Tampilkan postingan dengan label buku obat 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku obat 3. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2026

buku obat 3

 


serin, polietilen gilkol (PEG), sorbitol, laktulosa. 

a. Natrium lauril sulfoasetat termasuk golongan sabun 

yang lembut. Larutannya digunakan dengan cara 

dimasukkan ke dalam dubur. Masih bersaudara dengan 

natrium lauril sulfat—bahan dasar sabun cuci yang biasa 

kita pakai sehari-hari.  

Sabun memang memiliki sifat licin. Itu sebabnya 

sebagian pasien  kampung zaman dulu memakai  

larutan sabun cuci yang dimasukkan ke dalam anus 

(Don’t try this at home!) sebagai pertolongan pertama 

kalau anaknya sulit buang hajat. 


106 

 

b. Parafin cair berfungsi mirip oli alias pelumas yang 

membuat dinding anus menjadi licin sehingga feses 

mudah keluar. Parafin yaitu  minyak mineral yang 

berbentuk cair. Digunakan dengan cara diminum. 

Sekalipun relatif aman, golongan minyak pelumas ini 

tetap tidak dianjurkan dipakai jangka panjang sebab  

minyak ini bisa mengganggu penyerapan vitamin yang 

larut lemak, seperti A,D, E, dan K. 

c. Gliserin punya fungsi yang mirip dengan parafin, yakni 

membuat feses menjadi lunak. Bahan-bahan di atas 

relatif aman sebab  hanya bekerja lokal di anus. Bisa 

digunakan untuk ibu hamil maupun bayi. Sekalipun 

relatif aman, obat golongan ini pun tetap tidak 

dianjurkan digunakan terlalu sering sebab bisa 

menyebabkan iritasi anus. 

d. Sorbitol, laktulosa, PEG, dan garam inggris (garam 

magnesium), natrium fosfat termasuk kategori ini. 

Contoh merek yang terkenal: Dulcolactol®, yang 

mengandung laktulosa.  

Di usus besar, bahan-bahan yang dalam ilmu farmasi 

disebut osmotic agent tersebut mengikat air sehingga 

membuat feses lebih lunak. Selain itu, bahan-bahan 

tersebut bisa merangsang pergerakan usus. 


107 

 

 

Sebagian obat pelicin dan pelunak digunakan dengan 

cara diminum, seperti parafin, laktulosa, dan garam inggris. 

Sebagian lainnya tidak diminum, tapi dimasukkan ke dalam 

dubur, misalnya natrium lauril sulfoasetat, PEG, dan 

sorbitol. Bentuknya bisa berupa supositoria padat (seperti 

torpedo), bisa berupa cairan kental atau gel yang 

dimasukkan ke dalam dubur. Dalam farmasi, bentuk cairan 

kental yang dimasukkan ke dalam anus ini disebut enema. 

Contoh produk enema yang terkenal: Microlax®. 

Sekalipun relatif aman untuk pemakaian sesekali, 

kelompok obat ini tetap tidak boleh digunakan terus-

menerus sebab  bisa menyebabkan efek buruk seperti 

gangguan keseimbangan elektrolit.  

 

  Perangsang gerakan usus (stimulan motilitas usus) 

Contoh yang paling banyak digunakan di negara kita : 

bisakodil. Merek dagang yang paling terkenal: Dulcolax®. 

Obat ini bisa diminum, bisa duga digunakan dengan dalam 

bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.  

Dibandingkan golongan obat lainnya, obat jenis ini paling 

mudah digunakan. Tinggal minum di malam hari, maka esok 

paginya kita sudah bisa BAB. Kalau mau lebih cepat BAB, 

kita bisa memilih supositoria. Begitu torpedo ini dimasukkan 


108 

 

ke dalam dubur, beberapa jam kemudian kita langsung ingin 

BAB.  

Meski begitu, sekali lagi, obat jenis ini tidak disarankan 

sering-sering dipakai, apalagi secara terus-menerus lebih dari 

dua minggu sebab  justru bisa membuat kita mudah 

mengalami sembelit. 

Dari sekian banyak produk di atas, yang paling aman 

sebetulnya suplemen golongan serat. Namun, suplemen jenis ini 

mempunyai kelemahan dalam hal efek BAB-nya tidak bisa didapat 

seketika. Biasanya butuh beberapa hari. Ini berbeda dengan obat 

golongan perangsang gerakan usus yang hanya membutuhkan 

waktu beberapa jam. 

Contoh lain obat golongan perangsang usus: antrakunion 

dan obat tradisional dari daun sena. Ekstrak daun sena dipakai di 

sebuah merek yang cukup terkenal, bahkan termasuk salah satu 

peraih Top Brand Award, yaitu Laxing®. Produk ini termasuk 

salah satu merek laris dan dipersepsi tidak hanya sebagai obat 

pencahar, tapi juga obat pelangsing.  

Persepsi semacam ini mestinya perlu dikoreksi. Menurut 

beberapa situs rujukan, seperti National Health Service Inggris dan 

National Institutes of Health Amerika, obat tradisional daun sena 

sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus lebih dari dua 

minggu. Artinya, urusan langsing harusnya dipisahkan dari urusan 


109 

 

sembelit. Obat antisembelit semestinya tidak diperlakukan sebagai 

obat pelangsing. 

 

 

Fenolftalin 

Di negara kita , sebagian obat antisembelit mengandung 

fenolftalin. Buku Informasi Spesialite Obat negara kita  setidaknya 

masih mencantumkan empat merek obat antisembelit yang 

mengandung fenolftalin. Di beberapa negara, bahan ini sudah 

tidak boleh digunakan sebagai obat bebas antisembelit sebab  

diketahui bisa meningkatkan risiko kanker pada hewan coba. 

Memang belum ada data penelitian massal pada manusia, 

tapi beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, 

Italia, Jerman, dan Kanada, memutuskan untuk melarang 

penggunaannya sebagai obat bebas antisembelit. Dari fakta ini saja 

kita bisa melihat bahwa ketika kita membeli obat antisembelit, kita 

dihadapkan pada risiko minum obat yang tidak sepenuhnya aman.  

Di negara kita , obat ini secara hukum masih sah beredar 

sebagai obat bebas sebab  memang tidak ada larangan dari Badan 

POM. Meski begitu, demi alasan kesehatan, kita sebaiknya 

menghindarinya. Toh masih banyak pilihan lain yang lebih aman. 

Untuk informasi lebih detail, silakan kunjungi situs referensi di 

http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol76/mono76-15.pdf. 


110 

 

Kelompok Obat Contoh merek dagang 

 

Serat 

Vegeta®, Mulax®, Fiber®, 

Metamucil®, Mucofalk®, Forty Plus® 

P

e

le

m

b

a

b

 d

a

n

 p

e

li

c

in

 

 

Laktulosa 

Dulcolactol®, Duphalac®, Lacons®, 

Lactugra®, Lactulax®, Lantulos®, 

Laxadilac®, Opilax®, Pralax®, 

Solac®  

Natrium fosfat Fleet Enema®, Fosen®, Fleet 

Phosposoda® 

Dokusat (dioktil 

sulfosuksinat) 

Laxatab® 

Lauril sulfoasetat, 

sorbitol & PEG 

Microlax®, Laxarec®  

P

e

ra

n

g

s

a

n

g

 u

s

u

s

 

Bisakodil Dulcolax®, Bicolax®, Brolaxan®, 

Codylax®, Custodiol®, Laxacod®, 

Laxana®, Laxamex®, Laxana®, 

Melaxan®, Prolaxan®, Stolax®  

Ekstrak sena dan 

obat tradisional 

lain 

Laxing®, Maximus®, Eucarbon®  

Antrakuinon Danthron®  


111 

 

 

10 

 

SUPLEMEN 

 

 

 

Di pasaran terdapat ribuan merek suplemen. Sesuai 

namanya, “supplement” yaitu  pelengkap. Hanya diperlukan 

dalam kondisi khusus. Jadi, tidak perlu diminum setiap hari. Ini 

definisi suplemen. Dengan kata lain, kalau sehari-hari kita hanya 

bisa aktif sesudah  minum suplemen, itu berarti kesehatan kita tidak 

dalam kondisi fit. Berarti kita tergantung kepada sesuatu yang 

mestinya hanya menjadi pelengkap. 

Dalam kondisi biasa, suplemen mestinya tidak kita 

butuhkan. Kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, itu 

berarti kita harus memperbaiki asupan nutrisi dari makanan kita. 

