Minggu, 07 Juni 2026

Tanaman obat 2




Kecenderungan warga  negara kita  beralih ke alam 

atau “Back to Nature” menjadi salah satu trend kebiasaan 

hidup kita sekarang ini khususnya untuk menjaga 

kesehatan tubuh agar tetap sehat. pemakaian  obat 

tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada 

pemakaian  obat modern. Hal ini disebabkan sebab  obat 

tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih 

sedikit dari pada obat modern. Tanaman obat di negara kita  

terdiri dari beragam spesies, yang kadang kala sulit untuk 

dibedakan satu dengan yang lain. Bangsa negara kita  telah 

lama mengenal dan memakai  tanaman berkhasiat 

obat sebagai salah satu usaha  dalam menanggulangi 

masalah kesehatan. Pengetahuan tentang tanaman 

berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan 

ketrampilan yang secara turun temurun telah diwariskan 

dari satu generasi ke generasi berikutnya. pemakaian  

bahan alam sebagai obat tradisional di negara kita  telah 

dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad 

yang lalu, terbukti dari adanya naskah lama pada daun 

lontar Husodo (Jawa), Usada (Bali), Lontarak pabbura 

(Sulawesi Selatan), dokumen Serat Primbon Jampi, Serat 

Racikan Boreh Wulang nDalem dan Relief Candi 

Borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik 

obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya 

(Sukandar E Y, 2006). Dalam buku ini diuraikan manfaat 

dan kegunaan jenis tanaman yang berkhasiat obat dan 

sekaligus warga  dapat lebih mengenal 

keanekaragaman hayati yang tersebar di pelosok negeri 

kita ini. 

K



ALANG – ALANG

Nama Latin  : Imperata cylindrica

Nama daerah  : Alang-alang

Famili   : Poaceae

Bahan Berkhasiat  : Rimpang

Khasiat dan Kegunaan : Demam, infeksi  saluran 

kemih, kencing darah, 

mimisan, muntah

Resep tradisional:

Infeksi Saluran Kemih dan Kencing Sedikit : Bila 

menderita infeksi pada saluran kemih, sebaiknya 

segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat 

digunakan sebagai obat alternatif disamping 

pengobatan dari dokter.


3

Ramuan:

- Rimpang Alang-alang 6 gram

- Rimpang Kunci pepet 5 gram

- Daun Kumis kucing 4 gram

- Air 115 ml

Cara pembuatan: Diseduh, dibuat infus atau pil.

Cara pernakaian:

- Diminum 1 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.

Untuk yang berbentuk pil diminum 3 kali sehari 9 

pil.

Lama pengobatan: 

-Diulang selama 14 hari.

Mimisan, Kencing Darah, dan Muntah Darah.

Bila menderita kencing darah atau muntah darah, 

sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan 

ini dapat digunakan sebagai obat alternatif 

disamping pengobatan dari dokter.

Ramuan:

-Rimpang Alang-alang 6 gram

-Daun sendok segar 6 gram

-Daun Andong segar 2 helai

-Air 110 ml

Cara pembuatan:

-Diseduh, dipipis, dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:

-Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 

100 ml. (untuk infus). Untuk pipisan diminum 2 kali 

sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir. 

Untuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:-Diulang sampai sembuh



BAKUNG

Nama Latin : Crinum asiaticum

Nama daerah : Bakung

Famili   : Amaryllidaceae

Bahan Berkhasiat  : Semua Bagian 

Khasiat dan Kegunaan : Bisul, borok, radang kulit 

bernanah, remtik,  

analgesik, anti bengkak

Resep tradisional:

Rematik, Radang kulit, Bisul dan Borok: daun bakung 

segar secukupnya, dipanaskan di atas api kecil, 

kemudian diremas, ditempelkan pada bagian yang 

sakit.

Belimbing Wuluh


BELIMBING WULUH

Nama Latin :  Averrhoe bilimbi

Nama daerah :  Belimbing wuluh

Famili :  Oxalidaceae

Bahan Berkhasiat :  Bunga, buah, daun

Khasiat dan Kegunaan :  Hipertensi, batuk, sariawan 

perut, demam, kencing  

manis, antipyrtik  

Resep tradisional :

 

Batuk, Sakit tenggorokan, Sariawan: bunga 

belimbing wuluh segar 1 genggam; buah adas manis 

secukupnya; air 1/4 cangkir; gula batu secukupnya, 

dipipis, diminum sehari 2 kali; pagi dan sore; tiap kali 

diminum 1 sampai 2 sendok makan 

Kencing manis: daun belimbing wuluh segar 20 g; air 

secukupnya, dipipis, diminum 2 kali sehari; pagi dan 

sore; tiap kali minum 1/4 cangkir.


BROJO LINTANG

Nama Latin  : Belacanda chinensis

Nama Daerah  : Brojo Lintang

Famili   : Iridaceae

Bagian Berkhasiat  : Akar

Khasiat dan Kegunaan : tipyretic, ekspektoran, batuk, 

asma, radang amandel, nafas 

bau

Resep Tradisional:

- Batuk atau Asma

Ramuan: Akar Brojo Lintang 5 gram, Kayu Masoyi 3 

gram, Daun Sirih segar 2 helai, Herba Patikan Kebo segar 

5 gram, Air 110 ml.

Cara pembuatan: Dibuat infus atau dipipis. 

Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Untuk 

pemeliharaan pengobatan diulang 2 kali seminggu, tiap 

kali minum 100 ml.

- Radang Amandel atau Radang Kerongkongan 

Ramuan: Akar Brojo Lintang 5 gram, Buah Adas 1 gram, 

Rimpang Nyamplung 2 gram, Daun Sirih segar 2 helai, Air 

100 ml.

Cara pembuatan: Dibuat infus. 

Cara pemakaian: Untuk berkumur 2 kali sehari, tiap kali 50 

ml, bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat.

Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. 

Peringatan :

Tidak dianjurkan untuk ibu hamil.


BUNGA PUKUL EMPAT

Nama Latin     :  Mirabilis jalapa

Nama daerah   :  Bunga Pukul 4

Famili  :  Nyctagynaceae

Bahan Berkhasiat :  Akar, daun, bunga

Khasiat dan Kegunaan : Batuk, radang prostat, 

keputihan, kencing manis,   

radang amandel

Resep tradisional:

 

Radang amandel, Radang prostat : Akar bunga pukul 

empat segar 10 g, Air secukupnya, Dibuat jus atau 

dipipis, Dikompreskan pada bagian yang sakit.

15

BUNGA TASBIH

Nama Latin  :  Canna indica

Nama Daerah  :  Bunga Tasbih

Famili   :  Cannaceae

Bagian Berkhasiat  :  Akar, Rimpang, Bunga 

Khasiat dan Kegunaan :  Hipertensi, flour  albus, 

sakit kuning, jerawat, 

radang kulit

Resep Tradisional

Penurun panas (antipyretic), tekanan darah tinggi, 

chronic dysentery, metrorrhagia (haid banyak), 

keputihan (leucorrhoe), sakit kuning (acute icteric 

hepatitis), batuk darah (hemoptysis). - Pemakaian luar: 

luka berdarah, radang kulit bernanah, jerawat (acne 

vulgaris). 

Pemakaian luar : Akar/rimpang segar dilumatkan, 

untuk ditempelkan ke tempat yang sakit. 

Pemakaian Dalam: 

1.  Acute icteric hepatitis: Minum rebusan akar tasbih: 

60- 120 gr (dosis maksimal 250 gr.) sehari, dibagi 2 

kali minum, selama 20 hari, maksimal 47 hari. 

2.  Menghentikan perdarahan: 10 - 15 g bunga 

tasbih, direbus, minum. 

3.  Keputihan: 15 - 30 g akar tasbih + ketan + daging 

ayam: ditim.



BUNGA TELANG

Nama Latin   :   Clitoria ternatea

Nama Daerah   :  Kembang Telang

Famili   :  Vabaciae

Bagian Berkhasiat  : Bunga

Khasiat dan Kegunaan : Masalah buang air kecil, 

pembasmi racun, melancarkan 

haid, obat penyakit kulit, 

pembersih mata dan obat sakit 

mata, menghitamkan dan 

menguatkan rambut, obat 

sakit  tel inga,  dan obat 

bronchitis.

