angun tidur), pukul 13.00 (sesudah
makan siang), lalu pukul 20.00 (saat akan tidur). Bukan,
misalnya, pukul 08.00, pukul 12.00, dan pukul 17.00. Aturan
umum ini sebetulnya juga berlaku untuk kebanyakan obat
lainnya. Untuk antibiotik, aturan ini perlu lebih ditekankan.
Jika Anda lupa minum satu dosis, segera minum begitu
ingat. Jika Anda lupa dua kali dosis, jangan minum dosis
ganda ketika ingat. Cukup minum dosis terakhir. Misal, Anda
211
harus minum antibiotik sehari tiga kali. sebab kesibukan
kerja, Anda lupa minum dosis siang dan malam hari dan baru
ingat saat akan tidur pukul 22.00. Jika itu yang terjadi, segera
minum dosis malam. Cukup dosis malam saja. Dosis siang
tidak usah diminum untuk menghindari kemungkinan
overdosis.
212
21
OBAT TIFUS
Di negara kita, tifus masih merupakan salah satu penyakit
yang banyak dijumpai. Sebagian dari kita bahkan mungkin pernah
mengalaminya. Hingga sekarang, penyakit lawas ini masih sulit
diberantas. Penyebabnya tak lain yaitu kurangnya kebersihan diri
dan kebersihan lingkungan.
Jika Anda membaca situs-situs referensi medis, penyakit ini mungkin tidak disebut
dengan istilah tifus melainkan tifoid atau demam tifoid. Yang benar memang mestinya
demam tifoid sebab tifus yaitu sebuah penyakit tersendiri yang jarang kita jumpai.
Tifus dalam pengertian para dokter yaitu penyakit yang disebabkan oleh kuman
Rickettsia typhi. Sedangkan tifus yang kita maksud sehari-hari yaitu penyakit akibat
infeksi Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Meski nama belakangnya sama,
Salmonella dan Rickettsia yaitu dua jenis kuman yang berbeda. sebab itu, jika Anda
melakukan browsing dan ingin dirujuk ke situs-situs referensi, gunakan kata kunci nama
medis. Tapi untuk alasan kemudahan, di buku ini kita akan memakai istilah tifus
untuk demam tifoid.
213
Kuman tifus ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan
atau minuman yang tercemar. Lalu di dalam tubuh, kuman ini
berkembang biak dan membangun koloni di usus halus. Usus
halus yaitu bagian usus paling panjang yang berfungsi sebagai
tempat penyerapan zat makanan. Dari usus halus, kuman-kuman
ini kemudian menerobos masuk ke dalam pembuluh darah.
Gejala Awal Tidak Khas
Saat terjadi agresi kuman, tubuh berusaha melawannya dengan
memproduksi antibodi. Antibodi yaitu zat kekebalan untuk
melawan benda asing. Sekalipun agresi kuman sudah terjadi,
penderita mungkin masih sehat-sehat saja. Gejala sakitnya baru
muncul sesudah 10–14 hari sejak masa invasi. Jadi, kita mungkin
baru akan merasakan gejala sakit tifus dua minggu sesudah kita
menyantap makanan yang tercemar.
Pada minggu pertama, gejala tifus yang muncul sering
mengecoh. Keluhannya mirip dengan infeksi lainnya antara lain
demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan, mual,
muntah, rasa tidak enak di perut, batuk, mimisan, sembelit (susah
buang air besar), atau kadang malah diare.
Oleh sebab gejala yang tidak khas ini, bukan hanya
pasien yang sering tertipu. Dokter pun kadang keliru diagnosis dan
tidak menyadari bahwa yang sedang dihadapi yaitu kuman tifus.
214
Tak jarang gejala ini disangka demam berdarah, pneumonia
(radang paru) atau radang tenggorok.
Tes Widal
Biasanya dokter akan meminta pasien melakukan tes yang disebut
tes Widal. Tes ini bisa membantu dokter menegakkan diagnosis
tifus. Meski begitu, hasil tes ini tidak bisa langsung dipakai dasar
tunggal untuk mengambil kesimpulan. Meskipun tes Widal positif,
belum tentu pasien positif tifus.
Sebab, tes Widal tidak memeriksa ada tidaknya kuman
tifus melainkan hanya memeriksa ada tidaknya antibodi terhadap
kuman tersebut. Di sinilah masalahnya. Setiap pasien yang pernah
kontak dengan kuman ini pasti memiliki antibodi tifus. Tak peduli,
apakah ia menderita tifus atau tidak.
Di negara kita , kuman-kuman ini yaitu bagian dari
kehidupan sehari-hari. Nyaris semua pasien pernah kontak dengan
kuman ini walaupun tidak otomatis menyebabkan sakit tifus.
Mungkin tubuh kita pernah kemasukan kuman ini saat makan
gado-gado atau cendol di warung yang kurang bersih.
Meski demikian, itu tidak berarti bahwa tes Widal sama
sekali tak berguna. Hasil tes ini tetap dapat membantu dokter
menegakkan diagnosis. Dokter bisa mengambil interpretasi dari
tinggi rendahnya antibodi. Semakin tinggi kadar antibodinya,
semakin besar kemungkinan pasien menderita demam tifoid.
215
Gejala yang Khas
Dalam membuat diagnosis, dasar utama yang dipakai dokter
yaitu gejala yang khas. Umumnya gejala ini muncul pada
minggu kedua, meski kadang muncul juga pada minggu pertama.
Gejala yang khas antara lain demam terjadi terutama pada sore
atau malam hari (temperatur bisa mencapai 39–40 C), lidah
kelihatan kotor seperti berselaput, kesadaran terganggu, hati dan
limpa membesar, serta adanya rasa nyeri saat perut pasien ditekan.
Gejala-gejala khas inilah yang bisa membedakan demam
akibat tifus dengan infeksi lainnya. Sebagai contoh, pada demam
berdarah dengue, demam tidak hanya terjadi di malam hari dan
tidak lebih dari satu minggu.
sebab tingkat kesulitan diagnosis inilah pasien
disarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter jika demam
tidak juga sembuh dalam tiga hari. Jangan menunggu sampai
parah. Di luar itu, kejelian dokter dalam membaca gejala dini tifus
merupakan kunci yang sangat penting agar pasien tidak berlama-
lama dalam kondisi sakit tanpa diketahui penyebabnya.
Jika dibiarkan terus-menerus, bukan tak mungkin penyakit
ini akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Tanpa
perawatan yang benar, agresi kuman bisa menyebabkan usus
mengalami perdarahan. Jika berlangsung terus, kondisi ini bisa
menyebabkan terjadinya kebocoran usus.
216
Pengobatannya Jelas
Sekalipun kuman tifus bisa mengecoh saat diagnosis, penyakit ini,
untungnya, bisa disembuhkan dengan metode terapi yang jelas.
Ada tiga unsur penting dalam terapi tifus, yaitu pemberian
antibiotik, istirahat total, dan makan makanan yang mudah
dicerna di usus. “Trilogi” pengobatan ini harus diikuti oleh pasien.
Asal ketiganya dilaksanakan dengan baik, tifus tidak begitu sulit
disembuhkan. Namun, jika salah satu saja ditinggalkan,
penyembuhan tifus bisa menjadi lebih sulit.
Ada beberapa jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk
menumpas kuman tifus misalnya kloramfenikol, tiamfenikol,
siprofloksasin, atau antibiotik jenis lainnya. Ini seratus persen
urusan dokter. Pasien sebaiknya tidak melakukan pengobatan
sendiri sebab pemilihan antibiotik yang salah justru bisa
membuat kuman menjadi semakin ganas dan menyebabkan
penyakit makin sulit dibasmi. Baca juga Bab Antibiotik.
Jika pemilihan antibiotiknya tepat, dalam waktu kira-kira
satu minggu, agresi kuman biasanya sudah bisa ditumpas. Namun,
sekali lagi, supaya terapi ini efektif, pasien harus mengimbanginya
dengan diet yang tepat dan istirahat. Obat, diet tepat, dan istirahat
merupakan trilogi yang saling menunjang dan tidak boleh
dipisahkan.
