serin, polietilen gilkol (PEG), sorbitol, laktulosa.
a. Natrium lauril sulfoasetat termasuk golongan sabun
yang lembut. Larutannya digunakan dengan cara
dimasukkan ke dalam dubur. Masih bersaudara dengan
natrium lauril sulfat—bahan dasar sabun cuci yang biasa
kita pakai sehari-hari.
Sabun memang memiliki sifat licin. Itu sebabnya
sebagian pasien kampung zaman dulu memakai
larutan sabun cuci yang dimasukkan ke dalam anus
(Don’t try this at home!) sebagai pertolongan pertama
kalau anaknya sulit buang hajat.
106
b. Parafin cair berfungsi mirip oli alias pelumas yang
membuat dinding anus menjadi licin sehingga feses
mudah keluar. Parafin yaitu minyak mineral yang
berbentuk cair. Digunakan dengan cara diminum.
Sekalipun relatif aman, golongan minyak pelumas ini
tetap tidak dianjurkan dipakai jangka panjang sebab
minyak ini bisa mengganggu penyerapan vitamin yang
larut lemak, seperti A,D, E, dan K.
c. Gliserin punya fungsi yang mirip dengan parafin, yakni
membuat feses menjadi lunak. Bahan-bahan di atas
relatif aman sebab hanya bekerja lokal di anus. Bisa
digunakan untuk ibu hamil maupun bayi. Sekalipun
relatif aman, obat golongan ini pun tetap tidak
dianjurkan digunakan terlalu sering sebab bisa
menyebabkan iritasi anus.
d. Sorbitol, laktulosa, PEG, dan garam inggris (garam
magnesium), natrium fosfat termasuk kategori ini.
Contoh merek yang terkenal: Dulcolactol®, yang
mengandung laktulosa.
Di usus besar, bahan-bahan yang dalam ilmu farmasi
disebut osmotic agent tersebut mengikat air sehingga
membuat feses lebih lunak. Selain itu, bahan-bahan
tersebut bisa merangsang pergerakan usus.
107
Sebagian obat pelicin dan pelunak digunakan dengan
cara diminum, seperti parafin, laktulosa, dan garam inggris.
Sebagian lainnya tidak diminum, tapi dimasukkan ke dalam
dubur, misalnya natrium lauril sulfoasetat, PEG, dan
sorbitol. Bentuknya bisa berupa supositoria padat (seperti
torpedo), bisa berupa cairan kental atau gel yang
dimasukkan ke dalam dubur. Dalam farmasi, bentuk cairan
kental yang dimasukkan ke dalam anus ini disebut enema.
Contoh produk enema yang terkenal: Microlax®.
Sekalipun relatif aman untuk pemakaian sesekali,
kelompok obat ini tetap tidak boleh digunakan terus-
menerus sebab bisa menyebabkan efek buruk seperti
gangguan keseimbangan elektrolit.
Perangsang gerakan usus (stimulan motilitas usus)
Contoh yang paling banyak digunakan di negara kita :
bisakodil. Merek dagang yang paling terkenal: Dulcolax®.
Obat ini bisa diminum, bisa duga digunakan dengan dalam
bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.
Dibandingkan golongan obat lainnya, obat jenis ini paling
mudah digunakan. Tinggal minum di malam hari, maka esok
paginya kita sudah bisa BAB. Kalau mau lebih cepat BAB,
kita bisa memilih supositoria. Begitu torpedo ini dimasukkan
108
ke dalam dubur, beberapa jam kemudian kita langsung ingin
BAB.
Meski begitu, sekali lagi, obat jenis ini tidak disarankan
sering-sering dipakai, apalagi secara terus-menerus lebih dari
dua minggu sebab justru bisa membuat kita mudah
mengalami sembelit.
Dari sekian banyak produk di atas, yang paling aman
sebetulnya suplemen golongan serat. Namun, suplemen jenis ini
mempunyai kelemahan dalam hal efek BAB-nya tidak bisa didapat
seketika. Biasanya butuh beberapa hari. Ini berbeda dengan obat
golongan perangsang gerakan usus yang hanya membutuhkan
waktu beberapa jam.
Contoh lain obat golongan perangsang usus: antrakunion
dan obat tradisional dari daun sena. Ekstrak daun sena dipakai di
sebuah merek yang cukup terkenal, bahkan termasuk salah satu
peraih Top Brand Award, yaitu Laxing®. Produk ini termasuk
salah satu merek laris dan dipersepsi tidak hanya sebagai obat
pencahar, tapi juga obat pelangsing.
Persepsi semacam ini mestinya perlu dikoreksi. Menurut
beberapa situs rujukan, seperti National Health Service Inggris dan
National Institutes of Health Amerika, obat tradisional daun sena
sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus lebih dari dua
minggu. Artinya, urusan langsing harusnya dipisahkan dari urusan
109
sembelit. Obat antisembelit semestinya tidak diperlakukan sebagai
obat pelangsing.
Fenolftalin
Di negara kita , sebagian obat antisembelit mengandung
fenolftalin. Buku Informasi Spesialite Obat negara kita setidaknya
masih mencantumkan empat merek obat antisembelit yang
mengandung fenolftalin. Di beberapa negara, bahan ini sudah
tidak boleh digunakan sebagai obat bebas antisembelit sebab
diketahui bisa meningkatkan risiko kanker pada hewan coba.
Memang belum ada data penelitian massal pada manusia,
tapi beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis,
Italia, Jerman, dan Kanada, memutuskan untuk melarang
penggunaannya sebagai obat bebas antisembelit. Dari fakta ini saja
kita bisa melihat bahwa ketika kita membeli obat antisembelit, kita
dihadapkan pada risiko minum obat yang tidak sepenuhnya aman.
Di negara kita , obat ini secara hukum masih sah beredar
sebagai obat bebas sebab memang tidak ada larangan dari Badan
POM. Meski begitu, demi alasan kesehatan, kita sebaiknya
menghindarinya. Toh masih banyak pilihan lain yang lebih aman.
Untuk informasi lebih detail, silakan kunjungi situs referensi di
http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol76/mono76-15.pdf.
110
Kelompok Obat Contoh merek dagang
Serat
Vegeta®, Mulax®, Fiber®,
Metamucil®, Mucofalk®, Forty Plus®
P
e
le
m
b
a
b
d
a
n
p
e
li
c
in
Laktulosa
Dulcolactol®, Duphalac®, Lacons®,
Lactugra®, Lactulax®, Lantulos®,
Laxadilac®, Opilax®, Pralax®,
Solac®
Natrium fosfat Fleet Enema®, Fosen®, Fleet
Phosposoda®
Dokusat (dioktil
sulfosuksinat)
Laxatab®
Lauril sulfoasetat,
sorbitol & PEG
Microlax®, Laxarec®
P
e
ra
n
g
s
a
n
g
u
s
u
s
Bisakodil Dulcolax®, Bicolax®, Brolaxan®,
Codylax®, Custodiol®, Laxacod®,
Laxana®, Laxamex®, Laxana®,
Melaxan®, Prolaxan®, Stolax®
Ekstrak sena dan
obat tradisional
lain
Laxing®, Maximus®, Eucarbon®
Antrakuinon Danthron®
111
10
SUPLEMEN
Di pasaran terdapat ribuan merek suplemen. Sesuai
namanya, “supplement” yaitu pelengkap. Hanya diperlukan
dalam kondisi khusus. Jadi, tidak perlu diminum setiap hari. Ini
definisi suplemen. Dengan kata lain, kalau sehari-hari kita hanya
bisa aktif sesudah minum suplemen, itu berarti kesehatan kita tidak
dalam kondisi fit. Berarti kita tergantung kepada sesuatu yang
mestinya hanya menjadi pelengkap.
Dalam kondisi biasa, suplemen mestinya tidak kita
butuhkan. Kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, itu
berarti kita harus memperbaiki asupan nutrisi dari makanan kita.