Suplemen mestinya tidak kita perlukan asalkan kita makan dengan 


112 

 

cukup gizi, ditunjang olahraga rutin dan istirahat yang cukup, 

serta pola hidup sehat lainnya. 

Lalu kapan kita memerlukan suplemen? Apa yang disebut 

“kondisi khusus” itu? 

 

  Hamil, menyusui, atau usia subur 

Wanita hamil memerlukan suplemen sebab ada janin dalam 

kandungannya. Ia membutuhkan tambahan kalsium untuk 

pembentukan tulang janin, tambahan zat besi untuk 

pembentukan sel darah janin, tambahan asam folat untuk 

pembentukan organ-organ janin, dan lain-lain. Begitu pula 

pada saat menstruasi, wanita mungkin memerlukan suplemen 

zat besi untuk mengganti sel-sel darahnya yang hilang. 

 

  Aktivitas berat 

Misalnya pada olahragawan atau pekerja keras. Meskipun 

multivitamin dan mineral tidak mengandung kalori (energi), 

zat-zat ini diperlukan untuk membantu sistem tubuh 

memproduksi energi dari makanan. 

 

  Masa pertumbuhan 

Pada masa tumbuh kembang, suplemen mungkin diperlukan 

anak-anak untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuhnya. 

 


113 

 

  Kurang gizi 

Contohnya pasien  yang sakit dalam jangka lama, terutama 

kaum lansia, baru sembuh dari sakit, atau mendapat terapi 

antibiotik jangka panjang. Dalam jangka panjang, terapi 

antibiotik mempengaruhi flora normal pencernaan dan 

mengganggu penyerapan vitamin K. pasien  seperti ini 

membutuhkan suplemen untuk mengganti vitamin dan bakteri 

baik di dalam ususnya. 

 

  Kondisi khusus lainnya 

Misalnya, petugas kesehatan yang menangani wabah, pekerja 

yang sedang lembur, atau pasien  yang harus menjaga daya 

tahan tubuhnya dalam kondisi tertentu.  

 

Vitamin 

Salah satu komponen penting suplemen yaitu  vitamin. Yang 

termasuk kategori ini misalnya Vitamin A, B, C, D, E, K. Di 

kemasan suplemen, kadang vitamin ditulis dengan nama lainnya: 

 

Vitamin      Nama lain 

A                    Betakaroten 

B-1                 Tiamin 

B-2                 Riboflavin 

B-3                 Niacin 

B-5                 Asam pantotenat 


114 

 

B-6                 Piridoksin 

B-7                 Biotin (Vitamin H) 

B-9                 Asam folat 

B-12               Kobalamin 

C                    Asam askorbat 

D                    Kalsiferol 

E                    Tokoferol 

 

Menurut sifat kelarutannya, vitamin dikelompokkan 

menjadi dua bagian: larut lemak dan larut air. Golongan pertama, 

larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Jika vitamin-vitamin 

ini dikonsumsi hingga berlebihan, sisanya akan ditimbun di dalam 

jaringan-jaringan tubuh. Dalam jumlah yang terlalu besar, 

timbunan ini malah bisa berbahaya. 

Inilah salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak terlalu 

gemar minum suplemen, terutama dari golongan yang larut 

lemak. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan kulit 

kering dan pecah-pecah. 

Golongan vitamin larut air yaitu vitamin B dan C, dan kolin 

(kelompok vitamin B kompleks). sebab  larut di dalam air, 

vitamin-vitamin ini tidak akan ditimbun di dalam tubuh jika 

dikonsumsi berlebih, tapi dikeluarkan lewat urine atau feses. 

Meski demikian, tidak berarti kita boleh bebas semaunya 

mengonsumsi suplemen vitamin larut air. Tetap ada risiko 


115 

 

overdosis. Sebagai contoh, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C 

berisiko menyebabkan sakit mag dan batu ginjal.  

 

Jangan Sampai Tergantung 

Sebagaimana makanan, suplemen multivitamin sebetulnya tidak 

menyebabkan ketergantungan. Namun, jika pasien   telah 

terbiasa minum dosis tinggi setiap hari kemudian mendadak 

menghentikannya, tubuhnya akan merasa seperti dalam keadaan 

kurang gizi. Ini disebabkan sebab  tubuhnya telah terbiasa 

mendapat suplai vitamin dosis tinggi. 

Dalam keadaan mendapat suplai dosis tinggi setiap hari, 

tubuh membiasakan diri mengeliminasi (membuang) vitamin 

dengan cepat. Sehingga, jika tidak mengonsumsi suplemen, ia 

akan menderita gejala seperti defisiensi (kekurangan) vitamin. 

Inilah penjelasan kenapa jika kita biasa minum suplemen lalu tiba-

tiba berhenti, kita akan merasa kurang bertenaga. 

Sekali lagi, suplemen tidak untuk diminum setiap hari. 

Sekalipun Dian Sastro, Asmirandah, dan para artis lainnya 

membujuk kita untuk minum suplemen setiap hari, jangan mudah 

tergoda. Kalau kita setiap hari membutuhkan doping suplemen, 

itu berarti ada yang tidak beres dengan pola hidup kita, mungkin 

pola makan, olahraga, istirahat, atau stres yang kita hadapi sehari-

hari. dibandingkan  minum suplemen, lebih baik kita mengoreksi pola 

hidup yang tidak sehat.  


116 

 

 

Konsultasikan ke Dokter 

Meskipun suplemen bisa dibeli tanpa resep dokter, konsumen 

tetap disarankan untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker 

lebih dulu sebelum mengonsumsinya. Ini perlu dilakukan terutama 

jika ia sedang hamil, menyusui, menderita penyakit kronis, seperti 

diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung lainnya. Pasalnya, 

komponen tertentu dari suplemen mungkin dapat berinteraksi 

dengan obat atau kondisi fisik peminumnya. 

FDA mencontohkan: Ginkgo biloba, vitamin E, dan vitamin 

K bisa berinteraksi dengan aspirin (obat antinyeri dan penurun 

demam) dan obat pengencer darah, serta bisa meningkatkan risiko 

pendarahan internal. 

Selain bisa berinteraksi dengan obat atau kondisi tubuh, jika 

diminum secara keliru, suplemen juga malah dapat merugikan 

kesehatan. Sebagai contoh, suplemen yang mengandung 

campuran ginseng dan kafein bisa menyebabkan hipertensi jika 

diminum dalam jangka panjang. Padahal sebagian dari kita 

mungkin tidak bisa memulai aktivitas harian sebelum dipacu oleh 

suplemen berisi kafein dan ginseng. 

 

Perhatikan Angka Kecukupan Gizi 

Pada label suplemen, biasanya dicantumkan daftar yang memuat 

kandungannya, berikut persen angka kecukupan gizi (AKG). 


117 

 

AKG menyatakan rata-rata jumlah vitamin atau mineral yang 

diperlukan tiap hari untuk mencapai kondisi sehat. 

Biasanya, AKG disusun berdasarkan kebutuhan pasien  pada 

diet 2.000 kalori. Namun ini tidak sama untuk semua pasien . 

Besarnya kebutuhan vitamin dan mineral dipengaruhi oleh usia, 

jenis kelamin, aktivitas, kondisi fisik, dll. Anda yang sangat aktif, 

bisa membutuhkan lebih dari 2.000 kalori per hari. Tentu AKG-

nya juga lebih besar dibandingkan  mereka yang kurang aktif. 

 

Gizi Makanan Lebih Baik 

Setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa mendapatkan zat gizi 

dari makanan jauh lebih baik dibandingkan  lewat suplemen. Yang 

pertama, makanan mengandung zat gizi yang lebih kompleks. 

Segelas susu, misalnya, memberi kita kalsium, vitamin A, B-12, D, 

fosfor, magnesium, seng, dan masih banyak lagi zat gizi lain 

dalam komposisi yang alami. Komposisi ini tidak mungkin kita 

ganti dengan suplemen. 

 Alasan kedua, di dalam makanan terdapat bahan-bahan 

fitokimia lain yang berguna dan tidak bisa ditemukan di dalam 

suplemen. Sebagai contoh, buah-buahan dan sayuran. Selain 

mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayuran mengandung 

serat, protein, lemak, karbohidrat, dan puluhan bahan fitokimia 

yang berguna bagi tubuh, seperti flavonoid, alkaloid, minyak asiri, 

dll. 


