Penyakit yaitu kondisi abnormal yang mempengaruhi
fungsi tubuh atau pikiran manusia, seringkali memicu
ketidaknyamanan atau gangguan dalam aktivitas hidup sehari-
hari.
Penyakit merupakan fenomena kompleks yang
melibatkan interaksi antara berbagai faktor genetik, lingkungan,
gaya hidup, dan psikologis yang berkontribusi pada kesehatan
individu dan populasi secara keseluruhan. Sejak zaman kuno,
manusia telah mencoba untuk memahami pemicu serta
mekanisme terjadinya penyakit dengan tujuan mengembangkan
strategi pencegahan yang lebih efektif dan pengobatan yang
lebih canggih. Konsep ini terus berkembang seiring dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang biologi molekuler,
epidemiologi dan ilmu kedokteran.
Pemahaman tentang pemicu penyakit berkontribusi
pada pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat. Data
tentang pemicu penyakit dapat memandu pembuat kebijakan
dalam merancang program pencegahan dan intervensi yang
lebih efektif. Misalnya, kebijakan untuk mengurangi paparan
terhadap bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja atau
regulasi tentang polusi udara yang dapat dikembangkan
berdasar berbagai bukti yang ada. Melalui rancangan
kebijakan berdasar pemahaman yang mendalam tentang
2 PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
Epidemiologi yaitu sebuah metode untuk memahami
bagaimana penyakit bisa terjadi dengan mempelajari pemicu
dan faktor risikonya, penyebarannya di populasi atau
masyarakat beserta dampaknya, hingga bagaimana cara
pencegahan dan pengendaliannya. Metode epidemiologi
awalnya identik sebagai pendekatan untuk mempelajari
penyakit menular saja, namun dalam perkembangannya
terbukti dapat diaplikasikan pada semua aspek dan masalah
kesehatan lainnya, seperti penyakit tidak menular, gizi,
kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental, kecelakaan atau
cedera, bencana, hingga perencanaan dan kebijakan kesehatan.
Memahami penyakit dan masalah kesehatan menggunakan
sudut pandang ilmu epidemiologi penting dilakukan untuk
menemukan cara pencegahan dan pengendalian penyakit atau
masalah kesehatan secara efektif.
Pencegahan yaitu serangkaian upaya yang harus
dilakukan sebelum penyakit atau masalah kesehatan yang tidak
diinginkan terjadi. Sedangkan pengendalian mencakup makna
yang lebih luas dan dilakukan mulai dari sebelum kejadian, saat
kejadian bahkan setelah penyakit atau masalah kesehatan itu
terjadi. Sebelum terjadi penyakit atau masalah kesehatan dapat
dilakukan upaya-upaya pencegahan. Pada saat penyakit atau
masalah kesehatan sudah terjadi dilakukan upaya-upaya
3 DEMAM BERDAR AH DENGUE
Salah satu penyakit tropis yang banyak menyerang
manusia yaitu demam berdarah dengue. Penyakit demam
berdarah dengue tidak hanya menjadi masalah kesehatan
sederhana yang menyerang kelompok kecil manusia, namun
demam berdarah dengue telah menjadi masalah kesehatan yang
sangat serius dan menjadi perhatian warga dunia dalam
beberapa waktu terakhir. World Health Organization (WHO)
memaparkan bahwa 2,5 hingga 3 miliar warga dunia saat ini
mendiami tempat yang berada pada zona penularan demam
berdarah dengue. Demam berdarah dengue yaitu masalah
kesehatan berupa demam akut yang disebabkan oleh virus
dengue (DENV) yang merupakan flavivirus RNA beruntai
positif tunggal dan merupakan bagian dari keluarga
flaviviridae. DENV memiliki empat serotipe yaitu DENV-1,
DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Manusia yang terjangkit
demam berdarah dengue disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes
betina yang membawa DENV, nyamuk yang termasuk ke
dalamnya yaitu jenis Aedes albopictus dan Aedes aegypti
Seratus dua puluh sembilan negara berpotensi memiliki
resiko demam berdarah dengue yang tinggi, 70% diantaranya
berada di benua Asia. Saat ini delapan negara dari benua Asia
memiliki angka kasus demam berdarah yang sangat tinggi,
4 MALAR IA
Istilah malaria berasal dari bahasa Italia 'mal'aria', yang
berarti 'udara yang buruk', yang berasal dari hubungan awal
penyakit ini dengan daerah berawa-rawa. Menjelang akhir abad
ke-19, Charles Louis Alphonse Laveran, seorang ahli bedah
tentara Prancis, menemukan parasit dalam darah seorang pasien
yang menderita malaria, dan Dr Ronald Ross, seorang petugas
medis Inggris di Hyderabad, India, menemukan bahwa
nyamuklah yang menularkan malaria. Profesor Giovanni
Battista Grassi dari Italia kemudian menunjukkan bahwa
malaria pada manusia hanya dapat ditularkan oleh nyamuk
Anopheles. Malaria menyerang sejumlah besar negara dan telah
dilaporkan bahwa insiden penyakit ini pada tahun 2004 yaitu
antara 350 dan 500 juta kasus. Lebih dari dua miliar orang, yang
mewakili lebih dari 40% populasi dunia, berisiko tertular
malaria, dan jumlah kematian akibat malaria di seluruh dunia
diperkirakan mencapai 1,1-1,3 juta per tahun berdasar
laporan Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization
(WHO) tahun 1999-2004. Malaria memiliki distribusi yang luas
baik di daerah subtropis maupun tropis, dengan banyak daerah
di daerah tropis yang merupakan daerah endemis penyakit ini.
