Senin, 13 Juli 2026

buku obat 2

 


Afrin®, 

Iliadin®, Otrivin®. 

 

 

Meski relatif aman, produk dekongestan tetes hidung ini 

tidak boleh dipakai sering-sering dan lebih dari tiga hari. Pasalnya, 

makin sering dan makin lama digunakan, obat ini justru bisa 

membuat penyumbatan hidung semakin sulit diatasi kecuali 

dengan cara dosisnya dinaikkan terus-menerus. Ini efek buruk 

yang harus dihindari dengan cara memakai nya sesekali saja 

jika memang penyumbatan hidung sangat mengganggu. 

Jika penyumbatan hanya disebabkan oleh ingus yang kental, 

kita bisa memakai  tetes hidung yang berisi larutan garam. 

Contoh merek dagang: Breathy®. sebab  isinya hanya air dan 

garam, obat tetes ini sangat aman, bisa dipakai lebih sering dan 

lebih lama. Tetes hidung yang berisi garam ini memang tidak 

ampuh mengatasi hidung tersumbat sebab  memang isinya cuma 

air dan garam dan fungsinya hanya mengencerkan ingus. Jadi, 

harus sering-sering diteteskan.  

Dalam produk obat flu, dekongestan biasanya 

dikombinasikan dengan kelompok obat lain, misalnya 

antihistamin (CTM dkk), antinyeri-antidemam (parasetamol dkk), 

dan obat batuk. Contoh-contoh kombinasi dan merek dagang bisa 

dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.  

 

 

 


56 

 

Obat Contoh merek dagang  

PPA (fenil 

propanolamin) 

Allerin®, Alpara®, Anacetine®, Anadex®, Antiza®, 

Bestocol®, Bodrexin Syrup®, Codecon®, Colfin®, 

Collerin Expectorant®, Combi Flu®, Contac 500®, 

Corsagrip®, Cough EN Expectorant®, Decolgen 

Tablet®, Decolsin®, Deconal®, Dextral/Dextral 

Forte®, Dextrosin®, Dextrosin Anak®, Extra-Flu®, 

Farapon®, Flu Stop®, Flucadex®, Flucodin®, 

Fludane®, Flunax®, Flu-Tab®, Flutamol®, 

Fluzep®, Frigrip®, Kontrabat®, Lacoldin®, 

Lapisiv®, Mixaflu®, Mixagrip®, Molexflu®, 

Nalgestan®, Neo Novapon®, Neozep Forte®, 

Nodrof®, Oskadon Flu & Batuk Berdahak®, 

Paranomin®, Paratusin®, Ponflu®, Pyridryl®, 

Recomint®, Sanaflu Plus Batuk®, Sanaflu/Sanaflu 

Forte®, Stop Cold®, Topras®, Triadex®, Tuzalos®, 

Ultragrip®  

Pseudoefedrin Actifed®, Actifed Plus Cough Suppressant®, Actifed 

Plus Expectorant®, Alco®, Aldisa SR®, Alerfed®, 

Bantif Child®, Berlifed®, Bodrex Flu & Batuk®, 

Bodrex Flu & Batuk Berdahak®, Bodrexin Flu & 

Batuk®, Bodrexin Pilek Alergi®, Cirrus®, 

Clarinase®, Colpica®, Contrex®, Corhinza®, 

Crofed®, Cronase®, Decolgen FX®, Decolgen 

Syrup®, Disudrin®, Fexofed®, Flurin®, Flurin 


57 

 

Dmp®, Flutrop®, Gifed Expectorant®, Grafed®, 

Hustadin®, Ikadryl Flu®, Lapifed®, Lapifed DM®, 

Lapifed Expectorant®, Librofed®, Mertisal®, Neo 

Protifed®, Neo Triaminic®, Nichofed®, Noscapax®, 

Nostel®, Panadol Cold & Flu®, Panadol Cold & Flu 

Night®, Paratusin®, Polaramine Expectorant®, 

Procold®, Pro-Inz®, Protifed®, Quantidex®, 

Refagan®, Rhinofed®, Rhinos Junior®, Rhinos 

Neo®, Rhinos SR®, Telfast Plus®, Tremenza®, 

Triaminic Batuk & Pilek®, Triaminic Expectorant & 

Pilek®, Triaminic Pilek®, Trifed®, Trifedrin®, 

Trifedrin Plus®, Tuseran Pedia DMP®, Tussigon®, 

Valved®, Valved DM®, Zentra® 

Efedrin Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asthma 

Soho®, Bronchitin®, Ersylan®, Grafasma®, 

Kafsir®, Koffex For Children®, Mixadin®, 

Oskadryl®, Phenadex®, Poncolin®, Poncolin D®, 

Theochodil®, Thymcal®   

Fenilefrin Bisolvon Flu®, Coricidin®, Dextrofen®, 

Dextrosin®, Domeryl®, Fludexin®, Fortusin®, 

Ikadryl DMP®, Lodecon®, Lodecon Forte®, 

Mersidryl®, Neladryl DMP®, Nipe®, Poncodryl 

DMP®, Supra Flu®, Zacoldine®  

 

 


58 

 

 

 

OBAT BATUK 

 

  

“Ada obat batuk yang paling manjur?” ini pertanyaan khas 

pasien yang datang ke apotek. “Mahal enggak apa-apa, asal 

manjur,” yang ini biasanya diucapkan oleh pasien berduit yang 

menganggap uang yaitu  senjata pamungkas menyelesaikan 

masalah. Mereka menyangka obat yang mahal pasti manjur, dan 

yang murah pasti tidak manjur. 

Tentu saja pertanyaan seperti ini sulit dijawab. Sangat sulit. 

Bahkan, bisa dibilang tidak mungkin dijawab dengan menyebut 

satu nama obat. Apoteker bukan dukun yang selalu bisa memberi 

jawaban atas semua pertanyaan sulit. Tidak ada obat batuk yang 

paling manjur. Untuk bisa tahu obat batuk yang kita perlukan, kita 

harus tahu penyebab batuk itu. 

Hal pertama yang perlu dipahami, batuk merupakan refleks 

normal sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan “benda 


59 

 

asing” dari saluran napas. Dengan kata lain, batuk yaitu  sesuatu 

yang normal, bukan penyakit. 

Sebagian besar batuk yang biasa kita alami sebetulnya 

termasuk masalah kesehatan ringan yang bisa sembuh dengan 

sendirinya tanpa diobati secara khusus. Biasanya disebabkan oleh 

virus seperti halnya flu-pilek. Batuk jenis ini tidak berbahaya 

meskipun tak diobati dan berlangsung selama satu sampai dua 

minggu. Hanya sebagian kecil batuk yang memang benar-benar 

membutuhkan obat. Kalaupun kita memutuskan untuk membeli 

obat batuk, pilihlah obat yang komposisinya memang benar-benar 

kita perlukan. 

Gerakan batuk dikendalikan oleh sistem saraf pusat di otak. 

Refleks ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, alergi 

debu, alergi makanan, dan sebagainya. sebab  itu, pemilihan obat 

batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. Batuk yang 

disebabkan oleh infeksi butuh obat berbeda dari batuk yang 

disebabkan oleh alergi. 

Jenis batuk pun bermacam-macam. Ada batuk yang tidak 

berdahak (kita menyebutnya batuk kering), ada batuk yang disertai 

dahak (batuk produktif), ada batuk yang disertai dengan sakit 

kepala, hidung meler dan tersumbat. Masing-masing jenis batuk 

ini membutuhkan penanganan yang berbeda sesuai gejalanya. 

Saat ini terdapat ratusan merek obat batuk yang dijual bebas. 

Saking banyaknya merek dagang, apoteker pun kadang bingung, 


60 

 

apalagi konsumen. Sebagian besar obat batuk ini masuk kategori 

obat bebas. sebab  itu, mestinya semua kandungan obat batuk 

sudah dipahami oleh pembeli. Sayangnya, kebanyakan konsumen 

masih belum bisa membedakan fungsi berbagai jenis obat batuk. 

Berdasarkan cara kerjanya, ada empat golongan utama obat 

yang sering digunakan di dalam obat batuk. Semua merek obat 

batuk yang dijual bebas mengandung paling tidak salah satu dari 

keempat golongan di bawah ini.  

