Tampilkan postingan dengan label Efek pakai obat 40. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efek pakai obat 40. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2026

Efek pakai obat 40





 menghindari risiko timbulnya kanker payu 

dara melalui kemoprevensi. Dengan istilah 

ini dimaksudkan penghindaran penyakit 

melalui medikasi. Dewasa ini kanker payu 

dara masih merupakan salah satu pemicu  

kematian utama para wanita. Penghindaran 

jenis kanker ini merupakan masalah yang 

sangat sulit, disebabkan demikian banyak 

faktor risiko yang tidak dapat dihindari 

(kadar estrogen tubuh sendiri, gangguan 

menses dan menopause, usia, genetik dan 

mutasi gen), maupun fakto risiko yang ada 

kemungkinan dapat diintervensi seperti pola 

hidup, obesitas dan inaktivitas.

Obat-obat penghambat aromatase mungkin 

dapat memberikan perubahan drastis sebab  

ternyata lebih efektif dan lebih aman daripada 

tamoksifen untuk menghindari residif kanker 

payu dara pada wanita postmenopause. 

Sebelum menopause produksi utama da-

ri estrogen berlangsung di ovaria. sesudah  

menopause estradiol dan estron terutama di-

bentuk oleh enzim aromatase dari masing-

masing testosteron dan androstendion di ja-

ringan perifer (lemak, otot, hati, tumor 

mammae). Lihat skema biosintesis hormon-

hormon ini Gambar 43-1 pada Bab 43, Zat-

zat Androgen dan Bab 46, Kortikoste roid. 

Melalui blokade aktivitas enzim aromatase, 

penghambat aromatase merintangi pengu-

bahan dari androgen ke estrogen, yang 

berakibat menurunnya kadar estrogen dalam 

darah dan jaringan tumor. 

.......................

1. Verkooijen H.M. et al., Chemopreventie van 

borstkanker. Ned Tijdschr Geneeskd. 2012;156

2. Goss PE, Ingle JN, Ales-Martinez JE, et al. 

Exemestane for breast-cancer prevention 

in postmenopausal women. N Engl J Med. 

2011;364:2381-91.

Aromatase ada  pada ±65% dari pen-

derita tumor payudara. Anastrozol dan le-

trozol menghambat aromatase secara selektif; 

aminoglutetimida juga turut menghambat 

sintesis glukokortikoida dan steroida lain. 

Obat-obat ini khusus dipakai  pada kanker 

payudara (estrogen receptor­positive; ER+) 

yang tersebar pada wanita postmenopausal, 

bila tamoksifen tidak efektif (lagi). Dalam 

dosis tinggi zat-zat ini memperli hatkan efek 

estrogennya yang lemah dan justru bekerja 

antigonadotrop dengan menghambat sekresi 

gonadotropin. 

Efek samping: perasaan panas di muka 

(hot flashes), nyeri otot, pusing, mual, diare 

atau sembelit, perasaan lemah dan cape 

serta penipisan tulang pada wanita pasca 

menopause.

B. ZAT PROGESTAGEN

Progesteron yaitu  hormon wanita lainnya 

yang dibentuk oleh Corpus luteum, plasenta 

(dimulai dari bulan ketiga kehamilan), testes 

dan cortex anak ginjal (pria dan wanita) di 

bawah pengaruh FSH/LH dari hipofisis. 

Seba liknya kadar proge steron (dan estro gen) 

dalam darah melalui mekanisme feedback 

turut menentukan banyak nya sekresi GnRH 

dan gonadotro pin itu .

Progesteron berkhasiat menginduksi per-

alihan endometrium dari tahap  proliferasi 

(pengaruh estrogen) ke tahap  sekresi zat-

zat gizi, agar telur yang sudah dibuahi bisa 

bersarang dan berkembang menjadi janin 

(implantasi). Selanjutnya progesteron bertu-

gas memeli hara kehamilan. Oleh sebab itu, 

sesudah  C. luteum menghenti kan produk-

sinya sekitar bulan ke-4 kehamilan, plasenta 

mulai membentuk progesteron dalam jumlah 

besar, sampai 150-250 mg seharinya pada 

saat sebelum persalinan. Pada tahap  prolifera si 

hanya diproduksi 3-4 mg sehari (juga sesudah 

menopause dan pada pria), lalu pada tahap  

sekresi meningkat sampai 6-15 mg. 

Zat-zat progestagen

Zat-zat progestagen atau progestativa yaitu  

steroid sintetik dengan kegiatan progesteron, 

namun  spektrum kerjanya berbeda banyak. 

Semua zat berkhasiat progestagen, namun  

tidak semuanya memiliki efek gesta gen (me-

melihara kehamilan), menghambat ovulasi 

atau berkhasiat anti estrogen. Bahkan bebe-

rapa di antaranya memiliki sifat-sifat baru, 

seperti efek estrogen walaupun lemah. Ber-

lainan dengan proge steron zat-zat ini aktif 

secara oral.

Secara kimiawi zat-zat ini dapat dibagi dalam 

2 kelompok, yaitu:

a. derivat progesteron: hidroksiprogesteron, 

medroksiproge ste ron, megestrol dan didro­

gesteron. 

b. derivat testosteron: noretisteron, tibolon, 

norgestrel, linestrenol, desoge strel, gestoden 

dan alilestre nol. Semua zat ini juga me-

miliki efek androgen, kecuali alilestre-

nol. Lines trenol, noretisteron dan tibolon 

berefek estrogen. Norgestrel, desogestrel 

dan gestoden memiliki efek anti estro gen 

kuat, begitu pula noretisteron, linestrenol, 

megest rol dan medroksi progesteron, teta-

pi lebih lemah. 

Khasiat farmakologi

Di bawah ini diberikan ringkasan khasiat 

progesta gen terpenting, yaitu:

a.  efek progestagen, yaitu mempersiapkan 

rahim untuk implantasi telur melalui in-

duksi tahap  sekresi dari endometrium 

b. efek gesta gen berupa memelihara keha-

milan. Kedua efek ini paling nyata pada 

OH­progeste ron, didroge steron dan aliles­

tre nol. berdasar  sifat ini gestagen di-

gunakan un tuk menghind ari abortus. 

Medroksiprogesteron juga bekerja gesta-

gen, namun  tidak dian jurkan berhubung 

efek androgennya.

c.  anti ovulasi. Sebagai anti gonadotrop, 

zat ini bersifat mencegah ovulasi. Sifat ini 

terutama kuat pada noretisteron, norgestrel, 

linestrenol, desogestrel dan gestoden. Oleh 

sebab  sifat itu, zat-zat ini ada  dalam 

kebanyakan pil antihamil.

d.  efek androgen dimiliki oleh progesteron 

dan kebanyakan zat progestagen turunan 

(nor)testosteron. Dalam dosis tinggi zat-

zat ini mengurangi produksi androgen 

(dan estrogen). 

e. efek estrogen. Khususnya derivat testos-

teron berkhasiat estro gen lemah, sebab  di 

dalam hati diubah menjadi estrogen. Efek 

antiestrogennya nampak dari khasiatnya 

untuk mengentalkan lendir cervix, yang 

justru mencair di bawah pengaruh es-

trogen. Efek ini merupakan salah satu 

mekanisme kerja dari pil antiha mil dan 

terkuat pada norgestrel.

f. efek termogen, yaitu meningkatkan suhu 

badan. Sesudah ovulasi, kadar proges-

teron darah meningkat sebab  C. luteum 

mulai memproduksinya dan suhu dasar 

badan naik kira-kira 0,38º C.

Prinsip ini dipakai  pada metode suhu anti­

konsepsi, lihat Bab 45, Antikonseptiva.

pemakaian nya

pemakaian  progestativa yang terpenting 

yaitu  pada berbagai keadaan, yaitu :

– prevensi abortus yang mengancam (abor­

tus imminens) sebab  kekurangan pro-

gesteron. Berhubung risiko mencederai 

C. luteum (luteolyse) dan memicu  

cacat pada janin (teratogenese), sebaiknya 

jangan memakai  zat-zat sintetik, 

namun  (hidroksi) progesteron atau aliles-

trenol.

– pil antihamil (bersama estrogen), juga 

sebagai zat tunggal dalam pil mini dan 

pil suntik, berda sar kan khasiatnya me­

nekan ovulasi dan menstru asi. Efektivi tas-

nya lebih ringan daripada pil kombinasi. 

Juga sebagai senyawa tunggal dalam pil 

implantasi.

– gangguan haid akibat defisiensi pro-

gesteron dan pada PMS (premenstrual 

syndrome), yaitu sekelompok gejala tidak 

nyaman sebelum datangnya haid (muru ng,

tegang, mudah tersinggung serta nyeri 

payudara dan nyeri kepala). Efekti-

vitasnya pada PMS masih diragukan.

– klimakterium sebagai tambahan (12-14 

hari per siklus) pada terapi suplesi dengan 

estrogen untuk mengurangi risiko kanker 

endometrium. Tibolon dipakai  sebagai 

monoterapi tanpa estrogen

– endometriosis yang memicu  ke-

mandulan

– kanker endometrium/mammae tersebar 

yang tidak dapat dibedah

Efek samping

Zat-zat progestagen dapat memicu  efek 

samping agak ringan seperti mual, anoreksia, 

nyeri kepala, migrain, peningkatan berat 

badan, juga perdarahan penarikan sesudah  

pemakaian nya dihentikan. Selain itu juga 

memperlihatkan efek-efek lain, terutama pa-

da dosis tinggi, seperti :

– efek virilisasi pada (janin) wanita bila 

dipakai  untuk jangka waktu lama 

dengan dosis tinggi, khususnya derivat 

testosteron akibat kerja sisa androgennya. 