Negara-negara di Afrika sub-Sahara merupakan mayoritas dari
semua kasus malaria, dengan sisanya sebagian besar
mengelompok di India, Brasil, Afganistan, Sri Lanka, Thailand,
5 FILAR IASIS
Dari sekian banyak penyakit tropis terabaikan atau
neglected tropical diseases (NTDs), etiologi terbanyak yaitu
parasit. Filariasis limfatik (FL) dikelompokkan dalam NTDs
bersama dengan penyakit Chagas, drakunkuliasis, ekinokokosis,
trematodiasis, tripanosomiasis Afrika, leismaniasis,
onkoserkosis, skistosomiasis, soil-transmitted helminths (STH) dan
taeniasis/sistiserkosis Filariasis limfatik
yaitu infeksi parasit nematoda yang ditularkan oleh vektor
nyamuk (Local Burden of Disease Neglected Tropical Diseases
Collaborators 2020). Penyakit ini menjadi target eliminasi
oleh badan kesehatan dunia atau World Health Organization
(WHO) untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat oleh
karena terjadi peningkatan morbiditas dan disabilitas di seluruh
dunia , Filariasis limfatik disebabkan oleh tiga
spesies nematoda jaringan yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia
malayi dan B. timori melalui gigitan salah satu nyamuk dari
genus Aedes, Anopheles, Mansonia dan Culex . Sebanyak 90% kasus filariasis limfatik disebabkan oleh
Wuchereria bancrofti , Manifestasi klinis filariasis
dapat bersifat akut, kronis atau mikrofilaremia tanpa gejala
klinis walaupun dapat terjadi gejala klinis yang tumpang tindih Akibat dari gejala klinis
ini memicu penderita filariasis mengalami
6 TUBERCULOSIS
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang
bersifat kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
Tuberkulosis. Bakteri ini memiliki bentuk batang atau basil dan
memiliki sifat tahan asam sehingga sering disebut juga dengan
Basil Tahan Asam (BTA). Bakteri TB sebagian besar ditemukan
menginfeksi parenkim paru dan memicu TB paru, namun
bakteri ini juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya (TB
ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfe, tulang, dan organ
ekstra paru lainnya
B. Epidemiologi
Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular
yang menjadi permasalahan kesehatan utama di seluruh dunia.
Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium
tuberculosis. Menurut data WHO, sekitar 1,6 juta orang
meninggal karena TB pada tahun 2021. Di seluruh dunia, TB
menjadi pemicu kematian ke-13 dan merupakan pembunuh
nomor dua di kelompok penyakit menular setelah COVID-19.
Pada tahun 2021, penderita TB di seluruh dunia diperkirakan
sebesar 10,6 juta orang yang terdiri dari 6 juta penderita berjenis
kelamin laki-laki dan 1,2 juta penderita berjenis kelamin
perempuan serta 3,4 juta merupakan penderita TB anak. Secara
global, 1,2 juta anak jatuh sakit karena TB pada tahun 2021. TB
7 CAMPAK
Campak merupakan penyakit infeksius yang disebabkan
oleh virus campak, yang termasuk dalam genus Morbillivirus
dan famili Paramyxoviridae . Campak menyebar melalui aerosol atau droplet dan dapat
memicu infeksi sistemik, supresi sistem imun yang
berkepanjangan, dan komplikasi berat, terutama pada anak-
anak yang kekurangan gizi di negara-negara berkembang.
