Senin, 13 Juli 2026

buku obat 4

 


ya, saat minum obat yang mengandung 

antihistamin, kita sebaiknya tidak mengendarai kendaraan 

bermotor sebab  obat ini bisa menyebabkan kantuk dan 

mengurangi kemampuan berkonsentrasi. Efek samping ini 

sebetulnya tidak buruk sebab  dengan begitu kita akan 

beristirahat dan memberi kesempatan kepada tubuh untuk 

menyehatkan diri.  

Namun, tidak semua antihistamin menyebabkan kantuk. 

Sebagian obat generasi baru, misalnya loratadin, desloratadin, 

setirizin, dan feksofenadin tidak menyebabkan kantuk berat. 

Efek kantuknya mungkin tetap ada tapi sangat kecil. Anda bisa 

memintanya kepada dokter jika memang Anda sedang 

beraktivitas penting dan tidak boleh mengantuk. 

 

Obat Contoh merek dagang 

CTM Cohistan®, Dehista®,Orphen®, Pehachlor®  

Deksklorfenira

min maleat 

Polaramine®, Histaklor®  

Feniramin 

maleat 

Avil® 

Difenhidramin Arcodryl®, Otede®, Recodryl®, Valdres®  


159 

 

Siproheptadin Apeton®, Ennamax®, Glocyp®, Heptasan®, 

Lexahist®, Poncohist®, Prohessen®  

Mebhidrolin Gabiten®, Histapan®, Interhistin®, Tralgi® 

Loratadin  Claritin® , Alernitis®, Allerhis®, Allohex®, 

Alloris®, Clarihis®, Clatatin®, Cronitin®, 

Dayhist®, Folerin®, Gradine®, Imunex®, 

Inclarin®, Inversyn®, Klinset®, Lesidas®, 

Logista®, Lolergi®, Loran®, Lorihis®, 

Nosedin®, Nufalora®, Pylor®, Rahistin®, 

Rihest®, Sohotin®, Soneryl®, Tinnic®, 

Urtilar®, Winatin®, Xepalodin®  

Desloratadin  Aerius®  

Setirizin Incidal-OD®, Betarhin®, Cerini®, Cetinal®, 

Cetrixal®, Cetrol®, Cetymin®, Estin®, 

Falergi®, Intrizin®, Histrine®, Lerzin®, 

Nichorizin FM®, Ozen®, Rinocet®, Risina®, 

Ritez®, Rozine®, Rybest®, Rydian®, Ryvel®, 

Ryzen®, Ryzicor®, Ryzo®, Tiriz®, Zenriz®  

Levosetirizin Xyzal® 

Feksofenadin Telfast 30®, Telfast OD/Telfast HD®  

 

 


160 

 

2. Kortikosteroid 

Ini bukan obat bebas. Tapi pasien perlu mengetahuinya sebab  

sering diresepkan oleh dokter. Di negara kita  obat ini juga 

kadang digunakan oleh pasien  awam secara serampangan 

(bebas-tapi-salah).  

Kortikosteroid bekerja dengan cara menekan sistem daya 

tahan tubuh sehingga sistem imun ini tidak bereaksi kepada 

alergen (bahan penyebab alergi). Jadi, sebetulnya cara kerja 

obat ini justru menekan kesehatan. Ibaratnya, obat ini 

melumpuhkan “pasukan” yang menjaga kesehatan tubuh kita.   

sebab  cara kerjanya yang justru menekan daya tahan 

tubuh, obat ini harus digunakan secara sangat hati-hati. Untuk 

obat alergi, obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat 

golongan antihistamin. Baca juga Bab Kortikosteroid.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Kortikosteroid 

antihistamin 

Celestamine®, Alegi®, Alerdex®, 

Celestik®, Colergis®, Cortamine®, 

Dextaco®, Dextafen®, Dextamine®, 

Domesone®, Gratamin®, Ocuson®, 

Lorson®, Meclovel®, Nilacelin®, 

Pritacort®, Proxona®, Soldextam®, 

Trodex®, Zestam® 


161 

 

 

Semua obat di atas hanya bekerja sebagai pertolongan 

pertama yang menghilangkan gejala. Untuk mencegah 

terulangnya alergi, kita harus mengetahui dengan tepat 

penyebabnya lalu sebisa mungkin menjauhinya.  

Alergi termasuk salah satu masalah yang sering terjadi pada 

anak-anak. Anak yang lahir dari pasien tua yang punya riwayat 

alergi biasanya punya kemungkinan lebih besar 

berkecenderungan alergi.  

Alergi pada anak tidak selalu sama dengan alergi pada 

pasien tuanya. Misalnya, si bapak alergi terhadap seafood, bisa 

saja anaknya tidak alergi terhadap seafood tapi alergi terhadap 

telur atau kacang. Peluang alergi makin besar pada anak-anak 

yang tidak memperoleh ASI eksklusif. Oleh sebab itu, untuk 

mencegah alergi pada anak, pasien tua amat sangat disarankan 

untuk memberi ASI, terutama di usia bayi enam bulan 

pertama sampai dua tahun. 

 



 

KORTIKOSTEROID 

 

 

Di negara kita , kortikosteroid merupakan salah satu golongan 

obat yang banyak digunakan secara salah (misused), juga 

disalahgunakan (abused). Itu sebabnya obat ini perlu dibahas 

secara khusus. Contoh dari kortikosteroid yaitu  deksametason, 

kortison, hidrokortison, prednison, prednisolon, metil 

prednisolon. 

Obat ini sebetulnya bukan termasuk golongan obat bebas. 

Namun, faktanya kita bisa mendapatkan obat ini dengan mudah, 

tidak hanya di apotek, tapi juga toko obat, bahkan di penjual 

jamu. Banyak jamu yang secara sengaja dioplos dengan 

kortikosteroid agar lebih mujarab dan cespleng. 


163 

 

Di negara kita , kortikosteroid dijuluki “obat dewa” sebab  

khasiatnya yang luas, bisa menghilangkan gejala bermacam-

macam penyakit, mulai dari asma, nyeri, rematik, sakit mata, 

hingga alergi dan sakit kulit. 

Di dalam tubuh, kortikosteroid bisa mengurangi radang 

(inflamasi). Itu sebabnya obat ini bisa menghilangkan gejala 

penyakit yang disertai peradangan, misalnya nyeri, rematik, dan 

asma. 

Kortikosteroid juga bisa menekan sistem imun (daya tahan) 

tubuh. Itu sebabnya obat ini juga bisa menghilangkan gejala 

penyakit-penyakit akibat reaksi imun, misalnya alergi. 

Namun, di samping berbagai manfaat di atas, kortikosteroid 

juga memiliki banyak mudarat. Jika diminum setiap hari, dalam 

tempo seminggu saja pemakaian obat ini bisa menimbulkan efek 

samping antara lain tekanan darah naik, kaki bengkak, glaukoma 

(hipertensi di mata), hingga kenaikan berat badan. Efek samping 

yang terakhir ini sering dimanfaatkan oleh pembuat jamu oplosan 

untuk meracik obat penambah nafsu makan dan peningkat berat 

badan, misalnya buat anak yang kurus. 

Jika digunakan dalam jangka panjang, misalnya sampai 

berbulan-bulan, efek buruknya lebih banyak lagi. Mulai dari risiko 

gangguan penglihatan, hipertensi, daya tahan tubuh rendah 

(membuat peminumnya jadi mudah sakit dan gampang terinfeksi), 


164 

 

tulang keropos (osteoporosis), tukak (luka) lambung, gangguan 

siklus menstruasi, dan masih banyak lagi. 

sebab  banyaknya efek buruk ini, sebaiknya kita tidak 

memakai nya secara bebas sekalipun faktanya kita bisa 

mendapatkannya dengan mudah. Penggunaannya harus sangat 

hati-hati, dan dosisnya harus benar-benar tepat. Jika digunakan 

dalam jangka panjang, penghentiannya juga harus dilakukan 

secara gradual dengan cara menurunkan dosisnya sedikit demi 

sedikit. Jadi, tidak boleh dihentikan begitu saja. Hal-hal semacam 

ini tentu sulit dilakukan oleh pasien  awam kalau tidak di bawah 

pengawasan dokter dan apoteker. 

 

Ada di Mana-mana 

Selain banyak terdapat di dalam obat minum, kortikosteroid juga 

banyak digunakan di dalam berbagai bentuk, misalnya: 

  Obat semprot hidung atau obat hirup. Khasiatnya 

untuk melegakan hidung tersumbat, mengatasi hidung 

meler, juga untuk mengatasi asma. Contoh obat: 

mometason, budesonida, triamsinolon, dan 

beklometason. 