217
Boleh Makan Nasi
Dulu pasien tifus hanya diberi bubur saring, lalu ditingkatkan
perlahan-lahan menjadi nasi padat seiring kondisinya. Alasannya,
makanan yang kasar dikhawatirkan dapat mengikis dinding usus
yang sedang bermasalah. Tapi pada pedoman diet tifus sekarang,
pasien boleh saja makan makanan padat seperti nasi asalkan tidak
terlalu keras dan tidak mengandung banyak serat kasar.
Dalam kondisi sehat, kita memang dianjurkan banyak
makan serat dari buah dan sayur. Tapi dalam kondisi sakit tifus,
konsumsi serat harus dilakukan dengan penuh pertimbangan.
Pasalnya, serat tidak bisa dicerna dan akan membuat feses (tinja)
lebih keras dan bervolume sehingga dikhawatirkan menimbulkan
masalah pada saat kontak dengan dinding usus yang masih lemah.
sebab alasan itulah sebaiknya pasien membatasi sayuran
yang banyak mengandung serat kasar seperti sawi, daun singkong,
dan kangkung. Jadi, jika biasanya kita dianjukan banyak makan
serat, khusus untuk kondisi tifus, aturan ini boleh dimasukkan laci.
Nasi padat yes, serat kasar no. Adapun buah dan sayur yang
seratnya tidak begitu kasar seperti apel dan wortel masih boleh
dikonsumsi asal dikunyah sampai lembut.
Aturan baru ini menjadi sangat penting sebab nyaris
semua penderita tifus mengalami penurunan nafsu makan. Kalau
setiap hari disuruh makan bubur halus, pasien biasanya mengeluh
218
tidak doyan dan merasa tidak bertenaga. Padahal untuk
mempercepat penyembuhan, pasien amat memerlukan asupan gizi
yang cukup.
Umumnya pasien
mengeluh, bubur saring tidak
menggugah selera makan.
Maunya nasi padat, tapi takut
makan sebab sudah terbawa
pandangan yang selama ini
diyakini. Untuk mempercepat
penyembuhan, pasien boleh
makan nasi padat dengan lauk
yang lebih menggugah selera
asalkan tidak mengiritasi saluran
cerna dan tidak tinggi serat.
Selain diet yang tepat,
pasien juga harus menjalani
istirahat total (bed rest atau “tirah baring”). Dengan tirah baring,
diharapkan usus tidak banyak bergerak, sehingga mempercepat
proses penyembuhan.
Pencegahan
Sebetulnya penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi yang harus
diulang setiap beberapa tahun. Tapi vaksinasi penyakit ini tidak
“Sakit Gejala Tifus”
Di masyarakat kita, ada satu istilah
yang cukup unik, yaitu “sakit gejala
tifus”. Biasanya yang dimaksud dengan
istilah ini yaitu penyakit yang seperti
tifus tapi tidak parah. sebab istilah ini
merupakan istilah awam, tak ada
pengertian baku tentang penyakit ini.
Mungkin yang dimaksud yaitu
penyakit paratifus—tifus yang ringan.
Mungkin juga kondisi di mana dokter
baru mencurigai tifus tapi masih belum
yakin betul. Apa pun yang
dimaksudkan, sakit tifus, sakit gejala
tifus, atau sakit paratifus, semua itu
yaitu wilayah dokter. Pasien
disarankan untuk mengikuti petunjuk
trilogi: minum obat, diet yang tepat,
dan total beristirahat.
219
masuk ke dalam program vaksinasi massal pemerintah. Kita bisa
memintanya kepada dokter.
Buat kita yang tak pernah mendapat vaksinasi tifus, cara
terbaik mencegah penyakit ini yaitu dengan membiasakan diri
hidup bersih. Kalau memang harus makan di luar rumah,
usahakan untuk memilih warung yang bersih. Apa pun
makanannnya, apa pun minumannya, pastikan bersih warungnya.
Selama ini sebagian dari kita mungkin beranggapan bahwa
tifus yaitu penyakit masyarakat kelas menegah ke bawah akibat
sanitasi yang jelek dan pola hidup yang kurang higienis. Mungkin
pandangan ini benar sebagian. Tapi itu tidak berarti tifus memilih-
milih kasta. Akibat keteledoran kecil saja, misalnya makan lalap
yang kurang bersih dicuci, kuman tifus bisa berkunjung ke rumah-
rumah yang jauh dari kesan jorok. Buktinya, rumah-rumah sakit
kelas atas pun selalu kedatangan pasien tifus.
Selain hidup bersih, cara pencegahan yang tak boleh
dilupakan yaitu dengan menjaga daya tahan tubuh. Ini faktor
penting yang tak boleh dilupakan. Kuman tifus yaitu bagian dari
kehidupan kita yang tinggal di negara kita . Sebagian besar dari kita
mungkin pernah terpapar kuman ini. Tapi kenapa kita tidak sakit?
Sebab daya tahan tubuh kita cukup kuat untuk melawannya.
Kuman tifus sangat mungkin ada di dalam makanan kita
saat makan di warung. Asalkan daya tahan tubuh kita cukup kuat,
kita bisa tetap sehat. Sebaliknya, begitu daya tahan tubuh kita
220
lemah, misalnya akibat kecapekan bekerja lembur setiap hari,
kuman-kuman itu tadi bisa menjadi ganas dan menyebabkan kita
sakit tifus.
Antibiotik Harus Dihabiskan
Dalam ilmu kedokteran modern, metode pengobatan tifus
sebetulnya sudah sangat jelas, yaitu trilogi “DI-OBAT-I”: DIet,
OBAT, Istirahat. Ketiga hal ini yaitu satu paket yang tidak bisa
dipisahkan. Minum obat saja tidak cukup. Harus disertai istirahat
dan pola makan yang tepat. Asalkan antibiotiknya tepat, dengan
trilogi DI-OBAT-I ini, tifus insya Allah—sebetulnya tak ada istilah
ini dalam ilmu medis—akan sembuh.
Bagaimana kalau tidak sembuh?
Kemungkinannya banyak. Kita tidak bisa dengan serta-
merta membuat kesimpulan tentang penyebab ketidaksembuhan
itu. Pertama-tama harus ditanyakan: apakah memang sakit yang
diderita pasien itu memang benar-benar tifus? Bisa saja pasien
dikira sakit tifus padahal sebetulnya bukan tifus. Kalau ia diobati
dengan metode pengobatan tifus dan tidak sembuh, tentu yang
salah bukan obatnya tapi diagnosisnya.
Kalaupun pasien memang benar-benar sakit tifus, dan
dokter sudah meresepkan antibiotik, tapi ternyata tidak sembuh
juga, ada kemungkinan antibiotiknya sudah tidak mempan
221
terhadap kuman tifus itu. Dalam kondisi ini, antibiotik itu harus
diganti dengan jenis antibiotik lain yang lebih kuat yang masih
ampuh membasmi kuman ganas tersebut. Ini sepenuhnya wilayah
dokter.
Kemungkinan lain: ada kalanya obat sudah tepat tapi
pasien tidak patuh. Bentuk ketidakpatuhan itu bisa bermacam-
macam. Misalnya, antibiotik tidak diminum sampai habis.
Resep antibiotik untuk tifus bisa selama seminggu, sepuluh
hari, dua minggu, atau bahkan lebih lama dari itu tergantung jenis
antibiotik yang dipakai dan kondisi pasien. Antibiotik ini harus
diminum sampai habis walaupun pasien sudah merasa sembuh.
Pengobatan tifus harus dilakukan sampai tuntas tas. sesudah
minum antibiotik yang tepat selama beberapa hari, pasien tifus
biasanya akan mengalami proses penyembuhan. Panas badan
mungkin mulai hilang. Tapi ini tidak berarti pasien sudah sembuh
dan boleh menghentikan obatnya. Yang boleh dihentikan
konsumsinya yaitu obat penurun demam—jika memang ada.
Baca juga Bab Obat Demam. Adapun antibiotiknya harus
diteruskan sampai habis sesuai resep dokter.