118 

 

Meskipun mekanisme kerja sebagian bahan-bahan fitokimia 

ini belum diketahui sepenuhnya, para ilmuwan yakin bahwa 

mendapatkan zat gizi dari sumber makanan jauh lebih baik 

dibandingkan  dalam bentuk senyawa murni atau ekstrak seperti di 

dalam suplemen. 

 

Jangan Mudah Percaya Iklan 

Di negara kita  terdapat ribuan merek suplemen yang beredar di 

pasar. Semua berlomba menggaet konsumen dengan iklan-iklan 

menggoda yang wara-wiri di televisi setiap beberapa menit. 

Bahkan ada juga produsen yang mengiklankan produknya dengan 

cara yang sebetulnya tidak diperkenankan menurut regulasi 

periklanan produk farmasi, terutama produk suplemen yang 

mengandung bahan herbal. 

Produk-produk ini sering diiklankan memiliki khasiat ini 

dan itu, serta aman dikonsumsi jangka panjang tanpa efek 

samping. Faktanya, tidak semua bahan alam pasti aman 

dikonsumsi jangka lama. 

Pengaruh iklan bisa membuat konsumen berharap terlalu 

banyak dari suplemen, apalagi jika melihat model iklan yang 

ditampilkan. Padahal, Dian Sastro memang sudah cantik dari 

sononya meskipun tidak minum suplemen vitamin E. 

 


119 

 

Tip Memilih Suplemen 

Jika memang kita yakin butuh suplemen, beberapa hal berikut bisa 

kita pertimbangkan: 

 

  Hindari suplemen megadosis atau yang komposisinya tidak 

berimbang, misalnya 500% dari angka kecukupan gizi (AKG) 

untuk satu jenis vitamin, namun  hanya 20% AKG untuk 

vitamin lain. 

  Periksa tanggal kedaluwarsanya. Hindari suplemen tanpa 

tanggal kedaluwarsa. 

  Teliti juga kemasannya. Kebanyakan senyawa vitamin mudah 

terurai, terutama jika disimpan dalam kondisi panas (misalnya 

di etalase yang terkena sinar matahari langsung) dan lembap. 

Kemasan buram, kotor, atau terdapat endapan pada 

larutannya, menunjukkan isinya sudah mengalami penurunan 

kadar. 

  Bersikaplah kritis dalam menilai mutu dan harga. Pada 

dasarnya semua suplemen yang terdaftar di Badan POM telah 

memenuhi kualitas minimal. Meski demikian, kualitas 

tambahan (misalnya kemudahan diserap tubuh) bisa berbeda 

meskipun komposisinya sama.  

Kualitas tambahan ini ditentukan oleh bahan-bahan 

tambahan dan teknologi formulasi masing-masing produsen. 


120 

 

Namun ini pun tidak berarti kualitas suplemen yang mahal 

pasti lebih baik dibandingkan  suplemen murah.  

Harga sebuah produk dipengaruhi oleh banyak faktor, 

misalnya kemasan dan biaya iklan. Semakin luks kemasannya 

dan semakin gencar iklannya, harga produk farmasi biasanya 

juga akan semakin mahal.  

Ada kalanya produsen memosisikan produknya pada harga 

premium sebab  ingin menunjukkan sifat eksklusifnya, 

padahal bisa saja mutu produk sebenarnya biasa saja.  

  Hindari suplemen yang belum terdaftar di Badan POM, 

termasuk suplemen impor. Selama ini kita menganggap 

suplemen impor pasti berkualitas. Kenyataannya bisa bertolak 

belakang. 

  Untuk kita yang punya masalah alergi, hindari suplemen yang 

mengandung komponen alergen. Sebagai contoh, jika kita 

alergi terhadap makanan laut, hindari suplemen yang 

mengandung komponen bahan dari laut. 


121 

 

 

11 

 

VITAMIN C 

 

 

Di jajaran suplemen multivitamin, vitamin C perlu 

mendapat perhatian khusus sebab  vitamin ini paling banyak 

dijual sebagai suplemen dengan klaim ini itu. Di pasaran terdapat 

ratusan merek suplemen vitamin yang berisi vitamin C. Seringkali 

dosisnya lebih besar dari kebutuhan harian kita. Vitamin C yaitu  

vitamin yang paling sering dijual dalam dosis tinggi.  

Kebutuhan rata-rata manusia terhadap vitamin C sebetulnya 

tidak lebih dari 100 mg sehari. Tapi coba perhatikan kemasan 

produk-produk suplemen vitamin C. Banyak di antaranya yang 

mengandung vitamin C 500 mg hingga 1.000 mg. 

Vitamin C memang memiliki banyak sekali fungsi: menjaga 

daya tahan tubuh, menetralkan radikal bebas perusak sel-sel tubuh 

(seperti polutan dan asap rokok), mengurangi risiko kanker, 

memperlambat penuaan dini, dan sebagainya. 


122 

 

Pendek kata, vitamin C yaitu  vitamin multifungsi. 

Sedemikian banyak fungsinya, sehingga vitamin ini dicampurkan 

ke dalam berbagai produk farmasi, mulai dari suplemen, obat flu, 

obat sariawan, obat “panas dalam”, hingga obat tambah darah. 

Di antara bermacam-macam vitamin, vitamin C yaitu  

vitamin yang paling banyak dibutuhkan manusia. Kebutuhan kita 

terhadap vitamin ini sekitar 75-90 mg per hari. Sementara vitamin-

vitamin lain hanya dalam hitungan mikrogram. Kalaupun dalam 

miligram, angkanya tidak lebih dari sepertiga dari kebutuhan 

vitamin C. 

 

Siapa yang Butuh Ekstra? 

National Institutes of Health merekomendasikan untuk pasien -

pasien  tertentu agar mengonsumsi vitamin C lebih besar dari rata-

rata pasien . Mereka yaitu  perokok, penderita stres fisik maupun 

mental yang berkepanjangan, pasien  dengan HIV/AIDS, 

penyandang tuberkulosis (TB), penderita luka bakar, kanker, 

hipertiriodisme, dan infeksi dalam jangka lama. 

 

Hati-hati pada Sakit Mag 

Larutan vitamin C di dalam air bersifat asam—sesuai namanya: 

“asam askorbat”. Jika diminum dalam dosis tinggi, vitamin C bisa 

menyebabkan keasaman lambung meningkat tajam. sebab  itu 

jika mag Anda bermasalah, hindari minum vitamin C dalam 


123 

 

keadaan perut kosong. Untuk mengurangi efek asam ini, 

sebaiknya vitamin C diminum bersama makanan lain. 

Sebetulnya di pasaran ada beberapa jenis vitamin C yang 

lebih bersahabat buat lambung, misalnya kalsium askorbat atau 

ester vitamin C. Akan namun , harga biasanya menjadi lebih mahal. 

Khasiatnya sama saja dengan vitamin C biasa yang lebih murah. 

Toh masalah lambung bisa diatasi dengan cara mudah, yaitu 

minum vitamin C bersama makanan.  

 

Buah dan Sayur Lebih Baik 

Sekali lagi, vitamin C paling bagus didapat dari makanan sehari-

hari, berupa buah atau sayuran. Sebab, buah dan sayur 

mengandung komposisi gizi yang lebih baik dibandingkan  suplemen. 

Dari makanan nabati ini, kita tidak hanya akan mendapat vitamin 

C, tapi juga vitamin lain, mineral, serat, dan bahan-bahan 

fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.  

Hampir semua buah mengandung vitamin C. Jeruk, 

semangka, apel, jambu, anggur, melon, mangga, nanas, avokad, 

pisang, dan sebagian besar buah-buahan. Dari golongan sayuran, 

vitamin C terdapat pada tomat, brokoli, kol, cabai, paprika, dan 

hampir semua sayuran segar lainnya. 

Vitamin C termasuk golongan vitamin larut di dalam air. 

sebab  itu kita akan kehilangan manfaatnya jika memasak 

sayuran yang kaya vitamin C, kemudian membuang kuahnya. 


124 

 

Dibandingkan dengan kebanyakan vitamin lain, vitamin C paling 

mudah terurai oleh panas dan lembap. sebab  itu manfaat 

sayuran sebagai sumber vitamin C akan berkurang jika dimasak 

pada suhu tinggi. Dengan alasan yang sama, suplemen vitamin C 

akan kehilangan manfaat jika disimpan di tempat panas dan 

lembap. 

 

Perlukah Minum hingga 1.000 mg? 

Penyerapan vitamin C di saluran cerna dipengaruhi oleh berbagai 

faktor. Salah satunya yaitu  besarnya dosis yang kita minum. 

