il pelangsing perut®
Penyimpanan 2. Antalinu®
:
:
- Pil Pelangsing perut®
- Antalinu®
Dalam wadah tert tup baik
5. CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.20 Curcumae Domesticae Rhizoma
Farmakognosi l
60
Nama lain : Kunyit, kunir
Nama tanaman asal : Curcuma domestica (Val)
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri, pati,.zat warna kurkumin,damar
Persyaratan kadar : -
Penggunaan : Karminativa, antidiare, kolagoga, skabisida
Pemerian : Bau khas aromatik, agak pedas, lama - lama rasa
tebal
Bagian yang digunakan : Akar tinggal
Keterangan :
Waktu panen : Dilakukan pada waktu berumur 1 tahun atau lebih
dari waktu tanam.
Sediaan
- Kaplet susut perut®
- Pil tuntas®
- Diapet®
- Entrostop anak®
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
6. CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.21 Curcumae Heyneanae Rhizoma
Nama lain : Rimpang temu giring
Nama tanaman
asal
: Curcuma heynaena (Val)
Keluarga : Zingiberaceae
Farmakognosi l
61
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri, tannin, kurkumin,
Persyaratan
kadar
: Minyak atsiri tidak kurang dari 1,5 %
Penggunaan : Antiseptika kulit, anthelmintika
Pemerian : Bau khas, rasa pahit, agak pedas, lama-lama rasa tebal
Bagian yang
digunakan
: Rimpang
Keterangan
Sediaan : Ambeven kapsul®
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
7. CYPERI RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.22 Cyperi Rhizoma
Nama lain Rimpang teki, teki
Nama tanaman asal : Cyperus rotundus L
Keluarga : Cyperaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri, alkaloida, glikosida, flavonoida
Penggunaan : Diuretika, stomakika
Pemerian :
Bau khas aromatik, rasa agak pedas kemudian
pahit,menimbulkan rasa tebal di lidah
Bagian yang
digunakan
: Rimpang
Farmakognosi l
62
Keterangan :
Waktu panen : Dapat diambil setiap saat , setelah umbi yang
ditanam akan mengeluarkan umbi baru dalam
jangka waktu 3 minggu untuk kemudian akan
tumbuh menjadi + / 146 umbi dalam jangka waktu
3,5 bulan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
8. IMPERATAE RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.23 Imperatae Rhizoma
Nama lain : Akar alang – alang
Nama tanaman asal : Imperata cylindrica (Beauv)
Keluarga : Poaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Asam kersik, damar, logam alkali
Penggunaan : Diuretika, Antipiretika
Pemerian : Tidak berbau dan tidak berasa
Bagian yang
digunakan
: Akar tinggal
Keterangan :
Jenis- jenis : Dikenal 5 varietas :
Varietas mayor (Nees)
Varietas latifolia (Hook.f )
Varietas africana (Anders)
Varietas europea (Anders)
Varietas condensata
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
63
9. KAEMPFERIAE RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.24 Kaempferiae Rhizoma
Nama lain : Kencur
Nama tanaman asal : Kaempferia galanga (L)
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida, minyak atsiri yang mengandung sineol
dan kamferin, mineral dan pati
Penggunaan : Ekspektoransia, diaforetika, karminativa, stimulansia,
roboransia
Pemerian : Bau khas aromatik, rasa pedas, hangat, agak pahit,
akhirnya menimbulkan rasa pedas
Bagian yang
digunakan
: Akar tinggal
Keterangan :
Waktu panen : Pada umur 1 tahun
Sediaan
Penyimpanan
:
:
- Obat batuk herbal®
- Ambeven kapsu®l
Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
64
10. LANGUATIS RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.25 Languatis Rhizoma
Nama lain : Laos, Lengkuas, Galanga Rhizoma
Nama tanaman asal : Alpinia officinarum (Hance), Alpinia galanga(L),
Languas galanga (L)
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung; metilsinamat,
sineol, kamfer dan galangol
Penggunaan : Bumbu, karminativa, antifungi
Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas
Bagian yang digunakan : Akar tinggal
Keterangan :
Waktu panen : Pada umur 2,5 – 4 bulan, agar diperoleh rimpang
muda yang belum banyak berserat. Cara panen
dilakukan dengan mencabut tanaman, rimpang
dipisahkan dari batang, kemudian dicuci dan
dikeringkan.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
65
11. ZINGIBERIS RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.26 Zingiberis Rhizoma
Nama Lain : Jahe
Nama tanaman asal : Zingiber officinale (Roscoe)
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Pati, damar, oleo resin, gingerin, minyak atsiri yang
mengandung zingeron, zingiberol, zingiberin,
borneol, kamfer, sineol dan felandren
Penggunaan : Karminativa, stimulansia, diaforetika
Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas
Bagian yang digunakan : Akar tinggal yang sebagian kulitnya telah dikupas
Keterangan :
Waktu panen : Panenan dapat dilakukan pada umur 9 – 12 bulan
setelah tanam. Panenan pada umur 6 bulan dapat
dilakukan untuk mendapatkan rimpang muda, kurang
berserat, yang umumnya dipakai membuat manisan
dan keperluan bumbu dapur. Panen pada umur 9 –
12 bulan dilakukan bila tanaman mulai mengering
seluruhnya sampai sudah rebah rumpun -
rumpunnya
Jenis - jenis jahe
berdasarkan bentuk
: 1. Jahe putih besar, rimpangnya lebih besar dan
ruas rimpangnya lebih menggembung.
2. Jahe putih kecil, ruasnya kecil agak rata sampai
sedikit menggembung.
3. Jahe merah, rimpangnya berwarna merah dan
lebih kecil dari jahe putih kecil
Jenis - jenis jahe : 1. Jahe segar yang direndam dalam air mendidih,
Farmakognosi l
66
berdasarkan
pengolahan
kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe
hitam (Black ginger)
2. Jahe segar yang dicuci secara hati - hati dikupas
lapisan gabus dan dicuci berulang - ulang dan
dikelantang,. Jika dimaserasi dengan air kapur
akan nampak putih sebab lapisan kapurnya dan
disebut Jahe putih (White ginger).
3. Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa
pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu
masak disebut Jahe hijau (Green ginger)
Sediaan
Penyimpanan
:
:
:
- . Entrostop anak®
- . Tolak angin®
- . Obat batuk herbal®
- . Antangin®
Dalam wadah tertutup baik
12. ZINGIBERIS AROMATICAE RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.27 Zingiberis Aromaticae Rhizoma
Nama lain : Lempuyang wangi
Nama tanaman asal : Zingiber aromatica ( Val )
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung zerumbon bumolen,
limonen
Penggunaan : Karminativa, stomakika
Pemerian : Bau aromatik, rasa pahit
Bagian yang digunakan : Akar tinggal
Farmakognosi l
67
Keterangan :
Waktu panen
Sediaan
Penyimpanan
:
:
:
Setelah tanaman berumur 1 tahun
-. Pil pelangsing perut®
Dalam wadah tertutup baik
13. ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.28 Zingiberis Littoralis Rhizoma
Nama lain : Lempuyang pahit
Nama tanaman asal : Zingiber littorale (Val)
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri dengan komponen utama
Seskuiterpenketon
Penggunaan : Stomakik
Pemerian : Bau aromatik khas, rasa pahit
Bagian yang digunakan : Akar tinggal
Keterangan : Mempunyai ukuran rimpang yang paling kecil, hampir
menyerupai jahe. Rimpang muda dapat dimakan
sebagai lalap
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
68
14. ZINGIBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.29 Zingiberis Purpurei Rhizoma
Nama lain : Cassumunar Rhizoma , Bengle
Nama tanaman asal : Zingiber cassumunar ( Roxb), disebut juga
Zingiber purpureum (Roxb)
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri mengandung sineol ; Damar lunak yang
pahit, albuminoid
Penggunaan : Karminativa, menghangatkan badan
Pemerian : Bau aromatik khas, rasa agak pahit dan agak pedas
Bagian yang digunakan : Akar tinggal
Keterangan :
Waktu panen : Setelah tanaman berumur 1 tahun
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
69
15. ZINGIBERIS ZERUMBETI RHIZOMA (MMI)
Gambar 2.30 Zingiberis Zerumbeti Rhizoma
Nama lain : Lempuyang gajah
Nama tanaman asal : Zingiber zerumbet (Sm)
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung zerumbon, Sineol,
pinen, kariofilen, kamfer
Penggunaan : Karminativa, stomakik
Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas mirip mentol, agak pahit.
