Tampilkan postingan dengan label farmakognosi obat 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label farmakognosi obat 7. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2026

farmakognosi obat 7



 il pelangsing perut®

    Penyimpanan 2. Antalinu®

:

:

- Pil Pelangsing perut®

- Antalinu®

Dalam wadah tert tup baik

5. CURCUMAE   DOMESTICAE RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.20 Curcumae Domesticae Rhizoma

Farmakognosi l

60

Nama  lain : Kunyit, kunir

Nama  tanaman asal : Curcuma domestica (Val)

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri, pati,.zat warna  kurkumin,damar

Persyaratan kadar : -

Penggunaan : Karminativa, antidiare, kolagoga, skabisida

Pemerian : Bau khas aromatik, agak pedas, lama - lama rasa

tebal

Bagian yang digunakan : Akar tinggal

Keterangan :

    Waktu panen : Dilakukan pada waktu berumur 1 tahun atau lebih

dari waktu tanam.

    Sediaan

- Kaplet susut perut®

- Pil tuntas®

- Diapet®

- Entrostop anak®

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

6. CURCUMAE   HEYNEANAE   RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.21 Curcumae Heyneanae Rhizoma

Nama  lain : Rimpang temu giring

Nama  tanaman

asal

: Curcuma heynaena (Val)

Keluarga : Zingiberaceae

Farmakognosi l

61

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri, tannin, kurkumin,

Persyaratan

kadar

: Minyak atsiri tidak kurang dari 1,5 %

Penggunaan : Antiseptika kulit, anthelmintika

Pemerian : Bau khas, rasa pahit, agak pedas, lama-lama rasa tebal

Bagian yang

digunakan

: Rimpang

Keterangan

    Sediaan : Ambeven kapsul®

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

7. CYPERI   RHIZOMA   (MMI)

Gambar 2.22 Cyperi Rhizoma

Nama  lain Rimpang  teki,  teki

Nama  tanaman asal : Cyperus rotundus L

Keluarga : Cyperaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri, alkaloida, glikosida, flavonoida

Penggunaan : Diuretika,  stomakika

Pemerian :

Bau khas aromatik, rasa agak pedas kemudian

pahit,menimbulkan rasa tebal di lidah

Bagian yang

digunakan

: Rimpang

Farmakognosi l

62

Keterangan :

    Waktu panen : Dapat diambil setiap saat , setelah umbi yang

ditanam akan mengeluarkan umbi baru dalam

jangka waktu 3 minggu untuk kemudian akan

tumbuh menjadi + /  146 umbi dalam jangka waktu

3,5 bulan

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

8. IMPERATAE RHIZOMA  (MMI)

Gambar 2.23 Imperatae Rhizoma

Nama  lain : Akar alang – alang

Nama  tanaman asal : Imperata cylindrica (Beauv)

Keluarga : Poaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Asam kersik, damar, logam alkali

Penggunaan : Diuretika, Antipiretika

Pemerian : Tidak berbau dan tidak berasa

Bagian yang

digunakan

: Akar tinggal

Keterangan :

    Jenis- jenis : Dikenal 5 varietas :

 Varietas  mayor  (Nees)

 Varietas  latifolia (Hook.f )

 Varietas  africana (Anders)

 Varietas  europea (Anders)

 Varietas  condensata

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

63

9. KAEMPFERIAE RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.24 Kaempferiae Rhizoma

Nama  lain : Kencur

Nama  tanaman asal : Kaempferia galanga (L)

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida,  minyak atsiri yang mengandung sineol

dan kamferin,  mineral dan pati

Penggunaan : Ekspektoransia, diaforetika, karminativa, stimulansia,

roboransia

Pemerian : Bau khas aromatik, rasa pedas, hangat, agak pahit,

akhirnya menimbulkan rasa pedas

Bagian yang

digunakan

: Akar tinggal

Keterangan :

    Waktu panen : Pada umur 1 tahun

    Sediaan

    Penyimpanan

:

:

- Obat batuk herbal®

- Ambeven kapsu®l

Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

64

10. LANGUATIS RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.25 Languatis Rhizoma

Nama  lain : Laos, Lengkuas, Galanga Rhizoma

Nama  tanaman asal : Alpinia officinarum (Hance), Alpinia galanga(L),

Languas galanga (L)

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung; metilsinamat,

sineol, kamfer dan galangol

Penggunaan : Bumbu, karminativa, antifungi

Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas

Bagian yang digunakan : Akar tinggal

Keterangan :

    Waktu panen : Pada umur 2,5 – 4  bulan, agar diperoleh rimpang

muda yang belum banyak berserat. Cara panen

dilakukan dengan mencabut tanaman, rimpang

dipisahkan dari batang, kemudian dicuci dan

dikeringkan.

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

65

11. ZINGIBERIS RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.26 Zingiberis Rhizoma

Nama Lain : Jahe

Nama  tanaman asal : Zingiber officinale (Roscoe)

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Pati, damar, oleo resin, gingerin, minyak atsiri yang

mengandung zingeron, zingiberol, zingiberin,

borneol, kamfer, sineol dan felandren

Penggunaan : Karminativa, stimulansia, diaforetika

Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas

Bagian yang digunakan : Akar tinggal yang sebagian kulitnya telah dikupas

Keterangan :

    Waktu panen : Panenan dapat dilakukan pada umur 9 – 12 bulan

setelah tanam. Panenan pada umur 6 bulan dapat

dilakukan untuk mendapatkan rimpang muda, kurang

berserat, yang umumnya dipakai membuat manisan

dan keperluan  bumbu dapur. Panen pada umur 9 –

12 bulan dilakukan bila tanaman mulai mengering

seluruhnya sampai sudah rebah rumpun -

rumpunnya

Jenis - jenis jahe

berdasarkan bentuk

: 1. Jahe putih besar, rimpangnya lebih besar dan

ruas rimpangnya lebih menggembung.

2. Jahe putih kecil, ruasnya kecil agak rata sampai

sedikit menggembung.

3. Jahe merah, rimpangnya berwarna merah dan

lebih kecil dari jahe putih kecil

Jenis - jenis jahe : 1. Jahe segar  yang direndam dalam air mendidih,

Farmakognosi l

66

berdasarkan

pengolahan

kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe

hitam (Black ginger)

2. Jahe segar yang dicuci secara hati - hati dikupas

lapisan gabus dan dicuci berulang - ulang dan

dikelantang,. Jika dimaserasi dengan air kapur

akan nampak putih sebab  lapisan kapurnya dan

disebut Jahe putih (White ginger).

3. Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa

pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu

masak disebut Jahe hijau (Green ginger)

    Sediaan

    Penyimpanan

:

:

:

- . Entrostop anak®

- . Tolak angin®

- . Obat batuk herbal®

- . Antangin®

Dalam wadah tertutup baik

12. ZINGIBERIS  AROMATICAE  RHIZOMA  (MMI)

Gambar 2.27 Zingiberis Aromaticae Rhizoma

Nama  lain : Lempuyang wangi

Nama tanaman asal : Zingiber aromatica ( Val )

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung zerumbon bumolen,

limonen

Penggunaan : Karminativa, stomakika

Pemerian : Bau aromatik, rasa pahit

Bagian yang digunakan : Akar tinggal

Farmakognosi l

67

Keterangan :

    Waktu panen

    Sediaan

    Penyimpanan

:

:

:

Setelah tanaman berumur 1 tahun

-. Pil pelangsing perut®

Dalam wadah tertutup baik

13. ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.28 Zingiberis Littoralis Rhizoma

Nama  lain : Lempuyang pahit

Nama  tanaman asal : Zingiber littorale (Val)

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri dengan komponen utama

Seskuiterpenketon

Penggunaan : Stomakik

Pemerian : Bau aromatik khas, rasa pahit

Bagian yang digunakan : Akar tinggal

Keterangan : Mempunyai ukuran rimpang yang paling kecil, hampir

menyerupai jahe.  Rimpang muda dapat dimakan

sebagai lalap

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

68

14. ZINGIBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.29 Zingiberis Purpurei Rhizoma

Nama  lain : Cassumunar  Rhizoma , Bengle

Nama  tanaman asal : Zingiber cassumunar ( Roxb), disebut juga

Zingiber purpureum (Roxb)

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri mengandung sineol ; Damar lunak yang

pahit, albuminoid

Penggunaan : Karminativa, menghangatkan badan

Pemerian : Bau aromatik khas, rasa agak pahit dan agak pedas

Bagian yang digunakan : Akar tinggal

Keterangan :

    Waktu panen : Setelah tanaman berumur 1 tahun

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

69

15. ZINGIBERIS ZERUMBETI  RHIZOMA (MMI)

Gambar 2.30 Zingiberis Zerumbeti Rhizoma

Nama  lain : Lempuyang  gajah

Nama  tanaman asal : Zingiber zerumbet (Sm)

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mengandung zerumbon, Sineol,

pinen, kariofilen, kamfer

Penggunaan : Karminativa,  stomakik

Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas mirip mentol, agak pahit.

