Tampilkan postingan dengan label buku obat 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku obat 5. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2026

buku obat 5

 


angun tidur), pukul 13.00 (sesudah  

makan siang), lalu pukul 20.00 (saat akan tidur). Bukan, 

misalnya, pukul  08.00, pukul 12.00, dan pukul 17.00. Aturan 

umum ini sebetulnya juga berlaku untuk kebanyakan obat 

lainnya. Untuk antibiotik, aturan ini perlu lebih ditekankan. 

 

  Jika Anda lupa minum satu dosis, segera minum begitu 

ingat. Jika Anda lupa dua kali dosis, jangan minum dosis 

ganda ketika ingat. Cukup minum dosis terakhir. Misal, Anda 


211 

 

harus minum antibiotik sehari tiga kali. sebab  kesibukan 

kerja, Anda lupa minum dosis siang dan malam hari dan baru 

ingat saat akan tidur pukul 22.00. Jika itu yang terjadi, segera 

minum dosis malam. Cukup dosis malam saja. Dosis siang 

tidak usah diminum untuk menghindari kemungkinan 

overdosis. 

 


212 

 

 

21 

 

OBAT TIFUS 

 

 

 

Di negara kita, tifus masih merupakan salah satu penyakit 

yang banyak dijumpai. Sebagian dari kita bahkan mungkin pernah 

mengalaminya. Hingga sekarang, penyakit lawas ini masih sulit 

diberantas. Penyebabnya tak lain yaitu  kurangnya kebersihan diri 

dan kebersihan lingkungan.  

 

Jika Anda membaca situs-situs referensi medis, penyakit ini mungkin tidak disebut 

dengan istilah tifus melainkan tifoid atau demam tifoid. Yang benar memang mestinya 

demam tifoid sebab  tifus yaitu  sebuah penyakit tersendiri yang jarang kita jumpai.  

Tifus dalam pengertian para dokter yaitu  penyakit yang disebabkan oleh kuman 

Rickettsia typhi. Sedangkan tifus yang kita maksud sehari-hari yaitu  penyakit akibat 

infeksi Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Meski nama belakangnya sama, 

Salmonella dan Rickettsia yaitu  dua jenis kuman yang berbeda. sebab  itu, jika Anda 

melakukan browsing dan ingin dirujuk ke situs-situs referensi, gunakan kata kunci nama 

medis. Tapi untuk alasan kemudahan, di buku ini kita akan memakai  istilah tifus 

untuk demam tifoid. 

 


213 

 

Kuman tifus ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan 

atau minuman yang tercemar. Lalu di dalam tubuh, kuman ini 

berkembang biak dan membangun koloni di usus halus. Usus 

halus yaitu  bagian usus paling panjang yang berfungsi sebagai 

tempat penyerapan zat makanan. Dari usus halus, kuman-kuman 

ini kemudian menerobos masuk ke dalam pembuluh darah.  

 

Gejala Awal Tidak Khas 

Saat terjadi agresi kuman, tubuh berusaha melawannya dengan 

memproduksi antibodi. Antibodi yaitu  zat kekebalan untuk 

melawan benda asing. Sekalipun agresi kuman sudah terjadi, 

penderita mungkin masih sehat-sehat saja. Gejala sakitnya baru 

muncul sesudah  10–14 hari sejak masa invasi. Jadi, kita mungkin 

baru akan merasakan gejala sakit tifus dua minggu sesudah  kita 

menyantap makanan yang tercemar. 

Pada minggu pertama, gejala tifus yang muncul sering 

mengecoh. Keluhannya mirip dengan infeksi lainnya antara lain 

demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan, mual, 

muntah, rasa tidak enak di perut, batuk, mimisan, sembelit (susah 

buang air besar), atau kadang malah diare. 

Oleh sebab  gejala yang tidak khas ini, bukan hanya 

pasien yang sering tertipu. Dokter pun kadang keliru diagnosis dan 

tidak menyadari bahwa yang sedang dihadapi yaitu  kuman tifus. 


214 

 

Tak jarang gejala ini disangka demam berdarah, pneumonia 

(radang paru) atau radang tenggorok. 

 

Tes Widal 

Biasanya dokter akan meminta pasien melakukan tes yang disebut 

tes Widal. Tes ini bisa membantu dokter menegakkan diagnosis 

tifus. Meski begitu, hasil tes ini tidak bisa langsung dipakai dasar 

tunggal untuk mengambil kesimpulan. Meskipun tes Widal positif, 

belum tentu pasien positif tifus. 

Sebab, tes Widal tidak memeriksa ada tidaknya kuman 

tifus melainkan hanya memeriksa ada tidaknya antibodi terhadap 

kuman tersebut. Di sinilah masalahnya. Setiap pasien  yang pernah 

kontak dengan kuman ini pasti memiliki antibodi tifus. Tak peduli, 

apakah ia menderita tifus atau tidak.  

Di negara kita , kuman-kuman ini yaitu  bagian dari 

kehidupan sehari-hari. Nyaris semua pasien  pernah kontak dengan 

kuman ini walaupun tidak otomatis menyebabkan sakit tifus. 

Mungkin tubuh kita pernah kemasukan kuman ini saat makan 

gado-gado atau cendol di warung yang kurang bersih.  

Meski demikian, itu tidak berarti bahwa tes Widal sama 

sekali tak berguna. Hasil tes ini tetap dapat membantu dokter 

menegakkan diagnosis. Dokter bisa mengambil interpretasi dari 

tinggi rendahnya antibodi. Semakin tinggi kadar antibodinya, 

semakin besar kemungkinan pasien   menderita demam tifoid. 


215 

 

 

Gejala yang Khas 

Dalam membuat diagnosis, dasar utama yang dipakai dokter 

yaitu  gejala yang khas. Umumnya gejala ini muncul pada 

minggu kedua, meski kadang muncul juga pada minggu pertama. 

Gejala yang khas antara lain demam terjadi terutama pada sore 

atau malam hari (temperatur bisa mencapai 39–40 C), lidah 

kelihatan kotor seperti berselaput, kesadaran terganggu, hati dan 

limpa membesar, serta adanya rasa nyeri saat perut pasien ditekan.  

Gejala-gejala khas inilah yang bisa membedakan demam 

akibat tifus dengan infeksi lainnya. Sebagai contoh, pada demam 

berdarah dengue, demam tidak hanya terjadi di malam hari dan 

tidak lebih dari satu minggu.  

sebab  tingkat kesulitan diagnosis inilah pasien 

disarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter jika demam 

tidak juga sembuh dalam tiga hari. Jangan menunggu sampai 

parah. Di luar itu, kejelian dokter dalam membaca gejala dini tifus 

merupakan kunci yang sangat penting agar pasien tidak berlama-

lama dalam kondisi sakit tanpa diketahui penyebabnya. 

Jika dibiarkan terus-menerus, bukan tak mungkin penyakit 

ini akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Tanpa 

perawatan yang benar, agresi kuman bisa menyebabkan usus 

mengalami perdarahan. Jika berlangsung terus, kondisi ini bisa 

menyebabkan terjadinya kebocoran usus. 


216 

 

 

Pengobatannya Jelas 

Sekalipun kuman tifus bisa mengecoh saat diagnosis, penyakit ini, 

untungnya, bisa disembuhkan dengan metode terapi yang jelas. 

Ada tiga unsur penting dalam terapi tifus, yaitu pemberian 

antibiotik, istirahat total, dan makan makanan yang mudah 

dicerna di usus. “Trilogi” pengobatan ini harus diikuti oleh pasien. 

Asal ketiganya dilaksanakan dengan baik, tifus tidak begitu sulit 

disembuhkan. Namun, jika salah satu saja ditinggalkan, 

penyembuhan tifus bisa menjadi lebih sulit. 

Ada beberapa jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk 

menumpas kuman tifus misalnya kloramfenikol, tiamfenikol, 

siprofloksasin, atau antibiotik jenis lainnya. Ini seratus persen 

urusan dokter. Pasien sebaiknya tidak melakukan pengobatan 

sendiri sebab  pemilihan antibiotik yang salah justru bisa 

membuat kuman menjadi semakin ganas dan menyebabkan 

penyakit makin sulit dibasmi. Baca juga Bab Antibiotik.  

Jika pemilihan antibiotiknya tepat, dalam waktu kira-kira 

satu minggu, agresi kuman biasanya sudah bisa ditumpas. Namun, 

sekali lagi, supaya terapi ini efektif, pasien harus mengimbanginya 

dengan diet yang tepat dan istirahat. Obat, diet tepat, dan istirahat 

merupakan trilogi yang saling menunjang dan tidak boleh 

dipisahkan.  