Suplemen mestinya tidak kita perlukan asalkan kita makan dengan
112
cukup gizi, ditunjang olahraga rutin dan istirahat yang cukup,
serta pola hidup sehat lainnya.
Lalu kapan kita memerlukan suplemen? Apa yang disebut
“kondisi khusus” itu?
Hamil, menyusui, atau usia subur
Wanita hamil memerlukan suplemen sebab ada janin dalam
kandungannya. Ia membutuhkan tambahan kalsium untuk
pembentukan tulang janin, tambahan zat besi untuk
pembentukan sel darah janin, tambahan asam folat untuk
pembentukan organ-organ janin, dan lain-lain. Begitu pula
pada saat menstruasi, wanita mungkin memerlukan suplemen
zat besi untuk mengganti sel-sel darahnya yang hilang.
Aktivitas berat
Misalnya pada olahragawan atau pekerja keras. Meskipun
multivitamin dan mineral tidak mengandung kalori (energi),
zat-zat ini diperlukan untuk membantu sistem tubuh
memproduksi energi dari makanan.
Masa pertumbuhan
Pada masa tumbuh kembang, suplemen mungkin diperlukan
anak-anak untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuhnya.
113
Kurang gizi
Contohnya pasien yang sakit dalam jangka lama, terutama
kaum lansia, baru sembuh dari sakit, atau mendapat terapi
antibiotik jangka panjang. Dalam jangka panjang, terapi
antibiotik mempengaruhi flora normal pencernaan dan
mengganggu penyerapan vitamin K. pasien seperti ini
membutuhkan suplemen untuk mengganti vitamin dan bakteri
baik di dalam ususnya.
Kondisi khusus lainnya
Misalnya, petugas kesehatan yang menangani wabah, pekerja
yang sedang lembur, atau pasien yang harus menjaga daya
tahan tubuhnya dalam kondisi tertentu.
Vitamin
Salah satu komponen penting suplemen yaitu vitamin. Yang
termasuk kategori ini misalnya Vitamin A, B, C, D, E, K. Di
kemasan suplemen, kadang vitamin ditulis dengan nama lainnya:
Vitamin Nama lain
A Betakaroten
B-1 Tiamin
B-2 Riboflavin
B-3 Niacin
B-5 Asam pantotenat
114
B-6 Piridoksin
B-7 Biotin (Vitamin H)
B-9 Asam folat
B-12 Kobalamin
C Asam askorbat
D Kalsiferol
E Tokoferol
Menurut sifat kelarutannya, vitamin dikelompokkan
menjadi dua bagian: larut lemak dan larut air. Golongan pertama,
larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Jika vitamin-vitamin
ini dikonsumsi hingga berlebihan, sisanya akan ditimbun di dalam
jaringan-jaringan tubuh. Dalam jumlah yang terlalu besar,
timbunan ini malah bisa berbahaya.
Inilah salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak terlalu
gemar minum suplemen, terutama dari golongan yang larut
lemak. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan kulit
kering dan pecah-pecah.
Golongan vitamin larut air yaitu vitamin B dan C, dan kolin
(kelompok vitamin B kompleks). sebab larut di dalam air,
vitamin-vitamin ini tidak akan ditimbun di dalam tubuh jika
dikonsumsi berlebih, tapi dikeluarkan lewat urine atau feses.
Meski demikian, tidak berarti kita boleh bebas semaunya
mengonsumsi suplemen vitamin larut air. Tetap ada risiko
115
overdosis. Sebagai contoh, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C
berisiko menyebabkan sakit mag dan batu ginjal.
Jangan Sampai Tergantung
Sebagaimana makanan, suplemen multivitamin sebetulnya tidak
menyebabkan ketergantungan. Namun, jika pasien telah
terbiasa minum dosis tinggi setiap hari kemudian mendadak
menghentikannya, tubuhnya akan merasa seperti dalam keadaan
kurang gizi. Ini disebabkan sebab tubuhnya telah terbiasa
mendapat suplai vitamin dosis tinggi.
Dalam keadaan mendapat suplai dosis tinggi setiap hari,
tubuh membiasakan diri mengeliminasi (membuang) vitamin
dengan cepat. Sehingga, jika tidak mengonsumsi suplemen, ia
akan menderita gejala seperti defisiensi (kekurangan) vitamin.
Inilah penjelasan kenapa jika kita biasa minum suplemen lalu tiba-
tiba berhenti, kita akan merasa kurang bertenaga.
Sekali lagi, suplemen tidak untuk diminum setiap hari.
Sekalipun Dian Sastro, Asmirandah, dan para artis lainnya
membujuk kita untuk minum suplemen setiap hari, jangan mudah
tergoda. Kalau kita setiap hari membutuhkan doping suplemen,
itu berarti ada yang tidak beres dengan pola hidup kita, mungkin
pola makan, olahraga, istirahat, atau stres yang kita hadapi sehari-
hari. dibandingkan minum suplemen, lebih baik kita mengoreksi pola
hidup yang tidak sehat.
116
Konsultasikan ke Dokter
Meskipun suplemen bisa dibeli tanpa resep dokter, konsumen
tetap disarankan untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker
lebih dulu sebelum mengonsumsinya. Ini perlu dilakukan terutama
jika ia sedang hamil, menyusui, menderita penyakit kronis, seperti
diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung lainnya. Pasalnya,
komponen tertentu dari suplemen mungkin dapat berinteraksi
dengan obat atau kondisi fisik peminumnya.
FDA mencontohkan: Ginkgo biloba, vitamin E, dan vitamin
K bisa berinteraksi dengan aspirin (obat antinyeri dan penurun
demam) dan obat pengencer darah, serta bisa meningkatkan risiko
pendarahan internal.
Selain bisa berinteraksi dengan obat atau kondisi tubuh, jika
diminum secara keliru, suplemen juga malah dapat merugikan
kesehatan. Sebagai contoh, suplemen yang mengandung
campuran ginseng dan kafein bisa menyebabkan hipertensi jika
diminum dalam jangka panjang. Padahal sebagian dari kita
mungkin tidak bisa memulai aktivitas harian sebelum dipacu oleh
suplemen berisi kafein dan ginseng.
Perhatikan Angka Kecukupan Gizi
Pada label suplemen, biasanya dicantumkan daftar yang memuat
kandungannya, berikut persen angka kecukupan gizi (AKG).
117
AKG menyatakan rata-rata jumlah vitamin atau mineral yang
diperlukan tiap hari untuk mencapai kondisi sehat.
Biasanya, AKG disusun berdasarkan kebutuhan pasien pada
diet 2.000 kalori. Namun ini tidak sama untuk semua pasien .
Besarnya kebutuhan vitamin dan mineral dipengaruhi oleh usia,
jenis kelamin, aktivitas, kondisi fisik, dll. Anda yang sangat aktif,
bisa membutuhkan lebih dari 2.000 kalori per hari. Tentu AKG-
nya juga lebih besar dibandingkan mereka yang kurang aktif.
Gizi Makanan Lebih Baik
Setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa mendapatkan zat gizi
dari makanan jauh lebih baik dibandingkan lewat suplemen. Yang
pertama, makanan mengandung zat gizi yang lebih kompleks.
Segelas susu, misalnya, memberi kita kalsium, vitamin A, B-12, D,
fosfor, magnesium, seng, dan masih banyak lagi zat gizi lain
dalam komposisi yang alami. Komposisi ini tidak mungkin kita
ganti dengan suplemen.
Alasan kedua, di dalam makanan terdapat bahan-bahan
fitokimia lain yang berguna dan tidak bisa ditemukan di dalam
suplemen. Sebagai contoh, buah-buahan dan sayuran. Selain
mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayuran mengandung
serat, protein, lemak, karbohidrat, dan puluhan bahan fitokimia
yang berguna bagi tubuh, seperti flavonoid, alkaloid, minyak asiri,
dll.
118
Meskipun mekanisme kerja sebagian bahan-bahan fitokimia
ini belum diketahui sepenuhnya, para ilmuwan yakin bahwa
mendapatkan zat gizi dari sumber makanan jauh lebih baik
dibandingkan dalam bentuk senyawa murni atau ekstrak seperti di
dalam suplemen.