Bagian yang digunakan : Akar tinggal

Keterangan :

    Penyimpanan

    Sediaan

: Dalam wadah tertutup baik

Antalinu kapsul®


c. Rangkuman

1. Panen dilakukan umumya pada saat bagian tanaman diatas  tanah

menua atau kuning yang biasanya terjadi pada musim  kering,dan jika

yang diambil akarnya . Misalnya   temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

2. Umumnya tanaman Empon-empon termasuk familia  Zingiberaceae

3. Umumnya tanaman Empon-empon digunakan sebagai karminativa

d.    TUGAS TUGAS 

1. Membuat  simplisia dengan mengeringkan beberapa jenis tanaman yang

berasal dari rhizoma yang dapat ditemukan disekitar kita

2. Membuat kelompok dengan permainan kartu bergambar simplisia rhizoma

e. Tes Formatif

Pilihan Ganda

1. Zingeron merupakan salah satu   zat berkhasiat dalam simplisia … .

A. Zingiber littorale

B. Curcuma domestica

C. Alpinia officinarum

D. Zingiber officinale

E. Boesenbergia pandurata

2. Nama tanaman asal kencur, yaitu … .

A. Languas galanga

B. Zingiberis officinale

C. Cyperus rotundus

D. Imperata cylindrica

E. Kaempferia galanga

3. Jahe yang pengolahannya memakai  air Ca(OH)2 disebut … .

A. Jahe merah

B. Jahe hijau

C. Jahe hitam

D. Jahe putih

E. Jahe coklat

Farmakognosi l

71

4. Galangol merupakan salah satu zat berkhasiat dari simplisia … .

A. Languas galanga

B. Zingeberis officinale

C. Cyperus rotundus

D. Imperata cylindrica

E. Kaempferia galanga

5. Simplisia dibawah ini dapat berfungsi sebagai antidiare yaitu … .

A. Boesenbergia pandurata dan Kaemfperia galanga

B. Zingiber officinalis dan Boesenbergia pandurata

C. Zingiber officinalis dan Kaemfperia galanga

D. Kaemfperia galanga dan Curcuma domestica

E. Curcuma domestica dan Zingiber officinalis

Uraian

1. Tuliskan dan jelaskan jenis-jenis jahe berdasarkan pengolahannya

2. Tuliskan persyaratan temulawak kering untuk ekspor

3. Jelaskan cara panen laos

4. Tuliskan nama tanaman asal, keluarga dan kegunaan dari simplisia yang

mengandung sineol dan felandren

5. Tuliskan nama tanaman asal, keluarga, zat aktif dan kegunaan dari simplisia

a. Laos

b. Temu Lawak

c. Kunyit

d. Alang-alang

e. Kencur

Farmakognosi l

72

f. Kunci jawaban

Pilihan Ganda

No Jawaban

1 D

2 E

3 B

4 A

5 C

Uraian

1. Jenis - jenis jahe

berdasarkan

pengolahan

: a) Jahe segar  yang direndam dalam air mendidih,

kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe

hitam (Black ginger)

b) Jahe segar yang dicuci secara hati - hati dikupas

lapisan gabus dan dicuci berulang - ulang dan

dikelantang,. Jika dimaserasi dengan air kapur

akan nampak putih sebab  lapisan kapurnya dan

disebut Jahe putih (White ginger).

c) Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa

pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu

masak disebut Jahe hijau (Green ginger)

2. Syarat Temulawak kering untuk ekspor sebagai berikut :

Warna :  Kuning jingga sampai coklat

Aroma :  Khas wangi aromatik

Rasa :  Pahit, agak pedas

Kelembaban :  Maksimum 12 %

Abu :  3  7 %

Pasir :  1 %

Kadar minyak atsiri : minimal 5 %

3. Cara panen Rimpang

Teki:

Dapat diambil setiap saat , setelah umbi yang

ditanam akan mengeluarkan umbi baru dalam

jangka waktu 3 minggu untuk kemudian akan

tumbuh menjadi + /  146 umbi dalam jangka

waktu 3,5 bulan

Farmakognosi l

73

4. Simplisia yang mengandung sineol dan felandren yaitu :

Nama Simplisia : Zingiberis Rhizoma

Nama Tanaman Asal : Zingiber Officinale

Keluarga : Zingiberaceae

Khasiat : Karminativa, stimulansia, diaforetika

5.

No Nama

Simplisia

Nama Tanaman

Asal

Isi zat berkhasiat

a. Laos Alpinia galanga Minyak atsiri yang mengandung;

metilsinamat, sineol, kamfer dan galangol

b. Temulawak Curcuma

xanthorrhiza

Minyak atsiri yang mengandung felandren

dan tumerol,  zat warna kurkumin, pati.

Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 8,2 %

b/v

c. Kunyit Curcuma

domestica

Minyak atsiri, pati, zat warna  kurkumin,

damar

d. Alang-alang Imperata

cylindrica

Asam kersik, damar, logam alkali

e. Kencur Kaempferia

galanga

Alkaloida,  minyak atsiri yang mengandung

sineol dan kamferin, mineral dan pati

g. Lembar Kerja

Lengkapi pernyataan berikut:

No Gambar Nama

simplisia

Nama

tanaman

Khasiat

1

Farmakognosi l

74

2

3

Farmakognosi l

75

4

5

Farmakognosi l

76

4 Kegiatan Belajar 4

RADIX

a. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari kompetensi ini diharapkan siswa mampu :

1. Mendefinisikan Radix

2. Menjelaskan cara panen secara umum dari Radix

3. Menyebutkan tanaman asal dari simplisia tanaman obat yang berasal dari

Radix

4. Menyebutkan nama lain dari simplisia tanaman obat yang berasal dari

Radix

5. Menyebutkan keluarga dari tanaman obat yang berasal dari Radix bagian

tanaman yang digunakan dari tanaman obat yang berasal dari Radix

6. Menyebutkan manfaat dari tanaman obat yang berasal dari Radix

7. Menyebutkan isi berkhasiat dari tanaman obat yang berasal dari Radix

b. Uraian

Radix (Akar) yaitu : Bagian pokok disamping batang dan daun bagi tumbuhan

yang tubuhnya telah merupakan cormus (Lawrence, 1995, Tjitrosoepomo 1993).