217 

 

 

Boleh Makan Nasi 

Dulu pasien tifus hanya diberi bubur saring, lalu ditingkatkan 

perlahan-lahan menjadi nasi padat seiring kondisinya. Alasannya, 

makanan yang kasar dikhawatirkan dapat mengikis dinding usus 

yang sedang bermasalah. Tapi pada pedoman diet tifus sekarang, 

pasien boleh saja makan makanan padat seperti nasi asalkan tidak 

terlalu keras dan tidak mengandung banyak serat kasar. 

Dalam kondisi sehat, kita memang dianjurkan banyak 

makan serat dari buah dan sayur. Tapi dalam kondisi sakit tifus, 

konsumsi serat harus dilakukan dengan penuh pertimbangan. 

Pasalnya, serat tidak bisa dicerna dan akan membuat feses (tinja) 

lebih keras dan bervolume sehingga dikhawatirkan menimbulkan 

masalah pada saat kontak dengan dinding usus yang masih lemah. 

sebab  alasan itulah sebaiknya pasien membatasi sayuran 

yang banyak mengandung serat kasar seperti sawi, daun singkong, 

dan kangkung. Jadi, jika biasanya kita dianjukan banyak makan 

serat, khusus untuk kondisi tifus, aturan ini boleh dimasukkan laci. 

Nasi padat yes, serat kasar no. Adapun buah dan sayur yang 

seratnya tidak begitu kasar seperti apel dan wortel masih boleh 

dikonsumsi asal dikunyah sampai lembut.  

Aturan baru ini menjadi sangat penting sebab  nyaris 

semua penderita tifus mengalami penurunan nafsu makan. Kalau 

setiap hari disuruh makan bubur halus, pasien biasanya mengeluh 


218 

 

tidak doyan dan merasa tidak bertenaga. Padahal untuk 

mempercepat penyembuhan, pasien amat memerlukan asupan gizi 

yang cukup. 

Umumnya pasien 

mengeluh, bubur saring tidak 

menggugah selera makan. 

Maunya nasi padat, tapi takut 

makan sebab  sudah terbawa 

pandangan yang selama ini 

diyakini. Untuk mempercepat 

penyembuhan, pasien boleh 

makan nasi padat dengan lauk 

yang lebih menggugah selera 

asalkan tidak mengiritasi saluran 

cerna dan tidak tinggi serat.  

Selain diet yang tepat, 

pasien juga harus menjalani 

istirahat total (bed rest atau “tirah baring”). Dengan tirah baring, 

diharapkan usus tidak banyak bergerak, sehingga mempercepat 

proses penyembuhan. 

 

Pencegahan 

Sebetulnya penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi yang harus 

diulang setiap beberapa tahun. Tapi vaksinasi penyakit ini tidak 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Sakit Gejala Tifus” 

 

Di masyarakat kita, ada satu istilah 

yang cukup unik, yaitu “sakit gejala 

tifus”. Biasanya yang dimaksud dengan 

istilah ini yaitu  penyakit yang seperti 

tifus tapi tidak parah. sebab  istilah ini 

merupakan istilah awam, tak ada 

pengertian baku tentang penyakit ini. 

Mungkin yang dimaksud yaitu  

penyakit paratifus—tifus yang ringan. 

Mungkin juga kondisi di mana dokter 

baru mencurigai tifus tapi masih belum 

yakin betul. Apa pun yang 

dimaksudkan, sakit tifus, sakit gejala 

tifus, atau sakit paratifus, semua itu 

yaitu  wilayah dokter. Pasien 

disarankan untuk mengikuti petunjuk 

trilogi: minum obat, diet yang tepat, 

dan total beristirahat.  


219 

 

masuk ke dalam program vaksinasi massal pemerintah. Kita bisa 

memintanya kepada dokter.  

Buat kita yang tak pernah mendapat vaksinasi tifus, cara 

terbaik mencegah penyakit ini yaitu  dengan membiasakan diri 

hidup bersih. Kalau memang harus makan di luar rumah, 

usahakan untuk memilih warung yang bersih. Apa pun 

makanannnya, apa pun minumannya, pastikan bersih warungnya.    

Selama ini sebagian dari kita mungkin beranggapan bahwa 

tifus yaitu  penyakit masyarakat kelas menegah ke bawah akibat 

sanitasi yang jelek dan pola hidup yang kurang higienis. Mungkin 

pandangan ini benar sebagian. Tapi itu tidak berarti tifus memilih-

milih kasta. Akibat keteledoran kecil saja, misalnya makan lalap 

yang kurang bersih dicuci, kuman tifus bisa berkunjung ke rumah-

rumah yang jauh dari kesan jorok. Buktinya, rumah-rumah sakit 

kelas atas pun selalu kedatangan pasien tifus.  

Selain hidup bersih, cara pencegahan yang tak boleh 

dilupakan yaitu  dengan menjaga daya tahan tubuh. Ini faktor 

penting yang tak boleh dilupakan. Kuman tifus yaitu  bagian dari 

kehidupan kita yang tinggal di negara kita . Sebagian besar dari kita 

mungkin pernah terpapar kuman ini. Tapi kenapa kita tidak sakit? 

Sebab daya tahan tubuh kita cukup kuat untuk melawannya.  

Kuman tifus sangat mungkin ada di dalam makanan kita 

saat makan di warung. Asalkan daya tahan tubuh kita cukup kuat, 

kita bisa tetap sehat. Sebaliknya, begitu daya tahan tubuh kita 


220 

 

lemah, misalnya akibat kecapekan bekerja lembur setiap hari, 

kuman-kuman itu tadi bisa menjadi ganas dan menyebabkan kita 

sakit tifus.  

 

Antibiotik Harus Dihabiskan 

Dalam ilmu kedokteran modern, metode pengobatan tifus 

sebetulnya sudah sangat jelas, yaitu trilogi “DI-OBAT-I”: DIet, 

OBAT, Istirahat. Ketiga hal ini yaitu  satu paket yang tidak bisa 

dipisahkan. Minum obat saja tidak cukup. Harus disertai istirahat 

dan pola makan yang tepat. Asalkan antibiotiknya tepat, dengan 

trilogi DI-OBAT-I ini, tifus insya Allah—sebetulnya tak ada istilah 

ini dalam ilmu medis—akan sembuh.  

Bagaimana kalau tidak sembuh? 

Kemungkinannya banyak. Kita tidak bisa dengan serta-

merta membuat kesimpulan tentang penyebab ketidaksembuhan 

itu. Pertama-tama harus ditanyakan: apakah memang sakit yang 

diderita pasien itu memang benar-benar tifus? Bisa saja pasien   

dikira sakit tifus padahal sebetulnya bukan tifus. Kalau ia diobati 

dengan metode pengobatan tifus dan tidak sembuh, tentu yang 

salah bukan obatnya tapi diagnosisnya. 

Kalaupun pasien memang benar-benar sakit tifus, dan 

dokter sudah meresepkan antibiotik, tapi ternyata tidak sembuh 

juga, ada kemungkinan antibiotiknya sudah tidak mempan 


221 

 

terhadap kuman tifus itu. Dalam kondisi ini, antibiotik itu harus 

diganti dengan jenis antibiotik lain yang lebih kuat yang masih 

ampuh membasmi kuman ganas tersebut. Ini sepenuhnya wilayah 

dokter.   

Kemungkinan lain: ada kalanya obat sudah tepat tapi 

pasien tidak patuh. Bentuk ketidakpatuhan itu bisa bermacam-

macam. Misalnya, antibiotik tidak diminum sampai habis.  

Resep antibiotik untuk tifus bisa selama seminggu, sepuluh 

hari, dua minggu, atau bahkan lebih lama dari itu tergantung jenis 

antibiotik yang dipakai dan kondisi pasien. Antibiotik ini harus 

diminum sampai habis walaupun pasien sudah merasa sembuh. 

Pengobatan tifus harus dilakukan sampai tuntas tas. sesudah  

minum antibiotik yang tepat selama beberapa hari, pasien tifus 

biasanya akan mengalami proses penyembuhan. Panas badan 

mungkin mulai hilang. Tapi ini tidak berarti pasien sudah sembuh 

dan boleh menghentikan obatnya. Yang boleh dihentikan 

konsumsinya yaitu  obat penurun demam—jika memang ada. 

Baca juga Bab Obat Demam. Adapun antibiotiknya harus 

diteruskan sampai habis sesuai resep dokter. 