 

1.    Penekan batuk (antitusif) 

Secara harfiah, antitusif berarti antibatuk. (Tussis berarti 

batuk.) Obat golongan ini bekerja menghentikan batuk 

secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem 

saraf pusat di otak. Contohnya, dekstrometorfan dan 

noskapin.  

 

2.    Pengencer dahak (ekspektoran) 

Dalam kelompok ini sebetulnya ada dua subkelompok obat 

yaitu ekspektoran dan mukolitik. Keduanya berbeda dalam 

hal mekanisme kerja tapi sama-sama berfungsi 

mengencerkan dahak dan mempermudah pengeluarannya 

dari saluran napas.  

Secara harfiah, expectorate berarti mengeluarkan 

sesuatu dari dada. Dari kata ex-, yang berari keluar, dan 


61 

 

pectoris yang berarti dada. Adapun mukolitik (mucolytic) 

berasal dari kata mucus yang berarti dahak dan -lysis yang 

berarti memecah. 

Dari dua istilah ini, yang paling perlu kita ketahui 

yaitu  ekspektoran sebab  istilah ini banyak digunakan 

dalam produk obat bebas. Golongan obat ini tidak menekan 

refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan 

dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian 

tidak rasional jika obat ini digunakan pada kasus batuk 

kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek 

samping. 

Obat golongan ini bisa mengiritasi lambung, sebab  

itu harus digunakan secara hati-hati, terutama sekali pada 

penderita sakit mag. Untuk menghindari efek buruk ini, 

ekspektoran harus diminum dalam keadaan perut terisi 

makanan. Contoh golongan obat ini antara lain 

bromheksin, guaifenesin (biasa disebut juga gliseril 

guaiakolat atau GG), ambroksol, karbosistein, amonium 

klorida, natrium sitrat.  

 

3.    Antialergi (antihistamin) 

Antihistamin juga banyak digunakan di dalam obat flu-pilek. 

Lihat juga Bab Obat Alergi. Di obat batuk, antihistamin 


62 

 

bekerja dengan cara menetralkan alergi yang menyebabkan 

batuk. Histamin sendiri merupakan substansi yang 

diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk 

mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya 

histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa 

gatal, yang biasanya diikuti oleh bersin-bersin.  

Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat 

(CTM, chlor-trimeton), difenhidramin, difenhidramin, 

feniramin, doksilamin, dan tripolidin.  

Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga 

punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama 

difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan 

ini bisa menyebabkan kita mengantuk. sebab  itu hati-hati 

minum obat ini saat Anda harus berkendara atau melakukan 

aktivitas yang menuntut kewaspadaan tinggi.  

 

4.    Pelega hidung (dekongestan) 

Untuk pembahasan lebih lengkap, silakan baca juga Bab 

PPA & Obat Pelega Hidung. Obat golongan ini sering 

terdapat di dalam obat batuk tapi sebetulnya tidak bekerja 

melawan batuk, melainkan bekerja melegakan hidung 

tersumbat yang biasanya menyertai batuk. Dengan kata lain, 

jika batuk Anda tidak disertai dengan hidung tersumbat, 


63 

 

sebaiknya jangan memilih obat batuk yang mengandung 

dekongestan. Buang-buang uang dan malah membahayakan 

sebab  bisa menyebabkan efek samping jantung berdebar-

debar, tekanan darah meningkat, dan mungkin sampai sulit 

tidur. Contoh obat golongan ini, fenil propanolamin (PPA, 

phenyl-propanolamine), pseudoefedrin, efedrin, etilefedrin, 

dan fenilefrin. 

Tabel ke-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan 

ringkas dalam memilih obat batuk.  

 

Jika batuk Anda 

Pilihlah yang 

mengandung 

Contoh senyawa obat 

Kering (tanpa disertai 

dahak) 

Antitusif Dekstrometorfan, noskapin 

Disertai dahak Ekspektoran 

Bromheksin, gliseril 

guaiakolat (GG, atau 

guaifenesin), ambroksol, 

karbosistein, atau ammonium 

klorida 

Akibat alergi dan 

disertai dengan 

hidung meler 

Antihistamin 

Difenhidramin, klorfeniramin 

maleat (CTM), doksilamin, 

feniramin, atau tripolidin 

Disertai dengan 

penyumbatan hidung 

Dekongestan 

Fenil propanolamin (PPA), 

efedrin, pseudoefedrin, 

etilefedrin, atau fenilefrin 


64 

 

Tabel di atas hanya memberi contoh jenis obat tapi tidak 

menyebutkan nama dagang. Agar tabel-1 bisa diaplikasikan ketika 

Anda berada di apotek, tabel ke-2 di bawah bisa Anda gunakan 

sebagai simulasi mengenali komposisi dan cara kerja berbagai obat 

batuk.  

Penyebutan nama merek dagang sama sekali tidak 

dimaksudkan sebagai iklan atau antiiklan. Tujuan penyebutan 

merek dagang semata-mata agar Anda lebih mudah 

mengaitkannya dengan nama-nama produk yang mungkin biasa 

Anda konsumsi. Pemilihan merek dagang terserah Anda. 

Perhatikan, makin ke bawah makin banyak komposisinya, 

dan tentu saja makin besar kemungkinan efek samping dan 

mudaratnya. Perhatikan juga dosis per takaran. Sekalipun obatnya 

tunggal atau hanya berisi dua macam, bisa saja risiko efek 

sampingnya  lebih tinggi jika dosisnya tinggi.  

Sebagai contoh, dosis lazim dekstrometorfan yaitu  10 mg 

per takaran untuk pasien  dewasa. Jika dosisnya sampai 15 mg per 

takaran, mungkin obat memang menjadi lebih ampuh tapi risiko 

timbulnya efek samping juga lebih tinggi.  

Selain itu, produk obat batuk juga kadang berisi dua obat 

yang khasiatnya sama, misalnya sama-sama ekspektoran atau 

sama-sama punya efek menekan batuk. Jika keduanya digabung, 

khasiatnya memang akan lebih kuat, tapi pada saat yang sama, 

risiko efek sampingnya tentu juga lebih besar. 


65 

 

Tabel ke-2: Contoh komposisi dan contoh merek dagang obat batuk: 

 

 Komposisi Merek dagang 

je

n

is

 o

b

a

Penekan batuk Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®, 

Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®, 

Mercotin® 

 

Mulai pertengahan 2013, obat batuk yang berisi 

dekstrometorfan tunggal tidak lagi beredar sebab  

sering disalahgunakan. 

Pengencer dahak Bisolvon®, Mucopect®, Bisolvon Extra®, 

Woods Expectorant®, Woods Peppermint 

Child®, Ambril®, Brolexan®, Bromifar®, 

Bronex®, Broncozol®, Bronchopront®, 

Broxal®, Dexolut®, Epexol®, Extropect®, 

Erphahexin®, Farmavon®, Hexolyt®, 

Gunapect®, Graxine®, Hustab P®, 

Interpec®, Lapimuc®, Lexavon®, 

Limoxin®, Mucera®, Mucotab®, 

Mucohexin®, Mucosulvan®, Mucoxol®, 

Sohopect®, Silopect®, Solmux®, Solvax®, 

Solvinex®, Thephidron®, Transmuco® 

2

 j

e

n

is

 

o

b

a

Penekan batuk & 

antialergi 

Vicks Formula 44®, Woods Antitussive®, 

Contrexyn Batuk Tidak Berdahak®, 

Dextromex®, Konidin®, Scanidi®, 

Tusilan® 

Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®, 


66 

 

pelega hidung Kemodryl DMP Child®, Oskadryl®, 

Triaminic Batuk® 

Penekan batuk & 

pengencer dahak 

Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula 

44® 

Pengencer dahak & 

antialergi 

Allerin®, Cohistan Expectorant®, 

Dantusil®, Decadryl Expectorant®, 

Benadryl Cough®, Hufadryl®, Ikadryl®, 

Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil® 

Pengencer dahak & 

pelega hidung 

Sudafed Expectorant®, Triaminic 

Expectorant® 

3

 j

e

n

is

 o

b

a

Penekan batuk, 

antialergi & pelega 

hidung 

Actifed DM®, Actifed Plus Cough 

Suppressant®, Alco Plus DMP®, 

Bronchophen®,  Erphakaf®, Lapifed DM®, 

Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold® 

Pengencer dahak, 

antialergi & pelega 

hidung 

Actifed Expectorant®, Allerin Expectorant®, 

Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex 

Expectorant® 

Penekan batuk, 

pengencer dahak & 

antialergi 

Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®, 

Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®, 

Sanadryl DMP® 


67 

 

4

 j

e

n

is

 o

b

a

t Penekan batuk, 

pengencer dahak, 

antialergi & pelega 

hidung 

Benadryl DMP®, Anakonidin®, Cosyr®, 

Cough EN Plus®, Dextral®, Ersylan®, 

Ikadryl DMP®, Kemodryl Plus DMP®, 

Mixadin®, Mucotussan®, Pyridryl Plus®, 

Quelidrine®, Lapifed Expectorant®, 

Tuseran®, Tussigon® 

 Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat 

di Bab Obat Flu-Pilek. 