Bagian yang digunakan : Akar tinggal
Keterangan :
Penyimpanan
Sediaan
: Dalam wadah tertutup baik
Antalinu kapsul®
c. Rangkuman
1. Panen dilakukan umumya pada saat bagian tanaman diatas tanah
menua atau kuning yang biasanya terjadi pada musim kering,dan jika
yang diambil akarnya . Misalnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
2. Umumnya tanaman Empon-empon termasuk familia Zingiberaceae
3. Umumnya tanaman Empon-empon digunakan sebagai karminativa
d. TUGAS TUGAS
1. Membuat simplisia dengan mengeringkan beberapa jenis tanaman yang
berasal dari rhizoma yang dapat ditemukan disekitar kita
2. Membuat kelompok dengan permainan kartu bergambar simplisia rhizoma
e. Tes Formatif
Pilihan Ganda
1. Zingeron merupakan salah satu zat berkhasiat dalam simplisia … .
A. Zingiber littorale
B. Curcuma domestica
C. Alpinia officinarum
D. Zingiber officinale
E. Boesenbergia pandurata
2. Nama tanaman asal kencur, yaitu … .
A. Languas galanga
B. Zingiberis officinale
C. Cyperus rotundus
D. Imperata cylindrica
E. Kaempferia galanga
3. Jahe yang pengolahannya memakai air Ca(OH)2 disebut … .
A. Jahe merah
B. Jahe hijau
C. Jahe hitam
D. Jahe putih
E. Jahe coklat
Farmakognosi l
71
4. Galangol merupakan salah satu zat berkhasiat dari simplisia … .
A. Languas galanga
B. Zingeberis officinale
C. Cyperus rotundus
D. Imperata cylindrica
E. Kaempferia galanga
5. Simplisia dibawah ini dapat berfungsi sebagai antidiare yaitu … .
A. Boesenbergia pandurata dan Kaemfperia galanga
B. Zingiber officinalis dan Boesenbergia pandurata
C. Zingiber officinalis dan Kaemfperia galanga
D. Kaemfperia galanga dan Curcuma domestica
E. Curcuma domestica dan Zingiber officinalis
Uraian
1. Tuliskan dan jelaskan jenis-jenis jahe berdasarkan pengolahannya
2. Tuliskan persyaratan temulawak kering untuk ekspor
3. Jelaskan cara panen laos
4. Tuliskan nama tanaman asal, keluarga dan kegunaan dari simplisia yang
mengandung sineol dan felandren
5. Tuliskan nama tanaman asal, keluarga, zat aktif dan kegunaan dari simplisia
a. Laos
b. Temu Lawak
c. Kunyit
d. Alang-alang
e. Kencur
Farmakognosi l
72
f. Kunci jawaban
Pilihan Ganda
No Jawaban
1 D
2 E
3 B
4 A
5 C
Uraian
1. Jenis - jenis jahe
berdasarkan
pengolahan
: a) Jahe segar yang direndam dalam air mendidih,
kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe
hitam (Black ginger)
b) Jahe segar yang dicuci secara hati - hati dikupas
lapisan gabus dan dicuci berulang - ulang dan
dikelantang,. Jika dimaserasi dengan air kapur
akan nampak putih sebab lapisan kapurnya dan
disebut Jahe putih (White ginger).
c) Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa
pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu
masak disebut Jahe hijau (Green ginger)
2. Syarat Temulawak kering untuk ekspor sebagai berikut :
Warna : Kuning jingga sampai coklat
Aroma : Khas wangi aromatik
Rasa : Pahit, agak pedas
Kelembaban : Maksimum 12 %
Abu : 3 7 %
Pasir : 1 %
Kadar minyak atsiri : minimal 5 %
3. Cara panen Rimpang
Teki:
Dapat diambil setiap saat , setelah umbi yang
ditanam akan mengeluarkan umbi baru dalam
jangka waktu 3 minggu untuk kemudian akan
tumbuh menjadi + / 146 umbi dalam jangka
waktu 3,5 bulan
Farmakognosi l
73
4. Simplisia yang mengandung sineol dan felandren yaitu :
Nama Simplisia : Zingiberis Rhizoma
Nama Tanaman Asal : Zingiber Officinale
Keluarga : Zingiberaceae
Khasiat : Karminativa, stimulansia, diaforetika
5.
No Nama
Simplisia
Nama Tanaman
Asal
Isi zat berkhasiat
a. Laos Alpinia galanga Minyak atsiri yang mengandung;
metilsinamat, sineol, kamfer dan galangol
b. Temulawak Curcuma
xanthorrhiza
Minyak atsiri yang mengandung felandren
dan tumerol, zat warna kurkumin, pati.
Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 8,2 %
b/v
c. Kunyit Curcuma
domestica
Minyak atsiri, pati, zat warna kurkumin,
damar
d. Alang-alang Imperata
cylindrica
Asam kersik, damar, logam alkali
e. Kencur Kaempferia
galanga
Alkaloida, minyak atsiri yang mengandung
sineol dan kamferin, mineral dan pati
g. Lembar Kerja
Lengkapi pernyataan berikut:
No Gambar Nama
simplisia
Nama
tanaman
Khasiat
1
Farmakognosi l
74
2
3
Farmakognosi l
75
4
5
Farmakognosi l
76
4 Kegiatan Belajar 4
RADIX
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari kompetensi ini diharapkan siswa mampu :
1. Mendefinisikan Radix
2. Menjelaskan cara panen secara umum dari Radix
3. Menyebutkan tanaman asal dari simplisia tanaman obat yang berasal dari
Radix
4. Menyebutkan nama lain dari simplisia tanaman obat yang berasal dari
Radix
5. Menyebutkan keluarga dari tanaman obat yang berasal dari Radix bagian
tanaman yang digunakan dari tanaman obat yang berasal dari Radix
6. Menyebutkan manfaat dari tanaman obat yang berasal dari Radix
7. Menyebutkan isi berkhasiat dari tanaman obat yang berasal dari Radix
b. Uraian
Radix (Akar) yaitu : Bagian pokok disamping batang dan daun bagi tumbuhan
yang tubuhnya telah merupakan cormus (Lawrence, 1995, Tjitrosoepomo 1993).