Semakin besar dosis, persentase yang diserap semakin kecil. 

Gambaran mudahnya, jika kita minum kurang dari 20 mg, sekitar 

98%-nya diserap oleh tubuh. Namun jika kita minum 1.000 mg, 

yang diserap oleh tubuh hanya sekitar 50%. Dengan kata lain, 

penyerapan vitamin C akan lebih baik jika diminum beberapa kali 

dalam dosis kecil, dibandingkan  satu kali dalam dosis besar. 

Meskipun kebutuhan harian kita terhadap vitamin C tidak 

lebih dari 100 mg, dalam kenyataannya, banyak dari kita yang 

minum vitamin C jauh lebih besar dari itu, mulai dari ratusan 

hingga ribuan miligram sehari. Selain hanya akan dibuang lewat 

urine, menurut National Institutes of Health, tidak ada alasan bagi 

pasien  kebanyakan untuk minum vitamin C lebih dari 500 mg per 

hari. 

 

 

Perlu Diperhatikan 

  Hindari minum vitamin C dengan dosis kelewat tinggi (di atas 

2.000 mg). Selain hanya akan dibuang, kadar vitamin C yang 

terlalu tinggi bisa menyebabkan gangguan lambung dan diare. 

Di dalam tubuh, vitamin C yang terlalu tinggi kadarnya juga 

akan meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal. 

  Jangan minum suplemen vitamin ini ketika melakukan tes 

laboratorium. Jika kita melakukan tes gula darah, misalnya, 

maka kelebihan vitamin C di dalam darah akan “dibaca” 

sebagai glukosa oleh alat pendeteksi. Akibatnya, tentu saja 

kadar glukosa terbaca lebih tinggi dari yang sebenarnya, dan 

tentu saja bisa menyebabkan interpretasi yang keliru. 

  Vitamin C larut di dalam air sehingga tidak pernah disimpan 

di dalam tubuh. sebab  itu kita harus mendapatkannya setiap 

hari dari makanan. 

  Jika kita menderita hipertensi dan menjalani diet rendah 

natrium, sebaiknya kita memperhitungkan kadar natrium 

ketika minum vitamin C dalam bentuk tablet effervescent (tablet 

buih). Di dalam tablet buih, terdapat natrium dalam bentuk 

bikarbonat. Bahan inilah yang menghasilkan buih jika berada 

di dalam larutan asam. Jumlah natrium bisa 150-230 mg 

(setara dengan 6-10% kebutuhan normal pasien  sehat). 


126 

 

 

12 

 

OBAT SARIAWAN 

 

 

Minum vitamin C! 

Ini nasihat yang paling sering disarankan kepada kita tiap 

kali terkena sariawan. Apakah memang benar vitamin C bisa 

menyembuhkan sariawan? 

Memang kekurangan vitamin ini bisa menjadi salah satu 

penyebab sariawan. Tapi penyebab utama sariawan yang kita 

alami biasanya bukan sebab  kekurangan vitamin ini. 

Sariawan yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin C 

dalam bahasa medis disebut skorbut (scurvy). Ini penyakit jadul 

yang sekarang sudah jarang dijumpai. Skorbut merupakan bentuk 

sariawan berat yang ditandai dengan perdarahan hebat di berbagai 

organ tubuh, termasuk lidah, gusi, dan mulut. Penyakit ini banyak 

diderita pelaut zaman dulu yang harus berada di laut selama 


127 

 

berbulan-bulan tanpa menu sayur dan buah-buahan. Mereka 

hanya makan roti dan daging awetan. 

Akibatnya, mereka menderita kekurangan vitamin yang 

banyak terdapat di dalam sayur dan buah. Para ilmuwan 

kemudian menyebut vitamin itu sebagai ascorbic acid (asam 

askorbat). Ascorbic berasal dari kata anti-scurvy. Bahan inilah yang 

kita kenal sehari-hari sebagai vitamin C. 

Jadi, memang benar bahwa kekurangan vitamin C bisa 

menjadi penyebab sariawan. Tapi itu sariawan berat (skorbut). 

Adapun sariawan yang lazim kita alami itu bukanlah kategori 

skorbut. 

Hingga kini para ahli kedokteran belum mengetahui secara 

persis penyebab sariawan. Namun, beberapa faktor di bawah ini 

diyakini berperan terhadap timbulnya sariawan, antara lain: 

 

  Gangguan sistem imun (yang menyerang gusi, lidah, atau mulut) 

  Daya tahan tubuh lemah 

  Kurang istirahat 

  Gangguan pencernaan, misalnya kekurangan serat dan air 

  Stres 

  Kurang vitamin dan mineral tertentu, misalnya vitamin B12, asam 

folat, vitamin C dan zat besi 

  Tergigit, terkena kawat gigi atau sikat gigi 


128 

 

  Penggunaan pasta gigi atau obat kumur yang tidak cocok. Ini 

misalnya terjadi pada pasien  yang sensitif terhadap lauril sulfat—

salah satu kandungan pasta gigi. 

  Infeksi 

  Alergi 

  Makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang terlalu panas, 

dingin, atau pedas 

  Rokok  

  Perubahan hormonal, misalnya pada perempuan yang sedang datang 

bulan. Sebagian kecil perempuan sangat peka terhadap perubahan 

kadar estrogen sampai mengalami sariawan tiap kali datang bulan. 

Ini masalah hormonal, bukan salah bunda mengandung. 

 

Sebelum kita berpikir tentang obat, lebih baik kita berfokus 

mencari dulu penyebabnya lalu menghilangkan penyebab itu. 

sesudah  itu, jika memang diperlukan, kita bisa memakai  obat. 

Sebelum kita memutuskan membeli obat di apotek, kita bisa 

mencoba lebih dulu metode pengobatan tradisional memakai  

bahan-bahan dapur atau tanaman. Misalnya, berkumur air garam 

hangat atau rebusan daun sirih. Larutan garam pekat punya sifat 

antimikroba, bisa membersihkan luka sariawan dari kuman yang 

menyebabkan luka sukar sembuh. 

Atau dengan cara menaburkan baking soda di luka sariawan 

dan membiarkannya semenit (sambil menahan perih). Fungsinya 

sama seperti larutan garam pekat. Kadang cara tradisional ini 


129 

 

berhasil, kadang tidak. Jika tidak berhasil, kita bisa memakai  

bantuan obat. 

Di negara kita  ada beberapa obat yang sering digunakan oleh 

penderita sariawan, antara lain: 

 

1. Vitamin C 

Sekalipun penyebab utama sariawan mungkin bukan sebab  

kekurangan vitamin, minum vitamin ini saat sariawan 

tidaklah keliru sebab  vitamin ini juga bisa meningkatkan 

daya tahan tubuh. 

 

2. Antiseptik lokal 

a. Polikresulen, contoh merek dagang yang terkenal: 

Albothyl Concentrate®. Obat yang berkhasiat antiseptik 

dan pemati rasa ini tergolong laris sebab  diiklankan di 

televisi. Digunakan dengan cara diencerkan, lalu dijadikan 

obat kumur, juga dioleskan pada bagian luka.  

Selain sebagai obat sariawan, obat ini juga banyak 

dipakai untuk luka infeksi di anus atau di vagina. Di 

banyak negara, obat ini hanya boleh dibeli dengan resep 

dokter. Tapi di negara kita , obat ini boleh dibeli tanpa resep 

dokter, bahkan diiklankan di media massa.  

Sekalipun kita bisa membelinya tanpa resep dokter, 

sebaiknya kita tetap berhati-hati dan tidak sering-sering 


130 

 

memakai nya, apalagi menjadikannya sebagai obat 

kumur setiap hari. Penggunaan sebagai obat kumur harian 

justru bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik dan 

jahat di mulut. Polikresulen yaitu  antiseptik, hanya untuk 

pemakaian luar, jangan sampai tertelan. 

 

b. Povidon iodin, contoh merek dagang: Isodine Gargle®. 

Isinya sama dengan Betadine® tapi khusus untuk obat 

kumur. 

 

c. Heksetidin, klorheksidin dalam bentuk obat kumur  

 

d. Dekualinium, dalam bentuk tablet hisap. Contoh merek 

dagang yang terkenal: SP Troches®. 

 

e. Fradiomisin dan gramisidin, dalam bentuk tablet isap. 

Contoh merek dagang yang terkenal: FG Troches®. 

