Tampilkan postingan dengan label Efek pakai obat 50. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efek pakai obat 50. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2026

Efek pakai obat 50

 





kan orang kulit putih.

Kimia 

Secara kimiawi, protein yaitu  polipeptida 

yang terdiri atas puluhan sampai ratusan 

asam amino. Dengan merangkaikan asam-

asam ini, sesuai urutan yang bervariasi, dapat 

dibangun banyak sekali jenis protein. Dalam 

usus, protein pertama-tama dipecah menjadi 

peptida dan akhirnya menjadi komponennya 

tersendiri, yaitu asam amino. Unsur-unsur ini 

oleh hati dipakai  sebagai bahan pangkal 

untuk sintesis protein baru bagi jaringan dan 

otot.

Asam amino alamiah dalam makanan dan 

tubuh semuanya berbentuk levo, sedang  

bentuk dekstronya tidak aktif. Seluruhnya di-

kenal 22 asam amino alamiah, yang dapat 

digolongkan sebagai berikut:

–  7 asam amino esensial (EA): (iso)leucin, 

lisin, fenil alanin, metionin, treonin, triptofan 

dan valin. Zat-zat ini tidak dapat disintesis 

oleh hati manusia.

–  2 asam amino semi-esensial: arginin dan 

histidin, yang khusus bersifat esensial 

bagi bayi dan selama pertumbuhannya 

sebab  belum dibentuk secukupnya oleh 

tubuhnya.

–  12 asam amino non-esensial: alanin, aspa-

ragin / aspara gi nat, karnitin, sitrulin, sis-

tein/ sistin, glutamin / asam glutami nat, 

glisin, ornitin, prolin, serin, taurin dan 

tirosin. Sistein dapat dibentuk in vivo 

dari metionin, tirosin dari fenilala nin, 

karnitin dibentuk dari lisin dan metionin 

melalui proses transaminasi. Juga asam 

amino lainnya dapat saling dirubah. 

Alanin dilepaskan oleh otot dan sesudah  

deaminasi dan pengubahan menjadi 

asam piruvat, lalu masuk ke dalam siklus 

asam sitrat untuk pembentukan energi. 

Awal tahun 2002 para penyelidik telah 

menemukan asam amino baru dalam suatu 

mikroorganisme yang membentuk metan. 

Pirolisin ini merupakan asam amino alamiah 

ke–22. (Science 2002;296: 1459-62, 1462-

66). Mungkin sekali di masa depan akan 

ditemukan beberapa asam amino baru lagi. 

Penggolongan lain yaitu  menurut struktur 

kimianya, sebagai berikut:

a. zat-zat aromatik: fenilalanin, tirosin dan 

triptofan

b. zat-zat dengan sulfur: sistein, glutathion, 

metionin dan taurin

c. zat-zat siklus urea: arginin, sitrulin dan 

ornitin

d. zat-zat glutamin: GABA, glutamin dan 

prolin

e. zat-zat treonin: alanin, glisin, serin dan 

treonin

f. zat-zat berantai pendek: leucin dan valin

g. zat-zat lain: asam asparaginat, karnitin, 

histidin dan lisin

Nilai gizi

Daging, telur, susu dan kacang-kacangan 

mengandung protein dengan nilai gizi ter-

tinggi, yaitu 5-10 g/100 kcal. Produk-produk 

nabati lainnya hanya mengandung sedikit 

protein, misalnya singkong dan pisang ±1 

g/100 kcal.

Nilai biologi (NB) protein didefinisikan 

sebagai bagian yang dipergunakan oleh 

tubuh (dari jumlah yang diserap). Hal ini 

terutama tergantung dari kandungan EA-

nya, perbandingan asam-asam amino yang 

seimbang dan kemudahan pencernaannya. 

Telur dan susu memiliki  NB tinggi, 

sedang  protein nabati bernilai NB relatif 

rendah, ±80%, sebab  mengandung hanya 

sedikit EA tertentu. Keberatan ini dapat 

diatasi dengan mengkombinasi beberapa 

bahan pangan dengan protein NB rendah, 

misal nya kacang-kacangan dan jagung atau 

produk-produk gandum. 

Sumber protein

Kebutuhan protein dipenuhi oleh terutama 

makanan sebagai sumber, yakni daging, telur 

dan susu/yoghurt, keju, dengan tambahan 

roti, gandum, kedele (tahu, tempe) dan 

kacang-kacangan lain.

a. Daging. Daging dari jaringan otot dan 

organ terdiri dari 20-25% protein dan 75-80% 

air.

* Gelatin yaitu  protein yang ada  

dalam kolagen (bahan penunjang utama da-

lam kulit, tulang rawan dan jaringan ikat). 

Gelatin terdiri dari semua asam amino, 

terkecuali triptofan, karnitin, sitrulin dan 

ornitin. Gelatin diperoleh dengan jalan me-

masak tulang, kulit dan urat sapi. 

b. Telur mengandung banyak zat gizi pen-

ting, khususnya protein, namun  juga asam 

lemak tak-jenuh ganda (PUFA), kolesterol 

dan vitamin B1, B2, B6, beta-karoten, vitamin 

D, vitamin E serta mineral kalium, natri um, 

kalsium, fosfor dan besi. 

Kuning telur mengandung kolesterol dan 

lemak. Sejak lama diperkirakan bahwa 

telur bersifat sangat meningkatkan kadar 

kolesterol darah dan juga memperbesar ri-

siko PJP. Akan namun , berbagai penelitian 

besar-besaran telah memastikan bahwa per- 

kiraan ini tidaklah benar. Orang sehat 

yang selama 10 tahun setiap hari makan 

telur tidak dipengaruhi risiko akan PJP 

atau stroke. Risiko meningkat sedikit pada 

penderita diabetes (JAMA 1999; 281: 1387-

94 dan BMJ 1999; 318: 1094). Bila makanan 

mengandung terlalu banyak kolesterol, tu-

buh ternyata dapat meregulasinya sendiri 

dengan mengurangi absorpsinya oleh usus 

dan menurunkan produksinya oleh hati. 

Bila pemasukannya berkurang, hati akan 

membentuk lebih banyak kolesterol. 

Oleh sebab  fakta ini, pola hidup sehat 

(diet sehat, tidak merokok, gerak badan 

teratur) dianggap lebih penting daripada 

mengonsumsi 3 atau 7 telur seminggu. Tu-

buh sendiri membentuk 5-6 x lebih banyak 

kolesterol daripada jumlah yang diserap 

dari makanan. Diketahui pula bahwa me-

ngonsumsi banyak asam lemak jenuh meru-

pakan faktor risiko untuk PJP yang 10 x lebih 

besar daripada koleste rol dari diet. Lemak di 

dalam telur bukanlah faktor risiko untuk PJP, 

sebab  lebih dari 50% terdiri dari PUFA, yang 

justru memperkecil risiko akan PJP. Faktor-

faktor risiko yang lebih penting yaitu  antara 

lain merokok, kurang gerak badan dan 

hipertensi.

c. Susu dan yoghurt mengandung ±3,3% 

protein, keju 25-50% dan dengan demikian 

merupakan sumber protein yang baik sekali.

* Kasein yaitu  protein yang ada  

dalam susu dan keju, terdiri dari semua asam 

amino dengan kadar EA tinggi.

Sumber protein nabati

Di samping sumber protein hewani, juga 

dikenal sejumlah produk nabati yang di-

buat dari tumbuhan yang mengandung ka-

dar protein tinggi, seperti kacang kedele/

tanah/merah/hijau, lopino, taro dan quorn. 

Untuk negara kita  khususnya tahu, tempe, 

(oncom) dan kacang-kacangan sangat penting 

sebagai sumber protein. Pengganti daging 

nabati ini tidak memberikan nilai protein 

dan jumlah vitamin yang sama dengan da-

ging hewan. Misalnya, zat besi dari pro-

duk-produk ini kurang baik resorpsinya 

dibandingkan daging hewan, sebab  untuk 

penyerapan baik diperlukan vitamin C. 

Kadar lemaknya tidak berbeda, yakni 0-20%, 

namun  keuntungan besar yaitu  lemaknya 

mengandung terutama asam lemak tak-

jenuh yang bersifat baik bagi kesehatan. 

Gluten yaitu  protein nabati yang ada  

dalam berbagai jenis gandum, seperti terigu, 

barley dan oats. Beras dan rye (rogge) tidak 

mengandung gluten. Gluten terdiri dari asam 

glutamat (43%), kasein (23%) dan gelatin 

(12%). Intoleransi gluten dari orang yang pe-

ka memicu  penyakit coeliakie, yang ber-

cirikan dirusaknya jonjot (villi) usus halus 

oleh gluten melalui sistem tangkis imun. 

Diduga bahwa pemicu nya yaitu  terlalu 

banyak gluten utuh yang melintasi dinding 

usus.

a. Kedele (soya)

Kedele dan produk-produknya, seperti 

tahu (tofu), tempe dan miso, merupakan sum-

ber protein yang baik, juga sumber kalsium, 

serat, tiamin, riboflavin, niasin, asam folat, 

seng, magnesium dan fosfat. Susu kedele 

dan tahu tidak mengandung kalsium dan 

serat. Kedele juga mengandung sejumlah 

zat lain, yakni isoflavon (genist ein, dan lain-

lain), fitoste rol, protease-inhibitors, asam 

fitat, asam fenol dan saponin. Genistein 

berkhasiat antioksidan dan antitumor kuat. 

Sejak dasawarsa terakhir zat ini dipakai  

sebagai obat alternatif untuk prevensi dan 

penanganan kanker payudara dan prostat, 

lihat Bab 14 Sitostatika.

*Tahu (tofu) dibuat dari sari kedele, yang 

diasamkan sehing ga proteinnya menggum- 

pal. sesudah  dipisahkan dari cairannya gum-

palan protein-hidratarang dipadatkan. Me-

ngandung ±11,3% protein, 5,0 % lemak dan 

0,3 g  hidratarang. Protein kedele memenga-

ruhi lipida darah dengan baik.

* Tempe dibuat dari ampas kacang kedele 

yang sudah dihilangkan kulit luarnya, lalu 

disemaikan dengan suatu jamur tertentu 

(Rhizopus oryzae). Rasanya sedikit asam 

dan mengandung lebih banyak serat gizi 


daripada tahu, namun  lebih sedikit protein. 

Suatu produk fermentasi lainnya yaitu  on-

com yang dibentuk oleh persemaian jamur 

Monilia sitophila pada ampas kelapa. Oncom 

praktis tidak mengandung protein.

b. Taro yaitu  sejenis kentang, yang digiling 

menjadi pasta dan dicampur dengan ekstrak 

kedele, sampinyon, minyak serta ramuan. 

Dijual sebagai produk-produk vegetaris (de-

ngan rasa daging, udang, ikan, cumi, dan 

sebagainya). 

c. Lopino dibuat dari biji tumbuhan Lupine, 

yaitu suatu tanaman dari famili Legumi nosae 

(1992). Lopino mirip tahu, namun  strukturnya 

lebih kasar dan kering. Rasanya sedikit ma-

nis. Diolah dalam sup, saus dan berbagai 

makanan lain.

d. Quorn(1992) diperoleh dari jamur Fusa-

rium graminearum, yang sejenis dengan sam-

pinyon. sesudah  digiling, quorn dicampur 

dengan zat-zat perasa nabati dan putih telur 

untuk mengikatnya, lalu dimasak dengan air. 

Struktur dan warnanya mirip daging ayam, 

hampir tidak memiliki rasa.

pemakaian  medis asam amino 

Kebanyakan asam amino dipakai  dalam 

bentuk sediaan kombinasi sebagai infus 

intravena untuk penanganan atau prevensi 

balans nitrogen negatif pada penderita penyakit 

berat dengan kehilangan berat badan. Dengan 

demikian, asam amino dapat langsung di-

gunakan oleh tubuh untuk membangun 

protein. Senyawa sulfur dipakai  sebagai 

antioksidan untuk menetralkan radikal bebas 

dan sebagai antidotum pada keracunan 

(glutation, sistein, metionin). Di samping 

itu, senyawa ini juga dipakai  sebagai 

supplemen bagi olahragawan dan dalam 

pengobatan alternatif untuk mengatasi defisi-

ensi pada gangguan tertentu. 

MONOGRAFI ASAM AMINO 

1. Alanin: CH3–CH(NH2)-COOH. 

Alanin diperoleh dari zat putih telur dan 

memegang peranan sangat penting pada 

metabolisme triptofan dan piridoksin. Pada 

hewan, alanin yang terkombinasi dengan 

arginin dan glisin, dapat menurunkan koles-

terol darah. Dosis: sebagai suplemen 200-600 

mg sehari.

2. Arginin: HN=CH(NH2)-NH–C-C-C 

CH(NH2)– COOH

Asam amino semi-esensial ini memper-

baiki toleransi glukosa dan menstimulisasi 

produksi insulin dan hormon pertumbuhan 

(GH). Arginin meningkatkan sintesis hormon 

timus (thymosin) dan dengan demikian mem-

perkuat daya tahan. Senyawa ini juga meng- 

hambat absorpsi lemak dan memperbaiki 

metabolisme dan mempercepat penyembuh-

an luka. Arginin dipakai  pada hiperammo-

niemia untuk menstimulisasi pengubahan 

amoniak menjadi urea dalam darah, namun  

efektivitasnya disangsikan. Asam amino ini, 

bersama ornitin, dipakai  pula sebagai 

diagnostikum untuk menentukan defisiensi 

somatropin (tes provokasi GH) Efek samping 

jarang terjadi dan berupa reaksi alergi dan 

mual. 

