
mendadak akibat infark jantung sekunder
bila dimakan dua kali seminggu sebagai ikan
berlemak. Efek ini diperkirakan berkat DHA
yang berkhasiat mencegah gangguan ritme
dan mungkin juga berkat zat-zat pelindung
lain dalam minyak itu . Pada bangsa
Eskimo yang makan ikan dalam jumlah besar
(400-500 g/hari), angka kematian akibat PJP
rendah sekali, begitu juga orang Jepang.
Orang Eskimo juga sangat jarang menderita
diabetes; pada binatang percobaan telah
ditemukan bahwa DHA melindungi terhadap
diabetes. Menurut perkiraan, DHA membuat
membran sel lebih cair (liquid), sehingga
menjadi lebih peka bagi daya kerja insulin,
sehingga insulin bekerja lebih efektif dan
nilai glukosa menurun.
Tabel 54-7: Kandungan minyak total
dan minyak tak-jenuh dari beberapa
jenis ikan.
Asam omega-3 juga memiliki sejumlah kha-
siat lain, seperti dapat dilihat pada ringkasan
seluruh daya kerjanya di bawah ini:
a. anti trombotik: menghambat agregasi
trombosit melalui inhibisi produksi TXA2
(tromboksan), yang bersifat mendorong
penggumpalannya.
b. anti radang dengan mencegah sintesis PG
dari seri-2 dan leukotrien dari seri-4, yang
bersifat meradang kuat dan menstimulasi
pertumbuhan tumor. Pembentukan TNF
dan interleukin (efek meradang) oleh le-
kosit dan makrofag juga dihambat.
c. antitumor. Pada perkembangan obat
diabetes dari kelompok glitazon (thiazo-
lindion, lihat Bab 47) telah ditemukan
bahwa PPAR-gama (Peroxisome Prolifera-
tor-Activated Receptor) memegang peran-
an penting pada mekanisme khasiat anti-
tumornya. Pasien diabetes yang kebetul-
an juga menderita kanker ternyata tidak
hanya diperbaiki regulasi glukosanya
oleh glitazon, melainkan juga proliferasi
sel-sel kankernya dihambat. Kemudian
ternyata bahwa juga beberapa zat lain
dengan khasiat agonis PPAR-gama ber-
khasiat memberantas sel tumor, a.l. EPA/
DHA dan squalen (dari minyak hati ikan
hiu). sesudah aktivasi PPAR oleh EPA,
terjadi diferensiasi sel dan pertumbuhan
sel tumor dialihkan menjadi sel lemak
terminal (adiposit) dengan “mereparasi”
apoptosis yang telah ditiadakan oleh sel
tumor. Beberapa studi menunjukkan
efek baik dari minyak ikan pada kanker
payudara, prostat, paru-paru dan ko-
lon17,18. Di samping mekanisme ini EPA/
DHA juga diperkirakan bekerja an-
titumor berdasar penghentian pem-
bentukan PGE2 dan LTB4, yang mensti-
mulir pertumbuhan sel kanker. Seba-
gai gantinya terbentuk PGE1 dan PGE3
tanpa khasiat stimulasi itu , lihat
Gambar 54-2.
d. menurunkan trigliserida darah dengan
25-30% dan berdasar sifat antitrom-
botiknya mencegah aterosklerosis dan
PJP. Efeknya terhadap kolesterol masih
perlu ditegaskan. Orang Eskimo, yang
diet sehari-harinya mengandung banyak
EPA dan DHA (antara lain dari anjing
dan singa laut), jarang sekali menderita
penyakit jantung.
e. menurunkan kadar glukosa darah
dan memperbaiki efek insulin. Dengan
demikian sangat bermanfaat pada dia-
betes tipe 2 sebagai zat tambahan (kom-
plementer).
f. memperbaiki perkembangan saraf otak
dan fungsinya, terutama pada janin dan
bayi. Otak terdiri dari lemak untuk ±60%
dan dengan DHA sebagai asam yang
terbanyak. ASI mengandung DHA dan
enzim delta-6-desaturasis yang penting
untuk sintesis asam omega dan sering
kali belum ada pada bayi. Susu
formula/botol sekarang ini banyak yang
diperkaya dengan EPA dan DHA. Dalam
rangka ini EPA memengaruhi dengan
baik gejala ADHD dan dipakai pada
terapi alternatif (lihat Bab 31, Adrenergika
dan Adrenolitika, boks). Penambahan asam
lemak omega 3/6 sebagai terapi kom-
binasi dengan metilfenidat yang dosisnya
dapat dikurangi sehingga lebih dapat
diterima, mungkin dapat memperbaiki
kesetiaan terapi.
Journal of Attention Disorders, online 24
januari 2014.
Juga dilaporkan memiliki efek antide-
presi yang baik sehingga dosis antidepre-
si dapat diturunkan. Wanita hamil pada
trimester terakhir memiliki kekurangan
DHA dalam darahnya sedang pada
wanita dengan depresi postnatal kadar-
nya lebih rendah lagi.
g. memperkuat sistem imun melalui sti-
mulasi aktivitas limfosit.
pemakaian . berdasar sifatnya, minyak
ikan salem/makril dipakai terhadap pe-
nyakit peradangan, misalnya pada rematik
berkhasiat mengurangi kakunya sendi di
waktu pagi. Pada peradangan usus kro-
nis, seperti colitis dan Crohn, masa remisi
diperpanjang atau frekuensi kambuh diku-
rangi. Begitu juga pada penyakit auto-
imun SLE (Systemic Lupus Erythematodes).
Pada eksim konstitusional, asam omega
dapat mengurangi bersisiknya kulit dan
meringankan gatal-gatal. Secara preventif,
minyak ikan dianjurkan konsumsinya oleh
wanita hamil dan menyusui untuk menjamin
perkembangan optimal fungsi otak janin dan
untuk memperkecil risiko penyakit jantung,
infark otak dan jantung. sebab ikatan ganda
dari EPA dan DHA mudah teroksidasi,
maka pada sediaannya selalu ditambahkan
vitamin E sebagai antioksidan, lazimnya 5
mg per 500 ml minyak ikan. Adakalanya juga
dikombinasi dengan suatu asam omega-6
untuk melengkapi efeknya.
Efek samping pada overdosis dapat berupa
perpanjangan waktu perdarahan berhubung
penghambatan penggumpalan pelat darah.