 

f. Setrimonium, setilpiridinium 

 

3. Kortikosteroid 

Misalnya triamsinolon. Contoh merek dagang yang terkenal: 

Kenalog in Orabase®. Ini obat keras. Hanya boleh dipakai 

sesekali kalau memang kita jarang menderita sariawan. 

Penggunaan lama dan sering justru bisa menimbulkan efek 


131 

 

samping merugikan. Tanyakan seluk-beluknya kepada dokter 

dan apoteker.  

Kortikosteroid hanya boleh digunakan jika kita tahu 

persis bahwa sariawan yang kita alami tidak disebabkan oleh 

infeksi. Jika sariawan disebabkan infeksi jamur lalu kita beri 

kortikosteroid, maka infeksi bisa menjadi semakin parah. 

Baca juga Bab Kortikosteroid.  

 

4. Anestesi (pemati rasa) lokal 

Misalnya benzidamin, benzokain, dan lidokain. Ini juga 

bukan obat bebas. 

 

5. Antijamur 

Misalnya nistatin dan mikonazol. Obat antijamur hanya 

digunakan untuk sariawan jika kita benar-benar yakin 

bahwa penyebabnya yaitu  infeksi jamur. Oleh sebab  

pasien  awam umumnya tidak bisa membedakan antara 

sariawan akibat infeksi jamur dan bukan, maka obat ini 

tidak termasuk obat bebas.  

Jika sariawan tidak disebabkan oleh jamur, pemberian 

obat ini tidak berguna sama sekali. Bahkan bisa mengganggu 

keseimbangan mikroba normal di mulut. Kalau kita 

“langganan” mengalami sariawan, biasanya itu bukan 

disebabkan oleh jamur. Sebaiknya hindari obat ini. 


132 

 

 

Selain obat-obat di atas, masih ada beberapa jenis obat lain 

yang sering dipakai. Namun, obat-obat di daftar di atas pada 

umumnya sudah cukup untuk mengatasi sariawan.  

Sekali lagi, demi alasan kesehatan, jangan terlalu gampang 

memakai obat-obatan di atas. Pada awalnya obat-obat ini mungkin 

manjur, tapi lama-lama hampir bisa dipastikan obat-obat ini tidak 

manjur lagi. Ini memang salah satu sifat obat. Itu sebabnya kita 

harus memakai  obat secara cermat. 

Tanpa diobati secara khusus pun, sariawan biasanya akan 

sembuh dengan sendirinya dalam tempo 1–2 minggu. Jika 

sariawan tidak kunjung sembuh atau sering sekali berulang, 

misalnya sebulan tiga kali, kita harus waspada. Bisa jadi itu 

menunjukkan adanya penyakit serius, misalnya gangguan 

imunitas tubuh. 

Ada kalanya gejala sakit tidak perlu diobati. Cukup 

dinikmati saja rasa perihnya. Sebab, gejala sakit sering justru 

bermanfaat bagi kita. Sebagai contoh, jika kita mengalami 

sariawan, mungkin saja itu alarm agar kita kembali ke pola hidup 

sehat: beristirahat dengan cukup, makan buah dan sayur, minum 

cukup air, menghindari stres dan sebagainya. Toh sariawan akan 

sembuh dengan sendirinya. Jika kita mengobatinya, mungkin saja 

itu jutsru akan membuat kita lupa terhadap akarnya, yaitu pola 

hidup kurang sehat.


133 

 

 

Kelompok Obat Contoh nama dagang 

Antiseptik 

Polikresulen Albothyl Concentrate® 

Povidon 

iodin 

Isodine Gargle®, Forinfec®, 

Molexdine Mouthwash®, Neo 

Iodine®, Orodin®, Scansepta 

Gargle®, Septadine Gargle® 

Heksetidin Bactidol®, Hexadol®, Hexadol 

Gargle Mouthwash® 

Klorheksidin Garglin®, Fordenta® 

Dekualinium SP Troches®, Degirol®, 

Efisol®, Decamedin® 

Fradiomisin 

& gramisidin 

FG Troches® 

 

Kortikosteroid  Triamsinolon 

Kenalog in Orabase®, Ketricin 

Orabase®, Sinocort® 

Pemati rasa  Benzidamin Tantum Verde®, Tanflex®  

Antijamur 

Nistatin Candistin®, Kandistatin®, 

Mycostatin® 

Mikonazol Daktarin Oral Gel® 


134 

 

 

 

 

13 

 

OBAT  

RADANG TENGGOROK 

 

 

 

Sebagian besar pasien  mungkin akan langsung mengingat 

tablet isap setiap kali disebut “obat radang tenggorok”. Tidak 

salah. Tablet yang dalam bahasa Inggris disebut lozenge ini 

memang termasuk salah satu obat radang tenggorok yang penting. 

Namun, urusan radang tenggorok sebetulnya jauh lebih kompleks 

dibandingkan  sekadar tablet isap. 

Radang tenggorok termasuk salah satu masalah kesehatan 

yang umum. Sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh 

virus. Sebagian kecil disebabkan oleh bakteri. Virus dan bakteri 


135 

 

hanya dua kemungkinan penyebab. Selain keduanya, masih 

banyak kemungkinan penyebab lainnya, seperti: 

 

1. Iritasi akibat makanan/minuman 

Misalnya makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, 

gorengan, pemanis buatan, sirup gula yang terlalu manis, 

penyedap rasa, dan sejenisnya. Bisa juga iritasi terjadi akibat 

getah buah, misanya sawo, nanas, atau nangka. 

 

2. Polusi udara 

Misalnya, asap rokok (baik pada perokok aktif maupun 

perokok pasif), debu, asap knalpot, asap pembakaran, uap 

cairan kimia, dan sejenisnya. 

 

3. Infeksi di hidung bagian dalam 

Infeksi di daerah ini bisa menyebabkan cairan ingus yang 

berisi kuman turun ke tenggorok dan menularkan infeksi. 

 

4. Sakit mag parah 

Pada gangguan lambung yang parah, cairan asam lambung 

bisa naik dan mengiritasi tenggorok. 

 

5. Bernapas memakai  mulut 

Ini sering terjadi pada pasien  yang hidungnya buntu akibat 

pilek atau pasien  yang tidur dengan posisi kepala yang salah. 


136 

 

Aliran udara lewat mulut menyebabkan tenggorok menjadi 

kering dan mudah mengalami iritasi. (Dalam kondisi sehat, 

tenggorok kita selalu dalam keadaan lembap.) 

 

6. Iritasi pita suara 

Misalnya sebab  terlalu banyak mengeluarkan suara keras atau 

terlalu bersemangat berpidato. 

 

7. Infeksi amandel 

Amandel berada di ujung atas tenggorok. Jika organ ini 

mengalami infeksi, tenggorok bisa ikut mengalami radang. 

 

Ada banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab radang 

tenggorok. Sebelum kita berpikir tentang obat, sebaiknya kita 

mengidentifikasi dulu penyebabnya. Kita ingat-ingat apa saja yang 

kita lakukan sebelum mengalami radang tenggorok. Makanan apa 

saja yang kita santap. 

sesudah  kita bisa mengidentifikasi penyebabnya, barulah kita 

berpikir tentang obat yang tepat. Masing-masing penyebab di atas 

mungkin membutuhkan obat yang berbeda-beda.  

Jika disebabkan oleh virus, radang tenggorok pada 

umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam tempo 1–2  

minggu, sama seperti flu-pilek. Tanpa diobati secara khusus pun 

akan sembuh dengan sendirinya. Tak perlu antibiotik sebab  obat 

ini tidak efektif membasmi virus. Jika radang disebabkan oleh 


137 

 

bakteri, barulah kita akan membutuhkan antibiotik. Baca juga Bab 

Antibiotik. 

Jangan membeli antibiotik sendiri. Sayangi anak cucu kita 

nanti. Di negara kita , antibiotik semacam amoksisilin seolah-olah 

sudah menjadi obat bebas untuk semua jenis radang tenggorok. 

Padahal, sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh virus. 

Bagaimana membedakan radang yang disebabkan oleh virus 

dan bakteri? Sebagai pasien  awam, kita sulit membedakan 

keduanya. Ini pekerjaan dokter yang memang dilatih untuk 

membedakannya. Sebagai patokan sederhana, sebaiknya kita ke 

dokter jika radang disertai dengan salah satu dari gejala di bawah: 

 

  Demam lebih dari 38 C 

  Nyeri saat menelan makanan 

  Pembesaran kelenjar getah bening di leher (tampak dari 

pembengkakan leher) 

  Bengkak atau adanya nanah di amandel 

  Sakit kepala, mual, atau muntah 

  Ada riwayat kontak dengan penderita radang tenggorok 

  Radang tidak sembuh lebih dari seminggu 

 

Jika ada salah satu dari gejala di atas, mungkin radang itu 

disebabkan oleh bakteri. Jika penyebabnya bakteri, sebaiknya kita 

tidak melakukan pengobatan sendiri agar terhindar dari 


138 

 

kemungkinan salah memakai  antibiotik. Antibiotik yaitu  

wilayah dokter.  

Jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menular ke pasien -

pasien  yang melakukan kontak secara dekat, misalnya anggota 

keluarga, teman di kelas, atau kawan di asrama. Infeksi bakteri ini 

lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja dibandingkan  pasien  

dewasa. Pada pasien  dewasa, kemungkinannya hanya sekitar 1 dari 

10. Sementara pada anak-anak dan remaja, kemungkinannya 

sekitar 3 dari 10. Itu sebabnya pada anak-anak, radang tenggorok 

harus lebih kita waspadai. 

Jika gejalanya ringan, misalnya rasa gatal dan kering di 

tenggorok, batuk, demam di bawah 38 C, hidung meler, nafsu 

makan berkurang, atau suara agak parau, kita mungkin bisa 

mengobati gejala-gejala itu dengan obat-obat yang bukan obat 

resep. 

Memang ada infeksi virus yang berbahaya, namun sebagian 

besar radang tenggorok akibat virus tidak berbahaya dan bisa 

sembuh dengan sendirinya. 

Sebelum kita memakai  obat-obat apotek, kita bisa 

memanfaatkan obat-obatan sederhana untuk meredakan rasa 

sakitnya. Misalnya, berkumur dengan air garam hangat (1 sendok 

5 ml garam dalam 250 ml air), berkumur air rebusan daun sirih, 

atau minum teh hangat yang dicampur madu. 


139 

 

Selain itu, yang tak kalah penting untuk dilakukan yaitu  

mengurangi faktor-faktor yang bisa memperparah radang, seperti: 

  Menghindari polusi udara 

  Mengeluarkan suara seperlunya saja 

  Makan makanan yang lembut 

  Mematikan AC atau mengatur udara ruangan agar cukup 

lembap dan tidak terlalu kering 

 

Untuk mengurangi gejala akibat radang itu, kita bisa 

memakai  obat-obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter, 

misalnya: 

  Jika radang disertai nyeri atau demam, kita bisa minum obat 

pereda nyeri dan penurun panas seperti parasetamol atau 

ibuprofen. Baca Bab Obat Demam, juga Bab Obat Sakit 

Kepala dan Nyeri. 

  Jika radang disertai rasa gatal tenggorok, hidung meler dan 

tersumbat, kita bisa minum obat antihistamin (antialergi 

seperti CTM) atau dekongestan (pelega hidung seperti 

pseudoefedrin). Baca Bab Obat Alergi, Bab Obat Fu-Pilek, Bab 

PPA & Obat Pelega Hidung. 

  Jika radang tenggorok disertai asma, kita bisa minum obat 

asma.  


140 

 

  Sama seperti pada obat sariawan, untuk mengurangi iritasi 

sekaligus sebagai antiseptik lokal di tenggorok, kita bisa 

memakai  tablet isap, misalnya yang berisi dekualinium. 

Contoh merek dagang: SP Troches®, Degirol®, Efisol®. Kita 

juga bisa memakai  obat semprot tenggorok yang berisi 

fenol. Contoh merek dagang: Cooling 5®. Baca juga Bab Obat 

Sariawan.  

 

Bagaimana dengan FG Troches®? Obat ini termasuk 

golongan antibiotik yang bekerja lokal di rongga mulut dan 

tenggorok, mengandung fradiomisin dan gramisidin-S.  

Di negara kita  tablet isap ini cukup populer di kalangan 

masyarakat awam sampai sering diperlakukan seperti permen. Ini 

jelas kebiasaan yang tidak sehat. Sekalipun risiko resistensinya 

tidak sebesar antibiotik semacam amoksisilin, tablet isap golongan 

antibiotik tetap tidak boleh dikonsumsi seperti permen. Kalau 

memang terpaksa membeli sendiri, setidaknya tanyakan seluk-

beluk obat ini kepada apoteker. Jangan gunakan tablet isap ini 

lebih dari seminggu. 

Makin sering kita minum obat, lama-lama obat itu bisa 

menjadi tidak mempan lagi. Itu sebabnya obat harus digunakan 

secara cermat.  


141 

 

 

 

14 

 

OBAT BRONKITIS 

 

 

 

Salah satu gangguan kesehatan yang mirip dengan radang 

tenggorok yaitu  bronkitis. Keduanya tidak sama tapi memang 

terjadi pada daerah yang berdekatan. Radang tenggorok terjadi di 

bagian yang disebut faring. Itu sebabnya di leaflet obat kadang 

radang tenggorok disebut faringitis. 

Sementara bronkitis yaitu  radang yang terjadi di bronkus. 

Bronkus merupakan saluran udara dari tenggorok menuju ke paru-

paru. Bronkitis yaitu  nama lain radang bronkus. Sementara 

faringitis yaitu  nama lain dari radang tenggorok. (Akhiran -itis 

berarti radang.) 


142 

 

Bronkitis umumnya disertai dengan gejala batuk (kadang 

berdahak, kadang tidak), napas sesak dan pendek-pendek, kadang 

berbunyi (mengi). Batuknya khas, berbeda dari batuk flu-pilek, 

sebab  terasa seperti berasal dari dada. Gejala lainnya mirip 

dengan gejala radang tenggorok. 

Sebagian besar kita biasanya mengobati bronkitis dengan 

antibiotik. Padahal, radang bronkus sebagian besar disebabkan 

oleh infeksi virus, bukan bakteri. Sama seperti radang tenggorok. 

Kemungkinan bronkitis disebabkan oleh bakteri hanya sekitar 

10%. Pada infeksi virus, antibiotik sama sekali tidak berguna, 

bahkan menimbulkan efek samping dan resistensi. Meski begitu, 

kadang dokter meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi 

sekunder. 

Bagaimana jika bronkitis disertai dengan batuk berdahak? 

Apakah kita perlu minum obat batuk? Pertama-tama kita harus 

mempertimbangkan bahwa batuk merupakan refleks tubuh untuk 

mengeluarkan kuman atau kotoran dari saluran napas. Batuk 

berguna mengeluarkan dahak di bronkus yang berisi kuman. 

Kalau kita minum obat antibatuk yang menekan refleks 

batuk (antitusif), sebetulnya pada saat itu kita mematikan 

mekanisme tubuh mengeluarkan kuman. Obat batuk diperlukan, 

misalnya, jika batuk sampai menggangu tidur dan menurunkan 

kualitas istirahat. Pada saat kita tidak beristirahat, biarkan refleks 

batuk bekerja mengeluarkan dahak dan kuman.  


143 

 

Bronkitis kadang bisa terjadi berbulan-bulan, terutama pada 

anak. Untuk kondisi seperti ini sebaiknya jangan melakukan 

pengobatan sendiri. Bawa anak ke dokter. 

Jika anak kita mengalami bronkitis kronis, kita perlu 

mencurigai kemungkinan penyebabnya yaitu  sesuatu yang kronis 

pula. Misalnya polusi udara, debu, asap rokok, asap pembakaran, 

infeksi yang berulang, dan sebagainya. 

Mungkin sebab  di rumah ada anggota keluarga yang 

merokok; mungkin sebab  ventilasi udara rumah tidak baik; 

mungkin sebab  rumah kita berdekatan dengan jalan yang berdebu 

atau dekat kawasan industri; mungkin sebab  rumah kita di 

daerah yang udaranya tercemar; mungkin sebab  kita bekerja di 

lingkungan yang udaranya banyak mengandung debu atau uap 

bahan kimia. Kemungkinannya banyak sekali. 

Biasanya solusi jangka panjangnya bukanlah obat melainkan 

perubahan kesehatan lingkungan, misalnya memperbaiki ventilasi 

udara, menjauhkan penderita dari asap, menanam pepohonan di 

pekarangan rumah, atau (yang ekstrem) mungkin saja sampai 

perlu pindah rumah jika memang penyebabnya yaitu  polusi 

udara di lingkungan rumah. 