Sekalipun demam mungkin sudah hilang, kuman tifus
sebetulnya masih bertahan dan bersembunyi di dalam tubuh
pasien. Kuman-kuman ini harus dibasmi sampai tuntas. Jika
kuman “gerilyawan” ini tidak dibasmi, sakit tifus akan mudah
222
kambuh lagi. Dan ketika kambuh, sakitnya menjadi lebih parah.
Kuman menjadi lebih ganas. Pemilihan antibiotik pun menjadi
lebih sulit. Dan lebih dari itu, pasien juga bisa menjadi sumber
penularan tifus bagi pasien lain.
Jadi, sekalipun panas sudah hilang, pasien tetap harus
menghabiskan antibiotik dan, jangan lupa, tetap beristirahat.
Sebab, ada kalanya pasien merasa sudah sehat lalu kembali
berangkat bekerja padahal sebetulnya ia masih dalam tahap
penyembuhan. Memaksa fisik bekerja di masa istirahat itu sama
artinya dengan memperlemah kembali daya tahan tubuh. Dalam
kondisi seperti itu, jika kondisi tubuh kembali memburuk, yang
salah tentu bukan obatnya namun pasien sendiri.
Ekstrak Cacing untuk Tifus
Sebagian pasien yang tidak kunjung sembuh di tangan dokter
biasanya kemudian berpaling ke obat-obat tradisional. Salah satu
yang terkenal yaitu obat berisi serbuk atau ekstrak cacing.
Dokter biasanya tidak mengizinkan pasien minum obat
tradisional semacam ini. Harap maklum, mekanisme kerja obat
tradisional memang belum banyak diketahui. Akan namun ,
bagaimanapun, minum obat tradisional obat yaitu hak setiap
pasien .
Selama ini ekstrak cacing diduga membantu penyembuhan
tifus sebab kandungan asam aminonya. Sekali lagi, ini masih
223
dugaan alias tebakan. Mekanisme kerja asam amino ini bukan
sebuah penjelasan yang sepenuhnya ilmiah sebab masih belum
bisa menjawab banyak pertanyaan. Kalau sekadar kandungan
asam amino, ekstrak protein hewani seperti daging-dagingan dan
seafood pun kaya asam amino dan harusnya bisa menggantikan
ekstrak cacing.
Tapi ini tidak berarti bahwa logika asam amino ekstrak
cacing itu hanya strategi jualan tukang obat. Mungkin saja
memang ekstrak cacing mengandung senyawa, entah apa
namanya dan entah bagaimana struktur kimianya, yang mungkin
memang bisa membantu penyembuhan tifus. Kemungkinan itu
ada, tapi kita tak pernah tahu. Wallahua’lam. Sementara dalam
ilmu medis, dokter hanya akan meresepkan obat yang memang
benar-benar diketahui cara kerjanya.
Jadi, kalau pasien minum serbuk cacing, itu memang
haknya. Tapi ini sudah berada di luar wilayah dokter. Risiko
ditanggung penumpang. Baca juga Bab Obat Tradisional.
224
21
OBAT ASMA
Gangguan kesehatan yang oleh pasien negara kita disebut
mengi, bengek, manggah, mengguk, ampek, alias sesak napas ini
termasuk salah penyakit yang membuat penderita biasanya harus
memakai obat jangka panjang. Banyak di antaranya yang
harus memakai beberapa jenis obat setiap hari selama
bertahun-tahun.
Hampir semua obat asma memiliki efek samping yang
buruk. Selain itu, batas antara sifat racun dan sifat obatnya sangat
tipis. Kelebihan satu tablet atau satu dosis saja bisa membuat obat
ini berubah menjadi racun. Itu sebabnya, penderita asma sangat
dianjurkan mengetahui seluk-beluk obat yang digunakan sehari-
hari.
225
Beberapa jenis obat asma seperti fenoterol, salmeterol,
dan tiotropium pernah diduga meningkatkan risiko kematian
meski pendapat ini masih diperdebatkan valid tidaknya. Sebagai
pasien awam, sebaiknya kita mengambil sikap waspada saja:
gunakan obat asma atas petunjuk dokter. Saat memakai obat
asma dan mengalami efek samping, sekecil apa pun,
komunikasikan ke dokter agar ia bisa memilihkan obat yang paling
tepat.
Penyebab Sakit Asma
Hingga sekarang, para ilmuwan belum bisa mengetahui dengan
pasti penyebab yang membuat pasien menderita asma
sementara yang lain tidak. Yang diketahui hanya proses terjadinya
serangan asma. Diduga, penyebabnya yaitu kombinasi antara
faktor lingkungan dan faktor genetik (keturunan).
Sama seperti hipertensi dan diabetes, asma dalam
pandangan dokter termasuk penyakit yang belum bisa
disembuhkan. Itu sebabnya pasien asma biasanya membutuhkan
persediaan obat sebagai pertolongan pertama dan untuk mencegah
kekambuhannya.
Jika sepasien anak menderita asma kronis, biasanya
penyakit ini juga akan dibawa sampai dewasa. Namun, seiring
dengan bertambahnya umur dan meningkatnya kekebalan tubuh,
serangan asma biasanya menjadi lebih jarang. Memang tidak
226
sembuh seratus persen tapi secara umum kesehatannya jauh lebih
baik.
Pencetus Serangan Asma
Pada serangan asma, penderita mengalami sesak napas sebab
saluran napasnya menyempit atau membengkak. Asma akan
semakin parah jika disertai dengan produksi dahak yang
berlebihan di saluran napas.
Serangan asma bisa dicetuskan oleh banyak faktor, di
antaranya:
Alergi, misalnya alergi terhadap debu, bulu hewan, tungau
debu, serbuk sari, atau makanan, seperti kacang, udang, telur,
susu, seafood, dsb. Asma yaitu penyakit yang punya kaitan
erat dengan alergi. Biasanya pasien yang punya asma juga
memiliki alergi, meski tidak selalu demikian. (Lihat juga Bab
Obat Alergi.)
Iritasi, misalnya iritasi akibat asap rokok, asap knalpot, asap
pembakaran, uap cat, parfum, uap bahan kimia, semprot
rambut, pengharum ruangan, sabun, dsb.
Suhu dingin atau perubahan suhu udara yang mendadak.
Infeksi saluran napas atas, flu, radang tenggorok, dan
sejenisnya.
227
Kecapekan, misalnya sesudah aktivitas yang menguras tenaga
atau sesudah olahraga berat.
Stres yang berat. Pada anak-anak, menangis lama pun bisa
mencetuskan asma.
Naiknya cairan lambung ke kerongkong akibat sakit mag
berat.
Perubahan hormonal pada perempuan.
Obat-obatan, misalnya obat demam atau obat darah tinggi
golongan tertentu.
Pengawet makanan atau minuman jenis sulfit.
Dan sebagainya.
sebab banyaknya kemungkinan pencetus asma, penderita
sebaiknya punya catatan harian sehingga memudahkan dokter
menemukan pencetusnya. Catatan harian itu harus meliputi
faktor-faktor di atas, seperti kapan terjadinya serangan asma,
makanan atau minuman apa saja yang dikonsumsi sebelumnya,
apa saja bahan-bahan makanan atau minuman tersebut, aktivitas
apa yang telah dilakukan, dan sejenisnya.
Gangguan kesehatan ini cukup sering terjadi pada anak-
anak, terutama yang lahir prematur atau memiliki pasien tua
penderita asma atau alergi. sebab saluran napas mereka masih
sempit, masalah asma pada anak harus lebih diwaspadai.
228
Biasanya serangan asma menjadi satu paket dengan flu,
pilek, batuk, atau radang tenggorok. Itu sebabnya, pencegahan
asma perlu dilakukan satu paket dengan pencegahan flu, pilek,
batuk, dan radang tenggorok.
Satu-satunya
pencetus asma yang
tidak perlu dihindari
yaitu olahraga. Kita
tahu, olahraga atau
aktivitas fisik sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan
daya tahan tubuh kita. Daya tahan tubuh yang baik sangat penting
untuk mengurangi kemungkinan asma.
