Tampilkan postingan dengan label praktek jenazah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label praktek jenazah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2026

praktek jenazah

  





Kematian merupakan suatu peristiwa yang pasti terjadi 

dalam kehidupan semua makhluk tidak terkecuali manusia. 

Meski tak seorangpun yang tau pasti kapan datangnya. Jika ajal 

sudah menjemput, maka tidak ada yang bisa meminta untuk 

ditangguhkan. Segala urusan yang ada di dunia terhenti 

seketika dan tanggung jawab pelaksanaan terhadap orang yang 

sudah meninggal dunia tersebut  menjadi kewajiban bagi orang 

yang masih hidup. Allah SWT telah menetapkan hukum Fardhu 

Kifayah, artinya apabila disuatu tempat sudah ada orang yang 

telah melaksanakannya maka semua orang yang berada di 

daerah tersebut tidak berdosa. Ini merupakan bentuk tanggung 

jawab umat Islam terhadap sesama, terutama bagi orang yang 

sudah meninggal dunia. 

Nabi Muhammad Saw melalui risalah yang  dibawanya 

telah memberikan pedoman komprehensif yang mengatur 

segala aspek kehidupan manusia. Salah satu aturan yang 

ditetapkannya yaitu  tentang cara menghadapi jenazah, mulai 

dari cara menghadapi orang yang sedang sakaratul maut 

sampai pada proses menguburkan jenazah ke liang lahat. 

Semua itu dijelaskan secara lengkap agar memudahkan umat 

Islam dalam memberikan hak kepada mayit untuk mendapatkan 

penyelenggaraan terbaik.  

Fenomena yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari 

masih banyak di antara umat Islam yang belum mengetahui tata 

cara penyelenggaraan  jenazah dengan baik dan benar serta 

sesuai dengan ajaran Islam, maka dibutuhkan panduan sebagai 

acuan dalam proses praktikum penyelenggaraan jenazah yang 

sistematis dan komprehensif serta mudah diterapkan khususnya 

oleh perawat  Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam 

Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. 

 

B. Landasan Pemikiran 

Berhasil atau tidaknya suatu lembaga pendidikan salah 

satunya ditandai dengan kemampuan alumninya untuk dapat 

mengimplementasikan segala teori yang dipelajari di bangku 

perkuliahan. Keberhasilan itu bisa diperoleh dengan adanya 

kemampuan untuk memadukan antara penguasaan teori dengan 

praktik di lapangan atau dalam kehidupan sosial. Kemampuan 

memadukan kedua aspek ini tentunya membutuhkan kecakapan 

serta pembiasaan semenjak kuliah. 

Fakultas Syariah dan Hukum sebagai salah satu 

lembaga pendidikan keagamaan memiliki tanggung jawab 

untuk ikut andil dalam mempersiapkan sumber daya manusia 

yang unggul dan mempunyai daya saing. Menyusun Program 

Kegiatan seoptimal mungkin untuk memberikan bekal terhadap 

para perawat  dan alumninya sebagai agent of change agar 

siap terjun dalam kehidupan bermasyarakat. 

Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan 

kemampuan perawat  untuk mempraktikkan segala teori yang 

didapat yaitu  dengan cara praktikum. Di antara praktikum 

dalam ruang lingkup keilmuan Syariah yaitu  praktikum 

penyelenggaraan jenazah. Praktikum ini merupakan program 

kegiatan akademik unggulan Fakultas Syariah dan Hukum 

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Kegiatan 

ini disusun sedemikian rupa agar memberi manfaat maksimal 

bagi perawat  dan alumni fakultas Syariah dan Hukum. 

 

C. Tujuan dan Manfaat 

1. Tujuan 

Praktikum Penyelenggaraan jenazah dilaksanakan 

dengan tujuan sebagai berikut : 

a. Melatih kemampuan intelektual perawat  dan cakap 

dalam praktik beragama sebagai upaya 

mengimplementasikan ajaran Islam sesuai dengan al-

Qur‟an dan Sunnah. 

b. Menciptakan Insan akademis yang religius dan  dapat 

menjadi pembimbing umat dalam persoalan-persoalan 

agama umumnya, serta penyelenggaraan jenazah 

khususnya. 

c. Menyiapkan alumni  yang memiliki kapasitas keilmuan 

dan peka terhadap kondisi yang terjadi dalam kehidupan 

beragama.  