Pada dosis tinggi, senyawa ini dapat menim-
bulkan perdarahan di hidung. Oleh sebab
itu tidak boleh dikombinasi dengen asetosal
yang memiliki daya kerja sama.
Dosis: 3-4 dd 250 - 500 mg asam lemak (EPA
+ DHA). Selama kehamilan dan laktasi 1 dd
200 mg; untuk prevensi umum 1 dd 100 mg.
Minyak ikan (salem, makril) 1000 mg me-
ngandung ±300 mg EPA+DHA (30%). Salem
dan makril mengandung 12-20% minyak.
* Cod liver oil (levertraan) mengandung
±20% EPA+DHA, di samping asam tak-
14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd 900 25/04/2015 10:43:23
Bab 54: Dasar-dasar Diet Sehat 901
jenuh lainny a, asam lemak jenuh (±19%)
serta vitamin A dan D, lihat monografi Bab
53, Vitamin dan Mineral. Dalam tubuh, EPA
diubah menjadi DHA yang dapat menghalau
arachidonat dari dinding sel.
OBAT-OBAT SELAMA KEHAMILAN
DAN LAKTASI
pemakaian obat selama kehamilan dan lak
tasi merupakan suatu masalah khusus yang
tidak selalu dapat dihindari dan harus di
usahakan dengan risiko seminimal mungkin
bagi ibu maupun janin.
Sewaktu kehamilan timbul beberapa per
ubahan farmakokinetik yang dapat me
mengaruhi kadar obat dalam darah, seperti
menurunnya pengikatan protein, mening
katnya arus pendarahan di hati dan ginjal
serta meningkatnya metabolisme akibat ber
ubahnya aktivitas enzim CYP.
Anderson GD. Pregnancyinduced changes in
pharmacokinetics: a mechanisticbased approach.
Clin Pharmacokinet. 2005;44(10) 9891008.
Loebstein R. et al. Clinical relevance of therapeu
tic drug monitoring during pregnanct. Ther Drug
Monit. 2002 feb:24(1)1522.
Selama beberapa dekade diperkirakan bahwa
plasenta berfungsi sebagai sawar (barrier)
yang melindungi janin terhadap efek meru
gikan dari obatobat. namun ternyata bahwa
kebanyakan obat dapat menembus secara
pasif atau ditranspor secara aktif melalui
plasenta. Hal ini terbukti secara drastis dan
menyedihkan oleh peristiwa talidomida pada
permulaan tahun 1960, bahwa pengaruh
suatu obat terhadap janin selama masa kritis
dari perkembangannya dapat memicu
defek fisik pada organorgan tertentu.Lihat
Bab 4, Prinsipprinsip Farmakodinamika,
Efekefek teratogen.
Periode intrauterin selama 2 pekan sampai
tiga bulan merupakan masa perkembangan
janin yang sangat peka terhadap efek obat
yang dapat memicu malformasi, ka
rena pada masa inilah terbentuknya organ
organ utama.
Teratogenesis
Didefinisikan sebagai disgenesik (pembentuk
an keliru) dari organorgan janin secara
struktural maupun fungsional (misalnya
fungsi otak). Manifestasi yang khas dari
teratogenesis berupa pertumbuhan yang
terhambat atau kematian dari janin, karsino-
genesis dan malformasi struktur organ mau
pun fungsinya.
Merupakan pedoman emas bahwa semua
obat harus dihindari selama kehamilan, terke
cuali ada sebabsebab yang mendesak un
tuk pemakaian nya. Dalam hal ini harus
dipertimbangkan dengan saksama benefit-
nya bagi ibu terhadap risiko potensial bagi
janin. Lagipula keamanan dari kebanyakan
obat belum dapat dipastikan secara mutlak,
sebab efeknya mungkin baru tampak bebe
rapa tahun sesudah kelahiran. Oleh sebab itu
penelitianpenelitian jangka panjang semakin
penting, sebab ternyata bahwa efek jangka
panjang dari obatobat teratogen terhadap
perkembangan saraf dapat lebih parah dari
pada kelainankelainan struktural. Dalam hal
ini dapat disebut beberapa obat yang meme
ngaruhi perkembangan otak seperti karbam-
azepin, isotretinoin, fenitoin, asam valproat dan
warfarin (Tabel A).
Proses untuk menentukan
keamanan obat selama kehamilan
Tiap tahun banyak sekali obat baru disal
urkan ke pasaran, namun pada saat pemasa
ran data mengenai efekefeknya terhadap
janin biasanya masih sangat terbatas.
Pedoman pertama yang dipegang yaitu
penelitian terhadap binatang percobaan.
Ternyata bahwa obatobat yang memi
liki sifat teratogen pada manusia dapat me
nyebabkan efekefek teratogen yang sama
pada hewan percobaan. namun ada pula
obatobat yang memiliki efek teratogen
pada hewan bila diberikan dalam dosis
tinggi, namun tidak bersifat teratogen pada
manusia bila diberikan dalam dosis klinis.
Dalam peristiwa talidomid justru terjadi
kebalikannya, yakni hanya dosis tinggi ber
sifat teratogen pada hewan, sedang pada
manusia ternyata dosis rendah pun sudah
memicu cacat pada janin. Dosis tinggi
dari glukokortikoid atau benzodiazepin dapat
memicu bibir sumbing pada hewan,
namun dalam dosis klinis tidak memberikan
efek demikian pada manusia. Juga senyawa
salisilat dapat memicu malformasi
pada hewan namun tidak pada manusia.
Dari peristiwaperistiwa ini dapat ditarik
kesimpulan bahwa penelitian pada hewan
dapat mendeteksi efek teratogen, namun sulit
untuk mengekstrapolasi efekefek ini pada
manusi a.
Di samping percobaan pada hewan be
berapa usaha lain ditempuh untuk meng
identifikasi kemungkinan sifat teratogen,
antara lain dengan menelaah hasilhasil
monitoring obat (case reports dan penelitian-
penelitian epidemiologik). Untuk ini telah
dibentuk suatu jenis pelayanan yang dise
but International Development of Teratology-
information Services.
Efek dari penyakit ibu
Dalam penentuan peran obat terhadap janin,
jangan pula dilupakan bahwa penyakit yang
diderita ibu dapat merupakan risiko pada
janin. Misalnya ibu penderita tekanan darah
tinggi atau kanker lebih cenderung untuk
bayinya menderita pertumbuhan intraute
rin yang terhambat. Juga ibu hamil yang
menderita epilepsi atau diabetes condong
untuk melahirkan bayi dengan malformasi.
pemakaian asam valproat oleh ibu hamil
dapat meningkatkan risiko bagi bayi mende
rita neural tube defect, IQ rendah atau autis.