Farmakognosi l
77
1. CATHARANTHI RADIX (MMI)
Gambar 2.31 Catharanthi Radix
Nama lain : Akar Tapak dara
Nama tanaman asal : Catharanthus roseus (L), Vinca rosea (L),
Lochnera rosea
Keluarga : Zingiberaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida: ajmalisin, serpentina, tetrahidroalstonin,
vindesin, vinkristin, vinblastin
Penggunaan : Peluruh kemih (emenagoga), obat diabetes, obat
kanker
Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit
Bagian yang digunakan : Akar
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
1. CATHARANTHI RADIX (MMI)
2. DERRIDIS RADIX (MMI)
3. ELEPHANTOPI RADIX (MMI)
4. EURYCOMAE RADIX (MMI)
5. GLYCYRRHIZAE RADIX (MMI)
6. IPECACUANHAE RADIX (MMI)
7. PANACIS RADIX (MMI)
8. RAUWOLFIAE SERPENTINAE RADIX (FI)
9. RHEI RADIX (MMI)
10. VALERIANAE RADIX (MMI)
11. VETIVERIAE RADIX (MMI)
Farmakognosi l
78
2. DERRIDIS RADIX (MMI)
Gambar 2.32 Derridis Radix
Nama lain : Akar tuba
Nama tanaman asal : Derris elliptica (wall)
Keluarga : Papilionaceae (Fabaceae)
Zat berkhasiat
utama/isi
: Rotenon
Penggunaan : Racun panah, racun ikan, skabicid, insektisida
Pemerian : Bau aromatik lemah, rasa agak pahit
Bagian yang digunakan : Akar dan potongan akar tinggal
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
3. ELEPHANTOPI RADIX (MMI)
Gambar 2.33 Elephantopi Radix
Farmakognosi l
79
Nama lain : Akar tapak liman
Nama tanaman asal : Elephantopus scaber (L)
Keluarga : Asteraceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Flavonoid glukosida
Penggunaan : Anti demam
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
4. EURYCOMAE RADIX (MMI)
Gambar 2.34 Eurycomae Radix
Nama lain : Akar Pasakbumi
Nama tanaman asal : Eurycoma longifolia (Jack)
Keluarga : Simarubaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Eurikomolakton, amaraloid, eurikomanol
Penggunaan : Diuretika, antipiretika dan aprodisiaka
Pemerian : Tidak berbau, mula-mula tidak berasa lama- lama
agak pahit
Bagian yang digunakan : Akar
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan : Kuku bima®
Farmakognosi l
80
5. GLYCYRRHIZAE RADIX (FI)
Gambar 2.35 Glycyrrhizae Radix
Nama lain : Akar manis, Liquiritae Radix
Nama tanaman asal : Glycyrrhiza glabra (Linn) varietas typical,
Glycyrrhiza glabra, varietas glandulifera dan jenis
Glycyrrhiza lainnya
Keluarga : Papilionaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Glysirisin dengan kadar 5 10 %, sebagai garam K
dan Ca dari asam glisirizat ( zat ini 50 x lebih manis
dari gula tebu), pati, gula, asparagin
Persyaratan kadar Kadar zat yang larut dalam air tidak kurang dari 20
%, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan di
udara
Penggunaan : Antitusiva. Akar dalam bentuk serbuk sebagai
pengisi/pembalut pil Ekstrak untuk pewangi
tembakau dan campuran obat batuk
Pemerian : Bau khas lemah, rasa manis
Bagian yang digunakan : Akar dan batang dibawah tanah
Keterangan :
Waktu panen : Akar- akar digali tiap 3 tahun, disisakan secukupnya
agar dapat dipungut pada tahun berikutnya
Jenis-jenisnya Glycyrrhiza glabra varietas typical berasal dari
Spanyol Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera
berasal dari Rusia
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Keterangan lain : Yang belum dikupas berwarna coklat kekuningan
atau coklat tua, berkeriput memanjang kadang -
kadang terdapat tunas kecil dan daun sisik yang
tersusun melingkar.
Farmakognosi l
81
6. IPECACUANHAE RADIX (MMI)
Gambar 2.36 Ipecacuanhae Radix
Nama lain : Akar Ipeka, akar muntah
Nama tanaman asal : Cephaelis ipecacuanha (Willd) , Cephaelis
Acuminata (Benth) , Uragoga ipecacuanha
(Baillon), Psychotria ipecacuanha (Brot)
Keluarga : Rubiaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloid emetina, sefaelina, psikotrina, emetina,
orthomethil, sikotrina
Persyaratan kadar Kadar emetin 2,0 %
Penggunaan : Dalam jumlah amat kecil sebagai menambah
nafsu makan
Dalam jumlah sedang sebagai diaforetika dan
ekspektoransia
Dalam jumlah besar sebagai emetika
Pemerian : Bau lemah, rasa pahit
Bagian yang digunakan : Akar/campuran akar/pangkal batang
Keterangan :
Sediaan Opii Pulvis Compositus (FI), Ipecacuanhae Pulvis
(FI), Ipecacuanhae tinctur (EFI)
Waktu panen : Dikumpulkan pada bulan Januari, Maret, seluruh
tanaman dicabut dan dipisahkan akar - akarnya
Jenis-jenisnya Ipeka Rio; diperoleh dari Cephaelis ipecacuanha
Potongan - potongan agak bengkok, warna merah
bata tua sampai coklat tua, sebelah luar penebalan
cincin, rapat dan melingkar sempurna.
Ipeka Panama: diperoleh dari Cephaelis acuminate
Warna coklat keabuan atau coklat kemerahan, cincin
hanya melingkar sampai tengah batang, Ipeca
Cartagena : lebih gelap dan tidak banyak buku-
bukunya, warna sama dengan Ipeka Panama.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
82
7. PANACIS RADIX (MMI)
Gambar 2.37 Panacis Radix
Nama lain : Ginseng
Nama tanaman asal : Panax schin-seng
Keluarga : Araliaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Glukosida panakuilon, minyak atsiri, damar, panaks
sapoginol
Penggunaan : Amara dan stimulansia
Pemerian : Bau lemah, rasa manis. pedas dan agak pahit
Bagian yang digunakan : Akar
Keterangan :
Sediaan Serbuk dan Vinum
Antangin
Kuku bima
Antalinu
Waktu panen : Dikumpulkan pada musim gugur dari tanaman yang
berumur 5 – 6 tahun
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
83
8. RAUWOLFIAE SERPENTINAE RADIX (FI)
Gambar 2.38 Rauwolfiae Serpentinae Radix
Nama lain : Akar Pulepandak, Rauwolfiae Radix
Nama tanaman asal : Rauwolfia serpentina (Benth)
Keluarga : Apocynaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloid-alkaloid : aymalin, aymalisina, aymalinina,
serpentina, reserpina
Persyaratan kadar Alkaloid sejenis reserpina, dihitung sebagai reserpina
tidak kurang dari 0,15 %
Penggunaan : Antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik
Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit
Bagian yang digunakan : Akar dan pangkal batang
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
9. RHEI RADIX (MMI)
Gambar 2.39 Rhei Radix
Farmakognosi l
84
Nama lain : Kelembak
Nama tanaman asal : Rheum palmatum (L) , Rheum officinale (L) dan
species atau hibrida lainnya kecuali Rheum
rhaponticum
Keluarga : Polygonaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Antraglukosida yang pada penguraian memberikan
emodin, rhein, aloe emodin dan asam krisofanat.
Terdapat pula tanin, pektin, katekhin, pati, kalsium
oksalat
Penggunaan : Laksativa
Pemerian : Bau khas agak aromatik, rasa agak pahit tidak enak
dan agak sepat
Bagian yang digunakan : Pangkal batang beserta sebagian akar
Keterangan :
Jenis-jenis 1. Kelembak Cina : kultur di Propinsi Shensi,
Shansi Honan, Tshinghai di Mongolia, dipungut
dari tanaman yang berumur 6 – 10 tahun, tiap
tahun 2 kali panenan, pada musim semi dan
musim gugur, setelah dikupas, diiris - iris
melintang / membujur (menghasilkan rounds atau
flats), dijemur.
2. Kelembak Shensi : ada garis - garis kecil warna
coklat kemerahan dan titik-titik jari empulur
dalam parenkim yang putih
3. Kelembak Kanton : lebih ringan dari kelembak
Shensi kurang padat, lebih berserat, bau
emperumatik.
4. Kelembak Eropa : Hanya dari Hongaria, mutu
rendah
Sediaan 1. Merit®
2. Merit Plus®
3. Natur Slim®
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
85
10. VALERIANAE RADIX (MMI)
Gambar 2.40 Valerianae Radix
Nama lain : Akar valerian
Nama tanaman asal : Valeriana officinalis(L)
Keluarga : Valerianaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung ester borneo (ester
dengan format). Alkaloida-alkaloida katinina dan
valerianin, zat penyamak.
Persyaratan kadar : Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,8 %
Penggunaan : Sedativa
Pemerian : Bau khas, rasa pedas, agak pahit.