Jangan Mudah Percaya Iklan
Di negara kita terdapat ribuan merek suplemen yang beredar di
pasar. Semua berlomba menggaet konsumen dengan iklan-iklan
menggoda yang wara-wiri di televisi setiap beberapa menit.
Bahkan ada juga produsen yang mengiklankan produknya dengan
cara yang sebetulnya tidak diperkenankan menurut regulasi
periklanan produk farmasi, terutama produk suplemen yang
mengandung bahan herbal.
Produk-produk ini sering diiklankan memiliki khasiat ini
dan itu, serta aman dikonsumsi jangka panjang tanpa efek
samping. Faktanya, tidak semua bahan alam pasti aman
dikonsumsi jangka lama.
Pengaruh iklan bisa membuat konsumen berharap terlalu
banyak dari suplemen, apalagi jika melihat model iklan yang
ditampilkan. Padahal, Dian Sastro memang sudah cantik dari
sononya meskipun tidak minum suplemen vitamin E.
119
Tip Memilih Suplemen
Jika memang kita yakin butuh suplemen, beberapa hal berikut bisa
kita pertimbangkan:
Hindari suplemen megadosis atau yang komposisinya tidak
berimbang, misalnya 500% dari angka kecukupan gizi (AKG)
untuk satu jenis vitamin, namun hanya 20% AKG untuk
vitamin lain.
Periksa tanggal kedaluwarsanya. Hindari suplemen tanpa
tanggal kedaluwarsa.
Teliti juga kemasannya. Kebanyakan senyawa vitamin mudah
terurai, terutama jika disimpan dalam kondisi panas (misalnya
di etalase yang terkena sinar matahari langsung) dan lembap.
Kemasan buram, kotor, atau terdapat endapan pada
larutannya, menunjukkan isinya sudah mengalami penurunan
kadar.
Bersikaplah kritis dalam menilai mutu dan harga. Pada
dasarnya semua suplemen yang terdaftar di Badan POM telah
memenuhi kualitas minimal. Meski demikian, kualitas
tambahan (misalnya kemudahan diserap tubuh) bisa berbeda
meskipun komposisinya sama.
Kualitas tambahan ini ditentukan oleh bahan-bahan
tambahan dan teknologi formulasi masing-masing produsen.
120
Namun ini pun tidak berarti kualitas suplemen yang mahal
pasti lebih baik dibandingkan suplemen murah.
Harga sebuah produk dipengaruhi oleh banyak faktor,
misalnya kemasan dan biaya iklan. Semakin luks kemasannya
dan semakin gencar iklannya, harga produk farmasi biasanya
juga akan semakin mahal.
Ada kalanya produsen memosisikan produknya pada harga
premium sebab ingin menunjukkan sifat eksklusifnya,
padahal bisa saja mutu produk sebenarnya biasa saja.
Hindari suplemen yang belum terdaftar di Badan POM,
termasuk suplemen impor. Selama ini kita menganggap
suplemen impor pasti berkualitas. Kenyataannya bisa bertolak
belakang.
Untuk kita yang punya masalah alergi, hindari suplemen yang
mengandung komponen alergen. Sebagai contoh, jika kita
alergi terhadap makanan laut, hindari suplemen yang
mengandung komponen bahan dari laut.
121
11
VITAMIN C
Di jajaran suplemen multivitamin, vitamin C perlu
mendapat perhatian khusus sebab vitamin ini paling banyak
dijual sebagai suplemen dengan klaim ini itu. Di pasaran terdapat
ratusan merek suplemen vitamin yang berisi vitamin C. Seringkali
dosisnya lebih besar dari kebutuhan harian kita. Vitamin C yaitu
vitamin yang paling sering dijual dalam dosis tinggi.
Kebutuhan rata-rata manusia terhadap vitamin C sebetulnya
tidak lebih dari 100 mg sehari. Tapi coba perhatikan kemasan
produk-produk suplemen vitamin C. Banyak di antaranya yang
mengandung vitamin C 500 mg hingga 1.000 mg.
Vitamin C memang memiliki banyak sekali fungsi: menjaga
daya tahan tubuh, menetralkan radikal bebas perusak sel-sel tubuh
(seperti polutan dan asap rokok), mengurangi risiko kanker,
memperlambat penuaan dini, dan sebagainya.
122
Pendek kata, vitamin C yaitu vitamin multifungsi.
Sedemikian banyak fungsinya, sehingga vitamin ini dicampurkan
ke dalam berbagai produk farmasi, mulai dari suplemen, obat flu,
obat sariawan, obat “panas dalam”, hingga obat tambah darah.
Di antara bermacam-macam vitamin, vitamin C yaitu
vitamin yang paling banyak dibutuhkan manusia. Kebutuhan kita
terhadap vitamin ini sekitar 75-90 mg per hari. Sementara vitamin-
vitamin lain hanya dalam hitungan mikrogram. Kalaupun dalam
miligram, angkanya tidak lebih dari sepertiga dari kebutuhan
vitamin C.
Siapa yang Butuh Ekstra?
National Institutes of Health merekomendasikan untuk pasien -
pasien tertentu agar mengonsumsi vitamin C lebih besar dari rata-
rata pasien . Mereka yaitu perokok, penderita stres fisik maupun
mental yang berkepanjangan, pasien dengan HIV/AIDS,
penyandang tuberkulosis (TB), penderita luka bakar, kanker,
hipertiriodisme, dan infeksi dalam jangka lama.
Hati-hati pada Sakit Mag
Larutan vitamin C di dalam air bersifat asam—sesuai namanya:
“asam askorbat”. Jika diminum dalam dosis tinggi, vitamin C bisa
menyebabkan keasaman lambung meningkat tajam. sebab itu
jika mag Anda bermasalah, hindari minum vitamin C dalam
123
keadaan perut kosong. Untuk mengurangi efek asam ini,
sebaiknya vitamin C diminum bersama makanan lain.
Sebetulnya di pasaran ada beberapa jenis vitamin C yang
lebih bersahabat buat lambung, misalnya kalsium askorbat atau
ester vitamin C. Akan namun , harga biasanya menjadi lebih mahal.
Khasiatnya sama saja dengan vitamin C biasa yang lebih murah.
Toh masalah lambung bisa diatasi dengan cara mudah, yaitu
minum vitamin C bersama makanan.
Buah dan Sayur Lebih Baik
Sekali lagi, vitamin C paling bagus didapat dari makanan sehari-
hari, berupa buah atau sayuran. Sebab, buah dan sayur
mengandung komposisi gizi yang lebih baik dibandingkan suplemen.
Dari makanan nabati ini, kita tidak hanya akan mendapat vitamin
C, tapi juga vitamin lain, mineral, serat, dan bahan-bahan
fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.
Hampir semua buah mengandung vitamin C. Jeruk,
semangka, apel, jambu, anggur, melon, mangga, nanas, avokad,
pisang, dan sebagian besar buah-buahan. Dari golongan sayuran,
vitamin C terdapat pada tomat, brokoli, kol, cabai, paprika, dan
hampir semua sayuran segar lainnya.
Vitamin C termasuk golongan vitamin larut di dalam air.
sebab itu kita akan kehilangan manfaatnya jika memasak
sayuran yang kaya vitamin C, kemudian membuang kuahnya.
124
Dibandingkan dengan kebanyakan vitamin lain, vitamin C paling
mudah terurai oleh panas dan lembap. sebab itu manfaat
sayuran sebagai sumber vitamin C akan berkurang jika dimasak
pada suhu tinggi. Dengan alasan yang sama, suplemen vitamin C
akan kehilangan manfaat jika disimpan di tempat panas dan
lembap.
Perlukah Minum hingga 1.000 mg?
Penyerapan vitamin C di saluran cerna dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Salah satunya yaitu besarnya dosis yang kita minum.
Semakin besar dosis, persentase yang diserap semakin kecil.