 

Dari tabel di atas Anda bisa melihat cara kerja masing-

masing obat batuk. Masing-masing produk obat batuk punya cara 

kerja yang berbeda-beda. Jadi, tidak ada obat batuk yang paling 

manjur—semahal apa pun harganya. Tiap kali Anda mau minum 

obat batuk, selalu biasakan lihat dulu kemasannya. Baca apa saja 

isinya supaya Anda bisa tahu bagaimana cara kerjanya. Jangan 

percaya kalau ada yang menyebut satu merek dagang sebagai obat 

yang paling manjur. 

Sama seperti obat flu-pilek, obat batuk sebetulnya juga 

dibuat untuk pasien  dewasa, dan tidak dianjurkan untuk diberikan 

pada anak-anak, terutama di bawah usia dua tahun. Baca juga Bab 

Obat Pada bayi danAnak. 

 

Obat Batuk Hitam 


68 

 

Salah satu produk obat batuk yang cukup populer di negara kita  

yaitu  obat batuk hitam (OBH). Obat ini termasuk golongan obat 

tradisional yang berisi Succus liquiritiae, ekstrak tanaman akar 

manis (Glycyrrhiza glabra). Secara empiris, ekstrak tanaman ini 

berkhasiat meredakan batuk meskipun mekanisme kerjanya belum 

diketahui secara detail seperti mekanisme kerja dekstrometorfan 

atau bromheksin. Baca juga Bab Obat Tradisional. 

 

Obat Batuk Cair vs. Padat 

Secara umum, obat batuk cair (sirup) lebih mudah diserap 

dibandingkan  bentuk padat (tablet atau kapsul). Ini sebab  dalam 

sediaan cair, senyawa obat sudah berada dalam bentuk molekul 

terkecilnya. Sementara yang bentuknya padat memerlukan waktu 

untuk dipecah menjadi satuan-satuan kecil. 

Namun kelemahannya, obat cair lebih mudah terurai 

dibandingkan obat padat selama masa penyimpanan. sebab  itu 

saat membeli, pastikan batas kedaluwarsanya masih lama. Soal 

khasiat, keduanya tidak berbeda sepanjang memenuhi persyaratan 

minimal standar obat yang baik. 

 

Obat Batuk Sapu Jagat 

Pada umumnya kita fanatik pada satu merek obat untuk semua 

jenis batuk. Ini bukanlah kebiasaan yang baik. Akan lebih baik jika 


69 

 

kita memilih obat sesuai dengan gejalanya, bukan obat “sapu 

jagat” yang berisi semua golongan di atas. 

Semakin banyak obat yang masuk ke dalam tubuh, semakin 

banyak efek samping yang terjadi. Sebagai contoh, jika batuk tidak 

disertai dengan penyempitan saluran napas, pemakaian PPA 

hanya akan menambah efek samping jantung berdebar, dan 

bahkan peningkatan tekanan darah yang bisa membahayakan 

penderita hipertensi. Kebiasaan minum obat sapu jagat sebaiknya 

dihindari, terutama untuk anak-anak. 

Yang tak kalah penting untuk diingat, batuk bisa menyertai 

berbagai penyakit, seperti flu, alergi, asma, bronkitis, tuberkulosis 

(TB), pneumonia (radang paru), atau infeksi lain. sebab  itu jika 

batuk berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak berhenti 

meskipun sudah diobati macam-macam, ingat pesan iklan, 

“Segera hubungi dokter”. 


70 

 

 

 

 

OBAT MAG 

 

 

Di negara kita , obat mag termasuk salah satu produk farmasi 

yang banyak dikonsumsi seperti consumer goods. Lembaga riset 

Frontier dan majalah Marketing sampai memasukkan kategori obat 

mag dalam survei Top Brand tiap tahun. Selama beberapa tahun 

Top Brand untuk kategori obat mag yaitu  Promag® dan 

Mylanta®.  

Kalau obat mag dikategorikan sebagai consumer goods, itu 

berarti bahwa banyak pasien  negara kita  menderita sakit mag. 

Berbeda dengan flu-pilek yang disebabkan oleh infeksi virus yang 

sulit dihindari, sakit mag pada umumnya berasal dari pola hidup 

kita yang salah.    

Sebelum membahas tentang obat mag, sebaiknya kita 

membahasa dulu tentang sakit mag. (Mag dari bahasa Belanda 

maag, yang artinya perut atau lambung.) 


71 

 

Cerita tentang sakit mag biasanya dimulai dari meja 

makan—sekalipun bisa juga dari meja kantor atau bahkan kamar 

tidur. Biang keladi yang umum yaitu  makanan meskipun bisa 

juga stres atau hal lain.  

sesudah  dikunyah di mulut, makanan masuk ke 

kerongkongan. (Sekadar diketahui, saluran makanan yaitu  

kerongkongan, bukan tenggorok. Tenggorok yaitu  saluran 

napas.) sesudah  melewati kerongkongan, makanan atau minuman 

akan transit di lambung sebelum diserap di usus.  

Di lambung, bahan-bahan makanan tersebut dicerna agar 

bisa diserap oleh tubuh. Pada proses ini, lambung mengeluarkan 

cairan asam klorida (yang sering disebut sebagai asam lambung) 

untuk membantu kerja enzim-enzim pencernaan. Tanpa bantuan 

asam ini, protein dari daging, telur, ikan, dan tempe tidak bisa 

dicerna dengan baik. 

Selain berfungsi mencerna, asam lambung juga berfungsi 

sebagai benteng pertahanan dari kuman yang masuk ke dalam 

tubuh lewat makanan atau minuman. Sebagian besar (tidak 

semua) bakteri yang terbawa di dalam makanan tidak tahan hidup 

dalam suasana asam. Begitu berada dalam cairan asam, mereka 

akan mati sehingga tidak sampai di usus. 

Masalah bisa timbul jika produksi asam lambung meningkat 

melebihi kebutuhan, misalnya sebab  telat makan, terlalu banyak 

minum kopi atau soda, atau stres berkepanjangan. Bisa juga 


72 

 

sebab  pemakaian obat-obatan tertentu, misalnya asetosal (obat 

sakit kepala) atau asam mefenamat (obat sakit gigi). Bisa juga 

sebab  infeksi kuman khusus yang kebal terhadap asam, seperti 

Helicobacter pylori. Sebagian besar bakteri tidak sanggup bertahan 

dalam kondisi asam. Bakteri ini termasuk pengecualian. 

Kondisi lambung yang terlalu asam menyebabkan dinding 

lambung mengalami iritasi. Gejala yang paling umum yaitu  

nyeri lambung. Bisa juga disertai mual, kembung, serta rasa penuh 

dan tidak nyaman di perut. Pada mag yang berat, gejalanya bisa 

sampai berupa rasa terbakar di dada.  

Berdasarkan cara kerjanya, ada dua kelompok besar obat 

mag. 

 

1.    Antasid (penetral asam) 

sebab  biang gangguan mag biasanya asam lambung, obat-

obat mag pada umumnya bekerja dengan cara 

mempengaruhi asam lambung. Dua golongan obat mag 

yang paling penting yaitu  penetral asam (antasid) dan 

penghambat produksi asam lambung. (Antacid dari kata anti- 

yang berarti melawan, dan acid yang berarti asam.) 