Jika olahraga membuat pasien terserang asma, sebaiknya ia
berkonsultasi ke dokter agar tetap bisa berolahraga tanpa serangan
asma. Penderita asma harus tetap berolahraga tapi dengan cara
yang terukur.
Konsultasikan ke Dokter
Di pasar ada amat banyak merek dagang obat asma. Sebagian
kecil termasuk obat bebas-terbatas, sebagian besar lainnya
termasuk obat keras. Sekalipun sebagian obat asma bisa dibeli
tanpa resep, sebaiknya penderita asma tetap berkonsultasi ke
dokter, apalagi jika serangan asma sering kambuh. Sebab, jenis
Di samping harus memakai
obat, penderita asma harus tetap
berolahraga tapi dengan cara
yang terukur, tidak sampai
membuat asma kambuh.
229
terapi akan sangat ditentukan oleh tingkat keparahan dan seberapa
sering kambuhnya.
Sering kali untuk menentukan obat yang tepat, dengan efek
samping minimal, dokter perlu melakukan coba-coba beberapa
jenis obat. Itu sebabnya pasien kadang perlu beberapa kali
kunjungan untuk mendapat resep yang tepat.
Jangan suuzon dan menganggap dokter sedang mengambil
keuntungan dari kunjungan pasien yang berulang-ulang. Memang
sifat pengobatan asma seperti itu. Kita justru perlu bersikap kritis
kalau tiap kali kunjungan ke dokter kita selalu dibekali resep
setumpuk obat-obatan tapi hanya sepatah dua kata.
Sambil memakai obat dokter untuk meredakan gejalanya,
penderita harus menghindari pencetusnya. Misalnya, jika
pencetusnya yaitu debu, mungkin saja “obat” yang paling
ampuh yaitu rumah yang bersih dan bebas debu. Jangan hanya
mengandalkan obat tapi membiarkan pencetusnya. Kadang
mungkin saja tindakan pencegahan harus berupa sesuatu yang
radikal, misalnya mengganti semua perabot rumah yang menjadi
sumber debu dan alergen, atau bahkan sampai pindah rumah atau
pindah kerja yang lingkungannya lebih sehat.
Jika pencetusnya tidak dihindari, dan penderita
menggantungkan diri pada obat, mungkin saja obat itu lama-lama
akan makin kurang ampuh. Ini juga salah satu sifat natural dari
230
obat asma yang bisa mengalami penurunan keampuhan jika
digunakan jangka panjang.
Terapi Non-medis
Yang disebut “obat asma” bukanlah obat yang menyembuhkan
asma. Obat-obatan ini hanya meredakan atau mencegah gejala
sesak napasnya. Sama seperti obat sakit kepala yang hanya
meringankan rasa sakitnya tapi tidak menyembuhkan sampai ke
akar penyebabnya.
Sambil menjalani terapi dengan obat, pasien asma juga
dianjurkan menjalani terapi non-obat, misalnya latihan
pernapasan, yoga, atau relaksasi. Jika pasien tidak alergi terhadap
seafood, ia dianjurkan banyak makan ikan sebab hasil laut
mengandung banyak asam lemak omega-3 yang bisa menurunkan
derajat peradangan pada asma.
Namun, harap diingat bahwa terapi-terapi ini sifatnya tidak
menggantikan terapi obat, melainkan terapi pelengkap. Istilah
medisnya, terapi komplementer. Obat dokter tetap perlu digunakan.
Menurut standar ilmu kedokteran modern, asma memang harus
diterapi dengan obat. Tidak bisa tidak.
Obat P3K dan Pencegahan
Ada dua kelompok besar obat asma. Yang pertama, obat untuk
pertolongan pertama pada serangan asma. Yang kedua, obat
231
untuk mencegah kekambuhan asma. Dua-duanya dibutuhkan
oleh para penderita asma.
Sebagian obat asma berupa obat minum, sebagian lainnya
berupa obat hirup atau semprot. Secara umum, obat hirup atau
semprot lebih baik dibandingkan obat minum. Pertama, obat hirup
memiliki daya kerja yang cepat sebab obat bisa langsung diserap
di paru-paru dan dan menuju target, yaitu otot saluran napas atas.
Tidak seperti obat minum yang harus lewat lambung, usus, dan
peredaran darah lebih dulu sebelum mencapai target.
Keuntungan kedua, obat hirup biasanya juga memiliki efek
samping yang lebih kecil dibandingkan obat minum. Ini juga wajar
mengingat obat minum akan masuk ke dalam darah dan beredar
ke seluruh tubuh, tidak hanya di saluran napas.
Sebagian kecil obat asma yang berupa obat minum termasuk
obat bebas yang bisa dibeli di apotek atau bahkan toko biasa.
Namun, sebagian besar lainnya termasuk obat resep. Kalau kita
atau anak kita menderita asma kronis (menahun), sebaiknya kita
mengetahui kedua kelompok obat ini sebab kita akan sering
berurusan dengan keduanya.
Obat Semibebas
Obat kelompok ini boleh dibeli dalam jumlah terbatas tanpa resep
dokter. Di kelompok ini, obat asma yang banyak beredar di
pasaran biasanya mengandung:
232
1. Dekongestan/pelega saluran napas atas. Misalnya efedrin.
Cara kerja dan informasi efek sampingnya bisa dibaca di Bab
PPA dan Pelega Hidung. Efek samping yang sangat perlu
diketahui yaitu jantung berdebar-debar hingga sulit tidur.
2. Antihistamin/antialergi. Contoh obat: CTM/klorfeniramin
maleat. Cara kerja dan informasi efek samping bisa dibaca di
Bab Obat Alergi. Efek samping yang perlu diketahui yaitu rasa
kantuk dan mulut kering.
3. Ekspektoran/pengencer dahak. Misalnya guaifenesin alias
gliseril guaiakolat (GG). Cara kerja dan informasi efek
sampingnya bisa dibaca di Bab Obat Batuk. Efek samping yang
penting diketahui yaitu iritasi lambung. sebab cara kerjanya
mengencerkan dahak, produk yang berisi obat ini hanya untuk
jenis asma yang disertai produksi banyak dahak.
Makin banyak kombinasi obat asma, makin besar risiko efek
sampingnya. sebab itu, kalaupun kita membeli obat asma non-
resep ini, pilihlah yang kandungannya memang kita butuhkan.
Obat Contoh merek dagang
Efedrin, GG & CTM Asbron®, Asficap®
233
4. Teofilin. Obat ini bekerja dengan cara melebarkan saluran
napas. Teofilin masih satu keluarga dengan kafein, zat yang
banyak terdapat di dalam biji kopi dan daun teh. Saat minum
obat ini, pasien sebaiknya menghindari kopi atau teh kental
sebab mungkin minuman ini akan meningkatkan risiko efek
sampingnya. Beberapa gejala efek samping yang mungkin
timbul antara lain mual, gelisah, jantung berdebar-debar,
sampai sulit tidur.
Obat-obat asma yang banyak diiklankan di media massa
pada umumnya mengandung teofilin. Biasanya obat ini
dikombinasikan dengan efedrin, obat kelompok dekongestan
(pelega saluran napas) yang juga punya efek samping mirip,
antara lain menyebabkan jantung berdebar-debar sampai sulit
tidur.
sebab itulah kita sebaiknya memakai obat asma
golongan ini dengan sangat hati-hati. Jangan melebihi dosis
yang dianjurkan. Ibu hamil atau ibu menyusui sebaiknya
menghindari penggunaan obat ini.
5. Aminofilin. Tersedia dalam bentuk obat minum atau
supositoria (torpedo yang dimasukkan ke dalam dubur). Di
kemasan obat, nama obat ini mungkin tertulis sebagai teofilin
etilendiamin. Obat ini memang sebetulnya teofilin yang
digabungkan dengan zat lain yaitu etilendiamin. Bagian
234
intinya tetap teofilin sebab itu cara kerja aminofilin juga sama
dengan teofilin. Efek sampingnya pun sama.
Obat ini sebetulnya bukan tergolong obat bebas tapi boleh
diberikan oleh apoteker tanpa resep, hanya untuk pasien yang
sudah pernah mendapat resep serupa dari dokter.