Gambaran mudahnya, jika kita minum kurang dari 20 mg, sekitar
98%-nya diserap oleh tubuh. Namun jika kita minum 1.000 mg,
yang diserap oleh tubuh hanya sekitar 50%. Dengan kata lain,
penyerapan vitamin C akan lebih baik jika diminum beberapa kali
dalam dosis kecil, dibandingkan satu kali dalam dosis besar.
Meskipun kebutuhan harian kita terhadap vitamin C tidak
lebih dari 100 mg, dalam kenyataannya, banyak dari kita yang
minum vitamin C jauh lebih besar dari itu, mulai dari ratusan
hingga ribuan miligram sehari. Selain hanya akan dibuang lewat
urine, menurut National Institutes of Health, tidak ada alasan bagi
pasien kebanyakan untuk minum vitamin C lebih dari 500 mg per
hari.
Perlu Diperhatikan
Hindari minum vitamin C dengan dosis kelewat tinggi (di atas
2.000 mg). Selain hanya akan dibuang, kadar vitamin C yang
terlalu tinggi bisa menyebabkan gangguan lambung dan diare.
Di dalam tubuh, vitamin C yang terlalu tinggi kadarnya juga
akan meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal.
Jangan minum suplemen vitamin ini ketika melakukan tes
laboratorium. Jika kita melakukan tes gula darah, misalnya,
maka kelebihan vitamin C di dalam darah akan “dibaca”
sebagai glukosa oleh alat pendeteksi. Akibatnya, tentu saja
kadar glukosa terbaca lebih tinggi dari yang sebenarnya, dan
tentu saja bisa menyebabkan interpretasi yang keliru.
Vitamin C larut di dalam air sehingga tidak pernah disimpan
di dalam tubuh. sebab itu kita harus mendapatkannya setiap
hari dari makanan.
Jika kita menderita hipertensi dan menjalani diet rendah
natrium, sebaiknya kita memperhitungkan kadar natrium
ketika minum vitamin C dalam bentuk tablet effervescent (tablet
buih). Di dalam tablet buih, terdapat natrium dalam bentuk
bikarbonat. Bahan inilah yang menghasilkan buih jika berada
di dalam larutan asam. Jumlah natrium bisa 150-230 mg
(setara dengan 6-10% kebutuhan normal pasien sehat).
126
12
OBAT SARIAWAN
Minum vitamin C!
Ini nasihat yang paling sering disarankan kepada kita tiap
kali terkena sariawan. Apakah memang benar vitamin C bisa
menyembuhkan sariawan?
Memang kekurangan vitamin ini bisa menjadi salah satu
penyebab sariawan. Tapi penyebab utama sariawan yang kita
alami biasanya bukan sebab kekurangan vitamin ini.
Sariawan yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin C
dalam bahasa medis disebut skorbut (scurvy). Ini penyakit jadul
yang sekarang sudah jarang dijumpai. Skorbut merupakan bentuk
sariawan berat yang ditandai dengan perdarahan hebat di berbagai
organ tubuh, termasuk lidah, gusi, dan mulut. Penyakit ini banyak
diderita pelaut zaman dulu yang harus berada di laut selama
127
berbulan-bulan tanpa menu sayur dan buah-buahan. Mereka
hanya makan roti dan daging awetan.
Akibatnya, mereka menderita kekurangan vitamin yang
banyak terdapat di dalam sayur dan buah. Para ilmuwan
kemudian menyebut vitamin itu sebagai ascorbic acid (asam
askorbat). Ascorbic berasal dari kata anti-scurvy. Bahan inilah yang
kita kenal sehari-hari sebagai vitamin C.
Jadi, memang benar bahwa kekurangan vitamin C bisa
menjadi penyebab sariawan. Tapi itu sariawan berat (skorbut).
Adapun sariawan yang lazim kita alami itu bukanlah kategori
skorbut.
Hingga kini para ahli kedokteran belum mengetahui secara
persis penyebab sariawan. Namun, beberapa faktor di bawah ini
diyakini berperan terhadap timbulnya sariawan, antara lain:
Gangguan sistem imun (yang menyerang gusi, lidah, atau mulut)
Daya tahan tubuh lemah
Kurang istirahat
Gangguan pencernaan, misalnya kekurangan serat dan air
Stres
Kurang vitamin dan mineral tertentu, misalnya vitamin B12, asam
folat, vitamin C dan zat besi
Tergigit, terkena kawat gigi atau sikat gigi
128
Penggunaan pasta gigi atau obat kumur yang tidak cocok. Ini
misalnya terjadi pada pasien yang sensitif terhadap lauril sulfat—
salah satu kandungan pasta gigi.
Infeksi
Alergi
Makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang terlalu panas,
dingin, atau pedas
Rokok
Perubahan hormonal, misalnya pada perempuan yang sedang datang
bulan. Sebagian kecil perempuan sangat peka terhadap perubahan
kadar estrogen sampai mengalami sariawan tiap kali datang bulan.
Ini masalah hormonal, bukan salah bunda mengandung.
Sebelum kita berpikir tentang obat, lebih baik kita berfokus
mencari dulu penyebabnya lalu menghilangkan penyebab itu.
sesudah itu, jika memang diperlukan, kita bisa memakai obat.
Sebelum kita memutuskan membeli obat di apotek, kita bisa
mencoba lebih dulu metode pengobatan tradisional memakai
bahan-bahan dapur atau tanaman. Misalnya, berkumur air garam
hangat atau rebusan daun sirih. Larutan garam pekat punya sifat
antimikroba, bisa membersihkan luka sariawan dari kuman yang
menyebabkan luka sukar sembuh.
Atau dengan cara menaburkan baking soda di luka sariawan
dan membiarkannya semenit (sambil menahan perih). Fungsinya
sama seperti larutan garam pekat. Kadang cara tradisional ini
129
berhasil, kadang tidak. Jika tidak berhasil, kita bisa memakai
bantuan obat.
Di negara kita ada beberapa obat yang sering digunakan oleh
penderita sariawan, antara lain:
1. Vitamin C
Sekalipun penyebab utama sariawan mungkin bukan sebab
kekurangan vitamin, minum vitamin ini saat sariawan
tidaklah keliru sebab vitamin ini juga bisa meningkatkan
daya tahan tubuh.
2. Antiseptik lokal
a. Polikresulen, contoh merek dagang yang terkenal:
Albothyl Concentrate®. Obat yang berkhasiat antiseptik
dan pemati rasa ini tergolong laris sebab diiklankan di
televisi. Digunakan dengan cara diencerkan, lalu dijadikan
obat kumur, juga dioleskan pada bagian luka.
Selain sebagai obat sariawan, obat ini juga banyak
dipakai untuk luka infeksi di anus atau di vagina. Di
banyak negara, obat ini hanya boleh dibeli dengan resep
dokter. Tapi di negara kita , obat ini boleh dibeli tanpa resep
dokter, bahkan diiklankan di media massa.
Sekalipun kita bisa membelinya tanpa resep dokter,
sebaiknya kita tetap berhati-hati dan tidak sering-sering
130
memakai nya, apalagi menjadikannya sebagai obat
kumur setiap hari. Penggunaan sebagai obat kumur harian
justru bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik dan
jahat di mulut. Polikresulen yaitu antiseptik, hanya untuk
pemakaian luar, jangan sampai tertelan.
b. Povidon iodin, contoh merek dagang: Isodine Gargle®.
Isinya sama dengan Betadine® tapi khusus untuk obat
kumur.
c. Heksetidin, klorheksidin dalam bentuk obat kumur
d. Dekualinium, dalam bentuk tablet hisap. Contoh merek
dagang yang terkenal: SP Troches®.
e. Fradiomisin dan gramisidin, dalam bentuk tablet isap.
Contoh merek dagang yang terkenal: FG Troches®.
f. Setrimonium, setilpiridinium
3. Kortikosteroid
Misalnya triamsinolon. Contoh merek dagang yang terkenal:
Kenalog in Orabase®. Ini obat keras. Hanya boleh dipakai
sesekali kalau memang kita jarang menderita sariawan.