Farmakognosi l

77

1. CATHARANTHI RADIX  (MMI)

Gambar 2.31 Catharanthi  Radix

Nama  lain : Akar Tapak dara

Nama  tanaman asal : Catharanthus roseus (L), Vinca rosea (L),

Lochnera rosea

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida: ajmalisin, serpentina, tetrahidroalstonin,

vindesin, vinkristin, vinblastin

Penggunaan : Peluruh kemih (emenagoga), obat diabetes, obat

kanker

Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit

Bagian yang digunakan : Akar

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

1. CATHARANTHI  RADIX  (MMI)

2. DERRIDIS  RADIX    (MMI)

3. ELEPHANTOPI RADIX (MMI)

4. EURYCOMAE  RADIX  (MMI)

5. GLYCYRRHIZAE   RADIX  (MMI)

6. IPECACUANHAE   RADIX  (MMI)

7. PANACIS   RADIX  (MMI)

8. RAUWOLFIAE  SERPENTINAE  RADIX  (FI)

9. RHEI   RADIX  (MMI)

10. VALERIANAE  RADIX (MMI)

11. VETIVERIAE  RADIX  (MMI)

Farmakognosi l

78

2. DERRIDIS RADIX  (MMI)

Gambar 2.32 Derridis Radix

Nama  lain : Akar tuba

Nama  tanaman asal : Derris elliptica (wall)

Keluarga : Papilionaceae (Fabaceae)

Zat berkhasiat

utama/isi

: Rotenon

Penggunaan : Racun panah, racun ikan, skabicid, insektisida

Pemerian : Bau aromatik lemah, rasa agak pahit

Bagian yang digunakan : Akar dan potongan akar tinggal

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

3. ELEPHANTOPI RADIX (MMI)

Gambar 2.33 Elephantopi Radix

Farmakognosi l

79

Nama  lain : Akar tapak liman

Nama  tanaman asal : Elephantopus scaber (L)

Keluarga : Asteraceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Flavonoid glukosida

Penggunaan : Anti demam

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

4. EURYCOMAE RADIX (MMI)

Gambar 2.34 Eurycomae Radix

Nama  lain : Akar Pasakbumi

Nama  tanaman asal : Eurycoma longifolia (Jack)

Keluarga : Simarubaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Eurikomolakton, amaraloid, eurikomanol

Penggunaan : Diuretika,  antipiretika dan aprodisiaka

Pemerian : Tidak berbau, mula-mula tidak berasa lama- lama

agak pahit

Bagian yang digunakan : Akar

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan : Kuku bima®

Farmakognosi l

80

5. GLYCYRRHIZAE RADIX  (FI)

Gambar 2.35 Glycyrrhizae Radix

Nama  lain : Akar manis, Liquiritae Radix

Nama  tanaman asal : Glycyrrhiza glabra (Linn) varietas typical,

Glycyrrhiza glabra, varietas glandulifera dan jenis

Glycyrrhiza lainnya

Keluarga : Papilionaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Glysirisin dengan kadar 5  10 %, sebagai garam K

dan Ca dari asam glisirizat ( zat ini 50 x lebih manis

dari gula tebu), pati, gula, asparagin

Persyaratan kadar Kadar zat yang larut dalam air tidak kurang dari 20

%, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan di

udara

Penggunaan : Antitusiva. Akar dalam bentuk serbuk sebagai

pengisi/pembalut pil Ekstrak untuk pewangi

tembakau dan campuran obat batuk

Pemerian : Bau khas lemah, rasa manis

Bagian yang digunakan : Akar dan batang dibawah tanah

Keterangan :

    Waktu panen : Akar- akar digali tiap 3 tahun, disisakan secukupnya

agar dapat dipungut pada tahun berikutnya

    Jenis-jenisnya Glycyrrhiza glabra varietas typical berasal dari

Spanyol Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera

berasal dari Rusia

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

    Keterangan lain : Yang belum dikupas berwarna coklat  kekuningan

atau coklat tua,  berkeriput   memanjang   kadang -

kadang terdapat tunas kecil dan daun sisik yang

tersusun melingkar.

Farmakognosi l

81

6. IPECACUANHAE  RADIX (MMI)

Gambar 2.36 Ipecacuanhae Radix

Nama  lain : Akar  Ipeka,  akar muntah

Nama  tanaman asal : Cephaelis ipecacuanha (Willd) , Cephaelis

Acuminata (Benth) , Uragoga ipecacuanha

(Baillon), Psychotria ipecacuanha (Brot)

Keluarga : Rubiaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloid emetina, sefaelina, psikotrina, emetina,

orthomethil, sikotrina

Persyaratan kadar Kadar emetin 2,0 %

Penggunaan :    Dalam jumlah amat kecil sebagai menambah

nafsu  makan

   Dalam jumlah sedang sebagai diaforetika dan

ekspektoransia

   Dalam jumlah besar sebagai emetika

Pemerian : Bau lemah, rasa pahit

Bagian yang digunakan : Akar/campuran akar/pangkal batang

Keterangan :

    Sediaan Opii Pulvis Compositus  (FI), Ipecacuanhae Pulvis

(FI), Ipecacuanhae tinctur (EFI)

    Waktu panen : Dikumpulkan pada bulan Januari, Maret, seluruh

tanaman  dicabut dan dipisahkan akar - akarnya

    Jenis-jenisnya Ipeka Rio;  diperoleh dari  Cephaelis ipecacuanha

Potongan - potongan agak bengkok, warna merah

bata tua sampai coklat tua, sebelah luar  penebalan

cincin, rapat dan   melingkar sempurna.

Ipeka Panama: diperoleh dari Cephaelis acuminate

Warna coklat keabuan atau coklat kemerahan, cincin

hanya  melingkar sampai tengah batang, Ipeca

Cartagena : lebih gelap dan tidak banyak buku-

bukunya, warna sama dengan Ipeka Panama.

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

82

7. PANACIS RADIX (MMI)

Gambar 2.37 Panacis Radix

Nama  lain : Ginseng

Nama  tanaman asal : Panax schin-seng

Keluarga : Araliaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Glukosida panakuilon, minyak atsiri, damar, panaks

sapoginol

Penggunaan : Amara dan stimulansia

Pemerian : Bau lemah, rasa manis. pedas dan agak pahit

Bagian yang digunakan : Akar

Keterangan :

    Sediaan Serbuk dan Vinum

Antangin

Kuku bima

Antalinu

    Waktu panen : Dikumpulkan pada musim gugur dari tanaman yang

berumur 5 – 6 tahun

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

83

8. RAUWOLFIAE SERPENTINAE RADIX (FI)

Gambar 2.38 Rauwolfiae Serpentinae Radix

Nama  lain : Akar Pulepandak, Rauwolfiae Radix

Nama  tanaman asal : Rauwolfia serpentina (Benth)

Keluarga : Apocynaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloid-alkaloid : aymalin, aymalisina, aymalinina,

serpentina, reserpina

Persyaratan kadar Alkaloid sejenis reserpina, dihitung sebagai reserpina

tidak kurang dari 0,15 %

Penggunaan : Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik

Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit

Bagian yang digunakan : Akar dan pangkal batang

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

9. RHEI RADIX (MMI)

Gambar 2.39 Rhei Radix

Farmakognosi l

84

Nama  lain : Kelembak

Nama  tanaman asal : Rheum palmatum (L) , Rheum officinale (L) dan

species atau hibrida lainnya kecuali Rheum

rhaponticum

Keluarga : Polygonaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Antraglukosida yang pada penguraian memberikan

emodin, rhein, aloe emodin dan asam krisofanat.

Terdapat pula tanin, pektin, katekhin, pati, kalsium

oksalat

Penggunaan : Laksativa

Pemerian : Bau khas agak aromatik,  rasa agak pahit tidak enak

dan agak sepat

Bagian yang digunakan : Pangkal batang beserta sebagian akar

Keterangan :

    Jenis-jenis 1. Kelembak Cina : kultur di Propinsi Shensi,

Shansi Honan, Tshinghai di Mongolia, dipungut

dari tanaman yang berumur 6 – 10 tahun, tiap

tahun 2 kali panenan, pada musim semi dan

musim gugur, setelah dikupas, diiris - iris

melintang / membujur (menghasilkan rounds atau

flats), dijemur.

2. Kelembak Shensi : ada garis - garis kecil warna

coklat kemerahan dan titik-titik  jari empulur

dalam parenkim yang putih

3. Kelembak Kanton : lebih ringan dari kelembak

Shensi kurang padat, lebih berserat, bau

emperumatik.

4. Kelembak Eropa : Hanya dari Hongaria, mutu

rendah

    Sediaan 1. Merit®

2. Merit Plus®

3. Natur Slim®

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

85

10. VALERIANAE RADIX (MMI)

Gambar 2.40 Valerianae  Radix

Nama  lain : Akar  valerian

Nama tanaman asal : Valeriana officinalis(L)

Keluarga : Valerianaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mengandung ester borneo (ester

dengan format). Alkaloida-alkaloida katinina dan

valerianin, zat penyamak.