RDA: 18 mg/hari. 

Dosis: sebagai suplemen 1-2 dd 250 mg

3. Asam asparaginat: HOOC-CH2–CH(NH2)-

COOH, aspartic acid, aspartat 

Berfungsi mengangkut kalium dan mag-

nesium ke dalam sel, juga berperan penting 

pada produksi energi. Asam asparaginat di-

gunakan sebagai obat anti letih dan penguat 

(roborans).

Dosis: 1-2 dd 500 mg (KMg-aspartat)

*Asparagin yaitu  amida dari asparaginat, 

yang banyak ada  dalam protein nabati, 

terutama dalam biji-bijian yang sedang 

tumbuh.

4. Karnitin: (CH3)3 N-C–CH(OH)-CH2-

COOH, Carnitene ST 

Karnitin dibentuk dalam tubuh dari li- 

sin dan metionin, namun  juga ada  dalam 

makanan. Berperan esensial pada metabo-

lisme lipida dan senyawa keton, penting pada 

transpor asam amino long-chain ke dalam sel-

sel inti mitochondria, tempat berlangsungnya 

oksidasi dan produksi ATP. Asam amino ini 

merupakan konstituen dari antara lain, otot 


dan hati. Defisiensi karnitin biasanya  

timbul pada usia sangat muda (1-3 tahun) dan 

bercirikan gejala encefalopati (muntah-muntah 

akut, penurunan kesadaran (stupor), perasaan 

kacau dan koma) serta semakin mundurnya 

fungsi otot dan penimbunan lemak dalam 

otot, hati, ginjal dan jaringan lain. 

Resorpsi dari usus lambat dan rendah sekali, 

±10%, ekskresi melalui urin.

pemakaian nya pada defisiensi karnitin 

dan sebagai obat antilipidemik (bentuk levo); 

bentuk rasemis-nya (dl) untuk menstimulisasi 

sekresi getah lambung dan pankreas. 

Efek samping pada dosis tinggi berupa diare 

ringan, sedang  overdosis memicu  

gangguan fungsi hati.

Dosis: pada defisiensi, di atas 12 tahun 20-

40 mg/kg, rata-rata 2-4 g/hari dalam 2-3 

dosis. Sebagai suplemen 2 dd 250 mg a.c.

5. Sitrulin: H2N-CO(NH)-C-C-C-CH(NH2)-

COOH

Sitrulin banyak ada  di hati dan ma- 

kanan nabati (semangka, bawang merah 

dan putih). Sebagai precursor dari arginin 

maupun ornitin, asam ini mampu meme- 

ngaruhi produksi somatropin (GH). Peran-

annya penting pada siklus urea (detoksi-

fikasi amoniak). 

Dosis: sebagai suplemen 1 dd 50-100 mg a.c.

6. Sistein: HS-CH2-CH(NH2)-COOH

Antioksidan kuat ini merupakan bahan 

bangun bagi rambut, juga bagi tripeptida 

glutathion dan Faktor Toleransi Glukosa 

(GTF) (bersama glisin, glutamat, asam niko-

tinat dan krom). Sistein dapat dibentuk da-

ri metionin, namun  ketersediaannya pada 

penyakit kronis terhalang, sehingga perlu 

disuplesi dari luar sebagai food supplement. 

Dalam tubuh, senyawa ini ada  dalam 

rambut serta urin dan dapat diubah menjadi 

sistin. Berkat sifat antioksidannya, asam 

amino ini dipakai  dalam terapi sebagai 

derivatnya N-acetylcistein (NAC), yang 

dalam tubuh membebaskan sistein, terutama 

pada bronchitis dan emfisema (COPD), 

lihat Bab 40 Obat Asma dan COPD. Pada 

intoksikasi parasetamol NAC dipakai  

sebagai zat penawar.Sistein dan sistin penting 

sekali untuk daya kerja piridoksin.

Dosis: 3 dd 1 g p.c. selama 4 minggu. 

* Homosistein [SH-CH2–CH2–CH(NH2)-

COOH] terbentuk sebagai zat-antara pada 

biosintesis sistein dari methionin, yaitu:

methionin ––> homosistein ––> sistein

Bila pengubahan ini terhambat, maka ka-

dar homosistein darah akan naik. Hal ini 

merupakan suatu faktor risiko bagi PJP, 

lihat Bab 37, Obat-obat Jantung. Minum 

kopi lebih dari 5 cangkir sehari ternyata 

meningkatkan homosistein darah, terutama 

bila juga merokok lebih dari 10 sigaret se-

hari. Sebaliknya, minum teh menurunkan 

kadarnya (Hordalund: Homosistein Study. 

Am J Clin Nutr 1997; 65: 136-43). 

*Dimetilsistein[ penisilamin, Cuprimin),(CH3)2-

C(SH)-C(NH2)-COOH ] yaitu  zat chelasi yang 

dapat mengikat logam berat (Cu, Hg, Pb dan 

Zn) dan melancarkan ekskresinya. Senyawa 

ini berkhasiat antiradang dan dipakai  

pada rema, lihat selanjutnya Bab 21.

7. Sistin:[-S-CH2-CH(NH2)–COOH]2 

Dalam tubuh, sistin dibentuk dari sistein 

melalui oksidasi. Asam amino ini diperoleh 

melalui demetilasi metionin. 

8. Fenilalanin: C6H5-CH2–CH(NH2)-COOH.

Asam amino esensial ini ada  da-

lam jumlah banyak di telur (5,4%) dan su- 

su. Dalam tubuh fenilalanin diubah menja- 

di tirosin dan juga meningkatkan pemben-

tukan katecholamin di otak (dopamin, nora-

drenalin). Zat ini juga bekerja antidepresif, 

berperan pada sintesis insulin dan merang-

sang perasaan kenyang yang penting pa-

da penanganan kegemukan (overweight). 

Oleh sebab  itu fenilalanin berguna untuk 

membantu menurunkan berat badan, juga 

dipakai  sebagai obat vitiligo (penyakit kulit 

dengan bercak-bercak putih tanpa pigmen) dalam 

kombinasi dengan sinar UVA. pemakaian  

lain yaitu  kadangkala sebagai obat anti-

depresi ringan. 

Efek samping berupa mual. Penderita fenil-

ketonuria tidak boleh memakai nya, 


begitu juga wanita hamil dan yang menyusui. 

Dosis: pada vitiligo oral 100 mg /kg/hari 1 

jam a.c. dengan 2 x seminggu penyinaran 

UVA. Pada depresi 100-500 mg/hari selama 

2 minggu, pada kelebihan berat badan 100-

500 mg sebelum tidur (perut kosong). Sebagai 

analgetik (bentuk-dl) 3 dd 750 mg a.c., maks. 

4,5 g sehari, bila sesudah  2 minggu tidak ber-

hasil, terapi dihentikan. RDA: 24 mg/hari.

9. GABA: NH2–C-C-C-COOH, gamma-amino-

butyric acid

Neurotransmitter inhibitor ini berperan pen-

ting bagi metabolisme otak. Bekerja anti 

hiperaktivitas (sedatif) dan dalam otak meru- 

pakan suatu keseimbangan dengan neuro-

transmitter stimulator asam glutamat yang 

daya kerjanya ditekan olehnya.GABA dapat 

dibentuk oleh tubuh dari asam glutamat 

dengan bantuan piridoksin dan mangan. 

Juga berdaya menstimulasi sintesis hormon 

prolaktin dan GHB (gamma-hydroxybutyrate), 

yaitu suatu zat dalam otak yang memicu  

rasa kantuk. Adakalanya GABA dipakai  

sebagai zat pereda, terutama pada hiper-

aktivitas anak.

Dosis: 20-40 mg sehari sublingual.

10. Asam glutamat: HOOC-C–C-CH(NH2)-

COOH, MSG=Mono Sodium Glutamate, Vetsin

Asam amino ini ada  paling banyak 

dalam cairan otak serta sumsum tulang 

belakang dan bekerja sebagai neurotrans-

mitter. Dalam makanan, asam glutamat 

terutama ada  dalam gluten terigu, 

lihat di atas. Zat ini diperoleh melalui fer-

mentasi dari larutan hidratarang dengan 

Micrococcus glutamicus atau hidrolisis dari 

protein nabati, seperti gluten dan tahu. Asam 

glutamat yaitu  komponen dari asam folat 

dan GTF (Faktor Toleransi Glukosa) dan 

merupakan precursor dari GABA. Kedua ne-

urotransmitter (bersama glutamin) yaitu  

esensial bagi kelancaran reaksi otak; antara 

kedua zat ada  keseimbangan. Dalam 

usus, glutamat dirombak menjadi citrulin 

dan arginin, suatu regulator penting dari sist-

em imun. Dengan demikian, glutamat yaitu  

esensial pula bagi berfungsi baiknya usus 

dan pemeliharaan barrier mukosanya. 

pemakaian nya terutama sebagai garam 

natrium (MSG) untuk memperkuat rasa 

(daging) pada makanan. Lagi pula sebagai 

suplemen pada keadaan stres untuk mem-

perbaiki kondisi lambung-usus dan sistem 

imun, juga untuk memperbaiki fungsi otak. 

Efek samping pada dosis tinggi berupa sakit 

kepala, mual, muka memerah dan perasaan 

panas yang disebut Sindroma restoran Cina.

Selama kehamilan dan laktasi tidak boleh 

dipakai . 

Dosis:sebagai garam diet 10-50 mg, seba-

gai suplemen 1 dd 500 mg 1 jam a.c. RDA: 40 

mg/hari.

*Glutamin: (levo-glutamide, HOOC-CH(NH2)–

CH2-CH2-CONH2) yaitu  amida dari asam 

glutaminat yang diperoleh dari perasan tebu. 

Berbeda dengan glutamat, zat non-esensial 

ini dapat melintasi rintangan darah-otak 

(CCS) dan di dalam otak segera dirubah 

menjadi glutamat. Glutamin yaitu  bahan 

bangun bagi sel-sel yang membelah cepat 

seperti eritrosit, limfosit dan makrofag. Juga 

berfungsi sebagai regulator dari interaksi 

glutamat - GABA dan berkhasiat menekan 

hasrat terhadap alkohol dan gula. Sel-sel 

otak dapat memakai  asam ini –bila 

tidak tersedia glukosa– sebagai bahan bakar 

(sumber energi). Defisiensi memicu  

atrofi dari dinding usus. RDA 12 mg sehari. 

Dosis: sebagai suplemen 1 dd 500 mg a.c. 

11. Gluta thion: GSH 

Tripeptida ini dibentuk oleh tubuh dari 

glutamat, sistein dan glisin. Berkhasiat anti-

oksidan kuat dan berfungsi menetralkan 

radikal bebas ganas, baik di luar maupun 

di dalam sel. Di samping itu, juga berdaya 

mengikat logam berat dan sebagai zat 

penawar keracunan hati, misalnya oleh 

parasetamol. Pada reaksi antara GSH dan 

radikal bebas, enzim glutathion-peroksidase 

(GPx, yang mengandung selenium) bekerja 

sebagai katalisator. Enzim lainnya, yaitu glu-

tathionreduktase, mereduksi kembali GSH 

yang sudah dipakai  (dioksidasi), sehi-

ngga GSH diaktifkan lagi (recycling). Ban-

dingkan dengan mekanisme antioksidan 

dari asam liponat. LihatBab 53, Vitamin dan 

Mineral.

14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd   891 25/04/2015   10:43:23

Seksi IX: Lain-lain892

12. Glisin: NH2-CH2-COOH. 

Asam amino paling sederhana ini yaitu  

komponen dari GTF (Glucose Tolerance Factor) 

dan glutathion. Glisin merupakan bahan 

pangkal penting dari kolagen dan betain 

[(CH3)3–N+CH-COO-], juga dari kreatin 

dan protein inti (nucleotida). Dalam susunan 

saraf, glisin bekerja sebagai neurotransmitter 

inhibitor (seperti GABA) dan bersifat men-

detoksifikasi hati melalui pengikatan radi-

kal bebas dan toksin, serta mempercepat 

penyembuhan luka. RDA: 55 mg/hari. 

Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 250 mg a.c. 

13. Histidin

Derivat imidazol ini termasuk kelompok 

asam amino semi-esensial (bagi bayi) dan 

merupakan precursor histamin. Histidin 

berperan pada pemeliharaan selaput saraf 

myelin dan bersifat melindungi terhadap 

efek penyinaran, serta memperbaiki sekresi 

asam lambung di samping sangat penting 

untuk regulasi keseimbangan sistem imun. 

Asam amino ini di kalangan alternatif digu-

nakan pada rema dan untuk melindungi 

tubuh terhadap radiasi (seperti larutan kali-

um iodida). RDA: 20 mg/hari.

Dosis: pada rema 1-6 g sehari, bersama 

vitamin C 2 dd 500 mg. 

Pada defisiensi 1 dd 500 mg, 

14. Leucin: (CH3)2-C-C-CH(NH2)-COOH 

Asam amino esensial ini diperoleh dari 

gluten, kasein dan keratin. Isoleucine, juga 

suatu AE, yaitu  isomer dari leucin. Zat ini 

berperan pada pertumbuhan dan reparasi 

jaringan otot. Pada orang yang sakit badaniah 

dan rohaniah ada  kekurangan akan ke-

dua asam amino ini. RDA leucin: 48 mg, iso-

leucin : 36 mg. 

Dosis: pada defisiensi 1 dd 500 mg a.c. 