 

2. Manfaat 

Kegiatan praktikum penyelenggaraan jenazah yang 

dilaksanakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum diharapkan 

memberi manfaat sebagai berikut : 

a. Meningkatkan kompetensi akademik yang mampu 

menghadapi permasalahan sosial di dalam kehidupan 

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

b. Terwujudnya  mentalitas keagamaan yang sejalan 

dengan program studi pada Fakultas Syariah dan Hukum 

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. 

c. Menjalin Hubungan Sosial Kemasyarakatan sebagai 

salah satu wujud implementasi iman dan taqwa kepada 

Allah SWT. 




PELAKSANAN PRAKTIKUM 

 

A. Peserta 

Peserta Praktikum diatur sesuai dengan ketentuan sebagai 

berikut : 

1. Peserta tercatat sebagai perawat  Fakultas Syariah dan 

Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif kasim 

Riau yang dibuktikan dengan kartu Tanda perawat  

(KTM). 

2. Peserta yaitu  perawat  semester 3 (tiga) seluruh 

Program Studi di Fakultas Syariah dan Hukum. 

3. Tidak sedang cuti kuliah, dibuktikan dengan Kartu 

Rencana Studi (KRS). 

 

B. Waktu dan Tahapan Praktikum 

Pelaksanaan Praktikum penyelenggaraan Jenazah di 

laksanakan selama satu hari. Dalam praktikum 

penyelenggaraan jenazah ini dibagi kepada beberapa 

tahapan : 

1. Tahap pertama yaitu  cara menghadapi orang yang 

sedang sakit keras atau sedang menghadapi 

sakaratul maut. 

2. Tahap kedua yaitu  proses memandikan mayit yang 

diawali dengan persiapan peralatan seperti meja, air, 

kapur barus, kain kafan dan sebagainya sampai 

proses mengafani mayit. 

3. Tahap ketiga yaitu  mensholatkan mayit yang 

meliputi posisi, niat, hingga pelaksanaan sholat 

jenazah. 

4. Tahap keempat yaitu  menguburkan mayit, yang 

diawali dengan mengantar mayit kekuburan, 

menguburkannya  dan diakhiri dengan doa. 

 

Keempat tahapan praktikum di atas harus diikuti oleh 

perawat  Fakultas Syariah dan Hukum. Sehingga ketika 

sudah menamatkan pendidikan, perawat  tidak merasa 

canggung untuk langsung terjun dalam kehidupan sosial 

kemasyarakatan. 

Adapun perincian pelaksanaan praktikum 

berdasarkan urutan sebagai berikut: 

 

NO WAKTU KEGIATAN RINCIAN 

08.00-

09.00 

Menghadapi 

orang yang 

sedang sakit 

1. Bagi orang yang 

sedang sakit 

(parah) 

parah/ sakaratul 

maut/dan sesaat 

setelah 

meninggal 

disunnahkan untuk 

menyampaikan 

wasiat berkenaan 

dengan harta atau 

amal kebaikan. 

2. Men-talqinkan 

dengan kalimat „‟ 

 secara ‟‟ال الو اال هللا

perlahan   

ditelinga. 

3. Memejamkan 

kedua mata mayit  

4. Melipatkan kedua 

tangan mayit 

kedada  

5. Memperingatkan 

kepada keluarga 

mayit agar tidak 

ada yang 

meratapinya. 

6. Mendoakan mayit. 

09.00-

10.00 

Memandikan 

jenazah 

1. Menutup aurat 

mayit dengan 

menggunakan kain 

yang bercorak. 

2. Membersihkan 

kotoran pada 

dubur dan qubul 

mayit 

3. Berniat 

memandikan, 

membaca 

basmalah 

kemudian 

mewudhukan 

mayit 

sebagaimana 

wudhu ketika 

shalat. 

4. Mencuci kepala 

dan jenggot 

dengan 

menggunakan air 

yang telah 

dicampur dengan 

daun bidara/sabun. 

5. Memandikan 

seluruh badan 

dengan 

mendahulukan 

yang kanan 

kemudian yang 

kiri, sebanyak 3 

kali, atau cukup 

sekali apabila 

sudah bersih, atau 

lebih dari tiga kali 

apabila masih 

dirasakan kurang 

bersih. Pada 

siraman yang 

terakhir disiram 

dengan 

menggunakan air 

yang telah 

dicampur kapur 

barus. 