Penggunaan lama dan sering justru bisa menimbulkan efek
131
samping merugikan. Tanyakan seluk-beluknya kepada dokter
dan apoteker.
Kortikosteroid hanya boleh digunakan jika kita tahu
persis bahwa sariawan yang kita alami tidak disebabkan oleh
infeksi. Jika sariawan disebabkan infeksi jamur lalu kita beri
kortikosteroid, maka infeksi bisa menjadi semakin parah.
Baca juga Bab Kortikosteroid.
4. Anestesi (pemati rasa) lokal
Misalnya benzidamin, benzokain, dan lidokain. Ini juga
bukan obat bebas.
5. Antijamur
Misalnya nistatin dan mikonazol. Obat antijamur hanya
digunakan untuk sariawan jika kita benar-benar yakin
bahwa penyebabnya yaitu infeksi jamur. Oleh sebab
pasien awam umumnya tidak bisa membedakan antara
sariawan akibat infeksi jamur dan bukan, maka obat ini
tidak termasuk obat bebas.
Jika sariawan tidak disebabkan oleh jamur, pemberian
obat ini tidak berguna sama sekali. Bahkan bisa mengganggu
keseimbangan mikroba normal di mulut. Kalau kita
“langganan” mengalami sariawan, biasanya itu bukan
disebabkan oleh jamur. Sebaiknya hindari obat ini.
132
Selain obat-obat di atas, masih ada beberapa jenis obat lain
yang sering dipakai. Namun, obat-obat di daftar di atas pada
umumnya sudah cukup untuk mengatasi sariawan.
Sekali lagi, demi alasan kesehatan, jangan terlalu gampang
memakai obat-obatan di atas. Pada awalnya obat-obat ini mungkin
manjur, tapi lama-lama hampir bisa dipastikan obat-obat ini tidak
manjur lagi. Ini memang salah satu sifat obat. Itu sebabnya kita
harus memakai obat secara cermat.
Tanpa diobati secara khusus pun, sariawan biasanya akan
sembuh dengan sendirinya dalam tempo 1–2 minggu. Jika
sariawan tidak kunjung sembuh atau sering sekali berulang,
misalnya sebulan tiga kali, kita harus waspada. Bisa jadi itu
menunjukkan adanya penyakit serius, misalnya gangguan
imunitas tubuh.
Ada kalanya gejala sakit tidak perlu diobati. Cukup
dinikmati saja rasa perihnya. Sebab, gejala sakit sering justru
bermanfaat bagi kita. Sebagai contoh, jika kita mengalami
sariawan, mungkin saja itu alarm agar kita kembali ke pola hidup
sehat: beristirahat dengan cukup, makan buah dan sayur, minum
cukup air, menghindari stres dan sebagainya. Toh sariawan akan
sembuh dengan sendirinya. Jika kita mengobatinya, mungkin saja
itu jutsru akan membuat kita lupa terhadap akarnya, yaitu pola
hidup kurang sehat.
133
Kelompok Obat Contoh nama dagang
Antiseptik
Polikresulen Albothyl Concentrate®
Povidon
iodin
Isodine Gargle®, Forinfec®,
Molexdine Mouthwash®, Neo
Iodine®, Orodin®, Scansepta
Gargle®, Septadine Gargle®
Heksetidin Bactidol®, Hexadol®, Hexadol
Gargle Mouthwash®
Klorheksidin Garglin®, Fordenta®
Dekualinium SP Troches®, Degirol®,
Efisol®, Decamedin®
Fradiomisin
& gramisidin
FG Troches®
Kortikosteroid Triamsinolon
Kenalog in Orabase®, Ketricin
Orabase®, Sinocort®
Pemati rasa Benzidamin Tantum Verde®, Tanflex®
Antijamur
Nistatin Candistin®, Kandistatin®,
Mycostatin®
Mikonazol Daktarin Oral Gel®
134
13
OBAT
RADANG TENGGOROK
Sebagian besar pasien mungkin akan langsung mengingat
tablet isap setiap kali disebut “obat radang tenggorok”. Tidak
salah. Tablet yang dalam bahasa Inggris disebut lozenge ini
memang termasuk salah satu obat radang tenggorok yang penting.
Namun, urusan radang tenggorok sebetulnya jauh lebih kompleks
dibandingkan sekadar tablet isap.
Radang tenggorok termasuk salah satu masalah kesehatan
yang umum. Sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh
virus. Sebagian kecil disebabkan oleh bakteri. Virus dan bakteri
135
hanya dua kemungkinan penyebab. Selain keduanya, masih
banyak kemungkinan penyebab lainnya, seperti:
1. Iritasi akibat makanan/minuman
Misalnya makanan yang terlalu panas, terlalu dingin,
gorengan, pemanis buatan, sirup gula yang terlalu manis,
penyedap rasa, dan sejenisnya. Bisa juga iritasi terjadi akibat
getah buah, misanya sawo, nanas, atau nangka.
2. Polusi udara
Misalnya, asap rokok (baik pada perokok aktif maupun
perokok pasif), debu, asap knalpot, asap pembakaran, uap
cairan kimia, dan sejenisnya.
3. Infeksi di hidung bagian dalam
Infeksi di daerah ini bisa menyebabkan cairan ingus yang
berisi kuman turun ke tenggorok dan menularkan infeksi.
4. Sakit mag parah
Pada gangguan lambung yang parah, cairan asam lambung
bisa naik dan mengiritasi tenggorok.
5. Bernapas memakai mulut
Ini sering terjadi pada pasien yang hidungnya buntu akibat
pilek atau pasien yang tidur dengan posisi kepala yang salah.
136
Aliran udara lewat mulut menyebabkan tenggorok menjadi
kering dan mudah mengalami iritasi. (Dalam kondisi sehat,
tenggorok kita selalu dalam keadaan lembap.)
6. Iritasi pita suara
Misalnya sebab terlalu banyak mengeluarkan suara keras atau
terlalu bersemangat berpidato.
7. Infeksi amandel
Amandel berada di ujung atas tenggorok. Jika organ ini
mengalami infeksi, tenggorok bisa ikut mengalami radang.
Ada banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab radang
tenggorok. Sebelum kita berpikir tentang obat, sebaiknya kita
mengidentifikasi dulu penyebabnya. Kita ingat-ingat apa saja yang
kita lakukan sebelum mengalami radang tenggorok. Makanan apa
saja yang kita santap.
sesudah kita bisa mengidentifikasi penyebabnya, barulah kita
berpikir tentang obat yang tepat. Masing-masing penyebab di atas
mungkin membutuhkan obat yang berbeda-beda.
Jika disebabkan oleh virus, radang tenggorok pada
umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam tempo 1–2
minggu, sama seperti flu-pilek. Tanpa diobati secara khusus pun
akan sembuh dengan sendirinya. Tak perlu antibiotik sebab obat
ini tidak efektif membasmi virus. Jika radang disebabkan oleh
137
bakteri, barulah kita akan membutuhkan antibiotik. Baca juga Bab
Antibiotik.
Jangan membeli antibiotik sendiri. Sayangi anak cucu kita
nanti. Di negara kita , antibiotik semacam amoksisilin seolah-olah
sudah menjadi obat bebas untuk semua jenis radang tenggorok.
Padahal, sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh virus.
Bagaimana membedakan radang yang disebabkan oleh virus
dan bakteri? Sebagai pasien awam, kita sulit membedakan
keduanya. Ini pekerjaan dokter yang memang dilatih untuk
membedakannya. Sebagai patokan sederhana, sebaiknya kita ke
dokter jika radang disertai dengan salah satu dari gejala di bawah:
Demam lebih dari 38 C
Nyeri saat menelan makanan
Pembesaran kelenjar getah bening di leher (tampak dari
pembengkakan leher)
Bengkak atau adanya nanah di amandel
Sakit kepala, mual, atau muntah
Ada riwayat kontak dengan penderita radang tenggorok
Radang tidak sembuh lebih dari seminggu
Jika ada salah satu dari gejala di atas, mungkin radang itu
disebabkan oleh bakteri. Jika penyebabnya bakteri, sebaiknya kita
tidak melakukan pengobatan sendiri agar terhindar dari
138
kemungkinan salah memakai antibiotik. Antibiotik yaitu
wilayah dokter.
Jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menular ke pasien -
pasien yang melakukan kontak secara dekat, misalnya anggota
keluarga, teman di kelas, atau kawan di asrama. Infeksi bakteri ini
lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja dibandingkan pasien
dewasa. Pada pasien dewasa, kemungkinannya hanya sekitar 1 dari
10. Sementara pada anak-anak dan remaja, kemungkinannya
sekitar 3 dari 10. Itu sebabnya pada anak-anak, radang tenggorok
harus lebih kita waspadai.
Jika gejalanya ringan, misalnya rasa gatal dan kering di
tenggorok, batuk, demam di bawah 38 C, hidung meler, nafsu
makan berkurang, atau suara agak parau, kita mungkin bisa
mengobati gejala-gejala itu dengan obat-obat yang bukan obat
resep.
Memang ada infeksi virus yang berbahaya, namun sebagian
besar radang tenggorok akibat virus tidak berbahaya dan bisa
sembuh dengan sendirinya.
Sebelum kita memakai obat-obat apotek, kita bisa
memanfaatkan obat-obatan sederhana untuk meredakan rasa
sakitnya. Misalnya, berkumur dengan air garam hangat (1 sendok
5 ml garam dalam 250 ml air), berkumur air rebusan daun sirih,
atau minum teh hangat yang dicampur madu.
139
Selain itu, yang tak kalah penting untuk dilakukan yaitu
mengurangi faktor-faktor yang bisa memperparah radang, seperti:
Menghindari polusi udara
Mengeluarkan suara seperlunya saja
Makan makanan yang lembut
Mematikan AC atau mengatur udara ruangan agar cukup
lembap dan tidak terlalu kering
Untuk mengurangi gejala akibat radang itu, kita bisa
memakai obat-obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter,
misalnya:
Jika radang disertai nyeri atau demam, kita bisa minum obat
pereda nyeri dan penurun panas seperti parasetamol atau
ibuprofen. Baca Bab Obat Demam, juga Bab Obat Sakit
Kepala dan Nyeri.
Jika radang disertai rasa gatal tenggorok, hidung meler dan
tersumbat, kita bisa minum obat antihistamin (antialergi
seperti CTM) atau dekongestan (pelega hidung seperti
pseudoefedrin). Baca Bab Obat Alergi, Bab Obat Fu-Pilek, Bab
PPA & Obat Pelega Hidung.
Jika radang tenggorok disertai asma, kita bisa minum obat
asma.
140
Sama seperti pada obat sariawan, untuk mengurangi iritasi
sekaligus sebagai antiseptik lokal di tenggorok, kita bisa
memakai tablet isap, misalnya yang berisi dekualinium.
Contoh merek dagang: SP Troches®, Degirol®, Efisol®. Kita
juga bisa memakai obat semprot tenggorok yang berisi
fenol. Contoh merek dagang: Cooling 5®. Baca juga Bab Obat
Sariawan.
Bagaimana dengan FG Troches®? Obat ini termasuk
golongan antibiotik yang bekerja lokal di rongga mulut dan
tenggorok, mengandung fradiomisin dan gramisidin-S.
Di negara kita tablet isap ini cukup populer di kalangan
masyarakat awam sampai sering diperlakukan seperti permen. Ini
jelas kebiasaan yang tidak sehat. Sekalipun risiko resistensinya
tidak sebesar antibiotik semacam amoksisilin, tablet isap golongan
antibiotik tetap tidak boleh dikonsumsi seperti permen. Kalau
memang terpaksa membeli sendiri, setidaknya tanyakan seluk-
beluk obat ini kepada apoteker. Jangan gunakan tablet isap ini
lebih dari seminggu.
Makin sering kita minum obat, lama-lama obat itu bisa
menjadi tidak mempan lagi. Itu sebabnya obat harus digunakan
secara cermat.
141
14
OBAT BRONKITIS
Salah satu gangguan kesehatan yang mirip dengan radang
tenggorok yaitu bronkitis. Keduanya tidak sama tapi memang
terjadi pada daerah yang berdekatan. Radang tenggorok terjadi di
bagian yang disebut faring. Itu sebabnya di leaflet obat kadang
radang tenggorok disebut faringitis.
Sementara bronkitis yaitu radang yang terjadi di bronkus.
Bronkus merupakan saluran udara dari tenggorok menuju ke paru-
paru. Bronkitis yaitu nama lain radang bronkus. Sementara
faringitis yaitu nama lain dari radang tenggorok. (Akhiran -itis
berarti radang.)
142
Bronkitis umumnya disertai dengan gejala batuk (kadang
berdahak, kadang tidak), napas sesak dan pendek-pendek, kadang
berbunyi (mengi). Batuknya khas, berbeda dari batuk flu-pilek,
sebab terasa seperti berasal dari dada. Gejala lainnya mirip
dengan gejala radang tenggorok.
Sebagian besar kita biasanya mengobati bronkitis dengan
antibiotik. Padahal, radang bronkus sebagian besar disebabkan
oleh infeksi virus, bukan bakteri. Sama seperti radang tenggorok.
Kemungkinan bronkitis disebabkan oleh bakteri hanya sekitar
10%. Pada infeksi virus, antibiotik sama sekali tidak berguna,
bahkan menimbulkan efek samping dan resistensi. Meski begitu,
kadang dokter meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi
sekunder.
Bagaimana jika bronkitis disertai dengan batuk berdahak?
Apakah kita perlu minum obat batuk? Pertama-tama kita harus
mempertimbangkan bahwa batuk merupakan refleks tubuh untuk
mengeluarkan kuman atau kotoran dari saluran napas. Batuk
berguna mengeluarkan dahak di bronkus yang berisi kuman.
Kalau kita minum obat antibatuk yang menekan refleks
batuk (antitusif), sebetulnya pada saat itu kita mematikan
mekanisme tubuh mengeluarkan kuman. Obat batuk diperlukan,
misalnya, jika batuk sampai menggangu tidur dan menurunkan
kualitas istirahat. Pada saat kita tidak beristirahat, biarkan refleks
batuk bekerja mengeluarkan dahak dan kuman.
143
Bronkitis kadang bisa terjadi berbulan-bulan, terutama pada
anak. Untuk kondisi seperti ini sebaiknya jangan melakukan
pengobatan sendiri. Bawa anak ke dokter.
Jika anak kita mengalami bronkitis kronis, kita perlu
mencurigai kemungkinan penyebabnya yaitu sesuatu yang kronis
pula. Misalnya polusi udara, debu, asap rokok, asap pembakaran,
infeksi yang berulang, dan sebagainya.
Mungkin sebab di rumah ada anggota keluarga yang
merokok; mungkin sebab ventilasi udara rumah tidak baik;
mungkin sebab rumah kita berdekatan dengan jalan yang berdebu
atau dekat kawasan industri; mungkin sebab rumah kita di
daerah yang udaranya tercemar; mungkin sebab kita bekerja di
lingkungan yang udaranya banyak mengandung debu atau uap
bahan kimia. Kemungkinannya banyak sekali.
Biasanya solusi jangka panjangnya bukanlah obat melainkan
perubahan kesehatan lingkungan, misalnya memperbaiki ventilasi
udara, menjauhkan penderita dari asap, menanam pepohonan di
pekarangan rumah, atau (yang ekstrem) mungkin saja sampai
perlu pindah rumah jika memang penyebabnya yaitu polusi
udara di lingkungan rumah.
Yang tak boleh dilupakan, penderita bronkitis kronis pada
umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. Itu
sebabnya, agar penyakit ini tidak mudah kambuh, penderita harus
144
memperbaiki daya tahan tubuhnya secara umum, mulai dari
memperbaiki pola makan, olahraga, sampai istirahat.