Persyaratan kadar : Kadar minyak atsiri tidak kurang  dari 0,8 %

Penggunaan : Sedativa

Pemerian : Bau khas, rasa pedas, agak pahit.

Bagian yang digunakan : Akar cabang berikut pangkal batang dan batang

dibawah tanah

Keterangan :

    Sediaan Valerianae tinctura (FI) untuk :  Beladon

DigitalisValerianae Tinctura, Brometori Valerianae

Potio

    Waktu panen Dikumpulkan pada waktu daun meluruh

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan Lelap ® kapsul

Farmakognosi l

86

11. VETIVERIAE RADIX  (MMI)

Gambar 2.41 Vetiveriae  Radix

Nama  lain : Akar wangi,  Larasetu

Nama  tanaman asal : Vetiveria zizanoides (Stapf)

Keluarga : Poaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri, hars dan zat pahit

Kegunaan : Bahan pewangi. (dalam oleum), Diaforetika

Pemerian : Bau khas aromatik

Bagian yang digunakan : Akar

Keterangan :

    Sediaan Oleum Vetiveriae

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

87

c. Rangkuman

1. Radix (Akar) yaitu : Bagian pokok disamping batang dan daun bagi

tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan cormus

(Lawrence,1995,Tjitrosoepomo 1993).

2. Ipecacuanhae Radix

   Dalam jumlah amat kecil sebagai menambah nafsu makan

   Dalam jumlah sedang sebagai diaforetika dan ekspektoransia

   Dalam jumlah besar sebagai emetika

d.    TUGAS TUGAS 

1. Membuat simplisia dengan mengeringkan beberapa jenis tanaman yang

berasal dari radix yang dapat ditemukan disekitar kita

2. Membuat kelompok dengan permainan kartu bergambar simplisia radix

e. Tes Formatif

Pilihan Ganda

1. Akar manis varietas glandulifera berasal dari negara … .

A. China

B. Belanda

C. Jepang

D. Rusia

E. Korea selatan

2. Reserpina merupakan salah satu isi zat berkhasiat dari simplisia … .

A. Valeriana officinalis

B. Rheum palmatum

C. Rouwolfia serpentina

D. Glycyrrhiza glabra

E. Cephaelis acuminata

Farmakognosi l

88

3. Rheum officinale merupakan salah satu spesies dari tanaman yang

berkeluarga

A. Apocynaceae

B. Valerianaceae

C. Rubiaceae

D. Papilionaceae

E. Polygonaceae

4. Garis coklat kemerahan merupakan ciri khas dari kelembak … .

A. kelembak kanton

B. kelembak cina

C. kelembak eropa

D. kelembak shensi

E. Kelembak cina dan eropa

5. Seseorang menderita batuk berdahak sehingga sulit beristirahat dengan

tenang,    sebab  itu orang tersebut cocok diobati dengan simplisia….

A. Rheum palmatum dan Valeriana officinalis

B. Valeriana officinalis dan Rouwolfia sepentina

C. Rouwolfia serpentina dan Cephaelis ipecacuanha

D. Cephaelis ipecacuanha dan Valeriana officinalis

E. Rheum palmatum dan Cephaelis ipecacuanha

Uraian

1. Tuliskan  dan jelaskan jenis-jenis akar muntah dan kelembak

2. Sebutkan NTA, keluarga dan zat berkhasiat dari simplisia yang berkhasiat

sebagai emenagoga, antihipertensi dan sedativa

3. Sebutkan NTA, keluarga dan kegunaan dari simplisia yang mengandung

Glisirizat, antraglikosida dan rotenon

4. Sebutkan NTA, keluarga, zat berkhasiat dan kegunaan dari simplisia akar

muntah, akar pasak bumi, ginseng dan akar tapak liman

Farmakognosi l

89

f. Kunci Jawaban

Piliha Ganda

No Jawaban

1 D

2 C

3 E

4 D

5 A

Uraian

1. Jenis akar muntah dan kelembak yaitu 

 Jenis akar Ipeka:

a. Ipeka Rio : diperoleh dari  Cephaelis ipecacuanha Potongan -

potongan agak bengkok, warna merah  bata tua sampai

coklat tua, sebelah luar  penebalan cincin, rapat dan

melingkar sempurna.

b. Ipeka

Panama

: diperoleh dari Cephaelis acuminate Warna coklat

keabuan atau coklat kemerahan, cincin hanya  melingkar

sampai tengah batang

c. Ipeca

Cartagena

: lebih gelap dan tidak banyak buku-bukunya, warna sama

dengan Ipeka Panama.

 Jenis–

jenis

Kelembak

: 1. Kelembak Cina : kultur di Propinsi Shensi,  Shansi

Honan, Tshinghai di Mongolia, dipungut dari tanaman

yang berumur 6 – 10 tahun, tiap tahun 2 kali

panenan, pada musim semi dan musim gugur,

setelah dikupas, diiris - iris melintang / membujur

(menghasilkan rounds atau flats), dijemur.

2. Kelembak Shensi : ada garis - garis kecil warna

coklat kemerahan dan titik-titik  jari empulur dalam

parenkim yang putih

3. Kelembak Kanton : lebih ringan dari kelembak Shensi

kurang padat, lebih berserat, bau emperumatik.

4. Kelembak Eropa : Hanya dari Hongaria, mutu rendah

Farmakognosi l

90

2.

No Khasiat

Nama

Tanaman

Asal

Keluarga Isi Zat Berkhasiat

1 Emenagoga Catharanthus

roseus

Apocynaceae Alkaloida : ajmalisin, serpentina

vindesin, vinkristin, vinblastin

2 Antihipertensi Rauwolfia

serpentina

Apocynaceae Alkaloid - alkaloid : aymalin,

aymalisina,

aymalinina,serpentina,reserpina

3. Sedativa Valeriana

oficinalis

Valerianaceae Minyak atsiri yang mengandung

ester borneo dan alkaloida

katinin, valerianin

3.

No Isi zat

berkhasiat

Nama

Tanaman Asal Keluarga Khasiat

1 Glisirizat Glycyrrhiza

glabra

Papilionaceae Antitusiva

2 Antraglukosida Rheum

palmatum,

Rheum

officinale

Polygonaceae Laxativa

3 Rotenon Derris elliptica Papilionaceae Racun panah, racun

ikan, skabicid,

insektisida

Farmakognosi l

91

4.

No Nama

Simplisia

Nama

Tanaman

Asal

Keluarga Isi zat

berkhasiat Khasiat

1 Akar

muntah

Cephaelis

ipecacuanha;

Cephaelis

acuminata

Rubiaceae Alkaloid

emetina,

sefaelina,

psikotrina,

emetina,sikrotina

Jumlah kecil

Amara

Jumlah

sedang

Diaforetika,

ekspektoransia

Jumlah besar

Emetika

2 Akar

pasak

bumi

Eurycoma

longifolia

Simarubaceae Eurikomolakton,

amaraloid,

eurikomanol

Diuretika,

antipiretika

dan

aprodisiaka

3 Ginseng Panax schin-

seng

Araliaceae Glukosida

panakuilon,

minyak atsiri,

damar, panaks

sapoginol

Amara dan

stimulansia

4 Akar

tapak

liman

Elephantopus

scaber

Asteraceae Flavonoid

glukosida

Anti demam

Farmakognosi l

92

g. Lembar Kerja

Lengkapilah pernyataan berikut!

No Nama Simplisia Keluarga Isi berkhasiat Khasiat

1 Rauwolfiae

Serpentinae

Radix

2 Papilionaceae

3 Obat kanker

4 Insektisida

5 Alkaloida

emetina

Farmakognosi l

93

5Kegiatan Belajar 5

CORTEX

a. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari kompetensi ini diharapkan siswa mampu :

1. Mendefinisikan Cortex

2. Menjelaskan cara panen secara umum dari Cortex

3. Menyebutkan tanaman asal dari simplisia tanaman obat yang berasal   dari

Cortex

4. Menyebutkan nama lain dari simplisia tanaman obat yang berasal dari Cortex

5. Menyebutkan keluarga dari tanaman obat yang berasal dari Cortex

6. Menyebutkan bagian tanaman yang digunakan dari tanaman obat     yang

berasal dari Cortex

7. Menyebutkan manfaat dari tanaman obat yang berasal dari Cortex

8. Menyebutkan isi berkhasiat dari tanaman obat yang berasal dari  Cortex

b. Uraian

Cortex yaitu  kulit kayu berupa seluruh jaringan di luar kambium dapat bersal

dari kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas.