Sebagian besar kandungan obat mag yang dijual bebas 

yaitu  golongan antasid. Contoh antasid yang banyak 

digunakan: aluminium hidroksida dan magnesium 

hidroksida. Kadang keduanya berada dalam bentuk 


73 

 

aluminum trisilikat dan magnesium trisilikat. Cara 

kerjanya sama saja. Obat-obat ini bersifat basa, bekerja 

dengan cara menetralkan asam lambung. (Dalam ilmu 

kimia, lawan kata asam yaitu  basa.) 

Antasid magnesium dan aluminium merupakan dua 

serangkai yang biasanya ada di dalam satu produk. 

Keduanya selalu dikombinasikan sebab  dua obat ini punya 

efek samping yang berlawanan. Magnesium tunggal punya 

efek samping diare, sementara aluminium tunggal punya 

efek samping konstipasi (sembelit). Jika keduanya 

dikombinasikan, efek samping tersebut bisa saling 

meniadakan. 

Contoh lain antasid yaitu  kalsium karbonat. Tapi di 

negara kita , obat ini jarang digunakan. Hanya digunakan di 

beberapa merek dagang.  

Begitu ditelan, antasid bereaksi cepat menetralkan 

asam lambung. Lebih cepat lagi kalau dikunyah dulu baru 

ditelan. Obat-obat ini rasanya tawar, sama sekali tidak pahit 

sehingga bisa dikunyah. 

Oleh sebab  kerjanya cepat, obat golongan ini cocok 

sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi serangan mag 

yang datang sesekali. Namun, obat ini punya kekurangan, 

yakni waktu kerjanya singkat. Itu sebabnya antasid saja 


74 

 

kurang ampuh sebagai obat utama untuk sakit mag yang 

telah menjadi kronis.  

 

2.     Antikembung (penyerap gas) 

Di banyak produk obat mag, antasid juga sering 

dikombinasikan dengan obat antikembung, misalnya 

simetikon (dimetil polisiloksan) dan dimetikon. Dua obat 

ini bukanlah penetral asam, melainkan bahan yang 

digunakan untuk menyerap kelebihan gas di saluran cerna. 

Obat antikembung digunakan di dalam obat mag sebab  

pada umumnya gangguan lambung diikuti dengan gejala 

salah cerna yang menyebabkan produksi gas secara 

berlebihan.  

 

3.    Penghambat produksi asam lambung 

Di negara kita , obat golongan ini sebagian bisa dibeli tanpa 

resep. Sekalipun ada produk yang bisa dibeli tanpa resep, 

sebaiknya obat golongan ini digunakan dengan hati-hati. 

Saat membelinya di apotek, tanyakan efek sampingnya 

kepada apoteker. Contoh golongan ini antara lain 

famotidin, simetidin, dan ranitidin. 

Contoh merek dagang obat yang mengandung obat 

golongan ini dan banyak diiklankan yaitu  Promag Double 

Action® dan Neosanmag Fast®. Produk ini berisi 


75 

 

kombinasi tiga bahan, yaitu kalsium karbonat, magnesium 

hidroksida, dan famotidin.  

Kalsium karbonat dan magnesium hidroksida 

merupakan golongan penetral asam lambung. Sedangkan 

famotidin bekerja mengurangi produksi asam lambung. Di 

brosur obat, famotidin mungkin disebut sebagai “antagonis 

reseptor H2” atau “acid blocker”. Ini istilah medis untuk obat 

yang bekerja mengurangi produksi asam lambung. 

Selain golongan obat “idin-idin” ini, ada pula obat 

yang lebih kuat, yang bekerja dengan cara menutup saluran 

produksi asam lambung. Obat-obat golongan ini di 

negara kita  masih termasuk golongan obat keras. Misalnya, 

omeprazol, esomeprazol, dan lansoprazol. 

Obat golongan keras ini dibahas di sini bukan agar 

pembaca bisa mengobati diri sendiri, lalu membelinya dari 

apotek tanpa konsultasi ke dokter. Pembahasan obat keras 

dimaksudkan agar pembaca sebagai konsumen mengetahui 

hal-hal penting tentang obat yang diminum. 

Swamedikasi (pengobatan sendiri) dengan obat-obat 

golongan ini bisa berbahaya. Beberapa penelitian 

menyebutkan, salah satu risiko yang bisa timbul dari 

penggunaan jangka panjang obat keras ini yaitu  turunnya 

daya ingat. 


76 

 

Dua golongan obat mag (idin-idin dan prazol-prazol) ini 

punya waktu kerja lebih lama dibandingkan antasid. Dokter 

biasanya meresepkan untuk mengatasi gangguan mag kronis 

yang tidak lagi bisa diatasi dengan antasid saja. 

Kalau sakitnya sudah parah dan ada indikasi luka 

infeksi di lambung, dokter kadang meresepkan antibiotik, 

misalnya metronidazol. Obat ini berfungsi membasmi 

bakteri Helicobacter pylori. 

Obat lain yang juga bisa digunakan dalam obat mag 

yaitu  bismut subsalisilat. Obat ini bekerja dengan cara 

meredakan iritasi di lambung. Kadang digunakan dalam 

obat antidiare. Tapi di negara kita , hanya beberapa merek 

dagang obat mag yang memakai nya. 

Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat, obat mag 

bermacam-macam. Yang paling perlu diketahui oleh 

konsumen awam yaitu  golongan antasid. Kelompok 

lainnya hanya perlu diketahui kalau kita mendapatkan obat-

obat ini dari resep dokter.  

 

Bukan untuk Jangka Panjang 

Banyak pasien  menganggap gangguan mag bukan sesuatu yang 

perlu ditangani secara serius. Telan obat, beres. Sebagai konsumen 

yang cerdas, sebaiknya kita tidak mudah terbujuk oleh iklan. 


77 

 

Iklan-iklan obat selalu membangun pandangan yang 

serbagampang: Sakit mag? Minum obat ini, pasti beres.  

Cara pandang ini menyebabkan sakit mag tidak tertangani 

dengan baik dan menjadi kronis. Akhirnya penderita tidak bisa 

melepaskan diri dari obat-obatan. Padahal obat mag sebetulnya 

tidak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih dari dua minggu secara 

berturut-turut. 

Setidaknya ada dua alasan mengapa penderita gangguan 

mag tidak boleh mengandalkan diri pada obat. Alasan pertama, 

jika minum antasid dibiasakan terus-menerus, maka beban kerja 

ginjal sebagai penyaring darah menjadi semakin berat.  

Alasan kedua, antasid tidak bisa menyembuhkan gangguan 

mag dari akarnya. Antasid hanya meredakan gangguan mag 

sesaat. Itu berarti, penyembuhan sakit mag, mau tidak mau, harus 

dimulai dari pola makan dan pola hidup. Identifikasi dulu 

penyebabnya lalu atasi. 

Semakin lama sakit mag dibiarkan, semakin besar 

kemungkinan dinding lambung terinfeksi kuman Helicobacter pylori. 

Bakteri ini yaitu  bakteri kelas berat yang untuk membasminya 

pun dibutuhkan antimikroba kelas berat. Dengan kata lain, jika 

sampai terjadi infeksi, sakit mag bisa menjadi sangat parah. Itu 

sudah bukan sakit mag biasa.  


78 

 

Yang perlu dicatat betul, obat mag tidak menyembuhkan 

sakit mag, hanya mengendalikan. Penyembuhan sakit mag 

dilakukan sendiri oleh tubuh lewat pola hidup yang baik.   

 

Cara Minum yang Tepat 

Jika kita minum obat mag untuk mencegah kekambuhan, aturan 

cara minum harus diperhatikan dengan benar. sebab  fungsinya 

menetralkan asam klorida, obat golongan antasid sebaiknya 

diminum pada saat lambung tidak berisi makanan. Waktu yang 

tepat yaitu  satu jam sebelum makan atau dua jam sesudah 

makan. Pemilihan waktu ini didasarkan pada alasan efektivitas 

kerja. 

Jika obat diminum pada saat lambung terisi makanan, maka 

fungsi antasidnya berkurang. Lebih dari itu, pada saat lambung 

berisi protein, asam lambung tidak boleh dinetralkan sebab  ia 

dibutuhkan untuk membantu pencernaan protein. Jika tidak 

dicerna dengan baik, protein bisa terurai menghasilkan gas. Hal ini 

bisa menyebabkan timbulnya rasa penuh di perut. Keadaan ini 

bisa semakin parah jika makanan yang masuk lambung kaya akan 

protein, misalnya daging atau telur. 