15. Lisin: NH2-C-C-C-C-CH(NH2)-COOH

Asam amino esensial ini yaitu  precursor 

dari karnitin dan berkhasiat menghambat 

pertumbuhan virus Herpes simplex/zoster de-

ngan diet yang mengandung lebih banyak 

lisin daripada arginin. Contohnya yaitu  

ayam, daging sapi/anak domba, susu, keju, 

kacang-kacangan dan tauge, sedang  ma- 

kanan dengan ratio arginin/lisin tinggi perlu 

dihindari (kelapa, gelatin, cokelat, tepung 

terigu, kacang tanah/polong dan kedele). 

Khasiat anti Herpes ini diperkirakan ber-

dasarkan penyerapan lisin oleh virus sebagai 

pengganti arginin, yang rumus kimianya 

sangat mirip. Lagipula adanya kelebihan li-

sin dapat menurunkan resorpsi arginin di 

usus. Dosis: pada infeksi herpes 3 dd 0,5-1 

g, bersama vitamin C 3 dd 300 mg dan diet 

rendah arginin. Sebagai suplemen 1-2 dd 250 

mg a.c.

16. Metionin: CH3–S–CH2–CH2–CH(NH2)-

COOH

Asam amino esensial ini berkasiat men-

detoksifikasi hati terhadap racun/logam dan 

melindunginya terhadap cirrosis (pengerasan). 

Sebagai antioksidan juga sangat penting 

untuk metabolisme lemak. Di samping itu, 

metionin mengeluarkan kelebihan histamin 

dari otak. Senyawa ini penting bagi vitamin 

B3 dan selenium agar berfungsi baik, lagi 

pula memperbaiki kesehatan kulit dan foli-

kel rambut dengan mencegah cross-linking 

pemakaian nya pada detoksifikasi hati dan 

sebagai antidotum pada keracunan para-

setamol (seperti asetilsistein), serta alternatif 

pada schizofrenia akibat kelebihan histamin. 

Efek samping pada dosis tinggi berupa mual 

dan muntah-muntah. RDA: 15 mg sehari. 

Dosis: untuk mendetoksifikasi hati 200-

1.000 mg sehari.

17. Ornitin: NH2-CH2-CH(NH2)-COOH.

Ornitin dapat membentuk arginin dan 

berfungsi menstimulasi produksi hormon 

pertumbuhan (GH), memperbaiki fungsi ha-

ti dan berperan penting pada detoksifikasi 

amoniak (siklus urea). Senyawa ini juga di-

gunakan sebagai obat anti kolesterol. RDA 

tak diketahui. 

Dosis: pada defisiensi 1 dd 500 mg. 

18. Prolin. 

Derivat pirolidin ini diperoleh dari ge-

latin. Berperan penting pada sintesis dan pe-

meliharaan kolagen, juga berkhasiat meng- 

hambat degenerasi jaringan pengikat sebe-

lum waktunya.RDA: 21 mg/hari.

14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd   892 25/04/2015   10:43:23

Bab 54: Dasar-dasar Diet Sehat 893

mon tidur” melatonin. Oleh sebab  itu ber-

khasiat antide presif dan hipnotik melalui 

perbaikan ritme tidur, terutama bila dikom-

binasi dengan piridoksin dan magnesium. 

Triptofan juga mengurangi rasa lapar dan 

menstimulasi sekresi hormon pertumbuhan 

(GH) oleh hipofisis. 

Gambar 54-1: Pembentukan serotonin

dan melatonin dari triptofan.

 

pemakaian nya sebagai antidepresivum 

dan obat tidur, adakalanya dikombinasi 

dengan piridoksin, yang memegang peranan 

pada sintesis serotonin. sebab  efeknya tidak 

menentu, maka zat ini hanya dipakai  

sebagai obat antidepresi bila obat-obat lain 

kurang berhasil. Pada schizofrenia ada  

kekurangan enzim NAD di otak yang di-

bentuk di bawah pengaruh niasinamida. Bagi 

pengubahan triptofan mutlak diperlukan 

vitamin B3dan piridoksin, yang merupakan 

ko-enzim bagi hidroksilase; penumpukan 

triptofan di otak dapat memicu  kelainan 

suasana jiwa dan gangguan pancaindra.

Tubuh sendiri juga mampu membentuk 

niasinamida dari triptofan, yang prosesnya 

diperkuat oleh perasan grapefruit. Wanita 

selama kehamilan supaya waspada. Lihat 

juga Bab 29, 30 dan 53.

Efek samping dapat berupa mual, ano-

reksia dan termenung-menung. Triptofan 

dalam dosis besar dilaporkan memicu  

neurotoksisitas, sakit persendian, sesak, de-

mam dan reaksi kulit, juga kelainan hema-

tologi. Berhubung beberapa kasus fatal akibat 

gangguan darah, maka pada akhir 1989 se-

mua sediaan triptofan telah ditarik dari pe-

redaran. 

Dosis: sebagai obat tidur 1-5 g a.n, pada 

depresi 3 dd 1 g a.c., berang sur-angsur di-

naikkan sampai maks. 3 dd 2 g, sebaiknya 

bersama 1 g nikotinamida (vit B3). Untuk 

meringankan rasa sakit 2 dd 1 g a.c.

Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 250mg ber-

sama vitamin C. 

19. Serin: HO-CH2-CH(NH2)–COOH

Berfungsi pada pengubahan homosistein 

menjadi sistein, sehingga homosistein tidak 

menumpuk. Menstimulasi pembentukan en-

dorfin di otak dengan efek analgetik. Fos-

fatidilserin yaitu  komponen penting da-

ri dinding sel otak dan pada pengobatan 

alternatif dianjurkan untuk memperkuat da-

ya konsentrasi dan ingatan. 

Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 250 mg, RDA 

30 mg/hari

20. Taurin: 2-amino-ethanesulfonic acid, NH2-

CH2-CH2-SO3H  

Asam amino yang mengandung belerang 

ini diperoleh dari empedu sapi. ada  

dalam ikan dan otak hewan, hanya sedikit 

dalam susu sapi. Kadarnya dalam sel-sel 

tangkis tinggi sekali, di limfosit 50% dan 

di granulosit neutrofil bahkan 75% lebih. 

Berkhasiat antioksidan  dan  memperbaiki tole-

ransi glukosa, juga meningkatkan ekskresi ko-

lesterol melalui pengikatan garam empedu. 

Selain menurunkan kolesterol darah, taurin 

juga memperkuat detak jantung (efek ino-

trop positif), berkhasiat antiaritmia dan me-

nurunkan tekanan darah tinggi.19 Pangan 

dengan 3 g taurin sehari  ternyata aman dan 

dapat memperbaiki fungsi sistolis jantung. 

Taurin tidak dipakai  untuk sintesis pro-

tein. 

Dosis: pada defisiensi 1-2 dd 500 mg, 

sebagai suplemen  1 dd 50-100 mg. 

RDA 20 mg sehari.

21. Treonin: CH3-CH(OH)-CH(NH2)–COOH

Asam amino esensial ini berperan pada 

pencernaan dan absorpsi bahan gizi dari 

makanan, juga menstimulasi pertumbuhan timus 

dan pembentukan timosin. Tidak ada  

dalam protein nabati (gandum, kacang-

kacangan); defisiensi dapat memicu  

gangguan mental. Dosis: vegetarian150-500 

mg sehari.

22. Triptofan: R–CH2–CH(NH2)-COOH

Asam amino esensial ini yaitu  precursor 

dari hormon antidepresi serotonin dan “hor-

triptofan ––> okstriptan ––> serotonin ––> melatonin

a : hidroksilase (dgn niasinamida dan 

  vit.B6 sebagai ko-enzim)

b : dekarboksilase

a             

23. Tirosin: HO-C6H4–CH2-CH(NH2)-COOH.

Tirosin dapat dibentuk dari fenilalanin dan 

merupakan bahan pangkal untuk sintesis 

hormon tiroid dan hormon anak ginjal, juga 

neurohormon otak dopa, dopamin, adrenalin 

dan NA. Adakalanya tirosin dipakai  se-

bagai antidepresivum, bila triptofan tidak 

efektif. Dianjurkan sebagai obat tambahan 

pada penyakit Parkinson. 

Dosis: sebagai suplemen 1 dd 100-200 mg. 

24. Valin: (CH3)2–CH2-CH(NH2)–COOH

Asam amino esensial ini penting bagi 

susunan saraf dan jaringan otot agar dapat 

berfungsi dengan baik. Dosis: sebagai suple-

men 1 dd 250 mg a.c.

C. LEMAK

Lemak/minyak atau trigliserida yaitu  se-

nyawa dari gliserin dengan tiga asam le-

mak, yang dalam usus dihidrolisis menjadi 

komponennya. Asam lemak diserap oleh 

usus dan mensuplai sebagian bahan bakar 

untuk tubuh. Sifat lemak ditentukan oleh 

jenis asam lemaknya, yaitu asam lemak jenuh 

atau  tak jenuh. Lemak tubuh terdiri dari 87% 

lemak dan 13% air.

Asam lemak

berdasar  ada tidaknya ikatan ganda 

dalam struktur kimianya, asam lemak dapat 

dibagi dalam asam jenuh dan asam tak jenuh.

1. Asam lemak jenuh tidak mengandung 

ikatan ganda, misalnya asam palmitat (C16 

H31 COOH) dan asam stearat (C17 H35 COOH). 

Asam lemak ini berbentuk padat pada suhu 

rendah (suhu lemari es, < 8oC) dan terutama 

ada  dalam lemak hewan, seperti lemak 

daging sapi/babi/ayam/domba dan men-

tega. Asam lemak jenuh juga ada  dalam 

jumlah agak besar di beberapa jenis minyak 

nabati, seperti minyak kelapa, minyak sawit dan 

lemak kakao (dalam cokelat) dan banyak dalam 

margarin biasa (bukan margarin diet). Pada 

proses pembuatan margarin, minyak nabati 

tak-jenuh menjalani proses “pengerasan” me-

lalui pemanasan dengan gas hidrogen di 

bawah tekanan tinggi dan menjadi lemak 

jenuh yang bersifat lebih padat dan lebih 

mudah dioleskan pada roti. Pada proses itu 

juga terbentuk sedikit asam lemak trans dari 

asam tak jenuh yang selalu ada  dalam 

jumlah kecil pada semua minyak itu  di 

atas, lihat di bawah.

2. Asam lemak tak jenuh bersifat cair, juga 

pada suhu lemari es (t < 8o C), sedang  

minyak dengan banyak asam jenuh berben-

tuk padat pada suhu di bawah ±15o C. 

Dikenal dua kelompok asam lemak tak-jenuh 

berdasar  jumlah ikatan tak-jenuhnya, 

yaitu dengan satu ikatan ganda atau dengan 

lebih banyak ikatan ganda. Juga letaknya 

C=C yaitu  penting, di posisi C3, C6 atau C9 

dari rantai asam lemak, terhitung dari ujung 

dengan gugusan metil (= ujung omega). Posisi 

ini lazimnya digambarkan dengan w(= omega) 

atau n, misalnya w-3 (= n-3) dan w-6 (= n-6). 

Lihat Tabel 54-5. Kedua atom H pada ikatan 

ganda (C=C) bisa dalam posisi cis atau trans 

(Gamb 54-2).

a.  Asam mono unsaturated (juga disebut 

oleat), memiliki hanya satu ikatan tak 

jenuh, khususnya asam oleat (oleic acid) 

yang banyak ada  dalam minyak 

zaitun, minyak wijen dan minyak kacang 

(oleum arachidis). Asam oleat termasuk 

asam lemak omega-9. 

b.  Asam poly unsaturated (PUFA), juga 

disebut linolat, yaitu  asam dengan 2 

atau lebih ikatan tak-jenuh dan merupakan 

asam lemak esensial, artinya tidak bisa 

dibentuk oleh tubuh sendiri. Asam-asam 

ini terbagi lagi dalam dua jenis, yaitu 

asam lemak:

– omega-3 (n-3): EPA, DHAdan ALA (asam 

alfa-linolenat). Yang pertama khusus terda-

pat dalam minyak ikan, α-linolenat antara 

lain di oleum lini (linseed oil). 

– omega-6 (n-6): asam linolat, asam gama-

linolenat (GLA) dan asam arachidonat. 

Asam-asam ini dengan kadar tinggi  (60-

65%) ada  dalam banyak jenis minyak 

nabati terutama dalam minyak bunga 

matahari, kedele dan jagung, juga dalam 

margarin diet. 

14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd   894 25/04/2015   10:43:23

Bab 54: Dasar-dasar Diet Sehat 895

 H H  H

 |  |   |

 – C = C –      –––– P,t–––––>  –  C  = C –          

     |

 cis H trans

 (alamiah) (buatan)

 P: tekanan, t: temp

Gambar 54-2: Rumus bangun asam 

cis dan trans

* Asam lemak trans yaitu  asam tak jenuh 

yang akibat proses pengerasan atau pema-

nasan pada suhu tinggi (selama penggo-

rengan di atas 180o C) diubah posisi atom-

H-nya, yaitu dari sisi yang sama dari atom-C 

pada ikatan ganda (-cis) ke sisi berlainan, 

lihat Gamb 54-2. 

Trans fat ada  alamiah dengan jumlah 

kecil dalam lemak daging dan susu. namun  

sebagian besar akibat penambahan oleh pe- 

rusahaan makanan pada berbagai makan-

an seperti snack, deep-fried food, gorengan, 

margarin dan cracker, berdasar  sifat-sifat 

komersial yang menguntungkan seperti ta-

han lama (long shelf life), stabilitas selama 

pembuatan dan rasanya yang enak. Sejak 

tahun 1990 telah ditemukan efek negatif dari 

trans fat terhadap kesehatan dan kemudian 

dipastikan bahwa bahan ini meningkatkan 

risiko penyakit jantung koroner, mungkin 

akibat efek buruknya terhadap low-density 

lipoprotein (LDL) dan high-density lipopro-

tein (HDL) kolesterol.