6. Mengeringkan 

sisa-sisa air pada 

10 

mayit dengan 

menggunakan 

handuk. 

7. Membungkus 

jasad mayit 

dengan sarung 

sebelum dikafani 

agar aurat mayit 

tetap terjaga. 

10.00-

11.00 

Mengafani 

Jenazah 

1. Siapkan kain 

kafan tiga helai 

yang disusun 

secara berlapis, 

dan telah diukur 

sesuai dengan 

ukuran tubuh 

mayit 

2. Menyiapkan tali 

pengikat (diambil 

dari potongan 

kain kafan) 

dengan jumlah 

sesuai kebutuhan, 

11 

selanjutnya 

dibentangkan di 

bawah tumpukan 

kain kafan. 

3. Menyiapkan kain 

yang telah 

dibubuhi kapas ( 

menyerupai 

popok bayi ) yang 

telah diberi 

wewangian untuk 

menutup aurat 

mayit yang 

diletakkan di 

dubur mayit 

4. Meletakkan mayit 

diatas kain kafan, 

kemudian 

melilitkan popok 

pada mayit untuk 

menjaga agar 

kotoran tidak 

keluar. 

12 

5. Sisa kapas yang 

telah diberi 

wewangian 

diletakkan pada 

kedua mata, 

lubang hidung, 

lubang telinga, 

dan diatas 

anggota sujudnya, 

demikian pula 

dengan lipatan-

lipatan tubuh; 

ketiak, bawah 

siku, bawah lutut 

dan pusar. 

6. Memberikan 

wewangian pada 

kain kafan 

(tumpukan 

teratas) dan 

kepala mayit. 

7. Mengambil sisi 

kanan lembaran 

13 

kain yang paling 

atas kemudian 

diikuti dengan sisi 

kiri untuk 

membungkus 

mayit, sambil 

melepaskan kain 

sarung yang 

menutupinya. 

Setelah itu diikuti 

dengan lembaran 

kedua dan ketiga. 

Kemudian diikat 

dengan tali yang 

telah disediakan.  

4 Istirahat -  

13.00-

14.30 

Menshalatkan 

Jenazah 

1. Mayit diletakkan 

dihadapan imam 

dengan posisi 

kepala diarah 

utara. 

2. Shalat dilakukan 

menghadap ke 

14 

kiblat 

3. Bagi jenazah 

laki-laki maka 

posisi imam 

menghadap 

sejajar dengan 

kepala mayit, 

sedangkan 

apabila 

jenazahnya 

wanita  maka 

posisi imam 

menghadap 

sejajar dengan 

perut mayit. 

4. Apabila jumlah 

orang yang 

menshalatkan 

cukup banyak, 

maka 

disunnahkan 

untuk 

membentuk tiga 

15 

shaf atau lebih 

5. Berniat sesuai 

dengan jenis 

kelamin mayit 

6. Takbiratul ihram 

(takbir pertama), 

diikuti dengan 

membaca surat 

Al Fatihah 

7. Takbir kedua 

yang diikuti 

dengan membaca 

shalawat kepada 

nabi 

8. Takbir ketiga, 

diikuti dengan 

medoakan mayit 

9. Takbir keempat 

kemudian diam 

sejenak atau 

berdoa bagi 

keluarga yang 

ditinggalkan 

16 

10. Salam 

11. Do‟a   

14.30-

16.00 

Menguburkan 

Jenazah 

1. Beberapa orang 

turun kedalam 

kubur (untuk 

menyambut 

mayit) 

2. Mayit diturunkan 

dari keranda 

dengan 

mendahulukan 

bagian kepala. 

3. Mayit 

dimasukkan ke 

liang lahad 

dengan 

dimiringkan 

bertumpu pada 

sisi kanannya 

menghadap kiblat, 

bagi orang yang 

meletakkannya 

mengucapkan 

17 

„‟Bismillah wa 

„ala millati 

Rasulillah‟‟. (HR. 

Ahmad). 

4. Mayit didekatkan 

pada dinding 

lahad, kemudian 

meletakkan 

gumpalan tanah 

dibawah kepala 

mayit. 

5. Diletakkan 

sesuatu 

dibelakang 

punggung mayit 

sebagai penahan 

agar tidak terbalik 

kebelakang. 

6. Mulut liang lahad 

ditutup dengan 

papan yang sudah 

disiapkan. 