Farmakognosi l

94

1. ALSTONIAE CORTEX  (MMI)

Gambar 2.42 Alstoniae Cortex

Nama  lain : Kulit Pule

Nama  tanaman asal : Alstonia scholaris (L) R.Br

Keluarga : Apocynaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida-alkaloida ditamina, ekitamina, ekhitenina,

akhitamidina, alstonina

Penggunaan : Antipiretika, antimalaria, stomakika, antidiabetika,

antelmintika

Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit, yang tidak mudah hilang

Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

1. ALSTONIAE CORTEX  (MMI)

2. ALYXIAE CORTEX   (MMI)

3. BURMANI CORTEX  (MMI)

4. CINCHONAE CORTEX   (FI)

5. CINNAMOMI CORTEX   (FI)

6. GRANATI PERICARPIUM (MMI)

7. LITSEAE CORTEX  (MMI)

8. PARAMERIAE CORTEX  (MMI)

9. SYMPLOCI CORTEX (MMI)

10. SYZYGII JAMBOLANI CORTEX  (MMI)

Farmakognosi l

95

2. ALYXIAE CORTEX  (MMI)

Gambar 2.43 Alyxiae Cortex

Nama  lain : Pulasari

Nama  tanaman asal : Alyxia reinwardtii (BL), juga disebut Alyxia stellata

(Roomset Schult)

Keluarga : Apocynaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida zat pahit,  kumarin, zat penyamak, minyak

atsiri, asam organik

Penggunaan : Bahan pewangi, (campuran boreh), karminativa,

antidemam

Pemerian : Bau dan rasa mirip kumarin, agak pahit

Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

3. BURMANI CORTEX (MMI)

Gambar 2.44 Burmani Cortex

Farmakognosi l

96

Nama  lain : Kulit manis jangan, Kulit kayu manis padang,

Keningar

Nama  tanaman asal : Cinnamomum Burmani (Blume)

Keluarga : Lauraceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid,

sinamil asetat, borneol, simen. Zat penyamak, damar,

bornil asetat

Penggunaan : Diaforetika,   karminativa, anti iritansia, bahan

pewangi,  bumbu masak

Pemerian : Bau khas, rasa manis

Bagian yang digunakan : Kulit batang

Keterangan :

    Waktu Panen : Panen pada  umur  8 tahun,  semakin tua umur

tanaman, kulit relatif   lebih  tebal   dan volume  kulit

pohon bertambah pula, sehingga  kualitas dan

kuantitas produksi akan lebih baik.

    Cara Panen 1. Pohon ditebang sekaligus, tunggul tebangan diter

bagian atasnya.

2. Cara ditumbuk,  yakni  2  bulan sebelum ditebang

5 cm  dari leher akar, seluruh kulit batang dikupas

setinggi 80100 cm. Setelah 2 bulan baru

ditebang maksudnya agar pengulitan mudah

dilakukan dan diharapkan tumbuh tunas baru

yang lebih sempurna pada permukaan tanah

3. Pohon dipukul-pukul dengan benda tajam  2

bulan sebelum ditebang, dengan maksud untuk

mendapat kulit yang tebal pada waktu

pemotongan, sebab pada bekas-bekas pukulan

akan menghasilkan pembengkakan kulit.

4. Sistem Vietnam (sistem panen tanpa tebang),

yaitu memotong sebagian kulit batang secara

berselang-seling dengan ukuran panjang  30 cm,

lebar 10 cm.  Setelah kulit batang bertaut kembali

sehabis panen pertama, lalu dilakukan panen

kedua dan seterusnya.

    Jenis-jenis Dalam perdagangan dikenal sebagai Cassia vera.

Ada 2 varietas :

1. Berdaun muda, berwarna merah pekat, banyak

ditanam di Sumatera Barat dan Kerinci.

2. Berdaun hijau ungu.

    Perbedaan Kayu manis pucuk merah mempunyai kualitas lebih

baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang

berpucuk hijau.

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

97

4. CINCHONAE CORTEX  (FI)

Gambar 2.45 Cinchonae Cortex

Nama  lain : Kulit  kina,  Peruvian bark, Jesuit bark

Nama  tanaman asal : Cinchona succirubra (bark)

Keluarga : Rubiaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida kinina, sinkonina, sinkodina, kina tanat,

kinidin, asam tanat, asam kina, damar, malam

Persyaratan kadar Kadar kinin tidak kurang dari 8,0%

Penggunaan : Antipiretika, antimalaria, amara.

Pemerian : Bau khas terutama dari kulit dahan, pada

penyimpanan lama bau menghilang, rasa pahit dan

kelat.

Bagian yang digunakan : Kulit batang, kulit dahan, kulit akar

Keterangan :

    Sediaan : Cinchonae extractum

    Perbedaan    Cinchona succirubra berisi 9 % alkaloida.

   Cinchona ledgeriana berisi 6 10 % alkaloida.

   Cinchona calisaya berisi 6 – 8 % alkaloida

   Untuk memperoleh banyak kulit ditanam

Cinchona succirubra

   Untuk mendapat banyak alkaloida ditanam

Cinchona ledgeriana.

   Untuk cepat-cepat mendapat banyak

alkaloida ditanam Cinchona ledgeriana diatas

Cinchona succirubra secara okulasi.

    Cara Panen 1. Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang

jaraknya 60 cm – 100 cm satu sama lain,

dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang

dan kulit akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada

daerah tadi dilakukan pencabutan lagi.

Farmakognosi l

98

2. Dipangkas: pohon-pohon yang berumur 7

tahun dipangkas batangnya beberapa  cm di

atas tanah, dari pangkal batang nanti tumbuh

sejumlah cabang baru yang nanti juga

dipungut.

3. Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai

kulit kayunya.

4. Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit

kina yang banyak terkena sinar matahari

alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang

ditempat teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi

dengan lumut, maka kadar alkaloidnya akan

naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen,

bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul

kulit kulit kina baru yang juga tinggi kadar

alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan

sedikit demi sedikit sampai seluruh kulit lama

terambil.

    Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik

5. CINNAMOMI CORTEX (FI)

Gambar 2.46 Cinnamomi Cortex

Nama  lain : Kulit Kayumanis,  Ceylon Cinnamon

Nama  tanaman asal : Cinnamomum zeylanicum (BI)

Keluarga : Lauraceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri  yang  mengandung egenol

sinamilaldehida,  zat penyamak, pati, lendir

Penggunaan : Karminativa, menghangatkan lambung, dicampur

dengan adstringensia lainnya untuk obat mencret

Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas dan manis.

Bagian yang digunakan : Kulit bagian dalam yang diperoleh dari anak batang

yang telah dipangkas.

Farmakognosi l

99

Keterangan : Tanaman yang berumur 2 – 3 tahun dipotong

beberapa cm diatas tanah. Tunas - tunas  baru

dipilih 5 – 6   buah dan dibiarkan tumbuh untuk

dipotong lagi setelah mencapai tinggi 2 – 3   meter.

Panen dilakukan pada musim hujan, batang-batang

dikuliti arah memanjang menjadi 2 bagian atau lebih.

Diberkas dan didiamkan beberapa lama supaya

terjadi fermentasi yang nanti mempermudah

pengikisan epidermis dan jaringan hijau dibawah

epidermis.

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan EM kapsul®

6. GRANATI  PERICARPIUM (MMI)

Gambar 2.47 Granati Pericarpium

Nama  lain : Kulit buah delima,  Granati Fructus Cortex

Nama  tanaman asal : Punica granatum (L)

Keluarga : Punicaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Tanin sampai  lebih kurang 20 % alkaloida yang

terdiri dari peletrina, metil-

peletrina, psudo-peletrina, metil iso-peletrina, iso-

peletrina

Penggunaan : Pengelat  usus (adstringensia), obat cacing

Pemerian : Tidak berbau, rasa sangat sepat, lama-lama

menimbulkan rasa tebal di lidah.