 

 

 


79 

 

 

Tip Praktis Atasi Gangguan Mag 

  Usahakan tidak mengisi lambung dengan banyak makanan 

ataupun minuman sebab  hal itu akan memaksa lambung 

berkontraksi dan memproduksi asam lebih banyak. 

  Jika mungkin, makanlah secara teratur, dalam porsi sedikit 

namun  sering. Makan sehari 6 x ½ piring lebih baik dibandingkan  

makan 3 x 1 piring. 

  Makanlah secara pelan-pelan. Kunyah makanan dengan baik 

sebelum menelannya. 

  Hindari minuman soda, makanan pedas, atau berlemak tinggi, 

kopi, obat berisi kafein, asetosal, asam mefenamat, ibuprofen, 

dan obat-obat yang mengiritasi lainnya (biasanya dari 

golongan obat penghilang nyeri). 

  Jika minum antasid tablet, kunyah dulu supaya reaksi kerjanya 

di lambung lebih cepat. 

  Kelola stres dengan baik. Stres yaitu  persoalan di luar 

makanan yang paling sering menjadi pemicu sakit mag. 

 

 

 

 


80 

 

 

Komposisi  Contoh merek dagang 

Antasid Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®, 

Erphamag®, Gelusil®  

Antasid & 

antikembung 

Acitral®,  Actal Plus®, Aludonna D®, Almacon®, 

Anflat®, Asidrat®, Atmacid®, Berlosid®, Biomag MPS®, 

Bufantacid®, Citral®, Corsamag®, Decamag®, 

Dexanta®, Di-Gel®, Exomag®, Farmacrol Forte®, 

Gastrucid®, Gelusil MPS®, Gestabil®, Gestamag®, 

Lagesil®, Lexacrol®, Lexacrol Forte®, Magalat®, 

Magasida®, Magtral®, Magtral Forte®, Mylanta®, 

Mylanta Forte®, Myllacid®, Nudramag®, Plantacid®, 

Plantacid Forte®, Polycrol®, Polysilane®, Progastric®, 

Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox® 

Antasid & 

penghambat 

produksi asam 

Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®, 

Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag 

Double Impact®  


81 

 

 

 

OBAT DIARE 

 

 

 

Dalam ilmu kesehatan masyarakat, diare—alias mencret, 

murus, berak air, buang-buang air, mencuru, mencirit—termasuk 

golongan common problems. Penyakit umum yang sering terjadi, 

seperti flu-pilek dan batuk. Obat diare pun banyak yang termasuk 

kategori obat bebas, bisa didapatkan di toko-toko dan apotek tanpa 

resep dokter. 

Berdasarkan survei Top Brand Award 2012 dan 2013 yang 

dilakukan oleh lembaga riset Frontier dan majalah Marketing, dua 

merek obat diare yang paling laris yaitu  Diapet® (buatan PT 

Soho Industri Pharmasi) dan Neo Entrostop® (buatan PT Kalbe 

Farma).  


82 

 

Pada umumnya setiap pasien  punya satu merek obat andalan 

untuk diare. Merek inilah yang akan diminum setiap terserang 

diare, tanpa memperhitungkan penyebabnya. Yang sudah biasa 

minum Diapet® biasanya akan selalu memilih Diapet® tiap kali 

terserang diare. Begitu juga, yang sudah biasa minum Entrostop® 

biasanya akan selalu memilih Entrostop® apabila terkena diare. 

Padahal, penyebab gangguan ini bisa bermacam-macam, dan 

sebab  itu sebetulnya tidak ada satu pun obat universal untuk 

segala macam kasus diare. 

Sebelum kita membahas obat diare, mari kita bahas dulu 

biang keladi yang paling sering menjadi penyebabnya. 

Secara alami, usus melakukan gerakan peristaltik (gerakan 

teratur memeras sari pati makanan agar bisa diserap oleh tubuh). 

Gerakan inilah yang menyebabkan ampas makanan terdorong ke 

belakang sebagai feses (air besar). 

Jika terjadi abnormalitas di usus, gerakan peristaltik menjadi 

semakin cepat. Akibatnya, frekuensi pengeluaran feses juga ikut 

meningkat bersama air. Biang keladi abnormalitas itu bermacam-

macam, antara lain: 

  Racun dari makanan atau minuman. 

  Bahan makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang 

terlalu pedas. 


83 

 

  Infeksi virus, bakteri, jamur, atau protozoa. Bakteri 

penyebab infeksi pun bisa bermacam-macam. Contoh yang 

paling sering menjadi penyebab diare yaitu  Escherichia coli. 

Bakteri ini sebetulnya merupakan bakteri normal di usus 

yang tidak merugikan. Kuman ini bisa menyebabkan diare 

jika menjadi ganas dan populasinya melebihi normal. 

  Makanan yang sulit dicerna, misalnya daging yang belum 

matang. Bahkan, makanan atau minuman lazim seperti susu 

pun bisa menyebabkan diare. Ini sering terjadi pada pasien -

pasien  (terutama anak-anak) yang kekurangan enzim laktase. 

Enzim ini diperlukan untuk memecah laktosa (gula susu). 

Saat mereka minum susu, organ cerna mereka tidak sanggup 

mencernanya sehingga menyebabkan diare. Selain itu, 

protein susu sapi juga bisa menjadi biang alergi yang 

memicu diare pada sebagian kecil anak. 

  Ketidakseimbangan bakteri usus, misalnya akibat terlalu 

banyak minum antibiotik. 

  Kecemasan, stres, dan perubahan internal tubuh lainnya. 

 

Ringkasnya, diare bisa disebabkan oleh bermacam-macam 

faktor. Maka pengobatanya pun tentu saja berbeda-beda, 

tergantung penyebabnya. Tak ada satu pun merek obat yang bisa 

mengatasi semua jenis diare di atas. 


84 

 

Berdasarkan cara kerjanya, obat diare bisa dibagi ke dalam 

tiga kelompok besar: 

 

1. Adsorben 

Secara harfiah, adsorben berarti bahan penyerap, dari kata 

adsorb yang berarti menyerap di permukaan. (Berbeda dari 

absorb yang berarti menyerap sampai ke dalam). Adsorben 

bekerja mengatasi diare dengan cara mengikat kuman atau 

toksin (racun) di saluran cerna, supaya tidak bersentuhan 

dengan permukaan usus. Jika toksin dan kuman ini 

berkontak dengan usus, gerakan peristaltik usus secara 

otomatis akan meningkat sebagai refleks alami untuk 

mengeluarkan racun itu. Obat yang masuk dalam golongan 

ini antara lain karbon aktif, attapulgit, dan kaolin.  

Obat golongan ini biasa dikombinasikan dengan 

pektin. Pektin yaitu  serat larut yang banyak terdapat di 

dalam buah. Serat ini digunakan di dalam obat diare sebab  

bisa memperpadat feses. Di negara kita  banyak sekali obat 

diare golongan obat bebas yang mengandung pektin. Di 

Amerika, FDA menganggap obat ini tidak berkhasiat 

antidiare sehingga tidak boleh diklaim sebagai obat diare.  

sebab  cara kerjanya menyerap kuman dan toksin, 

obat golongan adsorben hanya bermanfaat jika penyebab 

diare yaitu  bahan yang mengiritasi usus. Jika penyebabnya 


85 

 

yaitu  perubahan internal tubuh, misalnya sebab  cemas, 

stres, depresi, atau sebab  infeksi parah, obat-obat ini tidak 

lagi efektif. 

Contoh merek dagang yang cukup populer antara lain: 

Neo Entrostop® (berisi attapulgit dan pektin), Norit® (berisi 

karbon aktif), Diatabs® (attapulgit). Obat-obat ini termasuk 

golongan obat bebas yang paling banyak beredar di pasaran. 

Relatif aman, bisa diminum oleh anak-anak, ibu hamil, juga 

ibu menyusui. 

 

2. Antiinfeksi 

Jika diare disebabkan oleh infeksi berat, biasanya obat 

golongan adsorben saja tidak cukup untuk 

menghentikannya. Harus ada obat lain yang tidak sekadar 

mengikat kuman, namun  juga berfungsi sebagai antimikroba 

pembasmi kuman, misalnya antibiotik.  