  Obat mata, untuk meredakan iritasi mata akibat alergi. 

Misalnya deksametason, fluorometolon, dan 

prednisolon. 


165 

 

  Obat kulit dalam bentuk krim atau salep, untuk 

mengatasi gejala iritasi, eksim, gatal-gatal di kulit, dan 

alergi. Misalnya hidrokortison, betametason, dan 

triamsinolon. Yang disebut terakhir ini juga biasa 

digunakan di dalam obat sariawan.  

 

Semua obat yang mengandung kortikosteroid harus 

digunakan dengan hati-hati di bawah pengawasan dokter dan 

apoteker.  


166 

 

 

18 

 

OBAT HIPERTENSI 

 

 

 

Di negara kita , penyakit yang oleh pasien -pasien  tua zaman 

dulu disebut bludrek ini termasuk salah satu masalah kesehatan 

yang banyak terjadi tapi tidak disadari. Menurut riset Kementerian 

Kesehatan, sekitar 30% pasien  dewasa memiliki tekanan darah di 

atas normal. 

Yang lebih mengejutkan lagi, tiga perempat dari mereka 

yang menderita hipertensi tidak menyadarinya. Dengan kata lain, 

banyak dari kita yang sudah memiliki hipertensi tapi 

mengabaikannya. Ini terjadi sebab  hipertensi stadium awal 

umumnya memang tidak menimbulkan gejala sakit yang jelas. 

Gejalanya baru akan terasa jelas saat stadiumnya sudah lanjut. 


167 

 

Tinggi rendahnya tekanan darah ditentukan oleh dua hal, 

yaitu volume darah dan kelenturan pembuluh darah. Pada pasien  

sehat, pembuluh darah seperti selang elastis yang diameternya 

mudah menyesuaikan diri dengan volume darah. Tapi pada 

sebagian pasien , elastisitas pembuluh darah ini menurun, misalnya 

akibat lapisan kerak kolesterol yang melekat selama bertahun-

tahun.  

sebab  dinding tidak lagi elastis, tekanan cairan darah yang 

melewatinya pun menjadi lebih tinggi. Apalagi jika jumlah cairan 

darahnya lebih banyak. Kondisi inilah yang disebut tekanan darah 

tinggi. 

Tekanan darah dinyatakan dengan satuan mmHg, dalam 

dua angka yang dipisah oleh tanda garis miring, misalnya 120/80. 

Angka pertama menyatakan tekanan saat jantung memompa 

darah. Angka kedua menyatakan tekanan ketika jantung berhenti 

sesaat sebelum memompa darah lagi. Tekanan darah yang sehat 

berkisar di angka 120/80. 

Jika tekanan darah pasien   mencapai 140/90, kondisi itu 

sudah bisa disebut hipertensi. Pada stadium awal, tekanan darah 

sebesar ini mungkin tidak menimbulkan masalah kesehatan apa-

apa. Itu sebabnya banyak pasien  tidak menyadarinya.  

Jika dibiarkan saja tanpa perubahan pola hidup, hipertensi 

ini bisa menjadi lebih parah. Gejala awal biasanya berupa 

seringnya sakit kepala, pusing, dan vertigo (pusing tujuh keliling). 


 

Kalau tahapnya sudah kronis, hipertensi bisa menyebabkan 

gangguan fungsi ginjal, payah jantung, hingga serangan jantung 

atau stroke. 

Sampai sekarang, ilmu kedokteran modern masih 

menganggap hipertensi sebagai penyakit yang BELUM BISA 

disembuhkan. Ini memang kabar buruk. Tapi kabar baiknya, 

penyakit ini bisa dikendalikan dengan baik sehingga penderitanya 

bisa hidup sehat walafiat. Caranya dengan menerapkan pola hidup 

sehat, pola makan sehat, dan olahraga teratur.  

Bila hipertensinya cukup parah, selain harus menerapkan 

pola hidup di atas, pasien juga harus minum obat... seumur hidup! 

Seumur hidup? Ya, sepanjang hayat dikandung badan. Memang 

seperti inilah faktanya—jika kita bicara dengan kacamata medis. 

sebab  itu, dalam ilmu medis, istilah “mengobati” 

hipertensi tidak berarti menyembuhkannya tapi hanya 

mengendalikan tekanan darah. Dan yang disebut sebagai “obat 

hipertensi” itu bukanlah obat yang menyembuhkan darah tinggi, 

yang diminum beberapa kali lalu penyakit sembuh.  

Obat hipertensi hanya mengendalikan tekanan darah. 

Penyakit hipertensinya sendiri tidak lantas sembuh. sebab  itu, 

obat harus diminum terus-menerus. Ini poin penting yang harus 

disadari oleh penderita.  

Minum obat seumur hidup mungkin terdengar seperti berita 

buruk. Akan namun , dibandingkan  terpaku pada sisi buruknya, kita bisa 


169 

 

melihat berita baiknya, yaitu bahwa penyakit ini bisa dikendalikan 

sehingga kita bisa hidup sehat, segar bugar sampai usia lanjut. 

Sekali lagi, yang dibicarakan di sini yaitu  standar dalam 

ilmu kedokteran modern. Kalau kita bicara dengan standar lain, 

katakanlah ilmu pengobatan tradisional, mungkin saja kita akan 

mendapat pendapat yang berbeda.  

Banyak herbalis, sinse, tabib, dan ahli-ahli pengobatan 

tradisional percaya bahwa penyakit darah tinggi bisa disembuhkan 

dengan minum obat tradisional tertentu. Tentu saja kita akan sulit 

membandingkan kedua pendapat ini sebab  memang keduanya 

memakai  falsafah yang berbeda dalam menguji kebenaran 

sebuah klaim. Kacamata dokter berbeda dengan kacamata yang 

digunakan para ahli pengobatan tradisional itu.  

Mungkin timbul pertanyaan: apakah tidak berbahaya 

minum obat terus-menerus sepanjang hidup? Bukankah kita 

dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari konsumsi obat? 

Lagi-lagi, jawaban pertanyaan ini yaitu  bahwa konsumsi obat 

didasarkan pada pertimbangan antara manfaat dan mudarat. 

Jika kita minum obat terus-menerus, mungkin kita akan 

terkena efek sampingnya. Tapi jika kita tidak minum obat, 

mudaratnya dalam jangka panjang akan jauh lebih besar lagi. Jika 

tidak dikendalikan, hipertensi justru akan menimbulkan 

komplikasi gangguan ginjal, hingga kemungkinan serangan 


 

jantung dan stroke. Artinya, manfaat minum obat jauh lebih besar 

dibandingkan  mudaratnya. 

Oleh sebab  hipertensi masih belum bisa disembuhkan, cara 

terbaik menjauhi “kutukan” minum obat sepanjang hayat yaitu  

dengan mencegahnya. Mungkin terdengar klise, tapi memang 

inilah satu-satunya cara. 

Dalam stadium awal, hipertensi mungkin tidak 

menimbulkan gejala sama sekali. Ini bisa membuat penderita tidak 

menyadari bahwa tekanan darahnya sudah bermasalah. Itu 

sebabnya kita sangat dianjurkan untuk rajin memantau tekanan 

darah kita walaupun tidak merasakan gejala sakit apa-apa. Dengan 

begitu, kalaupun kita mengalami hipertensi, kita bisa 

mengetahuinya secara dini sehingga terhindar dari komplikasi 

yang berbahaya. 

Hipertensi memang gabungan antara kabar buruk dan kabar 

baik. Kabar buruknya, penyakit ini sering diderita tanpa disadari. 

Tapi kabar baiknya, ia mudah dideteksi secara dini. 

Pemeriksaan tekanan darah yang paling baik yaitu  ketika 

kita dalam keadaan santai, seperti ketika kita berada di rumah. 

Saat kita berada di ruang dokter, sebagian dari kita kadang merasa 

sedikit grogi atau sedikit terengah-engah sesudah  berjalan. Kondisi 

ini bisa menyebabkan tekanan darah kita sedikit naik sehingga 

angka yang dihasilkan pun mungkin kurang akurat.  


 

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan 

menderita darah tinggi, antara lain: 

 

  Usia 

Makin tua pasien  , makin berkurang elastisitas pembuluh 

darahnya. Hampir semua pasien  lansia memang mengalami 

hipertensi sekalipun mungkin derajatnya berbeda-beda. Pada 

kaum hawa, kondisi hipertensi biasanya mulai muncul sesudah  

menopause (mati haid).   

 

  Keturunan 

Faktor nasib ini jelas tidak bisa diapa-apakan. Namun, ini 

tidak berarti bahwa anak penderita hipertensi PASTI akan 

menderita hipertensi. Hanya saja, peluangnya memang lebih 

besar. Dengan pengendalian pola hidup yang baik, bakat 

hipertensi ini bisa ditekan sehingga tidak muncul.  