Sekalipun demam mungkin sudah hilang, kuman tifus 

sebetulnya masih bertahan dan bersembunyi di dalam tubuh 

pasien. Kuman-kuman ini harus dibasmi sampai tuntas. Jika 

kuman “gerilyawan” ini tidak dibasmi, sakit tifus akan mudah 


222 

 

kambuh lagi. Dan ketika kambuh, sakitnya menjadi lebih parah. 

Kuman menjadi lebih ganas. Pemilihan antibiotik pun menjadi 

lebih sulit. Dan lebih dari itu, pasien juga bisa menjadi sumber 

penularan tifus bagi pasien  lain. 

Jadi, sekalipun panas sudah hilang, pasien tetap harus 

menghabiskan antibiotik dan, jangan lupa, tetap beristirahat. 

Sebab, ada kalanya pasien merasa sudah sehat lalu kembali 

berangkat bekerja padahal sebetulnya ia masih dalam tahap 

penyembuhan. Memaksa fisik bekerja di masa istirahat itu sama 

artinya dengan memperlemah kembali daya tahan tubuh. Dalam 

kondisi seperti itu, jika kondisi tubuh kembali memburuk, yang 

salah tentu bukan obatnya namun  pasien sendiri.  

 

Ekstrak Cacing untuk Tifus 

Sebagian pasien yang tidak kunjung sembuh di tangan dokter 

biasanya kemudian berpaling ke obat-obat tradisional. Salah satu 

yang terkenal yaitu  obat berisi serbuk atau ekstrak cacing.  

Dokter biasanya tidak mengizinkan pasien minum obat 

tradisional semacam ini. Harap maklum, mekanisme kerja obat 

tradisional memang belum banyak diketahui. Akan namun , 

bagaimanapun, minum obat tradisional obat yaitu  hak setiap 

pasien .  

Selama ini ekstrak cacing diduga membantu penyembuhan 

tifus sebab  kandungan asam aminonya. Sekali lagi, ini masih 


223 

 

dugaan alias tebakan. Mekanisme kerja asam amino ini bukan 

sebuah penjelasan yang sepenuhnya ilmiah sebab masih belum 

bisa menjawab banyak pertanyaan. Kalau sekadar kandungan 

asam amino, ekstrak protein hewani seperti daging-dagingan dan 

seafood pun kaya asam amino dan harusnya bisa menggantikan 

ekstrak cacing.  

Tapi ini tidak berarti bahwa logika asam amino ekstrak 

cacing itu hanya strategi jualan tukang obat. Mungkin saja 

memang ekstrak cacing mengandung senyawa, entah apa 

namanya dan entah bagaimana struktur kimianya, yang mungkin 

memang bisa membantu penyembuhan tifus. Kemungkinan itu 

ada, tapi kita tak pernah tahu. Wallahua’lam. Sementara dalam 

ilmu medis, dokter hanya akan meresepkan obat yang memang 

benar-benar diketahui cara kerjanya. 

Jadi, kalau pasien minum serbuk cacing, itu memang 

haknya. Tapi ini sudah berada di luar wilayah dokter. Risiko 

ditanggung penumpang. Baca juga Bab Obat Tradisional.  

 

 

 

 


224 

 

 

 

21 

 

OBAT ASMA 

 

 

Gangguan kesehatan yang oleh pasien  negara kita  disebut 

mengi, bengek, manggah, mengguk, ampek, alias sesak napas ini 

termasuk salah penyakit yang membuat penderita biasanya harus 

memakai  obat jangka panjang. Banyak di antaranya yang 

harus memakai  beberapa jenis obat setiap hari selama 

bertahun-tahun.  

Hampir semua obat asma memiliki efek samping yang 

buruk. Selain itu, batas antara sifat racun dan sifat obatnya sangat 

tipis. Kelebihan satu tablet atau satu dosis saja bisa membuat obat 

ini berubah menjadi racun. Itu sebabnya, penderita asma sangat 

dianjurkan mengetahui seluk-beluk obat yang digunakan sehari-

hari.  


225 

 

Beberapa jenis obat asma seperti fenoterol, salmeterol, 

dan tiotropium pernah diduga meningkatkan risiko kematian 

meski pendapat ini masih diperdebatkan valid tidaknya. Sebagai 

pasien  awam, sebaiknya kita mengambil sikap waspada saja: 

gunakan obat asma atas petunjuk dokter. Saat memakai  obat 

asma dan mengalami efek samping, sekecil apa pun, 

komunikasikan ke dokter agar ia bisa memilihkan obat yang paling 

tepat.    

 

Penyebab Sakit Asma 

Hingga sekarang, para ilmuwan belum bisa mengetahui dengan 

pasti penyebab yang membuat pasien   menderita asma 

sementara yang lain tidak. Yang diketahui hanya proses terjadinya 

serangan asma. Diduga, penyebabnya yaitu  kombinasi antara 

faktor lingkungan dan faktor genetik (keturunan).  

Sama seperti hipertensi dan diabetes, asma dalam 

pandangan dokter termasuk penyakit yang belum bisa 

disembuhkan. Itu sebabnya pasien asma biasanya membutuhkan 

persediaan obat sebagai pertolongan pertama dan untuk mencegah 

kekambuhannya. 

Jika sepasien  anak menderita asma kronis, biasanya 

penyakit ini juga akan dibawa sampai dewasa. Namun, seiring 

dengan bertambahnya umur dan meningkatnya kekebalan tubuh, 

serangan asma biasanya menjadi lebih jarang. Memang tidak 


226 

 

sembuh seratus persen tapi secara umum kesehatannya jauh lebih 

baik.  

 

Pencetus Serangan Asma 

Pada serangan asma, penderita mengalami sesak napas sebab  

saluran napasnya menyempit atau membengkak. Asma akan 

semakin parah jika disertai dengan produksi dahak yang 

berlebihan di saluran napas.  

Serangan asma bisa dicetuskan oleh banyak faktor, di 

antaranya: 

  Alergi, misalnya alergi terhadap debu, bulu hewan, tungau 

debu, serbuk sari, atau makanan, seperti kacang, udang, telur, 

susu, seafood, dsb. Asma yaitu  penyakit yang punya kaitan 

erat dengan alergi. Biasanya pasien  yang punya asma juga 

memiliki alergi, meski tidak selalu demikian. (Lihat juga Bab 

Obat Alergi.) 

  Iritasi, misalnya iritasi akibat asap rokok, asap knalpot, asap 

pembakaran, uap cat, parfum, uap bahan kimia, semprot 

rambut, pengharum ruangan, sabun, dsb. 

  Suhu dingin atau perubahan suhu udara yang mendadak.  

  Infeksi saluran napas atas, flu, radang tenggorok, dan 

sejenisnya. 


227 

 

  Kecapekan, misalnya sesudah  aktivitas yang menguras tenaga 

atau sesudah  olahraga berat.  

  Stres yang berat. Pada anak-anak, menangis lama pun bisa 

mencetuskan asma.  

  Naiknya cairan lambung ke kerongkong akibat sakit mag 

berat. 

  Perubahan hormonal pada perempuan.  

  Obat-obatan, misalnya obat demam atau obat darah tinggi 

golongan tertentu.  

  Pengawet makanan atau minuman jenis sulfit.  

  Dan sebagainya.  

sebab  banyaknya kemungkinan pencetus asma, penderita 

sebaiknya punya catatan harian sehingga memudahkan dokter 

menemukan pencetusnya. Catatan harian itu harus meliputi 

faktor-faktor di atas, seperti kapan terjadinya serangan asma, 

makanan atau minuman apa saja yang dikonsumsi sebelumnya, 

apa saja bahan-bahan makanan atau minuman tersebut, aktivitas 

apa yang telah dilakukan, dan sejenisnya.  

Gangguan kesehatan ini cukup sering terjadi pada anak-

anak, terutama yang lahir prematur atau memiliki pasien tua 

penderita asma atau alergi. sebab  saluran napas mereka masih 

sempit, masalah asma pada anak harus lebih diwaspadai.  


228 

 

Biasanya serangan asma menjadi satu paket dengan flu, 

pilek, batuk, atau radang tenggorok. Itu sebabnya, pencegahan 

asma perlu dilakukan satu paket dengan pencegahan flu, pilek, 

batuk, dan radang tenggorok.  

Satu-satunya 

pencetus asma yang 

tidak perlu dihindari 

yaitu  olahraga. Kita 

tahu, olahraga atau 

aktivitas fisik sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan 

daya tahan tubuh kita. Daya tahan tubuh yang baik sangat penting 

untuk mengurangi kemungkinan asma.  