Meskipun prevalensinya menurun secara signifikan, campak
telah muncul kembali di negara-negara maju dengan wabah
baru-baru ini. World Health Organization (WHO) memperkirakan
bahwa dari tahun 2012 hingga 2014, sekitar 115.000 orang,
terutama anak-anak di bawah lima tahun, meninggal atau
menderita akibat sequelae campak setiap tahunnya. Masa
inkubasi sekitar 7–21 hari, dan pasien menjadi sangat menular
dari empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul . Gejala prodromal,
yang berlangsung 2 hingga 4 hari, termasuk demam tinggi,
batuk, pilek, dan konjungtivitis. Koplik spot muncul 1 hingga 2
hari sebelum ruam sebagai bintik biru-putih pada mukosa mulut
yang merah. Ruam campak berlangsung 5 hingga 6 hari, dimulai
dari garis rambut dan menyebar ke bawah. Pada awalnya
memudar dengan tekanan, ruam berhenti memudar pada hari
8 HIV/AIDS
HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired
Immunodeficiency Syndromme) semakin berkembang cepat dan
merupakan salah satu tantangan terbesar dimasa kini sekalipun
telah dilakukan berbagai upaya untuk mengendalikan dan
menekan penularannya. Menurut data WHO (World Health
Organization) tahun 2012, penemuan kasus HIV (Human
Immunodeficiency Virus) di dunia pada tahun 2012 mencapai 2,3
juta kasus, dimana sebanyak 1,6 juta penderita meninggal
karena AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan
210.000 penderita berusia di bawah 15 tahun
Jumlah kasus HIV/AIDS terus meningkat meskipun berbagai
Upaya preventif telah dilakukan. berdasar data dari WHO
pada tahun 2015, ada 36,7 juta orang yang hidup dengan
HIV/AIDS dengan 2,1 juta infeksi baru dan 1 juta orang yang
meninggal dunia akibat penyakit ini. Indonesia sendiri berada
pada urutan ke-68 negara dengan jumlah penderita HIV/AIDS
terbanyak di dunia dengan total mencapai 610.000 jiwa. Di
Indonesia, jumlah penderita diperkirakan akan terus bertambah,
12-19 juta orang berada dalam kondisi rawan terkena HIV dan
diperkirakan ada 184.929 penduduk yang telah tertular HIV
Penularan dan perkembangan
kasus HIV/AIDS yang paling cepat terkonsentrasi di negara-
negara dunia ketiga, dimana masyarakatnya masih bergelut
9 DIARE
Diare masih menjadi salah satu kasus terbesar yang terjadi
pada kesehatan masyarakat di Indonesia yang memicu
tingginya morbiditas dan mortalitas (Setiyono, 2019). Penyakit
diare merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dengan
angka kesakitan dan kematian yang masih tinggi. Diare juga
merupakan salah satu pemicu paling umum dari morbiditas
dan mortalitas pada anak, diperburuk oleh air yang tidak
memadai, layanan sanitasi dan kebersihan dan kekurangan gizi,
terutama di negara-negara berkembang. Lingkungan yang tidak
sehat dan perilaku tidak higienis sangat erat kaitannya dengan
penyakit diare (Qisty, et al, 2021). Tingginya kasus kematian
pertahun yang disebabkan oleh diare menjadikan kasus diare
sebagai penyakit endemis dan juga merupakan penyakit yang
berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di negara berkembang
terkhusus Indonesia
Diare yaitu Buang Air Besar (BAB) encer atau bahkan
dapat berupa air saja (mencret) biasanya lebih dari 3 kali dalam
sehari. Diare atau penyakit diare (Diarrhead Disease) berasal dari
bahasa yunani yaitu Diarroi yang artinya mengalir terus, yaitu
keadaan abnormal dari pengeluaran tinja yang frekuensinya
berlebih. Angka kejadian diare dari tahun 2015- 2019 masuk 10
penyakit utama untuk semua golongan umur. Pada Tahun 2015
hingga tahun 2016 kejadian diare menurun, tetapi, dari tahun
10 SALMONELLOSIS
Salmonellosis yaitu penyakit menular yang disebabkan
oleh infeksi bakteri Salmonella. Penyakit ini menjadi perhatian
utama dalam kesehatan masyarakat karena tingkat
penyebarannya yang luas dan dampaknya yang signifikan
terhadap kesehatan individu dan komunitas. Salmonella dapat
ditemukan di lingkungan, dalam usus hewan dan manusia, dan
seringkali menyebar melalui konsumsi makanan atau air yang
terkontaminasi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi
kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan individu
dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko
mengalami komplikasi serius.