Juga udema akibat retensi garam dan air

– efek sentral. Pada dosis tinggi semua 

steroid menekan SSP dan dapat menim-

bulkan rasa kantuk, kelesuan, perubahan 

suasana jiwa dan depresi

– gangguan hati, khususnya dapat terjadi 

penyumbatan saluran empedu (chol es­

tasis).

Zat anti progestagen

Zat-zat ini “melawan” khasiat progesteron 

melalui blokade reseptornya secara kompe-

titif di organ tujuan. dipakai  khusus se-

bagai abortivum medis (misalnya janin mati) 

berdasar  peniadaan efek gestagen dari 

progesteron. Kehamilan dihentikan akibat 

efek progesteron terhadap endometrium di-

hambat. Yang terkenal yaitu  mifep riston 

(Mifegyne) dengan struktur steroid, yang 

dengan dosis tunggal (600 mg) efektif untuk 

±80% bila diberi kan sampai 6 minggu sesudah  

haid terakhir. Bila 36-48 jam kemudian te-rapi 

disusul dengan suatu prostaglandin, misal-

nya dinopros ton (Prostin E2), hasilnya naik 

sampai 95%. 

Di samping itu, mifep riston 10 mg dipakai  

sebagai morning-after-pill (anti hamil) yang 

sangat aman dan dapat dipercaya, lihat Bab 

45, Antikonseptiva oral.Pil abortus ini sudah 

dipasarkan di banyak negara Eropa, antara 

lain di Skandinavia, Inggris, Belgia, Jerman, 

Austria, Yunani dan Belanda.

MONORAFI

A. ESTROGEN

1. Estradiol: E2, Progynova, Estraderm TTS

Estrogen alamiah terkuat ini diperoleh 

antara lain dari jaringan plasenta. Oral kurang 

aktif akibat FPE tinggi yang berlangsung 

cepat, terkecuali ester valeratnya (Progynova) 

yang lebih lambat perombakannya dalam 

hati. biasanya , zat ini dipakai  

parenteral sebagai ester long­acting, misalnya 

ester benzoat, -fenilpropionat dan -valerat 

(Progy non depot). Terapi substitusi pada ke-

luhan klimakterium dan prevensi osteo-

porosis perlu dikombinasi dengan suatu zat 

progestagen selama 10-14 hari per 4 minggu. 

Estradiol diserap dengan baik melalui kulit 

(plester Estra derm) dan mukosa (krem vagi-

nal). 

Dosis pada insufisiensi dan prevensi osteo-

porosis : Oral 1 dd 1-2 mg p.c. (-valerat) siklis, 

bersama suatu progesta gen. Transkutan: 1 

plester Estraderm TTS 50 yang melepaskan 

50 mcg/24 jam setiap 3-4 hari, bersama 

progestagen selama 12-14 hari per bulan. 

Intramuskuler 10 mg valerat/mi nyak pada 

hari ke-1 dan ke-14 bersama progestagen 

pada hari ke-19 sampai ke-26. Subkutan: tablet 

implantasi 20 mg setiap 4-8 bulan. [TTS = 

Transdermal Thera peutic System].

*Cyclo­Progynova: estradiol valerat 2 mg + 

norgestrel 0,5 mg

*Femoston : estradiol 2 mg + didrogesteron 10 

mg

*Etinilestradiol (EE, Lynoral, *Diane 35, *Ly­

ndiol, *Marvelon, *Microgynon, *Triquilar, *Gy­

nera, *Mercilon) yaitu  derivat semi sinte-

tik yang berkhasiat sangat kuat, oral sama 

efektifnya dengan estradiol i.m. (atau 25 x 

daripada pemakaian  oral). Zat ini juga dapat 

dipakai  oromukosal dan merupakan 

komponen dari banyak pil antihamil dengan 

kadar 20-50 mcg. Resorpsi dari usus cepat dan 

lengkap, namun  sebab  FPE tinggi maka BA 

hanya 40%. PP ±98%, plasma-t½ 6-20 jam. 

Mengalami siklus enterohepatik. Ekskresi 

melalui feses (60%) dan urin secara utuh dan 

sebagai metabolit.

Dosis:pada defisiensi oral 10-30 mcg selama 

2 minggu per siklus haid; prevensi osteoporosis: 

15 mcg sehari p.c. secara siklis, selalu bersama 

progestagen. Sebagai ‘morning-after-pill’ 1 

dd 1 mg p.c. selama 5 hari, dimulai 12 jam 

(maksimal 72 jam) sesudah  senggama, namun  

MAP yang paling efektif yaitu  pil antihamil 

2 x 2 tablet dengan jarak waktu 12 jam. Lihat 

Bab 45, Antikonseptiva. Morning-after pill.

* Mestranol yaitu  metileter-EE yang baru 

aktif sesudah di dalam hati dirom bak menjadi 

EE kembali. Adakalanya zat ini dipakai  

dalam sejum lah pil antihamil, walaupun 

tidak lebih baik dibandingkan dengan EE. 

Aktivitasnya: mestranol 80 mcg = EE 50 mcg.

2. Estron: E1, konyugat estrogen, Premarin

Hormon alamiah ini diisolasi dari air seni 

kuda hamil (1929) dan mengandung seba- 

nyak 100 mg konyugat (= -sulfat dan -glu-

kuroni da) dari sejumlah estrogen, terutama 

estron. Khasiat estrogennya agak lemah, da-

pat di-gunakan secara kontinu dan jarang 

menim bulkan perdarahan penarikan atau 

spotting bila dipakai  untuk gejala klimak-

terium. Oleh sebab  itu Premarin banyak 

sekali dipakai  untuk terapi substitusi 

hormonal, juga dalam pil antihamil.

sesudah  diserap konyugat estron baru 

menjadi aktif sesudah  dihidrolisis menjadi E1 

(dan E3) bebas. Sebagian E1 dalam hati diubah 

menjadi estriol. Efek samping lebih ringan 

daripada estradiol.

Dosis: pada klimakterium: oral 0,625-2,5 mg 

p.c. sehari, prevensi osteoporosis: 0,625/hari 

secara siklis atau konti nu, selalu bersama 

progestagen.

3. Estriol:E3, Synapause, Ovestin

Hormon alamiah yang terlemah ini juga 

aktif per oral. Sifatnya mirip estron. Sebagai 

estrogen lemah dipakai  oral pada kli-

makterium secara kontinu dan sebagai krem 

berkat efek stimulasinya terhadap mukosa 

vagina dan cerviks. Tidak memicu  proli­

fera si pada endometrium, sehingga jarang 

atau tidak memicu  perdarahan. 

Dosis: pada defisiensi oral 2 dd 2-4 mg (-suk 

sinat) selama 1 minggu, lalu 1 dd 1-2 mg de-

ngan istirahat 1 minggu setiap 3 bulan. Pada 

atrofia vagina oral 1 dd 0,25-3 mg atau vaginal 

1 ovula dari 0,5 mg selama 2 minggu.

* Epimestrol (Stimovul) yaitu  derivat me-

toksi yang sebagai estrogen lemah memi-

liki aktivitas anti estrogen. Zat ini mensti-

mulasi ovulasi melalui peningkatan sekresi 

gonadotropin dan dipakai  pada keman-

dulan akibat hipofungsi hipofisis.

Dosis: oral 1 dd 5 mg selama 10 hari, di-

mulai pada hari haid ke-5. Bila perlu terapi 

dilanjutkan selama 3 siklus dengan dosis 10 

mg sehari.

4. Dietilstilbestrol (F.I.):DES, stilbestrol

Derivat stilben ini tanpa rumus steroid (1938) 

memiliki aktivitas estrogen yang letaknya 

antara E1 dan E2. Aktif secara oral dengan 

kerja panjang. Di tahun 1960-an, obat ini 

banyak dipakai  sebagai obat anti abortus. 

Sekitar tahun 1974 ternyata bahwa DES dapat 

memicu  kanker vagina (adenocarcinome) 

dan cerviks, serta kemandulan pada keturunan 

pengguna itu . Oleh sebab  itu sejak 

1980 di banyak negara DES telah ditarik dari 

peredaran. Hanya beberapa derivatnya yang 

kini masih diguna kan.

* Fosfestrol (Honvan) yaitu  derivat dioksi-

fosfat yang khusus dipakai  pada kanker 

prostat dengan dosis 3 dd 1-4 tablet dari 120 

mg.

* Diënestrol (Ortho­diënestrol) yaitu  isomer 

DES yang 4x lebih lemah. Zat ini terutama di-

gunakan sebagai krem 0,01% pada vaginitis.

B. ANTI ESTROGEN

5. Klomifen: Clomid, Profertil

Derivat klor dari stilbestrol ini (1961) ada-

lah campuran dari dua isomer dan hanya 

bentuk-cisnya yang aktif. Berkhasiat anti-

estrogen cukup baik dengan efek estrogen 

lemah dan tidak memiliki efek androgen 

atau progestagen. Kerjanya panjang dengan 

plasma-t½ ±5 hari.

dipakai  pada kemandulan wanita tan-

pa ovulasi akibat hipofung si hipofisis, te-

tapi dengan cukup estrogen endogen. Pada 

70% pasien yang diinduksi ovulasi, hanya 

±40% hamil. Pada kemandulan pria akibat 

oligospermia (terlalu sedikit sel mani), klomi-

fen menghasilkan efek yang variabel.

Efek samping jarang terjadi dan berupa 

gangguan lambung-usus dan penglihatan, 

nyeri kepala, pusing, flushing, depresi dan 

sukar tidur. Hipertrofia dari ovaria akibat 

overstimulasi dan hiperovulasi —yang dapat 

memicu  kehamilan ganda— dapat ter-

jadi, namun  lebih jarang dibandingkan dengan 

terapi HMG + HCG, lihat Bab 42, Hormon 

hipofisis.