Kemudian 

18 

menimbunkan 

tanah ke kuburan 

secara perlahan. 

7. Tanah makam 

ditinggikan 

kurang lebih satu 

jengkal diatas 

permukaan tanah. 

8. Memberi tanda 

(nisan) pada 

kedua ujungnya 

untuk 

menjelaskan 

batas-batasnya 

agar dikenali 

sebagai kuburan. 

9. Bagi pelayat 

disunnahkan 

untuk mendoakan 

mayit.  

7 Selesai -  

 


C. Tata Tertib 

1. perawat  berpakaian rapi dan sopan sesuai dengan 

kode etik yang telah ditetapkan oleh Fakultas dan 

Universitas. 

2. perawat  sudah hadir 15 menit sebelum 

pelaksanaan praktikum dimulai. Jika terlambat 

dianggap tidak hadir atau dengan persetujuan dosen 

pembimbing. 

3. perawat  wajib mempersiapkan segala 

perlengkapan yang akan digunakan di dalam 

praktikum. 

4. perawat  wajib mengikuti seluruh rangkaian 

kegiatan praktikum dari awal sampai akhir. 

5. Selama pelaksanaan praktikum, perawat  harus 

memperhatikan: 

a. Etika Islam 

b. Norma kesopanan, dan 

c. Kedisiplinan 

6. Seluruh peserta praktikum wajib mentaati seluruh 

peraturan yang berlaku selama praktikum. 

7. Bagi perawat  yang melanggar tata tertib akan 

diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. 

 

D. Metode  

Setiap pelaksanaan praktikum diperlukan metode yang 

tepat agar menghasilkan output sesuai dengan yang 

diinginkan. Meskipun tidak menggunakan metode 

khusus, namun dalam pelaksanaannya, praktikum harus 

memperhatikan beberapa ketentuan. Sebelum 

melaksanakan praktikum penyelenggaraan jenazah, 

setiap kelompok dibimbing oleh seorang dosen 

pembimbing yang bertugas menjelaskan tata cara 

penyelenggaraan  jenazah secara teoritis dengan singkat 

sebagai berikut; 

1. Setiap kelas dibimbing oleh satu orang dosen yang 

berkompeten  

2. Setiap dosen dalam praktikum membina 40 

perawat . 

3. Sebelum mulai praktikum, dosen pembimbing 

mengabsensi perawat . 

4. Dosen mempraktekkan tata cara penyelenggaraan 

jenazah mulai dari adab menghadapi orang yang 

sedang sekarat, memandikan, mengafani, 

menyolatkan, sampai menguburkan jenazah. 

 

E. Alat dan Bahan 

Setiap peserta praktikum penyelenggaraan jenazah, 

diwajibkan mempersiapkan alat dan bahan sebagai 

berikut: 

1. Air bersih 

2. Ember 

3. Sabun 

4. Kapur barus 

5. Air yang telah dicampur dengan daun bidara/sabun 

6. Air yang telah dicampur dengan kapur barus, yang 

telah dihaluskan 

7. Sarung tangan (jika dibutuhkan) 

8. Meja 

9. Handuk 

10. Sisir 

11. Kain kafan 

12. Kapas 

13. Wewangian 

14. Boneka sebagai mayat 

 

F. Komponen Penilaian 

Penilaian kinerja peserta merupakan bagian dari 

penilaian secara komprehensif kegiatan praktikum. 

22 

Adapun komponen penilaian secara umum yaitu  

sebagai berikut: 

 

1. Kedisiplinan waktu 

2. Partisifasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan 

3. Penguasaan Teknik dan implementasi 

4. Ketaatan terhadap tata tertib praktikum 

5. Kesopanan selama mengikuti prkatikum 

6. Hasil laporan. 

 

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM 

 

 Laporan Akhir praktikum yaitu  laporan tentang 

pekaksanaan praktikum secara keseluruhan dan menjadi syarat 

yang wajib dipenuhi oleh setiap perawat  agar dinyatakan 

lulus. Untuk menghasilkan laporan yang berkualitas, laporan 

harus ditulis berdasarkan standar teknis penulisan akademis 

dengan sitematika penulisan sebagai berikut : 

A. Sistematika 

1. Pendahuluan yang terdiri dari : 

a. Latar Belakang Penulisan Praktikum 

b. Tujuan dan Manfaat Penelitian 

c. Struktur Kelompok, yaitu mencantumkan nama-

nama anggota kelompok, Dosen Pembimbing, 

dan waktu pelaksanaan praktikum 

2. Isi 

a. Gambaran umum prosedur penyelenggaraan 

jenazah mulai dari awal sampai akhir 

b. Hasil pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan 

yang dikerjakan selama praktikum disertai 

dengan bacaannya. 