Oleh sebab  itu sejak beberapa tahun di 

negara Barat produk susu dan lemak di-

syaratkan/diharuskan mengandung kurang 

dari 1% asam lemak trans. FDA di A.S. 

pada bulan December 2006 bahkan telah 

mengharuskan rantaian restoran cepat saji 

(McDonald, Kentucky, dan lain-lain) untuk 

memakai  minyak goreng tanpa lemak 

yang merugikan ini.

*Asam lemak esensial

Asam oleat,linolat dan linolenat tidak dapat 

disintesis oleh tubuh, maka disebut asam lemak 

esensial. Dari kedua asam terakhir, jaringan 

tubuh dapat membentuk asam arachidonat, 

EPA dan DHA dalam jumlah terbatas.

Penggolongan lain

Kadangkala asam lemak juga digolongkan 

atas dasar panjang rantai-karbonnya, yaitu 

sebagai asam dengan rantai pendek (C4-6), 

sedang (C8-12) dan panjang (C16-22). 

a. Asam rantai pendek/sedang (Short/Middle 

Chain Triglycerides, SCT/MCT) dengan jumlah 

atom-C di bawah 15. ada  dalam jumlah 

kecil sekali dalam lemak susu dan mentega. 

Asam-asam ini dapat diserap oleh usus tanpa 

dihidrolisis oleh lipase dan diemulgir oleh empedu. 

sesudah  resorpsi, zat-zat ini diangkut melalui 

vena portae ke hati. Dalam tubuh, asam ini 

dapat menggantikan lemak biasa (LCT) bila 

ada  kekurangan akibat resorpsi buruk.

b. Asam rantai panjang (Long Chain Tg, LCT) 

dengan jumlah atom-C di atas 15 memerlukan 

lipase dan empedu untuk resorpsinya. Terda-

pat dalam minyak kelapa dan minyak sawit, 

transpornya melalui pembuluh limfe.

Pengganti lemak

Lemak penting bagi cita rasa makanan, kare-

na lemak di dalam pangan memberikan 

sensasi rasa khas yang tidak dapat diberikan 

oleh zat gizi lain. Sebaliknya, efek buruk 

akibat terlalu banyak lemak (jenuh) untuk 

kesehatan (overweight, PJP dan kanker) sa- 

ngat meresahkan, sehingga di banyak nega- 

ra telah dilancarkan kampanje besar-besaran 

agar para konsumen mengurangi peng-

gunaan lemak dari  ±14 sampai ±10 En%. 

Dalam konteks ini, sejak tahun 1996 di 

Amerika dipakai  secara terbatas suatu 

pengganti lemak, yang disebut Olestra. Pro-

duk ini hanya boleh dipakai  untuk meng-

goreng kudapan, seperti crackers/chips dan 

diwajibkan menambah nambahkan  vitamin yang la-

rut dalam minyak (A,D,E dan K). 

* Olestra yaitu  polyester dari sukrosa (gula 

putih), yang di usus tidak difermentasi, se- 

hingga tidak diabsorpsi dan tidak meng-

hasilkan energi. Sifat baik lainnya yaitu  


Asam lemak jenuh

asam kapronat , C6 : (C5 H11 COOH)     asam miristat C14 : C13 H27 COOH

asam kaprilat , C8 : (C7 H15 COOH)  asam palmitat, C16 : (C15H31 COOH)

asam kaprinat, C10 : (C9 H19 COOH)  asam stearat , C18 : (C17 H35 COOH)

asam laurat , C12 : C11 H23 COOH

Asam tak-jenuh posisi C=C     

omega-9                                    

- asam oleat                                  C18:1 (9) 

omega-6

- asam linolat                            C18:2 (9,12) 

- asam gama-linolenat (GLA)        C18:3 (9,12,15 )

- asam arachidonat                       C20:4 (5,8,11,14)

omega-3  

- asam alfa-linolenat (ALA)           C18:3 (9,12,15)

- EPA, asam timno dat                   C20:5 (5,8,11,14,17)*

- DHA                                        C22:6 (4,7,10,13,16,19) 

* Penjelasan: EPA yaitu  asam omega-3, yaitu ikatan ganda pertama mulai pada C3, terhitung dari 

akhir molekul (CH3). 

Juga rumusnya memiliki 20 atom C dan 5 ikatan ganda, pada C5=6, C8-9, C11=12, dstnya terhitung 

dari awal molekul (COOH) . 

Tabel 54-4: Asam-asam lemak yang ada  dalam bahan makanan

efek menurunkan kadar kolesterol (ringan). Ke-

beratannya berupa pengurangan resorpsi 

vitamin A, D, E dan K, juga tidak menghambat 

produksi asam lambung seperti lemak biasa. 

Lagi pula senyawa ini tidak mengkontraksi 

kandung empedu, sehingga empedu tidak 

tersalurkan; hal ini meningkatkan risiko akan 

pembentukan batu empedu. Mengonsumsi 

sesuatu dengan Olestra tidak memicu  

perasaan kenyang (saturasi), seperti yang 

terjadi sesudah makan sesuatu dengan lemak 

alamiah.

Efek samping pada pemakaian  berlebihan 

berupa keluhan lambung-usus, khususnya 

sakit perut dan diare. 

sebab  semua efek negatif ini, manfaatnya 

untuk mengurangi konsumsi makanan demi 

kesehatan yang lebih baik, agak disangsikan.

MONOGRAFI

1. Asam oleat: C18:1, n-9

Oleat bersama linolat dan linolenat, yang 

memiliki masing-masing 1 dan 2 ikatan tak-

jenuh, merupakan asam lemak esensial, 

yang tidak dapat disintesis oleh tubuh kita. 

Penelitian dari dasawarsa terakhir menun-

jukkan bahwa sama dengan asam PUFA, 

oleat juga berkhasiat menurunkan kadar 

kolesterol dan trigliserida darah. Menu seha-

ri-hari penduduk negara di sekitar Lautan 

Tengah (Spanyol, Italia, Yunani, Algeria, Tu-

nisia, dan lain-lain) biasanya mengandung 

minyak zaitun, yang kadar oleatnya tinggi, 

dan sering kali dikombinasi dengan ikan 

sebagai sumber protein, banyak buah-buah-

an dan sayur mayur serta tentu anggur me-

rah (Mediterranean diet). berdasar  pola 

makan inilah dapat dijelaskan mengapa me-

reka lebih jarang menderita dan meninggal 

akibat PJP dan kanker (Arch.Internal Med 

1998; 158: 1189-94). 

* Minyak zaitun dibuat dari buah zaitun yang 

sangat kaya akan minyak yang mengandung 

sejumlah difenol, seperti hidroksitirosol (HT) 

dan oleuropein (OE), dalam jumlah sam-

pai 800 mg per liter. Antioksidan kuat ini 

berperan bagi stabilitas dan shelf- life yang 

panjang dari minyak zaitun, artinya tidak 

mudah teroksidasi maupun menjadi tengik 

 Jenis lemak            susunan (%)

 peng-

gunaan

sifat2

AJ mono poli

m. kelapa 40 50 1 Goreng minyak nabati terstabil

m. kedele 5 30 60 Goreng t >180o C:membentuk asam-trans

m. saflur 5 25 70 Dingin jangan dipanasi

m. zaitun 15 80 5 Goreng stabil sampai 220o C

m. babi,sapi 40 50 5 Goreng stabil (banyak asam jenuh)

oleum lini 10 20 70 Dingin jangan dipanasi

mentega 50 50 2 roti, gor. agak stabil, mudah dicernakan 

(SCT))

margarin diet 60 Dingin kadar asam-trans harus maksi-

mal 1% 

AJ  : asam lemak jenuh  

M  : asam mono-unsaturated  

P  : asam polyunsaturated 

Persentase rata-rata telah dibulatkan.

Tabel 54-5: Susunan beberapa jenis lemak/minyak dengan pemakaian  dan sifat-

sifatnya. Persentase rata-rata telah dibulatkan.

seperti minyak nabati lainnya bila disimpan 

lama. Selain itu juga diketemukan zat anti-

radang oleocanthal, yang menghambat en-

zim COX-1 dan COX-2 seperti NSAIDs. Efek 

dua sendok makan minyak zaitun setara 

dengan efek ibuprofen 400 mg (Nature 2005; 

437: 45-6). Minyak zaitun dapat dipanaskan 

sampai 220ºC sebelum diubah menjadi bentuk 

transny a, sedang  minyak lain sudah di-

rombak pada suhu 180-190ºC. Zat-zat fenol 

itu  juga menghindari oksidasi dari LDL-

kolesterol dan terjadinya aterosklerosis. 

2. Asam linolat: oleum lini, C18:2, n-6

Linolat ada  sebagai gliserida dalam 

banyak minyak nabati, misalnya minyak ka- 

cang, minyak jagung, minyak kedele, mi-

nyak kembang matahari dan minyak saflur. 

Oleum lini terdiri sebagian besar dari asam 

linolat dan linolenat, yang bersifat sangat 

”mengeringkan”, yaitu mengeras bila dibiar- 

kan pada udara (teroksidasi). Dahulu senya-

wa ini banyak dipakai  dalam industri cat 

dan pernis. Di apotik, decoctum Lini dibuat 

dari bijinya (Semen lini) yang mengandung 

minyak dan zat lendir, untuk dipakai  

sebagai laksans lembut. 

3.Asam gama-linolenat: GLA, C18:3, n-6

Asam esensial ini ada  dalam minyak 

borage (20%), minyak evening primrose 

(Oenothera, 9%) dan minyak black currant 

(zwarte bes,17%), juga dalam air susu ibu. 

Minyak nabati lainnya dan minyak hewani 

hanya mengandung sedikit sekali GLA, ke-

cuali dalam lemak domba. GLA merupakan 

precursor dari eicosanoida dari seri-1 (PgE1, 

TXA1), yang khasiatnya bertentangan de-

ngan PGE2 dan TXA2. Berkhasiat antira-

dang maupun vasodilatasi dengan mengu-

rangi agregasi trombosit dan juga tidak 

menghasilkan leukotriën, yang memper-

kuat proses peradangan. Senyawa ini di-

gunakan pada eksim atopik. Tidak bisa disin-

tesis sendiri oleh tubuh, sehingga diperlu-

kan dalam diet. 

Fungsinya yang terpenting dalam tubuh 

bervariasi, yaitu:

a. mengikat dan mentranspor O2dan CO2.. 

GLA mengikat oksigen pada permukaan 

paru dan mentranspornya melalui mem-

bran ke darah dan seterusnya ke dalam 

eritrosit. Di sini O2 diikat oleh hemoglo bin 

untuk kemudian “diserahkan” pada jarin-

gan. Kemudian GLA men gang kutnya lagi 

melalui dinding pembuluh dan membran 

sel ke dalam sel. Dengan cara yang sama, 

CO2 diangkut dari sel untuk dikelu arkan 

di paru-paru.

b. menyalurkan energi ke molekul sel. 

GLA berdaya mengikat diri (tidak erat) 

pada asam amino yang mengandung 

belerang  (sistin, sistein, metionin), yaitu 

yang memiliki gugus-SH. Reaksi ini 

memicu  aliran energi listrik yang 

dibutuhkan tubuh untuk impuls pukulan 

jantung, sinyal saraf, kontraksi otot, dan 

sebagainya.

c. menahan O2 dalam sel untuk melin-

dunginya terhadap kuman, virus dan 

fungi anaerob yang tak dapat hidup bila 

ada oksigen.

 

pemakaian nya terutama sebagai obat ku-

lit pada eksim, kulit kasar dan kering, ruam, 

akne dan peradangan. Senyawa ini juga efek-

tif pada eksim popok pada bayi yang tidak 

diberikan air susu ibu (yang mengandung 

GLA). Disamping itu, GLA ternyata efek- 

tif dan sering kali dipakai  untuk meri-

ngankan gejala PMS (Premenstrual Syndrome).

Dosis: oral 1 dd 150- 250 mg, untuk PMS 

dimulai beberapa hari sebelum haid sampai 

2 hari sesudahnya.

* Asam alfa-linolenat(ALA, C18:3, n-3) meru-

pakan isomer yang sebagai gliseridanya 

ada  dalam banyak minyak mengering 

(Oleum Lini), juga dalam kedele, walnut dan 

banyak sayuran. Dalam tubuh, ALA dapat 

diubah menjadi EPA dan DHA. Asam ini 

dipakai  sebagai nutrien. 

4. Asam arachidonat: C20:4, n-6., docosate-

traenoic acid

Asam ini antara lain ada  dalam mi-

nyak kacang tanah (Oleum arachidis), kuning 

telur, lumut laut, ikan dan daging merah/

unggas. Lihat tabel di bawah ini: 

daging                     ikan

bistik 130                            makril 45 

babi 53                         salem 30 

ayam 150                     sardencis 50 

kalkun 100                         cod 150 

ham 100                            tongkol 180 

daging organ 600                kerang 40

Tabel  54-6: Kadar arachidonat (mg) 

dalam 100 g daging dan ikan 

    

Selain itu, dalam tubuh arachidonat dapat 

disintesis dari linolat, yang juga banyak ter-

dapat dalam makanan sehari-hari. Kebanya- 

kan jaringan mengandung 2-3 kali lebih ba- 

nyak arachidonat daripada EPADHA. Seba-

gai komponen dari dinding sel, arachidonat 

dapat diubah menjadi eicosanoida (prosta-

glandin PGE2, tromboksan TXA2, dan leuko-

triën LTB4). Eikosanoida (Yun. eikosi = 20) 

mencakup PGs, LTs dan derivat-derivatnya.