Dosis: oral 1 dd 5 mg selama 5 hari, dimulai 

pada hari haid ke-5. Bila perlu dapat diulang 

secara siklis.

6. Tamoksifen: Nolvadex, Tamofen

Derivat klomifen ini tanpa klor (1973) me-

miliki khasiat anti estro gen kuat dan efek 

estrogen lemah. Dengan lain kata tamoksifen 

merupakan antagonis dan sebagian agonis 

dari reseptor estrogen, lambat laun sifat ago-

nisnya lebih menonjol sehingga mengurangi 

kegiatan anti kankernya.13 Hanya isomer 

transnya yang bekerja anti estrogen, namun  

oleh sinar-UV dapat diubah menjadi isomer 

cisnya dengan efek kebalikan, yaitu berkhasiat 

estrogen. Tamoksifen termasuk dalam ‘selec-

tive estrogen receptor modulators’ (SERM’s), 

yaitu obat-obat dengan sifat estrogen (terha-

dap tulang dan endometrium) maupun anti-

estrogen (terhadap jaringan payudara).

Khusus dipakai  pada kanker payudara 

(sejak tahun 1970-an) yang peka terhadap 

estrogen. Senyawa ini tidak memicu  

penurunan kadar estrogen, namun  berdasar-

kan blokade reseptor estrogen dalam jaringan 

tumor sehingga oestrogen tidak meningkat- 

kan pertumbuhan. Juga efektif untuk pre-

vensi kanker pada wanita di atas 60 tahun 

yang berisiko tinggi.

Resorpsi dari usus baik. Di dalam hati zat 

ini dirombak menjadi metab olit aktif, yang 

diekskresi sampai 80% lebih lewat empedu 

dan feses. Plasma-t½ 7-12 hari. 

Efek samping dapat berupa gangguan lam-

bung-usus, pusing, nyeri kepala, berkeri-

ngat, flushing, perdarahan tak teratur, pruri- 

tus vulvae dan sebagainya. Gejala tumor 

semula diperhebat. Yang terpenting yaitu  

hiperplasia sel endometrium dan risiko mening-

katnya kanker endome trium, begitu pula risiko 

trombosis vena tungkai/pa ru-paru dan emboli 

paru-paru.

Dosis: oral 20 mg sehari dalam 1-2 dosis 

(-sitrat), bila perlu sesudah  1 bulan ditingkatkan 

sampai 40 mg/hari. Tablet harus disimpan 

dalam wadah yang tertutup baik dan kedap 

cahaya, untuk menghindarkan inaktivasi 

oleh lembap dan sinar UV.

* Raloksifen (Evista) yaitu  derivat (1998) 

yang juga termasuk dalam SERM namun  

profilnya berbeda dari tamoksifen, yaitu 

berdasar  efek estrogen bekerja terhadap 

jaringan tulang (menghambat resorpsi tulang, 

meningkatkan massanya) dan berdasar  

efek anti-estrogen berkhasiat menurunkan 

risiko kanker mammae dan endometrium. 

Resorpsi dari usus cepat dan agak baik (60%), 

namun  BA hanya 2% akibat FPE besar. Dalam 

hati dirombak menjadi glukuronidanya, 

yang terutama diekskresi dengan tinja. PP 

di atas 98%, masa paruh ±30 jam. Terutama 

dipakai  untuk pencegahan dan pengobat-

an osteoporosis pasca menopause. Dilaporkan 

berkhasiat preventif terhadap kanker payu-

dara tanpa menstimulasi pertumbu han sel-sel 

endometrium, namun  tidak ditemukan keun- 

tungan jelas dibandingkan dengan tamoksi-

fen. Dalam dosis dari 120 mg per hari me-

nurunkan risiko timbulnya gangguan kog- 

nitif (mild cognitive impairment). Dosis: 

osteoporosis 1-2 dd 60 mg, prevensi 1 dd 60 

mg. 

C. PENGHAMBAT AROMATASE

7. Aminoglutetimida: Orimeten

Derivat piperidin ini (1981) berkhasiat anti 

estrogen melalui inhibisi enzim aromatase 

yang perlu untuk konversi testosteron men- 

jadi estradiol di jaringan perifer. Berkhasiat 

pula merintangi sintesis kortikosteroid me-

lalui blokade pengubahan kolesterol menja- 

di pregnenolon, selain itu menghambat sinte-

sis hormon tireoid. dipakai  pada kanker 

payudara dan prostat yang sudah bermetas- 

tasis sebagai obat pilihan kedua, dengan 

suplesi kortison. Begitu pula pada sindroma 

Cushing (dengan hiperproduksi kortisol).

Efek samping berupa menurunnya kesadar-

an (lethargia) dan ruam kulit, jarang gangguan 

hematologi. Dosis: pada kanker payudara 

dan prostat dimulai dengan 2 dd 125 mg, 

setiap minggu dinaikkan sampai 4 dd 500 

mg, bersama suatu kortikosteroid. Terhadap 

Cushing‘s sindrome dosisnya sama, pemeliha-

raan 2-4 dd 250 mg.

8. Anastrozol:Arimidex

Derivat triazol ini (cincin lima dengan 3 

atom-N dalam inti nya, 1995) berkhasiat me-

rintangi aromatase secara selektif, sehingga 

pembentukan estrogen dari testosteron di 

jaringan lemak dan otot serta di tumor payu- 

dara dihambat. Khusus dipakai  seba-gai 

obat pilihan kedua pada kanker payudara 

pada wanita pasca menopause, bila tamoksifen 

tidak efektif. Pada wanita sebelum menopause 

kurang efektif sebab  kekurangan estrogen 

akan merangsang ovaria via hipofisis untuk 

meningkatkan produk sinya (feedback).

Resorpsi dari usus cepat dan tuntas, PP 

40%, plasma-t½ 40-50 jam. Dalam hati zat ini 

dirombak dengan kuat; ekskresi berlangsung 

melalui urin, hanya 10% dalam keadaan utuh.

Efek samping terpenting berupa mual 

dan muntah-muntah, juga sakit kepala, 

punggung, udema dan tidak bertena- 

ga (astheni a). Selama kehamilan dan laktasi 

tidak boleh dipakai .

Efek samping lain berupa gejala kekurang-

an estrogen (flushing, atrofia mukosa, per-

darahan, rontok rambut) juga gangguan lam- 

bung-usus, SSP dan kulit, serta perasaan letih. 

Dosis: oral 1 dd 1 mg.

* Letrozol(Femara) juga derivat triazol (1996) 

dengan khasiat dan sifat yang sama. Daya 

kerjanya lebih panjang, t½ sampai 2 hari. 

Dosis: 1 dd 2,5 mg.

D. PROGESTAGEN

1. Progesteron (F.I.): Progestine, Progestan, 

Crinone

Progesteron diperoleh dari ovaria ternak 

(1933) atau dibuat secara sintetik dari dios-

genin atau kolesterol. Resorpsi dari usus cepat 

dan baik, namun  sebab  FPE besar, BA hanya 

kecil, rata-rata 5%. Oleh sebab  itu, zat ini 

terutama diberikan secara parenteral. Serbuk 

microfine (< 5 mcg) dalam minyak diserap 

melalui sistem limfe dan tidak mengala mi FPE 

dalam hati, oleh sebab itu aktif per oral (Proge­

stan). Dalam darah diang kut dalam keadaan 

terikat pada SHBG, lihat estradi ol. Dalam hati 

zat ini dirom bak menjadi beberapa metabolit, 

terutama pregnandiol inaktif dan juga (di)

hidroprogesteron aktif. Zat-zat ini dieks-

kresi lewat urin sebagai glukuronidanya. 

Plasma-t½ 10-30 menit. Kadar pregnandiol 

dalam air seni dipakai  sebagai ukuran 

untuk menentukan produksi seharinya.

Dosis: pada insufisiensi per oral kapsul 200 

mg a.n. atau i.m. 25-50 mg selama 12-14 hari 

per bulan.

* Hidroksiprogesteron(Proluton depot) yaitu  

metabolit dengan sifat-sifat yang sama 

(1956), efek progestatif dari injeksi bertahan 

8-10 hari. Berkhasiat androgen lemah tanpa 

efek estrogen. Sekarang tidak dipakai  

lagi. Dosis: prevensi abortus i.m. 500 mg 2-3 

x seminggu, lalu 2x seming gu 250 mg (ester 

kaproat).

* Medroksiprogesteronasetat (MPA, Depo/

Pro­vera, Farlutal) yaitu  derivat sintetik 

(1958) dengan khasiat progestagen agak 

lemah. Zat ini juga memiliki efek androgen 

tanpa efek estrogen. Berlainan dengan zat-zat 

lainnya MPA tidak memengaruhi lipoprotein 

darah. dipakai  pada kanker payudara 

yang rentan hormon sesudah  menopause dan 

juga sebagai pil-suntik antikonsepsi dengan 

do-sis 150 mg MPA i.m. setiap 3 bulan. Pada 

dysmenorrhea oral 2,5-10 mg sehari.

* Megestrol(Megace, Niagestin, 1963) dapat 

dianggap sebagai turunan MPA yang dihi-

drogenasi (C6-7), namun  khasiat progesta-

gennya kira-kira 10 kali lebih kuat. Zat ini 

juga memiliki aktivitas anti estro gen. Kini 

megestrol terutama dipakai  pada kanker 

payudara (4 dd 40 mg ester asetat) dan kanker 

endome trium 160 mg sehari dalam 1-4 dosis.