24 

c. Analisis dan komentar terhadap proses 

penyelenggaraan jenazah. 

3. Penutup 

a. Kesimpulan 

b. Saran 

B. Aturan Penulisan 

Laporan ditulis dengan standar penulisan ilmiah yang 

baik dan benar. Mengikuti format umum laporan 

praktikum, antara lain sebagai berikut : 

1. Ukuran Kertas dan Margin 

Kertas yang digunakan yaitu  HVS kuarto (A4) 

ukuran 80gr (21,5x29,7cm). Adapun marginnya; 

batas atas (top margin) 4, batas bawah (bottom 

margin) 3, batas kiri (left margin) 4, dan batas 

kanan (right margin) 3. 

2. Jenis, Ukuran dan Tipe Huruf 

Laporan diketik dengan font “Time New Roman” 

ukuran 12 dengan Spasi 1,5. 

 


Pelaksanaan praktikum penyelenggaraan jenazah 

merupakan program kegiatan unggulan serta wajib dikuti oleh 

seluruh perawat  Fakultas Syariah dan Hukum Universitas 

Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Praktikum ini mampu 

meningkatkan kompetensi dan kapabilitas perawat  sebagai 

bekal menghadapi kehidupan sosial beragama, berbangsa dan 

bernegara. Melalui praktikum ini juga dapat memupuk 

mentalitas keagamaan sebagai wujud implementasi keimanan 

dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Oleh sebab  itu, diperlukan 

kerja keras dan kesungguhan dalam pelaksanaan praktikum.  

 Setelah menyelesaikan pendidikan dibangku 

perkuliahan nantinya, alumni dapat menjadi panutan yang tidak 

hanya memiliki kompetensi akademik di bidangnya. Namun 

juga memiliki potensi dan kepekaan terhadap tanggungjawab 

sosial sebagai seorang muslim yang patuh terhadap ajaran 

agama Islam. 

 

NIAT MEMANDIKAN JENAZAH DAN DOA 

MEWUDHUKANNYA 

 

 Berikut ini bacaan niat untuk memandikan jenazah, baik 

laki-laki maupun wanita , dan doa mewdhukannya.  

 

1. Niat Memandikan Jenazah 

 

 Lafaz niat memandikan jenazah lelaki : 

 

ْيُت اْلُغْسَل اََداًء َعْن ىَذااْلَويِِّت هللِ تََعالَى ٌَ  نَ

Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzal mayyiti lillahi 

ta'aalaa. 

 

Artinya: "Saya niat memandikan untuk memenuhi 

kewajiban dari mayat (laki-laki) ini sebab  Allah 

Ta'ala." 

 

 Lafaz niat memandikan jenazah wanita  : 

 

ْيُت اْلُغْسَل اََداًء َعْن ىِذِه اْلَويِّتَِة هلِلِ تََعالَى ٌَ  نَ

 

Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzihil mayyitati lillaahi 

ta'aalaa.  

 

Artinya: "Saya niat memandikan untuk memenuhi 

kewajiban dari mayat (wanita ) ini sebab  Allah 

Ta'ala."  

27 

2. Bacaan niat mewudhukan jenazah.  

 

Lafal untuk mewudhukan jenazah lelaki : 

 

َء لَِيَذااْلَويِِّت هللِ تََعالَى ٌْ ُض ٌُ ْيُت اْل ٌَ  نَ

 “aku berniat mewudhukan jenazah (lelaki) ini sebab  

Allah SWT” 

 

 Lafal untuk mewudhukan jenazah wanita  :  

 

َء لَِيِذِه اْلَويِّتَِة هللِ تََعالَى ٌْ ُض ٌُ ْيُت اْل ٌَ     نَ

   

“aku berniat mewudhukan jenazah (wanita ) ini 

sebab  Allah SWT” 

  

TATA CARA SHOLAT JENAZAH 

Berikut rukun dalam sholat jenazah. 