 

  Konsumsi garam tinggi 

Kandungan utama garam yaitu  mineral natrium (dalam 

bahasa Inggris disebut sodium). Mineral ini akan menyebabkan 

air tertahan di pembuluh darah. Makin banyak garam yang 

kita makan, makin besar volume cairan darah di pembuluh, 

sehingga makin tinggi pula tekanannya. 

 


172 

 

  Kegemukan 

Makin gemuk pasien  , makin banyak darah yang 

dibutuhkan untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke jaringan-

jaringan lemak penyebat kegendutan itu. Akibatnya, volume 

darah yang mengalir di pembuluh pun makin besar sehingga 

tekanannya pun makin tinggi.  

Diperkirakan, penambahan berat badan 1 kg di atas berat 

badan ideal bisa meningkatkan tekanan darah sekitar 1 

mmHg. Jadi, semakin gemuk pasien  , semakin besar 

kemungkinannya terkena hipertensi. 

 

  Kurang aktif 

Pada pasien  yang kurang bergerak dan jarang berolahraga, 

detak jantungnya cenderung lebih cepat dengan tekanan yang 

lebih tinggi sehingga tekanan darahnya pun cenderung lebih 

tinggi. 

 

  Kebiasaan merokok 

Di dalam asap rokok terdapat banyak sekali senyawa toksik. 

Selain bisa meningkatkan kemungkinan berbagai jenis 

penyakit, sebagian toksin itu bisa mempercepat kerusakan 

pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh 

pun lebih cepat berkurang. 


173 

 

 

  Sering stres 

Kondisi stres bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah 

sesaat. Saat stres reda, tekanan darah kembali normal. Akan 

namun  jika stres berlangsung lama dan berulang-ulang, kondisi 

tekanan darah tinggi yang temporer ini bisa menjadi 

permanen. Apalagi jika penderita melampiaskan rasa “galau” 

dengan cara banyak makan, banyak begadang, dan merokok, 

maka risiko hipertensi permanen bisa menjadi berlipat-lipat.  

 

  Kurang tidur 

Sama seperti stres, kondisi kurang tidur juga bisa 

menyebabkan kenaikan tekanan darah yang sementara. 

Tekanan darah akan kembali normal ketika kita kembali 

beristirahat dengan cukup. Namun, jika kondisi kurang tidur 

berlangsung kronis, kondisi tekanan darah tinggi yang 

sementara tadi bisa berubah menjadi permanen. 

 

  Kehamilan 

Kondisi hamil kadang bisa menyebabkan hipertensi yang 

biasanya dikenal dengan preeklamsia. Hipertensi jenis ini 

berbahaya bagi janin tapi biasanya akan sembuh dengan 

sendirinya sesudah  si ibu melahirkan. 


174 

 

 

  Konsumsi obat tertentu 

Sebagian obat jika dikonsumsi dalam jangka lama mungkin 

bisa menyebabkan hipertensi, misalnya sebagian pil KB, 

sebagian obat flu dan obat migrain. Baca juga Bab Pil KB, juga 

Bab PPA dan Pelega Hidung.  

 

  Penyakit lain 

Beberapa jenis penyakit bisa meningkatkan risiko pasien   

menderita hipertensi, seperti diabetes, gangguan fungsi ginjal, 

dan tinggi kolesterol. 

 

Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar 

penyebab hipertensi yaitu  faktor-faktor yang bisa dikendalikan. 

Memang ada faktor yang tidak bisa diapa-apakan seperti usia dan 

keturunan, tapi sebagian besar lainnya yaitu  faktor-faktor yang 

bisa diubah. 

 

Jenis Obat Hipertensi 

Obat hipertensi termasuk kelompok obat resep. Sebaiknya pasien 

tidak melakukan pengobatan sendiri. Salah satu alasannya, sering 

kali obat hipertensi lebih efektif diberikan dalam bentuk kombinasi 

dua macam obat. Dosisnya pun harus benar-benar sesuai 


175 

 

kebutuhan. Penentuan jenis dan dosis obat tentu membutuhkan 

keahlian dokter.      

Di pasar terdapat banyak sekali jenis obat hipertensi. Kalau 

diringkas, sebagian besar obat ini bekerja lewat salah satu dari dua 

cara, yaitu mengurangi volume cairan darah atau membuat 

pembuluh darah lebih longgar. Kadang satu jenis obat saja tidak 

efektif. Dalam kondisi itu, dokter mungkin meresepkan lebih dari 

satu jenis obat. 

 

1. Mengurangi cairan darah 

Obat jenis ini biasa disebut “diuretik”. Ini istilah untuk obat 

yang membuat kita sering buang air kecil. (Akhiran “-uretik” 

berasal dari kata yang sama dengan urine alias air seni.) Pada 

saat kita kencing, tubuh mengeluarkan air dan natrium 

(garam) sehingga cairan di dalam pembuluh darah pun 

berkurang. sebab  volume cairan darah berkurang, otomatis 

tekanan darah pun ikut berkurang.   

 

Obat Contoh merek dagang 

Furosemid 

 

Lasix®, Farsix®,  Classic®, Diuvar®, 

Edemin®, Furosix®, Gralixa®, 

Impugan®, Laveric®, Naclex®, 

Roxemid®, Silax®, Uresix® 


176 

 

Sprinolakton  Aldactone®, Carpiaton®, Letonal®, 

Spirola®, Spirolacton®  

Hidrokolorotiazid/ 

HCT/hydrochlorothiazide 

(Biasanya dikombinasikan 

dengan jenis obat 

hipertensi golongan lain) 

Blopress Plus®, Co-Diovan®, Co-

Irvebal®, CoAprovel®, Lodoz®, 

Lorinid Mite®, Micardis Plus®, 

Olmetec Plus®, Rasilez HCT® 

 

 

Selain obat-obat di atas, masih ada banyak lagi jenis obat 

golongan diuretik, misalnya amilorid, klortalidon, dan 

beberapa lagi. sebab  obat-obat ini akan merangsang 

produksi air kemih, kita tidak disarankan meminumnya 

menjelang tidur kalau tidak ingin sering terbangun sebab  

kebelet pipis. 

 

2. Melonggarkan pembuluh darah dan menurunkan 

kekuatan jantung dalam memompa darah 

Di kelompok ini terdapat banyak sekali jenis obatnya, antara 

lain: 

 

Obat Merek dagang 

Atenolol Tenormin®, Betablok®, Hiblok®,  Internolol®, 

Farnormin®, Lotenac®, Nif-Ten®, Tenblok®, Tenoret®, 


177 

 

Zumablok®, Tensinorm® 

Propanolol Inderal®, Farmadral® 

Asebutolol Sectral®, Sectrazide® 

Metoprolol Seloken, ®, Lopresor®, Loprolol® 

Bisoprolol Concor®, Lodoz®, B-Beta®, Beta One®, Biscor®, 

Hapsen®, Maintate® 

Karvedilol Dilbloc®, Blorec®, Carbloxal®, V-Bloc® 

Kaptopril Capoten®, Acendril®, Acepress®, Capozide®, 

Captensin®, Casipril®, Dexacap®, Farmoten®, Forten®, 

Inapril®, Locap®, Lotensin®, Metopril®, Otoryl®, 

Praten®, Scantensin®, Tensicap®, Tensobon®, Tenovax®, 

Tensobon®, Vapril® 

Enalapril Meipril®, Renacardon®, Tenaten®, Tenace®, Tenazide® 

Ramipril Triatec®, Cardace®, Decaparil®, Hyperil®, Ramixal®, 

Redutens®, Vivace®, Tenapril® 

Lisinopril Zestoretic®, Inhitril®, Interpril®, Linoxal®, Noperten®, 

Nopril®, Odace®, Tensinop®, Tensiphar®, Zestril® 

Losartan Cozaar®, Acetensa®, Angioten®, Hyzaar®, Insaar®, 

Kaftensar®, Koinsar®, Lifezar®, Sartaxal®, Tensaar® 

Irbesartan Aprovel®, Co-Irvebal®, CoAprovel®, Elzar®, Fritens®, 

Irbedox®, Iretensa®, Irtan®, Irtan Plus®, Irvell® 

Kandesartan Blopress®, Blopress Plus®, Canderin® 

Telmisartan Micardis®, Micardis Plus® 

Valsartan Co-Diovan®, Diovan®, Exforge® 


178 

 

Amlodipin Norvask®, A-B Vask®, Actapin®, Amcor®, Amdixal®, 

Amlocor®, Amlogrix®, Caduet®, Calsivas®, Cardicap®, 

Cardisan®, Cardivask®, Comdipin®, Coveram®, 

Divask®, Dovask®, Ertensi®, Ethivask®, Exforge®, 

Fulopin®, Gensia®, Gracivask®, Gravask®, Hexavask®, 

Intervask®, Lodipas®, Lopiten®, Lovask®, Normetec®, 

Normoten®, Pehavask®, Provask®, Sandovask®, 

Stamotens®, Tensivask®, Theravask®, Twynsta®, 

Vasgard®, Zevask® 

Dan masih amat banyak lagi. 