Jika olahraga membuat pasien terserang asma, sebaiknya ia 

berkonsultasi ke dokter agar tetap bisa berolahraga tanpa serangan 

asma. Penderita asma harus tetap berolahraga tapi dengan cara 

yang terukur. 

 

Konsultasikan ke Dokter 

Di pasar ada amat banyak merek dagang obat asma. Sebagian 

kecil termasuk obat bebas-terbatas, sebagian besar lainnya 

termasuk obat keras. Sekalipun sebagian obat asma bisa dibeli 

tanpa resep, sebaiknya penderita asma tetap berkonsultasi ke 

dokter, apalagi jika serangan asma sering kambuh. Sebab, jenis 

 

 

 

 

 

 

 

Di samping harus memakai  

obat, penderita asma harus tetap 

berolahraga tapi dengan cara 

yang terukur, tidak sampai 

membuat asma kambuh. 


229 

 

terapi akan sangat ditentukan oleh tingkat keparahan dan seberapa 

sering kambuhnya.  

Sering kali untuk menentukan obat yang tepat, dengan efek 

samping minimal, dokter perlu melakukan coba-coba beberapa 

jenis obat. Itu sebabnya pasien kadang perlu beberapa kali 

kunjungan untuk mendapat resep yang tepat.  

Jangan suuzon dan menganggap dokter sedang mengambil 

keuntungan dari kunjungan pasien yang berulang-ulang. Memang 

sifat pengobatan asma seperti itu. Kita justru perlu bersikap kritis 

kalau tiap kali kunjungan ke dokter kita selalu dibekali resep 

setumpuk obat-obatan tapi hanya sepatah dua kata. 

Sambil memakai  obat dokter untuk meredakan gejalanya, 

penderita harus menghindari pencetusnya. Misalnya, jika 

pencetusnya yaitu  debu, mungkin saja “obat” yang paling 

ampuh yaitu  rumah yang bersih dan bebas debu. Jangan hanya 

mengandalkan obat tapi membiarkan pencetusnya. Kadang 

mungkin saja tindakan pencegahan harus berupa sesuatu yang 

radikal, misalnya mengganti semua perabot rumah yang menjadi 

sumber debu dan alergen, atau bahkan sampai pindah rumah atau 

pindah kerja yang lingkungannya lebih sehat.  

Jika pencetusnya tidak dihindari, dan penderita 

menggantungkan diri pada obat, mungkin saja obat itu lama-lama 

akan makin kurang ampuh. Ini juga salah satu sifat natural dari 


230 

 

obat asma yang bisa mengalami penurunan keampuhan jika 

digunakan jangka panjang.  

 

Terapi Non-medis 

Yang disebut “obat asma” bukanlah obat yang menyembuhkan 

asma. Obat-obatan ini hanya meredakan atau mencegah gejala 

sesak napasnya. Sama seperti obat sakit kepala yang hanya 

meringankan rasa sakitnya tapi tidak menyembuhkan sampai ke 

akar penyebabnya. 

Sambil menjalani terapi dengan obat, pasien asma juga 

dianjurkan menjalani terapi non-obat, misalnya latihan 

pernapasan, yoga, atau relaksasi. Jika pasien tidak alergi terhadap 

seafood, ia dianjurkan banyak makan ikan sebab  hasil laut 

mengandung banyak asam lemak omega-3 yang bisa menurunkan 

derajat peradangan pada asma.  

Namun, harap diingat bahwa terapi-terapi ini sifatnya tidak 

menggantikan terapi obat, melainkan terapi pelengkap. Istilah 

medisnya, terapi komplementer. Obat dokter tetap perlu digunakan. 

Menurut standar ilmu kedokteran modern, asma memang harus 

diterapi dengan obat. Tidak bisa tidak.  

 

Obat P3K dan Pencegahan 

Ada dua kelompok besar obat asma. Yang pertama, obat untuk 

pertolongan pertama pada serangan asma. Yang kedua, obat 


231 

 

untuk mencegah kekambuhan asma. Dua-duanya dibutuhkan 

oleh para penderita asma.  

Sebagian obat asma berupa obat minum, sebagian lainnya 

berupa obat hirup atau semprot. Secara umum, obat hirup atau 

semprot lebih baik dibandingkan  obat minum. Pertama, obat hirup 

memiliki daya kerja yang cepat sebab  obat bisa langsung diserap 

di paru-paru dan dan menuju target, yaitu otot saluran napas atas. 

Tidak seperti obat minum yang harus lewat lambung, usus, dan 

peredaran darah lebih dulu sebelum mencapai target.  

Keuntungan kedua, obat hirup biasanya juga memiliki efek 

samping yang lebih kecil dibandingkan obat minum. Ini juga wajar 

mengingat obat minum akan masuk ke dalam darah dan beredar 

ke seluruh tubuh, tidak hanya di saluran napas.  

Sebagian kecil obat asma yang berupa obat minum termasuk 

obat bebas yang bisa dibeli di apotek atau bahkan toko biasa. 

Namun, sebagian besar lainnya termasuk obat resep. Kalau kita 

atau anak kita menderita asma kronis (menahun), sebaiknya kita 

mengetahui kedua kelompok obat ini sebab  kita akan sering 

berurusan dengan keduanya.  

 

Obat Semibebas 

Obat kelompok ini boleh dibeli dalam jumlah terbatas tanpa resep 

dokter. Di kelompok ini, obat asma yang banyak beredar di 

pasaran biasanya mengandung:  


232 

 

 

1. Dekongestan/pelega saluran napas atas. Misalnya efedrin. 

Cara kerja dan informasi efek sampingnya bisa dibaca di Bab 

PPA dan Pelega Hidung. Efek samping yang sangat perlu 

diketahui yaitu  jantung berdebar-debar hingga sulit tidur.   

 

2. Antihistamin/antialergi. Contoh obat: CTM/klorfeniramin 

maleat. Cara kerja dan informasi efek samping bisa dibaca di 

Bab Obat Alergi. Efek samping yang perlu diketahui yaitu  rasa 

kantuk dan mulut kering.  

  

3. Ekspektoran/pengencer dahak. Misalnya guaifenesin alias 

gliseril guaiakolat (GG). Cara kerja dan informasi efek 

sampingnya bisa dibaca di Bab Obat Batuk. Efek samping yang 

penting diketahui yaitu  iritasi lambung. sebab  cara kerjanya 

mengencerkan dahak, produk yang berisi obat ini hanya untuk 

jenis asma yang disertai produksi banyak dahak.  

Makin banyak kombinasi obat asma, makin besar risiko efek 

sampingnya. sebab  itu, kalaupun kita membeli obat asma non-

resep ini, pilihlah yang kandungannya memang kita butuhkan. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Efedrin, GG & CTM Asbron®, Asficap® 

 


233 

 

4. Teofilin. Obat ini bekerja dengan cara melebarkan saluran 

napas. Teofilin masih satu keluarga dengan kafein, zat yang 

banyak terdapat di dalam biji kopi dan daun teh. Saat minum 

obat ini, pasien sebaiknya menghindari kopi atau teh kental 

sebab  mungkin minuman ini akan meningkatkan risiko efek 

sampingnya. Beberapa gejala efek samping yang mungkin 

timbul antara lain mual, gelisah, jantung berdebar-debar, 

sampai sulit tidur.  

Obat-obat asma yang banyak diiklankan di media massa 

pada umumnya mengandung teofilin. Biasanya obat ini 

dikombinasikan dengan efedrin, obat kelompok dekongestan 

(pelega saluran napas) yang juga punya efek samping mirip, 

antara lain menyebabkan jantung berdebar-debar sampai sulit 

tidur.  

sebab  itulah kita sebaiknya memakai  obat asma 

golongan ini dengan sangat hati-hati. Jangan melebihi dosis 

yang dianjurkan. Ibu hamil atau ibu menyusui sebaiknya 

menghindari penggunaan obat ini.  

 

5. Aminofilin. Tersedia dalam bentuk obat minum atau 

supositoria (torpedo yang dimasukkan ke dalam dubur). Di 

kemasan obat, nama obat ini mungkin tertulis sebagai teofilin 

etilendiamin. Obat ini memang sebetulnya teofilin yang 

digabungkan dengan zat lain yaitu etilendiamin. Bagian 


234 

 

intinya tetap teofilin sebab  itu cara kerja aminofilin juga sama 

dengan teofilin. Efek sampingnya pun sama.  