1. Membaca niat 

2. Berdiri tegak (bagi yang mampu) 

3. Mengumandangkan takbir sebanyak empat kali takbir 

4. Mengangkat tangan pada saat takbir pertama (takbiratul 

ikhram) 

5. Membaca surah Al Fatihah 

6. Membaca sholawat Nabi 

7. Membaca doa untuk jenazah 

8. Salam 

 

Setelah memahami syarat dan rukun tata cara sholat 

jenazah, berikut yaitu  tata cara secara berurutan 

1. Niat Sholat Jenazah 

Niat diucap cukup dalam hati, namun niat dibedakan 

menjadi 2 sesuai jenis kelamin.  

Niat Sholat Jenazah Laki-laki. 

ِت اَْرَبَع َتْكبَِراٍت َفْرَض ِكَفاَيِة ِاَماًما|  اَُصلِّى َعلَى َهَذااْلَميِّ

 َمأُْمْوًما ِهللِ َتَعالَى

 

Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin 

imaman/ma’muman lillahi ta’ala. 

 “Saya niat salat atas jenazah ini empat kali takbir fardu 

kifayah, sebagai imam/makmum sebab  Allah Ta‟ala.” 

29 

Niat sholat jenazah wanita : 

 

َتِة اَْرَبَع َتْكبَِراٍت َفْرَض ِكَفاَيِة ِاَماًما|  اَُصلِّى َعلَى َهِذِه اْلَميِّ

 َمأُْمْوًما ِهللِ َتَعالَى

 

Usholli ‘ala hadzahihil mayyitati arba’a takbirotin fardho 

kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala  

“Saya niat salat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, 

sebagai imam/makmum sebab  Allah Ta‟ala.” 

 

2. Takbir dan membaca surat Al-Fatihah 

Setelah niat, ketika imam menyuarakan takbir pertama, 

makmum mengikuti dan disambung dengan membaca surah al-

Fatihah. 

ِحيم  ِن الرَّ ْحَمَٰ ِ َربِّ اْلَعالَِميَن . الرَّ ِحْيِم . اْلَحْمُد َلِِلَّ ْحَمِن الرَّ ِبْسِم ّللّاِ الرَّ

َراَط  اَك َنْسَتِعيُن . اْهِدَنا الصِّ اَك َنْعُبُد َوإِيَّ يِن . إِيَّ . َمالِِك َيْوِم الدِّ

اْلُمْسَتِقيَم . ِصَراَط الَِّذيَن أَْنَعْمَت َعلَْيِهْم َغْيرِ  اْلَمْغُضوِب َعلَْيِهْم َوََل 

الِّينَ    الضَّ

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil 'alamiin. 

Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu wa 

iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal 

ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim waladh-

dhaalliin. 

 Artinya : "Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha 

penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang 

maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. 

30 

Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada 

engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan 

yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri 

nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan 

bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 

3. Takbir ke-2 dan diteruskan dengan membaca shalawat 

Nabi 

Membaca sholawat atas Nabi SAW sekurang-kurangnya 

sebagai berikut: 

د    يُمَّ َصلِّ َعٰلى َسيِِّدنَاُمَحمَّ ـٰ   اللّ

Sholawat versi panjang:  

َعلَى . ًَ د  َكماَ َصلَّْيَت َعلَى إِْبَراِىيْ َم  َعلَى آِل ُمَحمَّ ًَ د   اَللَّيُمَّ َصلِّ َعلَى ُمَحمَّ

د  َكماَ  َعلَى آِل ُمَحمَّ ًَ د   ََّك َحِمْيٌد َمِجْيٌد اَللَّيُمَّ باَِرْك َعلَى ُمَحمَّ آِل إِْبَراِىْيَم إِنـ

ََّك َحِمْيٌد َمِجْيدٌ  َعلَى آِل إِْبَراِىْيَم إِنـ ًَ   باََرْكَت َعلَى إِْبَراِىْيَم 

"Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan 

keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah 

memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi 

Ibrahim Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. 

Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan 

keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah 

memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga 

Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha 

mulia." 

 

4. Mendoakan jenazah 

Setelah membaca salawat, pada takbir ke 3 membaca doa 

untuk jenazah yang sedang disalati. Berikut 2 jenis bacaan, 

yang dipeuntukan jenazah pria atau wanita. 