Bagian yang digunakan : Akar cabang berikut pangkal batang dan batang
dibawah tanah
Keterangan :
Sediaan Valerianae tinctura (FI) untuk : Beladon
DigitalisValerianae Tinctura, Brometori Valerianae
Potio
Waktu panen Dikumpulkan pada waktu daun meluruh
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan Lelap ® kapsul
Farmakognosi l
86
11. VETIVERIAE RADIX (MMI)
Gambar 2.41 Vetiveriae Radix
Nama lain : Akar wangi, Larasetu
Nama tanaman asal : Vetiveria zizanoides (Stapf)
Keluarga : Poaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri, hars dan zat pahit
Kegunaan : Bahan pewangi. (dalam oleum), Diaforetika
Pemerian : Bau khas aromatik
Bagian yang digunakan : Akar
Keterangan :
Sediaan Oleum Vetiveriae
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
87
c. Rangkuman
1. Radix (Akar) yaitu : Bagian pokok disamping batang dan daun bagi
tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan cormus
(Lawrence,1995,Tjitrosoepomo 1993).
2. Ipecacuanhae Radix
Dalam jumlah amat kecil sebagai menambah nafsu makan
Dalam jumlah sedang sebagai diaforetika dan ekspektoransia
Dalam jumlah besar sebagai emetika
d. TUGAS TUGAS
1. Membuat simplisia dengan mengeringkan beberapa jenis tanaman yang
berasal dari radix yang dapat ditemukan disekitar kita
2. Membuat kelompok dengan permainan kartu bergambar simplisia radix
e. Tes Formatif
Pilihan Ganda
1. Akar manis varietas glandulifera berasal dari negara … .
A. China
B. Belanda
C. Jepang
D. Rusia
E. Korea selatan
2. Reserpina merupakan salah satu isi zat berkhasiat dari simplisia … .
A. Valeriana officinalis
B. Rheum palmatum
C. Rouwolfia serpentina
D. Glycyrrhiza glabra
E. Cephaelis acuminata
Farmakognosi l
88
3. Rheum officinale merupakan salah satu spesies dari tanaman yang
berkeluarga
A. Apocynaceae
B. Valerianaceae
C. Rubiaceae
D. Papilionaceae
E. Polygonaceae
4. Garis coklat kemerahan merupakan ciri khas dari kelembak … .
A. kelembak kanton
B. kelembak cina
C. kelembak eropa
D. kelembak shensi
E. Kelembak cina dan eropa
5. Seseorang menderita batuk berdahak sehingga sulit beristirahat dengan
tenang, sebab itu orang tersebut cocok diobati dengan simplisia….
A. Rheum palmatum dan Valeriana officinalis
B. Valeriana officinalis dan Rouwolfia sepentina
C. Rouwolfia serpentina dan Cephaelis ipecacuanha
D. Cephaelis ipecacuanha dan Valeriana officinalis
E. Rheum palmatum dan Cephaelis ipecacuanha
Uraian
1. Tuliskan dan jelaskan jenis-jenis akar muntah dan kelembak
2. Sebutkan NTA, keluarga dan zat berkhasiat dari simplisia yang berkhasiat
sebagai emenagoga, antihipertensi dan sedativa
3. Sebutkan NTA, keluarga dan kegunaan dari simplisia yang mengandung
Glisirizat, antraglikosida dan rotenon
4. Sebutkan NTA, keluarga, zat berkhasiat dan kegunaan dari simplisia akar
muntah, akar pasak bumi, ginseng dan akar tapak liman
Farmakognosi l
89
f. Kunci Jawaban
Piliha Ganda
No Jawaban
1 D
2 C
3 E
4 D
5 A
Uraian
1. Jenis akar muntah dan kelembak yaitu
Jenis akar Ipeka:
a. Ipeka Rio : diperoleh dari Cephaelis ipecacuanha Potongan -
potongan agak bengkok, warna merah bata tua sampai
coklat tua, sebelah luar penebalan cincin, rapat dan
melingkar sempurna.
b. Ipeka
Panama
: diperoleh dari Cephaelis acuminate Warna coklat
keabuan atau coklat kemerahan, cincin hanya melingkar
sampai tengah batang
c. Ipeca
Cartagena
: lebih gelap dan tidak banyak buku-bukunya, warna sama
dengan Ipeka Panama.
Jenis–
jenis
Kelembak
: 1. Kelembak Cina : kultur di Propinsi Shensi, Shansi
Honan, Tshinghai di Mongolia, dipungut dari tanaman
yang berumur 6 – 10 tahun, tiap tahun 2 kali
panenan, pada musim semi dan musim gugur,
setelah dikupas, diiris - iris melintang / membujur
(menghasilkan rounds atau flats), dijemur.
2. Kelembak Shensi : ada garis - garis kecil warna
coklat kemerahan dan titik-titik jari empulur dalam
parenkim yang putih
3. Kelembak Kanton : lebih ringan dari kelembak Shensi
kurang padat, lebih berserat, bau emperumatik.
4. Kelembak Eropa : Hanya dari Hongaria, mutu rendah
Farmakognosi l
90
2.
No Khasiat
Nama
Tanaman
Asal
Keluarga Isi Zat Berkhasiat
1 Emenagoga Catharanthus
roseus
Apocynaceae Alkaloida : ajmalisin, serpentina
vindesin, vinkristin, vinblastin
2 Antihipertensi Rauwolfia
serpentina
Apocynaceae Alkaloid - alkaloid : aymalin,
aymalisina,
aymalinina,serpentina,reserpina
3. Sedativa Valeriana
oficinalis
Valerianaceae Minyak atsiri yang mengandung
ester borneo dan alkaloida
katinin, valerianin
3.
No Isi zat
berkhasiat
Nama
Tanaman Asal Keluarga Khasiat
1 Glisirizat Glycyrrhiza
glabra
Papilionaceae Antitusiva
2 Antraglukosida Rheum
palmatum,
Rheum
officinale
Polygonaceae Laxativa
3 Rotenon Derris elliptica Papilionaceae Racun panah, racun
ikan, skabicid,
insektisida
Farmakognosi l
91
4.
No Nama
Simplisia
Nama
Tanaman
Asal
Keluarga Isi zat
berkhasiat Khasiat
1 Akar
muntah
Cephaelis
ipecacuanha;
Cephaelis
acuminata
Rubiaceae Alkaloid
emetina,
sefaelina,
psikotrina,
emetina,sikrotina
Jumlah kecil
Amara
Jumlah
sedang
Diaforetika,
ekspektoransia
Jumlah besar
Emetika
2 Akar
pasak
bumi
Eurycoma
longifolia
Simarubaceae Eurikomolakton,
amaraloid,
eurikomanol
Diuretika,
antipiretika
dan
aprodisiaka
3 Ginseng Panax schin-
seng
Araliaceae Glukosida
panakuilon,
minyak atsiri,
damar, panaks
sapoginol
Amara dan
stimulansia
4 Akar
tapak
liman
Elephantopus
scaber
Asteraceae Flavonoid
glukosida
Anti demam
Farmakognosi l
92
g. Lembar Kerja
Lengkapilah pernyataan berikut!
No Nama Simplisia Keluarga Isi berkhasiat Khasiat
1 Rauwolfiae
Serpentinae
Radix
2 Papilionaceae
3 Obat kanker
4 Insektisida
5 Alkaloida
emetina
Farmakognosi l
93
5Kegiatan Belajar 5
CORTEX
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari kompetensi ini diharapkan siswa mampu :
1. Mendefinisikan Cortex
2. Menjelaskan cara panen secara umum dari Cortex
3. Menyebutkan tanaman asal dari simplisia tanaman obat yang berasal dari
Cortex
4. Menyebutkan nama lain dari simplisia tanaman obat yang berasal dari Cortex
5. Menyebutkan keluarga dari tanaman obat yang berasal dari Cortex
6. Menyebutkan bagian tanaman yang digunakan dari tanaman obat yang
berasal dari Cortex
7. Menyebutkan manfaat dari tanaman obat yang berasal dari Cortex
8. Menyebutkan isi berkhasiat dari tanaman obat yang berasal dari Cortex
b. Uraian
Cortex yaitu kulit kayu berupa seluruh jaringan di luar kambium dapat bersal
dari kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas.