Obat Contoh merek dagang
Teofilin Quibron T/SR®, Bronchophylin®, Brondilex®,
Bronsolvan®, Bufabron®, Cospamic®, Euphyllin®,
Kalbron®, Nitrasma®, Pulmo-Timelets®, Retaphyl
SR®, Theobron®, Samcolat®
Aminofilin Phaminov®, Phyllocontin®
Teofilin & efedrin Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asmalex®,
Asthma Soho®, Bufakris®, Citobron®, Getbron®,
Grafasma®, Ifasma®, Kontrasma®, Neo Asma®, Neo
Hufasma®, Neo Napacin®, Neo Suwasthma®, New
Ascaps®, Mediasma®, Omedrine®, Oskadryl Asma®,
Prinasma®, Theochodil®
Teofilin & GG Bronchophylin®
Teofilin, GG & efedrin Brondilat®
Teofilin, efedrin &
CTM
Asmasolon®, Asmavar®
Teofilin, GG,
difenhidramin
Tusapres®
235
Obat Resep
Kelompok obat di bawah ini bukan obat bebas. Sebagian besar
hanya boleh didapatkan dengan resep dokter. Obat nomor 1–3
boleh diberikan dalam jumlah terbatas oleh apoteker tanpa resep.
Tapi ini hanya berlaku untuk pasien yang sudah pernah mendapat
resep serupa dari dokter dan sudah terbukti efektif serta aman.
Pasien yang belum pernah mendapat resep obat-obat ini
sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri hanya
berdasarkan cerita pasien lain. Obat asma sangat individual. Obat
yang tepat buat sepasien pasien belum tentu tepat untuk pasien
lain. Apalagi, sekali lagi, sebagian besar obat asma memiliki efek
buruk dan sebab itu harus digunakan dengan sangat hati-hati.
1. Ketotifen. Cara kerja obat ini mirip dengan CTM sebab
sama-sama kelompok antihistamin. Sama seperti CTM,
ketotifen juga bisa menyebabkan kantuk dan mulut kering.
Tersedia dalam bentuk obat minum. Biasa digunakan untuk
pencegahan. Tidak cocok untuk pertolongan pertama.
Obat Contoh merek dagang
Ketotifen Zaditen®, Astifen®, Ditensa®, Intifen®, Profilas®,
Pehatifen®, Nortifen®, Scanditen®
236
2. Salbutamol/albuterol. Tersedia dalam bentuk obat minum
dan obat hirup. Salah satu kelebihannya, salbutamol bisa
digunakan sebagai pertolongan pertama, bisa juga digunakan
untuk pencegahan.
Salbutamol merupakan obat asma yang paling banyak
digunakan. Efek samping obat ini antara lain tremor (badan
gemetar), sakit kepala, hingga jantung berdebar-debar dan sulit
tidur.
Satu dosis salbutamol bisa bekerja selama sekitar lima jam.
Artinya, dalam waktu lima jam itu, pasien bisa terlindungi dari
asma. Lebih dari lima jam, efeknya sudah hilang. sebab itu,
jika tujuan pemakaian yaitu mencegah kekambuhan, pasien
perlu mengulangi penggunaannya sesudah lima jam.
Penggunaan tiap lima jam ini agak merepotkan di malam
hari sebab bisa mengganggu tidur. Dalam kasus seperti ini
dokter mungkin akan meresepkan obat asma yang masa
kerjanya lebih panjang.
Pada sebagian produk, salbutamol digabungkan dengan
guaifenesin/gliseril guaiakolat/GG. Ini golongan obat
pengencer dahak (ekspektoran). sebab itu, obat ini hanya
cocok digunakan pada asma yang disertai produksi banyak
dahak. Baca juga Bab Obat Batuk. Jika asma tidak disertai
237
dahak, penggunaan obat ini hanya akan meningkatkan
kemungkinan efek buruk iritasi lambung.
Obat Contoh merek dagang
Salbutamol Ventolin®, Astop®, Ascolen®, Asmacare®, Astharol®,
Azmacon®, Bromosal®, Bronchosal®, Brondisal®,
Butasal®, Buventol®, Cybutol®, Fartolin®, Glisend®,
Grafalin®, Hivent®, Lasal®, Librentin®, Pritasma®,
Respolin®, Salbron®, Salbuven®, Saltam®, Salvasma®,
Suprasma®, Varsebron®, Venasma®, Ventab®, Volmax®
Salbutamol &
guaifenesin/GG
Ventolin Ekspektoran®, Fartolin Ekspektoran®, Lasal
Ekspektoran®, Proventol-Ekspektoran®, Salbron
Ekspektoran®, Salbuven Ekspektoran®
Salbutamol &
teofilin
Teosal®
3. Terbutalin. Masih satu golongan dengan salbutamol. Cara
kerja, masa kerja, dan efek sampingnya pun serupa dengan
salbutamol.
Obat Contoh merek dagang
Terbutalin Bricasma®, Asmabet®, Astherin®, Brasmatic®, Forasma®,
Lasmalin®, Lintaz®, Nairet®, Neosma®, Pulmobron®, Relivan®,
Sedakter®, Tabas®, Terasma®, Tismalin®, Yarisma®
Terbutalin
& GG
Bricasma ekspektoran®, Terasma ekpektoran®
238
4. Metaproterenol (orsiprenalin). Ini juga masih satu golongan
dengan salbutamol. Cara kerjanya serupa, efek sampingnya
juga mirip. Harus digunakan dengan sangat hati-hati pada
penderita hipertensi, gangguan jantung, atau diabetes sebab
pada sebagian pasien obat ini mungkin bisa memperparah
penyakit-penyakit itu.
Obat Contoh merek dagang
Metaproterenol Alupent®
5. Ipratropium. Obat ini bekerja dengan cara melegakan saluran
napas dan mencegah produksi dahak. Untuk meningkatkan
efektivitasnya, obat ini biasanya dikombinasikan dengan
salbutamol. sebab tidak termasuk obat bebas, hanya gunakan
obat ini di bawah pengawasan dokter.
Tersedia dalam bentuk obat hirup. Saat pasien
memakai nya, uap harus dijauhkan dari mata. Mata harus
dipejamkan. Jangan sampai uapnya terkena mata sebab bisa
menyebabkan iritasi dan gangguan penglihatan.
Selesai menghirup obat ini, berkumurlah dengan air untuk
menghilangkan sisa obat di mulut agar terhindar dari efek
samping mulut dan tenggorok kering.
239
Obat Contoh merek dagang
Ipratropium Atrovent®
Ipratropium & salbutamol Combivent®, Farbivent®
Ipratropium & fenoterol Berodual®
6. Tiotropium. Obat ini masih termasuk satu kelompok dengan
ipratropium. Efek sampingnya pun sama. Bedanya, obat ini
memiliki masa kerja yang panjang, sekitar 24 jam. Lazim
digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan
pertama. Satu dosis bisa memberi perlindungan selama sehari-
semalam.
Obat Contoh merek dagang
Tiotropium Spiriva®
7. Salmeterol dan formoterol. Masih satu kelompok dengan
salbutamol. Punya masa kerja yang lebih panjang, sekitar 12
jam. Sehingga, dalam sehari semalam, pasien cukup
memakai dua kali. Cocok digunakan untuk pencegahan,
terutama saat tidur di malam hari. Tapi obat ini tidak cocok
digunakan untuk pertolongan pertama. Efek samping yang
bisa timbul antara lain sakit kepala, pusing, jantung berdebar-
debar, atau badan gemetar.
240
8. Fenoterol. Sama seperti salbutamol, obat ini bisa digunakan
untuk pertolongan pertama, juga bisa untuk pencegahan. Obat
ini sempat diperdebatkan keamanannya sebab diduga
meningkatkan risiko fatal pada pasien asma yang parah.
Sekalipun pendapat ini masih diperdebatkan, kita sebagai
konsumen awam sebaiknya mengambil jalan aman saja, yaitu
hanya memakai nya sesuai dengan petunjuk dokter.