Salmonellosis memiliki dampak yang luas tidak hanya
pada kesehatan individu, tetapi juga pada ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat. Wabah Salmonellosis dapat
memicu kerugian ekonomi yang besar, termasuk biaya
perawatan medis, kehilangan produktivitas, dan biaya yang
terkait dengan pengendalian wabah. Oleh karena itu,
pemahaman yang mendalam tentang epidemiologi, dampak
dan strategi pengendalian penyakit ini sangat penting bagi para
profesional kesehatan masyarakat.
Penyebaran Salmonellosis melalui beberapa rute, termasuk
makanan dan air yang terkontaminasi serta kontak langsung
dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, menjadikan
pencegahan dan pengendalian penyakit ini sebagai tantangan
11 HEPATITIS
Hepatitis yaitu suatu peradangan pada organ hati.
Infeksi hepatitis biasanya disebabkan oleh virus hepatitis, yang
terdiri dari virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV),
virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV) dan virus
hepatitis E (HEV). Setiap jenis virus berasal dari famili yang
berbeda-beda sehingga menpunyai tingkat keganasannya
masing-masing saat menginvasi dan berkembangbiak pada
tubuh manusia
Menurut World Health Organization (WHO), ada 2
milyar penduduk dunia yang mengidap penyakit hepatitis dan
1,4 juta diantaranya mengalami kematian. Sehingga penyakit ini
dapat dikategorikan penyakit menular berbahaya Penularan virus hepatitis bergantung pada jenisnya.
Hepatitis A dan E biasanya menular melalui makanan atau air,
sedangkan hepatitis B, C, dan D umumnya menyebar melalui
kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi
Virus Hepatitis telah lama dikenal sebagai agen etiologi
penting penyakit yang ditularkan melalui air. Virus patogen
yang umum termasuk virus hepatitis A (HAV), di antara virus
lainnya.
Hav yaitu picornavirus tak berselubung dengan genom
RNA 7478 nt yang memicu hepatitis A. Anak-anak yang
terinfeksi sering kali tidak menunjukkan gejala, sedangkan
12 INFEKSI SALURAN PERN APAS AN AKUT
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yaitu penyakit
menular yang menyerang saluran pernapasan baik atas maupun
bawah dalam kurun waktu singkat dan cepat.
Menurut WHO tahun 2007, penyakit ISPA setiap tahun
mencapai angka kematian hampir empat juta orang dengan
dominasi 98 % oleh infeksi saluran pernapasan bawah.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Respiratory Ikatan Dokter
Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani mengatakan pada
tahun 2016 WHO bahwa hampir enam juta anak balita
meninggal dunia dan pemicu kematiannya sebanyak 16%
disebabkan oleh ISPA. Penelitian
yang dilakukan oleh Survei Institute for Health Metrics and
Evaluation (IHME) pada tahun 2019, penyakit pernapasan
termasuk ke dalam 10 penyakit terbanyak di Indonesia. Bahkan,
penurunan kualitas udara dinyatakan sebagai faktor risiko
kematian kelima tertinggi di Indonesia, setelah hipertensi, gula
darah tinggi, merokok, dan obesitas.
Penyakit ISPA dapat menyerang siapa saja, terutama
orang-orang dengan daya tahan tubuh yang rendah seperti
lansia, bayi, dan balita. Infeksi saluran pernapasan akut
merupakan golongan penyakit yang menyerang organ
pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Ada
pun penyakitnya yaitu sinusitis, batuk pilek, faringitis akut,
laryngitis akut, dan pneumonia.
13 PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CO VID-19
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit
infeksius yang menimbulkan penyakit pada sistem pernapasan,
penyakit ini diakibatkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus 2 (SARS CoV-2). SARS CoV-2 yaitu strain baru dari
coronavirus yang sebelumnya tidak pernah diketahui. ada
2 varian coronavirus yang dapat menimbulkan gejala berat,
kedua varian ini yaitu MERS (Middle East Respiratory
Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).
COVID-19 ditandai dengan keluhan pada saluran nafas akut
yang ditandai dengan batuk, sesak, dan demam. Masa inkubasi
virus ini berkisar antara 5 - 6 hari dengan masa 14 hari sebagai
inkubasi terpanjang. Pada gejala COVID-19 berat ditandai
dengan inflamasi paru, cedera ginjal akut, sindrom pernapasan
akut, serta dapat menimbulkan kematian.
Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-
CoV-2 telah menjadi tantangan global yang signifikan sejak awal
muncul di Wuhan, Tiongkok pada akhir 2019. Penyakit ini
meluas secara masif ke berbagai belahan dunia, memicu
jutaan kematian dan berdampak luas pada masyarakat baik
aspek sosial maupun ekonomi. COVID-19 banyak membuat
perubahan pada aspek kehidupan diantaranya yaitu
kesehatan. Beberapa gelombang peningkatan kasus akibat strain
baru pada virus SARS CoV-2 yang bermunculan. Beberapa
upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan
14 PENYAKIT KULIT MEN ULAR
Kulit merupakan organ pada tubuh manusia yang
berperan penting menjaga bagian dalam tubuh dari segala
bentuk gangguan dari luar tubuh karena terletak pada bagian
luar tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsangan seperti
sentuhan, rasa sakit dan pengaruh lainnya dari luar seperti
gangguan fisis, mekanis, kimiawi maupun infeksi bakteri, virus,
jamur dan sebagainya Kulit yang
tidak terjaga kesehatannya dapat menimbulkan berbagai
penyakit kulit sehingga perlu menjaga Kesehatan Masalah kulit yang umum antara lain kulit
kering, kulit kasar, tangan, kaki, wajah, jerawat, ruam, dermatitis
kontak/iritasi kulit, lecet/kehilangan lapisan epidermis, dll
Penyakit kulit yaitu kondisi yang mempengaruhi
lapisan luar tubuh dengan gejala seperti gatal, nyeri, mati rasa,
dan kemerahan yang disebabkan oleh bahan kimia, sinar
matahari, virus, imun tubuh yang lemah, mikroorganisme,
mikroba, jamur, dan faktor personal hygiene
Penyakit kulit menular yaitu kelompok infeksi yang
menyerang kulit yang sangat sering terjadi karena dapat
menginfeksi dari satu individu ke individu lain, baik melalui
kontak langsung maupun tidak . Penyakit infeksi kulit menular disebabkan oleh bakteri,
virus, jamur, parasite, parasit dan reaksi alergi terhadap faktor
15 TETANUS
Tetanus didapat melalui infeksi pada sayatan atau luka
dengan spora bakteri Clostridium tetani. Tetanus tidak dapat
menular dari orang ke orang dan dapat dicegah melalui
imunisasi dengan vaksin yang mengandung tetanus-toksoid
(TTCV). Namun, orang yang sembuh dari tetanus tidak memiliki
kekebalan alami dan dapat tertular kembali.
Mayoritas kasus tetanus yang dilaporkan terkait dengan
kelahiran terjadi pada bayi baru lahir dan ibu yang belum
mendapatkan vaksinasi TTCV secara memadai. Pada tahun
2018, sekitar 25.000 bayi baru lahir meninggal karena tetanus
neonatal, penurunan sebesar 97% sejak tahun 1988, sebagian
besar disebabkan oleh peningkatan imunisasi dengan TTCV.
Pada tahun 2023, 84% bayi di seluruh dunia menerima vaksinasi
dengan 3 dosis vaksin yang mengandung difteri-tetanus-
pertusis (DTP).
B. Definisi
Tetanus is a nervous system disease caused by a toxin
(tetanospasmin) produced by Clostridium tetani. Dengan kata lain
Tetanus yaitu penyakit sistem saraf yang disebabkan oleh
racun (tetanospasmin) yang diproduksi oleh Clostridium tetani.
16 CACINGAN
Cacingan biasa disebut sebagai infeksi yang disebabkan
oleh cacing yang hidup didalam usus manusia. Gejala yang paling sering muncul pada penderita
cacingan yaitu nyeri perut, diare, rasa gatal di anus, mual, dan
muntah.
Orang yang terkena cacingan berdasar kelompok
umur, orang dewasa lebih sedikit dibandingkan pada anak-
anak. Faktor pendukung untuk terjadinya cacingan antara lain
kurangnya sanitasi air bersih dan lingkungan tempat tinggal
yang masih sangat sederhana , Tubuh manusia
yang terinfeksi cacing akan memicu gangguan
pencernaan, gangguan pada kulit, serta anemia jika tidak
ditangani dengan tepat.
berdasar transmisi penularannya cacing terdiri dari
dua yaitu cacing (soil transmitted helminths/STH) membutuhkan
tanah untuk berkembang menjadi bentuk infektif sedangkan
cacing Non STH dalam proses siklus hidupnya tidak
membutuhkan tanah untuk berkembang menjadi bentuk
infektif.
Penyakit ini merupakan penyakit yang terabaikan karena
tidak menimbulkan kematian akan tetapi dampak cacingan
secara tidak langsung akan memicu penurunan sumber
daya manusia. Karena cacing didalam usus kita memerlukan
sari-sari makanan untuk bertahan hidup, sehingga penderita