 

Saat minum obat hipertensi, kita mungkin akan mengalami 

efek sampingnya, misalnya batuk, diare, sembelit, sakit kepala, 

atau lainnya. Efek samping ini biasanya akan hilang. Meski begitu, 

sebaiknya konsultasikan ke dokter jika kita mengalaminya. 

Mungkin saja resep perlu diganti atau dosisnya perlu dikurangi. 

 

Obat Tradisional Antihipertensi 

Di negara kita , terdapat banyak sekali obat tradisional yang 

dipercaya bisa mengobati darah tinggi. Sebagian besar yaitu  

obat-obat herbal. Banyak pasien hipertensi yang 

memakai nya, bahkan kadang mengonsumsinya bersama obat 

resep dari dokter. 


179 

 

Harus diakui, ilmu kedokteran memang masih belum 

banyak berhasil menyingkap sepenuhnya cara kerja obat-obat 

tradisional. sebab  itu tak heran jika dokter kadang melarang 

pasiennya minum obat tradisional bersama dengan obat resep.  

Bagaimanapun, minum obat tradisional yaitu  pilihan. 

Setiap pasien  punya hak memilih pengobatan ini. Faktanya 

memang banyak obat tradisional yang terbukti bisa menurunkan 

tekanan darah sebagaimana obat-obat resep. 

Namun, demi alasan keamanan, kalau kita hendak 

menggabungkan obat tradisional dengan obat resep, sebaiknya kita 

mengomunikasikannya ke dokter. Jika digabungkan begitu saja, 

kedua obat ini mungkin saja bisa menyebabkan penurunan 

tekanan darah yang terlalu drastis. Pasien mungkin saja sampai 

mengalami hipotensi (tekanan darah rendah). Kondisi ini sama 

bahayanya dengan hipertensi. 

Yang penting untuk dicatat, terapi hipertensi harus bersifat 

menyeluruh. Minum obat saja tidak cukup. Harus disertai pula 

dengan perubahan pola hidup, pola makan, dan program 

olahraga. 

Untuk referensi lebih lanjut, silakan kunjungi situs-situs 

kesehatan yang tepercaya. Kita tidak akan kesulitan menemukan 

situs berbahasa Inggris yang mengulas panjang, lebar, dan dalam 

tentang hipertensi. Jumlahnya melimpah ruah. Bahkan mungkin 

saja kita sampai bingung memilih sebab  saking banyaknya. 


180 

 

Sayangnya, situs referensi berbahasa negara kita  sepertinya 

belum begitu banyak yang mengupas tentang penyakit ini secara 

tuntas seperti situs-situs berbahasa Inggris. Sebagai pemandu awal, 

Anda bisa berkunjung ke situs yang direkomendasikan oleh 

Perhimpunan Hipertensi negara kita  (www.inash.or.id/news.html) 

dan Yayasan Jantung negara kita  (www.inaheart.or.id). 


181 

 

 

19 

 

PIL KB 

 

 

Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis metode 

kontrasepsi. Sebetulnya, berdasarkan prinsip umum “do no harm”, 

metode kontrasepsi yang paling aman yaitu  yang tidak 

mengintervensi sistem biologis tubuh. Contohnya, metode pantang 

berkala, coitus interruptus (sanggama terputus), dan kondom. 

Sayangnya, metode-metode yang sangat mengandalkan 

pengendalian diri pihak pria ini sering kali gagal. Sepertinya kaum 

adam memang tidak bisa diandalkan dalam urusan pengendalian 

dorongan seksual. 

Itu sebabnya kita butuh pil KB untuk perempuan—yang 

lebih bisa diandalkan. Metode ini jauh lebih mudah dan efektif 

meski, sayangnya, mengintervensi sistem biologis wanita. Asal 


182 

 

dikonsumsi sesuai petunjuk, pil KB bisa mencegah kehamilan 

sampai 99%. Bagaimanapun, tetap ada kemungkinan si wanita 

hamil tapi kemungkinannya kecil sekali, di bawah 1%. 

Secara umum, pil yang berisi hormon ini bekerja dengan 

cara mencegah pematangan telur. Kalaupun telur telanjur matang, 

pil KB masih bisa bekerja dengan cara merangsang produksi 

cairan kental yang menyebabkan sperma sulit mencapai sel telur. 

Kalaupun sperma bisa mencapai sel telur, pil KB masih bisa 

bekerja dengan cara membuat sel telur yang sudah dibuahi itu 

tidak bisa menempel dan berkembang di rahim. 

 

Konsultasi Dulu ke Dokter 

Sekalipun banyak pil KB bisa didapat tanpa resep, wanita calon 

pemakai sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter atau setidaknya 

ke bidan sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, kandungan hormon 

maupun dosis pil KB bervariasi antarmerek. Ada yang hanya 

berisi satu jenis hormon, ada pula yang berisi kombinasi dua 

hormon.  

Produk yang kandungannya sama pun bisa saja dosisnya 

berbeda. sebab  isi dan dosisnya berbeda-beda, efeknya pun 

berbeda-beda. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi 

dan kebutuhan si wanita. 


183 

 

Konseling dan pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan. 

Calon akseptor KB harus diperiksa apakah siklus haidnya teratur, 

apakah ada benjolan di payudaranya, apakah ada kista di 

rahimnya, apakah ada gangguan fungsi liver, apakah ia merokok, 

apakah ia menyusui, apakah ia menderita hipertensi, apakah ada 

riwayat kanker payudara di keluarganya, dan masih banyak lagi. 

Semua faktor di atas akan berpengaruh terhadap pemilihan pil KB. 

Konseling ini harus dilakukan untuk mencegah 

kemungkinan buruk yang mungkin bisa timbul di belakang hari. 

Efek pil KB bisa sangat individual. Pada wanita tertentu, pil KB 

bisa menyebabkan peningkatan berat badan, jerawatan, atau naik 

turunnya mood, sementara pada wanita lain tidak. Efeknya 

mungkin sulit diramal. Itu sebabnya konseling dan pemantauan 

oleh dokter atau bidan sangat diperlukan. Sekali lagi, 

bagaimanapun juga, pil KB yaitu  obat yang mengintervensi 

tubuh wanita. 

Selain itu, pil KB tertentu juga punya efek samping yang 

bisa menguntungkan, misalnya mengurangi jerawat, menjadikan 

siklus haid lebih teratur, atau bahkan mengurangi gejala sindrom 

pramenstruasi (PMS). Dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan, 

calon akseptor bisa memperoleh pil KB yang tepat sehingga 

mendapat dua manfaat sekaligus. 

Ada kalanya sepasien  wanita terus-menerus berjerawat. 

Sudah memakai bermacam-macam obat, tetap saja jerawatnya 


184 

 

membandel. Jerawat kadang justru hilang ketika minum pil KB 

tertentu (tidak semua jenis). Dengan berkonsultasi ke dokter atau 

bidan, pemakai bisa memilih pil KB yang benar-benar tepat. 

Ada juga sebagian wanita yang setiap menjelang haid selalu 

mengalami nyeri hebat. Segala macam cara sudah ditempuh tapi 

gejala itu tetap berulang tiap kali datang bulan. Nyeri itu baru 

hilang justru ketika minum pil KB tertentu. Ini sebagian dari 

manfaat lain pil KB yang hanya akan kita dapat kalau kita 

berkonsultasi ke dokter lebih dulu. 

 

Minum dengan Disiplin 

Tiap kali memperoleh pil KB, dari mana pun, pastikan petunjuk 

pemakaiannya ada. Pil KB hanya akan efektif kalau benar-benar 

dikonsumsi sesuai petunjuk. Pemakai harus sangat disiplin. Di 

negara kita , pil KB tersedia dalam berbagai satuan. Satu strip bisa 

berisi 21, 24, atau 28 pil. Masing-masing memiliki aturan pakai 

yang mungkin berbeda-beda. Petunjuk aturan pakai ini harus 

diikuti dengan ketat.  

Kecuali dinyatakan lain, pil KB pada umumnya disarankan 

untuk diminum pada jam yang sama setiap hari, misalnya 

menjelang tidur. Konsumsi pada jam yang sama akan menjamin 

kadar hormon di dalam tubuh sesuai dengan yang diinginkan. 