Farmakognosi l
94
1. ALSTONIAE CORTEX (MMI)
Gambar 2.42 Alstoniae Cortex
Nama lain : Kulit Pule
Nama tanaman asal : Alstonia scholaris (L) R.Br
Keluarga : Apocynaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida-alkaloida ditamina, ekitamina, ekhitenina,
akhitamidina, alstonina
Penggunaan : Antipiretika, antimalaria, stomakika, antidiabetika,
antelmintika
Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit, yang tidak mudah hilang
Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
1. ALSTONIAE CORTEX (MMI)
2. ALYXIAE CORTEX (MMI)
3. BURMANI CORTEX (MMI)
4. CINCHONAE CORTEX (FI)
5. CINNAMOMI CORTEX (FI)
6. GRANATI PERICARPIUM (MMI)
7. LITSEAE CORTEX (MMI)
8. PARAMERIAE CORTEX (MMI)
9. SYMPLOCI CORTEX (MMI)
10. SYZYGII JAMBOLANI CORTEX (MMI)
Farmakognosi l
95
2. ALYXIAE CORTEX (MMI)
Gambar 2.43 Alyxiae Cortex
Nama lain : Pulasari
Nama tanaman asal : Alyxia reinwardtii (BL), juga disebut Alyxia stellata
(Roomset Schult)
Keluarga : Apocynaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida zat pahit, kumarin, zat penyamak, minyak
atsiri, asam organik
Penggunaan : Bahan pewangi, (campuran boreh), karminativa,
antidemam
Pemerian : Bau dan rasa mirip kumarin, agak pahit
Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
3. BURMANI CORTEX (MMI)
Gambar 2.44 Burmani Cortex
Farmakognosi l
96
Nama lain : Kulit manis jangan, Kulit kayu manis padang,
Keningar
Nama tanaman asal : Cinnamomum Burmani (Blume)
Keluarga : Lauraceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid,
sinamil asetat, borneol, simen. Zat penyamak, damar,
bornil asetat
Penggunaan : Diaforetika, karminativa, anti iritansia, bahan
pewangi, bumbu masak
Pemerian : Bau khas, rasa manis
Bagian yang digunakan : Kulit batang
Keterangan :
Waktu Panen : Panen pada umur 8 tahun, semakin tua umur
tanaman, kulit relatif lebih tebal dan volume kulit
pohon bertambah pula, sehingga kualitas dan
kuantitas produksi akan lebih baik.
Cara Panen 1. Pohon ditebang sekaligus, tunggul tebangan diter
bagian atasnya.
2. Cara ditumbuk, yakni 2 bulan sebelum ditebang
5 cm dari leher akar, seluruh kulit batang dikupas
setinggi 80100 cm. Setelah 2 bulan baru
ditebang maksudnya agar pengulitan mudah
dilakukan dan diharapkan tumbuh tunas baru
yang lebih sempurna pada permukaan tanah
3. Pohon dipukul-pukul dengan benda tajam 2
bulan sebelum ditebang, dengan maksud untuk
mendapat kulit yang tebal pada waktu
pemotongan, sebab pada bekas-bekas pukulan
akan menghasilkan pembengkakan kulit.
4. Sistem Vietnam (sistem panen tanpa tebang),
yaitu memotong sebagian kulit batang secara
berselang-seling dengan ukuran panjang 30 cm,
lebar 10 cm. Setelah kulit batang bertaut kembali
sehabis panen pertama, lalu dilakukan panen
kedua dan seterusnya.
Jenis-jenis Dalam perdagangan dikenal sebagai Cassia vera.
Ada 2 varietas :
1. Berdaun muda, berwarna merah pekat, banyak
ditanam di Sumatera Barat dan Kerinci.
2. Berdaun hijau ungu.
Perbedaan Kayu manis pucuk merah mempunyai kualitas lebih
baik, tetapi produksinya lebih rendah dari pada yang
berpucuk hijau.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
97
4. CINCHONAE CORTEX (FI)
Gambar 2.45 Cinchonae Cortex
Nama lain : Kulit kina, Peruvian bark, Jesuit bark
Nama tanaman asal : Cinchona succirubra (bark)
Keluarga : Rubiaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida kinina, sinkonina, sinkodina, kina tanat,
kinidin, asam tanat, asam kina, damar, malam
Persyaratan kadar Kadar kinin tidak kurang dari 8,0%
Penggunaan : Antipiretika, antimalaria, amara.
Pemerian : Bau khas terutama dari kulit dahan, pada
penyimpanan lama bau menghilang, rasa pahit dan
kelat.
Bagian yang digunakan : Kulit batang, kulit dahan, kulit akar
Keterangan :
Sediaan : Cinchonae extractum
Perbedaan Cinchona succirubra berisi 9 % alkaloida.
Cinchona ledgeriana berisi 6 10 % alkaloida.
Cinchona calisaya berisi 6 – 8 % alkaloida
Untuk memperoleh banyak kulit ditanam
Cinchona succirubra
Untuk mendapat banyak alkaloida ditanam
Cinchona ledgeriana.
Untuk cepat-cepat mendapat banyak
alkaloida ditanam Cinchona ledgeriana diatas
Cinchona succirubra secara okulasi.
Cara Panen 1. Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang
jaraknya 60 cm – 100 cm satu sama lain,
dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang
dan kulit akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada
daerah tadi dilakukan pencabutan lagi.
Farmakognosi l
98
2. Dipangkas: pohon-pohon yang berumur 7
tahun dipangkas batangnya beberapa cm di
atas tanah, dari pangkal batang nanti tumbuh
sejumlah cabang baru yang nanti juga
dipungut.
3. Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai
kulit kayunya.
4. Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit
kina yang banyak terkena sinar matahari
alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang
ditempat teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi
dengan lumut, maka kadar alkaloidnya akan
naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen,
bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul
kulit kulit kina baru yang juga tinggi kadar
alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan
sedikit demi sedikit sampai seluruh kulit lama
terambil.
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
5. CINNAMOMI CORTEX (FI)
Gambar 2.46 Cinnamomi Cortex
Nama lain : Kulit Kayumanis, Ceylon Cinnamon
Nama tanaman asal : Cinnamomum zeylanicum (BI)
Keluarga : Lauraceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung egenol
sinamilaldehida, zat penyamak, pati, lendir
Penggunaan : Karminativa, menghangatkan lambung, dicampur
dengan adstringensia lainnya untuk obat mencret
Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas dan manis.
Bagian yang digunakan : Kulit bagian dalam yang diperoleh dari anak batang
yang telah dipangkas.
Farmakognosi l
99
Keterangan : Tanaman yang berumur 2 – 3 tahun dipotong
beberapa cm diatas tanah. Tunas - tunas baru
dipilih 5 – 6 buah dan dibiarkan tumbuh untuk
dipotong lagi setelah mencapai tinggi 2 – 3 meter.
Panen dilakukan pada musim hujan, batang-batang
dikuliti arah memanjang menjadi 2 bagian atau lebih.
Diberkas dan didiamkan beberapa lama supaya
terjadi fermentasi yang nanti mempermudah
pengikisan epidermis dan jaringan hijau dibawah
epidermis.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan EM kapsul®
6. GRANATI PERICARPIUM (MMI)
Gambar 2.47 Granati Pericarpium
Nama lain : Kulit buah delima, Granati Fructus Cortex
Nama tanaman asal : Punica granatum (L)
Keluarga : Punicaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Tanin sampai lebih kurang 20 % alkaloida yang
terdiri dari peletrina, metil-
peletrina, psudo-peletrina, metil iso-peletrina, iso-
peletrina
Penggunaan : Pengelat usus (adstringensia), obat cacing
Pemerian : Tidak berbau, rasa sangat sepat, lama-lama
menimbulkan rasa tebal di lidah.
Bagian yang digunakan : Kulit buah yang masak
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
100
Sediaan 1. Merit®
2. Merit Plus®
3. Diapet®
7. LITSEAE CORTEX (MMI)
Gambar 2.48 Litseae Cortex
Nama lain : Kulit krangean, Krangean
Nama tanaman asal : Litsea cubeba (Lour) Pers
Keluarga : Lauraceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri mengandung sitral, limonen, sapinen,
metilheptanon, sitronelal. Tanin galat, allagat.