Obat Contoh merek dagang
Fenoterol Berotec®
Fenoterol & ipratropium Berodual®
9. Kortikosteroid, misalnya beklometason, budesonid,
mometason, flunisolid, flutikason, triamsinolon, dsb.
Digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan
pertama.
Kortikosteroid bekerja sebagai obat asma dengan cara
mencegah terjadinya radang pencetus asma. Baca juga Bab
Kortikosteroid.
Obat kelompok ini sebetulnya memiliki banyak efek
samping. Untuk mengurangi efek sampingnya, obat-obat
kortikosteroid ini biasanya diberikan dalam bentuk obat hirup.
Dibandingkan dengan kortikosteroid yang diminum, secara
241
umum kortikosteroid yang dihirup relatif lebih aman. Bisa
digunakan dalam jangka panjang.
Meski begitu, untuk menghindari efek samping yang
mungkin bisa timbul, sebaiknya jangan membeli dan
memakai nya secara bebas. Silakan berkonsultasi ke
dokter lebih dulu.
Salah satu efek buruk yang bisa timbul yaitu sariawan
akibat infeksi jamur di lidah dan rongga mulut. Risiko
sariawan-jamur bisa dikurangi dengan cara berkumur tiap kali
selesai menghirup obat untuk membersihkan sisa obat di lidah
dan rongga mulut.
Risiko ini juga bisa diperkecil dengan cara menghirup obat
memakai alat bantu spacer. Lihat Subbab Bentuk Obat
Asma.
Spacer berupa sebuah tabung yang menghubungkan antara
moncong inhaler dengan mulut kita. Cara penggunaannya,
obat disemprotkan ke dalam spacer, tidak langsung ke dalam
saluran napas kita, lalu pasien bernapas dari dalam spacer
tersebut. Cara ini bisa mengurangi kemungkinan partikel
semprotan kortikosteroid menempel di lidah, rongga mulut
atau pangkal tenggorok.
Selain sariawan, penggunaan kortikosteorid hirup dosis
besar yang menahun, menurut sebagian peneliti, juga bisa
242
menurunkan laju pertumbuhan tinggi badan anak sekitar 1 cm
per tahun. Itu sebabnya pasien tua sebaiknya selalu
mengonsultasikan penggunaan obat ini ke dokter untuk
memperkecil risiko buruk ini. (http://www.acaai.org/allergist/asthma/asthma-
treatment/Pages/default.aspx)
Sekali lagi, dalam dunia kedokteran, penggunaan obat
hanya dianjurkan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya.
Penggunaan obat jangka panjang memang mungkin bisa
menyebabkan efek buruk, tapi jika asma tidak diobati maka
risiko buruknya jauh lebih besar.
Obat Contoh merek dagang
Budesonid Pulmicort®, Imflammide®, Cycortide®
Beklometason Beconase®, Becloment®
Flutikason Flixotide®
Flutikason & salmeterol Seretide®
Budesonid & formoterol Symbicort®
Beklometason & salbutamol Ventide®
10. Kromolin/kromoglikat dan nedokromil. Obat ini bekerja
dengan cara mencegah terjadinya radang pencetus asma. Biasa
digunakan untuk pencegahan tapi tidak cocok untuk
pertolongan pertama sebab obat ini tidak punya efek
243
melebarkan saluran napas. Pada umumnya efek maksimum
antiasma obat ini baru terasa sesudah pemakaian reguler selama
beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.
Efek samping obat ini antara lain mulut dan tengggorok
kering. sebab itu, sehabis menghirup obat ini sebaiknya
pasien berkumur-kumur.
Obat Contoh merek dagang
Kromolin/kromoglikat Tilade®, Intal 5®
Selain yang disebut di atas, masih ada beberapa lagi obat-
obat asma lain seperti trimetokuinol, asefilin piperazin,
prokaterol, dan zafirlukas. Dari sekian banyak obat asma di atas,
yang paling sering diresepkan jangka panjang, dan sebaiknya
diketahui pasien asma, yaitu salbutamol dan kortikosteroid.
Teofilin juga sangat perlu diketahui sebab obat ini banyak
diiklankan di media massa dan boleh dibeli tanpa resep.
Bentuk Obat Asma
Asma termasuk salah satu penyakit yang cukup rumit
pengobatannya. Obatnya tersedia dalam bermacam-macam
bentuk. Ada yang berupa obat minum seperti tablet atau sirup, ada
pula yang berbentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam
dubur, ada pula yang berbentuk obat hirup. Pasien asma sebaiknya
244
memahami betul cara pakai obatnya bisa memperoleh manfaat
maksimal dan terhindar dari efek buruk yang bisa timbul akibat
salah pakai.
1. Sirup atau tablet biasa. Di sini ada tambahan kata “biasa”
untuk membedakan dengan tablet jenis nomor dua. Begitu
diminum, obat ini biasanya membutuhkan waktu sekitar
setengah sampai satu jam untuk bereaksi. Jadi, kalau kita
terkena serangan asma dan membutuhkan pertolongan cepat,
obat ini tidak bisa diharapkan langsung bereaksi. Kita harus
sabar menunggu reaksinya sekitar satu jam.
2. Tablet “lepas lambat”. Obat jenis ini biasanya ditandai
dengan adanya imbuhan SR atau Retard di nama dagangnya.
SR merupakan singkatan dari Sustained Release. Baik Sustained
Release maupun Retard menunjukkan bahwa zat obat
dilepaskan secara lambat dan pelan-pelan di dalam saluran
cerna.
sebab itu, obat jenis ini harus ditelan apa adanya, tidak
boleh dikunyah atau dihancurkan sebelum diminum. Obat
jenis ini digunakan untuk pencegahan. Pelepasan lambat dan
pelan-pelan dimaksudkan agar efek pencegahannya
berlangsung lebih lama dan agar pasien tidak perlu berkali-kali
minum obat.
245
3. Supositoria. Obat ini harus dimasukkan ke dalam dubur.
Kenapa kita harus repot-repot memakai obat seperti ini?
Dengan langsung dimasukkan ke dalam dubur, obat bisa
masuk ke peredaran lebih cepat sehingga reaksinya juga lebih
cepat. Selain itu, penggunaan obat lewat dubur juga bisa
meminimalkan efek samping obat minum yang harus melewati
lambung dan saluran cerna.
4. Obat hirup. Obat hirup pun bentuknya macam-macam. Ada
yang berupa inhaler (semprot-hirup), ada pula yang harus
digunakan dengan nebulizer (alat penguap).
Obat hirup pada umumnya hanya membutuhkan waktu
sekitar lima sampai beberapa belas menit untuk bereaksi.
sebab itu, bentuk obat hirup cocok digunakan untuk obat
pertolongan pertama maupun pencegahan. Dibandingkan obat
minum, obat hirup secara umum relatif lebih aman digunakan
dalam jangka panjang.
a. Inhaler
Ini bentuk yang obat asma yang paling banyak digunakan.
Inhaler berupa botol kecil yang bisa dikantongi dan dibawa
ke mana-mana. Tiap semprotan mengandung obat dalam
dosis yang sama. Ini bentuk obat hirup yang paling praktis.
246
Sayangnya, inhaler ini hanya cocok untuk pasien yang
sudah bisa mengoordinasikan gerakan napas sebab
penyemprotan harus dilakukan persis bersamaan dengan
hirupan napas. Tepat ketika jari tangan memencet inhaler,
pasien harus menarik napas. Anak-anak biasanya belum
memiliki keterampilan ini.
Untuk mereka ini, tersedia alat bantu bernama spacer
yang bisa mempermudah pasien menghirup obat. Spacer
berupa sebuah tabung yang menghubungkan antara
moncong inhaler dengan mulut. Cara pakainya: obat
disemprotkan ke dalam spacer, lalu pasien bernapas seperti
biasa dengan menghirup udara dari dalam spacer tersebut.
247
Cara Pakai Inhaler
Pastikan obat disertai kemasan dengan brosur cara pakai yang detail. Ini
penting untuk memperkecil kemungkinan efek buruknya sebab masing-
masing produk bisa saja memiliki cara pakai yang berbeda-beda.