Keluhan asma meningkat pada sekitar
se pertiga dari wanita hamil dan pengobat
annya dengan kortikosteroid dapat me
nimbulkan perlambatan pertumbuhan bayi
sebagai efek samping. namun bila pengobatan
asma ini dihentikan, dapat memicu
kekurangan oksigen bagi janin.
berdasar masalahmasalah demikian,
maka perlu pertimbangan serius mengenai
risiko pemakaian obat selama kehamilan
dan untungruginya bagi ibu maupun janin.
Pilihan obat saat kehamilan
Banyak ibu hamil memerlukan pengobatan
bagi keluhankeluhan yang disebabkan oleh
kehamilan, misalnya mual dan muntah. Be
berapa prinsip harus dipatuhi pada pemi
lihan obat selama kehamilan.
1. Sebaiknya memakai obatobat yang
sejak lama sudah dipakai dalam prak
tik daripada obatobat pengganti baru
(lihat Tabel B), walaupun obat baru me
miliki misalnya lebih sedikit efek samping
bagi orang dewasa, namun keamanannya
bagi janin kurang jelas.
2. Untuk menurunkan risiko sejauh mung
kin bagi janin, sebaiknya dipakai
dosis obat yang paling rendah selama ke
hamilan. Hal ini sebetulnya bertentang
an sebab sebagian wanita hamil justru
membutuhkan dosis obat yang lebih
tinggi dari normal pada saat hamil tua
berhubung meningkatnya berat badan
dan lebih cepatnya “clearance” (ekskresi)
dari banyak obat , misalnya litium, di
goksin dan fenitoin.
3. Wanita hamil tidak dianjurkan untuk
memakai obat bebas (over-the-coun-
ter drugs) tanpa konsultasi dengan dokter,
sebab banyak faktor, termasuk taraf ke
hamilan, dapat memengaruhi risiko bagi
janin. Misalnya suatu obat NSAID dapat
dipakai terhadap nyeri pada trimester
pertama dari kehamilan, namun semakin
banyak bukti menyatakan bahwa bebe
rapa obat NSAID merupakan risiko bagi
janin pada masa kehamilan tua.
Di Swedia telah disusun klasifikasi peng
gunaan obat selama kehamilan dan laktasi
terutama atas dasar pengalaman klinis pada
manusia. sebab klasifikasi ini sangat luas
dan meliputi banyak sekali obat, maka kami
telah meringkaskannya menjadi tiga daftar,
yaitu:
A. Daftar obat yang tidak boleh diberikan
pada wanita hamil
Daftar ini terdiri dari obatobat yang
bersifat teratogen dan telah dibuktikan
dapat membuat cacat janin. Obatobat
yang tercantum dalam daftar ini tidak
mutlak dilarang pemakaian nya oleh
wanita hamil, namun dalam keadaan da
rurat masih dapat dipakai dengan
mempertimbangkan benefit bagi ibu dan
risiko bagi janin.
B. Daftar obat yang dianggap aman bagi
wanita hamil
Dalam daftar ini tertera obatobat yang
dianggap aman bagi wanita hamil, yang
sesudah dipakai selama jangka waktu
panjang tidak menampilkan efek buruk
pada janin. Obatobat lainnya yang ti
dak dimasukkan dalam daftar dapat se
cara potensial merugikan janin berdasar
kan percobaan hewan atau pula belum
ada cukup data mengenai keaman
annya.
C. Daftar obat yang aman selama laktasi
Sebagian besar dari obatobat yang
dikonsumsi ibu dapat dideteksi dalam air
susunya walaupun dalam jumlah kecil.
Namun demikian beberapa obat dapat
memicu masalah pada bayi yang
diberi ASI. Sebagai contoh misalnya kar-
bimazol yang dapat mengganggu fungsi
tiroid dari bayi. Terkenal yaitu tetrasik-
lin yang juga mencapai air susu dan dapat
memicu pewarnaan kuning ir
reversibel pada gigi yang sedang/akan
tumbuh.
Sama seperti pada waktu hamil, ibuibu yang
menyusui juga harus menghindari penggu
naan obat, terkecuali bila mutlak dibutuhkan.
Dalam hal ini risiko bagi bayi harus dipertim
ACE-penghambat15
ATI-antagonis
Amikasin
Aminopterin
Androgens
Antikolinergika
Asam Valproat
Azathioprin
Benazepril
Danazol
DES (dietilstilbestrol)
Doksisiklin
Enalapril
Eprosartan
Ethosuksimida
Etretinat
Fenitoin
Fenobarbital
Fluoksimesteron
Fosinopril
Gansiklovir
Gentamisin
Griseofulvin
HepatitisA/B
Hipoglikemika
Irbesartan
Isotretinoin
Kandesartan
Kaptopril
Karbamazepin
Karbimazol
Kinidin
Kinin
Kuinapril
Linestrenol(>2,5 mg)
Lisinopril
Litium
Losartan
Metimazol
Metotreksat
Misoprostol
Nandrolon
Netilmisin
NSAIDs
Penghambat ACE
Penisilamin
Psikofarmaka
Psikotropika
Primidon
Propiltiourasil
Ramipril
Retinoida
Siklofosfamida
Silazapril
Siproteron
Sitostatica (semua)
Streptomisin
Talidomida
Testosteron
Tetrasiklin/oksi-T.
Tiourasil
Tiroistatika
Tobramisin
Vaksin(semua,kecuali lihat B)
Valsartan
Vigabatrin
Warfarin
Daftar A. Obat-obat yang TIDAK BOLEH diberikan pada wanita hamil
bangkan terhadap benefits dari pemberian
ASI atau untuk sementara diganti dengan
susu kaleng.
Obat yang dapat diminum dengan aman
oleh ibu selama menyusui yaitu obat yang
tidak atau hanya sedikit diekskresikan ke
dalam susu ibu. Obat lainnya yang tidak ter
cantum dalam daftar merupakan obat yang
dapat mencapai susu ibu dalam jumlah ba
nyak dan mungkin dapat berefek buruk pada
bayi atau belum ada (cukup) data me
ngenai keamanannya.