Bagian yang digunakan : Kulit buah yang masak

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

100

    Sediaan 1. Merit®

2. Merit Plus®

3. Diapet®

7. LITSEAE CORTEX (MMI)

Gambar 2.48 Litseae Cortex

Nama  lain : Kulit krangean,  Krangean

Nama  tanaman asal : Litsea cubeba (Lour) Pers

Keluarga : Lauraceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri mengandung sitral, limonen, sapinen,

metilheptanon, sitronelal.  Tanin galat, allagat.

Penggunaan : Karminativa, spasmolitika, stomakika

Pemerian : Bau khas aromatik, rasa agak pedas dan agak pahit.

Bagian yang digunakan : Kulit batang

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

101

8. PARAMERIAE  CORTEX  (MMI)

Gambar 2.49 Parameriae Cortex

Nama  lain : Kulit Kayu rapat,  Pegatsih

Nama  tanaman asal : Parameria laevigata (Juss) Moldenke, Parameria

barbata

Keluarga : Apocynaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Tanin

Penggunaan : Pengelat (astringensia)

Pemerian : Bau lemah, rasa agak kelat dan agak pahit.

Bagian yang digunakan : Kulit batang  dan kulit cabang.

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan Rapet wangi®

9. SYMPLOCI  CORTEX  (MMI)

Gambar 2.50 Symploci Cortex

Farmakognosi l

102

Nama  lain : Kulit  sariawan

Nama  tanaman asal : Symplocos  odoratissima (BL, choisy)

Keluarga : Symplocaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Glucosida, symplokosin, metil salisilat,

aluminium sulfat

Penggunaan : Anti sariawan

Pemerian : Bau agak wangi, tidak berasa

Bagian yang digunakan : Kulit dahan

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

10. SYZYGII  JAMBOLANI  CORTEX  (MMI)

Gambar 2.51 Syzygii Jambolani Cortex

Nama  lain : Kulit jamblang

Nama  tanaman asal : Syzygium  jambolanum (L) Skeels  yang  disebut

pula Eugenia  cumini

Keluarga : Myrtaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Zat penyamak, asam galat, jambulol, jambolisin.

Penggunaan : Astringensia,  obat kencing manis

Pemerian : Bau lemah, rasa pahit dan kelat

Bagian yang digunakan : Kulit dahan

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

103

c. Rangkuman

1. Cortex yaitu  kulit kayu berupa seluruh jaringan di luar kambium dapat

bersal dari kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas

2. Cara panen kulit kina

a) Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100

cm satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan

kulit akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada daerah tadi dilakukan

pencabutan lagi.

b) Dipangkas : pohon - pohon yang berumur 7 tahun dipangkas

batangnya beberapa  cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti

tumbuh sejumlah cabang baru yang nanti juga dipungut.

c) Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya

d) Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak

terkena sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang

ditempat teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka

kadar alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di

panen, bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina

baru yang juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit

dilakukan sedikit demi sedikit sampai seluruh kulit lama terambil.

3. Jenis dan perbedaan Burmani cortex

    Jenis – jenis : Dalam perdagangan dikenal sebagai

Cassia vera. Ada 2 varietas :

1) Berdaun muda, berwarna

merah pekat, banyak  ditanam

di Sumatera Barat dan Kerinci.

2) Berdaun hijau ungu.

    Perbedaan: : Kayu manis pucuk merah mempunyai

kualitas lebih baik, tetapi produksinya

lebih rendah dari pada yang berpucuk

hijau.

d.    TUGAS TUGAS 

 Membuat simplisia dengan mengeringkan beberapa jenis tanaman yang

berasal dari cortex yang dapat ditemukan disekitar kita

 Membuat kelompok dengan permainan kartu kelompok simplisia

Farmakognosi l

104

e. Tes Formatif

Pilihan Ganda

1. Berikut ini yaitu  cara panen jesuit bark, kecuali … .

A. Dipangkas

B. Ditumbuk

C. Dicabut

D. Dikikis

E. Dilumutkan

2. Salah satu fungsi kulit buah delima yaitu  adstringensia, maka zat aktif yang

berfungsi yaitu  … .

A. Tanin

B. Iso peletrina

C. metil peletrina

D. psudo peletrina

E. metil-iso peletrina

3. Di bawah ini yaitu  kulit kina yang mempunyai alkaloid tinggi yaitu ... .

A. Cinchona succirubra

B. Cinchona ledgeriana

C. Cinchona calisaya

D. Cinchona succirubra dan ledgeriana

E. Cinchona calisaya dan ledgeriana

4. Di bawah ini yaitu  simplisia yang berkhasiat sebagai antelmintik yaitu … .

A. Punica granatum dan Symplocos odoratissima

B. Symplocos odoratissima dan Parameria laevigata

C. Parameria laevigata dan Alstonia scholaris

D. Alstonia scholaris dan Punica granatum

E. Punica granatum dan Parameria laevigata

5. Di bawah ini yaitu  simplisia yang berkhasiat sebagai anti malaria yaitu …

A. Alstonia scholaris dan Cinchona succirubra

B. Cinchona succirubra dan Alyxia reinwardtii

C. Alyxia reinwardtii dan Alstonia scholaris

D. Alstonia scholaris dan Punica granatum

E. Punica granatum dan Alyxia reinwardtii

Farmakognosi l

105

Uraian

1. Tuliskan dan jelaskan cara panen dari

a. kulit kina

b. keningar

2. Tuliskan  jenis-jenis kulit kina dan jelaskan perbedaannya

3. Tuliskan masing-masing 2(dua) simplisia NTA, keluarga dan zat berkhasiat

dari simplisia yang berkasiat sebagai

a. antelmintik

b. antipiretik

4. Tuliskan  NTA, keluarga, zat berkhasiat dan kegunaan dari simplisia

a.  kulit pule

b.  keningar

c.  kulit jamblang

d.  kulit sariawan

e.  krangean

f. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

No Jawaban

1 B

2 A

3 B

4 D

5 A

Uraian

1. Cara panen dari kulit kina yaitu 

 Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100 cm

satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan kulit

akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada daerah tadi dilakukan pencabutan

lagi.

Farmakognosi l

106

 Dipangkas: pohon-pohon yang berumur 7 tahun dipangkas batangnya

beberapa cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti tumbuh sejumlah

cabang baru yang nanti juga dipungut.

 Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya.

 Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak terkena

sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang ditempat

teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka kadar

alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen,

bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina baru yang

juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan sedikit demi

sedikit sampai seluruh kulit lama terambil.

Cara panen dari keningar yaitu  :

 Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100 cm

satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan kulit

akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada daerah tadi dilakukan pencabutan

lagi.

 Dipangkas : pohon - pohon yang berumur 7 tahun dipangkas

batangnya beberapa  cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti

tumbuh sejumlah cabang baru yang nanti juga dipungut.

 Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya.

 Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak terkena

sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang ditempat

teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka kadar

alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen,

bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina baru yang

juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan sedikit demi

sedikit sampai seluruh kulit lama terambil.

Cara panen dari keningar yaitu  :

 Pohon ditebang sekaligus, tunggul tebangan diter bagian atasnya.

 Cara ditumbuk,  yakni  2  bulan sebelum ditebang 5 cm  dari leher

akar, seluruh kulit batang dikupas setinggi 80-100 cm. Setelah 2 bulan

baru ditebang maksudnya agar pengulitan mudah dilakukan dan

diharapkan tumbuh tunas baru yang lebih sempurna pada permukaan

tanah

2. Jenis dan perbedaan kulit kina

   Cinchona succirubra berisi 9% alkaloida. Cinchona succirubra

ditanam untuk memperoleh banyak kulit

   Cinchona ledgeriana berisi 6-10% alkaloida. Cinchona ledgeriana

ditanam mendapat banyak alkaloida.

   Untuk cepat-cepat mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona

ledgeriana diatas Cinchona succirubra secara okulasi.

   Cinchona calisaya berisi 6-8% alkaloida

Farmakognosi l

107

3.