 

31 

Doa untuk jenazah laki-laki: 

أَْكِزمْ  ًَ اْعُف َعْنوُ  ًَ َعافِِو  ًَ اْرَحْووُ  ًَ ْع ُهْذَخلَوُ  اللَُّينَّ اْغفِْز لَوُ  سِّ ًَ ًَ نُُشلَوُ 

َب  ٌْ نَقِِّو ِهَن اْلَخطَايَا َكَوا نَقَّْيَت الثَّ ًَ اْلبََزِد  ًَ الثَّْلِج  ًَ اْغِسْلوُ بِاْلَواِء  ًَ

أَْىالً َخْيًزا ِهْن أَْىلِِو  ًَ أَْبِذْلوُ َداًرا َخْيًزا ِهْن َداِرِه  ًَ األَْبيََض ِهَن الذَّنَِس 

ًجا َخْيًزا ِهْن سَ  ًْ َس ًْ ِهْن ًَ أَِعْذهُ ِهْن َعَذاِب اْلقَْبِز أَ ًَ أَْدِخْلوُ اْلَجنَّةَ  ًَ ِجِو  ًْ

 َعَذاِب النَّارِ 

Allahummagfir lahu warhamhu wa 'afihi wa 'fu'anhu wakrim 

nuzulahu wa wasi' madkholahu wagsilhu bilma'i watsalju wal 

bardi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi 

atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min 

daarihi, wahlan khoyron min ahliho, wa zaujan khoyron min 

zaujihi waqihi fitnatalqobri wa 'adzabi nnar. 

Artinya: 

"Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan 

maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah 

tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan 

embun."Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana 

Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah 

untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga isteri 

yang lebih baik  dari isterinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia 

dari azab kubur dan neraka." 

Doa untuk jenazah wanita : 

ْع  سِّ ًَ ًَ أَْكِزْم نُُشلََيا  ًَ اْعُف َعْنَيا  ًَ َعافَِيا  ًَ اْرَحْوَيا  ًَ اللَُّينَّ اْغفِْز لََيا 

اغْ  ًَ نَقَِّيا ِهَن اْلَخطَايَا َكَوا نَقَّْيَت ُهْذَخلََيا  ًَ اْلبََزِد  ًَ الثَّْلِج  ًَ ِسْلَيا بِاْلَواِء 

أَْىالً َخْيًزا ِهْن  ًَ أَْبِذْلَيا َداًرا َخْيًزا ِهْن َداِرَىا  ًَ َب األَْبيََض ِهَن الذَّنَِس  ٌْ الثَّ

أَْدِخْلَيا اْلَجنَّةَ  ًَ ِجَيا  ًْ ًجا َخْيًزا ِهْن َس ًْ َس ًَ أَِعْذَىا ِهْن َعَذاِب اْلقَْبِز  أَْىلَِيا  ًَ

ًْ ِهْن َعَذاِب النَّارِ   
أَ


Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu 'anhaa wa 

akrim nuzulahaa wawassi' mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i 

wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa 

naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron 

khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan 

khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a'idzhaa min 

'adzaabin qobri au min 'adzaabin naar. 

Artinya: 

"Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan 

maafkanlah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah 

tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan 

embun"Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana 

Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah 

untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga isteri 

yang lebih baik dari isterinya. Dan peliharalah (lindungilah) ia 

dari azab kubur dan neraka." 

5. Bacaan Takbir ke 4 

Setelah mendoakan, pada takbir ke 4, ada doa yang 

dibacakan. Berikut 2 doa yang berbeda untuk pria atau wanita. 

Untuk pria: 

 
الليُّم التَحِرْمنا أَْجَرهُ ًالتَْفتِنّا بَعَدهُ 

Allahumma tarimna Ajrohu walataftinna bakdahu 

  

Artinya: "Ya Allah, janganlah jadikan pahalanya tidak sampai 

kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan 

pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah 

sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia." 


Untuk wanita : 

 

الليُّم التَحِرْمنا أَْجَرىا ًالتَْفتِنّا بَعَدىا

Allahumma la tahrimna uhroha waltaftina bakdahu 

6. Ucapkan salam 

 

الَُم َعلَْيُكْم َوَرْحَمُة للاِ  َوَبَرَكاُتهُ   اَلسَّ

 

Arti: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada 

kamu sekalian." 

 

Setelah mengikuti tata cara sholat jenazah, selesaikan 

dengan mengucap salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. 

Posisi salam ini berbeda dengan sholat fardu lainnya, salam 

pada sholat jenazah dilakukan dengan posisi berdiri.