Acetaminofen
Acetylcysteine
Alginic acid
Amilorida
Amoxicillin
Ampicillin
Antasida
Azithromycin
Bezafibrate
Bisacodyl
Bromocriptine
Buspiron
Butylscopolamin
Calcitriol
Cefalosporins
Chlorcyclizine
Chlorhexidine
Ciclosporine
Cimetidine
Cinnarizine
Cisapride
Clemastine
Clindamycin
Clofibrate
Clotrimazol
Cloxacillin
Codeine
Cromoglicate
Colestipol
Cyclandelate
Cyclizine
Cyproheptadine
Desmopressine
Dextromethorfan
Dextropropoxyfen
Didanosine
Difenhydramine
Digoxin
Dihydralazine
Dihydrotachysterol
Dimethindene
Dipyridamol
Dydrogesteron
Efedrine
Erythromycin
Ethambutol
Fenazone
Fenoterol
Flucloxacillin
Flumazenil
Fluoksetin
Fluvoxamine
Folic acid
Folinic acid
Gliserin
Granisetron
Guaifenesine
Heparin
Heparin LMW
Hyaluronic acid
Hydralazine
Hydrocortisone
Hydroxyzine
Ipratropium-Br
Isoniazide
Isoprenaline
Isosorbide nitr.
Labetalol
Laktulosa
Levothyroxin
Liothyronin
Lidocaine
Lincomycin
Magnesiumoxide
Meclizine
Medroxyprogest.
Mepivacaine
Methenamine
Methimazol
Methyldopa (l-)
Methimazol
Methyldopa (l-)
Mexiletine
Moclobemide
Miconazol
Naloxone
Niclosamide
Nitrofurantoin
Noscapine
Nystatine
Oxytocin
Papaverine
Paracetamol
Penicillin-G/V
Permethrin
Piperacillin
Pizotifen
Prilocain
Promethazine
Ranitidine
Roxithromycin
Salbutamol
Salmeterol
Sennoside
Sorbitol
Spiramycin
Spironolacton
Sufentanil
Sumatriptan
Sucralfat
Sulfasalazine
Terbinafine
Terbutaline
Terfenadine
Theofylline
Tranexamic acid
Trihexyfenidyl
Vaks.influenza
Vaksin polio
Tetanus toxoid
Daftar B. Obat-obat yang dianggap aman bagi wanita hamil
Catatan: Walaupun daftar ini memuat obat-obat yang dianggap aman bagi wanita hamil, namun tetap
harus berpegangan pada „golden rule“, bahwa wanita yang mengandung maupun yang menyusui harus
menghindari pemakaian obat, terkecuali bila ada petunjuk khusus dari dokter yang merawatnya.
Acetylsalicylic acid
Aciclovir
Alginic acid
Alimemazine
Alprenolol
Amoxicillin
Ampicillin
Atenolol
Aztreonam
Baclofen
Betamethasone
Betaxolol
Bisacodyl
Bisoprolol
Bumetanide
Bupivacaine
Bromocriptine
Carvediol
Carbamazepin
Cefalosporins
Chlordiazepoxide
Chloroquine
Chlorpromazine
Cisapride
Chlorhexidine
Chlorpromazine
Clemastine
Clobetasol
Clobetasone
Clomipramine
Cloxacillin
Codeine
Colestipol
Colestyramine
Cotrimoxazol
Cromoglicate
Dextropropoxyfen
Desonide
Diclofenac
Difenhydramine
Digoxine
Dihydralazine
Dimethindene
Doxycycline
Enalapril
Epinefrine
Ethambutol
Erythromycin
Fenazone
Flucloxacillin
Fluocortolon
Folinic acid
Fosfomycin
Fusidic acid
Haloperidol
Heparin
Hyaluronic acid
Hydralazine
Hydrocortisone
Hydroxychloroquine
Hyoscyamine
Ibuprofen
Imipramin
Ipratropium
Isoniazide
Ketoconazol
Kinine
Kinidine
Labetolol
Levocabastine
Levonorgestrel
Levothyroxine
Levopromazine
Lidocaine
Liothyronine
Loperamide
Loratidine
Lorazepam
Lynestrenol (>2,5 mg)
Magnesiumoxide
Medroxyprogester
Mesalazine
Methadone
Methenamine
Methotrexate
Metoclopramid
Metoprolol
Metronidazol
Mexiletine
Midazolam
Moclobemide
Morphine
Naproxen
Nitrazepam
Nitrofurantoin
Norethisteron
Nortriptyline
Noscapine
Nystatine
Opipramol
Oxazepam
Oxybuprocain
Paracetamol
Penicilline G/V
Perfenazine
Periciazine
Pethidine
Phenylbutazon
Phenytoine
Pindolol
Piperacilline
Piroxicam
Predniso(lo)ne
Prilocaine
Propafenone
Propranolol
Propylthiouracil
Pyrimethamin
Retinol (vit A)
Rifampicine
Roxitromycine
Scopolamine
Spironolactone
Sucralfat
Sulfamethoxazol
Sulfasalazine
Terbutalin
Tetracyclin
Oksitetracycl
Theofyllin
Thioridazin
Tranexaminic ac.
Triamcinolone
Trimethoprim
Valproic acid
Verapamil
Daftar C. Obat-obat yang boleh diminum ibu selama menyusui.
(dengan persetujuan dokter yang merawat)
DAFTAR DOSIS LAzIM (per oral)
(dosis obat-obat lain lihat teks)
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 910 21/04/2015 20:56:21
Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 911
Asenokumarol permula15-25 mg;pemelih. 2-10 mg vesp.
Asetazolamida 8-30mg/kg bb; maks.1g sehari; atau 1-4 dd 250 mg
Asetilsistein 3 dd 200 mg; 3 bl-1 th 1-2 dd 50-150 mg
Asetosal 1 th s/d 6 th: 1-2 dd 200-300 mg
6 th s/d 12 th: 1-2 dd 300-500 mg
Aspirin lih.Asetosal
Atenolol hipertensi: 1dd100 mg; angina pect. 2 dd 50-100 mg
Atropin 3 dd 0.25-0.8 mg
Azathioprin sehari 2-5 mg/kg bb
B
Beklometason dipropionat inhalasi 3-4 dd 50 mcg; maks.1 mg sehari
Belladonna ekstrak 3 dd 10-20 mg
Bendroflumethiazida 1 dd 5-10 mg;atau 3x seminggu
Benfotiamin terapi: sehari 100-300 mg
Benorilat 4 dd 1-2 g p.c.