Lihat skema di Bab 21, Prostaglandin. Bebe-

rapa zat ini terlibat pada reaksi imun mau- 

pun peradangan serta pada regulasi bila ter-

dapat kecenderungan trombosis dan hiper-

tensi. Prostaglandin E2 menstimulasi pera-

dangan dan pertumbuhan tumor, oleh kare-

Gambar 54-3: Rute pembentukan oksidatif eicosanoida dari asam lemak tak-jenuh

na itu penderita penyakit radang dan kanker 

sedapat mungkin menghindari makanan 

yang mengandung arachidonat (semua da-

ging hewan dan kacang tanah).

5. EPA : timnodonic acid, eicosapentaenoic acid, 

(20:5, n-3). 

DHA : cervonic acid, docosahexaenoic acid 

(22:6, n-3) 

Minyak ikan mengandung kedua asam 

lemak omega-3 ini (Yun. eicosa = 20, docosa 

= 22), yang terdiri dari masing-masing 20 

dan 22 atom C serta 5 dan 6 ikatan tak-jenuh. 

EPA dan DHA praktis tidak dapat disintesis 

oleh tubuh, hanya dalam jumlah kecil sekali 

terjadi pengubahan dari asam alfa-linolenat 

(ALA). Dalam tubuh EPA dirubah menjadi 

DHA, yang merupakan zat paling aktif, 

yang melalui beberapa tingkat akhirnya 

menghasilkan eicosanoida dari seri-3, yaitu 

prostaglandin (PGE3) dan leukotriën (LT5), 

yang seperti PGE1 dan LT5 berkhasiat anti 

radang dan anti tumor.. Lihat Gambar 54-2.

Asam-asam ini paling banyak ada  

dalam minyak ikan laut dingin seperti 

herring, salem,  makril, belut, sardencis dan 

tongkol. Daging merah, daging organ dan 

telur mengandung hanya sedikit asam ini. 

Di membran sel  ikan-ikan itu ,  asam 

arachi donat digantikan oleh EPA dan DHA, 

sehingga terpelihara fleksibilitasnya pada 

suhu rendah (lautan dingin). Akibatnya, 

pembentukan eicosanoida peradang (PgE2, 

LTB4, interleukin IL1,) terhalang, begitu pula 

pembentukan TNF dan fibrinogen. Sebagai 

gantinya, terbentuklah eicosanoida dari seri-

3 itu  di atas, yang praktis tidak bersifat 

meradang.

Khasiat. Minyak ikan berkhasiat melin-

dungi pasien jantung terhadap meninggal 

mendadak akibat infark jantung sekunder 

bila dimakan dua kali seminggu sebagai ikan 

berlemak. Efek ini diperkirakan berkat DHA 

yang berkhasiat mencegah gangguan ritme 

dan mungkin juga berkat zat-zat pelindung 

lain dalam minyak itu . Pada bangsa 

Eskimo yang makan ikan dalam jumlah besar 

(400-500 g/hari), angka kematian akibat PJP 

rendah sekali, begitu juga orang Jepang. 

Orang Eskimo  juga sangat jarang menderita 

diabetes; pada binatang percobaan telah 

ditemukan bahwa DHA melindungi terhadap 

diabetes. Menurut perkiraan, DHA membuat 

membran sel lebih cair (liquid), sehingga 

menjadi lebih peka bagi daya kerja insulin, 

sehingga insulin bekerja lebih efektif dan 

nilai glukosa menurun.

Tabel 54-7: Kandungan minyak total 

dan minyak tak-jenuh dari beberapa  

jenis ikan. 

Asam omega-3 juga memiliki sejumlah kha-

siat lain, seperti dapat dilihat pada ringkasan 

seluruh daya kerjanya di bawah ini:

a. anti trombotik: menghambat agregasi 

trombosit melalui inhibisi produksi TXA2 

(tromboksan), yang bersifat mendorong 

penggumpalannya.

b.  anti radang dengan mencegah sintesis PG 

dari seri-2 dan leukotrien dari seri-4, yang 

bersifat meradang kuat dan menstimulasi 

pertumbuhan tumor. Pembentukan TNF 

dan interleukin (efek meradang) oleh le-

kosit dan makrofag juga dihambat. 

c.  antitumor. Pada perkembangan obat 

diabetes dari kelompok glitazon (thiazo-

lindion, lihat Bab 47) telah ditemukan 

bahwa  PPAR-gama (Peroxisome Prolifera-

tor-Activated Receptor) memegang peran-

an penting pada mekanisme khasiat anti-

tumornya. Pasien diabetes  yang  kebetul-

an juga menderita kanker ternyata tidak 

hanya diperbaiki regulasi glukosanya 

oleh  glitazon, melainkan juga proliferasi 

sel-sel kankernya  dihambat.  Kemudian 

ternyata  bahwa juga beberapa zat lain 

dengan khasiat agonis PPAR-gama ber-

khasiat memberantas sel tumor, a.l. EPA/

DHA dan squalen (dari minyak hati ikan 

hiu). sesudah  aktivasi PPAR oleh  EPA, 

terjadi  diferensiasi sel dan pertumbuhan 

sel tumor dialihkan menjadi sel lemak 

terminal (adiposit) dengan  “mereparasi” 

apoptosis yang telah ditiadakan oleh sel 

tumor. Beberapa studi menunjukkan 

efek baik dari  minyak ikan pada kanker 

payudara, prostat, paru-paru dan ko-

lon17,18. Di samping  mekanisme ini  EPA/

DHA juga diperkirakan bekerja an-

titumor berdasar  penghentian pem-

bentukan PGE2 dan LTB4, yang mensti-

mulir pertumbuhan sel kanker. Seba-

gai gantinya terbentuk PGE1 dan PGE3 

tanpa khasiat stimulasi itu , lihat 

Gambar 54-2. 

d. menurunkan trigliserida darah dengan 

25-30% dan berdasar  sifat antitrom-

botiknya mencegah aterosklerosis dan 

PJP. Efeknya terhadap kolesterol masih 

perlu ditegaskan. Orang Eskimo, yang 

diet sehari-harinya mengandung banyak 

EPA dan DHA (antara lain dari anjing 

dan singa laut), jarang sekali menderita 

penyakit jantung. 

e. menurunkan kadar glukosa darah 

dan memperbaiki efek insulin. Dengan 

demikian sangat bermanfaat pada dia-

betes tipe 2 sebagai zat tambahan (kom-

plementer).

f.  memperbaiki perkembangan saraf otak 

dan fungsinya, terutama pada janin dan 

bayi. Otak terdiri dari lemak  untuk  ±60% 

dan dengan DHA sebagai asam yang 

terbanyak. ASI mengandung DHA dan 

enzim delta-6-desaturasis yang penting 

untuk sintesis asam omega dan sering 

kali belum ada  pada bayi. Susu 

formula/botol sekarang ini banyak yang 

diperkaya dengan EPA dan DHA. Dalam 

rangka ini EPA memengaruhi dengan 

baik gejala ADHD dan dipakai  pada 

terapi alternatif (lihat Bab 31, Adrenergika 

dan Adrenolitika, boks). Penambahan asam 

lemak omega 3/6 sebagai terapi kom-

binasi dengan metilfenidat yang dosisnya 

dapat dikurangi sehingga lebih dapat 

diterima, mungkin dapat memperbaiki 

kesetiaan terapi.

Journal of Attention Disorders, online 24 

januari 2014.

Juga dilaporkan memiliki efek antide-

presi yang baik sehingga dosis antidepre-

si dapat diturunkan. Wanita hamil pada 

trimester terakhir memiliki kekurangan 

DHA dalam darahnya sedang  pada 

wanita dengan depresi postnatal kadar-

nya lebih rendah lagi. 

g. memperkuat sistem imun melalui sti-

mulasi aktivitas limfosit.

pemakaian . berdasar  sifatnya, minyak 

ikan salem/makril dipakai  terhadap pe-

nyakit peradangan, misalnya pada rematik 

berkhasiat mengurangi kakunya sendi di 

waktu pagi. Pada peradangan usus kro- 

nis, seperti colitis dan Crohn, masa remisi 

diperpanjang atau frekuensi kambuh diku- 

rangi. Begitu juga pada penyakit auto-

imun SLE (Systemic Lupus Erythematodes). 

Pada eksim konstitusional, asam omega 

dapat mengurangi bersisiknya kulit dan 

meringankan gatal-gatal. Secara preventif, 

minyak ikan dianjurkan konsumsinya oleh 

wanita hamil dan menyusui untuk menjamin 

perkembangan optimal fungsi otak janin dan 

untuk memperkecil risiko penyakit jantung, 

infark otak dan jantung. sebab  ikatan ganda 

dari EPA dan DHA mudah teroksidasi, 

maka pada sediaannya selalu ditambahkan 

vitamin E sebagai antioksidan, lazimnya 5 

mg per 500 ml minyak ikan. Adakalanya juga 

dikombinasi dengan suatu asam omega-6 

untuk melengkapi efeknya.

Efek samping pada overdosis dapat berupa 

perpanjangan waktu perdarahan berhubung 

penghambatan penggumpalan pelat darah. 

Pada dosis tinggi, senyawa ini dapat menim-

bulkan perdarahan di hidung. Oleh sebab  

itu tidak boleh dikombinasi dengen asetosal 

yang memiliki daya kerja sama.

Dosis: 3-4 dd 250 - 500 mg asam lemak (EPA 

+ DHA). Selama kehamilan dan laktasi 1 dd 

200 mg; untuk prevensi umum 1 dd 100 mg.

Minyak ikan (salem, makril) 1000 mg me-

ngandung ±300 mg EPA+DHA (30%). Salem 

dan makril mengandung 12-20% minyak.

* Cod liver oil (levertraan) mengandung 

±20% EPA+DHA, di samping asam tak-

14108649_OBAT P(Bab 54)_T-880-902.indd   900 25/04/2015   10:43:23

Bab 54: Dasar-dasar Diet Sehat 901

jenuh lainny a, asam lemak jenuh (±19%) 

serta vitamin A dan D, lihat monografi Bab 

53, Vitamin dan Mineral. Dalam tubuh, EPA 

diubah menjadi DHA yang dapat menghalau 

arachidonat dari dinding sel.


OBAT-OBAT SELAMA KEHAMILAN 

DAN LAKTASI

pemakaian  obat selama kehamilan dan lak­

tasi merupakan suatu masalah khusus yang 

tidak selalu dapat dihindari dan harus di­

usahakan dengan risiko seminimal mungkin 

bagi ibu maupun janin.

Sewaktu kehamilan timbul beberapa per­

ubahan farmakokinetik yang dapat me­

mengaruhi kadar obat dalam darah, seperti 

menurunnya pengikatan protein, mening­

katnya arus pendarahan di hati dan ginjal 

serta meningkatnya metabolisme akibat ber­

ubahnya aktivitas enzim CYP. 

Anderson GD. Pregnancy­induced changes in 

pharmacokinetics: a mechanistic­based approach. 

Clin Pharmacokinet. 2005;44(10) 989­1008.

Loebstein R. et al. Clinical relevance of therapeu­

tic drug monitoring during pregnanct. Ther Drug 

Monit. 2002 feb:24(1)15­22.

Selama beberapa dekade diperkirakan bahwa 

plasenta berfungsi sebagai sawar (barrier) 

yang melindungi janin terhadap efek meru­

gikan dari obat­obat. namun  ternyata bahwa 

kebanyakan obat dapat menembus secara 

pasif atau ditranspor secara aktif melalui 

plasenta. Hal ini terbukti secara drastis dan 

menyedihkan oleh peristiwa talidomida pada 

permulaan tahun 1960, bahwa pengaruh 

suatu obat terhadap janin selama masa kritis 

dari perkembangannya dapat memicu  

defek fisik pada organ­organ tertentu.Lihat 

Bab 4, Prinsip­prinsip Farmakodinamika, 

Efek­efek teratogen.

Periode intra­uterin selama 2 pekan sampai 

tiga bulan merupakan masa perkembangan 

janin yang sangat peka terhadap efek obat 

yang dapat memicu  malformasi, ka­

rena pada masa inilah terbentuknya organ­

organ utama. 

Teratogenesis

Didefinisikan sebagai disgenesik (pembentuk­

an keliru) dari organ­organ janin secara 

struktural maupun fungsional (misalnya 

fungsi otak). Manifestasi yang khas dari 

teratogenesis berupa pertumbuhan yang 

terhambat atau kematian dari janin, karsino-

genesis dan malformasi struktur organ mau­

pun fungsinya.

Merupakan pedoman emas bahwa semua 

obat harus dihindari selama kehamilan, terke­

cuali ada sebab­sebab yang mendesak un­

tuk pemakaian nya. Dalam hal ini harus 

dipertimbangkan dengan saksama benefit-

nya bagi ibu terhadap risiko potensial bagi 

janin. Lagipula keamanan dari kebanyakan 

obat belum dapat dipastikan secara mutlak, 

sebab  efeknya mungkin baru tampak bebe­

rapa tahun sesudah  kelahiran. Oleh sebab  itu 

penelitian­penelitian jangka panjang semakin 

penting, sebab  ternyata bahwa efek jangka 

panjang dari obat­obat teratogen terhadap 

perkembangan saraf dapat lebih parah dari­

pada kelainan­kelainan struktural. Dalam hal 

ini dapat disebut beberapa obat yang meme­

ngaruhi perkembangan otak seperti karbam-

azepin, isotretinoin, fenitoin, asam valproat dan 

warfarin (Tabel A).