Cara pemakaian :

Ÿ Untuk diuretik dengan cara merebus 0,3 gram 

kembang telang kering dengan 4 gelas air sampai 

airnya tinggal setengah. Dinginkan, dan minum 2 

kali sehari sebanyak 1 gelas. 

Ÿ Pembasmi racun caranya menyeduh kembang telang 

sebanyak 2-3 kuntum dengan air panas. Diamkan 

kurang lebih 10 menit. Dapat langsung diminum atau 

menambahkan madu/parasan jeruk lemon.

Ÿ Pelancar datang bulan (haid), dengan rutin meminum 

rebusan air akar kembang telang berwarna putih. 

Ÿ Mengobati penyakit kulit caranya adalah tumbuk 

kembang telang biru bersama dengan gula jawa. 

Baru baluri kulit terkena penyakit. Misalnya bisul. 

Lakukan hela ini  sampai bisul sembuh. 

Sedangkan untuk menagobati jerawat, haluskan 



daun, akar/kembang telang. Balur jerawat ini  

dengan ramuan yang tadi sudah diahaluskan.

Ÿ Membersihkan mata dan mengobati sakit mata: 

Campurkan lima kembang telang dengan 50 mililiter 

air. Kemudian saring dan diamkan air saringan 

ini  sampai dingin. Ssetelah dingin, teteskan 

pada mata.

Ÿ Menghitamkan dan menguatkan Rambut: Haluskan 

bunga dan dipakai sebagai pengganti shampo.

Ÿ Mengobati sakit telinga: Oleskan air perasan yang 

terbuat dari beberapa helai daun telang yang 

dicampurkan sedikit garam pada bagian telinga yang 

terasa sakit. Lakukan hal ini  secara teratur.

Ÿ Mengobati bronchitis, caranya dengan merebus 

sekitar 30-60 gram akar kembang telang dengan 

memakai  4 gelas air bersih hingga kadar air 

tinggal separuhnya. Konsumsi air rebusan ini  

dalam kondisi dingin pada pagi dan malam hari 

masing-masing 1 gelas.

Ÿ Minuman teh : 15 kelopak kembang telang dan 5 

batang serai. Rebut satu liter air hingga mendidih, 

masukkan kembang telang dan serai yang telah 

dipotong-potong kecil. Masak hingga warna birunya  

dan aroma serai tercium. Matikan kompor dan tuang 

ke dalam poci dengan menyaringnya terlebih dahulu. 

Teh Telang siap diminum.


CENGKEH

Nama Latin   : Caryphyllus aromaticus

Nama daerah  : Cengkeh

Famili   : Myrtaceae Cengkeh

Bahan Berkhasiat  : Kuncup bunga, daun

Khasiat dan Kegunaan : Sakit gigi, rematik,  selesma 

(obat luar), suara parau, 

kolera, Campak

Resep Tradisional:

Kolera  dan menambah Denyut Jantung : 

Bahan : Bunga cengkeh yang sudah kering. 

Cara memakai : dikunyah disesap airnya, dilakukan 

setiap   hari. Minyak cengkeh dapat memperkuat lendir usus 

dan lambung serta  menambah jumlah darah putih.

Campak : 

Bahan : 10 Biji bunga cengkeh dan gula batu    

Cara membuat : bunga cengkeh direndam air masak semalam 

kemudian ditambah dengan gula batu dan diaduk sampai 

merata.

Cara memakai   : diminum sedikit demi sedikit

 Menghitamkan alis mata : 

Bahan: 5-7 biji bunga cengkeh kering dan minyak kemiri.

Cara membuat: bunga cengkeh dibakar sampai hangus, 

kemudian ditumbuk sampai halus dan ditambah dengan 

minyak kemiri secukupnya.

Cara memakai : dioleskan pada alis mata setiap sore 

hari.



CINCAU RAMBAT

Nama Latin   : Cyclea barbata

Nama daerah   : Cincau rambat

Famili   : Verbenaceae

Bahan Berkhasiat  : Daun, akar

Khasiat dan Kegunaan : Panas dalam, anti racun, 

menurunkan tekanan darah. 

Resep Tradisional:

Tekanan darah tinggi : daun diremas dengan air 

sampai menjadi hijau, biarkan menjadi agar-agar 

dan diminum dengan gula jawa.

Demam: rimpang diiris halus, direbus dan perasannya 

diminum sebagai obat demam, atau akar cincau 

secukupnya disedu dan diminum.

Gangguan perut, Nyeri : seperti no. 1

Keracunan makanan udang : seperti no. 1

Radang lambung, typhus, penyakit usus : daun segar 

50 gr dicuci ditumbuk sampai lumat. 

Tambah 4 gls air matang, diremas dan 

disaring. Diamkan sampai mengental 

dan tambahkan 5 sendok kecil gula, 

diminum 3 x sehari.


COCOR BEBEK

Nama Latin : Kalanchoe pinnata

Nama daerah : Cocor Bebek

Famili  : Crassulaceae

Bahan Berkhasiat : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Disentri, diare, peluruh air 

seni

Resep tradisional:

Demam : Daun sosor bebek secukupnya, Dipotong-

potong, Ditempelkan pada perut. 

Luka : daun sosor bebek secukupnya; Air sedikit, 

Diparut dan ditambah air sedikit, Dibobokkan pada 

luka; diperbaharui setiap 3 jam.

23

EUCALYPTUS

Nama Latin : Eucalyptus globulus Labill

Famili  : Myrtaceae

Bahan Berkhasiat : Daun (minyak atsiri)

Khasiat dan Kegunaan : 

Meredakan batuk: Selama bertahun-tahun, minyak 

eucalyptus telah menjadi salah satu komposisi dalam obat 


untuk meredakan batuk. Kandungan aktif antibakteri, 

virus, dan jamur bertindak sebagai ekspektoran untuk 

mengencerkan lendir. Untuk melegakan tenggorokan 

dan memecah lendi, Anda bisa menghirup uap yang telah 

dicampur minyak esensial eucalyptus. Bisa juga 

memakai  obat gosok atau salep topikal yang 

mengandung eucalyptus.

Meringankan asthma: Penelitian awal menunjukkan 

bahwa eucalyptol dapat memecah lendir pada orang 

dengan penyakit asma atau sesak napas.Bahkan beberapa 

orang dengan kondisi asma yang parah dapat 

menurunkan dosis steroidasinya jika mereka 

m e n g g u n a k a n  t e r a p i  e u c a l y p t o l .  

Namun sebelum mencobanya, pastikan Anda 

berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dokter, 

serta berhati-hatilah bagi yang memiliki alergi kayu putih 

sebab  justru bisa memperburuk asma.

Meredakan pilek: Eucalyptus merupakan bahan umum 

yang terkandung dalam obat pilek, flu, dan batuk yang 

bisa mengurangi volume lendir dan memperluas bronkus 

dan bronkiolus paru-paru. Eucalyptol, atau juga dikenal 

sebagai cineole, dapat mengurangi gejala pilek seperti 

hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala 

dengan mengurangi peradangan dan penumpukan lendir. 

Ketika merasakan gejala pilek, hiruplah minyak kayu 

putih melalui hidung atau dioleskan di bagian leher dan 

dada agar aromanya dapat tercium.Namun, hindari 

mengonsumsinya langsung sebab  dosis kecil minyak 

kayu putih yang tertelan bisa menjadi racun.

Mengobati luka: Kandungan antibakteri dalam daun 

eucalyptus bermanfaat untuk mencegah infeksi dan 


mempercepat penyembuhan pada luka. Krim atau salep 

yang mengandung eucalyptus dapat digunakan untuk 

mengobati lecet, sayatan, maupun luka bakar ringan.

Mengontrol gula darah: Dalam pengobatan tradisional, 

daun eucalyptus digunakan untuk pengobatan diabetes 

mellitus sebab  tinggi kandungan antioksidan dan anti-

inflamasinya. Menurut penelitian, ekstrak daun 

eucalyptus dapat menurunkan gula darah. Namun jangan 

dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes sebab  

dapat memicu  gula darah drop.

Menjaga kesehatan gigi dan menyegarkan napas: Mint 

bukan satu-satunya 'senjata' untuk mengatasi bau mulut. 