Benzbromaron 1 dd 50 mg d.c.; naik sampai sehari 200 mg
Benzidamin 3-4 dd 50 mg p.c. (klorida)
Benziodaron 1 dd 50 mg d.c.;naik sampai sehari 200 mg
Benzoktamin 3 dd 10 mg; sbg obat tidur 20 mg
Benzonatat 3 dd 100-200 mg
Betametason 4 dd 0.25-0.5 mg (di-Na-fosfat)
Bevonium 2-3 dd 50-100 mg (metilsulfat)
Bezitramida 1-6 dd 5 mg
Biotin sehari 0.15 mg
Bisakodil 5-10 mg vesp.; sup. 10 mg pagi
Bismutsubkarbonat 2-3 dd 0.5-1 g
Bismutsubnitrat 2-3 dd 0.5-1 g
Bromazepam sehari 4.5-9 mg
Bromheksin 3-4 dd 4-8 mg
Bromisoval 300-600 mg vesp.;sedativ. 2-3 dd 300mg
Buformin permula 200 mg pagi d.c. dan
100 mg d.c. vesp.; kmd 1-2 dd 100 mg
Bumetanid 1 dd 1 mg; maks. 4 mg
Busulfan sehari 4-6 mg
Butilskopolamin oral/rektal 3-5 dd 10-20 mg (HBr)
D
Dapson selama 4 minggu 2 dd seminggu 50mg;
naik dg 100 mg seminggu sampai 400 mg; maks. 600 mg
Deksametason 4 dd 0,25-0,5 mg
Deksklorfeniramin 3 dd 2 mg
Dekstrometorfan 3-4 dd 5-15 mg
Dekstrotiroksin permulaan 1 dd 1-2 mg, naik dg 1-2 mg tiap minggu
sampai maks. 1 dd 8 mg.
Diazepam sehari 6-30 mg
Dibunat sehari 60-120 mg
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 911 21/04/2015 20:56:21
Seksi X: Lampiran912
Didrogesteron 2-4 dd 5-10 mg
Difenhidramin 4 dd 25-50 mg
Difenilhidantoin Natrium 1-2 dd 100-300 mg d.c.
Digitoksin permulaan 0,1-0,3 mg, kmd setiap 6-8 jam 0,2 mg sampai
1-2 mg sehari; pemeliharaan 1 dd 0,05-0,2 mg.
Digoksin permulaan 0,25-1 mg; kmd setiap 6-8 jam 0,25-0.75 mg, sampai
2-3 mg; pemeliharaan 1-3 dd 0,25 mg
Dihidralazin permulaan 3 dd 12,5 mg (sulfat), kmd naik sampai maks.
3 dd 50 mg
Dihidroergotamin 3 dd 1-2 mg (mesilat)
Diklofenak 3 dd 25-50 mg
Diloksanida 3 dd 500 mg; anak-anak sehari 20 mg/kg bb
Diltiazem permula 3 dd 30 mg a.c.; kmd 3-4 dd 60 mg; maks. sehari 360 mg
Dimenhidrinat 4 dd 50-100 mg
Dimetilpolisiloksan 3 dd 40-80 mg d.c.
Dipiridamol 2-3 dd 25-50 mg
Dipiron 2-3 dd 0,5-1 g
Disopiramida permulaan 100-200 mg d.c. ; sampai 3 dd 100-200 mg
Doksisiklin loading dose 200 mg; kmd 1 dd 100 mg
Domperidon 3-4 dd 10-20 mg a.c.; anak 3-4 dd 0,3 mg/kg bb
E
Efedrin 3 dd 25-50 mg
Efetonin 3 dd 50 mg
Ergometrin maleat 2-3 dd 0,5-1 mg
Ergonovin lih. Ergometrin
Ergotamin tartrat 3-4 dd 1-2 mg; maks. sehari 8 mg
Eritromisin 4 dd 250-500 mg a.c.; anak sehari 20-40 mg/kg bb
Estradiol 1 dd 2 mg
Ethambutol 1 dd 15-25 mg/kg bb
Etilmorfin sekali 10-50 mcg; sehari 30-150 mcg
F
Famotidin sehari 20-40 mg hs
Felodipin sehari 5-10 mg; maks. sehari 20 mg
Fenfluramin 3 dd 20-40 mg a.c.
Fenformin 1-2 dd 25-50 mg d.c.
Fenilbutazon 3-4 dd 200 mg d.c.; pemeliharaan 1 dd 100-200 mg
Fenilefrin 3 dd 20 mg
Fenilpropanolamin 3 dd 25-50 mg (HCl)
Feniramin 3 dd 25 mg
Fenitoin 1-2 dd 100-300 mg (garam Na) d.c.
Fenkamfamin 1-2 dd 10 mg
Fenobarbital sedatif 15-50 mg; dosis tidur 100-200 mg
Fenolftalein 100-200 mg a.n.
Fenoterol 3 dd 2,5 mg (bromida)
Fenprokumon permulaaln 20-30 mg; pemeliharaan 0,75-6 mg
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 912 21/04/2015 20:56:21
Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 913
Fentermin 1 dd 15-30 mg pagi p.c.
Ferofumarat 3 dd 200 mg (= 65 mg Fe)
Feroglukonat 3 dd 430 mg (= 50 mg Fe)
Ferosulfat sehari 150-300 mg fero; (125 mg ferosulfat~25 mg fero)
Finasterida sehari 5 mg
Fitomenadion 1-10 mg
Floktafenin permula 200-400 mg; kmd 4-6 dd 200 mg; maks. sehari 1,6 g
Flukloksasilin 3-4 dd 500 mg; anak sampai 2 th 3 dd 125 mg
Flunitrazepam 1 - 4 mg a.n.
Fluokortolon 1 dd 20-60 mg
Fluoksimesterolon 1-2 dd 5 mg
Fluoro-urasil sehari 6-15 mg/kg bb
Flurazepam 7,5-30 mg (garam HCl) a.n.
Flurbiprofen sehari 150-200 mg
Flutamida 3 dd 250 mg p.c.
Fluvastatin 1 dd 20-40 mg hs
Fluvoksamin sehari 100-200 mg
Frusemida lih. Furosemida
Ftalilsulfathiazol 4-6 dd 0,5-1 g
Furazolidin 4-6 dd 100 mg p.c.; anak 4-6 dd 25-50 mg
Furosemida 40-80 mg pagi p.c.