Yang tak boleh dilupakan, penderita bronkitis kronis pada 

umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. Itu 

sebabnya, agar penyakit ini tidak mudah kambuh, penderita harus 


144 

 

memperbaiki daya tahan tubuhnya secara umum, mulai dari 

memperbaiki pola makan, olahraga, sampai istirahat. 

Bronkitis bisa bertahan lama sebab  radang di bronkus 

memang lebih sulit sembuh dibanding radang di tenggorok. 

Kadang infeksinya sudah sembuh tapi batuknya masih belum 

hilang. Pengobatan bronkitis yang bisa kita lakukan sendiri yaitu  

meredakan gejalanya. Misalnya, minum obat batuk-berdahak, 

obat batuk-kering, obat pelega hidung (dekongestan), atau obat 

asma. 

Tidak ada obat batuk khusus bronkitis. Obat batuk sama 

saja, baik untuk batuk akibat flu-pilek, batuk akibat radang 

tenggorok, batuk akibat bronkitis, maupun akibat penyakit 

lainnya. Di pasaran mungkin kita menjumpai merek obat batuk 

yang memosisikan diri sebagai spesialis obat batuk-bronkitis. Ini 

hanya positioning di dunia marketing.   

Bronkitis akibat infeksi virus biasanya akan sembuh sendiri 

dalam tempo satu atau dua minggu. Jika tidak sembuh juga dalam 

dua minggu, sebaiknya kita pergi ke dokter. Kita juga sebaiknya 

pergi ke dokter jika: 

  Batuk sampai membuat kita sulit tidur 

  Disertai demam di atas 38 C 

  Batuk disertai bercak darah 

  Disertai mengi atau sesak napas 


145 

 

 

 

 

15 

 

OBAT MATA 

 

 

 

 

Ada banyak sekali jenis gangguan mata. Di bab ini kita 

hanya akan membahas gangguan mata yang banyak terkait 

dengan pola pasien  awam membeli obat mata secara bebas. 

Sebagian obat mata memang termasuk obat bebas, tapi sebagian 

besar yang lain sebetulnya bukan obat bebas. 

Mata termasuk organ sensitif yang harus diperlakukan 

dengan sangat hati-hati. Salah obat bisa fatal akibatnya. Itu 

sebabnya sebagian besar obat mata dimasukkan ke dalam 


146 

 

golongan obat resep. Tentu saja tujuan utamanya yaitu  untuk 

melindungi konsumen. 

Dari sekian banyak gangguan mata, yang paling sering kita 

alami yaitu  mata kering dan radang selaput mata. Dalam bahasa 

medis, selaput yang menutupi kelopak mata disebut konjungtiva. 

Penyakit radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Konjungtivitis 

inilah yang paling sering membuat kita membeli obat mata. 

Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebut konjungtivitis ini 

sesuai dengan gejala yang kita rasakan, seperti mata merah atau 

mata gatal. Gejala seperti ini sebetulnya tidak bisa digunakan 

sebagai dasar untuk memilih obat mata yang tepat. Pemilihan jenis 

obat haruslah didasarkan pada penyebabnya dan gejalanya, bukan 

semata-mata gejalanya. 

Konjungtivitis bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan, 

misalnya akibat debu, alergen, virus, bakteri, lensa kontak, asap, 

uap cat, bahan kimia, klorin kolam renang, atau kekurangan 

cairan mata. Masing-masing penyebab itu membutuhkan 

perlakukan yang berbeda. 

 

1. Mata kering 

Biasanya mata kering dapat kita rasakan dari gejala perih dan 

panas di mata. Gangguan ini bisa terjadi ketika kita: 

 


147 

 

  Bekerja lama di depan monitor 

  Berada di ruangan ber-AC yang udaranya kering 

  Berada di kabin pesawat (biasanya AC kabin pesawat 

cenderung kering) 

  Bersepeda atau berada di tempat dengan angin kencang 

atau matahari yang terik 

  Mengalami penurunan produksi air mata akibat usia 

lanjut, menopause, kekurangan vitamin A dan omega-3, 

mengalami sakit atau minum obat tertentu 

 

Jika radang disebabkan oleh mata kering, pertolongan 

pertama yang bisa kita lakukan yaitu  menetesi mata 

dengan air mata artifisial. Obat golongan ini termasuk obat 

bebas, bisa dibeli tanpa resep dokter. 

Meski air mata buatan ini aman dan bisa digunakan 

setiap hari, sebaiknya kita tidak memakai nya terus-

menerus sampai menjadi kebiasaan yang tidak bisa 

dihilangkan. Sebisa mungkin kita harus mengatasi 

penyebabnya lebih dulu—jika memang bisa dihilangkan.  

Misalnya, jika penyebabnya yaitu  udara AC yang 

teralu kering, kita sebaiknya menyetel kelembapannya dan 

mengatur arah embusan angin AC agar tidak tidak langsung 

ke wajah kita. Jika penyebabnya yaitu  angin kencang saat 

bersepeda, kita bisa memakai  kacamata pelindung. 


148 

 

Jika kita bekerja di depan komputer, biasakan sering 

berkedip. Kedipan mata akan menjaga bola mata tetap 

basah. Atur posisi monitor sehingga tidak terlalu tinggi. 

Kalau posisi monitor berada di atas jarak nyaman 

penglihatan, kita akan cenderung membuka mata lebih lebar 

sehingga menyebabkan air mata cepat menguap.  

Jika penyebabnya yaitu  kekurangan vitamin A dan 

omega-3, kita bisa meningkatkan asupan kedua gizi ini dari 

makanan seperti wortel, brokoli, ikan, dan kacang-

kacangan. Intinya, penyebab mata kering harus diatasi lebih 

dulu agar tidak perlu memakai  obat mata setiap hari. 

Sebab, jika sering kering, mata akan mudah mengalami 

radang dan infeksi. 

Bagaimanapun, produk air mata buatan ini tidak bisa 

sama persis dengan air mata yang diproduksi oleh tubuh 

manusia. Sebagian produk bahkan sengaja ditambahi 

pengawet, misalnya benzalkonium klorida, untuk mencegah 

pertumbuhan kuman.  

sebab  itu, sebaiknya obat tetes ini tidak digunakan 

dalam jangka panjang sampai berbulan-bulan. Apalagi obat 

jenis ini tidak mengobati kondisi sakitnya, hanya 

melembapkan, melumasi, dan mengurangi gejala sakitnya 

sesaat. 


149 

 

Kandungan cairan mata artifisial misalnya natrium 

klorida, kalium klorida (potasium klorida), dekstran 70, 

hipermelose (hidroksipropil metilselulose), karmelose 

(karboksimetilselulose), polivinil alkohol. 

Jika memang sakit yang kita alami yaitu  mata kering 

saja, hindari penggunaan obat tetes mata selain kelompok 

pelumas dan pelembap ini, apalagi jika untuk pemakaian 

lama. 

 

Golongan Contoh merek dagang 

Air mata 

buatan 

Insto Moist®, Rohto Tears®, Cendolytreers®, 

GenTeal®, Sanbe Tears®, Braito Tears®, Isotic 

Tearin®, Tears Naturale II®, Optifresh®, 

Liquifilm®, Cenfresh® 

 

 

2. Debu 

Jika radang disebabkan oleh debu, mata harus dibersihkan 

lebih dulu dengan air bersih yang mengalir atau dengan cairan 

mata artifisial. Rasa gatal dan tidak nyaman akibat iritasi bisa 

kita redakan dengan kompres air. Caranya, celupkan kain 

bersih ke dalam air, peras sedikit, lalu tempelkan di mata yang 


150 

 

tertutup. Untuk meredakan radangnya, kita bisa memakai  

obat-obat bebas yang mengandung dekongestan (pelega) mata. 

Fungsi dekongestan mata mirip dengan dekongestan hidung, 

yaitu melegakan mata. Contoh obat: tetrahidrozolin, 

nafazolin, oksimetazolin, silometazolin, fenilefrin. Obat-

obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah 

yang menyebabkan warna merah di mata. Kadang obat mata 

golongan ini juga ditambah zat astringen untuk mengurangi 

iritasi, misalnya seng sulfat. 

 

Golongan Contoh merek dagang 

Dekongestan 

(pelega) mata 

Insto®, Visine®, Rohto®, Ailin®, Braito 

Original®, Isotic Clearin®, Optrine®, 

Santo®, Visolin®, Visto®, Oculosan®, 

Vitrasin® 

 

3. Alergi 

Pada sebagian pasien , debu jalanan tak hanya bisa 

menyebabkan iritasi biasa, tapi kadang bisa juga menimbulkan 

alergi. Gejala alergi mata umumnya lebih parah dibandingkan  

sekadar iritasi biasa. Selain debu jalanan, contoh alergen lain 

yaitu  debu tanaman atau debu dari hewan. Biasanya 


151 

 

konjungtivitis akibat alergi ini terjadi pada pasien  yang 

memang punya bakat alergi. 