Eucalyptus juga dapat digunakan untuk melawan kuman 

pemicu  bau mulut sebab  kandungan antibakterinya. 

Mengunyah permen karet atau memakai  obat kumur 

dan pasta gigi yang mengandung ekstrak eucalyptus 

dapat mengurangi bau mulut secara signifikan. Selain itu, 

menurut penelitian dalam Journal of Periodontology, 

produk perawatan gigi dan mulut berbasis eucalyptus 

dapat mencegah kerusakan gigi dan meningkatkan 

kesehatan periodontal, dengan menumpas bakteri dan 

menghilangkan penumpukan plak.

Meringankan sakit kepala: warga  negara kita  sering 

menghirup dan mengoles minyak kayu putih untuk 

meringankan gejala pusing dan sakit kepala. Ternyata 

metode pengobatan rumahan ini tidak sepenuhnya  salah, 

sebab menghirup minyak kayu putih dapat mengurangi 

rasa sakit. Senyawa anti-inflamasi dalam eucalyptus, 

seperti cineole dan limonene, dapat bertindak sebagai 

penghilang rasa sakit, merujuk National Library of 


Medicine. Selain itu, eucalyptus juga dimanfaatkan 

dalam pengobatan tradisional untuk membersihkan sinus 

dan mengurangi peradangan. Bahkan campuran 

eucalyptus dan peppermint yang dioleskan ke dahi dan 

pelipis dapat meredakan sakit kepala lebih efektif 

ketimbang acetaminophen dan aspirin.

Meringankan nyeri sendi: Eucalyptus bermanfaat untuk 

mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat penyakit 

pengapuran sendi (osteoartritis) dan radang sendi 

(rheumatoid arthritis), atau dengan keluhan sakit 

punggung maupun cedera sendi dan otot. Ini sebab  

ekstrak eucalyptus bertindak sebagai pereda nyeri dan 

bersifat analgesik. Dalam sebuah penelitian dalam 

American Journal of Physical Medicine & 

Rehabilitation, mengaplikasikan eucalyptamint (salep 

yang mengandung eucalyptus) pada permukaan kulit 

dapat mengobati nyeri otot, keseleo, radang sendi, 

memar, dan sakit punggung.

1Menyehatkan rambut: ika Anda mengalami masalah 

rambut rontok maupun kutu rambut, cobalah produk 

perawatan berbasis eucalyptol. Sifat antimikroba, 

antijamur, dan herbisida dalam eucalyptol dapat 

mencegah peradangan kulit kepala sehingga merangsang 

pertumbuhan rambut yang sehat. Kemudian, kandungan 

antiseptik dalam eucalyptol dapat menenangkan kulit 

kepala, mengurangi rasa gatal, serta menghilangkan kutu 

rambut.

Merangsang sistem kekebalan tubuh: Berdasarkan 

temuan yang dipublikasikan dalam BMC Immunology, 

minyak eucalyptus dapat merangsang respons sistem 

27

kekebalan tubuh, merujuk Medical News Today. Para 

peneliti menemukan bahwa eucalyptol meningkatkan 

respons sistem kekebalan fagositik terhadap patogen. 

Fagositosis merupakan proses ketika sistem imun 

menelan dan menghancurkan partikel asing seperti 

bakteri, virus, dan partikel lain yang berbahaya.


GENDOLA

Nama Latin  : Basella rubhalinn

Nama Daerah  : Gendola

Famili   : Basellaceae

Bagian Berkhasiat : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Pilek, bisul, rematik, mencret


Resep Tradisional:

Pemakaian: 

Untuk minum: Seluruh tanaman sebanyak 15-30 g, atau 

30 g akar, direbus.

Cara Pemakaian:

1. Radang usus, buntu: 

 Seluruh tanaman gendola sebanyak 60-70 gram dicuci 

bersih,  potong-potong, Ialu direbus dengan air bersih 

secukupnya sampai  bahan terendam seluruhnya. 

Setelah airnya sisa setengah, angkat  dan dinginkan, Ialu 

diminum.

2. Influenza: 

    15 g daun segar dicuci Ialu direbus dengan 2 gelas 

air bersih  sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin 

disaring, tambahkan sedikit  garam  dan diaduk 

sampai larut.  Minum.

3. Kencing sedikit : 

 70 gram daun segar dicuci bersih, rebus dengan air 

secukupnya.   Setelah dingin diminum seperti air 

teh.



JAGO UNGU

Nama Latin  : Stachytarpea mutabilis

Nama Daerah  : Jarong Ungu

Famili   : Verbanaceae

Bagian Berkhasiat  : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Obat batuk, mencret, obat 

luka, kencing batu, bisul

Resep Tradisional:

Kegunaan:

1. Demam, anas, malaria, enteritis.

2. Radang amandel (tonsilitis), radang paru 

(pneumonia), gondongan.

3. Radang sendi (rheumatic arthritis).

4. Batu saluran kencing, bengkak pada infeksi ginjal.

5. Nyeri menstruasi (dysmenorrhea), mempermudah 

persalinan (induction of labor).

6. Muntah darah, kencing darah (hematuria).

Pemakaian: 9 -15 gram kering atau 30 - 60 gram 

segar, rebus, minum.

Pemakaian Luar: Dilumatkan; tempel ke tempat yang 

sakit atau direbus, airnya untuk cuci. Dipakai untuk 

obat luka, gigitan ular/ serangga, bisul (carbuncle).


JATI BELANDA

Nama Latin   : Guazuma ulmifolia

Nama daerah  : Jati Belanda

Famili    : Sterculiaceae

Bahan Berkhasiat  : Daun, Biji

Khasiat dan Kegunaan : Pelangsing,  mencret

Resep tradisional:

Kegemukan: Daun jati belanda 7 helai; Daun 

tempuyung 7 helai; Serbuk majakan sedikit; Air 115 ml, 

Direbus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; 

diulang selama 30 hari.  

Perut kembung:  Buah jati belanda (serbuk)2 sendok 

teh; Air mendidih 100 ml; Minyak adas (bila perlu)1 

tetes, Diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi; sore; tiap 

kali diminum 100 ml; diulang selama 7 hari



JAMBU BIJI MERAH

Nama Latin  :  Psidium guajava

Nama daerah   : Jambu biji merah

Famili   :  Myrtaceae

Bahan Berkhasiat  :  Daun, Buah

Khasiat dan Kegunaan :  Obat mencret, peluruh 

haid, DBD

Resep tradisional:

Disentri: Daun jambu biji 6 g; Kayu secang 1 g; Rasuk 

angin 1 g; Daun patikan cina 5 g; daun pegagan 7 g; 

Kayu ules 2 buah; Bawang merah 1 umbi; Air 120 ml, 

Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; 

tiap kali minum 100 ml; diulang selama 4 hari 

Mencret:  Daun jambu biji muda 9 helai; Kunyit 1 jari; 

Biji kedawung (disangrai)4 butir; Rasuk angin 4 g; Air 

110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; pagi dan 

sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 4 hari 



KAYUMANIS

Nama Latin : Cinramomum   zaylanicum

Nama daerah : Kayu manis

Famili : Lauraceae

Bahan Berkhasiat : Kulit, kayu, daun

Khasiat dan Kegunaan : Mencret, amara, rematik, 

sakit perut

Resep Tradisional 

Mencret : kayu manis (Padang) 3 g; buah kayu ules 2 

g; rasuk angin 2 g; rimpang kencur segar 8 g; ketumbar 

3 g; jintan hitam 2 g; mungsi 2 g; rimpang lempuyang 

10 g; pulosari 2 g; buah adas 2 g; biji kedaung 4 butir; 

air sedikit, dipipis hingga menjadi pasta, ditapalkan di 

seluruh bagian perut; dan pakailah gurita.