G
Gabapentin 3 dd 100-200 mg
Gemfibrozil 2 dd 600 mg a.c. pagi
Glafenin 3-5 dd 200 mg; maks. sehari 1 g
Glibenklamida 1-2 dd 2,5-5 mg p.c.
Gliklazida 2-3 dd 80 mg d.c.
Glipizida 1-2 dd 5-10 mg d.c.
Gliserilguaiakolat 4-6 dd 100-200 mg
Gliseriltrinitrat 0,4-1 mg; maks. sehari 10 mg
Glutetimida sedativum 3 dd 250 mg; dosis tidur 500 mg
Griseofulvin 4 dd 125 mg atau1 dd 500 mg p.c.
Guaifenesin lih. Gliserilguaiakolat
Guanfasin 1 dd 1 mg; maks. sehari 6 mg
H
Haloperidol 3 dd 1-5 mg
Hidralazin 4 dd 10 mg
Hidroklorthiazida 1-2 dd 25-100 mg, maks. sehari 200 mg
Hidroksizin 3 dd 10-25 mg
I
Ibuprofen 3-4 dd 400 mg d.c.; pemeliharaan 3 dd 200 mg
Imipramin 3 dd 25-50 mg sampai sehari 250-300 mg (klorida)
Indapamida 1 dd 2,5-5 mg pagi d.c.
Indometasin 2-3 dd 25-50 mg d.c.
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 913 21/04/2015 20:56:21
Seksi X: Lampiran914
Isoaminil 3 dd 40-80 mg (siklamat, sitrat)
Isoniazida 2 dd 100-200 mg a.c.
Isoprenalin sublingual 5-10 mg
Isopropilaminofenazon 3 dd 400 mg; kmd 1 dd 600 mg
Isoproterenol subling. 10-15 mg
Isosorbida dinitrat akut subling. 5-10 mg; profilakt. 3-4 dd 5 mg
Isosorbida mononitrat 3 dd 1-2 mg d.c.
Isoxsuprin 3-4 dd 10-20 mg (klorida) p.c.
Itrakonazol 1 dd 100-200 mg
K
Kalsiferol sehari 1000-2000 U
Kalsitriol sehari 250 mcg
Kaptopril permula 3 dd 25 mg a.c.; kmd 2-3 dd 37,5-50 mg
Karbamazepin 2-3 dd 200-400 mg
Karbimazol 3 dd 10-20 mg
Karbo adsorbens 3-4 dd 0,5-1 g
Karbosistein 3-4 dd 750 mg; anak 3 dd 100-375 mg
Karisoprodol 4 dd 350 mg
Ketokonazol 1 dd 200 mg d.c.; maks. sehari 400 mg; anak 3 mg/kg bb
Ketoprofen 2-4 dd 50 mg
Ketotifen 2 dd 1-2 mg
Kinidin 2-3 dd 0,75-1,5g (bisulfat)
Kinin 3 dd 300 mg-500 mg (HCl/bisulfat); pereda otot 100-200 mg a.n.
Kinin anak < 1 th, sehari 10 mg per bln usia; anak>1th, sehari 100 mg
per tahun usia (tanat, etilkarbonat)
Klemastin 2 dd 1 mg a.c.
Klidinium bromida 3-4 dd 2,5 mg (bromida)
Klindamisin 4 dd 150-300 mg
Klobazam 3 dd 10 mg
Klofazimin 1 dd atau tiap 2hari 100 mg
Klofibrat 3-4 dd 0,5 g p.c.
Klomifen sehari 5 mg p.c. selama 5 hari
Klomipramin sehari 50-200 mg
Klonazepam 3 dd 1-2,5 mg; anak 3 dd 0,5-1 mg
Klonidin permula 3 dd 75 mcg (klorida), sampai 3 dd 150-300 mcg;
profilakt. migrain 2 dd 25-75 mcg
Klopamida 1 dd 20-60 mg p.c. ; maks 100 mg
Klorambusil sehari 5-10 mg; pemeliharaan sehari 2-4 mg
Kloramfenikol permula 2 g; kmd 4 dd 1 g selama 4 minggu (tifus)
Klordiazepoksida sehari 15-75 mg
Klorfenamin 4 dd 2-8 mg
Kloroquin difosfat 2 dd 250-400 mg; anak sehari 5-10 mg/kg bb
Klorothiazida 1-2 dd 0,5-1 g p.c.
Klorprenalin 4-6 dd 20-30 mg (klorida)
Klorfeniramin 3-4 dd 3-4 mg (maleat)
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 914 21/04/2015 20:56:21
Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 915
Klorpromazin sehari 75-100 mg
Klorpropamida 125-250 mg p.c. pagi; maks. sehari 0,5 g
Klorthalidon 1 dd 100-200 mg; maks. 200 mg; pemeliharaan 1 dd 50-100 mg
atau 3 kali seminggu
Kodein HCl batuk 3-5 dd 20-40 mg; diare 4 dd 20-40 mg;
analget. maks. 3 dd 30-60 mg
Kofein 1-3 dd 100-200 mg
Kolestiramin 3-4 dd 4 g d.c.
Kolinteofilinat 3-4 dd 200-400 mg
Kolistin akut: tiap 1-2 jam 0,5-1 mg, maks sehari 6 mg;
Kolkisin akut 1 mg, lalu 0,5 mg setiap 2 jam, maks. 8 mg
Kotrimoksazol 2 dd 2 tab. (sm 400 mg+tmp 80 mg) ; tifus/infeksi parah 2 dd 3 tab
maks. 14 hari; gonore 4 dd 2-4 tab. selama 2 hari
L
Labetalol permula 3 dd 100 mg; kmd 3-4 dd 200-600 mg
Laktulosa permula 15-30 g larutan 50%; pemeliharaan 5-15 g
Lamotrigin 2 dd 100 mg
Lanatosida C pemeliharaan 1-4 dd 0.25 mg
Lansoprazol 1 dd 30-60 mg a.c. pagi
Levamisol 1 dd 2,5 mg/kg bb p.c. selama 2 hari (garam HCl)
Levodopa 1-5 dd 300 mg d.c.
Levomepromazin sehari 75-150 mg
Lidoflazin 1-3 dd 60 mg d.c.
Linestrenol sehari 5 mg
Linkomisin 3-4 dd 500 mg a.c.