Proses untuk menentukan  

keamanan obat selama kehamilan

Tiap tahun banyak sekali obat baru disal­

urkan ke pasaran, namun  pada saat pemasa­

ran data mengenai efek­efeknya terhadap 

janin biasanya  masih sangat terbatas. 

Pedoman pertama yang dipegang yaitu  

penelitian terhadap binatang percobaan. 

Ternyata bahwa obat­obat yang memi­ 

liki sifat teratogen pada manusia dapat me­

nyebabkan efek­efek teratogen yang sama 

pada hewan percobaan. namun  ada pula 

obat­obat yang memiliki efek teratogen 

pada hewan bila diberikan dalam dosis 

tinggi, namun  tidak bersifat teratogen pada 

manusia bila diberikan dalam dosis klinis. 

Dalam peristiwa talidomid justru terjadi 

kebalikannya, yakni hanya dosis tinggi ber­

sifat teratogen pada hewan, sedang  pada 

manusia ternyata dosis rendah pun sudah 

memicu  cacat pada janin. Dosis tinggi 

dari glukokortikoid atau benzodiazepin dapat 

memicu  bibir sumbing pada hewan, 

namun  dalam dosis klinis tidak memberikan 

efek demikian pada manusia. Juga senyawa 

salisilat dapat memicu  malformasi 

pada hewan namun  tidak pada manusia. 

Dari peristiwa­peristiwa ini dapat ditarik 

kesimpulan bahwa penelitian pada hewan 

dapat mendeteksi efek teratogen, namun  sulit 

untuk mengekstrapolasi efek­efek ini pada 

manusi a.

Di samping percobaan pada hewan be­

berapa usaha lain ditempuh untuk meng­

identifikasi kemungkinan sifat teratogen, 

antara lain dengan menelaah hasil­hasil 

monitoring obat (case reports dan penelitian-

penelitian epidemiologik). Untuk ini telah 

di­bentuk suatu jenis pelayanan yang dise­

but International Development of Teratology- 

information Services.

Efek dari penyakit ibu

Dalam penentuan peran obat terhadap janin, 

jangan pula dilupakan bahwa penyakit yang 

diderita ibu dapat merupakan risiko pada 

janin. Misalnya ibu penderita tekanan darah 

tinggi atau kanker lebih cenderung untuk 

bayinya menderita pertumbuhan intra­ute­

rin yang terhambat. Juga ibu hamil yang 

menderita epilepsi atau diabetes condong 

untuk melahirkan bayi dengan malformasi.

pemakaian  asam valproat oleh ibu hamil 

dapat meningkatkan risiko bagi bayi mende­

rita neural tube defect, IQ rendah atau autis.

Keluhan asma meningkat pada sekitar 

se pertiga dari wanita hamil dan pengobat­

annya dengan kortikosteroid dapat me­

nimbulkan perlambatan pertumbuhan bayi 

sebagai efek samping. namun  bila pengobatan 

asma ini dihentikan, dapat memicu  

kekurangan oksigen bagi janin.

berdasar  masalah­masalah demikian, 

maka perlu pertimbangan serius mengenai 

risiko pemakaian  obat selama kehamilan 

dan untung­ruginya bagi ibu maupun janin. 

Pilihan obat saat kehamilan

Banyak ibu hamil memerlukan pengobatan 

bagi keluhan­keluhan yang disebabkan oleh 

kehamilan, misalnya mual dan muntah. Be­

berapa prinsip harus dipatuhi pada pemi­

lihan obat selama kehamilan. 

1.  Sebaiknya memakai  obat­obat yang 

sejak lama sudah dipakai  dalam prak­ 

tik daripada obat­obat pengganti baru 

(lihat Tabel B), walaupun obat baru me­

miliki misalnya lebih sedikit efek samping 

bagi orang dewasa, namun  keamanannya 

bagi janin kurang jelas. 

2.  Untuk menurunkan risiko sejauh mung­

kin bagi janin, sebaiknya dipakai  

dosis obat yang paling rendah selama ke­

hamilan. Hal ini sebetulnya bertentang­

an sebab  sebagian wanita hamil justru 

membutuhkan dosis obat yang lebih 

tinggi dari normal pada saat hamil tua 

berhubung meningkatnya berat badan 

dan lebih cepatnya “clearance” (ekskresi) 

dari banyak obat , misalnya litium, di­

goksin dan fenitoin.

3.  Wanita hamil tidak dianjurkan untuk 

memakai  obat bebas (over-the-coun-

ter drugs) tanpa konsultasi dengan dokter, 

sebab  banyak faktor, termasuk taraf ke­

hamilan, dapat memengaruhi risiko bagi 

janin. Misalnya suatu obat NSAID dapat 

dipakai  terhadap nyeri pada trimester 

pertama dari kehamilan, namun  semakin 

banyak bukti menyatakan bahwa bebe­

rapa obat NSAID merupakan risiko bagi 

janin pada masa kehamilan tua.

Di Swedia telah disusun klasifikasi peng­

gunaan obat selama kehamilan dan laktasi 

terutama atas dasar pengalaman klinis pada 

manusia. sebab  klasifikasi ini sangat luas 

dan meliputi banyak sekali obat, maka kami 

telah meringkaskannya menjadi tiga daftar, 

yaitu:

A.  Daftar obat yang tidak boleh diberikan 

pada wanita hamil

 Daftar ini terdiri dari obat­obat yang 

bersifat teratogen dan telah dibuktikan 

dapat membuat cacat janin. Obat­obat 

yang tercantum dalam daftar ini tidak 

mutlak dilarang pemakaian nya oleh 

wanita hamil, namun  dalam keadaan da­

rurat masih dapat dipakai  dengan 

mempertimbangkan benefit bagi ibu dan 

risiko bagi janin. 

B.  Daftar obat yang dianggap aman bagi 

wanita hamil

 Dalam daftar ini tertera obat­obat yang 

dianggap aman bagi wanita hamil, yang 

sesudah  dipakai  selama jangka waktu 

panjang tidak menampilkan efek buruk 

pada janin. Obat­obat lainnya yang ti­

dak dimasukkan dalam daftar dapat se­ 

cara potensial merugikan janin berdasar­

kan percobaan hewan atau pula belum 

ada  cukup data mengenai keaman­

annya.

C.  Daftar obat yang aman selama laktasi

 Sebagian besar dari obat­obat yang 

dikonsumsi ibu dapat dideteksi dalam air 

susunya walaupun dalam jumlah kecil. 

Namun demikian beberapa obat dapat 

memicu  masalah pada bayi yang 

diberi ASI. Sebagai contoh misalnya kar-

bimazol yang dapat mengganggu fungsi 

tiroid dari bayi. Terkenal yaitu  tetrasik-

lin yang juga mencapai air susu dan dapat 

memicu  pewarnaan kuning ir­

reversibel pada gigi yang sedang/akan 

tumbuh.

Sama seperti pada waktu hamil, ibu­ibu yang 

menyusui juga harus menghindari penggu­

naan obat, terkecuali bila mutlak dibutuhkan. 

Dalam hal ini risiko bagi bayi harus dipertim­

ACE-penghambat15

ATI-antagonis

Amikasin

Aminopterin

Androgens

Antikolinergika

Asam Valproat

Azathioprin

Benazepril

Danazol

DES (dietilstilbestrol)

Doksisiklin

Enalapril

Eprosartan

Ethosuksimida

Etretinat

Fenitoin

Fenobarbital

Fluoksimesteron

Fosinopril

Gansiklovir

Gentamisin

Griseofulvin

HepatitisA/B

Hipoglikemika

Irbesartan

Isotretinoin

Kandesartan

Kaptopril

Karbamazepin

Karbimazol

Kinidin

Kinin

Kuinapril

Linestrenol(>2,5 mg)

Lisinopril

Litium

Losartan

Metimazol

Metotreksat

Misoprostol

Nandrolon

Netilmisin

NSAIDs

Penghambat ACE

Penisilamin

Psikofarmaka

Psikotropika

Primidon

Propiltiourasil

Ramipril

Retinoida

Siklofosfamida

Silazapril

Siproteron

Sitostatica (semua)

Streptomisin

Talidomida 

Testosteron

Tetrasiklin/oksi-T.

Tiourasil

Tiroistatika

Tobramisin 

Vaksin(semua,kecuali lihat B)

Valsartan

Vigabatrin

Warfarin

Daftar A. Obat-obat yang TIDAK BOLEH diberikan pada wanita hamil

bangkan terhadap benefits dari pemberian 

ASI atau untuk sementara diganti dengan 

susu kaleng.

 Obat yang dapat diminum dengan aman 

oleh ibu selama menyusui yaitu  obat yang 

tidak atau hanya sedikit diekskresikan ke 

dalam susu ibu. Obat lainnya yang tidak ter­

cantum dalam daftar merupakan obat yang 

dapat mencapai susu ibu dalam jumlah ba­

nyak dan mungkin dapat berefek buruk pada 

bayi atau belum ada  (cukup) data me­

ngenai keamanannya.

Acetaminofen

Acetylcysteine

Alginic acid

Amilorida

Amoxicillin

Ampicillin 

Antasida

Azithromycin

Bezafibrate

Bisacodyl

Bromocriptine

Buspiron

Butylscopolamin

Calcitriol

Cefalosporins

Chlorcyclizine

Chlorhexidine

Ciclosporine

Cimetidine

Cinnarizine

Cisapride

Clemastine

Clindamycin

Clofibrate

Clotrimazol

Cloxacillin

Codeine

Cromoglicate

Colestipol

Cyclandelate

Cyclizine

Cyproheptadine

Desmopressine

Dextromethorfan

Dextropropoxyfen 

Didanosine

Difenhydramine


Digoxin

Dihydralazine

Dihydrotachysterol

Dimethindene

Dipyridamol

Dydrogesteron

Efedrine

Erythromycin

Ethambutol

Fenazone

Fenoterol

Flucloxacillin

Flumazenil

Fluoksetin

Fluvoxamine

Folic acid

Folinic acid

Gliserin

Granisetron

Guaifenesine

Heparin

Heparin LMW

Hyaluronic acid

Hydralazine

Hydrocortisone

Hydroxyzine

Ipratropium-Br

Isoniazide

Isoprenaline

Isosorbide nitr.

Labetalol

Laktulosa

Levothyroxin

Liothyronin

Lidocaine

Lincomycin

Magnesiumoxide

Meclizine

Medroxyprogest.

Mepivacaine

Methenamine

Methimazol

Methyldopa (l-)

Methimazol

Methyldopa (l-)

Mexiletine

Moclobemide

Miconazol

Naloxone

Niclosamide

Nitrofurantoin

Noscapine

Nystatine

Oxytocin

Papaverine

Paracetamol

Penicillin-G/V

Permethrin

Piperacillin

Pizotifen

Prilocain

Promethazine

Ranitidine

Roxithromycin

Salbutamol

Salmeterol

Sennoside

Sorbitol

Spiramycin

Spironolacton

Sufentanil

Sumatriptan

Sucralfat

Sulfasalazine

Terbinafine

Terbutaline

Terfenadine

Theofylline

Tranexamic acid

Trihexyfenidyl

Vaks.influenza

Vaksin polio

Tetanus toxoid

Daftar B. Obat-obat yang dianggap aman bagi wanita hamil

Catatan: Walaupun daftar ini memuat obat-obat yang dianggap aman bagi wanita hamil, namun tetap 

harus berpegangan pada „golden rule“, bahwa wanita yang mengandung maupun yang menyusui harus 

menghindari pemakaian  obat, terkecuali bila ada petunjuk khusus dari dokter yang merawatnya.

Acetylsalicylic acid 

Aciclovir

Alginic acid

Alimemazine

Alprenolol

Amoxicillin

Ampicillin

Atenolol

Aztreonam

Baclofen

Betamethasone

Betaxolol

Bisacodyl

Bisoprolol

Bumetanide

Bupivacaine

Bromocriptine

Carvediol

Carbamazepin

Cefalosporins

Chlordiazepoxide

Chloroquine

Chlorpromazine

Cisapride

Chlorhexidine

Chlorpromazine

Clemastine

Clobetasol

Clobetasone

Clomipramine

Cloxacillin

Codeine

Colestipol

Colestyramine

Cotrimoxazol

Cromoglicate

Dextropropoxyfen

Desonide

Diclofenac

Difenhydramine

Digoxine

Dihydralazine

Dimethindene

Doxycycline

Enalapril

Epinefrine

Ethambutol

Erythromycin

Fenazone

Flucloxacillin

Fluocortolon

Folinic acid

Fosfomycin

Fusidic acid

Haloperidol

Heparin

Hyaluronic acid

Hydralazine

Hydrocortisone

Hydroxychloroquine

Hyoscyamine

Ibuprofen

Imipramin

Ipratropium

Isoniazide

Ketoconazol

Kinine

Kinidine

Labetolol

Levocabastine

Levonorgestrel

Levothyroxine

Levopromazine

Lidocaine

Liothyronine

Loperamide

Loratidine

Lorazepam

Lynestrenol (>2,5 mg)

Magnesiumoxide

Medroxyprogester

Mesalazine

Methadone

Methenamine

Methotrexate

Metoclopramid

Metoprolol

Metronidazol

Mexiletine

Midazolam

Moclobemide

Morphine

Naproxen

Nitrazepam

Nitrofurantoin

Norethisteron  

Nortriptyline

Noscapine

Nystatine

Opipramol

Oxazepam

Oxybuprocain

Paracetamol

Penicilline G/V

Perfenazine

Periciazine

Pethidine

Phenylbutazon

Phenytoine

Pindolol

Piperacilline

Piroxicam

Predniso(lo)ne

Prilocaine

Propafenone

Propranolol

Propylthiouracil

Pyrimethamin

Retinol (vit A)

Rifampicine

Roxitromycine

Scopolamine

Spironolactone

Sucralfat

Sulfamethoxazol

Sulfasalazine

Terbutalin

Tetracyclin 

Oksitetracycl

Theofyllin

Thioridazin

Tranexaminic ac.