KECUBUNG

Nama Latin  : Datura fastuosa

Nama daerah  : Kecubung

Famili   : Solanaceae

Bahan Berkhasiat : Bunga

Khasiat dan Kegunaan : Sesak napas, nyeri haid, sakit 

perut

Resep tradisional:

Bengkak: daun kecubung segar secukupnya; minyak 

kelapa secukupnya, daun dibasahi dengan minyak 

kelap, kemudian dipanggang lalu diremas, ditempelkan 

pada kulit yang bengkak 

 

Kuping kopok: buah kecubung 1 buah; minyak 

jaitun/kelapa secukupnya, Buah kecubung dikeluarkan 

isinya lalu dipipis halus dan dicampur dengan minyak 


tadi lalu dimasukkan kembali pada kelontongannya lalu 

dipanasi sebentar hingga minyaknya panas; lalu diperas 

dengan kain, Minyak yang keluar kita gunakan untuk 

menetesi kuping yang sakit. 

Sembelit: Daun kecubung beberapa helai; Minyak 

kelapa sedikit, Diremas-remas, Letakkan remasan daun 

ini  di perut. 

Ketombe: Daun kecubung (kering)7 helai; Minyak 

kelapa 5 sendok makan, Masukkan dalam botol dan 

tutup; kemudian dipanaskan di bawah sinar matahari 

selama 7 hari, Dioleskan pada kulit kepala 2 kali sehari; 

pagi; sore. 

Reumatik: Daun kecubung segar 14 helai; Minyak 

kelapa 10 sendok makan, Daun kecubung dirajang dan 

dijemur kemudian ditambah minyak kelapa, simpan 

campuran ini  selama 3 hari. Peras dan pisahkan 

minyaknya kemudian dihangatkan, Gosokkan pada 

bagian yang nyeri; bila perlu; tambahkan sedikit 

minyak kayu putih.  

Terkilir: Daun kecubung 14 helai; Sereh (dicacah 

halus)2 buah; Minyak kelapa 2 gelas, Campuran 

dididihkan lalu disimpan semalam di tempat tertutup. 

Campuran dipisahkan; minyaknya dihangatkan, 

Gosokkan pada bagian yang nyeri.


KELOR

Nama Latin : Moringa oleifera

Famili   : Moringaceae

Nama Daerah : Nurong (Aceh), munggai (Sumatera), 

kilor (Lampung), kelor (Jawa Barat dan Jawa Tengah), 

marongghi (Madura), kiloro (Bugis), parongge (Bima), 

kawana (Sumba), dan kelo (Ternate)

Daun kelor merupakan tanaman tropis yang sejak lama 

telah dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. 

Tanaman ini dapat dikenali dari bentuk daunnya yang 

berukuran kecil. Pohon kelor juga mudah tumbuh dan 

bisa hidup di tanah yang tidak terlalu subur.

Manfaat dan Kegunaan :

Menurunkan kadar gula darah, mengatasi peradangan, 

mengontrol tekanan darah, memelihara kesehatan dan 

fungsi otak, menghambat pertumbuhan sel kanker, 

meningkatkan daya tahan tubuh.


KEMBANG SEPATU

Nama Latin  : Hibiscus  rosasinensi

Nama daerah  : Kembang Sepatu

Famili   : Malvaceaea

Bahan Berkhasiat  : Akar, daun, bunga

Khasiat dan Kegunaan : Vebrifuga, emmolliensia, 

batuk, zat warna.

Resep Tradisional:

Kegunaan :  obat Bisul dan abses 

Pemakaian : Pemakaian Luar : Daun secukupnya 

dicuci bersih, lalu digiling halus sampai menjadi 

adonan seperti bubur. Letakkan diatas bisul atau 

abses, lalu dibalut.

merdeka.com



KITAJAM

Nama Latin : Clinacanthus nutans

Nama daerah  : Kitajam

Famili   : Acanthaceae

Bahan Berkhasiat : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Disentri

Resep tradisional : 

Susah Kencing : Daun segar 15 gram, direbus 

dengan air 1 gelas selama 15 menit, dinginkan 

kemudian disaring. minum sekaligus. 

Disentri : Daun segar segenggam direbus dengan 5 

gelas air jadi 3 gelas, minum 3 x 1 gelas

Kencing Manis : Daun segar 7 lembar ( sakit ringan / 

gejala awal) atau 21 lembar (sakit  berat ) di rebus 

dengan air 2 gelas  sampai tinggal satu gelas, 

dinginkan, minum dua kali sehari. 

Catatan :  Resep untuk Kencing manis  tidak tercatat 

dalam literatur tetapi biasa digunakan di Jawa. Efek 

abortivurn tanaman ini belum diketahui oleh sebab  

itu wanita hamil sebaiknya tidak memakai  obat 

ini



KUCIAT / AWAR-AWAR

Nama Latin   :  Ficus septica

Nama daerah   :  Kuciat / Awar-awar

Famili    :  Urticaceae

Bahan Berkhasiat  :  Akar, daun, buah, getah

Khasiat dan Kegunaan :  Asma, bisul, narkotik, 

bengkak, pusing, 

hipaleusis, pencahar

Resep tradisional:

Herpes, Sakit kepala, Rematik: 

Daun awar-awar segar secukupnya; Air secukupnya, 

Dipipis sampai berbentuk pasta, Dioleskan pada 

bagian kulit yang sakit.


KUMIS KUCING

Nama Latin  : Orthosiphon aristatus

Nama daerah  : Kumis Kucing

Famili   : Labiatae

Bahan Berkhasiat  : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Obat batu ginjal, peluruh air 

seni

Resep Tradisional:

Pemakaian : 30 - 60 gr. (kering) atau 90 - 120 gr 

(basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh 

sebagai teh.

Cara Pemakaian :

Nephritis, edema (bengkak): 0. aristatus (kumis 

kucing) 30 gr, Planto asiatica (daun urat)  30gr, 

Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya 

direbus.

Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit 

(anyang-anyangan) : 0. aritatus, Phyllanthus urinaria 

(meniran), Commelina communis, masing-masing 30 

gr., direbus.



KUNYIT

Nama Latin  : Curcuma domestica

Nama daerah : Kunyit

Famili  : Zingiberaceae

Bahan Berkhasiat : Rimpang 

Khasiat dan Kegunaan : Mengecilkan Pori, 

Mengubah Bau Tidak Enak, 

Anti  Hama

Resep tradisional :

Luka dan kurap: Rimpang kunyit 1 jari; Daun asam 1 

genggam; Air sedikit, Dipipis, Tempelkan pada luka dan 

diganti setiap 3 jam.

Mencret: Rimpang kunyit 1/2 jari; Rasuk angin 1/2 

sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun 

trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml 

dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan 

sore; tiap kali minum 100 ml.

Nyeri haid: Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; 

Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran 

ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; 

kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml 

Sakit perut : Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 

jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 

genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah 

air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, 

Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 

tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; 

sehari minum 3 kali; 1/2 cangkir 



KWALOT

Nama Latin  : Brucea amarissima

Nama Daerah  : Kwalot

Famili  : Simaroubaceae

Bagian Berkhasiat : Buah, Biji, Daun

Khasiat dan Kegunaan : Disentri, diare, antipyretic, 

bisul, bengkak, encok

Resep Tradisional:

Biji secara tradisional pada umumnya digunakan pada 

pengobatan berbagai penyakit antara lain kanker, disentri, 

malaria. Akar digunakan untuk mengobati demam, 

disentri, batuk, rematik. Daun digunakan untuk mengobati 

demam, kudis, bisul, penawar racun lipan. Buah 

digunakan untuk mengurangi perdarahan, disentri. 

Seluruh bagian tumbuhan digunakan dalam pengobatan 

demam, kejang perut, disentri. 

Cara Pemakaian:

Untuk pengobatan disentri amuba 7- 10 buah biji 

kwalot dibuat infusa dengan 110 mI air; diminum 1 kali 

sehari 100 mI, diulang selama 12 hari. 

Untuk pengobatan malaria tujuh sampai sepuluh buah 

biji kwalot, 7 gram herba meniran, 1 gram kulit kayu pule 

dan 110 mI air, dibuat infusa; diminum 1 kali sehari 100 

ml; diulang selama 14 hari dan untuk pemeliharaan 

diminum 1 kali sebulan 100 ml.



LENGKUAS

Nama Latin   : Alpina Galanga (Langua G)

Nama daerah   : Laos 

Famili  : Zingiberaceae

Bahan Berkhasiat  : Rimpang 

Khasiat dan Kegunaan : Eksim, bronchitis,  cholera, 

lemah lembung, gastritis, 

borok. 