Lisinopril permula 1 dd 10 mg; pemeliharaan 1 dd 20-40 mg; maks. sehari 80 mg
Loperamida permula 4 mg, kmd tiap jam 2 mg; maks sehari 16 mg
anak sampai 8 th: 2-3 dd 0,1 mg/kg bb;
anak 8-12 th permula 2 mg; maks. sehari 8-12 mg
Lorazepam 3 dd 1-2,5 mg
Lovastatin 1 dd 20 mg malam; maks. sehari 80 mg
M
Magnesiumsulfat sekaligus 15-30 g
Maprotilin 3 dd 25-50 mg
Mazindol 3 dd 1-2 mg p.c.
Mebendazol dew. dan anak: oksiuriasis 100 mg d.c. pagi;
cacing lain 2 dd 100 mg, selama 3 hari
Mebeverin 3-4 dd 100 mg (HCl) a.c.
Mebhidrolin sehari 100-300 mg
Megestrol 2 dd 30-75 mg (asetat) p.c.; pemeliharaan sehari 15-30 mg
Meklizin 3 dd 12,5-25 mg
Menadion sehari 5-10 mg
Mepenzolat bromida 5 dd 10-20 mg
Meprobamat 3-4 dd 400 mg
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 915 21/04/2015 20:56:21
Seksi X: Lampiran916
Metamizol lih. Dipiron
Metampiron lih. Dipiron
Metformin permula 3 dd 0,5 g d.c.; kmd sampai 3 dd 1 g
pemeliharaan 2 dd 0,5 g
Methenamin 3 dd 0,5-1 g
Metotreksat sehari 5-10 mg
Metildigoksin pemeliharaan 2-3 dd 0,1 mg
Metildopa permula 250 mg pagi p.c.; kmd 2-3 dd 250 mg;
maks. 4 dd 500 mg
Metilergometrin 2-3 dd 0,25-0,5 mg
Metilprednisolon 4 dd 2-4 mg
Metiltestosteron sehari 10-50 mg
Metisergida permula 1 mg d.c., kmd sampai 2 dd 1-2 mg
Metoklopramida 3 dd 10 mg (HCl);
Metoprolol hipertensi 1 dd 50-100 mg; angina pect. 3 dd 50-100 mg
Metronidazol disenteri usus: 3 dd 750 mg; amebiasis 3 dd 500 mg;
trichomon. 2 dd 250 mg; giardiasis 1 dd 500 mg
Minoksidil permula 4 dd 2,5 mg, kmd sampai sehari 20-40 mg
Minosiklin loading dose 200 mg, kmd single dose 100 mg sehari
Minyak Kastor lih. Ricini Oleum
Moklobemida 3 dd 100 mg p.c.; maks. sehari 600 mg
N
Nabumeton 1 dd 0,5-1 g h.s.
Nalokson 1-5 mg
Naproksen 2- 3 dd 250 mg, maks. sehari 750 mg;
Natriumbikarbonat sehari 1-4 g
Natriumsalisilat urikosurik: 3-4 dd 2g
Neomisin sulfat 4-6 dd 0,5 g
Neostigmin 3 dd 15-30 mg (bromida)
Niasin lihat nikotinilalkohol
Nifedipin permula 3 dd 10 mg; kmd 3-4 dd 20-30 mg d.c.
Nikardipin 3 dd 20 mg; pemeliharaan 3 dd 30 mg; maks. sehari 120 mg
Niklosamida 1 g a.c., 1 jam kmd 1 g lagi; anak 2-8 th: 1/2 dosis;
di bawah 2 th: 1/4 dosis
Nikotinamida 3-4 dd 50-100 mg; maks. sehari 1 g
Nikotinil alkohol 3-4 dd 25-150 mg (hidrogentartrat)
Nimodipin tiap 4 jam 60 mg
Nimorazol amebiasis: sekaligus 2 g p.c. (7 hari); trichomon.: 3 dd 1 g
Nistatin 3 dd 0,5 - 1 MU
Nitrazepam 2,5-10 mg a.n.; epilepsi permula 1 dd 5 mg, sampai sehari 10-30 mg
Nitrofurantoin 3-4 dd 100 mg d.c.
Nitrogliserin subling. 0,5-1 mg setiap kali, maks. sehari 10 mg
Norefedrin 3 dd 25-50 mg
Norethisteron 2-3 dd 5 mg
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 916 21/04/2015 20:56:21
Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 917
Norfloksazin 2-3 dd 400 mg
Nortriptilin sehari 30-250 mg
Noskapin 3-4 dd 15-50 mg; maks. sehari 250 mg
Novaminsulfon 2-3 dd 0,5-1 g
O
Oksazepam sehari 30-150 mg
Oksifenbutazon permula 2-3 dd 200 mg
Oksifenonium 3-4 dd 5-10 mg
Oksolamin tiap 4 jam 100-200 mg (sitrat)
Oksomemazin sehari 10-40 mg
Oksprenolol hipertensi: 2 dd 100-200 mg; aritmia 4 dd 25-100 mg;
angina pect.: 4 dd 50-100 mg
Oleum Ricini lih. Ricini Oleum
Opipramol sehari 50-300 mg
Orsiprenalin 4 dd 10-20 mg (sulfat)
P
Pankreatin 0,5 g
Papaverin HCl 3-4 dd 40-100 mg; maks. sehari 600 mg
Parafinum lIquidum 15-45 ml a.n.
Parasetamol 4-6 dd 325-650 mg; maks. sehari 4 g;
anak 60-120 mg, maks. sehari 1,2-2,4 g
Pentazosin 4-6 dd 50-100 mg
Pentoksiverin 3-4 dd 15-30 mg
Perfenazin sehari 5-30 mg
Pindolol hipertensi: 1 dd 5-20 mg; aritmia/angina pect.: 3 dd 5-10 mg
Pipenzolat 3 dd 5 mg a.c. dan 5-10 mg a.n. (HBr)
Piperazin askaris: sekaligus 3 g (heksahidrat); anak 50 mg/kg bb;
1-2 th: 1 g; 3-5 th : 2 g; di atas 6 th: sekaligus 3 g
Pirantel sekaligus 500-750 mg; anak 10 mg/kg bb
Pirazinamida 3 dd 0,6-1 g
Piridoksin 4-5 dd 10 mg; anti-vomit: sehari 50-100 mg
Piridostigmin 3 dd 20-80 mg
Pirimethamin profilakt.: 1 kali seminggu 25 mg; maks. 4 minggu
Pirvinium sekaligus 5 mg (basa)/kg bb
Pizotifen permula 0,5 mg a.n. sampai 3 dd 0,5 mg; maks. sehari 4,5 mg
Prazepam sehari 10-60 mg
Prazosin 2-3 dd 0,5-2 mg
Prednisolon setiap 24 jam 5-50 mg pagi atau setiap 48 jam p.c.