* Didrogesteron (Duphaston) (1960) yaitu  

derivat dengan gugus metil pada C10; atom-H 

pada C14 berada dalam posisi alfa, artinya 

mengarah ke belakang (Lat.=retro). Maka zat 

ini disebut juga retroprogesteron. Khusus 

berkhasiat gestagen terhadap endometrium 

dan vagina tanpa efek androge n atau estro-

gen, juga tidak menekan ovulasi.

Dosis: pada abortus mengancam (imminens) 

oral semula 40 mg, lalu setiap 8 jam 10-20 mg 

sampai 1 minggu sesudah  semua gejala hilang. 

* Nomegestrol (Lutenyl) yaitu  progestagen 

sangat selektif dan merupakan turunan dari 

progesteron alamiah. Berkhasiat anti gona-

dotrop, anti estrogen dan anti androgen le-

mah. 

2. Noretisteron: noretindron, Primolut­N

Derivat nortestosteron ini (1957) berkhasiat 

menekan ovulasi serta memiliki aktivitas 

androgen dan estrogen lemah, juga efek 

anti  estrogen. Banyak dipakai  dalam pil 

antihamil (1-3 mg N.ase tat), juga untuk me-

nunda haid. Plasma-t½ 5-14 jam.

Dosis: menunda haid 3 dd 5 mg dimulai 

selambat-lambatnya 3 hari sebelum haid sela-

ma maksimal 14 hari; beberapa hari sesudah 

kur terjadi perdarahan penarikan.

* Norgestrel (levo-): Mirena. yaitu  isomer 

aktif dari norgestrel (1966) dan homolog dari 

noretisteron. Efek progestagennya kuat sekali 

dengan kerja panjang (t½ 11-45 jam), juga 

berkhasiat anti estrogen kuat dan androgen 

lemah. Zat ini juga banyak sekali dipakai  

dalam pil antihamil kombinasi dengan kadar 

50-250 mcg. (*Microgy non, *Nordiol).

3. Linestrenol: Exluton, Endometril, *Lyndiol, 

*Ministat

Derivat nortestosteron ini (1961) tanpa gu- 

gus 3-keto, baru aktif sesudah  dalam hati 

dirombak menjadi noretisteron. Zat ini me-

mili ki khasiat estrogen, anti estrogen dan 

androgen. Bersifat lipofil dan distribusinya 

ke dalam organ baik. Plasma-t½ 17 jam. 

Berkat khasiat anti gonadotrop yang baik 

linestrenol terutama dipakai  dalam pil 

anti hamil kombinasi, namun  sebagai pil mini 

(monoterapi) ternyata tidak begitu meya-

kinkan dan kini sudah ditinggalkan. Juga 

banyak dipakai  pada gangguan haid. 

Dosis: gangguan haid 1-3 dd 5 mg, dalam 

pil kombinasi 0,75-2,5 mg sehari secara siklis.

*Gestoden (*Gynera, *Minulet, *Femodeen) ada-

lah derivat norgestrel dengan ikatan ganda 

pada C15-16 (1987). Berkhasiat progestagen 

terkuat dari semua derivat lainya. Profil 

kegiatannya sama dengan desogestrel. Pada 

pemakaian  lama zat ini meningkatkan 

risiko tromboemboli sampai 2 kali. Resorpsi 

dari usus hampir tuntas dan dalam hati 

seluruhnya dimetabolisasi menjadi metabolit 

inaktif. Ekskresi melalui urin dan tinja. Masa 

paruh 13-20 jam. Khusus dipakai  dalam 

pil antihamil generasi k-3.

Dosis: dalam pil kombinasi 75 mcg bersama 

EE 30 mcg (= *Gynera).

4. Desogestrel: Cerazette, *Marvelon, *Mercilon

Rumus steroid dasar zat ini sama dengan 

linestrenol. Zat ini merupakan pro-drug yang 

di dalam hati diubah menjadi keto-desoge-

strel (= etonogestrel) aktif (1981) dengan ma-

sa paruh 25-31 jam. Berkhasiat anti gona-

dotrop kuat dengan menekan ovulasi dan 

mengentalkan lendir cerviks. Juga berkha-

siat anti estro gen kuat dan bersifat androgen 

lemah. Desogestrel terutama dipakai  da-

lam pil antihamil kombi nasi dari generasi 

ketiga. 

Efek samping. Pada akhir 1995 dilaporkan 

suatu penelitian WHO, yang menunjukkan 

adanya risiko tromboemboli yang dua kali lebih 

tinggi pada pengguna pil antihamil dengan 

desogestrel dan gestoden. Risiko itu  untuk 

wanita yang tidak menelan pil yaitu  1: 

10.000, bila menelan pil konvensional lainnya 

rata-rata 1,3 : 10.000, sedang  dengan ke-

dua pil generasi-ke3 rata-rata 2,5: 10.000. 

Oleh sebab  itu di sejumlah negara Eropa 

(antara lain di Inggris, Jerman dan Norwegia) 

ahli-ahli kesehatan telah menganjurkan para 

dokter untuk memba tasi pemberian pil-pil 

itu  pada pasiennya.

Dosis: untuk antikonsepsi 0,125-0,15 mg se-

hari siklis, bersama estrogen.

* Etonogestrel (3­ketodesogestrel, Implanon) 

yaitu  metabolit aktif dari desogestrel yang 

dalam bentuk terdispersi dalam suatu kopo- 

limer ada  dalam “pil implantasi” (Im­

planon). Batang-batang kecil ini disuntik-

kan subku tan dan selama minimal 3 tahun 

membebaskan lebih dari 30 mcg etonogestrel 

sehari, yang dianggap cukup untuk men-

cegah konsepsi. Jumlah total progestagen 

dalam Impla non yaitu  67 mg. Lihat juga Bab 

45, Antikonseptiva oral.

5. Tibolon: Livial

Derivat nortestosteron ini (1988) me-

miliki ikatan ganda pada C 5-10 sebagai 

pengganti C 4-5. Berkhasiat progestagen, 

estrogen dan androgen, namun  semuanya 

agak lemah. Tidak merangsang mukosa 

endometrium atau epitel vagina dan tidak 

memicu  perdar ahan penarikan. 

Dianjurkan sebagai monoterapi pada gang-

gu an klimakterium.

Dosis: oral 1 dd 2,5 mg selama 3-6 bulan.

6. Drospirenon: *Yasmin, *Angeliq

Senyawa steroid ini (2000) memiliki ru-

mus berlainan. Di samping berkhasiat pro- 

gestagen juga berefek anti androgen Oleh 

sebab  itu memicu  retensi air lebih 

ringan dengan efek baik atas tekanan darah, 

berat badan, akne dan seborrhea. Resorpsi 

dari usus baik sekali, BA ±80%, PP 96%. Da-

lam hati dimetabolisasi tuntas yang kemu-

dian diekskresi dengan urin dan feses. Masa 

paruh 20-40 jam. 

Dosis: pil antihamil 3 mg sehari + 30 mcg 

EE (*Yasmin)

*Angeliq = drospirenon 2 mg + estradiol 

1 mg

7. Ulipristal: Esmyar

Progesteron reseptor modulator ini memi-

liki afinitas selektif dan kuat bagi reseptor 

progesteron dan afinitas minimal bagi reseptor 

androgen. Memiliki efek langsung terhadap 

besarnya myom berdasar  penghambatan 

proliferasi sel dan menginduksi apoptosis. 

dipakai  sebagai terapi awal prabedah 

myom di uterus dan merupakan terapi alter-

natif dengan GnRH agonis.

Juga sebagai kontraseptif darurat yang 

efektif sampai 120 jam sesudah  senggama tan-

pa perlindungan (unprotected).

 Dosis harian dari 5 mg menghambat ovulasi 

pada kebanyakan wanita dan memicu  

penurunan kadar FSH sebagian.

Resorpsi cepat, PP > 98% dan T1/2 38 jam. 

Metabolit-metabolitnya diekskresi terutama 

melalui feses dan 10% via urin.

Efek samping sering kali amenorroe (±82%), 

penebalan endometrium, gangguan emosi-

onal, sakit kepala dan vertigo, juga nyeri pe-

rut dan mual.

Dosis: 1 dd 5 mg selama maksimal 3 bulan.

.......................Farm. Kompas ; Goodman & Gilman 

p.1837.

 

ANTIPROGESTAGEN

8. Mifepriston: Mifegyne

Zat steroid ini (1988) berkhasiat anti pro-

gestagen melalui blokade reseptor proges-

teron. Oleh sebab  itu aktivitas hormon 

ini terhadap endometrium dan myometrium 

(lapisan otot) dihambat, sehingga stimulasi 

endometrium oleh prostaglandin lebih ber-

peran dan kontraktilitas uterus dipacu yang 

memicu  abortus. Mifepriston juga 

berkhasiat  agonis  parsial dan anti glukokor-

tikoid. sesudah  diminum BA-nya 70%, PP 98%, 

dalam hati dirombak  menjadi  beberapa meta- 

bolit aktif yang diekskresi lewat feses (90%) 

dan urin (10%). Masa paruh ±18 jam.

Terutama dipakai  untuk abortus kimia­

wi (medis) sampai dengan 49 hari sesudah  

haid terakhir bersama zat anti radang pros-

taglandin misoprostol. Dapat pula  dipakai  

sebagai MAP sampai 120 jam sesudah seng-

gama tanpa perlindungan.

Efek samping terpenting berupa perdarahan, 

kejang, nyeri perut dan mual.

Dosis: untuk penghentian kehamilan se-

kaligus 600 mg, sesudah  36-48 jam disusul 

oleh misoprostol 0,4 mg. Sebagai MAP 600 

mg sedini mungkin, sampai maks 72 jam 

sesudahnya.