Obat ini sebetulnya bukan tergolong obat bebas tapi boleh 

diberikan oleh apoteker tanpa resep, hanya untuk pasien yang 

sudah pernah mendapat resep serupa dari dokter.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Teofilin Quibron T/SR®, Bronchophylin®, Brondilex®, 

Bronsolvan®, Bufabron®, Cospamic®, Euphyllin®, 

Kalbron®, Nitrasma®, Pulmo-Timelets®, Retaphyl 

SR®, Theobron®, Samcolat® 

Aminofilin Phaminov®, Phyllocontin® 

Teofilin & efedrin Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asmalex®, 

Asthma Soho®, Bufakris®, Citobron®, Getbron®, 

Grafasma®, Ifasma®, Kontrasma®, Neo Asma®, Neo 

Hufasma®, Neo Napacin®, Neo Suwasthma®, New 

Ascaps®, Mediasma®, Omedrine®, Oskadryl Asma®, 

Prinasma®, Theochodil®  

Teofilin & GG Bronchophylin® 

Teofilin, GG & efedrin Brondilat® 

Teofilin, efedrin & 

CTM 

Asmasolon®, Asmavar® 

Teofilin, GG, 

difenhidramin 

Tusapres® 

 


235 

 

Obat Resep 

Kelompok obat di bawah ini bukan obat bebas. Sebagian besar 

hanya boleh didapatkan dengan resep dokter. Obat nomor 1–3 

boleh diberikan dalam jumlah terbatas oleh apoteker tanpa resep. 

Tapi ini hanya berlaku untuk pasien yang sudah pernah mendapat 

resep serupa dari dokter dan sudah terbukti efektif serta aman.  

Pasien yang belum pernah mendapat resep obat-obat ini 

sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri hanya 

berdasarkan cerita pasien  lain. Obat asma sangat individual. Obat 

yang tepat buat sepasien  pasien belum tentu tepat untuk pasien 

lain. Apalagi, sekali lagi, sebagian besar obat asma memiliki efek 

buruk dan sebab  itu harus digunakan dengan sangat hati-hati.   

 

1. Ketotifen. Cara kerja obat ini mirip dengan CTM sebab  

sama-sama kelompok antihistamin. Sama seperti CTM, 

ketotifen juga bisa menyebabkan kantuk dan mulut kering. 

Tersedia dalam bentuk obat minum. Biasa digunakan untuk 

pencegahan. Tidak cocok untuk pertolongan pertama. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Ketotifen Zaditen®, Astifen®, Ditensa®, Intifen®, Profilas®, 

Pehatifen®, Nortifen®, Scanditen® 

 


236 

 

2. Salbutamol/albuterol. Tersedia dalam bentuk obat minum 

dan obat hirup. Salah satu kelebihannya, salbutamol bisa 

digunakan sebagai pertolongan pertama, bisa juga digunakan 

untuk pencegahan.  

Salbutamol merupakan obat asma yang paling banyak 

digunakan. Efek samping obat ini antara lain tremor (badan 

gemetar), sakit kepala, hingga jantung berdebar-debar dan sulit 

tidur. 

Satu dosis salbutamol bisa bekerja selama sekitar lima jam. 

Artinya, dalam waktu lima jam itu, pasien bisa terlindungi dari 

asma. Lebih dari lima jam, efeknya sudah hilang. sebab  itu, 

jika tujuan pemakaian yaitu  mencegah kekambuhan, pasien 

perlu mengulangi penggunaannya sesudah  lima jam. 

Penggunaan tiap lima jam ini agak merepotkan di malam 

hari sebab bisa mengganggu tidur. Dalam kasus seperti ini 

dokter mungkin akan meresepkan obat asma yang masa 

kerjanya lebih panjang.    

Pada sebagian produk, salbutamol digabungkan dengan 

guaifenesin/gliseril guaiakolat/GG. Ini golongan obat 

pengencer dahak (ekspektoran). sebab  itu, obat ini hanya 

cocok digunakan pada asma yang disertai produksi banyak 

dahak. Baca juga Bab Obat Batuk. Jika asma tidak disertai 


237 

 

dahak, penggunaan obat ini hanya akan meningkatkan 

kemungkinan efek buruk iritasi lambung.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Salbutamol Ventolin®, Astop®, Ascolen®, Asmacare®, Astharol®, 

Azmacon®, Bromosal®, Bronchosal®, Brondisal®, 

Butasal®, Buventol®, Cybutol®, Fartolin®, Glisend®, 

Grafalin®, Hivent®, Lasal®, Librentin®, Pritasma®, 

Respolin®, Salbron®, Salbuven®, Saltam®, Salvasma®, 

Suprasma®, Varsebron®, Venasma®, Ventab®, Volmax® 

Salbutamol & 

guaifenesin/GG 

Ventolin Ekspektoran®, Fartolin Ekspektoran®, Lasal 

Ekspektoran®, Proventol-Ekspektoran®, Salbron 

Ekspektoran®, Salbuven Ekspektoran® 

Salbutamol & 

teofilin 

Teosal® 

 

3. Terbutalin. Masih satu golongan dengan salbutamol. Cara 

kerja, masa kerja, dan efek sampingnya pun serupa dengan 

salbutamol.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Terbutalin  Bricasma®, Asmabet®, Astherin®, Brasmatic®, Forasma®, 

Lasmalin®, Lintaz®, Nairet®, Neosma®, Pulmobron®, Relivan®, 

Sedakter®, Tabas®, Terasma®, Tismalin®, Yarisma®  

Terbutalin 

& GG 

Bricasma ekspektoran®, Terasma ekpektoran® 


238 

 

 

4. Metaproterenol (orsiprenalin). Ini juga masih satu golongan 

dengan salbutamol. Cara kerjanya serupa, efek sampingnya 

juga mirip. Harus digunakan dengan sangat hati-hati pada 

penderita hipertensi, gangguan jantung, atau diabetes sebab  

pada sebagian pasien  obat ini mungkin bisa memperparah 

penyakit-penyakit itu.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Metaproterenol  Alupent®  

  

5. Ipratropium. Obat ini bekerja dengan cara melegakan saluran 

napas dan mencegah produksi dahak. Untuk meningkatkan 

efektivitasnya, obat ini biasanya dikombinasikan dengan 

salbutamol. sebab  tidak termasuk obat bebas, hanya gunakan 

obat ini di bawah pengawasan dokter.  

Tersedia dalam bentuk obat hirup. Saat pasien 

memakai nya, uap harus dijauhkan dari mata. Mata harus 

dipejamkan. Jangan sampai uapnya terkena mata sebab bisa 

menyebabkan iritasi dan gangguan penglihatan.  

Selesai menghirup obat ini, berkumurlah dengan air untuk 

menghilangkan sisa obat di mulut agar terhindar dari efek 

samping mulut dan tenggorok kering.  

 


239 

 

Obat Contoh merek dagang 

Ipratropium Atrovent® 

Ipratropium & salbutamol Combivent®, Farbivent®  

Ipratropium & fenoterol Berodual® 

 

6. Tiotropium. Obat ini masih termasuk satu kelompok dengan 

ipratropium. Efek sampingnya pun sama. Bedanya, obat ini 

memiliki masa kerja yang panjang, sekitar 24 jam. Lazim 

digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan 

pertama. Satu dosis bisa memberi perlindungan selama sehari-

semalam.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Tiotropium Spiriva® 

 

7. Salmeterol dan formoterol. Masih satu kelompok dengan 

salbutamol. Punya masa kerja yang lebih panjang, sekitar 12 

jam. Sehingga, dalam sehari semalam, pasien cukup 

memakai  dua kali. Cocok digunakan untuk pencegahan, 

terutama saat tidur di malam hari. Tapi obat ini tidak cocok 

digunakan untuk pertolongan pertama. Efek samping yang 

bisa timbul antara lain sakit kepala, pusing, jantung berdebar-

debar, atau badan gemetar.  


240 

 

 

8. Fenoterol. Sama seperti salbutamol, obat ini bisa digunakan 

untuk pertolongan pertama, juga bisa untuk pencegahan. Obat 

ini sempat diperdebatkan keamanannya sebab  diduga 

meningkatkan risiko fatal pada pasien asma yang parah. 

Sekalipun pendapat ini masih diperdebatkan, kita sebagai 

konsumen awam sebaiknya mengambil jalan aman saja, yaitu 

hanya memakai nya sesuai dengan petunjuk dokter.    