Prednison 4 dd 2,5-5 mg
Primaquin 1 dd 15 mg (basa) (14 hari)
Primidon 4 dd 125-500 mg
Probenesid 2 dd 250 mg d.c. (1 minggu), kmd 2 dd 500 mg
Proguanil profilakt.: 1 dd 100 mg
Prokainamida 4-6 dd 250-500 mg (klorida)
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 917 21/04/2015 20:56:21
Seksi X: Lampiran918
Prokarbazin permula sehari 50 mg, kmd sehari 250-500 mg
Promethazin 3 dd 25-50 mg
Propantelin bromida 3 dd 15 mg d.c. dan 30 mg a.n.
Propifenazon 3 dd 250 mg
Propiltiourasil 2-4 dd 100 mg; kmd sehari 50-200 mg
Propranolol hipertensi: 2 dd 60-80 mg; aritmia sehari 10-40 mg;
angina pect.: 4 dd 20-80 mg
Prostigmin permula 7,5 mg; pemeliharaan sehari 15-375 mg
Pseudo-efedrin 3-4 dd 60 mg, maks. sehari 240 mg; anak 4 dd 1 mg/kg bb
R
Reserpin 3 dd 0,1-1 mg
Retinol sehari 50.000 UI; anak sampai 8 th sehari 10.000-20.000 I.U.
Riboflavin 5-10 mg
Ricini Oleum 15-30 ml; anak 4-15 ml
Rifampisin tbc: sekaligus 400-600 mg pagi a.c.; lepra: sekaligus 600 mg a.c.
gonore: sekaligus 900 mg (2-3 hari)
Rutosida 3-4 dd 20-50 mg
S
Salazosulfapiridin 3-6 dd 0,5 1 g
Salbutamol 4 dd 2-4 mg
Salisilamida 4 dd 1 g p.c.
Sefadroksil 1-2 dd 0,5-1 g; anak sehari 25-50 mg/kg bb dl 1-2 dosis
Sefaklor tiap 6-8 jam 250 mg, maks. sehari 4 g; anak sehari 20 mg/kg bb dl 3 dosis
Sefaleksin tiap 6 jam 250-500 mg, maks. sehari 4 g; anak 25-50 mg/kg bb dl 4 dosis
Sefiksim 1-2 dd 200 mg; anak 2 dd 4 mg/kg bb
Sefprozil 1-2 dd 500 mg; tiap 12 jam 7,5 mg/kg bb
Sefradin tiap 6 jam 250-500 mg; anak 25-50 mg/kg bb dl 2-4 dosis
Seftibuten sehari 400 mg; anak sehari 9 mg/kg bb
Sefuroksim 2 dd 250-500 mg d.c.; anak 2 dd 125-250 mg
Sianokobalamin 1-2 dd 100 mcg
Siklandelat 3-4 dd 200-400 mg p.c.
Siklizin 3 dd 50 mg
Siklofosfamida 3 dd 50-100 mg
Sikloserin 2 dd 250 mg
Simetidin 3 dd 200 mg d.c. dan 400 mg a.n., total sehari 1 -2 g
Sinarizin vertigo: 1-3 dd 25-50 mg
Siprofloksasin 2 dd 250-500 mg
Siproheptadin 3-4 dd 2-4 mg
Siproteron 2-4 dd 50-100 mg; pemeliharaan sehari 50 mg
Sisaprida 3-4 dd 5-10 mg a.c.; anak 3-4 dd 0,2 mg/kg bb, maks. 3 dd 0,3 mg/kg bb
Skopolamin HBr 0,25 mg; maks. sehari 0.6 mg
Sotalol hipertensi: 2 dd 40-120 mg; aritmia /angina pect. 2-4 dd 80-160 mg
Spiramisin 4 dd 50 mg (5 hari) cek
Spironolakton 2 dd 50 mg
14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd 918 21/04/2015 20:56:21
Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 919
Suksinilsulfathiazol 4-6 dd 0,5-1 g
Sulfinpirazon permula 4 dd 25-50 mg d.c.; kmd 4 dd 100-200 mg;
pemeliharaan sehari 200-400 mg
Sulpirida 1-3 dd 200 mg
T
Tamoksifen 2 dd 10-20 mg
Tanalbumin 3 dd 0,5-1 g
Temazepam sehari 10-30 mg
Teofilin 3-4 dd 125-250 mg p.c.
Terbutalin 2-3 dd 2,5-5 mg (sulfat); anak 0,075 mg/kg bb;
Tetrasiklin 4 dd 250-500 mg; anak sehari 20-40 mg/kg bb
Thiabendazol 2 dd 0,5 g; anak sehari 50 mg/kg bb
Thiamfenikol 4-6 dd 250 mg
Thiazinamium 3 dd 300-600 mg d.c.; anak 3 dd 100-200 mg
Tiamin HCl sehari 20-50 mg, kmd sehari 10 mg
Timolol hipertensi: 2-3 dd 5-10 mg; angina pect. 2-3 dd 10-15 mg
Tinidazol amebiasis: sekaligus 2 g (3 hari); trichom./giardia: single dose 2g
Tioridazin sehari 75-600 mg
Tiroksin-l permula sehari 0,05-0,1 mg; kmd sehari 0,2-0,4 mg
Tolbutamida permula 3 dd 0,5-1 g d.c.; pemeliharaan 2 dd 0,5 g
Tretoquinol 3 dd 3 mg; maks. 4 dd 6 mg (klorida)
Triamsinolon 2-4 dd 2 mg
Triamteren sehari 50-100 mg p.c. ; maks. 2 dd 100 mg
Triazolam 0.25-1 mg a.n.
Trifluoperazin sehari 3-30 mg
Trimetoprim 2 dd 200 mg; anak sehari 6-9 mg/kg bb dalam 1-2 dosis
V
Verapamil angina: 3 dd 40-80 mg
Y
Yohimbin 3 dd 3-10 mg