Triamcinolone

Trimethoprim

Valproic acid

Verapamil

Daftar C. Obat-obat yang boleh diminum ibu selama menyusui.

(dengan persetujuan dokter yang merawat)

DAFTAR DOSIS LAzIM (per oral)

(dosis obat-obat lain lihat teks)

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   910 21/04/2015   20:56:21

Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 911

Asenokumarol permula15-25 mg;pemelih. 2-10 mg vesp.

Asetazolamida 8-30mg/kg bb; maks.1g sehari; atau 1-4 dd 250 mg

Asetilsistein 3 dd 200 mg; 3 bl-1 th 1-2 dd 50-150 mg

Asetosal 1 th s/d 6 th: 1-2 dd 200-300 mg

 6 th s/d 12 th: 1-2 dd 300-500 mg

Aspirin lih.Asetosal

Atenolol hipertensi: 1dd100 mg; angina pect. 2 dd 50-100 mg

Atropin 3 dd 0.25-0.8 mg

Azathioprin sehari 2-5 mg/kg bb

 

Beklometason dipropionat inhalasi 3-4 dd 50 mcg; maks.1 mg sehari

Belladonna ekstrak 3 dd 10-20 mg

Bendroflumethiazida 1 dd 5-10 mg;atau 3x seminggu

Benfotiamin terapi: sehari 100-300 mg

Benorilat 4 dd 1-2 g p.c.

Benzbromaron 1 dd 50 mg d.c.; naik sampai sehari 200 mg

Benzidamin 3-4 dd 50 mg p.c. (klorida)

Benziodaron 1 dd 50 mg d.c.;naik sampai sehari 200 mg

Benzoktamin 3 dd 10 mg; sbg obat tidur 20 mg

Benzonatat 3 dd 100-200 mg

Betametason 4 dd 0.25-0.5 mg (di-Na-fosfat)

Bevonium 2-3 dd 50-100 mg (metilsulfat)

Bezitramida 1-6 dd 5 mg

Biotin sehari 0.15 mg

Bisakodil 5-10 mg vesp.; sup. 10 mg pagi

Bismutsubkarbonat 2-3 dd 0.5-1 g

Bismutsubnitrat 2-3 dd 0.5-1 g

Bromazepam sehari 4.5-9 mg

Bromheksin 3-4 dd 4-8 mg

Bromisoval 300-600 mg vesp.;sedativ. 2-3 dd 300mg

Buformin permula 200 mg pagi d.c. dan

 100 mg d.c. vesp.; kmd 1-2 dd 100 mg

Bumetanid 1 dd 1 mg; maks. 4 mg

Busulfan sehari 4-6 mg

Butilskopolamin oral/rektal 3-5 dd 10-20 mg (HBr)

 

Dapson selama 4 minggu 2 dd seminggu 50mg;

 naik dg 100 mg seminggu sampai 400 mg; maks. 600 mg

Deksametason 4 dd 0,25-0,5 mg

Deksklorfeniramin 3 dd 2 mg

Dekstrometorfan  3-4 dd 5-15 mg

Dekstrotiroksin permulaan 1 dd 1-2 mg, naik dg 1-2 mg tiap minggu

 sampai maks. 1 dd 8 mg.

Diazepam sehari 6-30 mg

Dibunat sehari 60-120 mg

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   911 21/04/2015   20:56:21

Seksi X: Lampiran912

Didrogesteron 2-4 dd 5-10 mg

Difenhidramin 4 dd 25-50 mg

Difenilhidantoin Natrium 1-2 dd 100-300 mg d.c.

Digitoksin permulaan 0,1-0,3 mg, kmd setiap 6-8 jam 0,2 mg sampai  

 1-2 mg sehari; pemeliharaan 1 dd  0,05-0,2 mg.

Digoksin permulaan 0,25-1 mg; kmd setiap 6-8 jam 0,25-0.75 mg,  sampai

 2-3 mg; pemeliharaan 1-3 dd 0,25 mg

Dihidralazin permulaan 3 dd 12,5 mg (sulfat), kmd naik sampai maks.

 3 dd 50 mg

Dihidroergotamin 3 dd 1-2 mg (mesilat)

Diklofenak 3 dd 25-50 mg

Diloksanida 3 dd 500 mg; anak-anak sehari 20 mg/kg bb

Diltiazem permula  3 dd 30 mg a.c.; kmd 3-4 dd 60 mg; maks. sehari 360 mg

Dimenhidrinat  4 dd 50-100 mg

Dimetilpolisiloksan 3 dd 40-80 mg d.c.

Dipiridamol 2-3 dd 25-50 mg

Dipiron 2-3 dd 0,5-1 g

Disopiramida permulaan 100-200 mg d.c. ; sampai 3 dd 100-200 mg

Doksisiklin loading dose 200 mg; kmd 1 dd 100 mg

Domperidon 3-4 dd 10-20 mg a.c.; anak 3-4 dd 0,3 mg/kg bb

 

Efedrin 3 dd 25-50 mg

Efetonin 3 dd 50 mg

Ergometrin maleat 2-3 dd 0,5-1 mg

Ergonovin lih. Ergometrin

Ergotamin tartrat 3-4 dd 1-2 mg; maks. sehari 8 mg

Eritromisin 4 dd 250-500 mg a.c.; anak sehari 20-40 mg/kg bb

Estradiol 1 dd 2  mg

Ethambutol 1 dd 15-25 mg/kg bb

Etilmorfin sekali 10-50 mcg; sehari 30-150 mcg

 

Famotidin sehari 20-40 mg hs

Felodipin sehari 5-10 mg; maks. sehari 20 mg

Fenfluramin 3 dd 20-40 mg a.c.

Fenformin 1-2 dd 25-50 mg d.c.

Fenilbutazon 3-4 dd 200 mg d.c.; pemeliharaan  1 dd 100-200 mg

Fenilefrin 3 dd 20 mg

Fenilpropanolamin 3 dd 25-50 mg  (HCl)

Feniramin 3 dd 25 mg

Fenitoin 1-2 dd 100-300 mg (garam Na) d.c.

Fenkamfamin 1-2 dd 10 mg

Fenobarbital sedatif 15-50 mg; dosis tidur 100-200 mg

Fenolftalein 100-200 mg a.n.

Fenoterol 3 dd 2,5 mg (bromida)

Fenprokumon permulaaln 20-30 mg; pemeliharaan 0,75-6 mg

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   912 21/04/2015   20:56:21

Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 913

Fentermin 1 dd 15-30 mg pagi p.c.

Ferofumarat 3 dd 200 mg (= 65 mg Fe)

Feroglukonat 3 dd 430 mg (= 50 mg Fe)

Ferosulfat sehari 150-300 mg fero; (125 mg ferosulfat~25 mg fero)

Finasterida sehari 5 mg

Fitomenadion 1-10 mg

Floktafenin permula 200-400 mg; kmd  4-6 dd 200 mg; maks. sehari 1,6 g

Flukloksasilin 3-4 dd 500 mg; anak sampai 2 th  3 dd 125 mg

Flunitrazepam 1 -  4 mg  a.n.

Fluokortolon 1 dd 20-60 mg

Fluoksimesterolon 1-2 dd 5 mg

Fluoro-urasil sehari 6-15 mg/kg bb

Flurazepam 7,5-30 mg (garam HCl) a.n.

Flurbiprofen sehari 150-200 mg

Flutamida 3 dd 250 mg p.c.

Fluvastatin 1 dd 20-40 mg hs

Fluvoksamin sehari 100-200 mg 

Frusemida lih. Furosemida

Ftalilsulfathiazol 4-6 dd 0,5-1 g

Furazolidin 4-6 dd 100 mg p.c.; anak 4-6 dd 25-50 mg

Furosemida 40-80 mg pagi p.c. 

Gabapentin 3 dd 100-200 mg

Gemfibrozil 2 dd 600 mg a.c. pagi

Glafenin 3-5 dd 200 mg; maks. sehari 1 g

Glibenklamida 1-2 dd 2,5-5 mg p.c.

Gliklazida 2-3 dd 80 mg d.c.

Glipizida 1-2 dd 5-10 mg d.c.

Gliserilguaiakolat 4-6 dd 100-200 mg

Gliseriltrinitrat 0,4-1 mg; maks. sehari 10 mg

Glutetimida sedativum 3 dd 250 mg; dosis tidur 500 mg 

Griseofulvin 4 dd 125 mg atau1 dd 500 mg p.c.

Guaifenesin lih. Gliserilguaiakolat

Guanfasin 1 dd 1 mg; maks. sehari 6 mg

 

Haloperidol 3 dd 1-5 mg

Hidralazin  4 dd 10 mg

Hidroklorthiazida 1-2 dd 25-100 mg, maks. sehari  200 mg

Hidroksizin 3 dd 10-25 mg

 

Ibuprofen 3-4 dd 400 mg d.c.; pemeliharaan  3 dd 200 mg

Imipramin 3 dd 25-50 mg sampai sehari 250-300 mg (klorida)

Indapamida 1 dd 2,5-5 mg pagi d.c.

Indometasin 2-3 dd 25-50 mg d.c.

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   913 21/04/2015   20:56:21

Seksi X: Lampiran914

Isoaminil 3 dd 40-80 mg (siklamat, sitrat)

Isoniazida 2 dd 100-200 mg a.c.

Isoprenalin sublingual 5-10 mg

Isopropilaminofenazon 3 dd 400 mg; kmd 1 dd 600 mg

Isoproterenol subling. 10-15 mg

Isosorbida dinitrat akut subling. 5-10 mg; profilakt. 3-4 dd  5 mg

Isosorbida mononitrat 3 dd 1-2 mg d.c.

Isoxsuprin 3-4 dd 10-20 mg (klorida) p.c.

Itrakonazol 1 dd 100-200 mg

 

Kalsiferol sehari 1000-2000 U

Kalsitriol sehari 250 mcg

Kaptopril permula 3 dd 25 mg a.c.; kmd 2-3 dd 37,5-50 mg

Karbamazepin 2-3 dd 200-400 mg

Karbimazol 3 dd 10-20 mg

Karbo adsorbens 3-4 dd 0,5-1 g

Karbosistein 3-4 dd 750 mg; anak 3 dd 100-375 mg

Karisoprodol 4 dd 350 mg

Ketokonazol 1 dd 200 mg d.c.; maks. sehari 400 mg; anak 3 mg/kg bb

Ketoprofen 2-4 dd 50 mg

Ketotifen 2 dd 1-2 mg

Kinidin 2-3 dd 0,75-1,5g (bisulfat)

Kinin 3 dd 300 mg-500 mg (HCl/bisulfat); pereda otot 100-200 mg a.n.

Kinin anak < 1 th, sehari 10 mg per bln usia; anak>1th, sehari 100 mg 

 per tahun usia (tanat, etilkarbonat)

Klemastin 2 dd 1 mg a.c.

Klidinium bromida 3-4 dd 2,5 mg (bromida)

Klindamisin 4 dd 150-300 mg

Klobazam 3 dd 10 mg

Klofazimin 1 dd atau tiap 2hari 100 mg

Klofibrat 3-4 dd 0,5 g p.c.

Klomifen sehari 5 mg p.c. selama 5 hari

Klomipramin sehari 50-200 mg

Klonazepam 3 dd 1-2,5 mg; anak 3 dd 0,5-1 mg

Klonidin permula 3 dd 75 mcg (klorida), sampai  3 dd 150-300 mcg;

 profilakt. migrain 2 dd 25-75 mcg

Klopamida 1 dd 20-60 mg p.c. ; maks 100 mg

Klorambusil sehari 5-10 mg; pemeliharaan sehari 2-4 mg

Kloramfenikol permula 2 g; kmd 4 dd 1 g selama 4 minggu (tifus)

Klordiazepoksida sehari 15-75 mg

Klorfenamin 4 dd 2-8 mg

Kloroquin difosfat 2 dd 250-400 mg;  anak sehari 5-10 mg/kg bb

Klorothiazida 1-2 dd 0,5-1 g p.c.

Klorprenalin 4-6 dd 20-30 mg (klorida)

Klorfeniramin 3-4 dd 3-4 mg (maleat)

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   914 21/04/2015   20:56:21

Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 915

Klorpromazin sehari 75-100 mg

Klorpropamida  125-250 mg p.c. pagi; maks. sehari 0,5 g

Klorthalidon 1 dd 100-200 mg; maks. 200 mg; pemeliharaan 1 dd 50-100 mg

 atau 3 kali seminggu

Kodein HCl batuk 3-5 dd 20-40 mg; diare 4 dd 20-40 mg;

 analget. maks. 3 dd 30-60 mg

Kofein 1-3 dd 100-200 mg

Kolestiramin 3-4 dd 4 g d.c.