 DAFTAR PUSTAKA

12. Anon. Risks and benefits of estrogen plus pro-

gestin in healthy postmenopausal women: prin- 

cipal results from the Women’s Health Initia-

tive randomized controlled trial JAMA 2002; 

288:321-33.

13.  Vogin Gary D.; N.E. J. Med. Oct.9 2003.

14108649_OBAT P(Bab 44)_T-699-717.indd   717 21/04/2015   20:08:12

B A B  4 5 

ANTIKONSEPTIVA

ANTIKONSEPSI DAN 

KELUARGA BERENCANA

Dengan bertambahnya penduduk dunia 

setiap tahun, pada tahun 2013 populasi dunia 

telah mencapai angka 7.171 juta manusia 

(United States Census Bureau)dan negara kita  

mengambil bagian sebanyak 247 juta jiwa 

(Nov. 2013). Diperkirakan penduduk dunia 

di tahun 2050 akan melambung sampai 

sekitar 8.3 and 10.9 milyar jiwa. 

1. ”World Population Prospects, the 2012 

Revision – “Low variant” and “High variant” 

values”. UN. 2012. June 15, 2013.

2. ”World population projected to reach 9.6 

billion by 2050 – UN report”. UN News Centre. 

June 14, 2013. June 16, 2013.

Teori Malthus (1766-1834; Essay on Popula-

tion) mengatakan bahwa reproduksi manusia 

cenderung merupakan deret ukur, sedang  

pasokan bahan pangan hanya tumbuh sesuai 

deret hitung. Kini sudahlah jelas bahwa 

teori Malthus ini tidak tepat sebab  kendati 

populasi dunia sudah berlipat ganda dalam 

abad terakhir, namun produksi pangan selalu 

mencukupi kebutuhan. Namun di samping 

masalah makanan, ledakan pertumbuhan 

penduduk dunia akan membawa serta 

banyak aspek sosial lainnya.

Badan Kependudukan dan Keluarga Be-

rencana Nasional (dahulu Badan Koordina-

si Keluarga Berencana Nasional), disingkat 

BKKBN, yaitu  Lembaga Pemerintah Non 

Departemen negara kita . Telah dirintis sejak 

tahun 1968 (LKBN) dan bertujuan untuk 

meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak 

serta mewujudkan keluarga kecil yang sehat 

dan sejahtera melalui pengendalian kelahiran 

dan pertumbuhan penduduk. Penyelengga-

raannya ditempuh oleh Pemerintah (BKKBN) 

maupun oleh unsur-unsur Non-Pemerintah, 

seperti organisasi profesi dan institusi Penun-

jang Program KB.

BKKBN pernah sukses dengan slogan 

dua anak cukup, laki-laki perempuan sama saja. 

Namun, untuk “menghormati”hak asasi ma-

nusia, kini BKKBN memiliki slogan dua anak 

lebih baik.

Tujuan keluarga berencana  

negara kita . 

Umum

Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak da-

lam rangka mewujudkan NKKBS (Norma 

Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang men-

jadi dasar terwujudnya masyarakat yang 

sejahtera dengan mengendalikan kelahiran, 

sekaligus menjamin terkendalinya pertam-

bahan penduduk.

Khusus

• Meningkatkan pemakaian  alat kontra-

sepsi.

• Menurunkan jumlah angka kelahiran 

bayi.

• Meningkatkan kesehatan keluarga beren-

cana dengan cara penjarangan kelahiran

Dengan demikian, kehamilan yang tidak 

diinginkan dapat ditekan dan angka kema-

tian ibu melahirkan juga akan semakin me-

nurun.

Akhir-akhir ini dilaporkan bahwa Program 

Keluarga Berencana (KB) sampai tahun 2013 

ini belum sesuai harapan. Di antara beberapa 

sasaran yang belum tercapai yaitu  angka 

fertilitas (TFR) yang mengalami stagnasi 

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   718 21/04/2015   20:09:00

Bab 45: Antikonseptiva 719

selama 10 tahun terakhir dan masih tetap 

2,6 per wanita usia 15-49 tahun. Untuk 

menghadapi salah satu tantangan ini, BKKBN 

telah me-rumuskan beberapa kebijakan dan 

strategi akselerasi pembangunan KB untuk 

tahun 2013 dan 2014, a.l. meningkatkan 

sosialisasi dan pelayanan KB di lapangan 

dengan memberdayakan institusi masyarakat 

perdesaan dan perkotaan.

.......................Deputi Bidang KB dan Kesehatan Re-produksi 

(KR) Badan Kependudukan dan Keluarga 

Berencana Nasional (BKKBN) Juni 2013.

Keluarga Berencana merupakan suatu cara 

efektif untuk antara lain mencegah morta-

litas ibu dan anak dengan menghindari ke-

hamilan risiko tinggi, mengurangi angka 

kesakitan, menghindari kelahiran yang tidak 

diinginkan, mendapatkan kelahiran yang 

memang diinginkan, mengatur jarak keha-

milan dan menentukan jumlah anak dalam 

keluarga.

Cara-cara tradisional

Metode antikonsepsi yang ideal untuk di-

gunakan secara massal harus memenuhi 

syarat sebagai berikut. Pertama-tama harus 

efektif, dapat dipercaya, aman, tanpa risiko 

gagal dan tanpa efek samping buruk, tidak 

memengaruhi senggama, mudah menggu- 

nakan dan mendapatkannya, serta harga-

nya (relatif) murah. Juga hendaknya ber-

sifat reversibel (dapat dibatalkan bila dike-

hendaki), dapat diteri ma (aksepta bel) bagi 

sipemakai dan tidak memerlukan motivasi 

terus menerus. 

Sejumlah metode tradisional seperti alat-

alat mekanis dan sediaan spermicida memenuhi 

banyak persyaratan ini, namun  dalam prak-

tik ternyata kurang dapat dipercaya. Di 

samping itu cara lainnya yaitu  sterilisasi dan 

pantangan berkala.

Alat-alat mekanis berupa kondom lateks 

(tidak tahan lemak yang berasal dari krem 

dan ovula) bagi pria yaitu  sangat populer. 

Untuk wanita tersedia pessarium dan sejak 

1994 tersedia suatu pessarium khusus, yaitu 

kondom wanita (Femidon), yang terbuat dari 

poliuretan (tahan lemak). Alat-alat ini men-

cegah pembuahan sel telur dengan mem-

bentuk rintangan mekanis bagi sel-sel mani.

Sediaan spermicida mengandung zat-zat 

yang dapat mematikan sperma tozoa dan 

agak banyak dipakai , khususnya dalam 

bentuk sediaan intravaginal. Spermicida ter-

kenal yaitu  nonoksinol dan tablet busa 

fenilmerkuriasetat yang sekarang jarang 

dipakai  lagi. Juga (pernah) banyak digu-

nakan yaitu  “Intravag” (tisu KB), yakni tisu 

yang di-impregnir dengan alkil-fenoksi-

polietoksietanol. 

pemakaian  alat mekanis memberikan per-

lin dungan yang agak tinggi, sekitar 97%, 

sedang  sediaan spermicida lebih rendah. 

Bila dipakai  bersamaan bahkan mencapai 

hampir 100%, misalnya kondom Durex Top-

safe, yang mengandung suatu spermicida. 

Akan namun  sukar sekali untuk memelihara 

motivasi berkelanjutan yang diperlukan un-

tuk memperoleh efektivi tas itu , oleh 

sebab  itu memicu  kegagalan yang 

jauh lebih tinggi, rata-rata 20%.

Sterilisasi secara operatif adakalanya dila-

kukan, baik pada wanita maupun pada pria 

(lihat di bawah). Pada wanita kedua saluran 

telur (tubae) “disumbat”, sehingga sel-sel 

telur terhenti jalan keluar ny a. Cara ini efektif 

untuk hampir 100% dan bersifat reversibel, 

artinya bila perlu salu ran dapat disambung 

kembali dengan pemulihan (70-80%) fertili-

tas. Dengan perkembangan teknik-teknik 

modern dewasa ini sterilisasi sangat diper-

mudah. Metode ovabloc dilakukan poli klinis 

tanpa narkosa dan mempergunakan suatu 

hyste roscop khusus. Melalui kateter ke mulut 

saluran telur di rahim disem protkan sedikit 

silikon yang membeku pada suhu badan. 

Dengan demikian trans por dari telur dan sel 

mani dihambat. namun  sebab  ternyata tidak 

begitu efektif, maka tidak pernah menjadi 

populer. Perkembangan baru memakai  

Essure untuk memblok saluran telur.

Cara-cara modern

Cara-cara baru yang populer dan sejak tahun 

1960-an lazim dipakai  di seluruh dunia 

yaitu  pil antikonsepsi oral, umumnya 

disebut pil antihamil atau pil KB. Metode 

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   719 21/04/2015   20:09:00

Seksi VIII: Hormon-hormon720

kedua yaitu  AKDR (Alat Kontra sepsi Dalam 

Rahim) atau IUD(intra-ute rine contraceptive 

device). 

1. IUD

IUD yaitu  alat kontrasepsi yang terbuat 

dari plastik halus dengan panjang beberapa 

cm, berupa spiral atau huruf T, yang dipasang 

oleh dokter atau bidan yang sudah terlatih ke 

dalam rahim melalui vagina dengan suatu 

alat khusus. Kerjanya diperkirakan berda-

sarkan pencegahan implantasi sel telur di 

endometrium, sebab  mukosa rahim selalu 

berada dalam keadaan terangsang dan tim-

bulnya pera dangan steril tanpa gejala. Akibat 

peradangan terjadi infiltrasi lekosit (makrofag) 

dan fagositosis dari sel-sel mani. Mungkin 

juga pelepa san prostag landin yang meningkat 

di rahim memegang peranan. pemakaian  

zat-zat antiprostaglan din (obat-obat rema 

NSAID) mengurangi sedikit efekti vitas IUD. 