Resep tradisional:

Demam : langkuas merah 1 rimpang; air hangat sedikit; 

madu 1 sendok makan, diparut; disaring kemudian 

ditambah madu, diminum 1 kali sehari 1 ramuan. 

Kolera : langkuas merah 1 rimpang; bawang putih 1 umbi; 

garam sedikit; air 110 ml, dibuat infus, diminum 1 kali 

sehari 100 ml. 

Membersihkan darah :langkuas merah, dibuat sayur dan 

lalap, dimakan sebagai sayur dan lalap. 

Mengobati kurap : langkuas 4 rimpang; bawang putih 1 

umbi; cuka sedikit; air 110 ml, direbus, dioleskan pada 

bagian yang terserang kurap.



LIDAH BUAYA

Nama Latin   : Aloe vera

Nama daerah   : Lidah buaya

Famili  : Liliaceae

Bahan Berkhasiat  : Daging daun

Khasiat dan Kegunaan  : Sakit kepala, sembelit, kejang 

pada anak, kurang gizi, batuk 

rejan, muntah darah, kencing 

manis (DM), wasir, peluruh. 

haid, penyubur rambut.


Resep tradisional :

Obat dalam: daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 

3 gram atau  berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian 

topikal.

Obat luar: daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, 

terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), 

caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.

Penyubur rambut: Daun lidah buaya segar secukupnya 

dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-

agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, 

kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya 

rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk 

mencapai hasil yang memuaskan.

Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan): 

daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan 

pada bagian tubuh yang terkena api/air panas.

Bisul: daun dilumatkan ditambah sedikit garam, 

tempelkan pada    bisulnya. 



MAHKOTA DEWA

Nama Latin   : Phaleria macrocarpa

Nama daerah   : Mahkota dewa

Famili   : Thymelaeaceae

Bahan Berkhasiat  : Daging buah

Khasiat dan Kegunaan : Hipertensi, kudis pada anak, 

kanker, liver, ginjal,  Asam 

urat

Resep Tradisional:

Dalam literatur kuno pun, keterangan mengenai mahkota 

dewa sangat terbatas. Hanya kegunaan biji buah yang 

bermanfaat sebagai bahan baku obat luar, misalnya untuk 

obat kudis, yang dibahas. Seorang ahli farmakologi dari 

Fakultas Kedokteran UGM, dr. Regina Sumastuti, 

berhasil membuktikan bahwa mahkota dewa 

mengandung zat antihistamin. Zat ini merupakan 

penangkal alergi. Dengan begitu, dari sudut pandang 

ilmiah, mahkota dewa bisa menyembuhkan aneka 

penyakit alergi yang disebabkan histamin, seperti 

biduren, gatal-gatal, selesma, dan sesak napas. Penelitian 

dr. Regina juga membuktikan bahwa mahkota dewa 

mampu berperan seperti oxytosin atau sintosinon yang 

dapat memacu kerja otot rahim sehingga persalinan 

berlangsung lebih lancar.  Pembuktian empiris yang ada 

cukup banyak. 


MELATI

Nama Latin  : Jasminum sambac

Nama Daerah  : Melati

Famili   : Oleaceae

Bahan Berkhasiat  : Akar, Bunga

Khasiat dan Kegunaan : Menghentikan ASI, obat cuci 

mata

Resep Tradisional:

1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan

Bahan: 1 genggam daun melati

Cara membuat: bahan ini  dipipis halus

Cara memakai : ditempel di seputar payudara, 

setiap pagi sebelum mandi.

2. Sakit mata (mata merah atau belek)

Bahan: 1 genggam daun melati

Cara membuat: bahan ini  dipipis halus

Cara memakai : ditempel pada dahi, apabila 

sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.

3. Bengkak akibat serangan daun lebah

Bahan: 1 genggam bunga melati

Cara membuat: bahan ini  diremas-remas 

sampai halus.

Cara memakai : ditempel pada bagian yang 

disengat lebah



MENGKUDU

Nama Latin  :  Morinda citrifolia

Nama daerah  :  Mengkudu

Famili   :  Rubiaceae

Bahan Berkhasiat :  Buah, akar, daun

Khasiat dan Kegunaan :  Hipotensif, antelmintik, 

Emenagoga

Resep tradisional:

Amandel : buah mengkudu (parut)1 buah; air matang 100 

ml, diseduh lalu beningannya ditambah madu satu 

sendok teh, untuk berkumur; ramuan tidak berbahaya bila 

tertelan. 

Limpa membesar : buah mengkudu (parut)2 buah; cuka 

encer sedikit, peras dan saring, diminum 1 hari sekali 1 

ramuan. 

Sariawan : buah mengkudu (parut)1 buah; buah pisang 

batu 2 buah; air 110 ml, diseduh, diminum 1 kali sehari 

100 ml. 

tekanan darah tinggi, buah mengkudu (parut)1 buah; air 

matang 100 ml, diseduh, diminum 1 kali sehari 100 ml.

Hipertensi :

Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 

1 sendok makan madu.

Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil 

airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata 

dan disaring.

Cara memakai : diminum dan diulangi 2 hari sekali. 



Sakit Kuning : 

Bahan : 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 

1 potong gula batu.

Cara Membuat : buah mengkudu diperas untuk diambil 

airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata 

dan disaring.

Cara memakai  : diminum dan diulangi 2 hari sekali.

Demam (masuk angin dan infuenza) :

Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;

Cara Membuat: kedua bahan ini  direbus dengan 2 

gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, 

kemudian disaring.

Cara memakai  : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan 

sore.

Sakit Perut : 

Bahan: 2-3 daun Mengkudu

Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan 

diseduh air panas.

Cara memakai : setelah dingin disaring dan 

diminum.

Menghilangkan sisik pada kaki :

Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.

Cara memakai : bagian kaki yang bersiisik digosok 

dengan buah mengkudu ini  sampai merata, dan 

dibiarkan selama 5-10 menit, kemudian dibersihkan 

dengan kain bersih yang dibasahi dengan air hangat.


MIMBA

Nama Latin : Azadirachta indica

Nama daerah  : Mimba

Famili   : Meliaceae

Bahan Berkhasiat   : Daun, Kulit, kayu

Khasiat dan Kegunaan : Demam, diabetes, 

antiseptik, antipyretik, 

rematik, eksim

Resep tradisional:

Kencing Manis : 7 lembar daun dimasak dengan 3 

gelas menjadi 1 gelas, minum pagi dan sore

Disentri/Diare : Sama dengan diatas 

Malaria/Masuk angin : sama dengan pengobatan 

Kencing Manis.



PECUT KUDA

Nama Latit : Stachytarphea jamaicensis

Nama Daerah  : Pecut Kuda 

Famili   : Verbanaceae

Bagian Berkhasiat  : Daun, Akar

Khasiat Dan Kegunaan : Nyeri haid, peluruh air seni 

Resep Tradisional:

Bunga dan tangkainya digunakan untuk pengobatan : 

- Radang hati (hepatitis A).

Akar digunakan untuk pengobatan : 

-Keputihan (leukore) : 

Cara Pemakaian :

Untuk obat yang diminum, rebus 15-30 g herba kering 

atau 30 - 60 g herba segar, lalu minum air rebusannya.

Untuk pemakaian luar, giling herba segar sampai halus, 

lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, 

radang kulit bernanah, dan luka. 

Contoh Pemakaian :

Radang tenggorok, batuk : Sediakan 50 g herba pecut 

kuda segar, 2 buah kencur ukuran sedang, 2 siung 

bawang putih. Cuci bahan-bahan ini , lalu tumbuk 

sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air gula sambil 

diaduk rata, lalu peras dan saring. Selanjutnya, minum 

air yang terkumpul, lakukan 3 kali sehari, selama 3-5 

hari.

Keputihan : Cuci 50 g akar pecut kuda segar, lalu iris-iris 

seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus 

sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air 

saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore 

hari, masing-masing 1/2 gelas.

Hepatitis A : Cuci 5-10 tangkai bunga pecut kuda sampai 

bersih, lalu potongpotong seperlunya. Tambahkan gula 

batu secukupnya, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai 

tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air 

saringannya diminum. Lakukan setiap hari sampai 

sembuh.