Penggunaan : Karminativa, spasmolitika, stomakika
Pemerian : Bau khas aromatik, rasa agak pedas dan agak pahit.
Bagian yang digunakan : Kulit batang
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
101
8. PARAMERIAE CORTEX (MMI)
Gambar 2.49 Parameriae Cortex
Nama lain : Kulit Kayu rapat, Pegatsih
Nama tanaman asal : Parameria laevigata (Juss) Moldenke, Parameria
barbata
Keluarga : Apocynaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Tanin
Penggunaan : Pengelat (astringensia)
Pemerian : Bau lemah, rasa agak kelat dan agak pahit.
Bagian yang digunakan : Kulit batang dan kulit cabang.
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan Rapet wangi®
9. SYMPLOCI CORTEX (MMI)
Gambar 2.50 Symploci Cortex
Farmakognosi l
102
Nama lain : Kulit sariawan
Nama tanaman asal : Symplocos odoratissima (BL, choisy)
Keluarga : Symplocaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Glucosida, symplokosin, metil salisilat,
aluminium sulfat
Penggunaan : Anti sariawan
Pemerian : Bau agak wangi, tidak berasa
Bagian yang digunakan : Kulit dahan
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
10. SYZYGII JAMBOLANI CORTEX (MMI)
Gambar 2.51 Syzygii Jambolani Cortex
Nama lain : Kulit jamblang
Nama tanaman asal : Syzygium jambolanum (L) Skeels yang disebut
pula Eugenia cumini
Keluarga : Myrtaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Zat penyamak, asam galat, jambulol, jambolisin.
Penggunaan : Astringensia, obat kencing manis
Pemerian : Bau lemah, rasa pahit dan kelat
Bagian yang digunakan : Kulit dahan
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
103
c. Rangkuman
1. Cortex yaitu kulit kayu berupa seluruh jaringan di luar kambium dapat
bersal dari kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas
2. Cara panen kulit kina
a) Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100
cm satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan
kulit akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada daerah tadi dilakukan
pencabutan lagi.
b) Dipangkas : pohon - pohon yang berumur 7 tahun dipangkas
batangnya beberapa cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti
tumbuh sejumlah cabang baru yang nanti juga dipungut.
c) Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya
d) Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak
terkena sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang
ditempat teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka
kadar alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di
panen, bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina
baru yang juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit
dilakukan sedikit demi sedikit sampai seluruh kulit lama terambil.
3. Jenis dan perbedaan Burmani cortex
Jenis – jenis : Dalam perdagangan dikenal sebagai
Cassia vera. Ada 2 varietas :
1) Berdaun muda, berwarna
merah pekat, banyak ditanam
di Sumatera Barat dan Kerinci.
2) Berdaun hijau ungu.
Perbedaan: : Kayu manis pucuk merah mempunyai
kualitas lebih baik, tetapi produksinya
lebih rendah dari pada yang berpucuk
hijau.
d. TUGAS TUGAS
Membuat simplisia dengan mengeringkan beberapa jenis tanaman yang
berasal dari cortex yang dapat ditemukan disekitar kita
Membuat kelompok dengan permainan kartu kelompok simplisia
Farmakognosi l
104
e. Tes Formatif
Pilihan Ganda
1. Berikut ini yaitu cara panen jesuit bark, kecuali … .
A. Dipangkas
B. Ditumbuk
C. Dicabut
D. Dikikis
E. Dilumutkan
2. Salah satu fungsi kulit buah delima yaitu adstringensia, maka zat aktif yang
berfungsi yaitu … .
A. Tanin
B. Iso peletrina
C. metil peletrina
D. psudo peletrina
E. metil-iso peletrina
3. Di bawah ini yaitu kulit kina yang mempunyai alkaloid tinggi yaitu ... .
A. Cinchona succirubra
B. Cinchona ledgeriana
C. Cinchona calisaya
D. Cinchona succirubra dan ledgeriana
E. Cinchona calisaya dan ledgeriana
4. Di bawah ini yaitu simplisia yang berkhasiat sebagai antelmintik yaitu … .
A. Punica granatum dan Symplocos odoratissima
B. Symplocos odoratissima dan Parameria laevigata
C. Parameria laevigata dan Alstonia scholaris
D. Alstonia scholaris dan Punica granatum
E. Punica granatum dan Parameria laevigata
5. Di bawah ini yaitu simplisia yang berkhasiat sebagai anti malaria yaitu …
A. Alstonia scholaris dan Cinchona succirubra
B. Cinchona succirubra dan Alyxia reinwardtii
C. Alyxia reinwardtii dan Alstonia scholaris
D. Alstonia scholaris dan Punica granatum
E. Punica granatum dan Alyxia reinwardtii
Farmakognosi l
105
Uraian
1. Tuliskan dan jelaskan cara panen dari
a. kulit kina
b. keningar
2. Tuliskan jenis-jenis kulit kina dan jelaskan perbedaannya
3. Tuliskan masing-masing 2(dua) simplisia NTA, keluarga dan zat berkhasiat
dari simplisia yang berkasiat sebagai
a. antelmintik
b. antipiretik
4. Tuliskan NTA, keluarga, zat berkhasiat dan kegunaan dari simplisia
a. kulit pule
b. keningar
c. kulit jamblang
d. kulit sariawan
e. krangean
f. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
No Jawaban
1 B
2 A
3 B
4 D
5 A
Uraian
1. Cara panen dari kulit kina yaitu
Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100 cm
satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan kulit
akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada daerah tadi dilakukan pencabutan
lagi.
Farmakognosi l
106
Dipangkas: pohon-pohon yang berumur 7 tahun dipangkas batangnya
beberapa cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti tumbuh sejumlah
cabang baru yang nanti juga dipungut.
Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya.
Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak terkena
sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang ditempat
teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka kadar
alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen,
bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina baru yang
juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan sedikit demi
sedikit sampai seluruh kulit lama terambil.
Cara panen dari keningar yaitu :
Dicabut (cara Indonesia) pohon-pohon yang jaraknya 60 cm – 100 cm
satu sama lain, dicabut seluruhnya dan diambil kulit batang dan kulit
akarnya, setelah 6 – 7 tahun, pada daerah tadi dilakukan pencabutan
lagi.
Dipangkas : pohon - pohon yang berumur 7 tahun dipangkas
batangnya beberapa cm di atas tanah, dari pangkal batang nanti
tumbuh sejumlah cabang baru yang nanti juga dipungut.
Dikikis : Kulit batang dikikis tanpa mengenai kulit kayunya.
Dilumutkan: menurut penelitian ternyata kulit kina yang banyak terkena
sinar matahari alkaloidnya lebih rendah dari kulit kina yang ditempat
teduh. Jika kulit kina tersebut ditutupi dengan lumut, maka kadar
alkaloidnya akan naik luar biasa. Setelah kulit kina ini di panen,
bekasnya ditutupi lumut kembali, maka timbul kulit kulit kina baru yang
juga tinggi kadar alkaloidnya. Pengambilan kulit dilakukan sedikit demi
sedikit sampai seluruh kulit lama terambil.
Cara panen dari keningar yaitu :
Pohon ditebang sekaligus, tunggul tebangan diter bagian atasnya.
Cara ditumbuk, yakni 2 bulan sebelum ditebang 5 cm dari leher
akar, seluruh kulit batang dikupas setinggi 80-100 cm. Setelah 2 bulan
baru ditebang maksudnya agar pengulitan mudah dilakukan dan
diharapkan tumbuh tunas baru yang lebih sempurna pada permukaan
tanah
2. Jenis dan perbedaan kulit kina
Cinchona succirubra berisi 9% alkaloida. Cinchona succirubra
ditanam untuk memperoleh banyak kulit
Cinchona ledgeriana berisi 6-10% alkaloida. Cinchona ledgeriana
ditanam mendapat banyak alkaloida.
Untuk cepat-cepat mendapat banyak alkaloida ditanam Cinchona
ledgeriana diatas Cinchona succirubra secara okulasi.