Kontra indikasi pemasangan IUD / AKDR 

1. Adanya sangkaan kehamilan 

2. Pendarahan di saluran kencing

Efektivitas : Sangat efektif, yaitu 0,51 keha-

milan per 100 perempuan selama satu tahun 

pemakaian . (.......................Universitas Sumatra Utara)

Tembaga memperkuat reaksi radang dan 

berdaya toksik terhadap sel-sel mani, maka 

semua alat modern dililit dengan benang 

tembaga untuk meningkatkan daya kerja nya 

(Flexi-T, Copper T, Nova T Cu 380 AG, Multiload 

Cu, GyneFix, T-Safe Cu). Baru sesudah minimal 

5 tahun, benang tembaga larut seluruhnya 

dan IUD perlu diganti dengan yang baru. 

Efektivitas nya terletak antara 97 dan 98% 

dan dapat ditingkatkan sampai hampir 100% 

bila diimpregnir dengan progestagen. Con-

tohnya: Mirena mengandung 52 mg levo-

norge strel yang dilepaskan sebanyak 20 mcg 

sehari. Keuntungan tambahan dari cara ini 

yaitu  bahwa hormon hanya bekerja lokal di 

rahim dan tidak sistemik.

IUD juga dipakai  sebagai spiral “mor-

ning-after” (dalam 120 jam sesudah  senggama) 

berdasar  penghindaran implantasi. Lihat 

di bawah.

*Nuvaring: etinilestradiol + etonogestrel

Berbentuk cincin yang dimasukkan ke liang 

vagina dan selama 3 minggu melepaskan 

per hari rata-rata 0,015 mg etinilestradiol dan 

0,120 mg etonogestrel (= metabolit aktif dari 

desogestrel) yang diresorpsi dengan cepat 

oleh mukosa vagina.

*Evra: etinilestradiol + norelgestromin

Metode antikonsepsi berbentuk plester yang 

dalam waktu 24 jam melepaskan 34 mcg EE 

dan 203 mcg NGMN. PP NGMN > 97% dan di 

dalam hati dimetabolisasi menjadi norgestrel 

dan beberapa metabolit lain yang diekskresi 

melalui urin dan feses. T1/2 28 jam (NGMN) 

dan 17 jam (EE). Plester ini dipakai  seba-

gai alternatif bila enggan untuk tiap hari 

minum pil. Keberatannya yaitu  kurangnya 

pengalaman, efek samping lokal (iritasi kulit), 

terlepasnya plester dan harganya yang tinggi.

2. Sterilisasi pria

Vasectomy di dunia Barat cukup sering 

dilakukan, sebab  hanya memerlukan pem-

bedahan kecil poliklinis dengan pembiusan 

setempat. Menurut taksiran di seluruh du-

nia, sekitar 60 juta pria telah disterilisasi. 

Pada prosedur ini saluran mani (vas deferens) 

dalam testes diputuskan, hingga sel-sel ma-

ni terhenti jalan keluarnya dan diresorpsi 

kembali oleh jaringan testes. Pria yang telah 

disterilisasi masih tetap membentuk cairan 

mani (ejakulat), namun  tidak berisi sel-sel mani 

lagi. Cara ini efektif untuk hampir 100% dan 

dianggap sebagai sterilisasi permanen. Fungsi 

seksual lainnya seperti libido dan potensi 

tidak berkurang. Bila dikehendaki sterili-

sasi dapat ditiadakan dengan menyam bung 

kembali ujung-ujung saluran mani. namun  

ternyata ferti litas hanya pulih kembali pada 

kira-kira 70% dari kasus dalam jangka waktu 

18 bulan sesudah  pembedahan. pemicu nya 

ialah mungkin sebab  tubuh sudah mem-

bentuk antibodi terhadap spermatozoa diri 

sendiri. Lagipula ada  risiko 5% akan 

kehamilan di luar rahim (ectopic pregnancy).

3. Pil antihamil pria

Sejak beberapa puluh tahun para ahli te-

lah menye lidiki kemungkinan untuk mene-

rapkan antikonsepsi hormonal pada pria. 

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   720 21/04/2015   20:09:00

Bab 45: Antikonseptiva 721

namun  hingga kini usaha ini belum berha sil. 

Problem terbesar untuk realisasi teknisnya 

yaitu  sebab  sperma togene sis lebih sulit 

dihambat secara fisiologis daripada ovulasi. 

Misalnya ovulasi ditekan secara alamiah 

selama kehami lan dan laktasi, sedang  

spermatogenesis berlangsung terus mulai 

dari pubertas sampai mati. Spermatogenesis 

dapat dihambat oleh banyak zat, termasuk 

zat-zat anti androgen, sitostatika, gossypol, de-

rivat sulfonamida (sulfasalazin, dapson) dan 

penghambat asam folat lainnya (piri metamin). 

namun  zat-zat ini tidak dapat dipakai  

sebab  toksisitas nya atau kerjanya yang tidak 

reversibel.

Testos teron pada dosis tinggi juga menekan 

spermatogenesis, namun  memicu  rela-

tif banyak efek samping. Zat progesta gen 

berefek sama, lagi pula menghambat pro-

duk si testoste ron. Kombinasi testosteron dan 

progestagen mungkin efektif, prinsipnya 

yaitu  proge stagen memperkuat supresi 

sekresi gonadotropin dan spermatogene sis 

oleh tes-tosteron, sedang  testosteron ber-

fungsi menghind arkan efek-efek samping 

akibat supresi sekresinya. (Lancet 1996; 347: 

316).

Cara lain yaitu  melalui imobilisasi sel-sel 

mani oleh zat anti progestagen mifep riston. 

Motilitas spermatozoa tergantung dari ting- 

ginya kadar kalsium intraseluler, yang me-

nurun dengan drastis di bawah pengaruh 

mifepriston. Daya kerja ini cepat sekali dan 

bertahan hanya untuk beberapa jam, yang 

merupakan keuntungan dibandingkan de-

ngan metode hormonal. Penelitian dengan 

hewan percobaan telah memberi kan harapan 

baik. 

4. Pil perintang ovulasi

Pil antihamil yaitu  cara hormonal, yang 

memakai  hormon wanita yang ber-

khasiat mencegah pelepasan telur. Pil ini 

merupakan cara antikonsepsi yang mendekati 

ideal, sebab  paling dapat dipercaya dengan 

keamanan sekitar 99,9%. Juga bersifat reve-

rsi bel dengan efek samping yang sangat 

akseptabel. Oleh sebab  itu sekarang ini pil 

antihamil paling banyak dipakai  di selu-

ruh dunia, menurut perkiraan sekitar 180 juta 

wanita di antara usia 15 dan 49 tahun.

Keamanan dan Pearl-Index

Sebagai kriterium untuk keamanan meto-

de antikonsepsi umumnya dipakai  PI = 

Pearl Index, yang diintroduksi pada tahun 

1934 oleh biolog Amerika dr R.Pearl. Semula 

angka ini menyatakan jumlah kehamilan per 

tahun yang terjadi pada 100 wanita bersuami. 

Dengan munculnya antikonseptiva, PI digu-

nakan untuk menilai keamanan dari suatu 

metode kontrasepsi. 

PI didefinisikan sebagai jumlah kehamilan 

yang terjadi pada 100 wanita yang telah 

memakai  pil (atau menjalank an cara 

antikon sepsi lain) selama 1 tahun, yakni 

1200 siklus. Dalam praktik dapat pula 

diambil lebih dari 100 wanita selama masa 

lebih dari satu tahun, asal saja semua siklus 

dijumlahkan.

Tabel 45-1: Derajat keamanan 

beberapa cara antikonsepsi

 

   

PIL PERINTANG OVULASI

Sejarah. Pil antihamil pertama pada tahun 

1955 telah diintroduksi di Puerto Rico oleh 

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   721 21/04/2015   20:09:00

Seksi VIII: Hormon-hormon722

biolog Dr G.G.Pincus (1903-1967) yang me-

nemukan bahwa progesteron merintangi 

ovulasi. Pil kombinasi pertama yang ke-

mudian dikembangkan (Enovid) terdiri dari 

suatu estrogen dan progestagen (mestranol 

150 + noretinodrel 9,85 mcg) yang diminum 

secara siklis. Dengan demiki an terjadi si-

klus haid tanpa ovulasi, yang menyerupai 

keadaan alamiah selama beberapa bulan 

pasca persalinan. Selama waktu itu banyak 

zat estrogen dan progeste ron bersirkulasi 

dalam darah.

Pada tahun-tahun berikutnya banyak 

kombinasi lain dipasarkan, yang semuanya 

mengandung kombinasi dua hormon, yakni:

– estrogen: umumnya etinilestradiol, ada-

kalanya mestranol

– progestagen: umumnya suatu derivat 

nortestosteron, antara lain noretisteron, 

l-norgestrel, linestre nol, desoge strel,gestoden 

dan drospirenon

Dengan bertambah banyaknya pengala-

man ternyata dosis hormon itu  dapat 

sangat diturunkan dengan mempertahankan 

efektivitasnya, sedang  risiko efek sam-

ping serius menjadi minimal. Dewasa ini 

kebanyakan pil antihamil mengandung ha-

nya 20-75 mcg estrogen dan 75-250 mcg pro- 

gestagen.

Pada beberapa dekade yll berbagai alter-

natif antikonsepsi telah diintroduksikan. 