Agar pemakai tidak lupa, ia bisa memasang alarm di ponsel dan 

meletakkan pil KB di tempat yang mudah terlihat. 


185 

 

Kapan mulai minum pil? Bagaimana kalau lupa minum satu 

atau dua pil? Bagaimana kalau timbul pendarahan? Bagaimana 

kalau... dll. Semua pertanyaan seperti ini tidak akan menjadi 

persoalan kalau kita memiliki brosur petunjuk penggunaannya. 

Pil KB bukan obat yang bekerja seketika, yang begitu 

diminum hari ini langsung memberikan efek kontrasepsi pada hari 

yang sama. Pil harus diminum beberapa hari dulu sesuai petunjuk 

baru bisa memberikan efek perlindungan dari kehamilan.  

Di negara kita , terdapat dua jenis pil KB. 

 

1. Pil KB hormon kombinasi 

Berisi dua jenis hormon: progestin dan estrogen. Secara 

umum, pil KB jenis ini tidak dianjurkan buat ibu menyusui 

sebab  bisa menurunkan produksi ASI. Selain itu, pil jenis ini 

bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah dan sebab nya 

tidak dianjurkan buat wanita penderita hipertensi yang 

tekanan darahnya belum terkontrol dengan baik.  

Wanita yang punya kelainan pembekuan darah juga tidak 

dianjurkan minum pil ini. Jika si wanita yaitu  perokok, ia 

harus menyetop kebiasaan merokok lebih dulu sebelum 

minum pil KB ini. Pasalnya, kombinasi antara rokok dan pil 

KB bisa meningkatkan risiko kanker, serangan jantung, dan 

stroke, terutama jika si wanita juga menderita hipertensi. 


186 

 

Wanita yang menderita penyakit lever (hati) atau punya 

riwayat keluarga penderita kanker payudara juga tidak 

dianjurkan minum pil ini dalam jangka panjang. Pasalnya, pil 

KB ini mungkin bisa memperparah sakit lever. 

Dari fakta-fakta di atas kita bisa melihat bahwa walaupun 

ini “cuma urusan pil KB”, ada banyak faktor yang harus 

diperhatikan. Mulai dari tekanan darah, kondisi menyusui, 

kebiasaan merokok, sampai gangguan lever. 

 

Kombinasi   Nama dagang 

Levonorgestrel  

 

 

 

Etinilestradiol 

(etunilestradiol) 

Microgynon®, Nordette®, Pil KB®, 

Andalan®, Cyclogynon®, Planak®, 

Mikrodiol®, Pilkab®, Planotab®, 

Trinordiol® 

Norgestrel Microdiol® 

Drospirenon Yaz®, Yasmin® 

Desogestrel Mercilon®, Mercilon 28®, 

Marvelon®, Gracial® 

Siproteron Diane 35®, Estelle 35-ED® 

Gestoden Gynera® 

Linestrenol Lyndiol, Ovostat® 

 

Dari sekian banyak jenis kombinasi di atas, kombinasi 

levonorgestrel & etinilestradiol dosis rendah merupakan 


187 

 

pilihan pertama dalam hal keamanan. Risiko penggumpalan 

darahnya paling rendah dibandingkan yang lain. 

Di negara kita , pil kombinasi siproteron dan etinilestradiol 

biasa diresepkan sebagai pil KB sekaligus obat antijerawat. 

Siproteron memang bisa mengurangi jerawat yang muncul 

akibat ketidakseimbangan hormonal. Namun, sebaiknya 

pemakai tidak memakai nya secara bebas kecuali atas 

resep dokter. Sebab, risiko penggumpalan darahnya cukup 

tinggi jika dibandingkan dengan kombinasi levonorgestrel & 

etinilestradiol. Dokter hanya akan meresepkannya sesudah  

menimbang berbagai faktor. 

Di beberapa negara, kombinasi siproteron dan 

etinilestradiol bahkan hanya boleh diresepkan jangka pendek 

untuk perempuan dengan masalah jerawat hormonal. Di awal 

tahun 2013, penggunaan obat ini di beberapa negara juga 

diawasi secara ketat sebab  risiko penggumpalan darah yang 

cukup tinggi. 

 

2. Pil KB hormon tunggal 

Berisi satu jenis hormon progestin saja. Biasa disebut minipil. 

Secara umum, pil jenis ini aman digunakan ibu menyusui 

sebab  tidak mengganggu produksi ASI. Biasanya di 

kemasannya ditulis atau diberi tanda khusus bahwa pil KB ini 


188 

 

diperuntukkan buat ibu menyusui. Akan namun , begitu si ibu 

sudah tidak menyusui bayinya lagi, sebaiknya ia kembali 

memakai  pil KB kombinasi. 

Dalam kondisi tidak menyusui, pil KB kombinasi 

merupakan pilihan pertama sebab  lebih efektif. Selain itu pil 

KB kombinasi juga bisa membuat siklus haid menjadi lebih 

teratur. Adapun pil KB jenis tunggal justru bisa menyebabkan 

perubahan pola menstruasi jika dikonsumsi oleh wanita yang 

tidak menyusui. 

 

Hormon Merek dagang 

Desogestrel Cerazette® 

Linestrenol Exluton®, Andalan Laktasi® 

Levonorgestrel Microlut® 

 

Semua jenis pil KB tidak boleh diminum saat hamil sebab 

kandungan hormon pil ini mungkin bisa menyebabkan gangguan 

pertumbuhan organ reproduksi janin. Mungkin Anda bertanya: 

hamil kok minum pil KB? Hal seperti ini bisa saja terjadi tanpa 

disadari.  

Sepasien  wanita yang minum pil KB biasanya akan merasa 

yakin (99%) dirinya tidak hamil. Faktanya, mungkin saja ia 


189 

 

termasuk ke dalam 1% yang hamil. Apalagi jika ia tidak minum pil 

ini secara disiplin. Sehingga, ketika ia telat haid sampai beberapa 

bulan, ia mungkin hanya akan menganggap telat haid itu sebagai 

gangguan siklus menstruasi biasa. sebab  tidak mencurigainya 

sebagai kehamilan, ia akan terus minum pil KB. Dalam kondisi 

seperti ini, pil KB bisa mengganggu pertumbuhan janin yang tidak 

diharapkan itu.  

Oleh sebab itu, ketika sepasien  perempuan tidak datang 

bulan dua kali, sebaiknya ia segera melakukan uji kehamilan. Ini 

penting untuk memastikan apakah telat haid itu hanya gangguan 

pola siklus menstruasi ataukah kehamilan. Jika ia hamil, 

pemakaian kontrasepsi harus dihentikan sebab  hormon dalam pil 

KB mungkin bisa mengganggu perkembangan organ reproduksi 

janin.  

 

Pro-Kontra 

Banyak laporan pro-kontra mengenai efek buruk pil KB. Misalnya, 

sebagian peneliti menyatakan pil KB meningkatkan risiko kanker, 

tapi peneliti lain malah melaporkan sebaliknya, dan menyatakan 

bahwa pil KB jutsru bisa mencegah kanker-kanker jenis tertentu. 

Kita harus percaya yang mana? 

Sebagai pihak awam yang hanya bisa memercayakan urusan 

sepenuhnya kepada para ahli, sebaiknya kita mengambil posisi 


190 

 

waspada saja. Selama minum pil KB, sebaiknya pemakai terus 

memantau perubahan yang terjadi.  

Selain pendapat tentang risiko kanker, ada juga pendapat 

lain yang menyatakan bahwa pil KB bisa menyebabkan 

kemandulan ketika pemakaian jangka lama dihentikan. Tapi 

menurut pendapat yang lebih kuat, pendapat ini tidak benar. Efek 

kontrasepsi pil KB bersifat reversibel. Artinya, ketika 

pemakaiannya dihentikan, perempuan akan kembali menjadi 

subur.  

Jika si perempuan tidak kunjung hamil sesudah  pil KB 

disetop, mungkin saja itu memang disebabkan oleh kondisi 

kesuburannya sendiri sejak semula. Bukan sebab  pengaruh pil 

KB. 

Itu sebabnya, dalam ilmu kesehatan reproduksi, wanita di 

atas 25 tahun lebih dianjurkan punya anak lebih dulu, baru ber-

KB. Tentu saja saran ini semata-mata berdasarkan pertimbangan 

biologis, tanpa memperhatikan faktor sosial, budaya, atau 

ekonomi wanita yang bersangkutan.   