Semua antibiotik untuk diare termasuk kategori obat 

keras! Itu sebabnya, untuk kasus infeksi berat, sebaiknya 

penderita memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika diare 

disertai dengan demam atau adanya darah di dalam tinja. 

Dua gejala ini menunjukkan bahwa diare tersebut bukan 

diare biasa. Lihat juga Bab Antibiotik. 

 

 


86 

 

 

3. Penghambat gerakan peristaltik usus 

Obat utama golongan ini yaitu  loperamida. Sekadar 

menyebut, contoh merek dagang yang populer yaitu  

Imodium®. Harap dicatat, ini bukan golongan obat bebas 

tapi obat keras. Obat ini harus digunakan dengan sangat 

hati-hati. 

Obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat 

gerakan peristaltik usus dan meningkatkan penyerapan 

kembali cairan di usus besar. Jadi, tidak membasmi kuman, 

juga tidak mengikat toksin.  

Oleh sebab  cara kerjanya demikian, loperamida tidak 

tepat jika digunakan untuk kasus diare akibat infeksi atau 

toksin dari makanan atau minuman. Sebab, jika gerakan 

usus dihambat, kuman atau toksin tersebut justru tertahan di 

saluran cerna dan tidak bisa dikeluarkan. Keadaan ini justru 

lebih berbahaya dari mencretnya sendiri.  

Selain itu, obat ini juga diserap ke dalam darah. Pada 

sebagian kecil pasien , obat ini bisa menimbulkan beberapa 

efek samping seperti nyeri perut, mual, atau muntah. Ini 

berbeda dengan obat golongan adsorben yang tidak diserap 

oleh tubuh dan jauh lebih aman. sebab  berbagai alasan 

inilah, loperamida sebaiknya hanya digunakan di bawah 

pengawasan dokter.   


87 

 

 

Ketiga golongan di atas merupakan kelompok obat yang 

paling sering digunakan untuk mengatasi diare. Anda mungkin 

bertanya: kalau begitu Diapet® yang menjadi top brand itu masuk 

kelompok mana? Neo Entrostop® sudah jelas masuk kategori 

pertama, yaitu adsorben.  

Kita perlu membahasnya sebab  Diapet® termasuk salah 

satu produk yang banyak dikonsumsi. Diapet® sedikit berbeda 

dari kebanyakan obat diare kelompok di atas. Obat ini sebetulnya 

termasuk kategori obat tradisional, satu tingkat di atas jamu. 

Selain Diapet®, masih ada beberapa merek dagang obat diare 

lainnya yang isinya mirip tapi kalah terkenal, misalnya Nodiar®.  

Dua kandungan utama Diapet® yaitu  ekstrak daun jambu 

biji dan rimpang kunyit. Di kemasan obat, bahan-bahan ini tertulis 

dalam bahasa Latin yang mungkin tak terpahami oleh pasien  

awam. Daun jambu biji tertulis sebagai Psidii folium. Rimpang 

kunyit tertulis sebagai Curcuma domesticae rhizoma. (Folium berarti 

daun. Rhizoma berarti rimpang.) 

Menurut berbagai penelitian, ekstrak daun jambu biji dan 

rimpang kunyit memang punya khasiat antibakteri dan 

menghambat pengeluaran feses. Meski begitu, tidak berarti obat 

ini bisa digunakan untuk berbagai kasus diare sebab tidak semua 

kuman bisa dibasmi oleh obat tradisional ini. 


88 

 

Selain itu, apabila penyebab diare yaitu  racun dari 

makanan atau minuman, penggunaan obat diare yang 

menghambat pengeluaran feses justru akan berbahaya. 

Bagaimanapun, racun harus dikeluarkan meskipun 

konsekuensinya yaitu  harus bolak-balik ke belakang. 

Diare sebetulnya yaitu  mekanisme alami untuk membuang 

sesuatu yang berbahaya. Mencret sendiri sebetulnya tidak 

berbahaya. Yang berbahaya dari diare yaitu  kehilangan cairan 

dan elektrolit yang keluar terus-menerus lewat feses. Jika penderita 

mengalami kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi) dalam 

tingkat parah, ia bisa semaput (pingsan), gagal ginjal, dan gagal 

jantung. 

Agar tidak sampai kekurangan cairan, penderita harus 

minum oralit. Ini yaitu  “obat diare” terbaik. (Pada bayi, cairan 

dan elektrolit bisa diperoleh dari ASI.) Apa pun penyebab 

diarenya, pertolongan yang harus diberikan yaitu  oralit. Oralit 

memang tidak menghentikan mencret tapi minuman ini bisa 

menghindarkan penderita diare dari dehidrasi. 

Walhasil, sebelum memilih obat, langkah paling penting 

yaitu  mengenali penyebab diare. Ingat-ingat kembali apa saja 

yang masuk ke dalam perut, dan apa saja yang terjadi sebelum 

diare itu. sesudah  itu kita bisa menentukan apakah kita perlu pergi 

ke dokter atau membeli obat di apotek. Jika kita memutuskan 


89 

 

membeli obat di apotek, kita juga bisa menentukan obat apa yang 

akan kita pilih. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Karbon aktif Norit®, Bekarbon®  

Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®, 

Teradi®, Neo Enterodine®  

Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®,  Neo Diaform®, Neo 

Kaocitin®, Neo Kaolana®, Kanina®, Kaolimec®, Neo 

Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar®  

Attapulgit & 

pektin 

Diagit®, Entrogard®, Entrostop®, Licopec®, 

Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo 

Envios® 

Ekstrak daun 

jambu, kunyit, dsj 

Diapet®, Nodiar®, Fitodiar®, Anstrep®, Antrexol®, 

Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia®  

Loperamida 

(OBAT KERAS) 

Imodium®, Amerol®, Colidium®, Diadium®, 

Diasec®, Diaston®, Gradilex®, Imodan®, Imosa®, 

Inamid®, Lexadium®, Licodium®, Lodia®, 

Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®, 

Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®, 

Xepare®  

 

 

 

 


90 

 

 

 

Oralit, Penting Tapi Sering Dilupakan 

 

 Dalam kondisi normal, usus besar menyerap kembali cairan yang 

melewati saluran cerna. Pada saat diare, mekanisme ini terganggu sehingga 

cairan ikut terbuang bersama feses. 

 Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan elektrolit-elektrolit 

penting. Berkurangnya elektrolit-elektrolit penting, seperti natrium dan kalium, 

bisa menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi penting di dalam tubuh, misalnya 

detak jantung, tekanan darah, dan kontraksi otot. Inilah yang paling berbahaya, 

dan paling sering dilupakan. 

 Pada saat diare, penderita memang biasanya juga kehilangan nafsu 

makan. Ini kadang menyebabkan penderita merasa ingin muntah jika minum 

oralit. Untuk meminimalkan rasa mual, oralit tidak dianjurkan untuk diminum 

sekaligus satu gelas, tapi disesap sedikit demi sedikit. Dengan demikian, cairan 

bisa masuk pelan-pelan lewat lambung tanpa menyebabkan muntah. 

 Sebelum menyeduh oralit, pastikan serbuknya masih bisa mengalir 

dengan baik dari bungkusnya. Pasalnya, oralit terbuat dari garam dan glukosa. 

Keduanya termasuk bahan yang sangat mudah menyerap air (higroskopis). Jika 

tidak disimpan secara benar, serbuk oralit bisa menggumpal dan rusak di dalam 

kemasannya. Bila sudah menggumpal, oralit sebaiknya tidak digunakan lagi. 

Minum oralit yang telah rusak sama saja dengan “menyelesaikan masalah 

dengan masalah”. 

                  

 

 


91 

 

Kapan Harus ke Dokter? 

Diare bisa merupakan masalah ringan, bisa pula menjadi masalah 

berat. Kalau masalahnya sebab  makanan pedas atau susu, diare 

bisa berhenti dengan sendirinya. Tapi dalam beberapa kondisi, 

diare bisa menjadi masalah serius, dan penderita sebaiknya pergi 

ke dokter.  

Sebagai pedoman sederhana, pasien perlu ke dokter jika: 

 

Pasien dewasa Pasien bayi dan anak 

  Diare tidak sembuh dalam tiga 

hari. 

  Penderita mengalami dehidrasi, 

dengan tanda-tanda haus hebat, 

mulut dan kulit kering, tidak 

berkemih atau berkemih sangat 

sedikit, kesadaran berkurang. 