Rematik : Cuci 30-60 g herba pecut kuda segar, lalu 

potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air 

bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah 

dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 

kali, masing-masing 1/2 gelas.



PEGAGAN

Nama Latin   : Centella asiatica

Nama daerah  : Pegagan. 

Famili   : Umbelliferae

Bahan Berkhasiat  : Herba

Khasiat dan Kegunaan : Penenang, Meningkatkan 

Daya Ingat, Peluruh Air   

Seni.

Resep Tradisional:

Infeksi batu saluran kencing/kencing keruh : rebus 30 

gr daun segar dengan air beras bilasan.

Susah kencing : Lumatkan 30 gr pegagan segar, tempel 

dipusar.

Bisul : pegagan segar 30-60 gr, direbus, diminum, 

pegagan segar dilumatkan dan ditempel ke bisul

Wasir : rebus 3-4 pohon pegagan dengan 2 gelas air 

selama 5 menit lalu diminum.

Batuk kering : segenggaman segar dilumatkan, peras 

dan ditambah air serta gula batu secukupnya lalu 

minum

Darah Tinggi : Daun 20 lb, direbus dengan 3 

gls air menjadi 2.25 gls, minum 3 x 1/4 

gelas


 PEPAYA

Nama Latin  : Carica papaya

Nama daerah  : Pepaya

Famili   : Caricaceae

Bahan Berkhasiat  : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Amara, masuk angin

Resep tradisional:

Obat cacing : Akar pepaya 1 jari tangan; Bawang putih 1 

umbi; Air 100 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 2 

kali sehari; tiap kali minum 100 ml. 

Demam dan mulas : Daun pepaya muda segar 1 helai; 

Daging buah asam secukupnya; Air 100 ml, Direbus 

sampai mendidih, Diminum 2 kali sehari; tiap kali 

minum 100 ml. 

Haid yang disebabkan sebab  kecapaian : Daun pepaya 

muda segar 1-2 helai; Garam sedkit; Air secukupnya, 

Dipipis, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. 

Malaria  : Daun pepaya muda segar 1 helai; Meniran 5 

tanaman; Air 100 ml, Direbus atau dipipis, Diminum 1 

kali sehari 100 ml (infus); 1/4 cangkir (pipisan). 

Nyeri sendi : Akar pepaya(potongan)1/2 botol sirup; 

Garam dapur 2 sendok makan; Kayu putih 2 sendok 

makan; Arak secukupnya, Semua ramuan dimasukkan 

kedalam botol; ditambah arak sampai penuh ; kemudian 

jemur di panas matahari selama 10 hari, Digosokkan 

pada sendi-sendi yang sakit; sesaat sebelum tidur.


PETAI CINA

Nama Latin  : Laucaena glauca

Nama Daerah  : Petai Cina

Famili   : Leguminaceae

Bagian Berkhasiat : Biji

Khasiat dan Kegunaan : Obat cacing, sakit  kuning

Resep Tradisional:

Diabetes Melitus: 

Bahan:  Biji petai cina yang sudah tua dan kering; 

Cara membuat: digoreng tanpa minyak dan ditumbuk 

halus  (dibuat bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan 

diseduh dengan air  panas(seperti membuat kopi).

Cara memakai :  diminum 1 kali  sehari 1 gelas 

dan dilakukan secara teratur.

Cacingan

Bahan: Biji petai cina yang sudah tua dan kering;

Cara membuat: digoreng tanpa minyak dan ditumbuk 

halus   (dibuat  bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan 

diseduh dengan ½ - 1 gelas air panas (seperti membuat 

kopi).

Cara memakai :  diminum menjelang tidur 

malam.



PINANG

Nama Latin   : Areca catechu

Nama daerah   : Pinang

Famili    : Palmaceae

Bahan Berkhasia  : Biji, sabut, daun

Khasiat dan Kegunaan : Obat cacing,  mencret,batuk, 

menguatkan gigi, nyeri   pinggang, 

biri-biri

Resep Tradisional :

Cacingan : 30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, 

didihkan perlahan-lahan seiama 1 jam. Setelah dingin 

disaring, minum sekaligus sebelum makan pagi. 

Koreng : Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar 

telur cecak, tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih 

segar. 

Bahan-bahan ini  dicampur ialu digiling halus. 

Lumurkan   pada koreng yang telah dibersihkan. 

Disentri : Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci 

lalu direndam dalam 1 gelas air selama beberapa jam. Minum 

air rendaman pinang. 

Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi : Biji pinang 

diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa  menit, 

lalu ampasnya dibuang. 

Sakit pinggang : Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling 

halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, panaskan 

sebentar di atas api. Hangat-hangat dipakai untuk 

mengompres bagian pinggang yang sakit. 

Difteri : 1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 

3/4 cangkir air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah 

dingin dipakai untuk kumur-kumur di tenggorokan selama 2-

3 menit, lalu dibuang.  Lakukan 3 kali sehari. 



PUTRI MALU

Nama Latin : Mimoa pudica L.

Nama Daerah : Putri Malu

Famili  : Mimesaceae

Bagian Berkhasiat : Herba

Khasiat dan Kegunaan : Batu ginjal, bronkhitis, lemah 

syaraf, sakit kuning, susah 

tidur

Resep Tradisional:

Insomnia:

a. Daun mimosa pudica 30 - 60 gr., direbus. Minum.

b. - Mimosa pudica (si kejut) 15 gr.

    - Vemonia cinerea (sawi langit) 15 gr.

    - Oxalis repens (calincing) 30 gr., semuanya direbus.

Chronic bronchitis:

a. Akar minosa pudica 60 gr. dan air 600 cc., direbus 

dengan api kecil menjadi 200 cc, dibagi  2 kali minum. 

10 hari adalah 1   kuur.

b. - Mimosa pudica 30 gr.

- Akar peristrophe roxburghiana 10 gr., keduanya 

direbus,  dibagi menjadi 2 dosis/hari.

Batuk dengan dahak banyak: Akar putri malu 10 - 15 gr.,  

direbus. 

Rheumatik: 15 gr akar Mimosa pudica direndam dalam 

arak  putih 500 cc selama  2 minggu. 

Kontraindikasi (dilarang dipakai): Wanita hamil.



SAGA MANIS

            

Nama Latin        :  Abrus precatorius

Nama Daerah     :  Saga Manis 

Famili :  Polysonaceae

Bahan Berkhasiat          :  Daun

Khasiat dan Kegunaan  :  Emetif, Obat Sariawan 

Resep tradisional

Batuk : Daun saga 1 genggam; buah adas 5 butir; kayu 

pulasari 1/2 jari tangan; air 110 ml, direbus sampai 

mendidih, diminum 1 kali sehari 100 ml. 

Sariawan : Daun saga 2 g; daun pegagan 2 g; rasuk 

angin 1 g; kulit kayu turi 1/2 jari tangan; akar manis 1 

jari tangan; air 110 ml, direbus sampai mendidih, 

Diminum 1 kali sehari 100 ml. 

 

Wasir : Daun saga 1 genggam; herba pegagan 1 

genggam; daun patikan cina (serbuk) 1 sendok teh; 

akar kelembak (serbuk) 1/2 sendok teh; rimpang temu 

lawak 7 keping; air 110 ml, direbus sampai mendidih, 

Diminum 1 kali sehari 100 ml.



SAMBILOTO

Nama Latin     : Andrographys paniculata

Nama daerah  : Sambiloto

Famili   : Acanthaceae

Bahan Berkhasiat    : Herba

Khasiat dan Kegunaan : Febrifuga, Amara, 

Vermifuga

Resep tradisional:

Gatal-gatal : Daun sambiloto 1 g; Jahe 1 g; Ngokilo 1 g; 

Akar wangi 1 g, Semua bahan ditumbuk halus seperti 

bubuk, Diminum 3x sehari. 

Kudis : Daun sambiloto segar 1 genggam; Belerang sedikit, 

Campuran ditumbuk hingga halus sampai rata, Dilumurkan 

pada kulit yang sakit; dan lakukan setiap hari hingga sembuh. 

Demam digigit serangga atau binatang berbisa : Daun 

sambiloto 1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 

kali sehari 1/4 cangkir; ampas dioleskan pada tempat gigitan. 