Secara biologis, wanita mencapai puncak kesuburan pada 

usia sekitar 25 tahun. Melewati  usia ini, kesuburan sepasien  

wanita akan menurun perlahan-lahan. Makin lama wanita 

menunda kehamilan, makin berkurang kesuburannya. Bukan 

sebab  pil KB-nya tapi sebab  faktor usianya. 


191 

 

Oleh sebab  pertimbangan inilah, keputusan menjalani 

kontrasepsi selalu harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada 

wanita yang belum punya anak. Jangan sampai kontrasepsi 

menimbulkan masalah di belakang hari sehingga si wanita 

mengalami kesulitan memperoleh keturunan. 


192 

 

 

20 

 

ANTIBIOTIK 

 

 

 

 

 

Hal pertama yang perlu ditegaskan di bab ini yaitu  bahwa 

antibiotik termasuk obat keras. Obat ini mestinya hanya boleh 

didapatkan di apotek dengan resep dokter. Dokter pun mestinya 

meresepkan dengan sangat cermat dan hanya menuliskan 

antibiotik ketika memang benar-benar dibutuhkan. Jadi, antibiotik 

mestinya bukan termasuk “obat sehari-hari”.  

Namun, di negara kita  fakta berbicara lain. Penggunaan 

antibitok yang berlebihan sudah menjadi salah satu masalah kronis 

kesehatan masyarakat di negara kita. Pemakaian antibiotik secara 

berlebihan itu terbukti telah membuat makin banyak bakteri baru 

yang kebal dan ganas. 


193 

 

Antibiotik yaitu  obat yang bekerja membasmi bakteri. 

Sekali lagi, bakteri. Obat ini hanya efektif untuk penyakit yang 

disebabkan oleh bakteri. Kalau penyebabnya virus, obat ini sama 

sekali tidak efektif. Bukan hanya mubazir jika diminum, tapi juga 

mendatangkan efek merugikan. 

Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus: flu, pilek, serta 

sebagian besar batuk, radang tenggorok, dan bronkitis. Memang, 

mungkin saja batuk dan radang tenggorok disebabkan oleh bakteri, 

tapi sebagian besar gangguan kesehatan ini disebabkan oleh infeksi 

virus. (Virus yaitu  kuman yang ukurannya lebih kecil dari 

bakteri). 

Contoh infeksi yang disebabkan oleh bakteri: sebagian besar 

(tidak semua) infeksi telinga, radang tenggorok yang berat 

(biasanya disertai demam dan nyeri), radang hidung yang tidak 

sembuh lebih dari dua minggu, infeksi saluran kemih, dan infeksi-

infeksi organ dalam. 

pasien  awam tentu mengalami kesulitan untuk membedakan 

infeksi bakteri, infeksi virus, atau infeksi jamur. Salah obat bisa 

saja membayakan kesehatan. Itu sebabnya antibiotik mestinya 

tidak dikonsumsi bebas seperti parasetamol. Harus dengan resep 

dokter. Aturan pembatasan seperti ini sebetulnya justru untuk 

melindungi masyarakat. 

Untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, 

antibiotik tidak bermanfaat. Tapi faktanya, di masyarakat kita, 


194 

 

antibiotik sangat sering digunakan untuk penyakit-penyakit 

macam ini, terutama pada anak-anak. 

 

Kenapa Bakteri Bisa Kebal? 

Dalam hal kemampuan bertahan hidup, bakteri punya sedikit 

kemiripan dengan manusia. Makhluk renik ini bisa belajar. Ini 

bagian dari mekanisme alami untuk mempertahankan diri. Jadi, 

bukan manusia saja yang punya kecerdasan. Makhluk-makhluk 

renik pun memiliki kemampuan belajar. 

Antibiotik ibarat senjata rahasia yang dimiliki manusia 

untuk mengalahkan bakteri. Semakin sering kita memakai  

antibiotik, artinya semakin sering kita memakai  senjata 

rahasia itu. Akibatnya, bakteri lama-lama bisa mempelajari 

struktur kimianya. sesudah  itu mereka melawan antibiotik itu 

dengan cara membuat perisai biologis atau menghasilkan senyawa 

kimia yang bisa melumpuhkan antibiotik. 

Ini yaitu  salah satu alasan kenapa kalau kita mendapat 

resep antibiotik dari dokter, kita harus menghabiskannya 

walaupun kita merasa sudah sehat. Sebab, walaupun kita sudah 

merasa sehat, sebetulnya infeksi di dalam tubuh kita belum 

sepenuhnya hilang tuntas. Masih ada bakteri yang bersembunyi. 

Bakteri ini harus dibasmi sampai tuntas dengan cara kita terus 

minum antibiotik sampai habis. 


195 

 

Jika bakteri ini tidak dibasmi sampai tuntas, mereka akan 

bisa mempelajari struktur kimia antibiotik lalu mengembangkan 

mekanisme pertahanan diri sehingga mereka bisa menjadi kebal. 

Dalam kondisi infeksi virus, antibiotik justru hanya akan 

membasmi bakteri baik di dalam usus. Padahal, bakteri-bakteri 

baik ini kita perlukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita. 

Hilangnya bakteri baik justru bisa memicu gangguan pencernaan, 

misalnya diare. 

Pada wanita, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga 

bisa memicu infeksi jamur di vagina. Ringkasnya, penggunaan 

antibiotik dalam kondisi tidak ada infeksi bakteri justu akan 

membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Akibatnya, tubuh akan 

menjadi lebih mudah mengalami infeksi. 

Makin banyak antibiotik digunakan, akan makin banyak 

bakteri yang kebal. Akibatnya, makin banyak infeksi yang sulit 

diobati. Dokter akan makin sulit memilihkan antibiotik yang 

efektif, dan biaya berobat pun menjadi semakin mahal.  

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease 

Control and Prevention (CDC), sekitar 80% kasus infeksi virus 

pada saluran napas atas diobati dengan antibiotik, padahal 

sebetulnya sebagian besar infeksi itu tidak memerlukan antibiotik. 

Para dokter yang meresepkan antibiotik tidak sepenuhnya salah. 

Sering kali mereka melakukannya sebab  tekanan pasien yang 

merasa kurang afdol pulang dari dokter tanpa membawa banyak 


196 

 

obat. Jadi, masalah antibiotik ini sudah sedemikian kompleks. 

Semua pihak punya andil, mulai dari tenaga kesehatan hingga 

konsumen sendiri.     

Jika kita terus memakai  antibiotik secara berlebihan 

seperti sekarang, akibat buruknya akan diderita oleh anak-anak 

kita nanti. Akan makin banyak bakteri yang kebal, dan makin 

mudah anak-anak menderita sakit infeksi. Sekali terkena infeksi, 

makin sulit disembuhkan, dan biaya pengobatan pun menjadi 

semakin mahal. 

sebab  itu, sebagai wujud rasa cinta kepada anak-anak kita, 

mari kita tinggalkan kebiasaan mengonsumsi antibiotik secara 

berlebihan. Usaha mengurangi konsumsi antibiotik haruslah 

menjadi program massal, seperti program imunisasi dasar. Harus 

melibatkan kesadaran semua pihak, baik konsumen maupun 

tenaga kesehatan secara bersama-sama. 

Jika makin banyak kuman yang kebal, kita dihadapkan pada 

dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, industri farmasi akan 

terus-menerus melakukan riset untuk menemukan antibiotik-

antibiotik baru yang otomatis menyebabkan harganya makin lama 

makin mahal. Yang satu biji harganya bisa mencapai ratusan ribu 

rupiah. Siapa lagi yang akan membayar ongkosnya kalau bukan 

konsumen? 

Kemungkinan kedua, laju pertumbuhan kuman yang kebal 

lebih cepat dibandingkan  kemampuan industri farmasi melakukan riset 


197 

 

dan menemukan antibiotik baru. Jika ini yang terjadi, kesehatan 

anak-anak kita akan dipertaruhkan.  

memakai  antibiotik secara bebas untuk flu, pilek, 

batuk, radang tenggorok yang disebabkan infeksi virus sama 

artinya dengan berfoya-foya memakai  uang tabungan anak 

kita. Kita sendiri mungkin tidak langsung menderita akibatnya. 

Tapi bisa dipastikan, yang mengalami akibat buruknya yaitu  

anak-anak kita. Makin banyak kuman ganas yang mengancam 

kesehatan mereka. 

 

Jenis-jenis Antibiotik 

Kebanyakan pasien  awam mungkin hanya tahu beberapa nama 

generik atau merek antibiotik seperti ampisilin, amoksisilin, Super 

Tetra® (tetrasiklin), kloramfenikol, dan siprofloksasin. Lima nama 

ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan antibiotik yang beredar 

di pasar sebab  jumlah seluruhnya ada puluhan jenis dengan 

ribuan merek dagang.  