Sebelum digunakan, kocok dahulu wadahnya agar obat tercampur homogen
dan agar tiap semprotan mengandung dosis yang sama persis.
Untuk pemakaian pertama, buang sekitar dua semprotan ke udara, jauhkan
dari wajah.
Sebelum menyemprotkannya, embuskan napas sebanyak mungkin (tanpa
memaksakan diri); masukkan moncong inhaler ke dalam mulut; tutup rapat-
rapat dengan bibir; lalu secara bersamaan tekan inhaler dan tarik napas
pelan-pelan dan dalam. Tahan napas selama sekitar 10 detik untuk
memberi kesempatan obat merasuk ke dalam paru-paru, sesudah itu baru
lepaskan moncong inhaler lalu embuskan napas pelan-pelan dan bernapas
seperti biasa. Jangan terlalu kuat mengembuskan napas.
Jika dosisinya dua semprot, beri jarak sekitar satu menit antarsemprotan.
Interval waktu ini diperlukan untuk memberi kesempatan agar obat merasuk
dulu ke dalam paru-paru.
Selesai menghirup obat, berkumur-kumurlah untuk membersihkan sisa obat
di rongga mulut. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan efek
buruk obat itu, misalnya mulut kering atau sariawan.
Jika inhaler tidak memiliki penghitung otomatis, catat berapa semprotan
yang sudah dikeluarkan. Biasanya satu kemasan inhaler bisa digunakan
untuk 200 semprotan. sesudah digunakan sebanyak 200 kali semprotan,
sebaiknya sisanya tidak digunakan lagi walaupun mungkin masih ada
beberapa semprotan lagi. Pasalnya, jika jumlah semprotan sudah
melampaui angka yang ditetapkan, maka semprotan berikutnya mungkin
tidak lagi berisi dosis yang optimal. Untuk memperoleh efek optimal,
pengobatan asma harus dilakukan dengan dosis yang sangat teliti.
248
Inhaler seperti di atas biasa disebut MDI, singkatan
dari metered-dose inhaler. Disebut metered-dose sebab inhaler
jenis ini dilengkapi dengan katup pengatur dosis.
Selain MDI, ada jenis inhaler lain yang
penggunaannya berbeda. Inhaler jenis ini tidak
menyemprotkan larutan obat tapi melepaskan obat dalam
bentuk bubuk padat yang halus.
Inhaler jenis ini disebut DPI, singkatan dari dry powder
inhaler. Disebut dry-powder sebab memang yang
dilepaskan yaitu obat dalam bentuk bubuk kering. Oleh
sebab bentuk obatnya berupa partikel padat, obat ini
hanya bisa merasuk ke dalam paru-paru kalau dihirup
dengan cepat dan kuat.
Tidak seperti MDI, inhaler jenis bubuk kering ini tidak
pelu dikocok sebelum digunakan. Dibandingkan inhaler
jenis MDI (semprot basah), inhaler kering ini relatif jarang
digunakan.
b. Nebulizer
Berupa alat yang cukup besar (dan mahal) serta
membutuhkan listrik saat digunakan. Sesuai namanya,
nebulizer, alat ini mengubah obat dalam bentuk larutan
menjadi nebula (kabut) yang harus dihirup oleh pasien.
249
Alat ini biasa digunakan untuk pasien anak-anak
sebab mereka belum bisa mengatur koordinasi napas,
juga belum bisa menghirup dengan kuat. sesudah obat
diuapkan di nebulizer, si anak cukup bernapas seperti biasa
menghirup udara dari nebulizer memakai masker
khusus. Satu kali pemakaian biasanya membutuhkan
waktu beberapa belas menit.
Pencegahan
Ketika kita bicara tentang asma, biasanya kita akan cenderung
lebih banyak bicara tentang apa obatnya dan bagaimana cara
penggunaannya. Sering kali ini melupakan kita bahwa hal
terpenting dari pengendalian asma yaitu mencegahnya alias
menghindari pencetusnya. sebab itu, pasien atau pasien tua pasien
250
sebaiknya berusaha sungguh-sungguh untuk mengetahui apa saja
pencetusnya.
Semua faktor yang disebut di awal bab ini harus diteliti
kemungkinannya sebagai pencetus. Jika pencetusnya sudah
ketemu, maka pasien harus berusaha dengan sungguh-sungguh
untuk mengatasinya. Jangan hanya mengandalkan obat sebab,
sekali lagi, obat asma sama sekali tidak menyembuhkan asma.
Obat asma hanya meredakan gejala dan mencegah serangannya.
Yang lebih menentukan kesehatan kita yaitu sistem pertahanan
tubuh kita sendiri.
251
22
OBAT TBC
Sampai sekarang negara kita masih merupakan salah satu
negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Dalam
urusan ini, kita masih masuk lima besar. Sekalipun mungkin kita
sudah mulai jarang menjumpai penderitanya, kita masih perlu
memberi perhatian serius kepada penyakit yang oleh pasien awam
biasa disebut flek paru ini.
Dalam kaitannya dengan obat TBC, ada dua masalah
utama yang kita hadapi: pasien yang sakit TBC tidak merasa sakit;
sementara pasien yang tidak sakit TBC justru dianggap sakit TBC.
Akibatnya, pasien yang mestinya minum obat TBC tidak minum
obat yang ia butuhkan. Sebaliknya, pasien yang mestinya tidak
minum obat TBC justru meminumnya.
252
Masalah pertama biasanya terjadi pada pasien dewasa
sementara masalah kedua umumnya menimpa balita. Kenapa bisa
begitu? Mari kita bahas.
TBC (atau TB) yaitu penyakit yang disebabkan oleh
infeksi bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Si “Miko”
ini termasuk salah satu kuman paling bandel di dunia.
Di dalam tubuh manusia, bakteri ini biasanya bersarang di
dalam paru-paru—sekalipun bisa saja berada di organ-organ lain.
sebab paru-paru dijadikan sebagai sarang kuman, tubuh
berusaha melawan dengan memproduksi banyak dahak di dalam
paru-paru. Itu sebabnya penderita TB menujukkan gejala batuk
berdahak yang berlangsung berbulan-bulan dan tidak sembuh-
sembuh walaupun sudah diobati ini itu.
Biasanya gejala batuk ini disertai dengan gejala lain seperti
berkeringat di malam hari (walaupun tidak melakukan aktivitas),
kurang nafsu makan, berat badan menurun, badan lemah dan
selalu terasa tidak enak. Jika parah, batuk bisa disertai dengan
dahak dan bercak darah, dada terasa nyeri, dan napas sesak.
Untuk mendiagnosis apakah pasien menderita TB atau
tidak, dokter biasanya meminta pasien melakukan tes rontgen dan
pemeriksaan dahak. Pada penderita TB, foto rontgen dadanya
akan menunjukkan gambaran khas adanya flek (bercak) di paru-
parunya. Tapi pemeriksaan rontgen saja tidak bisa dijadikan dasar
untuk memvonis TB. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dahak.
253
Jika pemeriksaan dahak di bawah mikroskop menunjukkan
adanya kuman TB di riak pasien, berarti memang ia menderita
TB.
Diagnosis TB Anak Lebih Sulit
Jika lewat pemeriksaan di atas, pasien (dewasa) divonis oleh
dokter bahwa dia menderita TB, maka “dua kali dua sama dengan
empat”. Suka tak suka, ia harus disiplin minum obat, setiap hari,
berturut-turut, tanpa henti, selama paling tidak enam bulan. Ini
yaitu vonis yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Tak ada proses
naik banding.
Akan namun , berbeda halnya jika yang divonis TB yaitu
pasien balita. Jika sepasien dokter memvonis sepasien anak balita
menderita TBC, sebaiknya pasien tua mencari second opinion lebih
dulu sebelum menjalani pengobatan. pasien tua sebaiknya
Pemeriksaan dahak ini merupakan tes yang paling akurat untuk
membuktikan pasien menderita TB atau tidak. Tes ini
merupakan metode standar yang ditetapkan Kementerian
Kesehatan (Depkes) dan harus diikuti oleh semua dokter. Foto
rontgen saja mugkin masih menipu, tapi pemeriksaan kuman
dahak di mikroskop biasanya tidak akan menipu. Ibarat proses
pengadilan di meja hijau, adanya kuman TB di dahak yaitu bukti
nyata kejahatan yang tidak bisa dibantah lagi.