Bronkitis bisa bertahan lama sebab radang di bronkus
memang lebih sulit sembuh dibanding radang di tenggorok.
Kadang infeksinya sudah sembuh tapi batuknya masih belum
hilang. Pengobatan bronkitis yang bisa kita lakukan sendiri yaitu
meredakan gejalanya. Misalnya, minum obat batuk-berdahak,
obat batuk-kering, obat pelega hidung (dekongestan), atau obat
asma.
Tidak ada obat batuk khusus bronkitis. Obat batuk sama
saja, baik untuk batuk akibat flu-pilek, batuk akibat radang
tenggorok, batuk akibat bronkitis, maupun akibat penyakit
lainnya. Di pasaran mungkin kita menjumpai merek obat batuk
yang memosisikan diri sebagai spesialis obat batuk-bronkitis. Ini
hanya positioning di dunia marketing.
Bronkitis akibat infeksi virus biasanya akan sembuh sendiri
dalam tempo satu atau dua minggu. Jika tidak sembuh juga dalam
dua minggu, sebaiknya kita pergi ke dokter. Kita juga sebaiknya
pergi ke dokter jika:
Batuk sampai membuat kita sulit tidur
Disertai demam di atas 38 C
Batuk disertai bercak darah
Disertai mengi atau sesak napas
145
15
OBAT MATA
Ada banyak sekali jenis gangguan mata. Di bab ini kita
hanya akan membahas gangguan mata yang banyak terkait
dengan pola pasien awam membeli obat mata secara bebas.
Sebagian obat mata memang termasuk obat bebas, tapi sebagian
besar yang lain sebetulnya bukan obat bebas.
Mata termasuk organ sensitif yang harus diperlakukan
dengan sangat hati-hati. Salah obat bisa fatal akibatnya. Itu
sebabnya sebagian besar obat mata dimasukkan ke dalam
146
golongan obat resep. Tentu saja tujuan utamanya yaitu untuk
melindungi konsumen.
Dari sekian banyak gangguan mata, yang paling sering kita
alami yaitu mata kering dan radang selaput mata. Dalam bahasa
medis, selaput yang menutupi kelopak mata disebut konjungtiva.
Penyakit radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Konjungtivitis
inilah yang paling sering membuat kita membeli obat mata.
Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebut konjungtivitis ini
sesuai dengan gejala yang kita rasakan, seperti mata merah atau
mata gatal. Gejala seperti ini sebetulnya tidak bisa digunakan
sebagai dasar untuk memilih obat mata yang tepat. Pemilihan jenis
obat haruslah didasarkan pada penyebabnya dan gejalanya, bukan
semata-mata gejalanya.
Konjungtivitis bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan,
misalnya akibat debu, alergen, virus, bakteri, lensa kontak, asap,
uap cat, bahan kimia, klorin kolam renang, atau kekurangan
cairan mata. Masing-masing penyebab itu membutuhkan
perlakukan yang berbeda.
1. Mata kering
Biasanya mata kering dapat kita rasakan dari gejala perih dan
panas di mata. Gangguan ini bisa terjadi ketika kita:
147
Bekerja lama di depan monitor
Berada di ruangan ber-AC yang udaranya kering
Berada di kabin pesawat (biasanya AC kabin pesawat
cenderung kering)
Bersepeda atau berada di tempat dengan angin kencang
atau matahari yang terik
Mengalami penurunan produksi air mata akibat usia
lanjut, menopause, kekurangan vitamin A dan omega-3,
mengalami sakit atau minum obat tertentu
Jika radang disebabkan oleh mata kering, pertolongan
pertama yang bisa kita lakukan yaitu menetesi mata
dengan air mata artifisial. Obat golongan ini termasuk obat
bebas, bisa dibeli tanpa resep dokter.
Meski air mata buatan ini aman dan bisa digunakan
setiap hari, sebaiknya kita tidak memakai nya terus-
menerus sampai menjadi kebiasaan yang tidak bisa
dihilangkan. Sebisa mungkin kita harus mengatasi
penyebabnya lebih dulu—jika memang bisa dihilangkan.
Misalnya, jika penyebabnya yaitu udara AC yang
teralu kering, kita sebaiknya menyetel kelembapannya dan
mengatur arah embusan angin AC agar tidak tidak langsung
ke wajah kita. Jika penyebabnya yaitu angin kencang saat
bersepeda, kita bisa memakai kacamata pelindung.
148
Jika kita bekerja di depan komputer, biasakan sering
berkedip. Kedipan mata akan menjaga bola mata tetap
basah. Atur posisi monitor sehingga tidak terlalu tinggi.
Kalau posisi monitor berada di atas jarak nyaman
penglihatan, kita akan cenderung membuka mata lebih lebar
sehingga menyebabkan air mata cepat menguap.
Jika penyebabnya yaitu kekurangan vitamin A dan
omega-3, kita bisa meningkatkan asupan kedua gizi ini dari
makanan seperti wortel, brokoli, ikan, dan kacang-
kacangan. Intinya, penyebab mata kering harus diatasi lebih
dulu agar tidak perlu memakai obat mata setiap hari.
Sebab, jika sering kering, mata akan mudah mengalami
radang dan infeksi.
Bagaimanapun, produk air mata buatan ini tidak bisa
sama persis dengan air mata yang diproduksi oleh tubuh
manusia. Sebagian produk bahkan sengaja ditambahi
pengawet, misalnya benzalkonium klorida, untuk mencegah
pertumbuhan kuman.
sebab itu, sebaiknya obat tetes ini tidak digunakan
dalam jangka panjang sampai berbulan-bulan. Apalagi obat
jenis ini tidak mengobati kondisi sakitnya, hanya
melembapkan, melumasi, dan mengurangi gejala sakitnya
sesaat.
149
Kandungan cairan mata artifisial misalnya natrium
klorida, kalium klorida (potasium klorida), dekstran 70,
hipermelose (hidroksipropil metilselulose), karmelose
(karboksimetilselulose), polivinil alkohol.
Jika memang sakit yang kita alami yaitu mata kering
saja, hindari penggunaan obat tetes mata selain kelompok
pelumas dan pelembap ini, apalagi jika untuk pemakaian
lama.
Golongan Contoh merek dagang
Air mata
buatan
Insto Moist®, Rohto Tears®, Cendolytreers®,
GenTeal®, Sanbe Tears®, Braito Tears®, Isotic
Tearin®, Tears Naturale II®, Optifresh®,
Liquifilm®, Cenfresh®
2. Debu
Jika radang disebabkan oleh debu, mata harus dibersihkan
lebih dulu dengan air bersih yang mengalir atau dengan cairan
mata artifisial. Rasa gatal dan tidak nyaman akibat iritasi bisa
kita redakan dengan kompres air. Caranya, celupkan kain
bersih ke dalam air, peras sedikit, lalu tempelkan di mata yang
150
tertutup. Untuk meredakan radangnya, kita bisa memakai
obat-obat bebas yang mengandung dekongestan (pelega) mata.
Fungsi dekongestan mata mirip dengan dekongestan hidung,
yaitu melegakan mata. Contoh obat: tetrahidrozolin,
nafazolin, oksimetazolin, silometazolin, fenilefrin. Obat-
obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah
yang menyebabkan warna merah di mata. Kadang obat mata
golongan ini juga ditambah zat astringen untuk mengurangi
iritasi, misalnya seng sulfat.
Golongan Contoh merek dagang
Dekongestan
(pelega) mata
Insto®, Visine®, Rohto®, Ailin®, Braito
Original®, Isotic Clearin®, Optrine®,
Santo®, Visolin®, Visto®, Oculosan®,
Vitrasin®
3. Alergi
Pada sebagian pasien , debu jalanan tak hanya bisa
menyebabkan iritasi biasa, tapi kadang bisa juga menimbulkan
alergi. Gejala alergi mata umumnya lebih parah dibandingkan
sekadar iritasi biasa. Selain debu jalanan, contoh alergen lain
yaitu debu tanaman atau debu dari hewan. Biasanya
151
konjungtivitis akibat alergi ini terjadi pada pasien yang
memang punya bakat alergi.