Misalnya gestagen drospirenon dalam kom- 

binasi dengan EE 20 ug, plester pil dengan 

EE dan norelgestromin, implantasi gesta-

gen dengan etonogestrel (metabolit aktif 

dari desogestrel), cincin vagina dengan 

EE dan etonogestrel dan teknik sterilisasi 

histeroskopik.

Gestagen atau progestativum yaitu  hor-

mon dengan sifat-sifat progesteron.

Mekanisme kerja

Pil antihamil berkhasiat berdasar  dua 

komponennya, yaitu:

– efek estrogen: perintangan ovulasi melalui 

supresi GnRH dan pelepasan gonado-

tropin; 

– efek progestagen: pengentalan lendir ser-

viks dan perintangan pertumbuhan endo-

metrium. Beberapa bulan sesudah  peng-

gunaan pil dihentikan, ovulasi pulih 

kembali dan pengguna bisa hamil lagi. 

Belum pernah ada  bayi yang kemu-

dian dilahir kan memperlihatkan kelainan 

buruk.

a. Perintangan ovulasi. Estrogen maupun 

progestagen masing-masing memiliki efek 

menghambat pemasakan dan pelepasan 

ovum. Terutama estrogen berkhasiat me-

nekan sekresi FSH, progestagen khusus 

menghambat sekresi LH sehingga di per-

tengahan siklus tidak terjadi puncak, yang 

mutlak bagi ovulasi. Lihat Bab 44, Hormon-

hormon Wanita, grafik di Gambar 44-2. Selain 

itu, progestagen juga berperan utama bagi 

terjadinya perdarahan sesudah  kur selesai. 

Penghambatan ovulasi nampak melalui 

penentuan kadar pregnandiol (metabolit 

progesteron) dalam air seni sesudah ovulasi 

atau kadar progesteron darah.

b. Pengentalan lendir serviks. Pada minggu 

pertama siklus, leher rahim tertutup oleh 

suatu sumbat lendir. Selama masa ovulasi di 

bawah pengaruh estrogen, lendir ini menjadi 

lebih cair dan bening untuk memudahkan 

masuknya spermatozoa ke dalam rahim. 

Akibat progestagen di dalam pil, lendir menjadi 

lebih kental dan liat, hingga sel-sel mani tidak 

dapat menembusinya lagi. Dengan demikian, 

mekanisme ini merupakan suatu katup 

pengaman ekstra terhadap pembuahan.

– Pil mini, “pil suntik” dan pil implantasi 

mengandung hanya progestagen tanpa 

estrogen dan bekerja khusus menurut 

mekanisme ini. 

– Morning-after pill antara lain meng-

gunakan estrogen tunggal dalam dosis 

tinggi dan penghentian pemakaian nya 

menginduk si perdar ahan penari kan. Le- 

bih praktis yaitu  pemakaian  2 pil 

Microgynon-50 (EE 50 + norgestrel 250 

mcg) atau 1 pil Postinor-2 (norgestrel 750 

mcg), yang diulang dalam waktu 12 jam, 

lihat di bawah.

c. Perintangan pertumbuhan endometrium. 

Di bawah pengaruh kedua hormon dalam pil, 

perkembangan dan proliferasi endometrium 

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   722 21/04/2015   20:09:00

Bab 45: Antikonseptiva 723

dihambat, tidak mengalami tahap  sekresi dan 

sesudah  pemakaian  lama malah menjadi 

lisut (atrofia). Dengan demikian dalam hal 

kedua mekanisme di atas gagal, implantasi 

telur tidak bisa berlangsung.

Jenis pil

Ada beberapa bentuk pil antihamil yang 

masing-masing berbeda baik isi, dosis mau-

pun cara pemakaian nya.

1. Pil kombinasi terdiri dari estrogen dan 

progestagen. Pil mulai diminum pada hari 

haid pertama (atau hari kelima) selama 21 

hari dan disusul dengan istirahat selama 7 

hari dengan memakai  7 pil kosong tanpa 

hormon (memory pills). Akibat turunnya kadar 

progestagen dalam darah maka pada hari 

istirahat ke-2 sampai ke-5 umumnya terjadi 

perdarahan penarikan yang mirip haid biasa. 

sesudah  istirahat dilanjutkan dengan kur 

kedua dari 21 tablet, juga apabila perdarahan 

belum berhenti tuntas. Kemudian disusul 

dengan istirahat 7 hari dan seterusnya. Pil 

kombinasi ada  dalam beberapa bentuk, 

yaitu sebagai:

a. pil monofasis (Microgynon, Marvelon, Gy-

nera,Yasmin) mengandung kedua hormon 

dalam dosis tetap. Dapat dibedakan pil 

sub-50 dan pil sub-30 dengan kadar 

estrogen masing-masing di bawah 50 dan 

30 mcg. Kedua pil ini disebut “pil ringan” 

dibandingkan dengan “pil berat” yang 

berisi 50 mcg estrogen. Pil ini (sub-50) 

memiliki Pearl Indeks kurang dari 0,1 

(artinya kurang dari 1 kasus kehamilan 

pada 100 tahun-wanita).

b.  pil bifasis (Binordiol) terdiri dari dua jenis 

tablet dengan susunan hormon berlainan. 

Yang paling banyak dipakai  yaitu  

pil step-up dengan kombinasi kedua 

hormon, namun  selama 7-10 hari pertama 

dosis progestagen yaitu  2,5-5 x lebih 

rendah daripada 14-11 hari selanjutnya. 

c.  pil trifasis (Trinordiol, Trigynon, Triquilar) 

terdiri dari 3 jenis tablet dengan perban-

dingan antar komponennya yang ber-

beda-beda, tergantung dari tahap  siklus. 

Dosis estrogen (EE) dalam ketiga tahap  

yaitu  kurang lebih tetap, sedang  

dosis progestagen (levonorgestrel) diting-

katkan. Pearl Indeks bagi senyawa bifasis 

dan trifasis terletak antara 0,1 – 0,3.

Qlaira: penghalang ovulasi ini mengandung 

estradiolvalerat dan dienogest dalam kadar 

yang berbeda-beda tergantung dari tahap  

siklus.

2. Pil mini hanya berisi progestagen, misal-

nya linestrenol 500 mcg (Exluton) atau deso-

gestrel 75 mcg (Cerazette). Pil mini mulai 

diminum pada hari haid pertama secara 

kontinu tanpa istirahat. Dosis agak rendah 

ini tidak selalu cukup untuk menghambat 

ovulasi melalui poros hipotalamus-hipofisis. 

Oleh sebab  itu efeknya khusus berdasar  

pembentukan sumbat lendir kental di cervix. 

Lama kerjanya hanya 24 jam, sehingga untuk 

menjamin efekti vitasnya penting sekali un-

tuk diminum setiap hari pada waktu yang sama, 

dengan kelonggaran 1-2 jam.

Keamanan pil mini lebih rendah dari pil 

kombinasi, sekitar 98% dan lebih rendah 

lagi bila terlupa satu hari. Datangnya haid 

semula tidak teratur, namun  umumnya men-

jadi normal kembali sesudah bebera pa bulan. 

Hanya jarang sekali berhenti seluruhny a. 

sebab  tak jarang dilaporkan kehamilan di 

luar rahim (extra-uterine), maka bila haid 

terlambat hendak nya dilakukan tes keha-

milan.

3. “Pil suntik” (Depo Provera, Megestron, Sa-

yana) sebetulnya bukan pil, melainkan injeksi, 

yang juga hanya mengandung progestagen 

MPA (medroksiprogesteron-asetat 150 mcg). 

berdasar  kerja panjangnya, penyuntikan 

cukup 3 bulan sekali (i.m.). Pengaruh ke-

gagalan pasien (patient-failure) terhadap efek-

tivitas di sini ditiadakan seluruhnya, maka 

pil suntik sangat cocok bagi wanita yang 

sebab  sesuatu sebab (antara lain penyakit 

jiwa) tidak sanggup atau tidak bersedia 

minum pil dengan teratur. Mekanisme kerjanya 

berdasar  penghambatan pelepasan LH 

dan perintangan ovulasi serta pengen talan 

lendir serviks. Keberhasilannya praktis 100%. 

Cara demikian banyak dipakai  oleh para 

mahasiswa di Amerika dan Kanada.

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   723 21/04/2015   20:09:00

Seksi VIII: Hormon-hormon724

Efek samping utamanya yaitu  menjadi 

kacaunya pola perdarahan, terutama pada 

bulan-bulan pertama dan sesudah 3-12 bulan 

umumnya berhenti dengan tuntas. Sering kali 

berat badan bertambah sampai 2-4 kg dalam 

waktu 2 bulan. Di negara kita  cara ini sangat 

populer berhubung relatif murah dan praktis.

4. Implant (Norplant, Implanon) khusus di-

kembang kan untuk program family planning 

besar-besaran di negara berkembang bagi 

keluarga yang sudah “lengkap”. Alat kon-

trasepsi ini terdiri dari batang-batang kecil 

dengan kandungan hanya progesta gen (ber-

sama suatu polymer sebagai zat-pembantu), 

yang ditanam di bawah kulit lengan atas 

dengan suatu alat suntik khas (trocar). Melalui 

suatu membran semi permeabel, hormon 

dilepaskan secara berangsur-angsur dalam 

jumlah konstan selama 3-5 tahun. Mekanisme 

kerja dan efek sampingnya sama dengan pil 

suntik, haid bisa berhenti tuntas (25%) atau 

menjadi tidak teratur (75%). sesudah  im-

plantat dikeluarkan, haid akan kembali. Ke-

amanannya 100% dan bila perlu implantasi 

dapat dengan mudah dikeluarkan lagi.

Sangat efektif (kegagalan 0,21 kehamilan 

per 100 wanita).