Cinchona calisaya berisi 6-8% alkaloida
Farmakognosi l
107
3.
No Khasiat Nama
Tanaman Asal
Keluarga Isi Zat berkhasiat
1 Anthelmintika Alstonia
scholaris
Punica
granatum
Apocynaceae
Punicaceae
- Alkaloida - alkaloida
ditamina, ekitamina,
ekhitenina,akhitamidina,
Alstonina
- Tanin, alkaloida:
peletrina,metil-
peletrina,Pseudo
peletrina, metil iso-
peletrina, iso
peletrina
2 Antipiretika Alstonia
scholaris
Cinchona
succirubra
- Apocynaceae
-Rubiaceae
- Alkaloida - alkaloida
ditamina, ekitamina,
ekhitenina,akhitamidina,
Alstonina
-Alkaloida kinina,
sinkonina, sinkodina,
kina tanat, kinidin, asam
tanat, asam kina,
damar, malam
4.
No Nama
Tanaman
Asal
Keluarga Isi zat berkhasiat Khasiat
1 Alstonia
scholaris
Apocynaceae - Alkaloida - alkaloida
ditamina, ekitamina,
ekhitenina,akhitamidina,
Alstonina
Antipiretika,
antimalaria,
stomakika,
antidiabetika,
antelmintika
Farmakognosi l
108
2 Cinnamomum
Burmani
Lauraceae Minyak atsiri yang
mengandung sinamil
aldehid, sinamil asetat,
borneol, simen. Zat
penyamak, damar,
bornil asetat
Diaforetika,
karminativa,
anti iritansia,
bahan
pewangi,
bumbu
masak
3 Syzygium
jambolanum
Eugenia
cumini
Myrtaceae Zat penyamak, asam
galat, jambulol,
jambolisin.
Astringensia,
obat kencing
manis
4 Symplocos
odoratissima
Symplocaceae Glucosida,
symplokosin, metil
salisilat, aluminium
sulfat
Obat
sariawan
5 Litsea
cubeba
Lauraceae Minyak atsiri
mengandung sitral,
limonen, sapinen,
metilheptanon,
sitronelal. Tanin galat,
allagat.
Karminativa,
spasmolitika,
stomakika
Farmakognosi l
109
g. Lembar Kerja
1. Lengkapilah pernyataan berikut:
No Nama Simplisia Keluarga Isi berkhasiat Khasiat
1 Rubiaceae
2 Astringensia
3 Symplokosin
4 Granati
Pericarpium
5 Myrtaceae
2. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang benar
a. Nama lain alstoniae cortex yaitu …………………………..
b. Penggunaan granati fructus cortex yaitu sebagai …………… dan
……………………..
c. Tanaman asal krangean yaitu …………………
d. Pegatsih yaitu nama lain dari ………………….
e. Pulasari digunakan sebagai ………………………
Farmakognosi l
110
6 Kegiatan Belajar 6
BULBUS, CORMUS,
LIGNUM, CAULIS
Bulbus yaitu umbi lapis yang merupakan perubahan bentuk dari batang beserta
daunnya menjadi umbi yang berlalapis-lapis sebab daunnya tebal, lunak dan
berdaging.
Lignum yaitu bagian tumbuhan berupa xylem yang berkayu.
Caulis yaitu batang merupakan bagian tumbuhan yang menyokong tubuh
tumbuhan
Cormus yaitu bagian tumbuhan yang dibedakan batang, akar daun yang
merupakan ciri tumbuhan berpembuluh
1. ALII SATIVI BULBUS (MMI)
Gambar 2.52 Alii Sativi Bulbus
Nama lain : Bawang Putih
Nama tanaman asal : Allium sativum (L)
Keluarga : Liliaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung; dialildisulfida 60 %,
alilpropil disulfida 6 %, alliin.
Penggunaan : Antikolesterol, antiseptika, antispasmodik,
antiiritansia
1. ALII SATIVI BULBUS (MMI)
2. COLCHICI CORMUS (MMI)
3. SANTALI LIGNUM (MMI)
4. SAPPAN LIGNUM. (MMI)
5. TINOSPORAE CAULIS (MMI)
Pemerian : Bau khas, rasa agak pedas
Bagian yang digunakan : Umbi batang
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan Garlic kapsul®
2. COLCHICI CORMUS (MMI)
Gambar 2.53 Colchici Cormus
Nama lain : Daun umbi kolkisi
Nama tanaman asal : Colchicum autumnale (L)
Keluarga : Liliaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida; kolkisina
Persyaratan kadar Kadar alkaloida tidak kurang dari 0,25 %.
Penggunaan : Anti Gout
Pemerian : Tidak berbau, rasa pahit dan bergetir
Bagian yang digunakan : Daun umbi
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
3. SANTALI LIGNUM (MMI)
Gambar 2.54 Santali Lignum
Nama lain : Kayu cendana
Nama tanaman asal : Santalum album (L)
Keluarga : Santalaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri, harsa, zat penyamak.
Penggunaan : Diuretika, karminativa, antispasmodik
Pemerian : Bau harum, rasa agak pahit khas.
Bagian yang digunakan : Kayu galih dari batang, dahan dan akar.
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
4. SAPPAN LIGNUM (MMI)
Gambar 2.55 Sappan Lignum
Farmakognosi l
114
Nama lain : Kayu secang
Nama tanaman asal : Caesalpinia sappan (L)
Keluarga : Caesalpiniaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Brazilin, zat warna merah sappan, asam tanat, asam
galat
Penggunaan : Astringensia.
Pemerian : Tidak berbau, rasa kelat.
Bagian yang digunakan : Irisan -irisan kecil atau serutan - serutan kayu.
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Sediaan Kaplet susut perut®
5. TINOSPORAE CAULIS (MMI)
Gambar 2.56 Tinosporae Caulis
Nama lain : Bratawali
Nama tanaman asal : Tinospora tuberculata (Beumee) Tinospora
rumphii(Boerl) Tinospora crispa (L), Tinospora
cordifolia(Thunb)
Keluarga : Menispermaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Pati, glukosida pikroterasida, alkaloid berberin dan
palmatin, harsa, zat pahit pikroretin.
Penggunaan : Obat demam, tonikum dan antidiabetes
Pemerian : Bau lemah, rasa sangat pahit
Bagian yang digunakan : Batang dan Kulit batang
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
115
c. Rangkuman
1. Bulbus yaitu umbi lapis yang merupakan perubahan bentuk dari batang
beserta daunnya menjadi umbi yang berlalapis-lapis sebab daunnya tebal,
lunak dan berdaging.
Lignum yaitu bagian tumbuhan berupa xylem yang berkayu.
Caulis yaitu batang merupakan bagian tumbuhan yang menyokong tubuh
tumbuhan
Cormus yaitu bagian tumbuhan yang dibedakan batang, akar daun yang
merupakan ciri tumbuhan berpembuluh
2. Bawang putih banyak digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, yang
dikenal dengan nama obat Garlic
HERBA
1. ANDROGRAPHIDIS HERBA
Gambar 2.57 Andrographidis Herba
Nama lain : Sambiloto
Nama tanaman asal : Andrographis paniculata (Nees)
Keluarga : Acanthaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: 2 macam zat pahit yaitu suatu hablur kuning
(androgra folida) yang rasanya sangat pahit) dan
kalmegin (zat amorf). Minyak atsiri, alkaloida, asam
kersik, damar, garam alkali.
Penggunaan : Tonikum, antipiretika, diuretika.
Pemerian : Tidak berbau, rasa sangat pahit.
Bagian yang digunakan : Ranting berdaun.