  Disertai nyeri di daerah perut atau 

dubur. 

  Ada darah di dalam tinja. 

  Demam lebih dari 39 C. 

 

  Disertai muntah atau demam di 

atas 39 C. 

  Popok harus diganti setiap kurang 

dari tiga jam. 

  Ada darah di dalam tinja. 

  Terus mengantuk, rewel, dan tidak 

responsif. 

  Perut dan pipinya cekung. 

  Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan 

tidak lekas hilang. 

 

 


92 

 

 

 

OBAT PERUT KEMBUNG 

 

 

Dalam bahasa medis, perut kembung disebut dengan 

dispepsia (indigestion). Bahasa awamnya “salah cerna”. Gejalanya 

perut terasa penuh, mual, kadang sampai disertai muntah serta 

nyeri dan perasaan terbakar di perut bagian atas. 

Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa dari cara makan 

yang salah, bisa pula dari jenis makanan yang sulit dicerna. Cara 

makan yang salah misalnya makan terlau banyak dalam tempo 

terlalu cepat. Adapun jenis makanan atau minuman yang bisa 

menyebabkan salah cerna misalnya makanan tinggi lemak dan 

tinggi protein, makanan yang belum matang, susu, makanan 

dengan bumbu pekat, minuman bersoda atau minuman tinggi 

kafein. 

Makanan tinggi serat pun bisa saja menjadi pemicu perut 

kembung sebab  serat termasuk bahan pangan yang tidak bisa 


93 

 

dicerna. Bahan makanan yang tidak bisa dicerna oleh enzim akan 

dicerna oleh bakteri, menghasilkan gas. Gas inilah yang 

menyebabkan perut terasa penuh. Pada sebagian pasien , sayur 

semacam kubis atau pare dalam jumlah wajar pun bisa sampai 

menyebabkan kembung. 

Kadang penyebabnya bukan dari makanan yang sulit 

dicerna, melainkan berasal dari ketidakmampuan organ cerna 

memproduksi enzim. Misalnya, sebagian kecil pasien  tidak bisa 

mencerna gula susu (laktosa). Jika minum susu, ia bisa mengalami 

kembung sampai diare. Untuk pasien  seperti ini, obat kembungnya 

hanyalah menghindari susu. Tidak perlu minum obat. 

Perut kembung bisa juga disebabkan oleh penyakit lain, 

seperti infeksi bakteri di saluran cerna, sakit mag, atau tukak (luka) 

lambung. Bisa juga disebabkan oleh kondisi kecemasan maupun 

akibat penggunaan obat-obat tertentu. 

Sebelum memutuskan minum obat, sebaiknya kita 

mengidentifikasi dulu penyebabnya secara tepat. Jika kita tahu 

penyebabnya, kita akan lebih mudah memilih obatnya.  

Jika penyebabnya yaitu  kebanyakan makan atau 

ketidakmampuan tubuh mencerna makanan, misalnya akibat 

terlalu banyak makan daging atau sumber lemak dan protein 

lainnya, kita bisa memilih obat bebas dari kategori suplemen 

enzim. Contoh merek dagang yang terkenal: Enzyplex®, 


94 

 

Vitazym®, dan Tripanzym®. Suplemen ini berisi enzim-enzim 

yang bisa membantu pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein. 

Jika penyebabnya yaitu  sakit mag, kita bisa mengobatinya 

dengan minum obat mag dan simetikon (penyerap gas). Jenis-jenis 

obat mag bisa dibaca di Bab Obat Mag. Jika penyebabnya yaitu  

infeksi bakteri, kita harus mengobati infeksinya lebih dulu. Jika 

obat yang kita minum tidak sesuai dengan penyebabnya, masalah 

kembung mungkin saja malah akan menjadi lebih parah. 

Sebagai contoh, jika penyebabnya yaitu  ketidakmampuan 

lambung mencerna protein, maka tentu akan sia-sia jika kita 

mengobatinya dengan obat mag. Begitu pula jika penyebabnya 

yaitu  sakit mag atau infeksi bakteri, suplemen enzim akan 

mubazir kita minum. 

Jika masalah kembung terjadi berulang-ulang dan tidak bisa 

diselesaikan dengan obat-obat bebas, lalu menjadi semakin parah, 

apalagi jika disertai dengan muntah atau diare, itu pertanda bahwa 

kita harus segera ke dokter. Kuncinya: jauhi penyebabnya lebih 

dulu. Jangan langsung diatasi dengan obat.  

Kelompok obat yang banyak digunakan dalam obat salah 

cerna antara lain: 

 

1. Enzim cerna 

Enzim yang sering digunakan di dalam obat salah cerna antara 

lain: pankreatin (berisi amilase, tripsin/protease, lipase), 


95 

 

bromelain, empedu sapi (di kemasan obat mungkin tertulis 

sebagai ox bile). Semua bahan ini termasuk golongan enzim 

cerna. Sebagian produk juga mengandung enzim dari 

tumbuhan, misalnya getah pepaya yang memang punya 

khasiat memecah protein. Semuanya termasuk kategori enzim 

cerna.  

 

2. Penyerap gas 

Contoh obat: simetikon/dimetilpolisiloksan. Fungsinya 

menyerap produksi gas berlebih yang menyebabkan perut 

terasa penuh. Obat ini juga banyak digunakan pada produk 

obat mag. Baca juga Bab Obat Mag.  

 

3. Probiotik (bakteri baik) 

Makanan yang tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan 

pertumbuhan bakteri jahat (patogen). Bakteri baik 

(nonpatogen) dari obat probiotik berfungsi menekan 

pertumbuhan bakteri jahat ini. Contoh bakteri: Lactobacillus 

acidophilus, bifidobacteria, dan sejenisnya.  

 

 

 

 

 


96 

 

Obat  Contoh merek dagang 

Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®, 

Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®, 

Pankreon Comp®, Pankreon For Children®  

Enzim cerna & 

penyerap gas 

Enzyplex®, Berzymplex®, Decazym®, Elsazym®, 

Flazymec®, Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®, 

Vitazym®, Xepazym®  

Bakteri baik  Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac Probiotic 

Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®, 

Protexin®, Rillus®, Synbio® 

 


97 

 

 

 

OBAT SEMBELIT 

 

 

“Huh, sebel, udah beberapa hari gak BAB, perutku jadi gak 

nyaman. sebab  itu aku minum dua tablet ********® saat malam. 

Efektif tanpa mulas berlebihan.” (Iklan teve) 

Tak ada yang salah dengan iklan di atas. Iklan memang 

harus menggoda pemirsa teve untuk membeli. Kalau tidak 

menggoda, tentu bukan iklan namanya. Iklan memang harus 

persuasif: Kapan pun Anda mengalami susah buang air besar atau 

sembelit, belilah obat ini. Minum dua tablet di malam hari, maka di pagi 

harinya saat Anda bangun tidur, masalah Anda akan selesai. 

Tapi apakah benar masalah akan selesai? Untuk jangka 

pendek, mungkin ya. Namun, untuk jangka panjang, rasanya 

tidak. Justru mungkin sebaliknya. Sebab, obat sembelit sebetulnya 

hanya merupakan pertolongan pertama, tidak boleh digunakan 

berkali-kali, apalagi dalam jangka panjang. Ini berlaku untuk 


98 

 

hampir semua obat sembelit. Pengobatan sembelit yang utama 

bukanlah obat dari apotek tapi perubahan gaya hidup.  

Sembelit—istilah medisnya konstipasi—pada umumnya 

berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Idealnya, kita buang air 

besar (BAB) setiap hari. Namun, ini tidak bisa dijadikan patokan 

umum untuk semua pasien . Sebagian pasien  memang memiliki 

jadwal BAB rutin setiap pagi. Sebagian pasien  tidak memiliki 

jadwal rutin. Kadang hanya dua hari sekali. Sekalipun tidak rutin 

dan tidak setiap hari, kondisi ini tidak bisa disebut sebagai 

sembelit.  

Sebagai ukuran gampang, pasien   dikatakan mengalami 

konstipasi jika dalam seminggu ia hanya BAB dua kali atau 

kurang; tinjanya keras, sampai harus mengejan kuat saat BAB. 

Penyebab sembelit yang paling umum, antara lain: 

 

1. Kurang bergerak  

Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita 

jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak 

sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus 

besar.  

Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging, 

bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari 

rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau 


99 

 

membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik 

yang bisa merangsang gerakan usus. 

 

2. Kurang serat dan cairan 

Serat dan cairan diperlukan oleh usus untuk membentuk feses 

yang lembek dan mudah dikeluarkan. Jika pasien   

kekurangan keduanya, feses menjadi keras dan susah 

dikeluarkan. 

 

3. Perubahan hormonal 

Ini misalnya terjadi pada ibu hamil. Selain akibat perubahan 

hormonal, sembelit pada ibu hamil bisa juga terjadi sebab  

usus ditekan oleh kandungan yang membesar. Perubahan 

hormonal tubuh saat mengalami stres dan depresi juga bisa 

memicu sembelit. 

 

4. Kebiasaan menunda BAB 

Kebiasaan menahan keinginan BAB akan menyebabkan feses 

tertahan di usus besar lalu volumenya membesar dan menjadi 

kering sehingga memblokade jalan di usus besar. Akibatnya 

“antrean” feses akan akan lebih lama tertahan di sana. Selain 

itu, kebiasaan menunda jadwal ke belakang juga bisa 

membuat usus besar menjadi malas bergerak sehingga bisa 

menyebabkan sembelit. 

 


100 

 

 

5. Pemakaian obat tertentu 

Contoh, obat penenang. Obat ini biasa diresepkan untuk 

pasien yang mengalami kecemasan. Bukan hanya obat 

penenang, obat antisembelit pun bisa menyebabkan sembelit 

jika dipakai terlalu sering. Kok bisa?  

Obat antisembelit (istilah awamnya, pencahar) merangsang 

usus besar bergerak mendorong feses keluar. Jika 

pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam 

waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan 

malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah 

sebabnya, obat antisembelit sebaiknya hanya digunakan 

sebagai pertolongan pertama. 

 

6. Kondisi sakit tertentu 

Sembelit pada umumnya tidak berbahaya, tapi ada kalanya ia 

merupakan gejala dari penyakit lain yang serius, misalnya 

penyumbatan pada usus, tumor usus, dan sebagainya. 

 

7. Makanan tertentu 

Pada bayi, misalnya, jenis susu formula tertentu bisa 

menyebabkan sembelit. Perubahan makanan dari ASI ke 

makanan padat juga bisa menyebabkan sembelit. Banyak 

makan buah yang rasanya kelat (misalnya salak yang rasanya 

sepat, pisang yang belum cukup matang), atau minum teh 


101 

 

kental yang sepat juga bisa menyebabkan sembelit. Rasa sepat 

pada buah atau daun berasal dari komponen tanin yang 

dalam jumlah banyak bisa menyebabkan konstipasi. Tanin 

merupakan salah satu komponen utama ekstrak daun jambu 

biji yang punya khasiat antidiare yang membuat feses lebih 

padat dan tidak gampang keluar.  

 

Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar 

akar masalah sembelit berasal dari pola hidup, dan sebab  itu 

tentunya masalah ini bisa diselesaikan dengan perubahan pola 

hidup. Bila kita sudah berusaha menyelesaikannya dengan 

perubahan pola hidup tapi tetap tak ada hasilnya, kita harus 

berkonsultasi ke dokter. 

Sekalipun bukan tergolong masalah serius, konstipasi harus 

segera diatasi. Jika tidak, ia bisa bekembang menjadi wasir 

(ambien) atau infeksi anus. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, 

sembelit juga bisa meningkatkan risiko kanker usus besar (kolon). 

Agar kita terbebas dari sembelit, tentu saja kita harus 

menjauhi penyebabnya, dengan cara: 

 

  Konsumsi cukup serat 

Serat merupakan “nutrisi” penting yang sering terlupakan di 

dalam gaya hidup modern. Sumber serat terpenting yaitu  

buah dan sayur. Secara umum, kita dianjurkan mengonsumsi 


102 

 

serat minimal 25 gram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan 

3–5 porsi buah atau sayur. Satu buah apel, satu buah mangga, 

seiris pepaya, seiris semangka, semangkuk sayur bayam, dan 

sebagainya bisa dihitung masing-masing sebagai satu porsi.  

Jika kita awalnya termasuk pasien  yang tidak begitu suka 

makan buah dan sayur, peningkatan konsumsi sebaiknya 

dilakukan pelan-pelan, tidak sekaligus. Sebab, jika kita tiba-

tiba makan sayur dan buah dalam jumlah banyak, hal ini 

mungkin akan menyebabkan masalah timbulnya gas 

berlebihan di dalam usus.  

 

  Minum cukup air 

Sama seperti serat, fungsi air dalam hal ini juga untuk 

mencegah sembelit. Dalam sehari, kita dianjurkan minum air 

1,5–2 liter. Jumlah ini termasuk air minum, kuah sayur, dan 

air yang ada di dalam buah yang kita makan. Minum air 

hangat pada pagi hari juga bisa mempermudah BAB.   

 

  Biasakan aktif bergerak 

Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita 

jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak 

sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus 

besar dan menyebabkan sembelit. Sekali lagi, aktivitas fisik 

antisembelit tak terbatas pada olahraga seperti joging, 


103 

 

bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari 

rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau 

membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik 

yang bisa merangsang gerakan usus.  

 

  Biasakan “ke belakang” dengan jadwal rutin 

Paling gampang, biasakan BAB di pagi hari. Jangan suka 

menunda-nunda keinginan BAB. Jika BAB biasa ditunda, ini 

akan meningkatkan risiko kemungkinan konstipasi.  

 

  Sebisa mungkin hindari pencahar 

Jangan biasakan menyelesaikan masalah sembelit dengan 

langsung minum antisembelit yang kini banyak dijual bebas 

dan banyak diiklankan di teve. Obat antisembelit memang bisa 

menyembuhkan gangguan konstipasi. Tapi efeknya hanya 

sesaat. Boleh dipakai tapi hanya sesekali.  

Dalam jangka panjang, obat ini justru bisa membuat 

sembelit menjadi kronis jika tidak diatasi dengan perubahan 

pola hidup. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-

terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami 

ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh 

obat. Itulah sebabnya, obat pencahar sebaiknya hanya 

digunakan sebagai pertolongan pertama. 

 


104 

 

Jika kita sudah melakukan semua tindakan pencegahan di 

atas dan masih saja sembelit, kita bisa minta bantuan kepada obat-

obatan. Di apotek tersedia beberapa macam obat antisembelit. 

Sebagian bisa dibeli bebas, sebagian lainnya harus dengan resep 

dokter. 

Penulisan golongan obat di bawah ini berdasarkan urutan 

dari yang paling aman sampai yang paling banyak efek 

sampingnya. 

 

  Suplemen serat 

Ini sebetulnya bukan termasuk obat. Produk ini banyak dijual 

bebas, bahkan di toko-toko. Ini pilihan paling aman—

dibandingkan kelompok obat di bawah. Penggunaan suplemen 

ini tidak menimbulkan ketergantungan, bisa digunakan 

berkali-kali.  

Meski begitu, tetap perlu diingat bahwa tidak ada satu pun 

produk obat dan suplemen yang 100% aman. Suplemen serat 

memang relatif aman tapi pola penggunaannya tetap harus 

diperhatikan. Konsumsi serat ini harus disertai dengan banyak 

minum air putih. Kalau kita minum suplemen serat tapi 

kurang minum, serat ini justru bisa menimbulkan 

penyumbatan di usus.  

Suplemen ini sebetulnya lebih tepat digunakan untuk 

pencegahan. Jika kita sudah mengalami sembelit parah 


105 

 

berhari-hari, minum suplemen mungkin tidak sanggup 

mengatasinya.  

Yang tak boleh dilupakan—ini yang paling penting—serat 

dari buah dan sayur jauh lebih baik dibandingkan  serat suplemen. 

Jika kita mengonsumsi buah dan sayur, kita tak hanya 

mendapatkan serat tapi juga vitamin, mineral, antioksidan, 

dan berbagai nutrisi lainnya.  

 

  Pelicin dan pelunak 

Obat jenis ini bisa menjadi pilihan jika suplemen serat tidak 

sanggup mengatasinya. Contoh obat golongan ini: natrium 

laurilsulfoasetat, dokusat (dioktil sulfosuksinat), parafin cair, 

gli