Masing-masing antibiotik memiliki mekanisme kerja yang 

berbeda-beda, digunakan untuk jenis bakteri yang berbeda-beda. 

Ilmunya terlalu rumit untuk kebanyakan pasien . Bahkan para 

tenaga kesehatan pun mungkin tidak paham sepenuhnya. 

Di bawah ini yaitu  contoh nama-nama generik dan merek 

dagang antibiotik. Penjelasan di bawah ini jangan dijadikan 


198 

 

sebagai pedoman melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri). 

Cukup jadikan saja sebagai bekal pengetahuan, mungkin suatu 

hari kita mendapat resep ini dari dokter. Sebagai konsumen 

cerdas, kita harus tahu apa yang kita bayar dan kita minum. 

Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan kepada dokter 

yang tepercaya. Kalau biaya berobat ke dokter dianggap terlalu 

mahal, kita bisa datang ke Puskesmas. Saat ini, layanan 

Puskesmas—sekalipun belum semuanya—sudah jauh lebih baik 

dibandingkan  layanan lima tahun lalu. Biayanya pun relatif murah, 

bisa sepersepuluh dari biaya berobat ke klinik atau praktik dokter 

swasta. 

Jenis-jenis antibiotik di antaranya: 

 

1. Ampisilin 

Dulu antibiotik ini termasuk obat yang sangat diandalkan 

untuk mengobati berbagai jenis infeksi. Sekarang dokter 

jarang meresepkannya lagi sebab  memang saat ini sudah 

banyak sekali bakteri yang kebal dengan ampisilin oleh 

sebab  obat ini terlalu sering digunakan. 

Secara umum, obat ini aman digunakan, termasuk bagi 

ibu hamil. Meski begitu, ada sebagian kecil pasien  yang 

alergi berat terhadap antibiotik ini. Untuk memastikan alergi 

atau tidak, dokter biasanya akan melakukan tes alergi 

sebelum memberikannya. 


199 

 

Penyerapan obat ini bisa berkurang oleh adanya 

makanan di lambung. Itu sebabnya obat ini sebaiknya 

diminum dalam keadaan perut kosong, misalnya satu jam 

sebelum makan atau dua jam sesudah makan. Akan namun  

jika kita merasa mual minum obat dalam keadaan perut 

kosong, kita boleh meminumnya bersamaan dengan makan. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Ampisilin Ampi®, Binotal®, Kalpicilin®, 

Sanpicillin®, Standacillin® 

 

2. Amoksisilin 

Obat ini merupakan “saudara kandung” ampisilin. Struktur 

kimianya mirip, juga sama-sama dikembangkan oleh pabrik 

farmasi Inggris, Beecham. Amoksisilin merupakan 

antibiotik yang paling banyak digunakan di dunia. 

Dibanding ampisilin, amoksisilin lebih banyak 

digunakan sebab  sifat kerjanya lebih baik. Penyerapannya 

tidak dipengaruhi oleh makanan. Bisa diminum saat perut 

kosong maupun saat berisi makanan. 

Namun, amoksisilin punya kekurangan dalam hal ia 

punya kemungkinan lebih besar menyebabkan diare. 

Kadang diare bisa berlangsung lama dan tidak kunjung 


200 

 

sembuh walaupun konsumsi amoksisilin sudah dihentikan. 

Ini merupakan salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak 

gampang melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik. 

Merek dagang obat yang berisi amoksisilin jumlahnya 

banyak sekali. Sekitar 200 buah. Empat kali lipat jumlah 

merek dagang ampisilin. Maklum, obat yang oleh pasien  

awam disebut “amok” ini yaitu  antibiotik yang paling 

banyak dikonsumsi. Sebagian besar pabrik farmasi 

memproduksinya dengan berbagai merek. 

sebab  banyaknya kuman yang kebal, sebagian 

produk amoksisilin dikombinasikan dengan klavulanat. 

Klavulanat juga golongan antibiotik, yang diciptakan sebab  

amoksisilin makin lama makin tidak ampuh. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Amoksisilin  Amoxil®, Amobiotic®, Amoxillin®, 

Amobiotic®, Amoxsan®, Arcamox®, 

Bellacid®, Corsamox®, Dexymox®, 

Erphamoxy®, Ethimox®, Farmoxyl®, 

Ikamoxyl®, Intermoxil®, Kalmoxillin®, 

Kimoxil®, Lactamox®, Lapimox®, 

Leomoxyl®, Moxigra®, Opimox®, 


201 

 

Ospamox®, Pritamox®, Scannoxyl®, 

Solpenox®, Supramox®, Topcillin®, 

Wiamox® 

Amoksisilin 

& klavulanat 

Augmentin®, Aclam®, Amocom®, 

Auspilic®, Bellamox®, Betaclav®, 

Clabat®, Claneksi®, Clavamox®, Claxy®, 

Danoclav®, Daxet®, Dexyclav®, 

Improvox®, Lansiclav®, Nufaclav®, 

Palentin®, Surpas®, Viaclav®, Vulamox® 

 

Pusing melihat banyaknya nama dagang di atas? Ini 

baru sebagian kecil. Belum semua. Ini yaitu  gambaran 

betapa pasar farmasi negara kita  hiruk-pikuk gegap-gempita 

dengan merek dagang. 

Sekalipun hingga saat ini amoksisilin masih cukup 

sering diresepkan oleh dokter, obat ini sudah mulai 

berkurang keampuhannya. Kini makin banyak bakteri yang 

kebal terhadap amoksisilin akibat penggunaannya yang 

berlebihan. Bahkan, di rumah-rumah sakit, amoksisilin 

sekarang sudah mulai jarang dipakai. Di sini, amoksisilin 

sudah tak beda jauh dengan tepung terigu. 

Sebagai gantinya, dokter sering terpaksa harus 

meresepkan generasi terbaru turunan amoksisilin yang 


202 

 

harganya selangit. Contoh generasi baru amoksisilin yang 

harganya “sulit diterima akal” yaitu  meropenem.  

 

Obat Contoh merek dagang 

Meropenem Meronem®, Merobat®, Merofen®, 

Merosan®, Tripenem®, Meropex®, 

Caprenem® 

 

Tahu harganya? Benar-benar bikin kantong jebol. 

Sebagai perbandingan, amoksisilin satu emplek (satu 

setrip) bisa didapat dengan uang beberapa belas ribu rupiah. 

Sementara meropenem satu resep bisa mencapai beberapa 

juta rupiah. Ini bukti bahwa ongkos mahalnya obat akan 

ditanggung oleh konsumen. 

 

3. Tetrasiklin 

Ini juga termasuk salah satu antibiotik yang paling banyak 

dikonsumsi di negara kita . Merek dagangnya yang sangat 

terkenal: Super Tetra®. Beberapa dekade yang lalu, Super 

Tetra® sampai pernah menjadi obat yang paling banyak 

dipalsukan sebab  saking larisnya di pasar. Sampai-sampai 

obat ini sering dipakai untuk luka luar yang mestinya cukup 

diobati dengan antiseptik. sebab  tetrasiklin terlalu banyak 


203 

 

digunakan, saat ini makin banyak bakteri yang kebal 

terhadap antibiotik ini. 

Salah satu sifat pentingnya, tetrasiklin mudah 

berikatan dengan kalsium. sebab  itu, tetrasiklin dan semua 

turunannya sebaiknya tidak diminum bersama susu dan 

semua turunan susu seperti keju, es krim, dan yoghurt. 

(Contoh turunan tetrasiklin bisa dilihat di bawah). 

Susu banyak mengandung kalsium. Jika diminum 

bersama tetrasiklin atau turunannya, maka kalsium ini akan 

berikatan dengan inti tetrasiklin dan mengurangi 

penyerapannya di usus. 

Tidak itu saja, tetrasiklin juga bisa berikatan dengan 

kalsium di gigi dan tulang yang sedang dalam masa 

pertumbuhan. Itu sebabnya golongan obat ini tidak boleh 

dikonsumsi oleh ibu hamil, bayi, atau anak-anak yang 

masih mengalami tumbuh gigi. 

Bagi si ibu sendiri, tetrasiklin tidak berbahaya. 

Bahayanya terjadi pada janin. Begitu berikatan dengan 

kalsium gigi atau tulang, tetrasiklin dan turunannya akan 

membuat massa kalsium gigi atau tulang itu menjadi cokelat 

permanen. 

Tetrasiklin juga bisa berikatan dengan aluminium. Itu 

sebabnya obat golongan ini sebaiknya tidak diminum 

bersama obat mag yang berisi garam aluminium. 