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
1. ANDROGRAPHIDIS HERBA
2. BELLADONNAE HERBA
3. CENTELLAE HERBA
4. EQUISETI HERBA
5. HIRTAE HERBA
6. HYOSCYAMI HERBA
7. MENTHAE ARVENSITIS HERBA
8. MENTHAE PIPERITAE HERBA
9. PHYLLANTHI HERBA
10. SERPYLLI HERBA
11. STRAMONII HERBA
12. THYMI HERBA
2. BELLADONNAE HERBA (FI)
Gambar 2.58 Belladonnae Herba
Nama lain : Herba Beladon
Nama tanaman asal : Atropa belladonna (L) atau Atropa acuminata
(Rolye ex Lindley)
Keluarga : Solanaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida atropina, hiosiamina, apotropina,
belladonina, nortropina, skopolamina (hiosina)
Persyaratan kadar Kadar alkaloida jumlah dihitung sebagai hiosiamina
tidak kurang dari 0,3 %
Penggunaan : Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme,
parasimpatolitik
Pemerian : Bau lemah, rasa agak pahit dan getir
Bagian yang digunakan : Daun atau campuran daun dan pucuk berbunga
Keterangan :
Sediaan Belladonnae Pulvis (FI), Belladonnae Tinctura (FI)
untuk : Belladon Digitalis Valeriana Tinctura,
Belladonnae Extractum (FI)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
3. CENTELLAE HERBA (MMI)
Gambar 2.59 Centellae Herba
Nama lain : Herba pegagan, daun kaki kuda
Nama tanaman asal : Centella asiatica (L) Ueban
Keluarga : Apiaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Campuran damar dan minyak atsiri yang disebut
velarin, zat mineral (alkali sulfat), zat penyamak,
glukosida (asiatikosida)
Penggunaan : Diuretika, amara, tonikum, astringensia, obat
sariawan.
Pemerian : Bau lemah, aromatik, mula-mula tidak berasa lama-
lama agak pahit.
Bagian yang digunakan : Seluruh tanaman.
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
4. EQUISETI HERBA (MMI)
Gambar 2.60 Equiseti Herba
Nama lain : Greges otot, rumput betung
Nama tanaman asal : Equisetum debile (Roxb)
Keluarga : Equisetaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Kalium, asam kersik, saponin
Penggunaan : Diuretika
Pemerian : Tidak berbau, tidak berasa
Bagian yang digunakan : Bagian tanaman diatas tanah
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
5. HIRTAE HERBA (MMI)
Gambar 2.61 Hirtae Herba
Nama lain : Patikan kebo, gendong anak
Nama tanaman asal : Euphorbia hirta (L)
Keluarga : Euphorbiaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida dan damar
Penggunaan : Obat batuk dan sedativa
Pemerian : Bau lemah, rasa agak pahit
Bagian yang digunakan : Seluruh tanaman
Keterangan :
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
6. HYOSCYAMI HERBA (MMI)
Gambar 2.62 Hyoscyami Herba
Nama lain : Herba hiosiami, Bisson Tobacco
Nama tanaman asal : Hyoscyamus niger (L)
Keluarga : Solanaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Alkaloida hiosiamina dan hiosina (skopolamina)
Persyaratan kadar Kadar alkaloida jumlah dihitung sebagai hiosiamina
tidak kurang dari 0,05 %
Penggunaan : Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme,
penenang. parasimpatolitik, antispasmodik,
melemaskan otot polos.
Pemerian : Bau khas kuat, pada penyimpanan berkurang rasa
pahit dan agak getir.
Bagian yang digunakan : Daun, campuran daun dan pucuk berbunga
Keterangan :
Sediaan : Hyoscyami Extractum (FI), Hyoscyami Pulvis (FI)
Jenis-jenis Hyoscyamus niger warna bunga kekuning-
kuningan dengan urat-urat daun berwarna
keunguan
Hyoscyamus alba berbunga putih, tetapi
sifat- sifat lain sama dengan Hyoscyamus
niger
Hyoscyamus muticus khusus dipakai untuk
isolasi alkaloid
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik.
7. MENTHAE ARVENSITIS HERBA (MMI)
Gambar 2.63 Menthae Arvensitis Herba
Nama lain : Daun poko
Nama tanaman asal : Mentha arvensis (L) varietas Javanica
Keluarga : Lamiaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung mentol, damar, zat
penyamak
Penggunaan : Karminativa, anti spasmodik, diaforetika
Pemerian : Bau aromatik seperti mentol, rasa pedas dan dingin
Bagian yang digunakan : Daun dan pucuk berbunga
Keterangan :
Waktu panan : Tanaman mulai berbunga sampai berbunga penuh
Cara Panen Dilakukan dengan memotong batang rata dengan
tanah. Panenan dapat dilakukan 3 kali tiap tahun.
Jenis-jenis Menthae arvensis (L) varietas Javanica dapat
tumbuh secara alamiah, ditanam di pulau
Jawa = daun Poko Jawa
Menthae arvensis varietas piperacens yang
berasal dari Jepang, Brazilia dan Taiwan =
daun Poko Jepang
Menthae arvensis varietas sachalinensis
dapat tumbuh secara alamiah di Jepang
Menthae arvensis varietas glabrata, tumbuh
secara alamiah dan ditanam di daratan Cina =
daun Poko Cina
Perbedaan : Kadar mentol dari varietas Javanica rendah
sekali dan tidak menguntungkan untuk isolasi
mentol ( 7,6 11,6 ).
Kadar mentol dari varietas piperacens dapat
mencapai 52 – 70 %.
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
Sediaan Kapsul tolak angin
8. MENTHAE PIPERITAE HERBA (MMI)
Gambar 2.64 Menthae Piperitae Herba
Nama lain : Herba pepermin, Herba menta piperita
Nama tanaman asal : Mentha piperita (L)
Keluarga : Lamiaceae/Labiatae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mngandung mentol, metil asetat
dan menton
Penggunaan : Karminativa
Pemerian : Bau khas aromatis, rasa pedas dan sejuk.
Bagian yang digunakan : Daun dan pucuk berbunga
Keterangan :
Sediaan : Oleum Menthae Piperitae (FI) Antangin
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
Farmakognosi l
129
9. PHYLLANTHI HERBA (MMI)
Gambar 2.65 Phyllanthi Herba
Nama lain : Meniran
Nama tanaman asal : Phyllanthus niruri (L)
Keluarga : Euphorbiaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Zat pahit filantin, damar, mineral, zat penyamak
Penggunaan : Diuretika, Immunomodulator
Pemerian : Bau aromatik, rasa pahit
Bagian yang digunakan : Semua bagian diatas tanah
Keterangan :
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
Sediaan 1. Stimuno® sirup
2. EM ® kapsul
3. Tolak angin®
Farmakognosi l
130
10. SERPYLLI HERBA (MMI)
Gambar 2.66 Serpylli Herba
Nama lain : Herba serpili
Nama tanaman asal : Thymus serpyllum (L)
Keluarga : Lamiaceae/labiatae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung sineol, timol,
karvakrol, pinen terpen, alkohol dan zat pahit serpilin
Penggunaan : Ekspektoransia
Pemerian : Bau aromatik, rasa pedas dan sejuk
Bagian yang digunakan : Pucuk berbunga
Keterangan :
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik dan terlindung cahaya.
11. STRAMONII HERBA (MMI)
Gambar 2.67 Stramonii Herba
Farmakognosi l
131
Nama lain : Herba stramonii
Nama tanaman asal : Datura stramonium, Datura stramonium varietas
tatula
Keluarga : Solanaceae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Terutama daturin (hiosiamina), skopolamina
Persyarat kadar Hiosiamina tidak kurang dari 0,25 %
Penggunaan : Sesak nafas, nyeri, nyeri haid, parkinsonisme
Pemerian : Bau tidak enak, rasa pahit
Bagian yang digunakan : Daun dan pucuk berbunga
Keterangan :
Jenis-jenis Datura stramonium berbunga putih
Datura stramonium varietas tatula, berbunga
merah ungu (urat daun dan batangnya ungu),
biji-biji lebih tinggi kadar alkaloidanya, tetapi
berhubung berisi minyak lemak maka sukar disari
untuk dibuat sediaan yang stabil
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
12. THYMI HERBA (MMI)
Gambar 2.68 Thymi Herba
Nama lain : Herba timi
Nama tanaman asal : Thymus vulgaris (L)
Keluarga : Lamiaceae / Labiatae
Zat berkhasiat
utama/isi
: Minyak atsiri yang mengandung timol, terda