No Khasiat Nama

Tanaman Asal

Keluarga Isi Zat berkhasiat

1 Anthelmintika  Alstonia

scholaris

 Punica

granatum

Apocynaceae

Punicaceae

- Alkaloida - alkaloida

ditamina, ekitamina,

ekhitenina,akhitamidina,

Alstonina

- Tanin, alkaloida:

peletrina,metil-

peletrina,Pseudo

peletrina, metil iso-

peletrina, iso

peletrina

2 Antipiretika  Alstonia

scholaris

 Cinchona

succirubra

- Apocynaceae

-Rubiaceae

- Alkaloida - alkaloida

ditamina, ekitamina,

ekhitenina,akhitamidina,

Alstonina

-Alkaloida kinina,

sinkonina, sinkodina,

kina tanat, kinidin, asam

tanat, asam kina,

damar, malam

4.

No Nama

Tanaman

Asal

Keluarga Isi zat berkhasiat Khasiat

1 Alstonia

scholaris

Apocynaceae - Alkaloida - alkaloida

ditamina, ekitamina,

ekhitenina,akhitamidina,

Alstonina

Antipiretika,

antimalaria,

stomakika,

antidiabetika,

antelmintika

Farmakognosi l

108

2 Cinnamomum

Burmani

Lauraceae Minyak atsiri yang

mengandung sinamil

aldehid, sinamil asetat,

borneol, simen. Zat

penyamak, damar,

bornil asetat

Diaforetika,

karminativa,

anti iritansia,

bahan

pewangi,

bumbu

masak

3 Syzygium

jambolanum

Eugenia

cumini

Myrtaceae Zat penyamak, asam

galat, jambulol,

jambolisin.

Astringensia,

obat kencing

manis

4 Symplocos

odoratissima

Symplocaceae Glucosida,

symplokosin, metil

salisilat, aluminium

sulfat

Obat

sariawan

5 Litsea

cubeba

Lauraceae Minyak atsiri

mengandung sitral,

limonen, sapinen,

metilheptanon,

sitronelal.  Tanin galat,

allagat.

Karminativa,

spasmolitika,

stomakika

Farmakognosi l

109

g. Lembar Kerja

1. Lengkapilah pernyataan berikut:

No Nama Simplisia Keluarga Isi berkhasiat Khasiat

1 Rubiaceae

2 Astringensia

3 Symplokosin

4 Granati

Pericarpium

5 Myrtaceae

2. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar

a. Nama lain alstoniae cortex yaitu  …………………………..

b. Penggunaan granati fructus cortex yaitu  sebagai …………… dan

……………………..

c. Tanaman asal krangean yaitu  …………………

d. Pegatsih yaitu  nama lain dari ………………….

e. Pulasari digunakan sebagai ………………………

Farmakognosi l

110

6 Kegiatan Belajar 6



BULBUS, CORMUS,

LIGNUM, CAULIS


Bulbus yaitu  umbi lapis yang merupakan perubahan bentuk dari batang beserta

daunnya menjadi umbi yang berlalapis-lapis sebab  daunnya tebal, lunak dan

berdaging.

Lignum yaitu  bagian tumbuhan berupa xylem yang berkayu.

Caulis yaitu  batang merupakan bagian tumbuhan yang menyokong tubuh

tumbuhan

Cormus yaitu  bagian tumbuhan yang dibedakan batang, akar daun yang

merupakan ciri tumbuhan berpembuluh

1. ALII SATIVI  BULBUS  (MMI)

Gambar 2.52 Alii  Sativi  Bulbus

Nama  lain : Bawang Putih

Nama  tanaman asal : Allium sativum (L)

Keluarga : Liliaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mengandung; dialildisulfida 60 %,

alilpropil disulfida 6 %, alliin.

Penggunaan : Antikolesterol, antiseptika, antispasmodik,

antiiritansia

1. ALII  SATIVI  BULBUS  (MMI)

2. COLCHICI  CORMUS  (MMI)

3. SANTALI  LIGNUM  (MMI)

4. SAPPAN  LIGNUM.  (MMI)

5. TINOSPORAE CAULIS  (MMI)


Pemerian : Bau khas, rasa agak pedas

Bagian yang digunakan : Umbi batang

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan Garlic kapsul®

2. COLCHICI  CORMUS (MMI)

Gambar 2.53 Colchici  Cormus

Nama  lain : Daun umbi kolkisi

Nama  tanaman asal : Colchicum  autumnale (L)

Keluarga : Liliaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida;  kolkisina

Persyaratan kadar Kadar alkaloida tidak kurang dari  0,25 %.

Penggunaan : Anti Gout

Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit dan bergetir

Bagian yang digunakan : Daun  umbi

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


3. SANTALI  LIGNUM  (MMI)

Gambar 2.54 Santali Lignum

Nama  lain : Kayu  cendana

Nama  tanaman asal : Santalum album (L)

Keluarga : Santalaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri,  harsa, zat penyamak.

Penggunaan : Diuretika,  karminativa, antispasmodik

Pemerian : Bau harum, rasa agak pahit khas.

Bagian yang digunakan : Kayu galih dari batang, dahan dan akar.

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

4. SAPPAN  LIGNUM (MMI)

Gambar 2.55 Sappan  Lignum

Farmakognosi l

114

Nama  lain : Kayu  secang

Nama  tanaman asal : Caesalpinia  sappan (L)

Keluarga : Caesalpiniaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Brazilin, zat warna merah sappan, asam tanat, asam

galat

Penggunaan : Astringensia.

Pemerian : Tidak berbau, rasa  kelat.

Bagian yang digunakan : Irisan -irisan kecil atau serutan - serutan kayu.

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan Kaplet susut perut®

5. TINOSPORAE  CAULIS  (MMI)

Gambar 2.56 Tinosporae Caulis

Nama  lain : Bratawali

Nama  tanaman asal : Tinospora  tuberculata (Beumee) Tinospora

rumphii(Boerl) Tinospora crispa (L), Tinospora

cordifolia(Thunb)

Keluarga : Menispermaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Pati,  glukosida pikroterasida, alkaloid berberin  dan

palmatin, harsa, zat pahit pikroretin.

Penggunaan : Obat demam, tonikum dan antidiabetes

Pemerian : Bau lemah, rasa sangat pahit

Bagian yang digunakan : Batang dan Kulit batang

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

115

c. Rangkuman

1. Bulbus yaitu  umbi lapis yang merupakan perubahan bentuk dari batang

beserta daunnya menjadi umbi yang berlalapis-lapis sebab  daunnya tebal,

lunak dan berdaging.

Lignum yaitu  bagian tumbuhan berupa xylem yang berkayu.

Caulis yaitu  batang merupakan bagian tumbuhan yang menyokong tubuh

tumbuhan

Cormus yaitu  bagian tumbuhan yang dibedakan batang, akar daun yang

merupakan ciri tumbuhan berpembuluh

2. Bawang putih banyak digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, yang

dikenal dengan nama obat Garlic



HERBA



1. ANDROGRAPHIDIS HERBA

Gambar 2.57 Andrographidis Herba

Nama  lain : Sambiloto

Nama  tanaman asal : Andrographis  paniculata (Nees)

Keluarga : Acanthaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: 2 macam zat pahit yaitu suatu hablur kuning

(androgra folida) yang rasanya  sangat pahit) dan

kalmegin (zat amorf).  Minyak atsiri, alkaloida, asam

kersik, damar, garam alkali.

Penggunaan : Tonikum, antipiretika, diuretika.

Pemerian : Tidak berbau, rasa sangat pahit.

Bagian yang digunakan : Ranting berdaun.