Untuk meredakan rasa gatal, kita bisa memakai  

kompres hangat. Untuk meredakan alerginya, kita bisa 

memakai  obat mata yang mengandung 

antialergi/antihistamin. Contoh antialergi dalam obat mata: 

antazolin, pemiroslat, kromolin (kromoglikat), feniramin 

maleat. 

 

Golongan Contoh merek dagang 

Antialergi 

(antihistamin) 

Alegysal®, Chrom-Ophtal®, Albalon-A®, 

Alegysal®, Flamergigi®, Isotic Azora®, 

Naphcon-A®, Vasacon-A®, Convers®, 

Optohist® 

 

Jika alergi mata cukup parah, obat bebas mungkin tidak 

cukup meredakannya. Pasien harus ke dokter. Mungkin dokter 

perlu meresepkan obat mata yang mengandung 

kortikosteroid. Baca juga Bab Kortikosteroid.  

Semua obat yang mengandung kortikosteroid termasuk obat 

keras sebab  bahan obat ini mungkin bisa menimbulkan efek 

buruk. Sebaiknya hindari penggunaannya kecuali atas resep 

dokter. Contoh kortikosteroid yang biasa digunakan di dalam 


152 

 

obat mata: deksametason, betametason, prednisolon, dan 

hidrokortison. 

 

4. Infeksi 

Kita sebagai pasien  awam mungkin sulit membedakan radang 

mata akibat infeksi atau bukan. Sebagai patokan sederhana, 

radang akibat infeksi biasanya disertai gejala mata banyak 

berair, rasa gatal disertai nyeri, dan adanya tahi mata. Jika 

produksi tahi mata banyak, kadang kotoran ini sampai 

membuat mata sulit dibuka saat kita bangun tidur. 

Gejala infeksi mata memang tidak selalu seperti itu. Tapi 

pedoman sederhana ini bisa kita gunakan sebagai dasar untuk 

segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala 

seperti itu, terutama jika sakit mata tidak sembuh dalam tiga 

hari. 

Infeksi mata biasanya juga diawali dari satu mata (mata kiri 

atau kanan saja) kemudian menular ke mata di sisi lain. Jika 

sakit mata itu dialami bersamaan atau bergantian oleh pasien -

pasien  satu rumah, satu kelas, atau satu tempat kerja, 

kemungkinan besar itu memang disebabkan oleh infeksi. 

Jika penyebabnya yaitu  infeksi bakteri, radang jenis ini 

harus dilawan dengan obat tetes atau salep mata yang 

mengandung antibiotik. Antibiotik di obat mata jenisnya 

bermacam-macam. Contoh antibiotik bisa dilihat di Bab 


153 

 

Antibiotik. Semua antibiotik termasuk kategori obat resep. 

Sebaiknya jangan memakai nya secara bebas tanpa 

konsultasi ke dokter. 

Selain bakteri, virus penyebab flu pilek dan radang 

tenggorok juga bisa menjadi biang infeksi mata. Jika infeksi 

mata disebabkan oleh virus yang sama dengan virus flu-pilek 

atau radang tenggorok, penyakit ini biasanya akan sembuh 

dengan sendirinya seperti flu-pilek. Obat mata yang 

mengandung antibiotik tidak akan berguna sebab  memang 

antibiotik hanya bisa melawan bakteri tapi tidak bisa 

membasmi virus. 

Untuk beberapa jenis virus tertentu, diperlukan obat dengan 

kandungan antivirus yang hanya bisa didapat dengan resep 

dokter. Dalam kondisi infeksi virus, dokter mungkin akan 

meresepkan obat mata berisi antibiotik dengan daya kerja 

ringan untuk mencegah infeksi bakteri. 

Pasalnya, pada saat mata sakit, apalagi jika disertai rasa 

gatal yang sangat mengganggu, kita cenderung mengucek-

uceknya. Makin sering dan makin kuat kita mengucek-

uceknya, justru makin besar kemungkinan mata terkena infeksi 

berikutnya. Itu sebabnya mata gatal sebaiknya tidak diucek-

ucek. Untuk meredakan gatalnya, kita bisa memakai  

kompres hangat atau obat tetes yang mengandung 

antihistamin. 


154 

 

Untuk mencegah radang mata akibat infeksi, kita bisa 

melakukan beberapa tip berikut: 

  Sering-sering ganti sarung bantal, tak perlu menunggu 

sampai kumal. Saat mata mengalami infeksi, ganti 

sarung bantal setiap hari untuk mencegah penularan. 

  Jangan berbagi peralatan-peralatan yang kontak dengan 

mata seperti sapu tangan dan handuk. 

  Saat sakit mata, jangan gunakan kosmetik mata, juga 

jangan berbagi kosmetik mata dengan pasien  lain. 

  Saat sakit mata, untuk sementara jangan gunakan lensa 

kontak. Jika sudah sembuh, gunakan lensa kontak 

secara higienis sesuai petunjuk. 

  Jangan membiasakan diri mengucek mata. Jika perlu 

membersihkan kelopak mata, gunakan tisu. 

  Sering-sering cuci tangan. 

  Jangan berbagi obat mata dengan pasien  lain sebab ini 

akan meningkatkan kemungkinan penularan. 

  Gunakan kacamata pelindung terutama saat berada di 

luar rumah. 

  Hindari angin kencang sebab  biasanya aliran udara 

yang kuat membawa debu, alergen, kuman, dan 

menyebabkan mata menjadi kering. 


155 

 

  Saat meneteskan mata, lensa kontak harus dilepas dulu. 

sesudah  lima belas menit kemudian, lensa bisa dipakai 

lagi. 

  Saat memakai  tetes mata, jangan sentuhkan ujung 

penetes dengan apa pun, termasuk jari tangan atau mata. 

Kontak dengan benda lain mungkin justru bisa 

membawa kuman masuk ke dalam obat mata itu. 


156 

 

 

 

16 

 

OBAT ALERGI 

 

 

Sebagai bagian dari kemampuan bertahan hidup, tubuh 

manusia sudah dibekali dengan sistem imun (daya tahan). Sistem 

imun ini akan bereaksi setiap kali terpapar sesuatu dari luar tubuh, 

misalnya bakteri, virus, bahan kimia, dan sejenisnya. Sistem imun 

inilah yang menjadi benteng pertahanan pertama kalau tubuh 

kemasukan benda-benda asing yang berbahaya. 

Namun, ada kalanya sistem imun mengalami gangguan. 

Bahan-bahan yang tidak berbahaya pun dilawan sebab  dianggap 

berbahaya. Reaksi keliru inilah yang kemudian muncul dalam 

bentuk alergi. 

Bahan-bahan yang biasanya menyebabkan alergi pada 

sebagian pasien  antara lain debu, rambut hewan, gigitan serangga, 


157 

 

serbuk sari, udang, ikan, seafood, kacang-kacangan, kedelai, telur, 

susu formula, tepung terigu, lateks (karet), keringat, asap rokok, 

bahan kimia (misalnya detergen), dan obat-obatan tertentu (seperti 

ampisilin dan amoksisilin). Reaksi alergi bisa juga dipicu oleh 

kondisi, misalnya suhu udara yang terlalu dingin. 

Gejala alergi sangat bervariasi, mulai dari yang ringan 

sampai yang sangat berat. Mulai dari hidung meler, bersin-bersin, 

gatal, iritasi, biduran, radang tenggorok, bengkak, hipotensi 

(tekanan darah rendah), asma, diare, muntah, jantung berdebar-

debar, sampai pingsan dan syok. 

Ada dua kelompok besar obat alergi, yaitu: 

 

1. Antihistamin 

Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin 

yaitu  bahan yang bertanggung jawab terhadap timbulnya 

gejala alergi. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat, 

difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin, setirizin, 

loratadin, desloratadin, dan fexofenadin. 

Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling 

banyak digunakan yaitu  klorfeniramin maleat yang dalam 

bahasa sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM, 

singkatan dari chlor-trimeton, nama lainnya.  

Biasanya antihistamin, terutama antihistamin generasi lama, 

memiliki efek samping menyebabkan kantuk dan mulut kering. 



Itu sebabn