254
memakai hak untuk naik banding lebih dulu sebelum
menerima vonis, terutama jika vonis itu dijatuhkan padahal si
anak baru dibawa ke dokter satu atau dua kali.
Ini tidak berarti bahwa kita tidak percaya kepada dokter
pertama. Ini semata-mata demi alasan kesehatan si anak.
Kedokteran bukanlah ilmu pasti. Medicine is a science of uncertainty
and an art of probability. Ilmu kedokteran yaitu sains
ketidakpastian dan seni kemungkinan. Dokter mungkin saja keliru
tanpa disengaja.
Pada anak-anak,
diagnosis TB tidak begitu
mudah dilakukan. Jika baru
satu dua kali kunjungan, lalu
dokter sudah langsung bisa
meyimpulkan bahwa si anak
menderita TB, pasien tua
sebaiknya memakai
haknya untuk mencari
pendapat dokter lain.
Kenapa begitu?
Sekali lagi, tes yang
paling akurat untuk
memastikan pasien
Naik banding bisa dilakukan
dengan berkonsultasi ke
dokter lain yang lebih ahli,
entah ke dokter spesialis anak
(Sp.A) atau dokter spesialis
paru (Sp.P). Lebih tepat lagi
kalau ke dokter Sp.A (K),
spesialis anak yang
mengkhususkan diri
(subspesialis) di bidang paru
anak. Kalau kita tinggal di
kota besar, biasanya kita
dapat menemukan dokter
Sp.A (K) yang subspesialis
paru anak ini di rumah-rumah
sakit besar.
255
menderita TB yaitu dengan memeriksa dahaknya di bawah
mikroskop. Jika di dalam dahak itu ada bakteri TB, berarti
memang ia menderita penyakit ini. Di sinilah masalahnya. pasien
dewasa gampang saja disuruh mengeluarkan dahak. Tapi anak
balita? Mereka belum punya kemampuan mengeluarkan riak.
sebab mereka belum bisa berdahak, dokter akan melakukan
pemeriksaan dengan cara lain.
Tes Mantoux Saja Tak Cukup
Untuk memperkuat diagnosis, dokter harus melakukan beberapa
tes, antara lain tes Mantoux di kulit pasien dan foto rontgen dada.
Tes Mantoux bertujuan untuk menguji apakah tubuh si anak
pernah terpapar kuman TB atau tidak. Sedangkan foto rontgen
untuk mengetahui ada tidaknya flek (bercak dahak) di paru-paru.
Meski dua tes ini sudah dilakukan pada pasien anak,
dokter tetap tidak bisa langsung dengan mudah membuat
kesimpulan. Sebab, di tahap ini masih ada banyak hal yang bisa
mengecoh diagnosis.
Tipuan pertama timbul pada saat tes Mantoux. Tes ini
dilakukan dengan menyuntikkan protein dari kuman TB ke dalam
kulit lengan bagian bawah. Hasilnya positif jika timbul bekas
kemerahan dengan diameter lebih dari 10 mm pada bekas tempat
suntikan.
256
Jika tes Mantoux positif, artinya: si anak pernah
kemasukan kuman TB. Akan namun , itu tidak berarti bahwa dia
pasti menderita TB. Bisa saja tubuhnya pernah kemasukan kuman
TB tapi dia tidak sakit. Contohnya, anak yang pernah mendapat
vaksin BCG akan memberikan respons positif terhadap tes
Mantoux.
Seperti yang pernah diajarkan kita di sekolah menengah,
vaksin yaitu kuman yang dilemahkan. Vaksin BCG sejatinya
yaitu kuman yang dilemahkan lalu dimasukkan ke dalam tubuh
agar tubuh belajar membuat kekebalannya.
Kemungkinan lain, si anak pernah terpapar kuman TB,
tapi daya tahannya cukup kuat untuk melawan. Jadi, meskipun
kemasukan kuman, dia tidak sakit. Jadi, tes Mantoux saja tidak
bisa dijadikan sebagai patokan, kecuali jika kemerahan di kulit
pasien sangat tebal misalnya sampai 20 mm. Kalau bercaknya
sangat tebal, kemungkinan besar memang ia menderita TB.
Foto Rontgen Bisa Menipu
sebab tes Mantoux saja tidak cukup, untuk memperkuat
diagnosis diperlukan tes foto rontgen. Tapi di sini pun tipuan
masih terus berlanjut. Pada pasien dewasa, foto rontgen biasanya
menunjukkan gambaran flek paru di bagian atas. Sebab di daerah
inilah kuman TB membangun sarangnya. Tapi pada anak-anak,
257
kuman TB tidak membangun sarangnya di paru-paru bagian atas,
melainkan di kelenjar getah bening.
Susahnya, lokasi kelenjar ini berdekatan dengan jantung.
Jika hanya difoto dari depan, kadang flek tertutup oleh bayangan
jantung. Apalagi jika hasil foto kurang bagus. Itulah sebabnya,
untuk memperkuat diagnosis, foto rontgen juga harus dilakukan
dari samping. Dengan begitu, gambaran paru tidak diganggu oleh
jantung.
Ruwetnya lagi, kalaupun hasil rontgen menujukkan flek
paru, itu pun masih tidak berarti bahwa si anak positif TB. Flek
paru di foto rontgen tak selalu indikasi TB. Ada kemungkinan
lain. Misalnya pada anak-anak yang sedang batuk grok-grok. Saat
dirontgen, mungkin saja hasil fotonya menunjukkan flek,
meskipun ia tidak menderita TB. sebab itu, foto rontgen
sebaiknya dilakukan pada saat anak dalam kondisi terbaik. Jika
mungkin, sesudah batuk grok-grok-nya disembuhkan lebih dulu
atau paling tidak saat batuknya minimal.
sebab sulitnya menegakkan diagnosis TB pada anak,
dokter biasanya memerlukan waktu lebih lama sebelum
menjatuhkan vonis. Dokter akan menegakkan vonis dengan
mempertimbangkan berbagai hasil pemeriksaan, mulai dari gejala
yang dialami si anak, gambaran foto rontgen, hingga hasil tes
Mantoux.
258
Selidiki Riwayat Kontak
Selain itu, ada ada satu faktor lain yang tak kalah pentingnya,
yaitu riwayat kontak si anak dengan penderita TB. Tentu yang
lebih tahu masalah ini yaitu pasien tua pasien. Jika misalnya, di
rumah ada penderita TB, maka ini bisa memperkuat dugaan TB
pada si anak.
Biasanya si anak tertular penyakit ini dari pasien dewasa,
bukan dari teman-temannya. Soalnya, penderita TB anak belum
bisa menularkan kumannya kepada pasien lain.
Bukan “Penyakit pasien Miskin”
Selama ini sebagian dari kita mungkin menganggap TB
identik dengan penyakit pasien miskin. pasien tua akan merunduk malu
jika anaknya diketahui mengidap TB. Tapi mengingat bahwa penyakit
ini bisa menular secara tidak langsung di luar rumah, anggapan
“penyakit pasien miskin” ini mestinya tidak dijadikan pedoman. Siapa
saja bisa tertular TB.
Sekalipun tidak ada anggota keluarga atau pembantu yang
menderita TB, bisa saja si anak kemasukan kuman saat berada di luar
rumah. Penularannya terjadi secara tidak langsung. Mungkin saat si
anak berada di luar rumah, ia menghirup udara yang tercemar kuman
TB. Saat sepasien penderita (yang entah siapa) batuk dan tidak
menutup mulutnya, kuman TB keluar dari paru-parunya bersama
percikan air ludah. Kuman-kuman ini lalu bertahan hidup sambil
beterbangan di udara, dan akhirnya terhirup oleh si anak yang malang
itu.
259
TB Anak Menyerang Kelenjar Getah Bening
Dalam tubuh anak, kuman ini bersarang di kelenjar getah bening,
yang sal