 

Obat Contoh merek dagang 

Fenoterol Berotec® 

Fenoterol & ipratropium  Berodual® 

 

9. Kortikosteroid, misalnya beklometason, budesonid, 

mometason, flunisolid, flutikason, triamsinolon, dsb. 

Digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan 

pertama. 

Kortikosteroid bekerja sebagai obat asma dengan cara 

mencegah terjadinya radang pencetus asma. Baca juga Bab 

Kortikosteroid.  

Obat kelompok ini sebetulnya memiliki banyak efek 

samping. Untuk mengurangi efek sampingnya, obat-obat 

kortikosteroid ini biasanya diberikan dalam bentuk obat hirup. 

Dibandingkan dengan kortikosteroid yang diminum, secara 


241 

 

umum kortikosteroid yang dihirup relatif lebih aman. Bisa 

digunakan dalam jangka panjang.  

Meski begitu, untuk menghindari efek samping yang 

mungkin bisa timbul, sebaiknya jangan membeli dan 

memakai nya secara bebas. Silakan berkonsultasi ke 

dokter lebih dulu.  

Salah satu efek buruk yang bisa timbul yaitu  sariawan 

akibat infeksi jamur di lidah dan rongga mulut. Risiko 

sariawan-jamur bisa dikurangi dengan cara berkumur tiap kali 

selesai menghirup obat untuk membersihkan sisa obat di lidah 

dan rongga mulut. 

Risiko ini juga bisa diperkecil dengan cara menghirup obat 

memakai  alat bantu spacer. Lihat Subbab Bentuk Obat 

Asma. 

Spacer berupa sebuah tabung yang menghubungkan antara 

moncong inhaler dengan mulut kita. Cara penggunaannya, 

obat disemprotkan ke dalam spacer, tidak langsung ke dalam 

saluran napas kita, lalu pasien bernapas dari dalam spacer 

tersebut. Cara ini bisa mengurangi kemungkinan partikel 

semprotan kortikosteroid menempel di lidah, rongga mulut 

atau pangkal tenggorok.    

Selain sariawan, penggunaan kortikosteorid hirup dosis 

besar yang menahun, menurut sebagian peneliti, juga bisa 


242 

 

menurunkan laju pertumbuhan tinggi badan anak sekitar 1 cm 

per tahun. Itu sebabnya pasien tua sebaiknya selalu 

mengonsultasikan penggunaan obat ini ke dokter untuk 

memperkecil risiko buruk ini. (http://www.acaai.org/allergist/asthma/asthma-

treatment/Pages/default.aspx) 

Sekali lagi, dalam dunia kedokteran, penggunaan obat 

hanya dianjurkan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya. 

Penggunaan obat jangka panjang memang mungkin bisa 

menyebabkan efek buruk, tapi jika asma tidak diobati maka 

risiko buruknya jauh lebih besar.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Budesonid Pulmicort®, Imflammide®, Cycortide®  

Beklometason Beconase®, Becloment®  

Flutikason Flixotide® 

Flutikason & salmeterol Seretide® 

Budesonid & formoterol Symbicort® 

Beklometason & salbutamol Ventide® 

 

10. Kromolin/kromoglikat dan nedokromil. Obat ini bekerja 

dengan cara mencegah terjadinya radang pencetus asma. Biasa 

digunakan untuk pencegahan tapi tidak cocok untuk 

pertolongan pertama sebab  obat ini tidak punya efek 


243 

 

melebarkan saluran napas. Pada umumnya efek maksimum 

antiasma obat ini baru terasa sesudah  pemakaian reguler selama 

beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.  

Efek samping obat ini antara lain mulut dan tengggorok 

kering. sebab  itu, sehabis menghirup obat ini sebaiknya 

pasien berkumur-kumur. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Kromolin/kromoglikat Tilade®, Intal 5® 

 

Selain yang disebut di atas, masih ada beberapa lagi obat-

obat asma lain seperti trimetokuinol, asefilin piperazin, 

prokaterol, dan zafirlukas. Dari sekian banyak obat asma di atas, 

yang paling sering diresepkan jangka panjang, dan sebaiknya 

diketahui pasien asma, yaitu  salbutamol dan  kortikosteroid. 

Teofilin juga sangat perlu diketahui sebab  obat ini banyak 

diiklankan di media massa dan boleh dibeli tanpa resep. 

 

Bentuk Obat Asma 

Asma termasuk salah satu penyakit yang cukup rumit 

pengobatannya. Obatnya tersedia dalam bermacam-macam 

bentuk. Ada yang berupa obat minum seperti tablet atau sirup, ada 

pula yang berbentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam 

dubur, ada pula yang berbentuk obat hirup. Pasien asma sebaiknya 


244 

 

memahami betul cara pakai obatnya bisa memperoleh manfaat 

maksimal dan terhindar dari efek buruk yang bisa timbul akibat 

salah pakai.  

  

1. Sirup atau tablet biasa. Di sini ada tambahan kata “biasa” 

untuk membedakan dengan tablet jenis nomor dua. Begitu 

diminum, obat ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 

setengah sampai satu jam untuk bereaksi. Jadi, kalau kita 

terkena serangan asma dan membutuhkan pertolongan cepat, 

obat ini tidak bisa diharapkan langsung bereaksi. Kita harus 

sabar menunggu reaksinya sekitar satu jam.  

 

2. Tablet “lepas lambat”. Obat jenis ini biasanya ditandai 

dengan adanya imbuhan SR atau Retard di nama dagangnya. 

SR merupakan singkatan dari Sustained Release. Baik Sustained 

Release maupun Retard menunjukkan bahwa zat obat 

dilepaskan secara lambat dan pelan-pelan di dalam saluran 

cerna.  

sebab  itu, obat jenis ini harus ditelan apa adanya, tidak 

boleh dikunyah atau dihancurkan sebelum diminum. Obat 

jenis ini digunakan untuk pencegahan. Pelepasan lambat dan 

pelan-pelan dimaksudkan agar efek pencegahannya 

berlangsung lebih lama dan agar pasien tidak perlu berkali-kali 

minum obat.   


245 

 

 

3. Supositoria. Obat ini harus dimasukkan ke dalam dubur. 

Kenapa kita harus repot-repot memakai  obat seperti ini? 

Dengan langsung dimasukkan ke dalam dubur, obat bisa 

masuk ke peredaran lebih cepat sehingga reaksinya juga lebih 

cepat. Selain itu, penggunaan obat lewat dubur juga bisa 

meminimalkan efek samping obat minum yang harus melewati 

lambung dan saluran cerna.    

 

4. Obat hirup. Obat hirup pun bentuknya macam-macam. Ada 

yang berupa inhaler (semprot-hirup), ada pula yang harus 

digunakan dengan nebulizer (alat penguap).  

Obat hirup pada umumnya hanya membutuhkan waktu 

sekitar lima sampai beberapa belas menit untuk bereaksi. 

sebab  itu, bentuk obat hirup cocok digunakan untuk obat 

pertolongan pertama maupun pencegahan. Dibandingkan obat 

minum, obat hirup secara umum relatif lebih aman digunakan 

dalam jangka panjang. 

 

a. Inhaler 

Ini bentuk yang obat asma yang paling banyak digunakan. 

Inhaler berupa botol kecil yang bisa dikantongi dan dibawa 

ke mana-mana. Tiap semprotan mengandung obat dalam 

dosis yang sama. Ini bentuk obat hirup yang paling praktis.  


246 

 

Sayangnya, inhaler ini hanya cocok untuk pasien yang 

sudah bisa mengoordinasikan gerakan napas sebab 

penyemprotan harus dilakukan persis bersamaan dengan 

hirupan napas. Tepat ketika jari tangan memencet inhaler, 

pasien harus menarik napas. Anak-anak biasanya belum 

memiliki keterampilan ini.  

  

 

Untuk mereka ini, tersedia alat bantu bernama spacer 

yang bisa mempermudah pasien menghirup obat. Spacer 

berupa sebuah tabung yang menghubungkan antara 

moncong inhaler dengan mulut. Cara pakainya: obat 

disemprotkan ke dalam spacer, lalu pasien bernapas seperti 

biasa dengan menghirup udara dari dalam spacer tersebut.  

 

 

 


247 

 

 

Cara Pakai Inhaler 

 

  Pastikan obat disertai kemasan dengan brosur cara pakai yang detail. Ini 

penting untuk memperkecil kemungkinan efek buruknya sebab masing-

masing produk bisa saja memiliki cara pakai yang berbeda-beda. 

  Sebelum digunakan, kocok dahulu wadahnya agar obat tercampur homogen 

dan agar tiap semprotan mengandung dosis yang sama persis.  