Kencing manis : Daun sambiloto 25 helai; Daun kumis 

kucing 25 helai; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, 

Diminum 1 kali sehari 100 ml. 

Radang usus bantu : Daun sambiloto; Air Secukupnya, 

Dipipis atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; 

apabila ramuan dibuat seduhan maka diminum 1 kali sehari 

100 ml. 

Tifus : Daun sambiloto 17 helai; Air secukupnya, Dipipis, 

Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. 

Kaki bengkak : Daun sambiloto; Air secukupnya, Dipipis 

hingga berbentuk pasta, Diparamkan pada kaki setiap pagi 

dan sore.



SAMBUNG NYAWA

Nama Latin  : Gynura procumbents

Nama daerah  : Sambung nyawa

Famili   : Compositae 

Bahan Berkhasiat : Batang, Daun 

Khasiat dan Kegunaan : Demam, Penyakit Ginjal, 

Disentri

Resep Tradisional:

Maag : Daun mentah dilalap secara teratur.

Kena bisa ulat dan semut hitam : Daun mentah segar 1 

lembar digosok kebagian yang kena ulat samapi 

keluar air/getahnya lakukan 2 jam sekali.

Kolesterol tinggi : Daun mentah 3 lembar dicuci dan 

dijadikan lalapan, bisa juga di juice, lakukan secara 

teratur.

Diabetes melitus : Seperti kolesterol.

Radang pita tenggorok, sinusitis : Sama seperti 

Tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi : Seperti kolesterol tetapi 

daunnya 4 lembar.



SECANG

Nama Latin   : Caesalpinia sappan

Nama daerah  : Secang 

Famili   : Leguminaceae

Bahan Berkhasiat  : Batang 

Khasiat dan Kegunaan : Batuk Darah, Disentri, 

Pembersih Darah, Sakit 

Mata, Raja singa

Resep Tradisional:

Pembersih darah : Kerokan kayu ditambah ketumbar 

dan daun trawas, rebus. 

Diare / mencret :  5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu 

direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. 

Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian.  

Minum pagi dan sore hari. 

Batuk darah pada TBC : 1 1/2 jari kayu secang dicuci dan 

dipotong-potong seperlunya,  rebus dengan 4 gelas air 

bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas, Setelah dingin disaring, 

minum. Sehari 3 x 3/4 gelas. 

Radang salaput lendir mata :  2 jari kayu secang dicuci 

dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas 

air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin 

disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang 

sakit. 

Berak darah:   1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-

potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air sampai 

tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 

dengan madu seperlunya. Sehari 2 x 3/4 gelas.



SEMBUNG

Nama Latin  : Blumea balsamifera

Nama daerah   : Sembung 

Famili   : Asteraceae

Bahan Berkhasiat  : Daun 

Khasiat dan Kegunaan : Demam, Karminativa, 

Ekspektoransia

Resep tradisional:

 

Meningkatkan empedu : Daun sembung 4 helai; Air 

110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali 

sehari 100 ml. 

Selesma : Daun sembung 5 helai ; Daun sembukan 1 

genggam; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, 

Diminum 2 kali sehari, tiap kali minum 100 ml; 

apabila dipipis diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 

1/4 cangkir. 

Demam : Daun sembung secukupnya; Air 1 panci, 

Direbus sampai mendidih, Basahi handuk kecil 

dengan ramuan ini ; kemudian digunakan untuk 

membasuh badan; muka; kaki; dan tangan



SENGGUGU

Nama Latin  : Clerodendron  serratum

Nama daerah  : Senggugu 

Famili : Verbenaceae

Bahan Berkhasiat : Daun, Akar

Khasiat dan Kegunaan : Demam, Peluruh Air Seni,

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara 

pemakaian nya. 

Tulang patah, Luka terpukul, digigit ular, bisul : 

Tanaman ditumbuk lumat lalu tempelkan ke yang luka

Borok berair, Rematik : daun segar ditumbuk lalu 

digodok dan direndamkan ke bagian yang sakit

Perut busung, Cacingan :  Daun diseduh dangan 

temulawak dan garam lalu diminum

Asma, bronchitis, Susah kencing : Minum seduhan 

akarnya. Malaria, Memulihkan tenaga sehabis 

melahirkan, Menjernihkan suara



SERAIWANGI

Nama Latin   : Andropogons nardus

Nama daerah   : Sereh Wangi 

Famili    : Graminae

Bahan Berkhasiat  : Daun, bongol 

Khasiat dan Kegunaan : Karminativa,  pengharum, 

obat rematik

Resep Tradisional:

Cara Pemakaian di warga 

Untuk penghangat, serta pengharum badan : 5 gram 

akar segar Andropogon nardus, dicuci dan direbus 

dengan 1 gelas air selama 15 menit; kemudian 

diminum 2 kali sehari masing?masing 1/2 gelas, pagi 

dan sore .



SEREH DAPUR

Nama Latin : Cymbopogon serratus

Nama daerah  : Sereh Dapur 

Famili  : Poaceae

Bahan Berkhasiat : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Vermifuga, Discuria, Sakit 

Gigi, Peluruh Haid,    masuk 

angin, kumur

Resep tradisional:

Untuk penghangat badan: 5 gram akar segar 

Andropogon nardus, dicuci dan direbus dengan 1 gelas 

air selama 15 menit; kemudian diminum 2 kali sehari 

masing?masing 1/2 gelas, pagi dan sore



SIRIH

Nama Latin   :  Piper betle

Nama Daerah  : Sirih  

Famili    : Piperaceae

Bagian Berkhasiat  : Daun

Khasiat dan Kegunaan : Obat kumur, napas bau, 

pendarahan gigi, batuk, flour 

albus

Resep Tradisional:

1. Keputihan:

    Bahan: 7 - 10 lembar daun sirih.

Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai 

mendidih.

   Cara memakai : air rebusan daun sirih ini  dalam 

keadaan masih hangat dipakai untuk membasuh/ 

membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.



Sifilis

Ÿ Bahan : 25-30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 

kg gula aren dan garam dapur secukupnya.

Ÿ Cara membuat: semua bahan ini  direbus bersama 

dengan 2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.

Ÿ Cara memakai : diminum 3 kali 1 hari secara terus 

menerus.

Alergi/biduren

Ÿ Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 

sendok  minyak kayu putih.

Ÿ Cara membuat: semua bahan ini  ditumbuk bersama-

sama   sampai halus.

Ÿ Cara memakai  : Dioleskan/digosokkan pada bagian 

badan   yang gatal-gatal.

Diare 

Ÿ Bahan: 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan 

minyak kelapa.

Ÿ Cara membuat: semua bahan ini  ditumbuk bersama-

sama  sampai halus.

Ÿ Cara memakai : digosokkan pada bagian perut.

Menghentikan pendarahan gusi

Ÿ Bahan: 4 lembar daun sirih.

Ÿ Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai 

mendidih.

Ÿ Cara memakai  : setelah dingin dipakai untuk kumur, 

diulang  secara teratur sampai sembuh.

 Menghentikan pendarahan hidung (mimisen = Jawa)

    Bahan: 1 lembar daun sirih.

Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan 

sedikit  susaha  keluar minyaknya.

Ÿ Cara memakai : dipakai untuk menyumbat hidung 

yang   berdarah/mimisen.

Sakit gigi berlubang

Ÿ Bahan: 1 lembar daun sirih, cara membuat: direbus dengan 

2 gelas air sampai mendidih. Cara memakai : setelah 

dingin dipakai untuk kumur,   diulang secara teratur sampai 

sembuh.

Ÿ Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok.       

Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk 

sampai garam larut, biarkan sampai dingin. Cara 

pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur.

Batuk

Ÿ Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus 

dengan 2 gelas air sampai mendidih. Cara memakai : 

setelah dingin dipakai untuk kumur,  diulang secara teratur 

sampai sembuh.

Ÿ Bahan: 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widoro upas dan 

madu secukupnya. Cara membuat: daun sirih diiris-iris, 

kemudian direbus bersama daun widoro dengan 2 gelas air 

sampai mendidih. Cara memakai : setelah dingin 

dipakai untuk kumur,  diulang  secara teratur sampai 

sembuh.