Kolinteofilinat 3-4 dd 200-400 mg

Kolistin akut: tiap 1-2 jam 0,5-1 mg, maks sehari 6 mg;

Kolkisin akut 1 mg, lalu 0,5 mg setiap 2 jam, maks. 8 mg

Kotrimoksazol 2 dd 2 tab. (sm 400 mg+tmp 80 mg) ; tifus/infeksi parah 2 dd 3 tab

 maks. 14 hari; gonore 4 dd 2-4 tab. selama 2 hari

Labetalol permula  3 dd 100 mg; kmd 3-4 dd 200-600 mg

Laktulosa permula 15-30 g  larutan 50%; pemeliharaan 5-15 g

Lamotrigin 2 dd 100 mg

Lanatosida C pemeliharaan 1-4 dd 0.25 mg

Lansoprazol 1 dd 30-60 mg a.c. pagi

Levamisol 1 dd 2,5 mg/kg bb p.c. selama 2 hari (garam HCl)

Levodopa 1-5 dd 300 mg d.c.

Levomepromazin sehari 75-150 mg

Lidoflazin 1-3 dd 60 mg d.c.

Linestrenol sehari 5 mg

Linkomisin 3-4 dd 500 mg a.c.

Lisinopril permula 1 dd 10 mg; pemeliharaan 1 dd 20-40 mg; maks. sehari 80 mg

Loperamida permula 4 mg, kmd tiap jam 2 mg; maks sehari 16 mg

 anak sampai 8 th: 2-3 dd 0,1 mg/kg bb; 

 anak 8-12 th permula  2 mg; maks.  sehari 8-12 mg

Lorazepam 3 dd 1-2,5 mg

Lovastatin 1 dd 20 mg malam; maks. sehari 80 mg

 

Magnesiumsulfat sekaligus 15-30 g

Maprotilin 3 dd 25-50 mg

Mazindol 3 dd 1-2 mg p.c.

Mebendazol dew. dan anak: oksiuriasis 100 mg d.c. pagi;

 cacing lain 2 dd 100 mg, selama 3 hari

Mebeverin 3-4 dd 100 mg (HCl) a.c.

Mebhidrolin sehari 100-300 mg

Megestrol 2 dd 30-75 mg (asetat) p.c.; pemeliharaan  sehari 15-30 mg

Meklizin 3 dd 12,5-25 mg

Menadion sehari 5-10 mg

Mepenzolat bromida 5 dd 10-20 mg 

Meprobamat 3-4 dd 400 mg

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   915 21/04/2015   20:56:21

Seksi X: Lampiran916

Metamizol lih. Dipiron

Metampiron lih. Dipiron

Metformin permula 3 dd 0,5 g d.c.; kmd sampai 3 dd 1 g

 pemeliharaan 2 dd 0,5 g

Methenamin 3 dd 0,5-1 g

Metotreksat sehari 5-10 mg

Metildigoksin pemeliharaan 2-3 dd 0,1 mg

Metildopa permula 250 mg pagi p.c.; kmd 2-3 dd 250 mg; 

 maks. 4 dd 500 mg

Metilergometrin 2-3 dd 0,25-0,5 mg

 

Metilprednisolon 4 dd 2-4 mg

Metiltestosteron sehari 10-50 mg

Metisergida permula 1 mg d.c., kmd sampai 2 dd 1-2 mg

Metoklopramida 3 dd 10 mg (HCl);

Metoprolol hipertensi 1 dd 50-100 mg; angina pect. 3 dd 50-100 mg

Metronidazol disenteri usus: 3 dd 750 mg; amebiasis  3 dd 500 mg;

 trichomon. 2 dd 250 mg; giardiasis 1 dd 500 mg 

Minoksidil permula 4 dd 2,5 mg, kmd sampai sehari 20-40 mg

Minosiklin loading dose 200 mg, kmd single dose 100 mg sehari

Minyak Kastor lih. Ricini Oleum

Moklobemida 3 dd 100 mg p.c.;  maks. sehari 600 mg

 

Nabumeton 1 dd 0,5-1 g  h.s.

Nalokson 1-5 mg

Naproksen 2- 3 dd 250 mg, maks. sehari 750 mg;

Natriumbikarbonat sehari 1-4 g

Natriumsalisilat urikosurik: 3-4 dd 2g 

Neomisin sulfat 4-6 dd 0,5 g

Neostigmin 3 dd 15-30 mg (bromida)

Niasin lihat nikotinilalkohol

Nifedipin permula 3 dd 10 mg; kmd 3-4 dd 20-30 mg d.c.

Nikardipin 3 dd 20 mg; pemeliharaan 3 dd 30 mg; maks. sehari 120 mg

Niklosamida 1 g a.c., 1 jam kmd 1 g  lagi; anak 2-8 th: 1/2 dosis;

 di bawah 2 th: 1/4 dosis

Nikotinamida 3-4 dd 50-100 mg; maks. sehari 1 g

Nikotinil alkohol 3-4 dd 25-150 mg (hidrogentartrat)

Nimodipin tiap 4 jam 60 mg

Nimorazol amebiasis: sekaligus 2 g p.c. (7 hari); trichomon.: 3 dd 1 g

Nistatin 3 dd 0,5 - 1  MU

Nitrazepam 2,5-10 mg a.n.; epilepsi  permula  1 dd 5 mg, sampai sehari 10-30 mg

Nitrofurantoin 3-4 dd 100 mg d.c.

Nitrogliserin subling. 0,5-1 mg setiap kali, maks. sehari 10 mg

Norefedrin 3 dd 25-50 mg

Norethisteron  2-3 dd 5 mg

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   916 21/04/2015   20:56:21

Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 917

Norfloksazin 2-3 dd 400 mg

Nortriptilin sehari 30-250 mg

Noskapin 3-4 dd 15-50 mg; maks. sehari 250 mg

Novaminsulfon 2-3 dd 0,5-1 g

 

Oksazepam sehari 30-150 mg

Oksifenbutazon permula 2-3 dd 200 mg

Oksifenonium 3-4 dd 5-10 mg

Oksolamin tiap 4 jam 100-200 mg (sitrat)

Oksomemazin sehari 10-40 mg

Oksprenolol hipertensi: 2 dd 100-200 mg; aritmia 4 dd 25-100 mg;

 angina pect.: 4 dd 50-100 mg

Oleum Ricini lih. Ricini Oleum

Opipramol sehari 50-300 mg

Orsiprenalin 4 dd 10-20 mg (sulfat)

Pankreatin 0,5 g

Papaverin HCl 3-4 dd 40-100 mg; maks. sehari 600 mg

Parafinum lIquidum 15-45 ml a.n.

Parasetamol 4-6 dd 325-650 mg; maks. sehari 4 g; 

 anak 60-120 mg, maks. sehari 1,2-2,4 g

Pentazosin 4-6 dd 50-100 mg

Pentoksiverin 3-4 dd 15-30 mg

Perfenazin sehari 5-30 mg

Pindolol hipertensi: 1 dd 5-20 mg; aritmia/angina pect.: 3 dd 5-10 mg

Pipenzolat 3 dd 5 mg a.c. dan 5-10 mg a.n. (HBr)

Piperazin askaris: sekaligus 3 g (heksahidrat);  anak 50 mg/kg bb;

 1-2 th: 1 g; 3-5 th : 2 g; di atas 6 th: sekaligus 3 g

Pirantel sekaligus 500-750 mg; anak 10 mg/kg bb

Pirazinamida 3 dd 0,6-1 g

Piridoksin 4-5 dd 10 mg; anti-vomit: sehari 50-100 mg

Piridostigmin 3 dd 20-80 mg

Pirimethamin profilakt.: 1 kali seminggu  25 mg; maks. 4 minggu

Pirvinium sekaligus 5 mg (basa)/kg bb

Pizotifen permula 0,5 mg a.n.  sampai 3 dd 0,5 mg; maks. sehari 4,5 mg

Prazepam sehari 10-60 mg

Prazosin 2-3 dd 0,5-2 mg

Prednisolon setiap 24 jam 5-50 mg pagi atau setiap 48 jam p.c.

Prednison 4 dd 2,5-5 mg

Primaquin 1 dd 15 mg (basa) (14 hari)

Primidon 4 dd 125-500 mg

Probenesid 2 dd 250 mg d.c. (1 minggu), kmd 2 dd 500 mg

Proguanil profilakt.: 1 dd 100 mg

Prokainamida 4-6 dd 250-500 mg (klorida)

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   917 21/04/2015   20:56:21

Seksi X: Lampiran918

Prokarbazin permula sehari 50 mg, kmd sehari 250-500 mg

Promethazin  3 dd 25-50 mg

Propantelin bromida 3 dd 15 mg d.c. dan 30 mg a.n.

Propifenazon 3 dd 250 mg

Propiltiourasil 2-4 dd 100 mg; kmd sehari 50-200 mg

Propranolol hipertensi: 2 dd 60-80 mg; aritmia  sehari 10-40 mg;

 angina pect.: 4 dd 20-80 mg

Prostigmin permula 7,5 mg; pemeliharaan sehari 15-375 mg

Pseudo-efedrin 3-4 dd 60 mg, maks. sehari 240 mg; anak 4 dd 1 mg/kg bb 

 

Reserpin 3 dd 0,1-1 mg

Retinol sehari 50.000 UI; anak  sampai 8 th sehari 10.000-20.000 I.U.

Riboflavin 5-10 mg

Ricini Oleum 15-30 ml; anak 4-15 ml

Rifampisin tbc: sekaligus 400-600 mg pagi a.c.; lepra: sekaligus 600 mg a.c.

 gonore: sekaligus 900 mg (2-3 hari)

Rutosida 3-4 dd 20-50 mg

 

Salazosulfapiridin 3-6 dd 0,5 1 g

Salbutamol 4 dd 2-4 mg

Salisilamida 4 dd 1 g p.c.

Sefadroksil 1-2 dd 0,5-1 g; anak sehari 25-50 mg/kg bb dl 1-2 dosis

Sefaklor tiap 6-8 jam 250 mg, maks. sehari  4 g; anak sehari 20 mg/kg bb  dl 3 dosis

Sefaleksin tiap 6 jam 250-500 mg, maks.  sehari 4 g; anak 25-50 mg/kg bb dl 4 dosis

Sefiksim 1-2 dd 200 mg; anak 2 dd 4 mg/kg bb

Sefprozil 1-2 dd 500 mg; tiap 12 jam 7,5 mg/kg bb

Sefradin tiap 6 jam 250-500 mg; anak 25-50 mg/kg bb dl 2-4 dosis

Seftibuten sehari 400 mg; anak sehari 9 mg/kg bb

Sefuroksim 2 dd 250-500 mg d.c.; anak 2 dd  125-250 mg

Sianokobalamin 1-2 dd 100 mcg

Siklandelat 3-4 dd 200-400 mg p.c.

Siklizin 3 dd 50 mg

Siklofosfamida 3 dd 50-100 mg

Sikloserin 2 dd 250 mg

Simetidin 3 dd 200 mg d.c. dan 400 mg a.n., total sehari 1 -2 g

Sinarizin vertigo: 1-3 dd 25-50 mg

Siprofloksasin 2 dd  250-500  mg

Siproheptadin 3-4 dd 2-4 mg

Siproteron 2-4 dd 50-100 mg; pemeliharaan sehari  50 mg

Sisaprida 3-4 dd 5-10 mg a.c.; anak 3-4 dd 0,2 mg/kg bb, maks. 3 dd 0,3 mg/kg bb

Skopolamin HBr 0,25 mg; maks.  sehari 0.6 mg

Sotalol hipertensi: 2 dd 40-120 mg; aritmia /angina pect. 2-4 dd 80-160 mg

Spiramisin 4 dd 50 mg (5 hari)  cek

Spironolakton 2 dd 50 mg

14108649_OBAT P(Lampr)_T-903-919.indd   918 21/04/2015   20:56:21

Lampiran B: Daftar Dosis Lazim (per oral) 919

Suksinilsulfathiazol 4-6 dd 0,5-1 g

Sulfinpirazon permula 4 dd 25-50 mg d.c.; kmd 4 dd 100-200 mg; 

 pemeliharaan  sehari 200-400 mg

Sulpirida   1-3 dd 200 mg

 

Tamoksifen 2 dd 10-20 mg

Tanalbumin 3 dd 0,5-1 g

Temazepam sehari 10-30 mg

Teofilin 3-4 dd 125-250 mg p.c.

Terbutalin 2-3 dd 2,5-5 mg (sulfat); anak 0,075 mg/kg bb;

Tetrasiklin 4 dd 250-500 mg; anak sehari 20-40 mg/kg bb

Thiabendazol 2 dd 0,5 g; anak sehari 50 mg/kg bb

Thiamfenikol 4-6 dd 250 mg

Thiazinamium 3 dd 300-600 mg d.c.; anak 3 dd 100-200 mg

Tiamin HCl sehari 20-50 mg, kmd sehari 10 mg

Timolol hipertensi: 2-3 dd 5-10 mg; angina pect. 2-3 dd 10-15 mg

Tinidazol amebiasis: sekaligus 2 g (3 hari);  trichom./giardia: single dose  2g

Tioridazin sehari 75-600 mg

Tiroksin-l permula sehari 0,05-0,1 mg; kmd sehari 0,2-0,4 mg

Tolbutamida permula 3 dd 0,5-1 g d.c.; pemeliharaan  2 dd 0,5 g

Tretoquinol 3 dd 3 mg; maks. 4 dd 6 mg (klorida)

Triamsinolon 2-4 dd 2 mg

Triamteren sehari 50-100 mg p.c. ; maks. 2 dd 100 mg

Triazolam 0.25-1 mg a.n.

Trifluoperazin sehari 3-30 mg

Trimetoprim 2 dd 200 mg; anak sehari 6-9 mg/kg bb dalam 1-2 dosis

 

Verapamil angina: 3 dd 40-80 mg

 

Yohimbin 3 dd 3-10 mg