  Untuk pemakaian pertama, buang sekitar dua semprotan ke udara, jauhkan 

dari wajah.  

  Sebelum menyemprotkannya, embuskan napas sebanyak mungkin (tanpa 

memaksakan diri); masukkan moncong inhaler ke dalam mulut; tutup rapat-

rapat dengan bibir; lalu secara bersamaan tekan inhaler dan tarik napas 

pelan-pelan dan dalam. Tahan napas selama sekitar 10 detik untuk 

memberi kesempatan obat merasuk ke dalam paru-paru, sesudah  itu baru 

lepaskan moncong inhaler lalu embuskan napas pelan-pelan dan bernapas 

seperti biasa. Jangan terlalu kuat mengembuskan napas.  

  Jika dosisinya dua semprot, beri jarak sekitar satu menit antarsemprotan. 

Interval waktu ini diperlukan untuk memberi kesempatan agar obat merasuk 

dulu ke dalam paru-paru. 

  Selesai menghirup obat, berkumur-kumurlah untuk membersihkan sisa obat 

di rongga mulut. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan efek 

buruk obat itu, misalnya mulut kering atau sariawan. 

  Jika inhaler tidak memiliki penghitung otomatis, catat berapa semprotan 

yang sudah dikeluarkan. Biasanya satu kemasan inhaler bisa digunakan 

untuk 200 semprotan. sesudah  digunakan sebanyak 200 kali semprotan, 

sebaiknya sisanya tidak digunakan lagi walaupun mungkin masih ada 

beberapa semprotan lagi. Pasalnya, jika jumlah semprotan sudah 

melampaui angka yang ditetapkan, maka semprotan berikutnya mungkin 

tidak lagi berisi dosis yang optimal. Untuk memperoleh efek optimal, 

pengobatan asma harus dilakukan dengan dosis yang sangat teliti.   

 

 


248 

 

Inhaler seperti di atas biasa disebut MDI, singkatan 

dari metered-dose inhaler. Disebut metered-dose sebab  inhaler 

jenis ini dilengkapi dengan katup pengatur dosis.  

Selain MDI, ada jenis inhaler lain yang 

penggunaannya berbeda. Inhaler jenis ini tidak 

menyemprotkan larutan obat tapi melepaskan obat dalam 

bentuk bubuk padat yang halus.  

Inhaler jenis ini disebut DPI, singkatan dari dry powder 

inhaler. Disebut dry-powder sebab  memang yang 

dilepaskan yaitu  obat dalam bentuk bubuk kering. Oleh 

sebab  bentuk obatnya berupa partikel padat, obat ini 

hanya bisa merasuk ke dalam paru-paru kalau dihirup 

dengan cepat dan kuat.  

Tidak seperti MDI, inhaler jenis bubuk kering ini tidak 

pelu dikocok sebelum digunakan. Dibandingkan inhaler 

jenis MDI (semprot basah), inhaler kering ini relatif jarang 

digunakan.  

 

b. Nebulizer 

Berupa alat yang cukup besar (dan mahal) serta 

membutuhkan listrik saat digunakan. Sesuai namanya, 

nebulizer, alat ini mengubah obat dalam bentuk larutan 

menjadi nebula (kabut) yang harus dihirup oleh pasien. 


249 

 

Alat ini biasa digunakan untuk pasien anak-anak 

sebab  mereka belum bisa mengatur koordinasi napas, 

juga belum bisa menghirup dengan kuat. sesudah  obat 

diuapkan di nebulizer, si anak cukup bernapas seperti biasa 

menghirup udara dari nebulizer memakai  masker 

khusus. Satu kali pemakaian biasanya membutuhkan 

waktu beberapa belas menit.  

 

 

 

Pencegahan  

Ketika kita bicara tentang asma, biasanya kita akan cenderung 

lebih banyak bicara tentang apa obatnya dan bagaimana cara 

penggunaannya. Sering kali ini melupakan kita bahwa hal 

terpenting dari pengendalian asma yaitu  mencegahnya alias 

menghindari pencetusnya. sebab  itu, pasien atau pasien tua pasien 


250 

 

sebaiknya berusaha sungguh-sungguh untuk mengetahui apa saja 

pencetusnya.  

Semua faktor yang disebut di awal bab ini harus diteliti 

kemungkinannya sebagai pencetus. Jika pencetusnya sudah 

ketemu, maka pasien harus berusaha dengan sungguh-sungguh 

untuk mengatasinya. Jangan hanya mengandalkan obat sebab, 

sekali lagi, obat asma sama sekali tidak menyembuhkan asma. 

Obat asma hanya meredakan gejala dan mencegah serangannya. 

Yang lebih menentukan kesehatan kita yaitu  sistem pertahanan 

tubuh kita sendiri.  


251 

 

 

 

22  

 

OBAT TBC 

 

 

Sampai sekarang negara kita  masih merupakan salah satu 

negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Dalam 

urusan ini, kita masih masuk lima besar. Sekalipun mungkin kita 

sudah mulai jarang menjumpai penderitanya, kita masih perlu 

memberi perhatian serius kepada penyakit yang oleh pasien  awam 

biasa disebut flek paru ini. 

Dalam kaitannya dengan obat TBC, ada dua masalah 

utama yang kita hadapi: pasien  yang sakit TBC tidak merasa sakit; 

sementara pasien  yang tidak sakit TBC justru dianggap sakit TBC. 

Akibatnya, pasien  yang mestinya minum obat TBC tidak minum 

obat yang ia butuhkan. Sebaliknya, pasien  yang mestinya tidak 

minum obat TBC justru meminumnya.  


252 

 

Masalah pertama biasanya terjadi pada pasien  dewasa 

sementara masalah kedua umumnya menimpa balita. Kenapa bisa 

begitu? Mari kita bahas. 

TBC (atau TB) yaitu  penyakit yang disebabkan oleh 

infeksi bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Si “Miko” 

ini termasuk salah satu kuman paling bandel di dunia.  

Di dalam tubuh manusia, bakteri ini biasanya bersarang di 

dalam paru-paru—sekalipun bisa saja berada di organ-organ lain. 

sebab  paru-paru dijadikan sebagai sarang kuman, tubuh 

berusaha melawan dengan memproduksi banyak dahak di dalam 

paru-paru. Itu sebabnya penderita TB menujukkan gejala batuk 

berdahak yang berlangsung berbulan-bulan dan tidak sembuh-

sembuh walaupun sudah diobati ini itu.  

Biasanya gejala batuk ini disertai dengan gejala lain seperti 

berkeringat di malam hari (walaupun tidak melakukan aktivitas), 

kurang nafsu makan, berat badan menurun, badan lemah dan 

selalu terasa tidak enak. Jika parah, batuk bisa disertai dengan 

dahak dan bercak darah, dada terasa nyeri, dan napas sesak.     

Untuk mendiagnosis apakah pasien   menderita TB atau 

tidak, dokter biasanya meminta pasien melakukan tes rontgen dan 

pemeriksaan dahak. Pada penderita TB, foto rontgen dadanya 

akan menunjukkan gambaran khas adanya flek (bercak) di paru-

parunya. Tapi pemeriksaan rontgen saja tidak bisa dijadikan dasar 

untuk memvonis TB. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dahak. 


253 

 

Jika pemeriksaan dahak di bawah mikroskop menunjukkan 

adanya kuman TB di riak pasien, berarti memang ia menderita 

TB.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diagnosis TB Anak Lebih Sulit  

Jika lewat pemeriksaan di atas, pasien   (dewasa) divonis oleh 

dokter bahwa dia menderita TB, maka “dua kali dua sama dengan 

empat”. Suka tak suka, ia harus disiplin minum obat, setiap hari, 

berturut-turut, tanpa henti, selama paling tidak enam bulan. Ini 

yaitu  vonis yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Tak ada proses 

naik banding. 

Akan namun , berbeda halnya jika yang divonis TB yaitu  

pasien balita. Jika sepasien  dokter memvonis sepasien  anak balita 

menderita TBC, sebaiknya pasien tua mencari second opinion lebih 

dulu sebelum menjalani pengobatan. pasien tua sebaiknya 

Pemeriksaan dahak ini merupakan tes yang paling akurat untuk 

membuktikan pasien   menderita TB atau tidak. Tes ini 

merupakan metode standar yang ditetapkan Kementerian 

Kesehatan (Depkes) dan harus diikuti oleh semua dokter. Foto 

rontgen saja mugkin masih menipu, tapi pemeriksaan kuman 

dahak di mikroskop biasanya tidak akan menipu. Ibarat proses 

pengadilan di meja hijau, adanya kuman TB di dahak yaitu  bukti 

nyata kejahatan yang tidak bisa dibantah lagi. 