TAPAK DARA

Nama Latin   : Vinca rosea

Nama daerah   : Tapak Dara

Famili   : Apocynaceae

Bahan Berkhasiat : Bunga, daun, akar

Khasiat dan Kegunaan : Hipertensi, kencing manis, 

kanker payudara,  

membersihkan haid

Resep Tradisional:

Diabetes mellitus : 10-16 lembar daun tapak dara, direbus 

dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 

gelas, setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.

balkotfarm.jakarta.go.id


90

Hipertensi : Bahan: 15-20 gram daun tapak dara kering, 

10 gram bunga krisan. Cara Membuat: direbus dengan 2 

1/2  gelas air sampai mendidih dan disaring, diminum tiap 

sore

Leukimia : Bahan: 20-25 gram daun tapak dara kering, 

adas pulawaras. Cara membuat: direbus dengan 1 liter air 

dan disaring, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.   

Asma dan bronkhitis : 1 potong bonggol akar tapak dara, 

direbus dengan 5 gelas air, diminum 2 kali sehari, pagi dan 

sore.

Demam: 1 genggam (12-20 gram) daun tapak dara dan 

3 potong batang dan akar tapak dara, direbus dengan 4 

gelas air sampai mendidih hingga tinggal 11/2 gelas, 

dan diminum pagi dan sore dapat ditambah gula kelapa.

Anemia: 4 putik bunga tapakdara putih direndam 

dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh diluar rumah 

semalaman, diminum pagi hari dan dilakukan secara 

teratur



TAPAK LIMAN

Nama Latin   : Ellephanthopus scaber

Nama daerah  : Tapak Liman 

Famili   : Compositae 

Bahan Berkhasiat  : Batang, Akar

Khasiat dan Kegunaan : Vermifuga, penambah darah, 

memperkecil pori-pori

Resep Tradisional:

Daunnya digunakan sebagai obat demam, batuk, 

sariawan, mencret menahun, panas, penyakit cacing 

dan sebagai perangsang nafsu kelamin. Akarnya bila 

ditumbuk halus, bisa dijadikan sebagai obat malaria 

pada anak-anak. Seluruh tumbuhan digunakan untuk 

mengobati epistaxis (hidung berdarah), sakit kuning, 

infeksi saluran kencing, cacar air, busung, absces, 

borok, gigitan ular dan gigitan serangga.

Hepatitis: 120-180 gram akar segar + daging, rebus, 

minum, selama 4-5 hari.

Biri-biri : 30-60 gram seluruh tanaman, 60-120 gram 

tahu, air secukupnya. ditim, siap dimakan.

Perut kembung: 60 gram batang direbus, dibagi 2 kali 

minum



TEMBELEKAN

Nama Latin  : Lantana camara 

Nama Daerah  : Tembelekan

Famili   : Verbenaceae

Bagian Berkhasiat  : Daun, bunga, akar

Khasiat dan Kegunaan : Influenza, TBC kelenjar, 

rematik, sakit kulit, bisul, 

bengkak, gatal

Resep Tradisional:

Pemakaian Luar:Daun segar dilumatkan untuk 

ditempelkan ke tempat yang sakit atau direbus secukupnya 

untuk cuci pada penyakit kulit, bisul, luka berdarah, 

memar, keputihan.

Cara Pemakaian: 

- TBC paru dengan batuk darah: 6 - 10 gr. bunga kering 

direbus.

- Rheumatik: rebusan akar secukupnya untuk mandi.

Perhatian :

- Kelebihan dosis memicu  pusing dan muntah-

muntah.

- Wanita hamil: tidak boleh, kematian janin!



TEMPUYUNG

Nama Latin   :  Sonchus arvensis

Nama daerah   :  Tempuyung

Famili  :  Compositae 

Bahan Berkhasiat  :  Daun dan seluruh bagian

Khasiat dan Kegunaan :  Peluruh air seni, penghancur 

batu kandung kemih, batu 

saluran kencing dan batu 

empedu, radang usus buntu, 

radang payudara, disentri, 

wasir, beser mani, darah tinggi, 

pendengaran berkurang, 

rematik gout, memar.

Cara Pemakaian :

Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15 - 60 g direbus, 

lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling 

halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan 

airnya untuk kompres bisul, luka bakar, dan wasir.

Contoh Pemakaian : 

Radang payudara: Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 

15 g direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. 

Setelah dingin disaring, laludiminum sekaligus. Lakukan 2 - 

3 kali sehari.

Bisul: Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci 

bersih lalu ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk 

mengompres bisul.

Indikasi : Tempuyung dapat mengatasi:


96

TEMU GIRING

Nama Latin : Curcuma heyneana

Nama daerah  : Temu Giring

Famili   : Zingiberaceae

Bahan Berkhasiat : Rimpang 

Khasiat dan Kegunaan : Obesitas, Vermifuga (Peluruh 

Cacing), Antilimatosis

Resep tradisional:

Cacingan: Rimpang temu giring segar 4 g; Air 

secukupnya, Temu giring diparut kemudian diseduh 

dengan air mendidih hingga diperoleh 1/4 cangkir, 

Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. 

Bau badan : Rimpang temu giring segar 1/2 jari tangan; 

Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 

100 ml. 

Kegemukan : Rimpang temu giring segar 1/2 jari tangan; 

Daun kemuning segar 1 genggam; Daun pacar kuku segar 

1 genggam; Air secukupnya, Dipipis, Diminum 1 kali 

sehari 1/4 cangkir.



97

TEMU HITAM

Nama Latin  : Curcuma aerogynosa

Nama daerah  : Temu Hitam

Famili   : Zingiberaceae

Bahan Berkhasiat : Rimpang

Khasiat dan Kegunaan : Kaminativa, Emmengoga, 

Amara, Kurang segar sehabis 

nifas / haid

Resep Tradisional:

Membangkitkan nafsu makan : Ambil temu hitam 

(seukuran ibu jari), cuci, dan iris tipis-tipis. Rebus 

dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah 

dingin, saring, lalu bagi untuk dua kali minum, pagi dan 

sore hari, sebelum makan.

Membersihkan setelah melahirkan : Cuci temu hitam 

(dua jari tangan), lalu buang kulitnya. Tumbuk sampai 

halus, tambahkan setengah cangkir air panas, lalu aduk 

merata. Setelah dingin, saring dengan sepotong kain dan 

minum sekaligus. Lakukan selama tiga hari setelah 

melahirkan.

Batuk berdahak, sesak napas : Cuci rimpang segar temu 

hitam (25 g), lalu potong tipis-tipis. Rebus dengan dua 

gelas air sampai mendidih selama 20 menit. Setelah 

dingin, saring, lalu bagi dua sama banyak untuk diminum 

pada pagi dan sore hari.



TEMULAWAK

Nama Latin : Curcuma xanthorrhiza

Nama daerah  : Temu Lawak 

Famili  : Zingiberaceae

Bahan Berkhasiat : Rimpang 

Khasiat dan Kegunaan : Amarum (Penambah Nafsu 

Makan), Pencahar,  Peluruh 

ASI

Efek Farmakologis : 

Sifatnya rasa sedikit pahit, anti sembelit, acnevulgaris, 

anti-inflamasi dan anti hepatotoksik, laktagoga, 

kolagoga, tonikum, diuretik, fungstatik dan 

bakteriostatik. Kandungan adas hitam juga membantu 

mengeluarkan angin, dan mendorong pengeluaran air 

seni. Beberapa khasiat temulawak antara lain: (1) 

memperbaiki fungsi pencernaan sehingga meningkatkan 

nafsu makan, (2) memperbaiki fungsi hati sehingga dapat 

menyembuhkan penyakit liver bahkan serosis, (3) 

menurunkan kadar lemak darah, (4) mengurangi rasa 

nyeri sendi dan tulang, (5) menghambat penggumpalan 

darah, dan (6) berperan anti oksidan (Badan POM, 2004).

Bagian tanaman yang Rimpang temulawak banyak 

mengandung xanthorrhizol dan kurkumin (1,6 - 2,2%), 

yang merupakan bahan aktif berkhasiat obat, secara 

empiris maupun tradisional terbukti bermanfaat untuk 

kesehatan manusia maupun ternak.  rimpang segar atau 

dikeringkan.