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

1. ANDROGRAPHIDIS HERBA

2. BELLADONNAE HERBA

3. CENTELLAE HERBA

4. EQUISETI HERBA

5. HIRTAE HERBA

6. HYOSCYAMI HERBA

7. MENTHAE ARVENSITIS HERBA

8. MENTHAE PIPERITAE HERBA

9. PHYLLANTHI  HERBA

10. SERPYLLI  HERBA

11. STRAMONII  HERBA

12. THYMI HERBA


2. BELLADONNAE HERBA (FI)

Gambar 2.58 Belladonnae Herba

Nama  lain : Herba Beladon

Nama  tanaman asal : Atropa belladonna (L) atau Atropa acuminata

(Rolye ex Lindley)

Keluarga : Solanaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida atropina, hiosiamina, apotropina,

belladonina, nortropina, skopolamina (hiosina)

Persyaratan kadar Kadar alkaloida jumlah dihitung sebagai hiosiamina

tidak kurang dari 0,3 %

Penggunaan : Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme,

parasimpatolitik

Pemerian : Bau lemah, rasa agak pahit dan getir

Bagian yang digunakan : Daun atau campuran daun dan pucuk berbunga

Keterangan :

    Sediaan Belladonnae Pulvis (FI), Belladonnae Tinctura (FI)

untuk : Belladon Digitalis Valeriana Tinctura,

Belladonnae Extractum (FI)

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


3. CENTELLAE HERBA  (MMI)

Gambar 2.59 Centellae Herba

Nama  lain : Herba pegagan, daun kaki kuda

Nama  tanaman asal : Centella asiatica (L) Ueban

Keluarga : Apiaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Campuran damar dan minyak atsiri yang disebut

velarin, zat mineral (alkali sulfat), zat penyamak,

glukosida (asiatikosida)

Penggunaan : Diuretika, amara, tonikum, astringensia, obat

sariawan.

Pemerian : Bau lemah, aromatik, mula-mula tidak berasa lama-

lama agak pahit.

Bagian yang digunakan : Seluruh tanaman.

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

4. EQUISETI  HERBA  (MMI)

Gambar 2.60 Equiseti  Herba


Nama  lain : Greges otot, rumput betung

Nama  tanaman asal : Equisetum debile (Roxb)

Keluarga : Equisetaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Kalium, asam kersik, saponin

Penggunaan : Diuretika

Pemerian : Tidak berbau, tidak berasa

Bagian yang digunakan : Bagian tanaman diatas tanah

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

5. HIRTAE  HERBA  (MMI)

Gambar 2.61 Hirtae Herba

Nama  lain : Patikan kebo,  gendong anak

Nama  tanaman asal : Euphorbia hirta (L)

Keluarga : Euphorbiaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida  dan damar

Penggunaan : Obat batuk dan sedativa

Pemerian : Bau lemah, rasa agak pahit

Bagian yang digunakan : Seluruh tanaman

Keterangan :

    Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik


6. HYOSCYAMI  HERBA (MMI)

Gambar 2.62 Hyoscyami Herba

Nama  lain : Herba hiosiami,  Bisson Tobacco

Nama tanaman asal : Hyoscyamus  niger (L)

Keluarga : Solanaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Alkaloida hiosiamina dan hiosina   (skopolamina)

Persyaratan kadar Kadar alkaloida jumlah dihitung sebagai hiosiamina

tidak kurang dari 0,05 %

Penggunaan : Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme,

penenang. parasimpatolitik, antispasmodik,

melemaskan otot polos.

Pemerian : Bau khas kuat, pada penyimpanan berkurang rasa

pahit dan  agak getir.

Bagian yang digunakan : Daun, campuran daun dan pucuk berbunga

Keterangan :

    Sediaan : Hyoscyami  Extractum (FI), Hyoscyami  Pulvis  (FI)

    Jenis-jenis    Hyoscyamus niger warna bunga kekuning-

kuningan dengan urat-urat daun berwarna

keunguan

   Hyoscyamus alba  berbunga putih, tetapi

sifat- sifat lain sama dengan Hyoscyamus

niger

   Hyoscyamus muticus khusus dipakai untuk

isolasi alkaloid

    Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik.


7. MENTHAE ARVENSITIS HERBA (MMI)

Gambar 2.63 Menthae Arvensitis Herba

Nama  lain : Daun poko

Nama  tanaman asal : Mentha arvensis (L) varietas Javanica

Keluarga : Lamiaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mengandung mentol, damar,  zat

penyamak

Penggunaan : Karminativa, anti spasmodik, diaforetika

Pemerian : Bau aromatik seperti mentol, rasa pedas dan dingin

Bagian yang digunakan : Daun dan pucuk berbunga

Keterangan :

    Waktu panan : Tanaman mulai berbunga sampai berbunga penuh

    Cara Panen Dilakukan dengan memotong batang rata dengan

tanah. Panenan dapat dilakukan 3 kali tiap tahun.

    Jenis-jenis    Menthae arvensis (L) varietas Javanica dapat

tumbuh secara alamiah, ditanam di pulau

Jawa = daun Poko Jawa

   Menthae arvensis varietas piperacens yang

berasal dari Jepang, Brazilia dan Taiwan =

daun Poko Jepang

   Menthae arvensis varietas sachalinensis

dapat tumbuh secara alamiah di Jepang

   Menthae arvensis varietas glabrata, tumbuh

secara alamiah dan ditanam di daratan Cina =

daun Poko Cina


    Perbedaan :    Kadar mentol dari varietas Javanica rendah

sekali dan tidak menguntungkan untuk isolasi

mentol ( 7,6  11,6 ).

   Kadar mentol dari varietas piperacens dapat

mencapai  52 – 70 %.

    Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan Kapsul tolak angin

8. MENTHAE  PIPERITAE  HERBA  (MMI)

Gambar 2.64 Menthae Piperitae Herba

Nama  lain : Herba pepermin, Herba menta piperita

Nama  tanaman asal : Mentha piperita (L)

Keluarga : Lamiaceae/Labiatae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mngandung mentol, metil asetat

dan menton

Penggunaan : Karminativa

Pemerian : Bau khas aromatis, rasa pedas dan sejuk.

Bagian yang digunakan : Daun dan pucuk berbunga

Keterangan :

    Sediaan : Oleum Menthae Piperitae (FI) Antangin

    Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik

Farmakognosi l

129

9. PHYLLANTHI   HERBA (MMI)

Gambar 2.65 Phyllanthi Herba

Nama  lain : Meniran

Nama  tanaman asal : Phyllanthus niruri (L)

Keluarga : Euphorbiaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Zat pahit filantin, damar, mineral, zat penyamak

Penggunaan : Diuretika, Immunomodulator

Pemerian : Bau aromatik, rasa pahit

Bagian yang digunakan : Semua bagian diatas tanah

Keterangan :

    Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik

    Sediaan 1. Stimuno® sirup

2. EM ® kapsul

3. Tolak angin®

Farmakognosi l

130

10. SERPYLLI  HERBA (MMI)

Gambar 2.66 Serpylli  Herba

Nama  lain : Herba serpili

Nama  tanaman asal : Thymus  serpyllum (L)

Keluarga : Lamiaceae/labiatae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mengandung sineol, timol,

karvakrol, pinen terpen, alkohol dan zat pahit serpilin

Penggunaan : Ekspektoransia

Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas dan sejuk

Bagian yang digunakan : Pucuk berbunga

Keterangan :

    Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik dan terlindung cahaya.

11. STRAMONII HERBA  (MMI)

Gambar 2.67 Stramonii Herba

Farmakognosi l

131

Nama  lain : Herba stramonii

Nama  tanaman asal : Datura stramonium, Datura stramonium varietas

tatula

Keluarga : Solanaceae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Terutama daturin (hiosiamina), skopolamina

Persyarat kadar Hiosiamina tidak kurang dari 0,25 %

Penggunaan : Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme

Pemerian : Bau tidak enak, rasa pahit

Bagian yang digunakan : Daun dan pucuk berbunga

Keterangan :

    Jenis-jenis    Datura stramonium berbunga putih

   Datura stramonium varietas tatula, berbunga

merah ungu (urat daun dan batangnya ungu),

biji-biji lebih tinggi kadar alkaloidanya, tetapi

berhubung berisi minyak lemak maka sukar disari

untuk dibuat sediaan yang stabil

    Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik

12. THYMI   HERBA  (MMI)

Gambar 2.68 Thymi Herba

Nama  lain : Herba timi

Nama  tanaman asal : Thymus  vulgaris (L)

Keluarga : Lamiaceae / Labiatae

Zat berkhasiat

utama/isi

: Minyak atsiri yang mengandung timol, terda