Untuk meredakan rasa gatal, kita bisa memakai
kompres hangat. Untuk meredakan alerginya, kita bisa
memakai obat mata yang mengandung
antialergi/antihistamin. Contoh antialergi dalam obat mata:
antazolin, pemiroslat, kromolin (kromoglikat), feniramin
maleat.
Golongan Contoh merek dagang
Antialergi
(antihistamin)
Alegysal®, Chrom-Ophtal®, Albalon-A®,
Alegysal®, Flamergigi®, Isotic Azora®,
Naphcon-A®, Vasacon-A®, Convers®,
Optohist®
Jika alergi mata cukup parah, obat bebas mungkin tidak
cukup meredakannya. Pasien harus ke dokter. Mungkin dokter
perlu meresepkan obat mata yang mengandung
kortikosteroid. Baca juga Bab Kortikosteroid.
Semua obat yang mengandung kortikosteroid termasuk obat
keras sebab bahan obat ini mungkin bisa menimbulkan efek
buruk. Sebaiknya hindari penggunaannya kecuali atas resep
dokter. Contoh kortikosteroid yang biasa digunakan di dalam
152
obat mata: deksametason, betametason, prednisolon, dan
hidrokortison.
4. Infeksi
Kita sebagai pasien awam mungkin sulit membedakan radang
mata akibat infeksi atau bukan. Sebagai patokan sederhana,
radang akibat infeksi biasanya disertai gejala mata banyak
berair, rasa gatal disertai nyeri, dan adanya tahi mata. Jika
produksi tahi mata banyak, kadang kotoran ini sampai
membuat mata sulit dibuka saat kita bangun tidur.
Gejala infeksi mata memang tidak selalu seperti itu. Tapi
pedoman sederhana ini bisa kita gunakan sebagai dasar untuk
segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala
seperti itu, terutama jika sakit mata tidak sembuh dalam tiga
hari.
Infeksi mata biasanya juga diawali dari satu mata (mata kiri
atau kanan saja) kemudian menular ke mata di sisi lain. Jika
sakit mata itu dialami bersamaan atau bergantian oleh pasien -
pasien satu rumah, satu kelas, atau satu tempat kerja,
kemungkinan besar itu memang disebabkan oleh infeksi.
Jika penyebabnya yaitu infeksi bakteri, radang jenis ini
harus dilawan dengan obat tetes atau salep mata yang
mengandung antibiotik. Antibiotik di obat mata jenisnya
bermacam-macam. Contoh antibiotik bisa dilihat di Bab
153
Antibiotik. Semua antibiotik termasuk kategori obat resep.
Sebaiknya jangan memakai nya secara bebas tanpa
konsultasi ke dokter.
Selain bakteri, virus penyebab flu pilek dan radang
tenggorok juga bisa menjadi biang infeksi mata. Jika infeksi
mata disebabkan oleh virus yang sama dengan virus flu-pilek
atau radang tenggorok, penyakit ini biasanya akan sembuh
dengan sendirinya seperti flu-pilek. Obat mata yang
mengandung antibiotik tidak akan berguna sebab memang
antibiotik hanya bisa melawan bakteri tapi tidak bisa
membasmi virus.
Untuk beberapa jenis virus tertentu, diperlukan obat dengan
kandungan antivirus yang hanya bisa didapat dengan resep
dokter. Dalam kondisi infeksi virus, dokter mungkin akan
meresepkan obat mata berisi antibiotik dengan daya kerja
ringan untuk mencegah infeksi bakteri.
Pasalnya, pada saat mata sakit, apalagi jika disertai rasa
gatal yang sangat mengganggu, kita cenderung mengucek-
uceknya. Makin sering dan makin kuat kita mengucek-
uceknya, justru makin besar kemungkinan mata terkena infeksi
berikutnya. Itu sebabnya mata gatal sebaiknya tidak diucek-
ucek. Untuk meredakan gatalnya, kita bisa memakai
kompres hangat atau obat tetes yang mengandung
antihistamin.
154
Untuk mencegah radang mata akibat infeksi, kita bisa
melakukan beberapa tip berikut:
Sering-sering ganti sarung bantal, tak perlu menunggu
sampai kumal. Saat mata mengalami infeksi, ganti
sarung bantal setiap hari untuk mencegah penularan.
Jangan berbagi peralatan-peralatan yang kontak dengan
mata seperti sapu tangan dan handuk.
Saat sakit mata, jangan gunakan kosmetik mata, juga
jangan berbagi kosmetik mata dengan pasien lain.
Saat sakit mata, untuk sementara jangan gunakan lensa
kontak. Jika sudah sembuh, gunakan lensa kontak
secara higienis sesuai petunjuk.
Jangan membiasakan diri mengucek mata. Jika perlu
membersihkan kelopak mata, gunakan tisu.
Sering-sering cuci tangan.
Jangan berbagi obat mata dengan pasien lain sebab ini
akan meningkatkan kemungkinan penularan.
Gunakan kacamata pelindung terutama saat berada di
luar rumah.
Hindari angin kencang sebab biasanya aliran udara
yang kuat membawa debu, alergen, kuman, dan
menyebabkan mata menjadi kering.
155
Saat meneteskan mata, lensa kontak harus dilepas dulu.
sesudah lima belas menit kemudian, lensa bisa dipakai
lagi.
Saat memakai tetes mata, jangan sentuhkan ujung
penetes dengan apa pun, termasuk jari tangan atau mata.
Kontak dengan benda lain mungkin justru bisa
membawa kuman masuk ke dalam obat mata itu.
156
16
OBAT ALERGI
Sebagai bagian dari kemampuan bertahan hidup, tubuh
manusia sudah dibekali dengan sistem imun (daya tahan). Sistem
imun ini akan bereaksi setiap kali terpapar sesuatu dari luar tubuh,
misalnya bakteri, virus, bahan kimia, dan sejenisnya. Sistem imun
inilah yang menjadi benteng pertahanan pertama kalau tubuh
kemasukan benda-benda asing yang berbahaya.
Namun, ada kalanya sistem imun mengalami gangguan.
Bahan-bahan yang tidak berbahaya pun dilawan sebab dianggap
berbahaya. Reaksi keliru inilah yang kemudian muncul dalam
bentuk alergi.
Bahan-bahan yang biasanya menyebabkan alergi pada
sebagian pasien antara lain debu, rambut hewan, gigitan serangga,
157
serbuk sari, udang, ikan, seafood, kacang-kacangan, kedelai, telur,
susu formula, tepung terigu, lateks (karet), keringat, asap rokok,
bahan kimia (misalnya detergen), dan obat-obatan tertentu (seperti
ampisilin dan amoksisilin). Reaksi alergi bisa juga dipicu oleh
kondisi, misalnya suhu udara yang terlalu dingin.
Gejala alergi sangat bervariasi, mulai dari yang ringan
sampai yang sangat berat. Mulai dari hidung meler, bersin-bersin,
gatal, iritasi, biduran, radang tenggorok, bengkak, hipotensi
(tekanan darah rendah), asma, diare, muntah, jantung berdebar-
debar, sampai pingsan dan syok.
Ada dua kelompok besar obat alergi, yaitu:
1. Antihistamin
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin
yaitu bahan yang bertanggung jawab terhadap timbulnya
gejala alergi. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat,
difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin, setirizin,
loratadin, desloratadin, dan fexofenadin.
Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling
banyak digunakan yaitu klorfeniramin maleat yang dalam
bahasa sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM,
singkatan dari chlor-trimeton, nama lainnya.
Biasanya antihistamin, terutama antihistamin generasi lama,
memiliki efek samping menyebabkan kantuk dan mulut kering.
Itu sebabn