Kontraindikasi pemakaian  IMPLANT : Pa-

da kebanyakan pasien dapat memicu  

perubahan pola haid berupa bercak penda-

rahan (spotting, hipermenorea serta amenorea).

*Norplant terdiri dari 6 batang (34 x 2,4 

mm) yang keseluruhannya mengandung 

216 mg kristal levonorgestrel (+ dimetikon) 

yang pada tahun pertama melepaskan rata-

rata 75 mcg LNG sehari dan selama 4 tahun 

selan jutnya ±30 mcg/hari. Norplant -2 ada-

lah bentuk lain yang hanya terdiri dari 2 

batang (44 x 2,4 mm) yang keseluruhannya 

mengandung 140 mg LNG dan lebih konstan 

melepaskan kandungan hormonnya.

*Implanon terdiri dari 1 batang yang mi-

rip sebuah korek api (40 x 2 mm) dan me-

ngandung 3-ketodesogestrel (+ etilenvinil-

asetat). Batang ini mele paskan 60-70 mcg 

KDG/hari pada minggu ke-5 dan ke-6, yang 

menurun sampai 35-45 mcg pada akhir tahun 

pertama dan 25-30 mcg pada akhir tahun 

ketiga. 3-Ketodesogestrel yaitu  zat aktif 

dari desogestrel, lihat juga Bab 44, Hormon-

hormon Wanita.

5. Pil acne (Diane-35) yaitu  pil kombinasi 

yang mengan dung etinilestradiol dan pro-

gestagen siproteron (2 mg) dengan efek anti 

androgen. Hal ini berbeda dengan progestagen 

dalam pil lain yang memiliki efek androgen. 

Efek anti androgen dari siproteron (suatu 

derivat dari progesteron) diperkuat oleh 

estrogen, maka efektif pada wanita dengan 

acne hebat (seborrhoea) yang tidak dapat di-

kendali kan dengan obat-obat biasa. 

Dianjurkan untuk menghentikan penggu-

naan obat akne ini sesudah  3-4 bulan. 

Juga dipakai  bagi wanita dengan bentuk 

ringan hirsutisme (rambut berlebihan di mu-

ka, dada dan perut) akibat hiperaktivitas hor-

mon pria.

Akhir-akhir ini diberitakan bahwa jawatan 

kesehatan Prancis akan menarik dari 

peredaran Diane-35 sebagai obat terhadap 

akne. Hal ini disebabkan oleh sebab  risiko 

trombosis dan emboli.

.......................

1.  European Medicines Agency starts safety 

review of Diane 35 and its generics. European 

Medicines Agency, press release 8 februari 

2013.

 2.  van Hunsel F.P. et al., Trombose en embolie bij 

gebruik van Diane-35 ; Ned Tijdschr Geneeskd. 

2014;158:A6651 

Pil acne mengandung 35 mcg etinilestradiol 

dan termasuk pil “ringan”, maka hanya 

dipakai  bila ada  indikasi serentak 

acne dan kontrasepsi. Keamanannya sama 

tingginya dengan pil-pil kombinasi lain.

6. Pil melatonin mengandung hormon ala-

miah dari epifisis, yang berkhasiat anti go-

nadotrop dan merintangi ovul asi . Pil ini 

khusus menguran gi sekresi LH, sedang  

produksi FSH praktis tidak dipengaruhi 

sehingga proses menjadi masaknya folikel 

berlangsung terus, yang akhirnya akan di-

serap kembali. Melatonin dapat dianggap 

sebagai zat anti konsepsi alami ah. Di musim 

dingin dengan relatif sedikit sinar mata-

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   724 21/04/2015   20:09:00

Bab 45: Antikonseptiva 725

hari, biasanya  kadar “hormon tidur” 

melatonin dalam darah agak tinggi dan 

hewan menjadi relatif infertil (lihat juga Bab 

42, Hormon hipofisis, sub Epifysis). Juga 

telah ditemu kan bahwa wanita dengan ferti-

litas rendah memiliki kadar melatonin darah 

agak tinggi. Atas dasar ini telah dibuat pil 

anti ha mil kombinasi dari melatonin 75 

mcg + noretisteron 0,5 mg. pemakaian  pil 

bifa sis dalam sediaan kombinasi ini untuk 

23 hari pertama dan hanya melatonin untuk 

lima hari selanjutnya. Sebaiknya pil mulai 

dipakai  pada malam pertama haid, namun  

bisa juga sampai hari kelima. Kombina si 

ini tidak dipasarkan sebab  keamanan nya 

rendah dibanding jenis pil lainnya..

7. Morning-after pill (MAP)

MAP dapat dipakai  sebagai cara anti-

konsepsi postcoital, yaitu untuk menghindari 

kehamilan sesudah senggama “tanpa perlin-

dungan”, seperti pada peristiwa perkosaan 

atau bila kondom pecah. Pil ini diminum 

pada pagi sesudahnya sebagai suatu kur 

singkat dari beberapa hari. Semula khusus 

dipakai  estro gen dalam dosis tinggi se-

kali (etinilestradiol atau stilbest rol), namun  kebe-

ratannya yaitu  perasaan mual dan 

muntah yang sering kali terjadi. Kemudian 

ternyata bahwa pil kombina si dengan dua 

dosis (metode 2 x 2, lihat di bawah) sama 

efektifny a, lagi pula toleransi nya lebih baik. 

Mungkin MAP yang teraman dan terpercaya 

yaitu  anti pro ge steron mifepriston. Steroid 

ini menghambat ovulasi dan implantasi telur 

yang sudah dibuahi melalui pemblokiran 

secara kompetitif reseptor progesteron, lihat 

Bab 44, Hormon-hormon Wanita. namun  se-

diaan dengan senyawa ini tidak banyak di-

gunakan sebagai MAP.

Mifepriston (pil abortus) kini dipakai  

untuk penghentian kehamilan (abortus provo-

catus kimiawi) bersama analog prostaglandin 

misoprostol.12

a.  Pil estrogen (Metode 5x5) memakai  

etinilestra diol (5 dd 1 mg p.c.) selama 

5 hari (atau 1 dd 5 mg). Efektif sampai 

100% bila dimulai selambat-lambatnya 

48 jam ‘sesudahnya’. Mekanisme kerja-

nya berdasar  perlambatan proliferasi 

endome trium dengan 5 hari akibat me-

ningkatnya kadar estrogen darah de-

ngan faktor 50. Dengan demikian, telur 

yang mungkin sudah dibuahi tercegah 

implantasi nya. Di samping itu ovulasi 

pun dirintangi. Perdarahan sering kali 

terjadi sebelum waktunya dan pada wa-

nita dengan oligome norroea (haid kurang 

deras) umumnya bahkan tidak terjadi 

sama sekali.

Efek samping utama berupa mual dan 

muntah akibat dosis estro gen tinggi, 

kadang-kadang pusing, perubahan sua-

sana jiwa (mood) dan nyeri buah dada. 

Untuk menghindari mual sebaiknya di-

berikan bersamaan suatu anti emetikum, 

misal nya domperi don.

b.  Pil kombinasi: Metode 2x2 (Yuzpe) ini 

dianggap sebagai cara kontrasepsi yang 

paling praktis dan dapat dipakai  se-

bagai MAP sampai selambat-lambatnya 

72 jam sesudah  pembua han. Cara ini juga 

lebih praktis dan mengun tungkan sebab  

kur hanya satu hari. Lagi pula pil ini lebih 

jarang memicu  efek samping. Yang 

dipakai  yaitu  2 tablet dari kombinasi 

EE 50 mcg + l-norgestrel 250 mcg. Tablet 

pertama harus diminum sedini mungkin 

(sebaiknya dalam waktu 24 jam), tablet 

kedua 12 jam kemudian. Metode ini 

telah diregistrasi di Inggris dan sejumlah 

negara lain, serta dimuat dalam “Essential 

drugs list” dari WHO.

c.  Pil progestagen Norlevo memakai  

2 tablet levonorgestrel 750 mcg dengan 

selang waktu 12 jam. Metode ini kini 

banyak dipakai  di seluruh dunia 

sebab  ternya ta lebih efektif daripada 

Metode Yuzpe (85% dibanding 75%). Lagi 

pula pil ini lebih jarang memicu  

mual dan muntah-muntah dibanding pil 

kombinasi. 

d.  IUD juga dapat dipakai  sebagai pence-

gah kehamilan postcoital yang sangat dapat 

dipercaya. Keuntungan besarnya ialah 

dapat dilakukan sampai 5 hari sesudah  

pembuahan dan selambat-lambatnya pa-

da hari ke-19 dari siklus teratur. Hal ini 

berkaitan dengan lamanya perjalanan 

telur yang sudah dibuahi dari saluran 

14108649_OBAT P(Bab 45)_T-718-729.indd   725 21/04/2015   20:09:00

Seksi VIII: Hormon-hormon726

telur ke rahim, yang memakan waktu 4,5–

5 hari. Sebelum pemasangan IUD perlu 

dipastikan bahwa tidak ada kehami lan 

atau penyakit kelamin.

pemakaian  lainnya

Di samping untuk kontrasepsi pil antihamil 

dapat pula dipakai  untuk sejumlah 

keadaan berikut.

a. gangguan haid. Untuk menormalisasi si-

klus tak teratur (oligomenorrhea) dan nyeri pe-

rut yang menyertainya (dysmenorroea);

b. menunda haid. Pil antihamil sering kali 

dipakai  untuk menunda haid, misalnya 

berhubung dengan libur, perlombaan olah-

raga atau sering kali menjelang naik haji. 

Pengunduran haid sebaiknya dibatasi sam-

pai 8 hari dan maksimal 2 minggu berhu-

bung meningkatnya