204 

 

 

Obat Contoh merek dagang 

Tetrasiklin Super Tetra®, Dumocycline®, 

Ikacycline®, Soltralin®, Tetrin®, 

Tetrasanbe® 

 

Saat ini tetrasiklin sudah jarang diresepkan dokter 

sebab  sudah banyak bakteri yang kebal. Yang biasa 

diresepkan yaitu  turunan tetrasiklin generasi yang lebih 

baru. 

Ada banyak jenis turunan tetrasiklin. Biasanya nama 

generasi baru tetrasiklin ini berakhiran “-siklin” seperti 

doksisiklin dan minosiklin. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Doksisiklin Vibramycin®, Dohixat®, Dotur®, 

Doxacin®, Doxicor®, Dumoxin®, 

Interdoxin®, Siclidon®, Viadoxin®  

 

4. Kloramfenikol 

Antibiotik ini dulu merupakan obat pilihan pertama untuk 

infeksi demam tifoid (sakit tifus). Tapi sebab  obat ini 


205 

 

terlalu sering diminum secara bebas, makin banyak kuman 

yang kebal.  

Sekarang pada sebagian pasien, obat ini sudah bukan 

pilihan pertama lagi untuk infeksi tifus. Yang sekarang lebih 

banyak digunakan untuk obat tifus yaitu  turunannya, 

seperti tiamfenikol, atau antibiotik golongan lain. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Kloramfenikol Chloramex®, Cloramidina®, Colme®, 

Colsancetine®, Combicetin®, Fenicol®, 

Grafacetin®, Kalmicetine®, 

Kemicetine®, Lanacetine® 

Tiamfenikol Biothicol®, Cetathiacol®, Conucol®, 

Corsafen®, Dexycol®, Genicol®, 

Kalticol®, Lacophen®, Lanacol®, 

Nilacol®, Nufathiam®, Opiphen®, 

Promixin®, Solathim®, Thiamet®, 

Thiamfilex®, Thiamika®, Thiamycin®, 

Urfamycin® 

 

Pada sebagian kecil pasien , kloramfenikol (dan 

turunannya) bisa menyebabkan efek buruk gangguan sumsum 

tulang belakang. Ini alasan lain, kenapa sebaiknya kita tidak 


206 

 

memakai  obat ini kecuali atas resep dokter. Obat ini juga 

bisa mengganggu kesehatan janin, sehingga tidak disarankan 

buat ibu hamil. 

 

5. Siprofloksasin 

Obat ini dulu termasuk “antibiotik kelas berat”. Kuman-

kuman yang sudah kebal terhadap ampisilin, amoksisilin, 

dan tetrasiklin kadang masih bisa dibasmi dengan 

siprofloksasin, terutama untuk kasus infeksi saluran kemih.  

Namun, kelas antibiotik ini makin lama makin turun. 

sebab  terlalu sering digunakan secara bebas, sekarang 

antibiotik ini turun kelas menjadi kelas menengah atau 

bahkan kelas ringan. Kini makin banyak kuman yang kebal 

terhadap siprofloksasin. 

Jika penggunaan obat ini tidak kita batasi, apa yang 

terjadi di Thailand sangat mungkin terjadi pula di 

negara kita . Di negara itu, banyak kejadian infeksi penyakit 

menular seksual. Untuk mengobati infeksi ini, pasien -pasien  

memakai  siprofloksasin secara bebas.  

sebab  saking seringnya antibiotik ini digunakan, 

banyak bakteri yang kebal. Kondisi ini diperparah oleh 

penggunaan siprofloksasin yang luas di bidang peternakan. 

Akibatnya, obat ini sudah bukan lagi pilihan pertama untuk 

infeksi saluran kemih. 


207 

 

Bukan itu saja, kuman penyebab diare pun banyak yang 

kemudian kebal dengan obat ini. Ini bukti bahwa kebiasaan 

masyarakat dalam konsumsi antibiotik sangat berpengaruh 

terhadap keampuhannya. 

Selain masalah resistensi, siprofloksasin juga sebaiknya 

tidak digunakan secara bebas sebab  mungkin bisa 

menyebabkan gangguan jaringan sendi. 

Untuk mengatasi banyaknya kuman yang kebal, juga 

untuk memperbaiki sifat antibiotik ini, diciptakanlah turunan-

turun siprofloksasin. Sebagian besar namanya juga berakhiran 

“-floksasin”, seperti norfloksasin, ofloksasin, lefofloksasin, 

moksifloksasin, dsb.  

Termasuk salah satu antibiotik dengan tingkat konsumsi 

tertinggi di dunia, siprofloksasin pun memiliki puluhan nama 

merek dagang. Tak kurang dari enam puluh buah. 

 

Obat Contoh merek dagang 

Siprofloksasin Bactiprox®, Baquinor®, Bernoflox®, 

Cetafloxo®, Ciflos®, Ciprec®, 

Ciprobiotic®, Ciproxin®, Civell®, 

Corsacin®, Etacin®, Floxbio®, Floxigra®, 

Hexiquin®, Interflox®, Lapiflox®, 


208 

 

Phaproxin®, Poncoflox®, Proxcip®, 

Proxitor®, Qinox®, Quamiprox®, 

Quidex®, Quinobiotic®, Renator®, 

Scanax®, Zumaflox® 

 

 

Baru Empat Dekade 

Dibandingkan antibiotik-antibiotik lain, siprofloksasin 

sebetulnya masih belum lama beredar. Sebagai gambaran, 

ampisilin dikembangkan oleh pabrik farmasi Beecham Inggris 

tahun 1961.  

Amoksisilin juga dikembangkan oleh Beecham, tahun 

1972. Tetrasiklin bahkan sudah dipatenkan oleh Pfizer, pabrik 

farmasi Amerika, tahun 1952. Kloramfenikol dikembangkan 

oleh dua industri farmasi Amerika, Parke-Davis, tahun 1949. 

Ampisilin sudah beredar lima dekade, amoksisilin empat 

dekade, tetrasiklin dan kloramfenikol sudah enam dekade. 

Sementara siprofloksasin baru dipatenkan oleh Bayer, 

perusahaan farmasi Jerman, tahun 1986. Artinya, belum tiga 

dekade sampai saat ini. Sungguh disayangkan, obat yang 

belum berumur tiga dekade harus kehilangan keampuhannya 

hanya sebab  penggunaannya yang berlebihan. 


209 

 

Dari fakta di atas, kita bisa melihat, antibiotik makin 

lama makin tidak ampuh. Ini berbeda dengan obat golongan 

lain, katakanlah parasetamol. Sejak ditemukan di akhir abad 

ke-19, lalu dipasarkan secara luas tahun 1953 oleh perusahaan 

farmasi Amerika, Sterling-Winthrop, sampai sekarang pun 

keampuhan parasetamol tak berubah. Sekalipun sudah 

digunakan secara luas di seluruh dunia selama enam dekade, 

sampai sekarang parasetamol masih tetap efektif ebagai obat 

sakit kepala. 

 

Selain beberapa antibiotik di atas, masih ada puluhan lagi 

antibiotik yang beredar di negara kita  dengan ratusan merek 

dagang. Di antaranya: sefadroksil, sefuroksim, sefotiam, 

sefotaksim, seftriakson, sefaklor, streptomisin, gentamisin, 

tobramisin, klindamisin, mikonazol, ketokonazol, flukonazol, 

itrakonazol, metronidazol, vankomisin, eritromisin, spiramisin, 

roksitromisin, klaritromisin, azitromisin, amfoterisin, nistatin, 

tobramisin, dst.  

Bingung membaca nama-nama itu? Ini baru nama generik, 

belum nama dagangnya yang jumlah totalnya mencapai ratusan. 

Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan sepenuhnya kepada 

dokter yang tepercaya. 

Jika kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari 

antibiotik, lalu apa yang bisa kita lakukan apabila sakit? Untuk 


210 

 

sakit-sakit ringan seperti demam, flu, pilek, batuk, dan radang 

tenggorok, sariawan, silakan baca di bab-bab yang berkaitan. 

 

Pedoman Umum Minum Antibiotik 

 

  Minum sampai habis. Jangan hentikan walaupun kita sudah 

merasa sembuh. Saat kita merasa sembuh, sebetulnya mungkin 

saja infeksinya belum betul-betul terbasmi. Masih ada kuman 

yang bertahan. Kuman-kuman ini harus dibasmi sampai tuntas 

supaya tidak menimbulkan resistensi. 

 

  Usahakan minum antibiotik dengan jarak waktu yang 

sama. Misalnya, kita harus minum antibiotik tiga kali sehari. 

Usahakan minum obat ini dengan jarak 7-8 jam, misalnya 

pukul 06.00 (sehabis b