254 

 

memakai  hak untuk naik banding lebih dulu sebelum 

menerima vonis, terutama jika vonis itu dijatuhkan padahal si 

anak baru dibawa ke dokter satu atau dua kali.  

Ini tidak berarti bahwa kita tidak percaya kepada dokter 

pertama. Ini semata-mata demi alasan kesehatan si anak. 

Kedokteran bukanlah ilmu pasti. Medicine is a science of uncertainty 

and an art of probability. Ilmu kedokteran yaitu  sains 

ketidakpastian dan seni kemungkinan. Dokter mungkin saja keliru 

tanpa disengaja.  

Pada anak-anak, 

diagnosis TB tidak begitu 

mudah dilakukan. Jika baru 

satu dua kali kunjungan, lalu 

dokter sudah langsung bisa 

meyimpulkan bahwa si anak 

menderita TB, pasien tua 

sebaiknya memakai  

haknya untuk mencari 

pendapat dokter lain. 

Kenapa begitu? 

Sekali lagi, tes yang 

paling akurat untuk 

memastikan pasien   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Naik banding bisa dilakukan 

dengan berkonsultasi ke 

dokter lain yang lebih ahli, 

entah ke dokter spesialis anak 

(Sp.A) atau dokter spesialis 

paru (Sp.P). Lebih tepat lagi 

kalau ke dokter Sp.A (K), 

spesialis anak yang 

mengkhususkan diri 

(subspesialis) di bidang paru 

anak. Kalau kita tinggal di 

kota besar, biasanya kita 

dapat menemukan dokter 

Sp.A (K) yang subspesialis 

paru anak ini di rumah-rumah 

sakit besar. 


255 

 

menderita TB yaitu  dengan memeriksa dahaknya di bawah 

mikroskop. Jika di dalam dahak itu ada bakteri TB, berarti 

memang ia menderita penyakit ini. Di sinilah masalahnya. pasien  

dewasa gampang saja disuruh mengeluarkan dahak. Tapi anak 

balita? Mereka belum punya kemampuan mengeluarkan riak. 

sebab  mereka belum bisa berdahak, dokter akan melakukan 

pemeriksaan dengan cara lain. 

 

Tes Mantoux Saja Tak Cukup 

Untuk memperkuat diagnosis, dokter harus melakukan beberapa 

tes, antara lain tes Mantoux di kulit pasien dan foto rontgen dada. 

Tes Mantoux bertujuan untuk menguji apakah tubuh si anak 

pernah terpapar kuman TB atau tidak. Sedangkan foto rontgen 

untuk mengetahui ada tidaknya flek (bercak dahak) di paru-paru.  

Meski dua tes ini sudah dilakukan pada pasien anak, 

dokter tetap tidak bisa langsung dengan mudah membuat 

kesimpulan. Sebab, di tahap ini masih ada banyak hal yang bisa 

mengecoh diagnosis. 

Tipuan pertama timbul pada saat tes Mantoux. Tes ini 

dilakukan dengan menyuntikkan protein dari kuman TB ke dalam 

kulit lengan bagian bawah. Hasilnya positif jika timbul bekas 

kemerahan dengan diameter lebih dari 10 mm pada bekas tempat 

suntikan.  


256 

 

Jika tes Mantoux positif, artinya: si anak pernah 

kemasukan kuman TB. Akan namun , itu tidak berarti bahwa dia 

pasti menderita TB. Bisa saja tubuhnya pernah kemasukan kuman 

TB tapi dia tidak sakit. Contohnya, anak yang pernah mendapat 

vaksin BCG akan memberikan respons positif terhadap tes 

Mantoux.  

Seperti yang pernah diajarkan kita di sekolah menengah, 

vaksin yaitu  kuman yang dilemahkan. Vaksin BCG sejatinya 

yaitu  kuman yang dilemahkan lalu dimasukkan ke dalam tubuh 

agar tubuh belajar membuat kekebalannya.  

Kemungkinan lain, si anak pernah terpapar kuman TB, 

tapi daya tahannya cukup kuat untuk melawan. Jadi, meskipun 

kemasukan kuman, dia tidak sakit. Jadi, tes Mantoux saja tidak 

bisa dijadikan sebagai patokan, kecuali jika kemerahan di kulit 

pasien sangat tebal misalnya sampai 20 mm. Kalau bercaknya 

sangat tebal, kemungkinan besar memang ia menderita TB. 

 

Foto Rontgen Bisa Menipu  

sebab  tes Mantoux saja tidak cukup, untuk memperkuat 

diagnosis diperlukan tes foto rontgen. Tapi di sini pun tipuan 

masih terus berlanjut. Pada pasien  dewasa, foto rontgen biasanya 

menunjukkan gambaran flek paru di bagian atas. Sebab di daerah 

inilah kuman TB membangun sarangnya. Tapi pada anak-anak, 


257 

 

kuman TB tidak membangun sarangnya di paru-paru bagian atas, 

melainkan di kelenjar getah bening. 

Susahnya, lokasi kelenjar ini berdekatan dengan jantung. 

Jika hanya difoto dari depan, kadang flek tertutup oleh bayangan 

jantung. Apalagi jika hasil foto kurang bagus. Itulah sebabnya, 

untuk memperkuat diagnosis, foto rontgen juga harus dilakukan 

dari samping. Dengan begitu, gambaran paru tidak diganggu oleh 

jantung. 

Ruwetnya lagi, kalaupun hasil rontgen menujukkan flek 

paru, itu pun masih tidak berarti bahwa si anak positif TB. Flek 

paru di foto rontgen tak selalu indikasi TB. Ada kemungkinan 

lain. Misalnya pada anak-anak yang sedang batuk grok-grok. Saat 

dirontgen, mungkin saja hasil fotonya menunjukkan flek, 

meskipun ia tidak menderita TB. sebab  itu, foto rontgen 

sebaiknya dilakukan pada saat anak dalam kondisi terbaik. Jika 

mungkin, sesudah  batuk grok-grok-nya disembuhkan lebih dulu 

atau paling tidak saat batuknya minimal. 

sebab  sulitnya menegakkan diagnosis TB pada anak, 

dokter biasanya memerlukan waktu lebih lama sebelum 

menjatuhkan vonis. Dokter akan menegakkan vonis dengan 

mempertimbangkan berbagai hasil pemeriksaan, mulai dari gejala 

yang dialami si anak, gambaran foto rontgen, hingga hasil tes 

Mantoux. 

 


258 

 

Selidiki Riwayat Kontak 

Selain itu, ada ada satu faktor lain yang tak kalah pentingnya, 

yaitu riwayat kontak si anak dengan penderita TB. Tentu yang 

lebih tahu masalah ini yaitu  pasien tua pasien. Jika misalnya, di 

rumah ada penderita TB, maka ini bisa memperkuat dugaan TB 

pada si anak. 

Biasanya si anak tertular penyakit ini dari pasien  dewasa, 

bukan dari teman-temannya. Soalnya, penderita TB anak belum 

bisa menularkan kumannya kepada pasien  lain.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bukan “Penyakit pasien  Miskin” 

 

Selama ini sebagian dari kita mungkin menganggap TB 

identik dengan penyakit pasien  miskin. pasien tua akan merunduk malu 

jika anaknya diketahui mengidap TB. Tapi mengingat bahwa penyakit 

ini bisa menular secara tidak langsung di luar rumah, anggapan 

“penyakit pasien  miskin” ini mestinya tidak dijadikan pedoman. Siapa 

saja bisa tertular TB.  

Sekalipun tidak ada anggota keluarga atau pembantu yang 

menderita TB, bisa saja si anak kemasukan kuman saat berada di luar 

rumah. Penularannya terjadi secara tidak langsung. Mungkin saat si 

anak berada di luar rumah, ia menghirup udara yang tercemar kuman 

TB. Saat sepasien  penderita (yang entah siapa) batuk dan tidak 

menutup mulutnya, kuman TB keluar dari paru-parunya bersama 

percikan air ludah. Kuman-kuman ini lalu bertahan hidup sambil 

beterbangan di udara, dan akhirnya terhirup oleh si anak yang malang 

itu. 


259 

 

 

TB Anak Menyerang Kelenjar Getah Bening 

Dalam tubuh anak, kuman ini bersarang di kelenjar getah bening, 

yang sal